#NotesFromHeaven Labuan Bajo: Pentingnya Arti Berproses

#NotesFromHeaven adalah kumpulan catatan perjalanan yang saya tulis saat mengelilingi ‘surga’ dunia bernama Indonesia. Setiap perjalanan memberikan pelajaran dan hikmah kehidupan yang ingin saya bagi dengan para pembaca sekalian. Semakin sering saya mengunjungi tempat-tempat indah dan eksotis di Indonesia, semakin saya yakin bahwa Indonesia adalah surga yang jatuh ke bumi. Ini adalah catatan pertama saya dalam #NotesFromHeaven. Selamat membaca!🙂

Instagram: @muh_assad | Twitter: @muhammadassad

.

10 November 2016

Dari ketinggian 36.000 kaki di atas permukaan air laut, saya melihat gugusan pulau-pulau yang sangat indah saat terbang di atas langit Nusa Tenggara Timur. Tepat pada pukul 12 siang WIT (Waktu Indonesia Timur), pesawat Kalstar KD-680 yang membawa saya dan istri tercinta, Afra Nurina, mendarat dengan mulus di Bandar Udara Internasional Komodo.

Kami tidak sabar untuk segera menginjakkan kaki di pulau yang terletak di ujung barat Flores ini. Maklum saja, ini pertama kalinya kami berdua mengunjungi tempat ini. Saat itu waktu menunjukkan pukul 12:30 siang dan matahari pun menyambut dengan sukacita alias panas bangettt! Hehehe…

foto-01
Di cockpit pesawat
foto-02
Di depan pesawat Kalstar

Saat turun dari pesawat, sebuah bandara megah menyambut kami. Bandara seluas 3.300 meter yang baru saja diresmikan oleh Presiden Jokowi pada tanggal 27 Desember 2015 ini memiliki arsitektur bangunan yang unik dan modern. Pemerintah memang sedang gencar-gencarnya memoles dan merevitalisasi bandara-bandara di Indonesia. Ini penting untuk membuat kesan pertama yang baik, karena bandara merupakan pintu masuk pertama yang akan dilihat oleh para wisatawan yang datang ke Indonesia.

Tren kunjungan wisatawan asing ke Indonesia Timur juga sedang tinggi dalam beberapa tahun belakangan. Itu terbukti saat melihat isi pesawat yang saya tumpangi, mayoritas adalah bule-bule. Sejak dulu, Labuan Bajo dikenal dengan sebutan kota nelayan kecil. Saat ini, predikatnya bertambah menjadi salah satu kota pariwisata teramai di Indonesia. Wajar saja, karena kota ini menjadi titik singgah bagi mereka yang ingin melakukan perjalanan ke kawasan Pulau Komodo, tempat wisata yang menjadi salah satu dari 7 keajaiban dunia baru dan juga diakui UNESCO sebagai World Heritage Site atau situs warisan dunia.

foto-03
Tiba di Bandar Udara Komodo, Labuan Bajo

Sesampainya di bandara, pihak Luwansa Beach Resort sudah siap di depan gerbang kedatangan. Kami lalu menuju hotel dan menikmati makan siang dengan pemandangan laut yang sangat indah.

foto-04
Luwansa Beach Resort, Labuan Bajo
foto-05
Lunch with my wife

Setelah itu kami beristirahat sejenak, lalu berangkat menuju tempat kerajinan dan pusat oleh-oleh. Setiap datang ke suatu daerah, saya senang melihat hasil kerajinan tangan tempat tersebut, baik itu kain batik, anyaman, pahatan, ukiran dan berbagai suvenir lainnya.

Setiap kerajinan tangan itu bernilai mahal, karena handmade atau dibuat langsung oleh tangan. Ini merupakan kekuatan Indonesia di bidang ekonomi kreatif. Mata saya lalu tertuju kepada kain songket tenun khas Nusa Tenggara Timur yang indah dan patung pahatan kayu berbentuk komodo yang tersedia dalam berbagai bentuk. Keren-keren banget!

foto-06
Kain songket tenun khas NTT

Kemudian dan sekitar pukul 5 sore kami melanjutkan perjalanan menuju Kampung Ujung, tempat wisata kuliner di Labuan Bajo yang terkenal dengan ikan bakarnya yang segar dan menggugah selera. Kata penduduk lokal, kalau belum makan di Kampung Ujung, berarti belum ke Labuan Bajo.

Kampung Ujung berada di tengah kota dan cukup strategis, sekitar 10 menit dari Bandara Komodo. Lokasinya terletak persis berada di pinggir jalan dengan gerobak-gerobak pedagang yang bertenda dan berjejer.

Saat matahari terbenam, tempat ini menawarkan pemandangan yang spektakuler karena pulau-pulau kecil yang berada di seberang membentuk siluet yang sangat indah, ditambah deretan lampu-lampu kapal yang menyala di pinggir pelabuhan.

What a priceless sunset moment!

Tanpa terasa perut sudah berbunyi kencang. Saya dan istri berjalan menyusuri tenda demi tenda melihat ikan dan teman-temannya yang berjejer rapih di depan. Setiap tamu bisa langsung memilih makanan apa yang disenangi, baik jenis maupun beratnya.

Kebanyakan yang dijual di sini adalah makanan laut (seafood), seperti ikan, cumi-cumi, udang, kepiting, dan kawan-kawannya. Di dekatnya terletak wajan untuk menggoreng dan panggangan yang sudah terisi arang, siap untuk menyajikan menu goreng dan panggang sesuai pilihan Anda.

Bagi yang alergi seafood, jangan khawatir, karena ada juga menu nasi goreng, ayam dan bebek. Minumannya pun beraneka ragam, dari jus buah, es teh, es kopi, hingga minuman ringan. Harganya juga bersahabat dan nggak buat kantong jebol. Don’t worry be happy.

Tiga kata untuk Kampung Ujung: nikmat, murah dan komplet!

foto-07
Ikan-ikan segar di Kampung Ujung
foto-08
Ikan pilihan saya, kerapu 3 kilo

Saya memilih ikan kerapu 3 kilo dan istri mengambil ikan kakap 2 kilo. Ada juga udang dan sayur lalap. Setelah kurang lebih 20 menit, makanan sudah tersedia di atas meja, dan tanpa perlu komando, kami langsung menyantap ikan-ikan dan udang tak berdosa itu. Alhamdulillah semua habis tak tersisa hehe…

foto-09
Yum… Selamat makaaann!!

Setelah perut sudah bahagia, kami pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Good night all….

.

11 November 2016

Waktu menunjukkan pukul 6 pagi, dan mas Rezky dari Pesona Komodo sudah siap di lobby hotel untuk menjemput kami. Sekitar 15 menit kami sampai di dermaga untuk berpindah ke kapal yang akan membawa kami mengelilingi pulau-pulau di sekitar Labuan Bajo, atau yang lebih dikenal dengan nama Kawasan Taman Nasional Komodo. Kawasan ini terdiri dari 3 pulau terbesar, yaitu Pulau Komodo, Pulau Rinca dan Pulau Padar.

foto-10
Di dermaga Labuan Bajo, bersiap untuk berangkat

Sepanjang perjalanan, sejauh mata memandang banyak sekali deretan pulau yang mengelilingi area Taman Nasional Komodo. Kombinasi warna cokelat pulau-pulau khas di Nusa Tenggara Timur dikombinasikan dengan warna biru samudera lautan, keren banget!! Indonesia itu emang indah banget, nggak perlu ke luar negeri untuk cari tempat liburan yang unik dan menarik.

foto-11
Deretan pulau membentang sejauh mata memandang

Tujuan pertama kami adalah Pulau Padar, tempat yang lagi hits di kalangan para traveler. Waktu tempuh yang dibutuhkan dengan kapal sekitar 3 jam. Kami tiba sekitar pukul 10 pagi.

foto-12
Tiba di Pulau Padar
foto-13
Trekking menuju puncak bukit

Sesampainya, kami melanjutkan trekking atau berjalan menyusuri pinggir bukit agar sampai ke puncaknya. Kurang lebih waktu yang saya butuhkan sekitar 30 menit, tapi karena nungguin istri jadi 1 jam hehe…

foto-14
Teteppp selfie dulu hehe…

Akhirnya kami sampai di puncak bukit Pulau Padar, dan Subhanallahhh… INDAH BANGETTT!!!

Rasanya perjalanan 3 jam di laut dan trekking 1 jam untuk mencapai puncak terbayar lunas. Indonesia memang surga yang jatuh ke bumi!

foto-15
On the top of Padar Island.. Breathtaking moment!
foto-16
Foto post-wedding uhukk

Setelah puas foto-foto, kami menuju destinasi selanjutnya, Pulau Komodo. Kata guide yang menemani kami dalam perjalanan, terdapat kurang lebih 1.500 ekor komodo yang hidup dan menetap di pulau komodo. Wow!!

foto-17
Selamat datang di Pulau Komodo
foto-18
Bersiap untuk walking trails

Sebelum berkeliling lebih jauh di pulau ini, kami diberikan pengarahan oleh ranger atau pawang komodo tentang hal-hal apa saja yang boleh dilakukan dan tidak boleh dilakukan selama memutari Pulau Komodo. Kami pun mulai berjalan menyusuri Pulau Komodo. Di kejauhan saya melihat ada seekor komodo yang lagi santai di bawah pohon. Di sisi lainnya saya melihat sekawanan rusa sedang berjemur di pinggir pantai.

foto-19
Sekawanan rusa sedang bersantai

Saat saya tanyakan kenapa ada rusa di tempat ini, ranger menjawab bahwa rusa-rusa itu merupakan makanan komodo. Saya baru tahu kalau komodo makan rusa juga. “Komodo itu dalam jarak tertentu kecepatan larinya mengalahkan rusa, jadi seringkali rusa menjadi santapan komodo saat lengah,” lanjut mas ranger menjelaskan. Wow!

Selanjutnya, ini yang paling menantang. Ranger menawarkan kepada saya dan istri untuk foto bersama komodo sebagai kenang-kenangan. Meskipun ngeri, tapi kesempatan kan nggak datang dua kali. Saya dan istri pun meng-iya-kan. Ada seekor komodo di depan kami yang terlihat sedang tidur jadi kami agak bernyali untuk mendekat dan berfoto bersama hehe…

foto-20
Foto bareng komodo lagi bobo
foto-21
Komodo mulai bangun bunyiin leher

Setelah beberapa kali foto, ternyata komodonya bangun. Secara perlahan kepalanya diangkat, bunyiin leher, dan mulai lihat ke kanan dan kiri. Saya dan istri yang tepat berada di belakangnya mulai deg-degan, karena komodo tersebut menoleh ke arah kami. Istri saya pun langsung mengambil langkah seribu alias kabur duluan meninggalkan suaminya sendirian. Padahal dulu janjinya sehidup semati hiks hiks…

Saya dzikir terus biar komodonya jinak. Kepalanya makin naik dan seperti siap menerkam! Jepret, jepret. Mas ranger dengan sigap mengambil momen tersebut dan hasil fotonya cakep! Sang komodo siap menerkam dan saya tepat berada di belakangnya. What a cool shot!

foto-22
Istri saya sudah menghilang menyelamatkan diri hehe..

Setelah itu kami menuju ke destinasi ketiga, yaitu pink beach atau pulau pink. Pantai ini sesuai dengan namanya “Pink Beach” yaitu pantai yang berwarna pink atau merah muda. Pink Beach adalah satu dari 7 pantai berpasir merah muda yang ada di dunia. Yang lainnya terdapat di di Harbor Island, Bahamas; Bermuda; Santa Cruz Island, Filipina;  Sardinia, Itali; Bonaire, Dutch Caribbean Island; dan di Balos Lagoon, Yunani.

Selain kondisi pantainya yang unik dan indah, kehidupan bawah laut di Pink Beach juga menyimpan keindahan dan kekayaan yang menarik untuk diselami. Taman bawah laut Pink Beach adalah istana bagi beragam jenis ikan, ratusan jenis batu karang, dan berbagai jenis biota laut lainnya. Oleh karenanya, snorkeling atau diving adalah aktivitas yang tidak boleh dilewatkan. Saya pun tidak melewatkan kesempatan untuk langsung nyebur dan berenang.

Sampai saat ini, belum diketahui secara pasti dari mana asal muasal warna pasir merah muda yang cantik ini. Beberapa berpendapat bahwa warna pink berasal dari pecahan karang berwarna merah yang sudah mati dan memang banyak ditemukan di pantai ini. Pendapat lain menyebutkan warna pink pada pasir Pink Beach adalah karena adanya hewan mikroskopik bernama foraminifera yang memproduksi warna merah atau pink terang pada terumbu karang. Apapun itu, pantai ini sungguh indah dan menawan. Ah, memang cantik alam Indonesia.

foto-23
Say cheeezz!
foto-24
Enjoying sunset

Tidak terasa waktu menunjukkan pukul 5.30 sore, matahari mulai terbenam dan air laut semakin pasang. Kami pun menuju kapal dan bersiap-siap untuk pulang. Alhamdulillah, sekitar pukul 8 malam kami tiba di dermaga Labuan Bajo, lalu makan malam dan kembali ke hotel untuk beristirahat.

Perjalanan yang melelahkan tapi membahagiakan. Saya dan istri senang sekali bisa melihat indahnya pulau-pulau yang berada di kawasan taman nasional komodo. It’s worth to come!

Keesokan harinya kami terbang menuju Jakarta dengan pesawat Kalstar KD-681. Di dalam pesawat saat sudah lepas landas, deretan pulau-pulau di Labuan Bajo seperti melambaikan tangannya dan mengucapkan selamat tinggal dengan senyuman terindah. Saya pun tersenyum ke arah meraka sambil berjanji dalam hati bahwa satu hari nanti akan kembali ke tempat ini.

My Notes

Perjalanan ke Labuan Bajo kali ini memberikan hikmah bagi saya bahwa semua keindahan dan kebahagiaan itu membutuhkan proses. Meskipun saya agak mabok laut karena lama di kapal, tapi semua terbayar lunas dengan hasilnya yang membahagiakan hati. Dari situ saya belajar bahwa tidak ada yang terjadi secara tiba-tiba. Ada perjuangan untuk meraihnya.

Seperti itu juga kehidupan. Mengajarkan kepada kita. Untuk meraih impian, ada tantangan di depan. Untuk meraih cita-cita, ada jalan terjal menghadang. Semua harus dilalui, selangkah demi selangkah.

Tidak ada jalan pintas

Tidak ada yang mudah.

Tidak ada makan siang gratis.

No free lunch, man!

Proses, sebuah kata yang mulai tersingkir dalam kamus kehidupan. Pengaruh kemajuan teknologi, media dan internet membuat banyak orang terlena dan lebih senang memilih jalan instan ketimbang berproses. Lingkungan sekitar pun turut serta memberikan informasi yang salah tentang arti kesuksesan.

Di banyak seminar, seorang pembicara seringkali menggampangkan sebuah proses menuju kesuksesan. Belum lagi tayangan di televisi yang tanpa henti menayangkan perilaku anak-anak muda yang hedonis dan suka bersenang-senang tanpa bekerja.

Dampaknya, generasi muda mengambil itu mentah-mentah sebagai contoh bahwa sukses tidak perlu berkeringat karena bisa didapat dengan mudah. Mereka menjadi generasi pemalas, tidak sabar dan maunya cepat sukses. Ditambah pola pikir pragmatis yang menghalalkan segala cara demi mencapai tujuan.

Banyak orang ingin sukses, namun tidak siap berproses. Sudah pasti tidak mungkin terjadi. Sama halnya jika saya bermimpi ingin menuju Pulau Padar tapi hanya diam di hotel. Nggak mungkin, bro!

Memang tidak ada jaminan saya akan berhasil menuju Pulau Padar. Bisa saja ada hal-hal yang tidak terduga terjadi. Tapi paling tidak saya sudah melakukan sebuah usaha yang mendekati tujuan yang ingin dicapai. Kalaupun gagal atau belum berhasil, bisa diperbaiki.

Itulah yang membedakan antara pemenang dengan pecundang. Pemenang membangun harapan, pecundang membuat alasan.

Sukses itu berproses. Jangan tergiur dengan ungkapan manis seperti “cara cepat menuju kesuksesan” atau “sukses sekejap tanpa keringat”. Semua itu bohong.

Ada kerja keras, air mata dan doa dalam setiap kesuksesan. Orang yang mengalami proses jatuh bangun akan lebih menikmati manisnya buah kesuksesan dibanding mereka yang tidak pernah berjuang.

Semangat juga harus terus dijaga saat mengejar impian. Orang-orang biasanya penuh semangat saat memulai. Namun sewaktu di tengah ada badai menghantam, banyak yang berguguran pada akhirnya.

Hidup itu penuh ujian, setiap langkah yang diambil pasti ada risikonya. Jangan mundur dan teruslah berjalan, sampai akhirnya nanti kita akan dipanggil menghadapNya.

Kerja keras itu memang tidak enak di awal. Tapi seperti yang saya katakan di atas, saat menikmati hasil manisnya, maka segala kepahitan di awal akan terbayar lunas!

In the end… There is no elevator to success. You have to take stairs. Good bye Labuan Bajo. Thanks for the beautiful and precious moments!

 

Muhammad Assad, MSc

Instagram: @muh_assad | Twitter: @muhammadassad

 

Wealth Wisdom: Arti Kekayaan Yang Sesungguhnya

Pada tanggal 12 Mei 2016, bertempat di Ritz-Carlton Pacific Place Jakarta, saya diundang menjadi pembicara di acara tahunan Bank Permata, Wealth Wisdom: True Essence of Wealth. Acara ini menghadirkan belasan pembicara top dari dalam dan luar negeri, seperti T.P. Rachmat, Adam Khoo, Elizabeth Dunn, Dian Sastrowardoyo, Hamish Daud, Indra Lesmana, Eva Celia, dan Mariska Prudence. Saya merasa terhormat bisa menjadi bagian dari deretan pembicara di acara ini.

 

Pertama kali mendapatkan undangan ini di akhir tahun 2015, saya begitu bersemangat karena acara ini bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada banyak orang tentang Wholistic Wealth, yaitu sebuah konsep kekayaan menyeluruh dalam diri manusia yang bukan hanya sekedar uang dan materi. Saya senang ada acara berskala nasional yang concern dan mengangkat tema ini.

 

Karena biasanya di acara-acara lain, saya seringkali diminta untuk berbicara tentang bagaimana cara mendapatkan uang, uang dan uang. Dunia seakan hanya berisi tentang hal-hal yang bersifat duniawi. Memang sebagai seorang pengusaha, saya sehari-hari dihadapkan pada kenyataan bagaimana cara mengembangkan usaha yang dijalani dan mendapatkan sebanyak-banyaknya profit dari bisnis yang dijalankan.

 

Namun, semakin bersemangat saya mengejar uang, semakin hampa hidup saya. Semua itu ternyata adalah hal yang semu. Makanya dalam acara ini saya mencoba untuk berbicara dengan point of view yang berbeda tentang arti kekayaan. Saya ingin memperlebar arti kekayaan yang sesungguhnya sehingga dapat memberikan kebahagiaan lahir dan batin.

 

Saya memberikan seminar dengan judul Spiritual Awakening and Social Giving Towards A Wealthy Life. Gambaran besar dari judul yang saya bawakan adalah bagaimana mengaplikasikan nilai-nilai spiritual dalam kehidupan dan bisa memberikan sebesar-besarnya manfaat bagi orang lain. Sesi ini dipersembahkan oleh Bank Permata Syariah Priority.

 

 

Saya memulai seminar dengan sebuah pertanyaan sederhana, “What is Success?”

 

Di tengah dunia yang serba materialistis dewasa ini, banyak manusia yang menjalani hidup layaknya robot. Setiap hari terpenjara dengan rutinitas pekerjaan yang seakan tiada henti demi mencapai satu tujuan: uang.

 

Benda ini begitu dielu-elukan, disanjung dan diperjuangkan sampai titik darah penghabisan. Cara mencarinya menjadi tidak penting lagi, yang penting harus dapat. Saling hantam dan saling sikut, bahkan dengan sahabat dan keluarga sendiri, dianggap hal yang lumrah untuk mendapatkan benda ini.

 

Mereka lupa, bahwa hidup ini tidak selamanya. Mereka lupa, bahwa hidup ini bukan hanya sekedar mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Mereka lupa, bahwa hidup ini tidak hanya tentang materi kebendaan.

 

Semua itu terjadi karena otak dan pikiran sudah tertutup oleh syahwat dan nafsu duniawi. Ya, itulah manusia yang memang tidak pernah puas dengan apa yang dimiliki. Saat belum punya kendaraan, ingin punya motor. Saat sudah punya motor, ingin naik mobil. Saat sudah punya 1 mobil, ingin punya 2 mobil. Tidak ada habisnya.

 

Sampai kapan kita harus menjadi ‘budak’ dunia? Hidup ini terlalu indah dan berharga untuk dihabiskan hanya untuk mengejar dunia dan seisinya. Kekayaan yang sesungguhnya berupa keberkahan hidup, kesehatan badan, kebersamaan dengan keluarga tercinta, dan kebahagiaan saat bisa berbagi dengan sesama.

 

That’s the true wealth in life.

 

Seperti sabda Nabi Muhammad saw, “Kekayaan bukanlah dari banyaknya harta benda, namun yang utama adalah kekayaan hati.” (HR. Bukhari)

 

Hidup ini hanya sekali, maka pergunakan dengan baik untuk memberikan manfaat bagi orang lain. Bukankah sebaik-baik manusia adalah dia yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain dan sekitar? Hidup ini sejatinya adalah memberi, memberi dan memberi. Kita harus dapat meninggalkan legacy bagi generasi selanjutnya.

 

Jika gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, maka manusia mati meninggalkan amal dan karya. Sehingga, saat nanti meninggalkan dunia ini, kita tersenyum bahagia dan orang lain menangis karena kehilangan.

 

 

‘Tangan di atas’ lebih mulia dibanding ‘tangan di bawah’. Rasulullah pun mengatakan bahwa orang yang suka meminta-minta akan mendapatkan kehinaan di dunia dan di akhirat. Sepanjang sejarah pun, tidak pernah seseorang dihormati karena apa yang telah ia terima. Kehormatan adalah penghargaan bagi mereka yang telah memberikan sesuatu yang berarti bagi sekitarnya.

 

Sudah bukan rahasia lagi bahwa memberi adalah salah satu cara terbaik untuk mendatangkan rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka. Dalam Islam namanya sedekah, yaitu menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk diberikan kepada yang membutuhkan.

 

Banyak yang bisa kita berikan di dunia ini, dan jangan hanya fokus kepada pemberian materi semata. Kita bisa memberikan ilmu dengan mengajar anak-anak yang tidak mampu. Kita bisa memberikan tenaga untuk membantu pekerjaan orangtua. Kita bisa memberikan waktu menemani para kakek-nenek di panti jompo. Bahkan senyum pun bernilai ibadah. Pada intinya, “Setiap kebaikan adalah sedekah.” (HR. Bukhari)

 

Giving is rich and making rich.

 

Tidak pernah ada cerita di dunia ini seseorang yang senang berbagi, lalu jatuh miskin. Yang ada, justru kebalikannya. Hartanya akan terus bertambah, berlimpah dan penuh berkah.

 

Allah menjanjikan bagi siapa saja yang senang bersedekah, maka akan diganti dengan balasan minimal 10 kali lipat. “Barangsiapa berbuat amal kebaikan (termasuk bersedekah), maka baginya balasan (pahala) 10 kali lipat; dan barangsiapa yang berbuat kejahatan maka dia tidak diberikan pembalasan melainkan seimbang dengan kejahatannya, dan mereka sedikit pun tidak dirugikan.” (QS. Al-An’am [6]: 160)

 

Sangat menarik bukan? Semakin kita mengeluarkan lebih banyak uang untuk sedekah, maka semakin banyak balasan yang akan diberikan olehNya. Rumus matematika sedekah: semakin dikurangi, semakin besar hasilnya.

 

Sehingga pertanyaan yang keluar setiap kali kita bersedekah bukannya “sisa berapa?” melainkan “jadi nambah berapa?”

 

Dengan rumus ini maka sedekah bukanlah sebuah pengeluaran yang sia-sia melainkan sebuah investasi jangka panjang yang sangat menguntungkan. Sebab memang janji Allah yang akan memberi penggantian lebih kepada mereka yang mau bersedekah.

 

Kalau saja manusia itu sadar, bahwa pada hakikatnya kita-lah orang-orang yang kaya dan mampu ini yang mendapatkan kenikmatan dari sedekah, dan bukan orang-orang fakir miskin atau yatim piatu, apalagi Allah. Meskipun kita tidak pernah bersedekah, Allah tetap Maha Kaya dan Maha Perkasa, dan tidak akan berkurang sedikitpun seluruh kekuasaanNya di langit dan di bumi.

 

Tidak ada alasan untuk tidak memberi. Coba mulai bersedekah setiap hari. Ya, setiap hari. Tidak masalah meskipun awalnya dengan nominal yang kecil asalkan istiqomah setiap hari, karena Allah menyukai suatu amalan yang dikerjakan secara istiqomah (terus-terusan) meskipun hanya sedikit. Lama kelamaan tentunya harus ditingkatkan.

 

Sedekah yang sedikit asal rutin itu lebih baik dibanding sedekah yang udah sedikit dan nggak rutin. Tapi tentu saja, yang paling baik adalah sedekah yang banyak dan rutin.

 

Dengan bersedekah, itu akan membuat harta kita semakin bersih dan berkah. Jangan takut miskin karena bersedekah, karena Demi Allah yang terjadi justru sebaliknya, rezeki kita akan terus menerus bertambah dan bertambah. Memang hal ini tidak bisa dinalar secara logika, karena yang namanya sedekah itu tentunya mengurangi jumlah harta kita karena diberikan kepada orang lain.

 

Tapi sejatinya, sedekah itu PASTI akan membuka begitu banyak pintu rezeki di tempat lainnya. Rezeki yang dijanjikan Allah sebagai “min haitsu laa yahtasib” atau rezeki yang tidak disangka-sangka darimana datangnya. Tugas kita sebagai manusia hanya tinggal yakin, percaya dan menunggu keajaibanNya.

 

Dan pada akhirnya, hidup adalah tentang bagaimana kita bisa memberi sebanyak-banyaknya kepada orang lain, dan bukan menerima sebanyak-banyaknya. Inilah makna kesuksesan yang sesungguhnya dan makna kekayaan yang sesungguhnya.

 

Acara selama 2 jam berjalan dengan lancar dan sekitar 300 peserta memenuhi Happiness Ballroom, tempat saya memberikan seminar. Acara ditutup dengan pemberian apresiasi dari Direktur Utama Bank Permata Syariah. Pak Permana.

 

Terima kasih Bank Permata untuk acara yang luar biasa!

 

NFQ TRIP 4 (Bromo-Malang), 25-27 September

NFQ Trip is back! Setelah sukses mengadakan NFQ Trip ke-1 (Lombok-Gili), ke-2 (Belitung), ke-3 (Bali), InshaAllah yang ke-4 ke Bromo-Malang. Acaranya tanggal 25-27 September (libur Idul Adha). Kuota untuk 100 orang dan biaya trip sudah termasuk sedekah untuk anak-anak yatim di Malang. Teman-teman yang mau ikut silahkan langsung membayar DP sebesar Rp 1,6 juta sebelum tanggal 30 Mei. Info lebih jelasnya bisa langsung dibaca di flyer ini ya.. Ayo ajak keluarga untuk ikutan NFQ Trip.. It’s gonna be fun!

 

NFQ Trip 4 - revisi7

Signature Coffee is now open!

Image

 

Dear coffee lovers, Signature Coffee is now officially open! Our tagline is “Good coffee makes good life”, as we believe that good coffee will make your whole day awesome!

1st store: Main Lobby, Grand Slipi Tower (office building), Jakarta Barat

2nd store: Jl. Kemang Raya 72F, Jakarta Selatan

 

Please do come and experience the finest coffee in town!🙂

99 Hijab Stories is Coming Down!

After waiting very very very looooong since 2011.. Now it’s the time! 99 Hijab Stories is coming down!

99HS Cover Blog

Setelah lebih dari 1,5 tahun (proyek buku ini dimulai akhir tahun 2011), alhamdulillah akhirnya buku 99 Hijab Stories akan terbit dan hadir di tengah-tengah para pembaca sekalian. Ini adalah buku ke-5 saya yang proses pengerjaannya paling lama dan saya mempersiapkannya paling matang. So, you can expect amazing from this colourful book!

.

Apa saja isi dari buku ini?

# Wanita dan Hijab

# Hijab A-Z

# 10 Alasan Klasik Tidak Berhijab

# 99 gaya berhijab paling update dari 99 orang wanita

# Cerita inspiratif dari 99 orang wanita terpilih

# Many more!!

.

Puncak dari buku ini ada di bab terakhir, dimana ada 99 orang wanita Indonesia terpilih yang sangat inspiratif dari berbagai latar belakang dan profesi. Kita membaginya menjadi 3 bagian: 75% (75 orang) adalah para public figure yang berisi “Tokoh Inspirasi” (15 orang) dan “Figur Publik” (60 orang). Sisanya 25% (24 orang) adalah para wanita dengan latar belakang profesi yang berbeda, yang kita masukkan dalam kategori “Ragam Profesi”. Berikut nama-nama terpilih yang telah melewati saringan yang ketat. Setiap nama kita susun berdasarkan abjad.

Tokoh Inspirasi

Figur PublikRagam Profesi

Bagi nama-nama yang berada dalam list, kita akan mengirimkan buku 99 Hijab Stories ke alamat masing-masing. Team 99 Hijab Stories akan menghubungi segera nama-nama yang berada di dalam list di atas, dan kita mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya atas kontribusi yang telah diberikan. Semoga Allah membalas segala amal kebaikan.

.

Bagi teman-teman yang mau Pre-Order, bisa mengirim email ke order@nfqgroup.com dengan format: Nama, Alamat, HP, dan jumlah buku yang dipesan. Tebal buku 555 halaman dan FULL COLOUR, harganya Rp 99,999 saja!🙂 Harga tersebut belum termasuk ongkir. Setiap pembelian melalui PO akan mendapat tanda tangan, stempel autographed copy dan pembatas buku. Hurry up, it’s limited!

.

Kita juga akan melakukan roadshow ke seluruh Indonesia. Bagi teman-teman hijabers di seluruh Indonesia yang tempatnya ingin didatangi oleh team 99 Hijab Stories, silahkan email ke muh_assad@yahoo.com dan kita akan kirimkan prosedurnya. More info, tweet us @99HijabStories.

.

Thanks guys!

@Muhammad Assad

Menjadi Sobat Bumi Bersama Pertamina

Akhir-akhir ini kita sering mendengar jargon “one man one tree”, yang merujuk kepada betapa pentingnya lingkungan hidup bagi kehidupan manusia. Lingkungan hidup merupakan bagian yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Manusia memperoleh makanan, minuman serta kebutuhan lainnya tentunya berasal dari sumber-sumber yang disediakan oleh lingkungan hidup.

.

Makanya mengapa dalam jargon diatas, pohon dianalogikan sebagai sumber kehidupan bagi manusia karena satu pohon bisa memberikan kehidupan dan masa depan yang lebih baik. Manusia memperoleh makanan, minuman dan berbagai macam kebutuhan lainnya seperti dari pepohonan, binatang dan tumbuh-tumbuhan. Manusia memanfaatkan memanfaatkan bagian-bagian lingkungan hidup seperti hewan-hewan, tumbuh-turnbuhan, air, udara, sinar matahari, garam, kayu, barang-barang tambang dan lain sebagainya untuk keperluan hidupnya.

.

Untuk itu, sudah menjadi tanggung jawab kita sebagai manusia untuk menjaga lingkungan hidup yang kita diami ini. Tanggung jawab ini tentunya bukan hanya untuk keberlangsungan hidup kita, tapi juga untuk generasi sesudah kita. Generasi anak-anak dan cucu-cucu kita berhak untuk mendapatkan hidup yang layak dan baik, dan bukan hidup yang sengsara akibat perlakuan buruk kita terhadap alam.

.

Saat kita menjaga alam, berarti kita menjaga kelangsungan hidup manusia. Energi adalah hal yang sangat mutlak dibutuhkan dan memberikan manfaat yang besar bagi kehidupan manusia. Menariknya, energi tidak bisa dimusnahkan. Seperti yang selama ini kita kenal tentang hukum kekekalan energi, bahwa energi tidak bisa dimusnahkan, namun bisa berpindah dari satu bentuk ke bentuk yang lain. Energi di dunia ini sangat terbatas, namun kebutuhan hidup manusia tidak terbatas, sehingga kita harus benar-benar menggunakannya sebaik mungkin.

.

Setiap manusia membutuhkan energi bagi kelangsungan aktivitas hidupnya. Mustahil seseorang bisa melakukan aktivitasnya secara normal tanpa adanya bantuan energi. Manusia harus menggunakan energi dengan baik dan bijaksana agar tidak terjadi ketidakseimbangan ekosistem dalam kehidupan. Terjadinya pemanasan global, pencemaran udara dan efek rumah kaca adalah contoh nyata ketidakseimbangan yang terjadi di dunia ini.

.

Untuk itu, menjaga lingkungan hidup (di dalamnya termasuk energi) adalah tugas kita semua. Bagaimana caranya? Ya anggap saja kalau lingkungan hidup itu sebagai sahabat kita, istilah kerennya, menjadi Sobat Bumi! Tentunya banyak hal yang bisa kita lakukan dengan menjadi sobat bumi, diantaranya:

.

  1. Hidup Hijau, dengan cara menjaga dan merawat pohon-pohon dan tumbuhan yang berada di lingkungan kita. Hidup hijau juga berarti kehidupan kita selaras dengan alam. Perilaku kita selalu menjaga lingkungan hidup dan tidak merusaknya.
  2. Mengurangi pemanasan global, dengan cara tidak merusak alam seperti membakar sampah, memakai kantong plastik yang bisa didaur ulang, dan mengganti bola lampu biasa dengan lampu neon yang ramah lingkungan.
  3. Menghemat energi, dengan cara mengurangi pemakaian energi listrik yang berlebihan seperti mematikan lampu di rumah yang tidak digunakan atau menghemat pemakaian ac, televisi, komputer, dll.

 .

PT Pertamina (Persero), sebagai salah satu perusahaan kelas dunia yang peduli terhadap lingkungan, memberikan perhatian yang sangat besar terhadap pentingnya keberlangsungan hidup manusia, dalam hal ini bangsa Indonesia. Oleh karena itu, Pertamina mengadakan Blogger Contest “Sobat Bumi” yang bertujuan ingin mengajak seluruh komponen bangsa untuk mencintai Indonesia dan memahami arti pentingnya energi bagi kehidupan bangsa di masa depan.

 .

Tuangkan ide-ide kreatif dan “liar” teman-teman semua tentang pentingnya menjaga lingkungan hidup bagi keberlangsungan hidup manusia dan pentingnya energi alternatif sebagai pengganti energi yang sudah ada, serta apa tindakan nyata yang bisa kita lakukan saat ini untuk menghemat energi dan memberikan dampak yang signifikan bagi lingkungan hidup. Semua ide teman-teman ini adalah bentuk cinta dan semangat dari energi terbarukan yang sangat dibutuhkan oleh Indonesia dan pastinya akan menjadi sumbangan yang sangat berharga bagi negara yang kita cintai ini.

 .

Lalu bagaimana cara mengikuti kontes blog ini? Mudah saja..

 .

Kriteria Peserta

  • Warga Negara Indonesia yang berdomisili di Indonesia
  • Usia peserta 17-30 tahun
  • Memiliki blog pribadi yang berusia minimal 3 bulan

 .

Tema Penulisan

  • Tindakan nyata sobat bumi dalam menghemat energi dan menjaga lingkungan.
  • Energi alternatif sebagai pengganti energi fosil ketika minyak dan gas habis.

 .

Syarat dan Ketentuan

  • Periode kompetisi sejak 10 November 2012 dan ditutup 10 Desember 2012
  • Peserta diharuskan “Like” fanpage facebook PT Pertamina dan follow akun twitter @PTPertamina
  • Kirim link artikel yang kamu buat ke ptpertamina.blogcontest@gmail.com untuk mendapatkan email balasan yang berisi banner dan shorten link artikelmu
  • Posting link artikel blog beserta ringkasan (summary) seputar artikel blog tersebut dalam batasan 120 karakter pada akun Twitter milik PT Pertamina.
  • Publikasikan artikel blog tersebut pada akun jejaring sosialmu dan tarik pembaca sebanyak-banyaknya.
  • Jaga interaksi dengan pengunjung blog terutama pembaca artikel yang diikutsertakan dalam lomba.

 .

Kriteria Penulisan

  • Artikel harus orisinil dan bukan hasil terjemahan, saduran, atau plagiarisme.
  • Artikel belum pernah dibuat sebelumnya dan tidak sedang diikutsertakan dalam kompetisi lain.
  • Artikel belum pernah dan tidak sedang dimuat di media manapun.
  • Artikel menggunakan bahasa Indonesia.
  • Artikel tidak melanggar hak cipta, tidak mengandung SARA dan pornografi, serta tidak melanggar norma kesusilaan.
  • Tidak ada batasan dalam penggunaan platform blog (wordpress, blogspot, posterous, tumblr, dagdigdug, blogdetik, dll.)
  • Peserta hanya diperbolehkan membuat dan mengikutsertakan 1 (satu) artikel yang dikirim dari 1 (satu) alamat blog pribadi.
  • Batas minimal yang ditentukan dalam penulisan artikel adalah 200 (dua ratus) kata.
  • Artikel wajib diberikan label (tag) ENERGI, NASIONALISME, LINGKUNGAN dan PERTAMINA.
  • Peserta wajib memuat banner yang disediakan penyelengara kompetisi blog PT Pertamina pada blog pribadinya berupa HTML script.

Kriteria Penilaian

  • Isi artikel sesuai dengan tema yang diberikan.
  • Orisinalitas, kreativitas, eksplorasi ide dalam membuat artikel sesuai dengan ruang lingkup yang ada.
  • Interaksi antara pemilik blog dengan pembaca artikel baik di blog-nya maupun melalui link yang diunggah ke situs jejaring Facebook dan Twitter.
  • Jumlah kepopuleran artikel melalui publikasi via Twitter @PTPertamina.
  • Isi artikel tidak mengandung unsur SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan).
  • Juri memiliki hak prerogatif untuk menentukan pemenang.

 . 

Info lebih lengkap tentang Pertamina Blogger Contest “Sobat Bumi” bisa dilihat  di sini: http://www.pertamina.com/blogcontest/index.php/home/#home

Tunggu apalagi, segera buka computer atau laptop kalian, dan langsung menulis tentang lingkungan hidup. Jadilah sobat bumi bersama Pertamina!

.

Happy writing guys!!

.

Salam hangat,

@MuhammadAssad

NFQ Trip 3: Bali, 25-27 Jan 2013

BACK BY POPULAR DEMAND..

NFQ TRIP IS BACK!

.

Setelah sukses mengadakan NFQ Trip 1 ke Lombok-Gili dan NFQ Trip 2 ke Belitung, NFQ Trip 3 InshaAllah akan menuju salah satu pulau terindah di dunia bernama BALI. Dengan mengusung tema yang sama. “we share the happiness!”, NFQ Trip memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh trip-trip lainnya, yaitu dengan tagline 3S (Senang-senang, Silaturahim dan Sedekah). Senang-senang karena kita akan berlibur di salah satu pulau terindah di dunia; Silaturahim karena peserta dari berbagai kalangan dan sangat bagus untuk networking kita; dan Sedekah karena sebagian biaya trip yang dibayarkan oleh teman-teman nantinya akan digunakan untuk makan malam bersama dan menyantuni anak-anak yatim di Bali.

.

Hanya dengan biaya Rp 3,500,000 / pax, teman-teman sudah mendapatkan semua fasilitas di bawah ini:

– Tiket pesawat Jakarta-Bali PP

– Hotel *4 (Ananta Beach Resort)

– Watersport di Tanjung Benoa

– Makan sesuai program (3x lunch & 2x dinner)

– Guide berlisensi dan berpengalaman

– Bus AC selama di Bali (private tour)

– Masuk objek wisata yang dikunjungi

– dan lain lain

.

Cara Pendaftaran

1. Transfer biaya trip full Rp3,500,000 atau boleh DP Rp1,500,000 (sisa Rp2,000,000 dibayarkan paling lambat H-10 sebelum hari keberangkatan) ke rekening Mandiri 1560002208751 / BCA 4501486595

.

2. Kirim bukti transfer / copy sms m-banking ke sekar@nfqgroup.com dan cc ke assad@nfqgroup.com. Tulis nama lengkap dan HP. Kami akan balas untuk konfirmasi.

.

Tunggu apalagi, segera daftarkan diri teman-teman semua karena kuota terbatas, hanya untuk 100 orang. Info lebih lanjut bisa menghubungi Sekar Endah (0818-07031396 / sekar@nfqgroup.com)

.

You’ve work hard, its time to play hard! I’ll see you guys in Bali!🙂

.

Best regards,

@MuhammadAssad