#SSS 12: Perlindungan-Nya Sangat Nyata!

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Dyah Sulistowati (@dysulis)

.

Setelah membaca buku Notes From Qatar 1 beberapa bulan yang lalu, saya merasa takjub dengan cerita-cerita mas Assad tentang manfaat sedekah dalam kehidupan sehari-hari. Cerita itu membuat saya, yang biasanya hanya sedekah ala kadarnya dan tidak rutin, menjadi tertantang untuk bersedekah lebih dari biasanya. Mulai saat itu saya memantapkan niat untuk bersedekah minimal 10% setiap bulannya.

.

Namun entah mengapa saya justru tergiur untuk bersedekah lebih dari itu. Sudah beberapa bulan ini saya menyisihkan hampir 30% gaji kerja sampingan saya untuk sedekah, umumnya disalurkan untuk pembangunan sekolah gratis bagi anak yang tidak mampu, pembangunan masjid, dan untuk anak yatim. Saya benar-benar merasakan manfaatnya hari Rabu, 7 Desember 2011. Seperti ini ceritanya…

.

Saat itu saya baru saja pulang kuliah sekitar jam dua belas siang, kemudian bersama teman-teman menyempatkan diri untuk makan siang dan berbincang-bincang dulu di kafe sekitar perempatan jalan Pemuda, Rawamangun. Sekitar jam dua saya pulang. Biasanya saya pulang naik metromini 47 dari kampus yang lokasinya di Rawamangun juga.

.

Ketika menaiki metromini, tadinya saya berniat duduk di kursi ketiga di belakang supir. Namun entah mengapa saya merasa orang yang duduk di sebelah kursi itu terlihat kriminal. Jadilah saya duduk tepat di belakang supir. Saat itu saya merasa bangkunya kurang nyaman sehingga ketika ada seorang pria yang ingin turun, saya bergegas untuk pindah ke tempatnya. Tempat yang diduduki oleh pria itu tepat di dekat pintu masuk metromini bagian depan, jadi saya merasa tempat itu pastilah nyaman.

.

Ketika pria itu hendak turun, saya bangkit dari tempat duduk. Lalu pria itu memanggil temannya (yang saya curigai sebagai seorang kriminal) untuk turun juga. Ketika saya ingin pindah posisi, tiba-tiba saja saya dihimpit. Saat itu ponsel saya ada di saku baju saya (saat itu saya memakai baju sepanjang lutut dan celana panjang. Saku baju terletak di dekat lutut). Kejadian itu terjadi begitu cepat.

.

Merasa ada yang aneh, saya memeriksa saku saya yang tiba-tiba kosong. Dan ternyata… PONSEL SAYA HILANG!! Pandangan saya langsung tertuju ke tempat duduk saya sebelumnya dan dua orang pria yang menghimpit saya. Mereka belum turun. Ketika saya yakin bahwa ponsel saya dicopet mereka, salah satu dari pria itu dengan gugup mengembalikan ponsel saya. Dia bilang ponsel saya terjatuh di bawah tempat duduk saya.

.

Saya bingung, mereka pun terlihat bingung. Lalu mereka turun lewat pintu belakang metromini. Untuk beberapa saat, saya berpikir dan berusaha untuk memutar ulang kejadian tersebut dalam otak saya.

.

Setelah mereka turun, ibu-ibu yang ada di samping kanan saya menceritakan bahwa dua pria tersebut bersekongkol untuk mencopet ponsel saya. Salah satu pria tersebut (yang berwajah kriminal) bertugas untuk mengambil ponsel dari saku saya ketika pria yang satunya lagi menghalangi jalan saya. Kejadiannya memang terjadi begitu cepat sehingga hampir tidak ketahuan.

.

Dalam hati saya bertanya, mengapa ibu-ibu tersebut tidak berteriak “Copeeeettttt!!”, dan bukan hanya diam menyaksikan saya dicopet. Para pencopet itu memang terlihat kebingungan saat tahu saya tidak jadi turun dan hanya pindah posisi tempat duduk. Karena takut diteriaki “copet”, maka salah satu dari pria tersebut mengembalikan ponsel saya dengan alasan “jatuh di bawah tempat duduk”.

.

Sekedar informasi, ponsel saya sudah hilang dua kali dalam dua tahun terakhir dan kedua ponsel saya tersebut selalu hilang di bis. Jadi tepat setahun saya kehilangan ponsel, ponsel penggantinya hilang lagi di bulan yang sama. Semua itu terjadi karena kecerobohan saya.

.

Dan untuk ketiga kalinya ini, ponsel saya pun nyaris raib akibat kecerobohan saya lagi. Pada saat itulah saya merasa Allah Swt telah melindungi dan menghindarkan saya dari bahaya ini. Dua hari setelah saya bersedekah untuk anak yatim, Allah Swt menolong saya yang sangat ceroboh ini dari kejadian hampir kecopetan itu. Saya benar-benar bersyukur dan memohon ampun pada-Nya karena kecerobohan saya. Saya merasa kejadian itu sungguh luar biasa.

.

Sejak saat itu, saya jadi keranjingan sedekah. Saya ingin selalu diberi “kejutan” oleh Allah Swt seperti kejadian tersebut. Selain itu, ketika bersedekah yang beda dari biasanya, saya merasakan sensasi kebahagiaan yang menjalar dalam tubuh saya. Senang rasanya jika hasil jerih payah saya bisa berguna bagi orang lain.

 .

*** The End ***

Bagi teman-teman yang punya kisah dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – [Judul Cerita]. Saya akan posting di blog ini dan yang menarik akan dimasukkan ke dalam buku Notes From Qatar 2.

.

Regards,

@MuhammadAssad

2 thoughts on “#SSS 12: Perlindungan-Nya Sangat Nyata!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s