Mission I’m Possible: 1,000+ NFQ Books in 8 Days

Hello guysss!! Yak, edisi @NotesFromQatar kali ini dipercepat sehari dari jadwal biasanya hehe.. Seharusnya besok baru keluar nih edisi, tapi saya percepat jadi hari ini karena InshaAllah nanti malam saya akan berangkat ke Paris menjadi perwakilan delegasi Indonesia dalam acara G20 Youth Summit. Jadi, hari ini saya sempatkan untuk menulis terlebih dahulu sebelum berangkat.

.

AMAZING! Mungkin itu kata pertama yang ingin saya ucapkan dalam tulisan ini. Saya baru saja mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa. Bercerita tentang bagaimana kombinasi sebuah keyakinan yang kuat terhadap Sang Maha Kuasa, usaha gigih yang tidak kenal menyerah dan kekuatan doa, akhirnya bisa membuat sesuatu impian yang pada awalnya terlihat tidak mungkin, pada akhirnya menjadi kenyataan!

.

Pada penasaran? Mari kita mulai ceritanya…

.

Berawal pada tanggal 11 Mei 2011. Pada pagi hari itu, salah seorang teman baik, Fika Frieda, bbm saya. Dia mengajak untuk menyumbangkan buku @NotesFromQatar yang saya tulis dalam sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengirimkan buku-buku ke pelosok daerah-daerah di Indonesia dan juga nantinya mereka akan mendirikan perpustakaan-perpustakaan umum. Kurang lebih ada sekitar 100 desa yang akan dikirim. Jadi kurang lebih butuh 100 buku. Dia bilang tanggal 20 Mei buku-buku akan segera dikirim berarti maksimal buku sudah tersedia pada tanggal 19 Mei, atau sekitar 8 hari deadlinenya.

.

Saya pun menyanggupi, “Oke Fik, nanti tanggal 19 Mei bisa diambil di rumah gue.” Tapi kemudian muncul sebuah pertanyaan dalam diri saya, “Kenapa cuma 100 buku? Kalo bisa 1,000 buku yang disumbangin kenapa hanya 100?” Saya semangat sekali bisa mengirimkan 1,000 buku karena ingin @NotesFromQatar bukan hanya bisa dinikmati dan dibaca oleh kalangan menengah ke atas, tapi juga oleh kalangan menengah ke bawah.

.

Akhirnya muncullah keinginan untuk menyumbangkan 1,000 buku #NFQ, dan bukan 100 seperti di awal.  Pasti pertanyaan yang muncul, “Lho gaya amat mau nyumbang 1,000 buku, emang duitnya ada?” Jawabannya mudah saja, “Ya kalo sendirian masih belom mampu bos! Tapi kalo rame-rame kan pasti bisa doong?”

.

Tanpa banyak berpikir, saya langsung niatkan dalam hati ingin menyumbangkan 1,000 buku #NFQ, meskipun dalam waktu yang amat sangat singkat, hanya 8 hari saja (11 Mei – 19 Mei). Keyakinan saya begitu kuat bahwa Allah Swt akan memudahkan semuanya. Bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Nya? Mana lebih sulit bagi Allah Swt, menerbitkan matahari di timur dan menenggelamkannya di barat setiap hari atau ‘hanya’ membantu saya mengumpulkan 1,000 buku #NFQ dalam 8 hari?

.

Tentulah yang pertama jauh lebih sulit dari yang kedua bukan? Saya kemudian memulai misi ini dengan menulis di blog saya tentang impian yang ingin dijalankan . Setelah itu saya kirim Broadcast Message (BM) ke seluruh kontak yang ada di BlackBerry. Alhamdulillah, ga sampe 5 orang yang respon balik setelah menerima BM tersebut hehe.. 4 diantaranya bukan komen tentang BM yang saya kirim, tapi malah komen tentang foto saya yang lagi gendong anak kecil arab, katanya lucu (gatau pasti maksudnya anaknya atau saya nya yang lucu). Yak, jadi total hanya 1 orang aja yang bener-bener merespon hahaha…

Setelah lewat blog sudah dan lewat bbm juga sudah, sekarang saya gunakan media lainnya yaitu twitter. Saya yakin bahwa media ini cukup efektif untuk menyebarkan informasi, apalagi dengan jumlah follower yang lumayan banyak, ya semoga aja ada gitu beberapa orang yang tergerak hatinya untuk ikutan gerakan pengumpulan 1,000 buku #NFQ ini. Ternyata bener lho, tweet saya banyak di RT oleh teman-teman dan respon pun berdatangan. Saya pun dengan sabar menjawab satu per satu segala pertanyaan teman-teman.

.

Saya sediakan 3 nomor rekening bank bagi teman-teman yang ingin menyumbang, 2 bank dalam negeri dan 1 lagi bank di Qatar. Tidak lama setelah itu beberapa teman sudah mulai mentransfer dan masuk beberapa rupiah. Di hari pertama, pas malamnya saya cek, pemasukan hari itu sekitar 2,5 juta. “Alhamdulillah..” dalam hati saya. Tapi saya mikir, kalo Rp 2,5 juta per hari, berarti kalo dikali 8 hari yang terkumpul ‘hanya’ sekitar Rp 20 juta. Bukannya tidak bersyukur, tapi ini masih jauh dari target.

Dengan asumsi harga satu buku Rp 65,000, berarti paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp 65 juta untuk bisa mencapai target 1,000 buku. Saya pun berpikir keras bagaimana caranya agar ini bisa tercapai. Nah, mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu bahwa salah satu senjata saya setiap kali menginginkan sesuatu adalah memancingnya dengan bersedekah. Yes, saya selalu membeli keinginan saya dengan bersedekah. Saya tukar segala impian saya dengan bersedekah.

.

Bersedekah itu ibarat kita sedang berbisnis dengan Allah Swt, dan saya selalu senang berbisnis dengan Dia karena dijamin 1000% ga akan pernah rugi, apalagi dibohongi. Satisfaction guaranteed!

.

Akhirnya ilmu sedekah pun saya pakai lagi. Dalam ilmu sedekah kan kalau kita mau 10 biji, maka minimal keluarin dulu 1 biji sebagai pancingan. Jadi kalau target saya 1,000 buku, berarti paling tidak harus keluarin dulu minimal 100 buku. Saya pun malam itu langsung niat bersedekah dan menyumbang 100 buku lebih, dengan harapan agar target 1,000 buku dapat tercapai. Bismillahirrahmaanirrahiim..

.

Kemudian saya juga minta bantuan doa dan dukungan dari orang-orang terdekat, terutama keluarga. Mama, papa dan kakak saya mendukung penuh dengan doa dan full support, baik secara materil maupun non-materil. Mereka juga ikut membantu menyumbang untuk pengumpulan buku ini. Lumayan untuk nambah-nambahin hehehe..

Di hari ke-2, sumbangan bertambah dan setelah saya rekap di hari itu masuk sekitar Rp 3,5 juta, atau lebih Rp 1 juta dibanding hari pertama. Saya bersyukur tapi tahu target masih jauh, jadi harus lebih kerja keras dan cerdas lagi. Strategi lain harus dijalankan, yaitu ‘menjemput bola’. Saya tidak bisa hanya menunggu orang-orang untuk menyumbang, tapi juga harus aktif. Saya pun bbm-in sahabat-sahabat dan teman-teman dekat untuk ikutan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

.

Alhamdulillah, banyak respon positif yang saya dapat, meskipun ada juga beberapa yang ga ngasih respon. Tapi gapapa, itu wajar, ibarat nembak 100 kali, kan ga semuanya tepat sasaran. Saya berprasangka baik aja mungkin orang-orang yang ga respon itu lagi sibuk atau banyak kerjaan.

.

Di hari ke-3, Alhamdulillah dengan strategi ‘mengejar bola’, sumbangan bertambah lumayan banyak, masuk sekitar Rp 7 juta. Jadi total dari hari pertama sampai hari ke-3 sudah sekitar Rp 20 juta, atau sepertiga dari target. Wah saya makin semangat, meskipun tau masih cukup banyak yang harus dikejar.

.

Di hari ke-4, uang yang terkumpul sekitar Rp 30 jutaan, memang belum sampai setengah dari target yang ditetapkan. Tapi di hari itu, saya langsung menelpon Gramedia untuk order 1,000 buku @NotesFromQatar. Lho, kan blom tercapai 1,000 buku? Ya emang blom, tapi optimis aja bisa tercapai. Lagian Allah Swt juga kan ga tidur dan Maha Melihat. Kalo saya sudah sampe segitu seriusnya ingin menyumbang 1,000 buku, maka Dia pun akan menolong dengan serius juga.

.

Di hari ke-5, setelah saya order 1,00 buku, pergerakan justru menurun hahaha.. “Gawat! Bisa tekor nih!” dalam hati saya. Sumbangan yang masuk sekitar Rp 2 juta saja. Tapi itu justru semakin melecut saya untuk berusaha lebih keras lagi. Target sudah dipasang 1,000 buku dan ga mungkin dirubah lagi. Jadi bukan targetnya yang diturunin, tapi usaha saya yang harus terus ditingkatkan

.

Di hari ke-6, pergerakan Alhamdulillah sudah mulai membaik. Pemasukan naik menjadi sekitar Rp 10 juta. Di hari ini saya kembali mengingatkan sahabat-sahabat dan teman-teman saya yang ingin ikut menyumbang tapi biasanya pada kelupaan. Jadi saya dengan sabar ngingetin mereka satu per satu.

.

Di hari ke-7 atau 2 hari sebelum selesai, sumbangan juga makin baik. Sampai malam terkumpul dana Rp 45 juta.. Pikir saya waktu itu, ya sudah lah mungkin besok paling ada tambahan sekitar Rp 5 juta, jadi totalnya sekitar Rp 50 jutaan. Angka Rp 50 juta juga bukan angka kecil dan saya sudah sangat bersyukur. Soalnya saya mikir, average per hari aja dari hari ke-1 sampai hari ke-7 hanya sekitar Rp 7 juta, jadi mungkin besok di hari terakhir ya akan segitu juga.

.

Di hari ke-8 atau hari terakhir, saya memulai hari dengan penuh semangat dan masih merasa target bisa dikejar. Bismillah, saya pun ngetweet lagi tentang pengumpulan 1,000 buku @NotesFromQatar ini dan bilang bahwa HARI INI ADALAH HARI TERAKHIR!! Entah mungkin emang keunikan orang Indonesia yang serba last minute, pada hari itu sumbangan yang masuk ke 3 bank account mengalir cukup deras. Hitung-hitungan saya, dengan total sementara sekitar Rp 45 juta, maka dibutuhkan paling tidak sekitar Rp 20 juta di hari itu agar bisa mencapai target.

.

Subhanallah, dari siang sampai malam hari, sumbangan terus mengalir dengan deras seperti air yang mengalir dari sungai bengawan solo (ga nyambung). Sampai saat sekitar jam 10 malam waktu Jakarta, sistem di salah satu bank yang menunjukkan jumlah saldo yang ada rekening ada mengalami error, mungkin karena saking banyaknya yang masuk hehehe.. Sampai malam itu saya masih tidak tahu pastinya berapa, dan karena ngantuk saya pun tidur aja hehe..

.

Saat besoknya saya merekap semuanya dari hari pertama hingga hari ke-delapan, boleh percaya boleh enggak.. sim salabim adrakadabra… Terkumpul sebanyak Rp 75,5 juta! Berarti di hari terakhir masuk sekitar Rp 30 juta. Alhamdulillahirabbil’aalamiin.. Target saya hanya Rp 65 juta, tapi bahkan Allah Swt kasih bonus tambahan Rp 10,5 juta lebih.

.

Total ada 131 orang yang ikut berpartisipasi dalam gerakan kali ini. Untuk transparansi, berikut inilah nama-nama para donatur.

.

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas segala kepercayaan yang telah diberikan. Tidak bisa saya ucapkan satu persatu nama orang-orang yang telah berpartisipasi dalam gerakan ini, tapi sudah saya simpan di memori otak hehe.. InshaAllah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, dengan uang sebanyak itu, bisa membeli 1,165 buku @NotesFromQatar atau lebih 165 biji dari target semula. Buku-bukunya pun sudah sampai dengan selamat di rumah saya dan akan disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

.

Saya jadi teringat apa yang pernah disampaikan oleh Nelson Mandela, “Everything seems impossible until it is done.” Yak, cerita yang saya ceritakan di atas adalah contoh nyatanya. Awalnya apa yang saya impikan ini terlihat seperti suatu hal yang mustahil bin mustahal. Beberapa orang pun menyangsikan saya bisa mencapai target yang diinginkan. Tapi Alhamdulillah, Allah Swt tunjukkan kekuasaan-Nya dan akhirnya semua hal yang mustahil menjadi hal yang benar-benar nyata terjadi!

.

Okey sekarang waktunya bercerita behind the story dari cerita ini. Ada 3 kunci keberhasilan saya dalam mewujudkan hal ini, yang kalo saya singkat menjadi KUD. Tapi ini bukan Koperasi Unit Desa ya hehehe.. Melainkan Keyakinan, Usaha, dan Doa!

.

1. Keyakinan

Setiap episode kehidupan ini ibarat peperangan. Kadang kita menghadapi perang yang kecil, kadang menghadapi perang besar. Setiap peperangan tentunya memiliki strategi yang berbeda pula agar bisa menang. Dalam perang, strategi memang boleh beda, tapi ada satu hal yang harus selalu dimiliki, yaitu mind-set untuk menang di awal! Ini yang paling penting, yaitu sebuah keyakinan yang kuat untuk menang sebelum peperangan itu dimulai.

.

Contohnya misalkan akan ada pertandingan tinju antara Mike Tyson lawan Muhammad Assad. Pas kedua petinju ini masuk ke dalam ring, muka Mike Tyson tiba-tiba udah pucet duluan, gemeteran dan celananya langsung basah karena ngompol. Mike Tyson udah jiper duluan pas ngeliat Muhammad Assad lagi pemanasan dan bunyiin leher. Nah, kalo begini kejadiannya, sudah bisa dipastikan 101% Mike Tyson pasti kalah, karena mentalnya udah ciut duluan.

.

Allah Swt berfirman di dalam hadits qudsi, “Aku adalah seperti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan beserta hamba-Ku bila ia (berdo’a) memanggil-Ku.” Jadi Allah Swt sendiri sudah ngasih sinyal kalau kita harus berpikiran positif, karena apa yang kita prasangkakan kepada Allah Swt, maka itu yang akan Dia berikan. Kalo pikiran kita pasti berhasil, ya InshaAllah ujungnya berhasil.

.

Hal ini sesuai dengan konsep “Law of Attraction” atau hukum tarik menarik. Penjelasannya panjang, tapi intinya adalah, apa yang kita pikirkan, itu yg alam semesta akan berikan. Jadi kekuatan pikiran kita yang menarik segala sesuatu itu terjadi. Jadi selalu-lah berpikir positif agar alam semesta pun selalu memberikan hal-hal positif kepada diri kita.

.

Kalau kata Paulo Coelho, “If you really want something and you work hard for it, the universe will conspire to make your dreams come true.”

.

Dalam cerita saya kali ini pun sama. Saat pertama kali menargetkan ingin menyumbangkan 1,000 buku, saya yakin 100% InshaAllah akan tercapai. Keyakinan saya begitu kuat bahwa Allah Swt akan memudahkan semuanya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Swt. Saat Dia sudah mengatakan “Yes” terhadap sesuatu, maka tidak ada seorang pun yang bisa berkata “No”.

.

Awal dari kesuksesan itu adalah keyakinan. Keyakinan kuat dan terus berpikir positif juga yang menjadi modal dasar saya sebelum ‘berperang’ menjalankan misi pengumpulan 1,000 buku @NotesFromQatar. Dan pada akhirnya, keyakinan positif saya tersebut membuahkan hasil yang sangat manis.

.

Kekuatan berpikir positif terhadap suatu hal akan memberikan aura yang positif kepada diri kita dan juga sekitar, yang pada akhirnya akan berdampak langsung kepada tindakan-tindakan yang akan kita lakukan.

.

Nothing is impossible as long as we are determined to do it so!

.

2. Usaha

Setelah kita punya keyakinan yang kuat, maka kunci yang kedua adalah berusaha! Kenapa kita harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu? Ya karena ga ada yang gratis di dunia ini! Hari ginii mana ada yang gratisss? Mau buang air kecil aja harus bayar hehe..

.

Bahasa sunda-nya, “No free lunch, man!!” Kalau kita mau sesuatu, ya harus usaha untuk mendapatkan itu sesuai dengan tingkatan keinginannya. Misalkan, Kalo mau pendapatan Rp 10 juta sebulan, ya usahanya harus seimbang dengan itu. Kalo mau pendapatan Rp 100 juta sebulan, ya harus lebih keras dibanding orang yang sudah puas di kisaran angka Rp 10 juta.

.

Dalam cerita di atas, tentunya tidak mungkin saya hanya duduk diam manis sambil nonton tv di rumah dan berharap orang akan ramai-ramai menyumbang, dan target 1,000 buku tercapai dengan mudah. Seperti yang sudah saya ceritakan, di hari-hari awal, sumbangan yang masuk belum terlalu banyak. Akhirnya sejak hari ke-3 saya mulai proaktif dan menggunakan strategi ‘menjemput bola’, dan bukan hanya menunggu.

.

Dengan usaha yang lebih ekstra dari sebelumnya, maka hasilnya pun mengikuti dan bertambah lajunya dengan ekstra pula. Setiap orang saya ajak untuk ikut berpartisipasi dengan cara pendekatan yang berbeda-beda pula, karena saya tahu dan hapal setiap karakter dari teman-teman dan sahabat-sahabat saya. Ada yang harus dengan cara dijelaskan pelan-pelan, tapi ada juga sahabat-sahabat saya yang bisa dengan cara ‘dipalak’ langsung hahaha..

.

Dukungan dari orang-orang terdekat yang ikut membantu berusaha juga berperan. Mama ikut membantu dengan menjual kepada teman-teman kantornya dan juga teman-teman pengajian, dan papa membantu dengan strategi bagaimana caranya agar bisa tercapai 1,000 buku. Hal ini cukup banyak membantu dalam pengumpulan sumbangan yang masuk.

.

Dan alhamdulillah, akhirnya dengan usaha yang tidak menyerah, apa yang ditargetkan pun menjadi kenyataan.

.

3. Doa

Nah, setelah keyakinan sudah dan usaha juga udah mantap, ini dia senjata pamungkasnya, yaitu berdoa! Berdoa itu tidak sekedar menjadi ibadah saja, melainkan ia juga menjadi otak atau inti dari ibadah itu sendiri. Allah Swt sendiri sudah menyuruh hamba-hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Al Mukmin [40]: 60)

.

Doa itu senjatanya orang beriman. Berdoa akan mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Dengan berdoa, kita jadi merasakan betul menjadi makhluk yang lemah dan memerlukan Allah Swt sebagai penolong kita. Allah Swt suka dengan orang yang meminta kepada-Nya, dan sebaliknya orang yang enggan ataupun malas berdoa sangat dibenci oleh Allah Swt karena dia merasa mampu melakukan apapun tanpa bantuan dariNya.

.

Padahal, kesombongan hanya boleh dimiliki oleh Allah Swt, karena Dia-lah Sang Penguasa langit dan bumi beserta seluruh isinya. Rasulullah SAW bersabda, ““Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

.

Sama dalam cerita saat saya mengejar impian untuk mengumpulkan 1,000 buku @NotesFromQatar, saya juga tidak berhenti berdoa agar impian itu jadi kenyataan. Jangan lupa juga minta doa orang tua, terutama doa ibu, InshaAllah manjurrr hehehe…

.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Maksudnya, jika ingin sesuatu tapi tidak berusaha, ya sama aja berkhayal doang. Sebaliknya, jika berusaha saja tanpa berdoa kepada Sang Pencipta, maka itu suatu kesombongan. Karena seluruh alam semesta ini adalah milik-Nya. Sehelai daun jatuh pun atas izin-Nya, apalagi ini yang ‘jatuh’ berlembar-lembar duit hahahaa..

.

Baiklah teman-teman semua, cukup sekian tulisan saya kali ini. Semoga bisa diambil hikmahnya oleh teman-teman sekalian. Sekali saya ucapkan syukur tak terhingga kepada Allah Swt atas semua karuniannya kepada saya, dan juga terima kasih kepada teman-teman dan sahabat semua yang telah membantu dalam gerakan ini.

.

Sekarang saya mau lanjut packing karena masih belom kelar hahaha, mohon doanya agar kepergian saya ke Paris nanti malam lancar semua sesuai rencana dan bisa kembali ke tanah air amiiin.

.

Wassalam,

@MuhammadAssad

46 thoughts on “Mission I’m Possible: 1,000+ NFQ Books in 8 Days

  1. Yah,,,paris,,,oleh2 nya ya kak…
    Rencana brp bln dsana? Dtunggu ceritanya ya,,,Moga lancar perjalanannya,,,
    memang kak,, bwt org2 baik,,Allah kn slalu memberi lebih,,,

  2. Huwoooow luar biasa Allah Maha Baik banget banget benget banget tak terhingga pokoknya, gak nyangka bisa bener2 tercapai targetnya ya..

    Aku juga tiap hari mantau perkembangannya mulai dari hari pertama pengumpulan dana sampai hari terakhir, pikirku waktu itu “bisa tercapai gak yah misi si kakak yang satu ini? target cukup jauh juga soalnya”. Tapi ya aku ikut berdoa dan percaya aja pasti bisa tercapai, dan hasilnya memang tercapai alhamdulillah. Semoga buku-buku itu bermanfaat untuk orang-orang Indonesia mulai dari pelosok desa sampai pelosok kota, pelosok pantai, pelosok gunung, pelosok hutan, dan pelosok-pelosok lainnya hahaha..

    Ditunggu cerita selanjutnya dari Paris ya. Semoga diberikan kemudahan dan kelancaran oleh-Nya baik dalam perjalanan maupun kegiatan disana, amin.

  3. Soooooooo prooouuuuudddd of youuuuu !!!!!
    Two thumbs up, good job!!! Semoga bermanfaat yaa buat mereka, dan siapa tau dengan mereka baca #NFQ akan banyak Assad Assad baru di generasi Indonesia yang akan datang…
    (Tapi Assad dari sisi baik-baik nya ajaa… hihihi :p)
    Dan pastinya, semoga berkah untuk kamu… Amiinnn

    Sukses ya… G20 Youth Summit nya, Enjoy Paris !!
    Dan satu hal lagi….
    Jangan lupa titipanku….*wink wink;))* hahahahahhahaha teteeeuuppp..

    Take care….

    1. Ini harus dibalas komennya karena sudah pakai ancaman hahahaa…

      Amiiiin thank youuu deedeee, semoga akan lahir Assad-Assad baru yang baik hati, gemar menabung dan tidak sombong.. dan yang paling penting, kepalanya harus botak!😀

      Siiappp… titipan apa nihhhh??? gantungan kunci kan?? BERESSSS!!! hahahahaa

      1. Alhamdulillah…. Bener-bener pinter niyy kamu…
        Ngerti juga diancammm… Ngga heran deh selalu dapet scholarship !!! wahahahahahaa…

        Gantungan kuncii??? Boleehhh… Gantungan kunci H****S juga kan maksudnyaaa?? hahahahaa… asiikkkk… Cepetan pergi deh kalau gitu, biar cepet pulang bawa oleh-oleh untuk aku… hahahahaa…

        Byeeee… C u soon🙂

  4. Subhanallah Assad…i admire you, beneran…in a good way of course.

    cerita2 kamu tuh penuh inspirasi…membuat langkah yang terhenti kembali berjalan, kamu semakin menggambarkan betapa Islam itu indah.

    Alhamdulillah Sad, have a great journey to Paris, ditunggu postingan barunya.

  5. subhanaallaahhh…
    bagus bgt tulisannya…
    sngat menginspirasi…
    kebetulan sy mau mengikuti SNMPTN, rumus “KUD” (koperasi unit desa..hahaha…) kakak bakalan jadi “senjata” (lebay.com) sy berjuang di medan perang….minta do’anya ya…jk sempet…ngarep.com…hehe…
    kasih tips doooonk…biar bisa sepintar n dewasa sprti kak assad…
    jd pengen “botak” kayak kak assad…ups…sy kan cwek…^_^
    salam buat mike tyson…

  6. *speechless* you always impressed me over and over till I’m game over (lebay tp kenyataan).
    sodaqoh its the real connection between Allah with us.
    Keep husnudzon🙂

  7. baru dapet rekomend dr teman n baru baca paragraf awal artikel dr anda sudah bs bwt saya tersenyum haru akan besarnya kuasa Allah.

    Tulisan anda menjadi inspirasi bwt saya untuk melakukan hal yg sama.
    Terima kasih teman n teruslah berjuang untuk berbagi kebaikan.

  8. subhanAllah, masyaAllah semoga om yg satu ini di beri kemudahan selalu . amiiiin
    semoga nantinya saya bisa seperti om assad . amiin

  9. Subhanallah.. Awesome! sampai merinding bacanya =) mantab jurus KUD nya.. keyakinan, usaha dan doa.. plus charity =) good luck yach

  10. Entah dari mana awalnya kok sy bisa subscribe blog anda, lalu waktu cek di “my subscribe” terpampang judul postingan anda yang ini, lalu sy tertarik membaca postingan ini, dan…. Subhanallah, cerita anda bener2 menginspirasi!

    Salam sukses!😉

  11. alhamdulillahirabbil alamiin wasyukurillah akhirnya apa yg di impikan terwujud apalg tuk kemaslahatan umat semoga visi misi dari gerkan itu berlanjut terus n bukumu tbh laku dicetakan2 sljtx
    hukum tarik menarik selalu berlaku dmn,kpnpun,siappn yg meyakinix tentunya karena izin ALLAH SWT.

    keep goin n move in welcome in paris
    salam for eiffel im in love yah hehe

  12. Selamat ya k’. Duh sayang banget pengen ikutan tapi ketinggalan, mudah2n dilain waktu bisa ikut berpartisipasi…. hehehe…

  13. sampai saat ini, kak Assad adalah ‘mentor tidak langsung’ saya, melalui blog ini, buku NFQ, dan tweet2 kakak yang sarat ilmu lah saya belajar.. harapan ke depan, agar kakak bisa jadi ‘mentor langsung’, semoga bisa berkenalan, bertemu, bersahabat baik, dan bisa belajar langsung dari sumbernya, amiiin🙂

  14. luar biasa, semangat tiada henti jadi kuncinya. Kadang melalukan kegiatan sosial seperti ini kembang kempis semangat, tapi yg ditunjukkan subhanallah, amazing.

  15. Alhamdulillah,

    Setelah 2 minggu was-was apakah bisa terkumpul 1000 buku apa tidak, dan hari ini baru bisa buka websitenya Assad dan ternyata niat baik akhirnya dapat terwujud juga…

    Selamat dan terima kasih bagi yang turut membantu…

    Semoga apa yang kita lakukan in iberguna bagi banyak orang…

    Salam

    Fika

  16. saya “berkenalan” dengan Anda melalui tayangan di TV One,saat launch buku NFQ.
    dan mulai mencari tahu tentang Anda.

    luar biasa semua tulisanmu. aku selalu membacanya berulang-ulang.karena menginspirasi sepenuh hati.

    trima kasih assad, saran saya tambahkan lagi lebih banyak kutipan qoute ataupun kutipan ayat2 Alloh yang Maha Indah.

  17. keren…sy jg sedang ada proyek nih pembuatan sebuah site jejaring sosial untuk blogger di Indonesia dalam rangka mengembangkan aktivitas blogging, mungkin dana pembuatannya untuk tahap pertama 100 juta sampai lauching perdana, minta tolong bantuannya ya🙂

  18. assalamualaykum wr wb
    subhanallah, lha kok meng vinspirasi bgt !
    Smoga makin sukses mas ! n smoga bisa jadi menteri ekonomi di indo ! aamiin , hehehe.

    The miracle of sedekah

  19. Ini Artikel sudah berkali-kali gw baca, sejak di terbitkan. tapi ga bosan-bosan gw bacanya atau belum bosan kali ya.. ehehehe., tapi waktu Isya ini pengen komen ajah………. Betapa Allah mudahkan niat baik seseorang, dengan segala K.U.D nya.. Assad. lu selau bikin gw iri. bikin gw ngerasa bukan apa-apa., kemudian bikin gw semangat dan semangat lagi. dan yang ada “bangga gw ma lu Ssad”… tetaplah humble dan satu kata “Baiklah”.

  20. ini baru pertama kali saya baca blog ini dan langsung terkesan! ini blog yang paling inspiring yang pernah saya baca! 3 kata yang membuat saya terkesan dgn blog ini yaitu keyakinan, usaha dan doa! God bless you assad!!

  21. Sad, aku mewakili Pengajar Muda tim Halmahera Selatan, dan teman2 Indonesia Mengajar, serta anak2 didik kami di desa, menyampaikan terima kasih atas kiriman buku Notes from Qatar. Melihat bagaimana perjuanganmu sampai bisa terkirim buku2nya, benar2 terkesan! Luar Biasa!

    Alhamdulillah 10 buku Notes from Qatar sudah sampai di Halmahera Selatan 2 minggu lalu. Insyallah minggu depan sudah bisa dibaca oleh anak2 di desa Indong, bertepatan dengan pembukaan perpustakaan dan Rumah Belajar Desa Indong. Doain berhasil ya.🙂

    Oia, personally, I think you’re book, and your blog, are enjoyable and exciting. Spreading the virus of positivity in the eyes of Indonesia youth and moslem. It’s what we need in this swirl of negativity by the media. Finally got the chance to finish your book during my trip exploring Halmahera. Membaca lembar terakhir malam2 di atas kapal di laut Maluku. lebay banget ya, hehe. tapi beneran lho.😀

    Keep on writing Sad! Ditunggu karyamu selanjutnya untuk Indonesia!🙂

    Rahman Adi Pradana
    @rahmanadi
    http://blog.indonesiamengajar.org/adipradana

  22. Subhanallah…
    kali ini bener2 terinspirasi sama tulisan kak Assad, ni baru pertama kali ni desty ngunjungi blog kakak langsung, sebelumnya cuma baca buku NFQ dan da desty baca habis sampe ke halaman belakang… dan bener2 menginspirasi Tulisan kakak buuuuaaaaaggggguussss, notog njedog🙂

    ayo kak cetak lagi yg banyak, semoga Allah senantiasa memudahkan kita semua, terutama bagi mereka yang selalu bersedekah. Amin….

    kenalin Destya – ITS Surabaya

  23. Subhanallah….
    Satu pelajaran lagi dari blog ini yang sangat bermanfaat….
    Kalau semua penulis Indonesia seperti ini, Negara kita pasti cepat cerdas🙂
    terus berjuang P.Assad..makasih
    wassalam

  24. Subhanallah….
    Satu lagi pelajaran bermanfaat dari blog ini…
    Kalau semua penulis melakukan seperti ini pasti Indonesia cepat cerdas🙂
    makasih P.Assad….
    Wassalam

  25. assalamuallaikum ka assad,

    aku sangat terharu dan juga termotivasi atas buku yang telah ditulis kakak,aku baru aja baca buku kakak 30 menit yang lalu yang aku dapet dari kakak aku octo rice yancelia,aku sangat berterima kasih atas motivasinya,tulisan dan buku kakak membuka mata saya untuk tidak tenggelam di kehidupan duniawi karna saya masih kelas 3 sma saya hanya berfikir dangkal seperti anak jaman sekarang yang hanya berfikir gimana cara berpakaian edgy tanpa berfikir tentang larangan membuka aurat,have fun bareng temen,tapi setelah baca buku kakak itu membuka keinginan hati saya untuk melakukan hijab atau berkerudung dan lebih mendekatkan diri ke Allah swt untuk mencapai kesuksesan,makasi kakak,tulisan kakak begitu membangun dan itu lebih dari bayangan kakak,dan 3p membuat saya makin yakin untuk mengambil beasiswa kedokteran,terimakasih kakak atas motivasi yang kakak beri melewati buku kakak….

  26. waw…. terharu :’).
    udah pernah baca bukunya, udah lihat juga bedah bukunya bersama penulis di TVONE. sekarang baca blognya. makin takjub. mantabbbbbb…

  27. Sangat inspiratif mas Assad! Perjalanan hidup mas Assad seperti yg saya impikan, sudah saya jalani tp mungkin karena ‘going extra miles’ nya mas, sekarang bisa jauh lebih sukses.. Hehe

    Ajaib memang kekuatan sedekah, saya pun menjalankan bisnis dan menjadikan sedekah sebagai katalis! Semakin banyak sedekah, semakin banyak dikembalikan Allah swt!🙂

  28. salam kenal buat assad…sminggu yg lalu q dlm masa2 down dlm hidup q stlah bnyaknya mslh yg q hadapi..tmn q mmbri q NFQ..dan q mmbaca smpai slesai..ntah suatu keajaiban atau apa stlah mmbaca buku itu q bangkit q cria kmbli n lbih positive dlm mmandang hidup ini..mungkin dah trlalu bnyk org yg memuji2 seorg assad..tp q bnr2 brtrma ksh cz u inspiring me…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s