SSS 11: Pertolongan Allah Swt Tidak Pernah Terlambat

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Nurafni (@av_nee)

.

Keyakinan mengantarkan saya kesini ke kota Jakarta, kota yang belum pernah saya kunjungi sebelumnya, saya mulai kisah ini di pertengahan bulan November 2010. Rupanya Allah Swt telah merencanakan sesuatu yang indah untukku.

.

Setelah lulus kuliah, saya mempunyai cita-cita untuk mencari pekerjaan supaya memperoleh penghasilan sendiri agar tidak membebani orangtua lagi. Memasukkan aplikasi lamaran ke berbagai Bank dan perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja berdasarkan kualifikasi yang saya miliki, tidak ketinggalan sebagai pegawai negeri. Dulu, saya tidak mau menjadi pegawai negeri kalaupun jadi saya mau yang Pegawai Negeri Pusat yang menurut saya tidak syarat korupsi, kolusi dan nepotisme.

.

Salah satu kementerian yang saya lamar adalah instansi yang sekarang saya mengabdikan diri di sana. Perjalanan menuju Jakarta dari kampong saya benar-benar penuh tantangan. Saya benar-benar gambling ketika melakukan perjalanan panjang dari Malang ke Jakarta menggunakan kereta api ekonomi Matarmaja pukul 14.00 WIB. Siang itu saya  membeli tiket seharga Rp 51.000,00 dengan tulisan berdiri tanpa tempat duduk.

.

Saya masih berpikiran positif mengira seperti perjalanan Malang-Surabaya yang bakal dapat tempat duduk ketika sampai di stasiun selanjutnya namun ternyata eh ternyata memang benar-benar tidak dapat tempat duduk, karena rata-rata penumpang memiliki tujuan perjalanan sekitaran Bekasi sampai Jakarta, dan saya pun berdiri sepanjang perjalanan di lorong-lorong gerbong bersaing dengan tukang asongan.

.

Tiba-tiba di depan saya ada kursi kosong dan tidak ada yang menduduki. Saya pun memberanikan diri untuk duduk di kursi itu. Tapi kekhawatiran mulai muncul, saya mulai takut akan seperti apa saya nanti jika kursi yang saya duduki ternyata berpenghuni. Waktu itu saya duduk di gerbong 7 gerbong khusus penumpang dari Stasiun Tulungagung jadi saya punya waktu 3 jam untuk duduk di kursi dan masih ada kurang lebih 18 jam lagi untuk sampai di Stasiun Senen, yah kurang lebih saya mulai panik, apalagi kereta yang lagi-lagi molor satu jam jadwal keberangkatannya dan baru akan berangkat pukul 15.00 WIB.

.

Dalam waktu satu jam itu saya diam dan berdoa dalam hati, “Ya Allah, perjalanan ini begitu berat, akankah saya bisa? Akankah saya berani mengunjungi kota yang saya tidak tahu sama sekali sebelumnya dan hanya bermodal peta dan jalur busway?” Saya memutuskan untuk sholat ashar dahulu sebelum berangkat dan saya pasrahkan seluruh urusan ini kepada Sang Penguasa Hati, dan saya “menggadaikan” urusan ini dengan sedekah yang aku keluarkan, tanpa menghitung terlebih dahulu semua yang tersisa di saku, aku keluarkan semuanya hanya berharap kepadanya.

.

Doa pun kupanjatkan, “Yaa Allah Swt, mudahkanlah urusanku, lindungi perjalananku, dan berikan pertolongan-Mu dengan sebaik-baik pertolongan. Kabulkan segala doaku Rabb…”

.

Aku kembali duduk di kursi itu dan sampai di stasiun Tulungagung jantungku berdebar kencang karena takut penghuni kursi ini muncul, tapi ternyata kekhawatiranku tidak terjadi, karena tidak juga muncul sampai keluar batas Jawa Timur dan Jawa Tengah yaitu Stasiun Madiun. Alhamdulillah saya pun duduk hingga Stasiun Senen.

.

Sesampainya, saya mengikuti proses penerimaan kerja tersebut dari awal. Saya lulus dari seleksi pertama, lanjut ke tahapan psikotest, kemudian lulus ke tahapan wawancara akhir, dan Alhamdulillah.. Allah Swt kasih nikmat yang begitu berlimpah.. Saya pun dinyatakan lulus dan diterima bekerja di Instansi Kementrian yang saya cita-citakan. Setelah itu saya langsung kembali ke kampung dan mengabarkan hal ini kepada orang tua saya. Kabar baik ini membuat wajah ayah saya berbinar bahagia dan bangga, dan saya merasakan kesenangan yang amat luar biasa melihat ayah saya begitu bahagia.

.

Dari kisah ini, saya sadar bahwa memang keberhasilan seseorang tidak hanya ditentukan dari kecerdasan intelektualnya saja, tapi juga harus ditunjang dengan kecerdasan spiritual dan keyakinan yang kuat kepada Allah Swt. Selain itu, saya juga merasakan betul bahwa dengan sedekah, segala urusan terasa lancar dan merasakan betul pertolongan Allah Swt sangat dekat dan tidak pernah terlambat. Saya telah berjanji dalam diri untuk terus bersedekah agar selalu bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan.

.

Bagi teman-teman lain yang punya kisah-kisah dahsyatnya sedekah yang lain yang lebih seruuu, bisa langsung kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan Subject “SSS”. InshaAllah akan saya posting di blog ini dan yang menarik bisa masuk ke buku “Notes From Qatar 2″ nanti okeee…

.

Regards,

@MuhammadAssad

3 thoughts on “SSS 11: Pertolongan Allah Swt Tidak Pernah Terlambat

  1. Sad,, kalo kita mau dikabulin doanya setelah sedekah mesti jelas ya tujuan yg mau dicapai apa? Kalo yg dimau banyak gmn sad? Bisa gak satu sedekah, tp sebutin bnyk permintaan ? Hehehe

  2. subhanallah mbak, itu adalah manfaat dari sedekah yang mbak lakukan. memang sedekah banyak sekali manfaatnya, tetapi semoga kita juga selalu ingat, bahwa sedekah tujuannya untuk meraih ridha dan surga-Nya. seperti kata mbak juga, sedekah sebagai bentuk syukur atas segala nikmat yang Allah berikan. semoga selalu istiqamah🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s