#SSS 14: Memuluskan Impian S2 Ke Jerman!

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Lena Citra Manggalasari (lena_manggalasari@yahoo.de)

.

Sudah hampir setahun ini saya tinggal di jerman untuk melanjutkan belajar S2. Belajar di Jerman adalah impian saya sejak saya kelas 4 SD. Jerman adalah negara impian saya. Sampai kemudian saya kuliah S1 di salah satu perguruan tinggi di Yogyakarta, saya masih bermimpi untuk melanjutkan study ke jerman. Berbagai seleksi beasiswa saya ikuti. Dari mulai Studien Reise sampai Sommer Kurs. Tapi tak satu pun yang saya dapat.

.

Berbagai lomba dari goethe Institut saya ikuti dengan hadiah ke Jerman, pun tak satu pun yg saya menangkan. Sedih itu pasti, karena merasa Jerman begitu jauh digapai. Tapi alhamdulillah saya tidak pernah lelah mengejar mimpi saya. Mimpi melanjutkan study ke Jerman masih rapi saya simpan di dalam hati, di dalam pikiran dan di dalam doa saya. Cacian dari teman sudah sering saya dapatkan.

.

Bahkan sampai sekarang saya masih bisa mengingat kata-kata seorang kawan KKN saya, “Kamu mau study ke Jerman? Mimpi!!!!” Rasanya sakit mendengar kawan saya berkata demikian, tapi saya tidak pernah membenci kawan saya itu, karena entah kenapa kata-kata kawan saya itu menambah semangat saya untuk terus mengejar mimpi.

.

Tahun 2007 akhir saya lulus S1, setelah mendapat ijazah saya langsung mendaftar beasiswa. Saat itu saya menemui banyak kesulitan karena kebanyakan beasiswa Master hanya untuk orang yang mempunyai pengalaman kerja minimal 2 tahun. Saat itu saya berusaha keras untuk mendapatkan beasiswa S2 agar saya tidak merepotkan orang tua lagi.

.

Akhirnya saya putuskan untuk melamar pekerjaan. Alhamdulillah tidak lama setelah kelulusan saya diterima bekerja di salah satu universitas di Yogyakarta. Bukan sebagai Dosen tapi sebagai Staf Administrasi. Selama bekerja saya tetap mencari peluang beasiswa. Dari mulai beasiswa ke Swiss sampai yang ke Amerika. Beasiswa apa saja yang cocok dengan qualifikasi yang saya punya saat itu.

.

Seleksi demi seleksi saya jalani, saya tetap gagal di pertengahan seleksi atau di seleksi akhir. Lama-lama saya rasakan begitu berat. Bulan Juli Tahun 2010 saya mengumpulkan kertas-kertas dokumen yang sudah saya siapkan untuk mendaftar beasiswa Master DAAD (waktu itu sambil menangis).

.

Waktu itu sekitar pukul 6 sore saya mengirim aplikasi beasiswa saya di kantor pos pusat Yogyakarta. Waktu itu hujan, saya naik motor menuju kantor pos pusat karena disana buka layanan sampai jam 8 malam. sore itu memang harus saya kirim , karna aplikasi paling lambat harus berstempel tanggal 31 Juli 2010. Dalam hati saya berkata “Ya Allah, sampai disini perjuangan saya, saya tidak akan melamar beasiswa lagi.” 

.

Malamnya saya tidak bisa tidur karena saya harus memutuskan sesuatu untuk hidup saya. Jika tahun ini masih gagal juga, maka saya hanya akan bekerja saja. Malam itu saya putuskan: selagi menunggu pengumuman beasiswa, karna ini adalah beasiswa terakhir yang saya daftar, maka saya harus berusaha sepenuh hati. Saat ini yang saya harus lakukan adalah memperbaiki ibadah dan perbanyak doa.

.

Mulai saat itu saya rutinkan sholat tahajud, sholat dhuha dan tentu saja, sedekah. Saya menyebutnya Sedekah gila-gilaan (sedekah dengan nominal terbanyak yang pernah saya lakukan). Setiap hari Jumat saya sedekah sekitar Rp 200-250 ribu, berlangsung dari Juni sampai November. Saya tidak mau setengah- setengah dalam berusaha, waktu itu saya berpikir karena ini terakhir saya perjuangkan mimpi saya, jika jawabannya tidak juga. paling tidak saya tidak menyerah begitu saja.

.

Seminggu sekali setiap hari jumat saya datangi rumah tahfidz (rumah hapalan Alquran), disana saya biasanya memberi amplop yg isinya uang sedekah dan kertas doa, di kertas itu saya tuliskan doa-doa saya termasuk doa agar saya lulus seleksi beasiswa. Kertas doa itu nantinya akan dibacakan oleh santri-santri disana setiap mereka selesai sholat. begitu seterusnya selama berbulan-bulan.

.

Akhirnya saya menemukan titik terang. Saya mendapatkan Email dari Technische Universitaet Dresden, Jerman yang menerangkan bahwa saya lolos ke tahap wawancara. Saya sangat bahagia waktu itu, lumayan pikir saya waktu itu, naik ke tahap selanjutnya. Beberapa hari kemudia pihak Technische Universitaet Dresden menelepon saya, waktu itu saya sedang bersama teman-teman di rumah coklat di Yogyakarta.

.

Setelah wawancara  selesai saya memberanikan diri bertanya dalam bahasa Jerman waktu itu, “Ist das sicher, dass ich dieses Stipendium bekommen?” (“Apakah saya pasti dapat beasiswa?”), jawabannya  tidak memuaskan , “Anda belum tentu lolos di tahap wawancara ini”. Ya sudahlah, saat itu saya tidak mau banyak pikiran , saya hanya mau terus berusaha sampai keputusan final.

.

Tiba-tiba pada tanggal 9 Desember 2010 sebuah Email datang yang isinya:

Dear Ms. Manggalasari, we are pleased to inform you that you have been awarded a scholarship for the master course “Vocational Education and personnel Capacity Building” at the TU Dresden, Germany.

.

Saat itu langsung bergetar hati saya.. deggg… deggg… deggg… Subhanallah.. akhirnya mimpi saya untuk mempelajari ilmu yang sangat saya sukai di universitas impian saya datang secara tiba-tiba! Apa yang saya impikan selama ini sudah ada di depan mata! Alhamdulillah…

.

Akhirnya, tanggal 5 April 2011, MIMPI SAYA DIBAYAR CASH SAMA ALLAH SWT! Saya berangkat dari Yogyakarta menuju Frankfurt, Jerman.

.

Benar-benar luar biasa ganjaran sedekah yang Allah Swt berikan kepada saya. Nilai beasiswa yang saya terima sekarang ini sekitar Rp 500 juta. Sekarang di Jerman saya kembali rutinkan sedekah gila-gilaan dengan nominal Euro, karena saya punya banyak cita-cita, pengen banget umrah bareng Ibu dan Bapak dan juga pengen nikah (walaupun belom tahu sama siapa hehe..) Namanya juga usaha ya mas Assad hehe.. Sukses selalu ya mas Assad dan semoga selalu dilindungi oleh Allah Swt! Amiiin..

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya cerita tentang dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – (Judul Cerita). Saya akan posting di blog ini dan yang menarik akan dimasukkan ke dalam buku Notes From Qatar 2.

.

Regards,

@MuhammadAssad

18 thoughts on “#SSS 14: Memuluskan Impian S2 Ke Jerman!

  1. manteb !! sangat inspiratif.. semoga saya juga bisa dapat s-2 di jerman😀

    negara yang pernah saya impikan sebagai tujuan s-1 saya.. tapi sayang sekarang masih nyangkut di Malaysia aja.. Insya Allah europe habis ini .

    #amiinn

  2. Subhanallah.. Terharu bangett bacanya sampai berkaca-kaca T__T
    Saya juga punya mimpi yang serupa tapi perjuangan saya tidak sedahsyat itu dan mundur di percobaan pertama.. Terimakasih ya, sharing ini meaningfull banget untuk saya.. Terimakasih Lena, terimakasih bung Assad!!

  3. inspiring banget….. ^_^
    aku pengen ke jerman juga..

    mo tanya ke penulis, apakah wajib untuk bisa bahasa jerman klo ingin sekolah di sana??

    semoga cita2 selanjutnya bisa terwujud…
    amin..

  4. masyaAllah…Apapun bisa mungkin di dunia ini, asal kita mau berusaha dan b’doa…jadi Optimis dan positive thinking, always..^-^

  5. salam hangat smua,,, ini saya LENA *_^ . Smoga cerita saya bs memotivasi sahabat2 smua. Tidak perlu mendengarkan mereka yg berkata bahwa “mimpi kita tidak realistis” *Nyatanya mimpi memang tdk ada yg realistis😉 , yang membuatnya Realistis itu Allah🙂 .
    @Saafia: tetap smangat!
    @Rachmadhana: smoga cpt nyangkut ke eropa🙂
    @Delfi: makin besar mimpi, makin besar tantangannya, keep fight!
    @Rini: amien,,. trimakasih doanya, smoga sgala kebaikan kembali pd mu🙂
    @viki: amien , trimakasih doanya, dsni ada kelas international jg yg pengantarnya bhs Inggris . Smangat!
    @yani: keep on fighting!!
    Buat mas Assad thanks,,,. jd nambah byk sahabat ni, smoga tali silahturahim ini banyak membawa manfaat dan rejeki. amien,,

  6. mba Lena, trims sudah sharing pengalamanya yg sangat2 berharga. mba, maaf mau tanya sedekah yg 200-250r itu brp persen dr penghasilan mba waktu itu?oya, nama rumah tahfidz yg mba datangi waktu di jogja apa ya?apa ada amalan2 tambahan lainnya yg mba lakukan saat itu?trims sebelumnya ya atas sharingnya🙂

  7. weh…weehh keren juga cerita hidup km len, hheee terutama yang sedekah n ibadah bisa di tiru \.. ya smga sukses aj n apa yg km cita2kan tercapai amin

  8. aku mau kaya mbak Lena, walaupun sekarang aku udah di Jerman tapi belom bisa kuliah, nggak papa deh, dan walaupun masih harus tergusur ke Austria dulu insya Allah ada jalannya, pokoknya tetep masih pengin kuliah di Jerman amien ^^ do’ain ya mbak Lena hehehe

  9. really cool goodluck smg sll dmdhkn sgl urusan&dilindungi ALLAH SWT bersedekah hy utkNYA&berdoa hy kpdNYA amiiin YRA

  10. kEren kang Heheheheh, saya juga pernah belajar di luar, tepatnya di mesir.
    4 tahun lamanya belajar disana, tapi ane gagal dalam perjalanan, mungkin ane g sebanding enteu dalam berusaha heheheh.
    Good luck yah kang have a nice day.
    cerita yang seru kang.
    jangan lupa sedekahnya harus terus menerus yah kang heheheheheh

  11. Masya Allah, kekuasaan Allah itu di luar jangkauan apa pun. Alhamdulillah menjadi orang yang beruntung dengan sedekah. Terus kejar impian karena berencana itu perintah Allah.

  12. subhanallah…pengalaman mas patut dicontoh. insya Allah aku coba ikuti cara mas pelan2. negara impianku untuk meneruskan S2 adalah Qatar dan Belanda..mohon doa dan share nya yaa ^^

  13. mbak lena,, cerita mbak sungguh memotivasi saya..
    saya tuliskan hari ini juga saya akan berangkat tahun 2015 untuk study S2 Public Health Policy (MPH) di Munich University.
    Bismillah,, Innallaha ma’ana..

  14. Ceritana menginspirasi… Mudah2an saya juga bisa mewujudkan impian saya dengan sedekah amin… Yang bwat tulisan ini dan juga yg ngebaca mudah2an makin sukses terus

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s