#SSS 13: Menang Doorprize Rumah!

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Riri Setiabakti (@riri_setiabakti)

.

Sebenernya kisah ini bukan aku yang ngalamin, tapi ini pengalaman ade aku, namanya Kasyful Hadi. Aku udah minta izin sama dia buat share pengalaman yg subhanallah deh buat kita sekeluarga bikin merinding, haru, percaya ga percaya, dan pastinya bikin yakin kalo Allah dah berkehendak apapun sangat mudah untuk-Nya. Kun Fayakun deh..

.

Tanggal 19 Agustus 2010, waktu itu kita sekeluarga ke Jogja untuk menghadiri acara wisuda ade ku ini. Hadi kuliah di UGM. Setelah acara wisuda selesai, Hadi dpt SMS yang ngabarin kalo dia dapet beasiswa untuk ngelanjutin S2 di UGM juga. Alhamdulillah kita semua seneng, cita-cita dia untuk ngelanjutin S2 kesampaian. Padahal tadinya dia udah pesimis juga bisa dapat beasiswa ini, soalnya sudah tidak ada kabar 3 bulan lebih, jadi dia juga hampir sudah lupa ngelanjutin S2.

.

Singkat cerita lanjutlah dia melanjutkan S2 di UGM. Saat liburan lebaran, Hadi balik ke rumah dan dia bilang pengen beli sepeda, katanya buat olahraga. Pengen jadi biker katanya hehe.. Saat kembali ke Jogja dia pun membeli sepeda dan mulai bersepeda ke kampus. Suatu hari ada temennya ngajakin ikut acara Fun Bike yang diadain salah satu sekolah tinggi terkenal di Jogja.

.

Awalnya dia ogah-ogahan dan daftar di hari terakhir, itupun temannya yang daftarin. Besok paginya Hadi dan teman-temannya udah siap-siap dan bersemangat ikut acara Fun Bike tersebut. Ternyata eh ternyataa… Pesertanya ada 12 ribu orang!! DUA BELAS RIBU ORANG!!!!

.

Sebelum peserta dilepas ada obrolan ringan antara hadi dan teman-temannya, kurang lebih begini katanya, “Di, mudah-mudahan gue deh yg dapet doorprize hadiah utama rumahnya, soalnya bentar lagi kan gue mo nikah.” Panitia emang nyediain 1 unit rumah untuk hadiah utama, mobil xenia tuk hadiah ke-2, trus motor, kulkas, laptop, tv, hp dan lain-lain deh pokoknya. Trus ade ku bilang, “Iya deh lo rumah gpp, gue dapet mobil aja.”

.

Tibalah saat pelepasan para peserta. Setelah bendera tanda start dikibarkan, para peserta mulai menuntun sepedanya masing-masing.. Lho kok dituntun sepedanya? Kenapa ga dinaikin? Jawabannya: karena ga bisa dinakin, pesertanya kebanyakan ada 12 ribu orang! Hehehe… Baru setelah beberapa kilometer bisa dinaikkin. Pesertanya ga cuma dari Jogja aja, tapi dari kota-kota lain di seluruh Indonesia.

.

Selesai acara Fun Bike smua peserta kumpul di lapangan buat liat acara hiburan yang diadain panitia dan tentu saja buat ngikutin acara pengundian doorprize. Panitianya bilang untuk pengumuman pemenang besok sudah bisa dilihat di situs kampus. Karena males ngikutin acara hiburan, Hadi pulang ke kost. Besoknya dia liat pengumuman di situs yang dikasi panitia dan nama Hadi ga ada di daftar pemenang doorpize, karena emang pengumuman pemenangnya belum ada hehehe..

.

“Oohhh ya sudahlah, lagian ga ngarepin dapet doorprize juga.” Kata Hadi dalam hati. Waktu itu hari Senin, nah lusanya atau hari Rabu pas lagi kuliah Hadi ditelpon sama temennya yang sama-sama ikutan Fun Bike dan daftarin dia ikut Fun Bike juga. Temennya itu bilang kalo dia lihat nama Hadi ada di daftar urutan nomer 1 pemenang doorprize Fun Bike dan berhak atas HADIAH UTAMA yaitu 1 UNIT RUMAH TYPE 37 seharga Rp 107 juta!

.

Temannya lalu memberikan daftar lengkapnya, dan ini buktinya…

.

Percaya ga percaya, Hadi langsung pulang ke kostan buat ngambil nomor peserta, menghubungi panitia dan besoknya dia ketemu sama panitia Fun Bike. Pas ketemu panitia, panitianya bilang “Ya ampun maaaasss, mas kmana aja? Hampir aja kita mau susulin mas ke cianjur ke alamat yg ada di KTP. Gimana mas perasaannya? Kok mas kaya ga seneng sih?”

.

Si Hadi jawab, “Bukannya ga seneng mas, saya bingung aja gitu, percaya ga percaya hehe..” Setelah serah terima hadiah secara simbolis yang dikasih kunci gede banget itu, Hadi pulang ke kost-an seperti tidak terjadi apa-apa, padaha temen-temennya udah pada heboh minta makan-makan lah, minta sepeda si Hadi lah, dll.

.

Sebelum ketemu panitia itu Hadi nelpon saya memberitahukan berita gembira tersebut. Setelah saya melihat langsung pengumuman pemenang doorprize Fun Bike nya, saya baru percaya kalau ternyata memang iya ada nama ade ku di daftar pemenangnya! Setelah urus ini itu, pajak balik nama dll, akhirnya Alhamdulillah.. Ini dia rumah pertama Hadi ade ku yang kita sebut rumah doorprize hehe…

.

Lho terus cerita sedekahnya mana?? hehehe… Jadi gini, ternyata beberapa minggu sebelumnya, waktu ramadhan 2010 itu Hadi sedekah uang Rp 600 ribu ke salah satu masjid di Jogja. Rp 600 ribu itu pun bukan dia sendirian, tapi berdua sama temennya masing-masing Rp 300 ribu. Mereka sedekah ke mesjid buat orang yg buka puasa.

.

Cerita berkah sedekahnya ga cuma sampe disitu. Sekarang ini waktu email ini dikirim Hadi lagi ada di belahan dunia lain yaitu benua Eropa tepatnya di Swedia. Hadi dapet beasiswa untuk double degree nya disana. Alhamdulillah..

.

Subhanallah ya, cuma sedekah 300 ribu, Allah Swt mengembalikannya bukan lagi 10x lipat, bahkan lebih dari 700x lipat! Mulai dari Hadi dapet beasiswa S2 di Jogja dan di Karlstad University – Swedia dan dapat hadiah rumah. Kalau itu semua ditotalkan nominalnya adalah ratusan juta rupiah.  Saya semakin yakin, memang benar bahwa jika Allah Swt sudah ingin memberikan sesuatu kepada makhluk-Nya, tidak ada satupun yang bisa menghalangi.

.

Semoga kisah Hadi ini bisa memberikan keyakinan yang semakin kuat bagi kita, bahwa yang namanya sedekah itu memang tidak akan pernah mengurangi rezeki kita, justru akan mengundang rezeki-rezeki lain berdatangan. Balasannya pun bukan hanya di dunia, tapi juga sebagai bekal pahala kita di akhirat kelak.

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya kisah dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject SSS. Saya akan posting di blog ini dan yang menarik akan dimasukkan ke dalam buku Notes From Qatar 2.

.

Regards,

@MuhammadAssad

Advertisements

#SSS 12: Perlindungan-Nya Sangat Nyata!

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Dyah Sulistowati (@dysulis)

.

Setelah membaca buku Notes From Qatar 1 beberapa bulan yang lalu, saya merasa takjub dengan cerita-cerita mas Assad tentang manfaat sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Cerita itu membuat saya, yang biasanya hanya sedekah ala kadarnya dan tidak rutin, menjadi tertantang untuk bersedekah lebih dari biasanya. Mulai saat itu saya memantapkan niat untuk bersedekah minimal 10% setiap bulannya.

.

Namun entah mengapa saya justru tergiur untuk bersedekah lebih dari itu. Sudah beberapa bulan ini saya menyisihkan hampir 30% gaji kerja sampingan saya untuk sedekah, umumnya disalurkan untuk pembangunan sekolah gratis bagi anak yang tidak mampu, pembangunan masjid, dan untuk anak yatim. Saya benar-benar merasakan manfaatnya hari Rabu, 7 Desember 2011. Seperti ini ceritanya…

.

Saat itu saya baru saja pulang kuliah sekitar jam dua belas siang, kemudian bersama teman-teman menyempatkan diri untuk makan siang dan berbincang-bincang dulu di kafe sekitar perempatan jalan Pemuda, Rawamangun. Sekitar jam dua saya pulang. Biasanya saya pulang naik metromini 47 dari kampus yang lokasinya di Rawamangun juga.

.

Ketika menaiki metromini, tadinya saya berniat duduk di kursi ketiga di belakang supir. Namun entah mengapa saya merasa orang yang duduk di sebelah kursi itu terlihat kriminal. Jadilah saya duduk tepat di belakang supir. Saat itu saya merasa bangkunya kurang nyaman sehingga ketika ada seorang pria yang ingin turun, saya bergegas untuk pindah ke tempatnya. Tempat yang diduduki oleh pria itu tepat di dekat pintu masuk metromini bagian depan, jadi saya merasa tempat itu pastilah nyaman.

.

Ketika pria itu hendak turun, saya bangkit dari tempat duduk. Lalu pria itu memanggil temannya (yang saya curigai sebagai seorang kriminal) untuk turun juga. Ketika saya ingin pindah posisi, tiba-tiba saja saya dihimpit. Saat itu ponsel saya ada di saku baju saya (saat itu saya memakai baju sepanjang lutut dan celana panjang. Saku baju terletak di dekat lutut). Kejadian itu terjadi begitu cepat.

.

Merasa ada yang aneh, saya memeriksa saku saya yang tiba-tiba kosong. Dan ternyata… PONSEL SAYA HILANG!! Pandangan saya langsung tertuju ke tempat duduk saya sebelumnya dan dua orang pria yang menghimpit saya. Mereka belum turun. Ketika saya yakin bahwa ponsel saya dicopet mereka, salah satu dari pria itu dengan gugup mengembalikan ponsel saya. Dia bilang ponsel saya terjatuh di bawah tempat duduk saya.

.

Saya bingung, mereka pun terlihat bingung. Lalu mereka turun lewat pintu belakang metromini. Untuk beberapa saat, saya berpikir dan berusaha untuk memutar ulang kejadian tersebut dalam otak saya.

.

Setelah mereka turun, ibu-ibu yang ada di samping kanan saya menceritakan bahwa dua pria tersebut bersekongkol untuk mencopet ponsel saya. Salah satu pria tersebut (yang berwajah kriminal) bertugas untuk mengambil ponsel dari saku saya ketika pria yang satunya lagi menghalangi jalan saya. Kejadiannya memang terjadi begitu cepat sehingga hampir tidak ketahuan.

.

Dalam hati saya bertanya, mengapa ibu-ibu tersebut tidak berteriak “Copeeeettttt!!”, dan bukan hanya diam menyaksikan saya dicopet. Para pencopet itu memang terlihat kebingungan saat tahu saya tidak jadi turun dan hanya pindah posisi tempat duduk. Karena takut diteriaki “copet”, maka salah satu dari pria tersebut mengembalikan ponsel saya dengan alasan “jatuh di bawah tempat duduk”.

.

Sekedar informasi, ponsel saya sudah hilang dua kali dalam dua tahun terakhir dan kedua ponsel saya tersebut selalu hilang di bis. Jadi tepat setahun saya kehilangan ponsel, ponsel penggantinya hilang lagi di bulan yang sama. Semua itu terjadi karena kecerobohan saya.

.

Dan untuk ketiga kalinya ini, ponsel saya pun nyaris raib akibat kecerobohan saya lagi. Pada saat itulah saya merasa Allah Swt telah melindungi dan menghindarkan saya dari bahaya ini. Dua hari setelah saya bersedekah untuk anak yatim, Allah Swt menolong saya yang sangat ceroboh ini dari kejadian hampir kecopetan itu. Saya benar-benar bersyukur dan memohon ampun pada-Nya karena kecerobohan saya. Saya merasa kejadian itu sungguh luar biasa.

.

Sejak saat itu, saya jadi keranjingan sedekah. Saya ingin selalu diberi “kejutan” oleh Allah Swt seperti kejadian tersebut. Selain itu, ketika bersedekah yang beda dari biasanya, saya merasakan sensasi kebahagiaan yang menjalar dalam tubuh saya. Senang rasanya jika hasil jerih payah saya bisa berguna bagi orang lain.

 .

*** The End ***

Bagi teman-teman yang punya kisah dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – [Judul Cerita]. Saya akan posting di blog ini dan yang menarik akan dimasukkan ke dalam buku Notes From Qatar 2.

.

Regards,

@MuhammadAssad

SSS 11: Pertolongan Allah Swt Tidak Pernah Terlambat

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Nurafni (@av_nee)

.

Keyakinan mengantarkan saya kesini ke kota Jakarta, kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, saya mulai kisah ini di pertengahan bulan November 2010. Rupanya Allah Swt telah merencanakan sesuatu yang indah untukku.

.

Setelah lulus kuliah, saya mempunyai cita-cita untuk mencari pekerjaan supaya memperoleh penghasilan sendiri agar tidak membebani orangtua lagi. Memasukkan aplikasi lamaran ke berbagai Bank dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja berdasarkan kualifikasi yang saya miliki, tidak ketinggalan sebagai pegawai negeri. Dulu, saya tidak mau menjadi pegawai negeri kalaupun jadi saya mau yang Pegawai Negeri Pusat yang menurut saya tidak syarat korupsi, kolusi dan nepotisme.

.

Salah satu kementerian yang saya lamar adalah instansi yang sekarang saya mengabdikan diri di sana. Perjalanan menuju Jakarta dari kampong saya benar-benar penuh tantangan. Saya benar-benar gambling ketika melakukan perjalanan panjang dari Malang ke Jakarta menggunakan kereta api ekonomi Matarmaja pukul 14.00 WIB. Siang itu saya  membeli tiket seharga Rp 51.000,00 dengan tulisan berdiri tanpa tempat duduk.

.

Saya masih berpikiran positif mengira seperti perjalanan Malang-Surabaya yang bakal dapat tempat duduk ketika sampai di stasiun selanjutnya namun ternyata eh ternyata memang benar-benar tidak dapat tempat duduk, karena rata-rata penumpang memiliki tujuan perjalanan sekitaran Bekasi sampai Jakarta, dan saya pun berdiri sepanjang perjalanan di lorong-lorong gerbong bersaing dengan tukang asongan.

.

Tiba-tiba di depan saya ada kursi kosong dan tidak ada yang menduduki. Saya pun memberanikan diri untuk duduk di kursi itu. Tapi kekhawatiran mulai muncul, saya mulai takut akan seperti apa saya nanti jika kursi yang saya duduki ternyata berpenghuni. Waktu itu saya duduk di gerbong 7 gerbong khusus penumpang dari Stasiun Tulungagung jadi saya punya waktu 3 jam untuk duduk di kursi dan masih ada kurang lebih 18 jam lagi untuk sampai di Stasiun Senen, yah kurang lebih saya mulai panik, apalagi kereta yang lagi-lagi molor satu jam jadwal keberangkatannya dan baru akan berangkat pukul 15.00 WIB.

.

Dalam waktu satu jam itu saya diam dan berdoa dalam hati, “Ya Allah, perjalanan ini begitu berat, akankah saya bisa? Akankah saya berani mengunjungi kota yang saya tidak tahu sama sekali sebelumnya dan hanya bermodal peta dan jalur busway?” Saya memutuskan untuk sholat ashar dahulu sebelum berangkat dan saya pasrahkan seluruh urusan ini kepada Sang Penguasa Hati, dan saya “menggadaikan” urusan ini dengan sedekah yang aku keluarkan, tanpa menghitung terlebih dahulu semua yang tersisa di saku, aku keluarkan semuanya hanya berharap kepadanya.

.

Doa pun kupanjatkan, “Yaa Allah Swt, mudahkanlah urusanku, lindungi perjalananku, dan berikan pertolongan-Mu dengan sebaik-baik pertolongan. Kabulkan segala doaku Rabb…”

.

Aku kembali duduk di kursi itu dan sampai di stasiun Tulungagung jantungku berdebar kencang karena takut penghuni kursi ini muncul, tapi ternyata kekhawatiranku tidak terjadi, karena tidak juga muncul sampai keluar batas Jawa Timur dan Jawa Tengah yaitu Stasiun Madiun. Alhamdulillah saya pun duduk hingga Stasiun Senen.

.

Sesampainya, saya mengikuti proses penerimaan kerja tersebut dari awal. Saya lulus dari seleksi pertama, lanjut ke tahapan psikotest, kemudian lulus ke tahapan wawancara akhir, dan Alhamdulillah.. Allah Swt kasih nikmat yang begitu berlimpah.. Saya pun dinyatakan lulus dan diterima bekerja di Instansi Kementrian yang saya cita-citakan. Setelah itu saya langsung kembali ke kampung dan mengabarkan hal ini kepada orang tua saya. Kabar baik ini membuat wajah ayah saya berbinar bahagia dan bangga, dan saya merasakan kesenangan yang amat luar biasa melihat ayah saya begitu bahagia.

.

Dari kisah ini, saya sadar bahwa memang keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan dari kecerdasan intelektualnya saja, tapi juga harus ditunjang dengan kecerdasan spiritual dan keyakinan yang kuat kepada Allah Swt. Selain itu, saya juga merasakan betul bahwa dengan sedekah, segala urusan terasa lancar dan merasakan betul pertolongan Allah Swt sangat dekat dan tidak pernah terlambat. Saya telah berjanji dalam diri untuk terus bersedekah agar selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

.

Bagi teman-teman lain yang punya kisah-kisah dahsyatnya sedekah yang lain yang lebih seruuu, bisa langsung kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan Subject “SSS”. InshaAllah akan saya posting di blog ini dan yang menarik bisa masuk ke buku “Notes From Qatar 2″ nanti okeee…

.

Regards,

@MuhammadAssad

#SSS 1: Dream Comes True, Paris I’m Coming!

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Rezzy Nizawati (@reyzee) ini pernah saya ceritain di twitter, yang mungkin beberapa teman sudah baca. Tentang teman saya yang bernama Rezzy yang berhasil mewujudkan cita-citanya untuk pergi ke Paris! This is really true story! Just read it and you will amaze on how great the story is.. Allah selalu mengatur dengan sangat indah.. Here we gooo…

.

Sekitar bulan April 2011, keadaan saya waktu itu lagi terpuruk banget, kegagalan demi kegagalan datang menghampiri. Bayangin aja, masa gagal terus sih? Pasti ada kalanya kita jadi capek dan hopeless banget, dan itulah gambaran kondisi saya yang berada di titik terendah. Waktu lagi galau-galaunya, ga tau kenapa saya langsung kepikiran temen saya di Qatar, Muhammad Assad (ga tau juga kenapa bisa gitu, padahal saya juga baru kenal sama dia).

.

FYI, awal mula saya kenal dengan Assad adalah karena dia pernah saya undang ke radio tempat saya bekerja untuk on-air dan berbicara banyak tentang bukunya, Notes From Qatar dan juga topik-topik seputar entrepreneurship dan kepemudaan. Saya lalu kirim email ke dia dan curhat panjang lebar tentang masalah-masalah yang dihadapi.

.

Wuiiihh panjang banget deh pokonya tuh email, saya ceritain mulai dari kegagalan demi kegagalan yang saya hadapi sampe cita-cita saya untuk study and living abroad. Ada kali berlembar-lembar nulisnya, dan nyeseknyaaa…. Balasan dari Assad cuma 4 kata doang!! Canggih banget emang nih orang hahaha.. Isinya begini doang: “Lo udah sedekah belom?”

.

JLEEBBB!!!

.

Tertohok banget lihat jawaban Assad yang sangat singkat, straight to the point, tapi bener-bener ngena di hati, karena memang saya belum pernah melakukan yang namanya sedekah.

.

Yaudah saya bales lagi dong, “Hmmm… Sedekah yah? Kok nyambungnya kesana Sad? Yaa kalo sedekah ke pengemis pinggir jalan seribu dua ribu perak sering lah.. kadang lima ribu perak. Tapi kalo yang bener-bener sedekah sih emang belom pernah.”

.

Lalu Assad pun membalas lagi, “Yaudah mulai sekarang lo niatin sedekah dalam jumlah yang besar, biar terwujud semua tuh cita-cita lo itu. Kalo boleh tahu, berapa nominal di tabungan lo skr?”

.

Wah wahh wahhh… si Assad makin menjadi-jadi nih, apa urusannya coba dia pake nanya jumlah uang tabungan saya. Tapi yaudah lah ya, karena saya lagi galau, saya tetep jawab aja pertanyaan dia, “Gue punya 10 juta di tabungan Sad, tapi itu duit udah gue kumpulin dari jaman gue kerja pertama kali.”

.

Si Assad bales lagi, “Yaudah bismillah, 5 juta lo sedekahin ya. InshaAllah cita-cita lo tercapai.”

.

Udah tuh cuma ngomong gitu doang si Assad. Saya sebenernya mau marah sama dia waktu itu hahaha.. Dalam hati saya, “Apa-apaan sih nih orang ga jelas banget, ga tau apa yah perjuangan gue ngumpulin uang itu dengan keringat darah yang bercucuran dan sekarang setelah udah terkumpul, dengan mudahnya dia nyuruh sedekahin setengahnya!”

.

Saya pun kembali galau karena perkataan Assad. Saya nanya lagi dong ke dia, “Yakin nih Sad 5 juta?” Dia jawab, “Iya, 100%! Cita-cita lo mau ke Paris kan? Kalo sedekahnya cuma seribu dua ribu perak ya ga nyampeee.. Kasih sedekah terbaik lo buat Allah Swt dan Dia juga PASTI akan ngasih yang terbaik buat lo.”

.

Kemudian dia juga ngirimin ayat-ayat Quran dan hadits tentang keutamaan dari bersedekah. Saya pun mulai terenyuh dan berpikir, bener juga nih perkataan si Assad. Saya pun langsung membulatkan tekad untuk melakukan seperti apa yang dia bilang. Keesokan harinya pas bangun tidur, yang ada di otak saya, “Gue mau sedekah hari ini juga, ngelakuin apa yang Assad suruh!”

.

Saya langsung nyamperin mama dan bilang, “Mah, Ejie mau sedekahin setengah dari tabungan Ejie deh.” Si mama kaget, “Hah kapan? Tumben banget, kesambet angin apa nih?” Saya jawab, “Angin dari Qatar Mah hehe.. Insya Allah sedekah hari ini juga, sekarang.”

.

Mama yang sedang bingung itu mendukung saya. Saya pun jadi makin semangat dan segera pergi ke ATM. Sesampainya di depan mesin ATM, agak sedikit menitikkan air mata sih pas ngambil uangnya (lebay banget emang). Dalam hati udah komat kamit, “Ya Allah, bismillah saya ikhlas menyedekahkan ini, semoga bisa bermanfaat untuk kebaikan. Amiin.”

.

Saya ambil lah itu uang 5 juta dan saya antar sendiri ke yayasan yatim piatu. Alhamdulillah saat itu hati saya ikhlassss banget dan udah ga mikirin sayang lagi terhadap uang itu. Pas saya ngeliat anak-anak yatim piatu yang ga mampu, saya sangat bahagia sekali karena yakin uang itu akan berguna buat mereka. Saya jadi mau nangis lagi nih kalo diinget-inget.

.

Setelah sedekah saya perbanyak shalat tahajud, dhuha, dan puasa Senin-Kamis juga jalan. Di setiap doa saya selalu minta, “Ya Allah, saya sudah mengikuti apa yang km perintahkan untuk bersedekah, dan saya berikan sedekah terbaik yang saya miliki. Sekarang izinkan saya untuk memohon pertolongan-Mu. Saya ingin sekali sekolah dan kerja di luar negeri, di Perancis Ya Allah..”

.

Lalu…. 1 bulan kemudian… keajaiban itu benar-benar datang!! Saya sendiri sampai merinding.. Ini kan baru sebulan, apa emang sedekah bekerja dengan sangat cepat??

.

Entah gimana caranya, ada temen saya yang lagi ada di Paris tiba-tiba minta saya kesana untuk gantiin posisi dia karena dia akan balik ke Indonesia pada bulan September 2011. Saya langsung kaget, ga percaya dan excited banget!

.

Awalnya masih nyangka ini mimpi, sampe akhirnya teman saya itu benar-benar serius nawarin kerjaan dan ngejelasin gimana kehidupan di sana. Sebenernya sih sempet ga dapet izin dari orang tua, karena ya wajar lah ya, saya anak perempuan, bungsu pula, trus mau mengadu nasib di negeri orang sendirian.

.

Tapi, Allah memang Maha Pengatur. Ada aja jalannya sampe mama meng-iya-kan. Temen saya itu bahkan bela-belain nelfon mama hanya untuk ngeyakinin beliau, dan Alhamdulillah akhirnya beliau pun setuju.

.

Ini di luar dugaan saya banget. Awal tahun 2011 aja saya ga ada pikiran sama sekali untuk living abroad loh, apalagi ditambah dengan kegagalan demi kegagalan yang saya alami, makin frustasi aja waktu itu. Semua terasa dipermudah, bulan Agustus 2011 bisa sudah di tangan dan pada tanggal 19 September, saya pun terbang ke Paris!!

.

Voila! My dream comes true! Tepat di tanggal 20 September 2011, saya berhasil mendarat dengan selamat di Paris, Prancis. Akhirnya mimpi yang selama ini diidam-idamkan kesampean juga ya? Haduh, Paris memang kota yang sangat cantik. Saya bisa melihat banyak sekali bangunan-bangunan antik yang masih kokoh berdiri, orang-orang Paris yang selalu berdandan modis dimana-mana, toko-toko belanja dengan brand-brand dunia, dan yang udah sukses bikin nangis adalah… saya bisa berhadapan langsung sama yang namanya La Tour Eiffel alias Menara Eiffel!

.

Sekarang saya merasa terlahir kembali setibanya di Prancis. Saya tahu, banyak yang harus dikerjakan disini, demi masa depan yang cerah. Dan itu semua harus saya hadapi sendiri. FYI, saya anak bungsu, dan selama 23 tahun hidup di dunia baru kali ini dilepas sama orangtua. :p

.

Alhamdulillah, disini saya bisa tinggal di sebuah keluarga Prancis yang harmonis dan baik sekali. Rumahnya juga besar, kamarnya nyaman, makanan semua tersedia, mobil tinggal pake, internet dan telepon juga ada. Untuk nambah uang jajan, saya kerja part time selama 20 jam per/minggu.

.

Lumayanlah, uangnya bisa ditabung dan disisain buat jalan-jalan keliling Prancis dan eropa daratan. Saya pun sedang mengambil kuliah bahasa di kampus, namanya University of Caen Basse-Normandie, selama setahun sebelum insya Allah saya akan melanjutkan master disana.  Saya beruntung banget punya teman-teman disini, dari yang bule prancis asli, mahasiswa internasional, sampai mahasiswa Indonesia. Jadi, sama sekali gak kesepian.

.

Selama 3 bulan saya disini, saya udah hampir ngunjungin 10 kota di Prancis. Hampir setiap weekend, saya selalu jalan-jalan. Tujuannya Cuma pengen manfaatin masa-masa selama di Prancis, biar nantinya gak nyesel. Jadi, kuliah, kerja, jalan-jalan semuanya beriringan. Insya Allah, awal Januari saya sudah diribetkan lagi dengan masalah kuliah, semoga semuanya berjalan lancar, dan bulan September saya sudah tercatat sebagai mahasiswa master di kampus.

.

Akhir kata.. Tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang terjadi dalam kisah saya ini karena keajaiban sedekah! Allah mengatur dengan sangat indah dan Dia menepati segala janji-Nya, bahkan memberikan lebih dari yang saya inginkan. Apa lah arti 5 juta jika dibandingkan dengan kenikmatan dan kebahagiaan hidup yang saya rasakan sekarang ini? Alhamdulillah.. Sekarang saya jadi percayaaa bangettt manfaat sedekah dan kekuatan berbagi. Sungguh sangat luar biasa!

.

Bagi teman-teman lain yang punya kisah-kisah dahsyatnya sedekah yang lain yang lebih seruuu, bisa langsung kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan Subject “SSS”. InshaAllah akan saya posting di blog ini dan yang menarik bisa masuk ke buku “Notes From Qatar 2″ nanti okeee…

.

Regards,

@MuhammadAssad

#SSS 10: Ketagihan Keajaiban Sedekah!

#SSS yang sangat menarik tentang bagaimana sedekah itu bisa membuat seseorang ketagihan! Kok bisa? Ya karena jelas, balasannya itu sangat luar biasa dan sering di luar nalar dan logika kita. Baiklah, tanpa berpanjang lebar, silahkan membaca #SSS edisi kali ini kiriman Yuti Wibowo (@yuti_wibowo)

.

Saya ingin berbagi cerita yang menginspirasi kami sehingga kami benar-benar menikmati dan ketagihan dengan keajaiban-keajaiban yang Allah berikan.

.

Kami keluarga biasa-biasa aja (nggak kurang dan nggak berlebihan) yg dikaruniai 4 orang anak. Alhamdulillah hidup saya dan suami ngaliiiir aja, orang bilang sih kami nggak pernah susah hehe. Mungkin aliran kehidupan kami itu karena kami menjalani ibadah kepada-Nya seperti   shalat wajib tepat waktu, sunnah rawatib, shalat dhuha, shalat tahajud, shalat fajar, puasa senin kamis, puasa ramadhon, zakat, dan Alhamdulillah kami pun sudah berhaji.

.

Tapi sungguh, dulu dalam hal sedekah kami melakukannya hanya sekadarnya aja, meskipun kami juga selalu berusaha membantu yang membutuhkan. Namun hidayah itu datang, setiap kali kami menyaksikan tayangan nikmatnya sedekah di salah satu stasiun TV, kami baca buku-buku tentang sedekah, *termasuk juga baca Notes From Qatar* kami sungguh iri dengan orang-orang yang dengan ringannya menyedekahkan 20 juta, 25 juta, 50 juta, dst. Kami hanya bertanya-tanya, kapan ya punya duit banyak sehingga bisa sedekah banyak pula seperti itu.

.

Ternyata Allah Swt memberikan kesempatan itu kepada kami tanpa harus menunggu punya duit banyak. Suatu malam, tetangga sebelah rumah saya datang sambil menangis minta tolong karena anaknya kejang dan tidak sadarkan diri (saat itu anaknya usia 30tahun dan menderita gagal ginjal). Saat itu juga dengan seadanya duit di kantong saya dan suami mengantarkan ke RS, ternyata Hb-nya hanya 3, kreatinnya 24, dan harus segera transfuse. Harga per kantong darah Rp 250 ribu, butuh 5 kantong berarti total Rp 1.250.000 dan biaya malam itu di UGS sudah habis Rp 500 ribu.

.

Saya dan suami saling pandang, karena uang yang kami pegang untuk sampai habis bulan ya pas tinggal Rp 2 juta. Saat itulah sangat terasa manfaatnya nonton acara-acara dan membaca buku tentang sedekah. Kami lalu memutuskan memakai semua uang kami itu untuk membeli darah.

.

Subhanallah, keajaiban itu benar-benar langsung terjadi! Saat proses di UGD masih berjalan, baru 30 menit dari saat pengambilan keputusan, waktu itu jam 10 malam, kakak kami dari luar kota nelpon suami saya dan bilang, “Wo, rumahmu depan itu kan habis kontraknya masih 6 bulan lagi, tapi yg ngontrak mau pindah, rumahnya di take over sama saudaranya diperpanjang pula, ini duitnya Rp 10 juta udah aku bawa.” Subahanallah… Allah Swt langsung  menggantinya TUNAI!

.

Kejadian malam itu benar-benar titik awal keyakinan kami akan keajaiban sedekah. Kelanjutan dari nasib tetangga kami itu adalah bahwa Allah Swt memudahkan segala usaha kami untuk membantu mencarikan dana untuk cuci darah rutinnya, kami share ke facebook hingga saudara dan teman kami banyak yang berpartisipasi membantu, hingga terkumpul bantuan sebesar Rp 18 juta yang tepat habis untuk cuci darah terakhirnya sebelum meninggal.

.

Dengan modal keajaiban pertama itu, kami ketagihan dengan keajaiban-keajaiban lainnya. Kami memang tidak punya tabungan cash, tapi kami punya asset yg sungguh malu jika hanya kami simpan.  Kami pengen banget menikmati gimana sih rasanya sedekah dalam jumlah yang cukup besar. Terbayang kami bisa foya-foya untuk akhirat kami.  Akhirnya kami meniatkan untuk menjual  satu rumah kami, dan akan mengambil separo dari hasil penjualan aja, yg separo lagi akan kami sedekahkan.

.

Allah Swt pun meridhoi niat kami, lakulah rumah kami Rp 310 juta. Kami gunakan Rp 155 juta untuk siapapun yang membutuhkan saat itu, mulai dari pendirian Rumah Quran, infaq untuk pondok tahfidz, melunaskan hutang orang, dll.

.

Betul-betul ga ngerasa rugi sedikitpun. Sejak detik itu, sungguh sangat luar biasa rezeki yang Allah Swt limpahkan dari berbagai arah dan tidak pernah kami perkirakan sebelumnya. Apapun keinginan kami selalu dimudahkan oleh-Nya. Jika sebelumnya kami tidak pernah kekurangan, sekarang justru selalu merasa kelebihan. Nikmat yang Allah Swt berikan selalu lebih besar dari yang kami minta, dan kadang-kadang dengan cara yang nggak masuk akal.

.

Alhamdulillah, keajaiban-keajaiban itu saat ini selalu datang setiap saat kami lakukan sedekah. Buat kami judul yang pas yang sedang kami jalani saat ini adalah KETAGIHAN KEAJAIBAN KARENA SEDEKAH. Dan keajaiban-keajaiban itu semakin memotivasi kami untuk lebih banyak lagi kami bersedekah.

.

Sekarang ini kami sedang membuat MODAL SEDEKAH, jadi kami siapkan sejumlah dana yang kami investasikan di beberapa tempat usaha, keuntungan beserta modal itu kami gunakan hanya untuk sedekah biar sedekah kami nggak ada matinya, dan saya yakin modal usaha itu pasti akan mendapat keberkahan dari Allah Swt karena hasilnya kami kembalikan kepada-Nya. Alhamdulillah sudah 2 bulan ini modal sedekah kami sudah ‘menghasilkan’ sehingga tiap bulan kami bisa menikmati ‘foya-foya akhirat’ kami, Mohon doanya agar istiqomah ya.

.

Bahagia sekali rasanya bisa berbagi dengan Assad, semoga kemudahan-kemudahan dan rejeki yang Allah Swt limpahkan kepada kami juga dilimpahkan kepada Assad sekeluarga. Amiin Yaa Rabbal ‘Aalamiin.

.

Bagi teman-teman lain yang punya kisah-kisah dahsyatnya sedekah yang lain yang lebih seruuu, bisa langsung kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan Subject “SSS”. InshaAllah akan saya posting di blog ini dan yang menarik bisa masuk ke buku “Notes From Qatar 2″ nanti okeee…

.

Regards,

@MuhammadAssad

#SSS 9: Bisnis Showroom Mobil Terwujud!

#SSS (Sedekah Super Story) dikirim oleh salah seorang teman baik saya Tiffany Aviana (@tiffanyaviana). Read her inspiring story!

.

Dear Assad… 🙂

.

Berawal dari mimpi saya yg cukup sederhana “be kind & be rich”. Inilah yang akhirnya membawa saya kepada keputusan untuk berbisnis.. bisnis.. bisnis…Karena yang ada di kepala kita jika terbesit kata bisnis ujung ujungnya adalah uang atau money, sama aja yah hehehe… Tapi saya juga berpikir, apapun itu, kalo yang namanya bisnis pasti kan butuh modal, right? Modal di sini tentunya ya uang juga..

.

Wait, sebelum ngomongin tentang modal, saya ceritakan dulu bisnis yang saya inginkan seperti apa bentuknya. Jawabannya adalah bisnis showroom mobil, ini adalah mimpi saya sejak lama. Banyak orang lalu bertanya, “Kenapa ga bisnis yang lebih girly aja? Kaya online shopping, sepatu, salon, spa or anything yang berbau-bau wanita.

.

Tapi tekad saya sudah bulat. Berbekal dengan pengalaman yg sedikit banyak tau tentang jual beli mobil bertahun tahun,  jenis mobil, dan juga koneksi teman-teman yang sudah lebih dulu nyemplung ke bisnis ini, akhirnya kaki saya melangkah untuk bisnis showroom mobil pun tak terbendung lagi…hahahaha

.

Lalu hubungannya dengan sedekah apa ??  Begini ceritanya…

.

Balik ke cerita awal tentang modal, tentunya saya membutuhkan uang untuk memulainya. Minta ke orang tua sepertinya ”gak sreg” di hati ini, krn yang  saya inginkan adalah  mau memulainya dari awal, ngerasain perjuangannya, dan menikmati prosesnya. Tentu saja berbagi hasilnya kelak, InsyaAllah..

.

Lalu saya diskusi dengan teman tentang modal awal ini, waktu itu di sebuah mall di daerah Senayan sepulang kantor. Kemudian setelah diskusi, keluarlah sebuah angka yang setelah dihitung hitung, ditimbang timbang, dikalkulasi kalkulasi, diteken teken, di press press, adalah sebesar more or less 500 JUTA!!!!!! BUSEETTTTTTTTTT…..

.

Gede bangettttt… Padahal itu udah di press dan di teken teken yaaah….Tp memang segitulah modal untuk membangun sebuah showroom mobil. Mulai dari sewa tempat, belanja mobil, hiring karyawan, belanja aset aset showroom, dan tentunya printilan2 untuk showroom, juga saving dana cadangan juga harus ada di kas.

.

Sepulang dari ps, saya diem, lemes, sambil nyetir dengan tatapan kosong… untung gak nabrak !! Hehe.. Kaget lah budget nya besar juga ya untuk sebuah mimpi saya ini. Malam itu juga, saya niatkan tahajud… mau curhat dengan Dia….Alhamdulillah sekali saat itu, doa saya terjawab cepat dan dapat ide, ”Kenapa gak coba ambil kredit yah di bank?”

.

Niatan ini kemudian saya diskusikan dengan ayah dan beliau setuju selama saya bisa bertanggung jawab dan menjalankan dengan serius. Selanjutnya saya mencoba untuk memulai proses kredit ini di salah satu bank swasta umum, dan ternyata… SANGAT TIDAK MUDAH YA ALLAH….

.

Di bank pertama ini, setelah diproses selama 2 bulan, pengajuan kredit saya DITOLAK!! Huwaaaa sedih bgt rasanya saat itu. Tapi berkat support temen terdekat saya Rina, dan mama yg selalu nyemangatin, saya kembali berusaha lagi.

.

Kali ini saya masukkan aplikasi pengajuan kredit ke salah satu  bank asing yg cukup familiar. Hampir sama dengan bank sebelumnya yang memakan waktu proses kurang lebih 1 bulan, dan lagi lagi jawabannya, DITOLAK!! Saya nangis dan lemes bgt 😦 😦 😦

.

Tidak menyerah, 3 hari setelah penolakan kedua ini, saya lagi lagi kekeuh memasukkan aplikasi kreditnya ke salah satu bank nasional…. Tentunya dengan doa dan usaha, sungguh suatu hal yang tidak mudah. Berkasnya banyak banget, belum lagi tetek bengeknya yg harus saya siapkan.

.

Tapi di sini saya benar-benar belajar menjadi seorang pengusaha. Memulai dengan keringat dan perjuangan yg sangat sangat tidak mudah saudara saudara…

.

Di bank ini, ada sedikit harapan untuk tidak ditolak…. tetapi dipersulit !! Ada aja berkas saya yg dianggap kurang, rekening koran saya lah yg kurang valid, sampai saya harus buat ke kelurahan surat keterangan belum menikah. Tahajud, shalat dhuha, dan shalat 5 waktu makin kenceng. Tapi saya sempet lupa satu lagi komponen penting yaitu sedekah.

.

H-5 sebelum penandatangan APPROVE nya kredit saya, ternyata masih ada 1 berkas lagi yg harus disetor….OH MY GOD !!!! Saya ingat saat itu jam 8 malam dan saya harus ke Rawamangun untuk pengurusan berkas ini, mana hujan deras banget, macet total dimana mana dan pikiran sudah tidak tenang. Saya berdoa, ”Ya Allah, jangan sampai di bank ini gagal lagi. Sudah 3 bulan saya menunggu dan berjuang untuk mimpi ini.”

.

Lalu saat sedang melamun, di lampu merah perempatan pramuka, ada seorang pengemis buntung yg sedang duduk dan kehujanan. Sontak saja saya langsung ngeluarin uang Rp 50 ribu terakhir yang ada di dompet dan saya pegang uang itu sambil berdoa, ”Yaa Allah mudahkanlah mimpiku, bantu cairkan kredit untuk bisnisku.” Uang itu langsung saya berikan dan si pengemis mencium uang itu di kepalannya saking senangnya. Alhamdulillah..

.

Dan……….

.

Selang 5 hari dari kejadian di lampu merah perempatan pramuka, kira-kira hari kamis saat itu, dan selasa depannya (which is 5 hari kemudian ya), saya dapat telfon dari bank yang menyatakan KREDIT SAYA DI APPROVE DI ANGKA 500 JUTA !!! SUBHANALAAAAHHH, saya langsung sujud syukur saat itu dikantor sampe temen-teman kantor pada bingung.

.

Perjalanan  pulang ke rumah saya ga henti-hentinya bersyukur dan menyebut nama-Nya, ”Yaa Allah alhamdulillah, You love me so much…. Thank youuu..” Sedekah saya yang 50 ribu itu, terjawab hanya dalam waktu selang 5 hari, dan di approve di angka 500 juta! Saya menyebutnya ini rezeki 555.

.

Ini benar-benar menjadi pengalaman saya yang tidak terlupakan. Anak seusia saya yang masih tergolong muda (24 tahun) akhirnya bisa mendapatkan approval kredit sebesar 500 juta, which is itu sangat besar. Semua ini karena Allah Swt, sedekah, doa dan usaha yang setebal baja, ga pantang mundur meskipun sudah ditolak 2x. Selama niat kita baik dan benar, yakinlah bahwa Allah Swt akan membukakan jalan-Nya untuk kita.

.

Dan kini, showroom mobil saya sudah buka, namanya JB Mobilindo, di Jl. Caman No 128 Jati Bening, Bekasi, Indonesia. Alhamdulillah..

.

Ini dia temen-temen, tampak depan showroom JB Mobilindo.

.

Dan ini waktu suasana syukuran peresmian JB Mobilindo. Saya dan partner bisnis showroom sedang tumpengan.

.

Overall, itulah cerita saya. 1 tips buat teman-teman, “Pancinglah rezeki kita dengan bersedekah sebanyak-banyaknya. Semakin banyak sedekah kita, semakin banyak rezeki kita, InsyaAllah.”

.

Untuk menutup cerita ini, ada 1 kalimat favourite saya dari Assad, “Berbisnis dengan Allah Swt dijamin gak akan pernah rugi!” Well, Subhanallah.. Alhamdulillah.. Itu benar sekali dan saya sudah membuktikannya! Terus bersedekah dan rasakan keajaibannya!

.

Bagi teman-teman lain yang punya kisah-kisah dahsyatnya sedekah yang lain yang lebih seruuu, bisa langsung kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan Subject “SSS”. InshaAllah akan saya posting di blog ini dan yang menarik bisa masuk ke buku “Notes From Qatar 2” nanti okeee…

.

Best regards,

@MuhammadAssad

#SSS 8: Menjadi Juara Kompetisi!

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Faradina Putriyanti (@faradinaputri). Happy reading! 🙂

.

Perkenalkan, nama saya Dina, saya mahasiswa koas tingkat akhir di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia, Jakarta.  Sebelumnya, saya mau ngucapin terima kasih banyaaakk karena Notes From Qatar sudah menginspirasi banyak orang termasuk saya sendiri, terutama dalam hal SEDEKAH, hehe. Pada di tulisan ini, saya mau coba berbagi pengalaman dalam hal sedekah yang Insya Allah bisa ikut menginspirasi pembaca lain untuk terus bersedekah.

.

Untuk hal sedekah, selama ini saya biasanya hanya bersedekah sekedarnya saja. terkadang menggunakan pembenaran bahwa saya masih mahasiswa dan belum berpenghasilan hehe. Sampai saya baca tulisan-tulisan di dalam blog Notes From Qatar barulah saya semakin mengerti akan keajaiban sedekah. Dan Alhamdulillah hal ini terjadi pada diri saya sendiri.

.

Awal Oktober 2011 saya diminta oleh pembimbing di kampus, untuk mengikut sertakan laporan kasus saya pada Forum Ilmiah yang akan diadakan oleh Kedokteran Gigi Universitas Trisakti. Saya pun sangat bersemangat untuk mempersiapkannya, karena selama ini saya belum pernah mengikuti kegiatan ilmiah seperti ini dan belum pernah memiliki prestasi berarti di kampus. Segala persiapan pun saya lakukan dengan dibantu oleh pembimbing saya. Persiapannya pun tidak mudah karena saya melakukannya di tengah jadwal kegiatan klinik yang cukup padat.

.

Sampai suatu ketika, terlintas di pikiran saya, “Apa gw nazar aja ya? kalo menang di lomba ini, gw akan sedekah deh.” Tapi saya pun berpikir lagi. “Emangnya gw ini siapa? Masa nunggu diberi dulu oleh Allah Swt baru setelah itu mau sedekah!” Saya pun membalik cara berpikirnya menjadi “Oke, sebelum lomba Insya Allah gw akan sedekah, apapun yang terjadi!”

.

Beberapa hari sebelum lomba, saat sedang shalat dengan Ibu saya di masjid dekat rumah, saya melihat standing banner Aksi Cepat Tanggap untuk bencana kelaparan di Somalia, dengan menyertakan nomer rekening untuk penyaluran sumbangan. Saya pun segera memotret banner tersebut untuk mengambil nomer rekeningnya. Keesokan harinya, saya mampir ke ATM dan mentransfer  hampir setengah dari uang jajan bulanan saya ke rekening tersebut, sambil membaca Bismillah tentunya.

.

Dan, tibalah saat saya harus presentasi di lomba tersebut. Presentasi dilakukan menggunakan media poster. Saya pun sempat minder karena ternyata peserta lain menggunakan bahasa Inggris dalam poster mereka, sementara poster saya menggunakan Bahasa Indonesia. Tapi ya sudah lah, semoga saya bisa lebih baik saat presentasi nanti.

.

Waktu presentasi pun tiba. Dan ternyata, salah satu jurinya adalah dosen saya di kampus, dimana beliau merupakan spesialis dari bidang yang saya presentasikan, dan merupakan senior dari pembimbing saya! *glek* Pasrah pasrah pasrah… Hanya itu yang bisa saya lakukan.

.

Alhamdulillah saya bisa menyampaikan presentasi dengan lancar. Namun, seperti yang sudah diduga, sang dosen saya yang menjadi juri ini mengajukan sebuah pertanyaan ajaib yang baru sekali itu saya dengar, dimana saya benar-benar tidak mengetahui jawabannya.

.

Duh, rasanya saya menyesal tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Tetapi untungnya, untuk pertanyaan-pertanyaan lain Alhamdulillah bisa saya jawab dengan baik. Namun tetap saja rasanya satu pertanyaan tersebut masih mengganjal.

.

Setelah selesai presentasi presentasi, para peserta diminta menunggu selama sekitar 4 jam untuk pengumuman penenang. Saya pun akhirnya berputar-putar di sekitar area pameran karena sudah pasrah dengan hasilnya.

.

Dan, tibalah saat pengumuman. Yang mengumumkan ternyata adalah dosen saya tadi. Dimulai dari juara 3. Pemenangnya adalah teman-teman dari FKG Unpad, dimana sehari sebelum presentasi, saya melihat mereka berlatih di depan poster dan mereka presentasi dalam bahasa Inggris pula. Oke, tibalah juara 2, dimenangkan oleh teman-teman dari FKG Universitas Jember yang memanfaatkan limbah tahu sebagai obat.

.

Wah, sudah deh, rasanya saat itu saya sudah nggak kepikiran untuk menang. Apalagi melihat juara 2 dan 3 nya yang memang hebat menurut saya. Apalagi tadinya saya kira bisa dapet juara berapapun udah lumayan banget, nah ini kemungkinannya tinggal juara 1.

.

Dosen saya pun kembali mengumumkan, “Untuk juara 1 nya, dengan tema…. infeksi HIV oleh Faradina Putriyanti.” Waaaa, itu adalah presentasi saya!!! Senangnyaaaa hehehe… Saat itu juga saya langsung mengucapkan Alhamdulillah sambil tersenyum ke arah pembimbing saya 😀

.

Alhamdulillah akhirnya poster saya mendapatkan juara 1 di kompetisi tersebut. Dan impian saya untuk memberikan prestasi bagi kampus saya dan orang tua akhirnya tercapai!!


.

Sebagai hadiahnya, panitia memberikan uang cash senilai Rp 5 juta rupiah, yang tentunya sangat berarti bagi saya yang masih mahasiswa hehe. Insya Allah uangnya akan saya pergunakan untuk membantu membiayai studi saya, dan tidak lupa juga untuk kembali bersedekah 🙂

.

Demikian kisah saya ini, semoga bisa bermanfaat dan menginspirasi untuk semuanya untuk selalu bersedekah, kapanpun dan dimanapun juga. Pertolongan Allah Swt pasti akan datang di saat dan waktu yang tepat menurut-Nya.

.

Bagi teman-teman lain yang punya kisah-kisah dahsyatnya sedekah yang lain yang lebih seruuu, bisa langsung kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan Subject “SSS”. InshaAllah akan saya posting di blog ini.