Think!

“Dia (Allah Swt) menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.” (QS. Al-Jaatsiyah [45]: 13)

.

Hellooo semuaaaa!! Yak, setelah absen nulis @NotesFromQatar selama 2 minggu (dan sudah banyak protes berdatangan), now I am back!! Saya sekarang telah kembali lagi ke rumah kedua, Qatar, sehabis liburan singkat di Indonesia selama 10 hari. Liburan yang sangat singkat, namun sangat padat! Rasanya badan mau rontok tiap hari ada aja acara atau undangan yang harus dihadiri hehehe.. It’s very hectic but enjoyable as I meet new people and come to many new places.

.

Kembali ke laptop. Judul tulisan kali ini pun sangat singkat dan padat, hanya terdiri dari 1 kata.. T-H-I-N-K. Namun, jika kita melihat lebih dalam, makna dari satu huruf ini sangat besar. ‘Think’ atau ‘berpikir’ adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh kita semua sebagai manusia. Berbicara mengenai berpikir, saat liburan kemarin, saya diundang oleh sebuah majelis yang bernama Tafakkur (dalam bahasa arab artinya berpikir). Ceritanya seru, nanti saya selipin di akhir-akhir tulisan ini ya.

.

Saya awali tulisan ini dengan sebuah cerita. Di halaman sebuah rumah, ada dua buah pohon yang sedang tumbuh. Kalo dilihat secara kasat mata, kedua pohon ini terlihat sama dan sulit dibedakan. Sang pemilik pohon juga bingung untuk membedakannya. Setelah beberapa lama, kedua pohon itu mulai tumbuh dan berbuah. Pohon pertama berbuah rambutan dan yang satunya lagi ternyata berbuah toge! hehehe.. Barulah kemudian sang empunya pohon bisa mengenali bahwa kedua pohon tersebut berbeda. Poin yang bisa diambil adalah, buah merupakan merupakan jati diri dari pohon agar mudah dikenali.

.

Nah itu kan pohon, sekarang bagaimana dengan kita yang bernama manusia? Meskipun mukanya pasti pada ga sama, tapi secara kasat mata semua manusia terlihat sama. Punya dua kaki, dua tangan, dua mata, dua telinga, satu hidung dan satu mulut. Lalu apa yang membedakan satu manusia dengan manusia lainnya? Berlakukah kata mutiara “pohon dikenal dari buahnya” untuk manusia? Jawabannya iya. Lalu apa “buah” yang dihasilkan manusia  yang bisa menjadi pembeda antara yang satu dengan yang lainnya?

.

Jawabannya adalah karya. Kalau gajah mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang, maka  manusia mati meninggalkan karya. Semakin banyak karya manusia itu dapat bermanfaat bagi orang lain, maka semakin tinggi nilai manusia tersebut, baik di mata manusia lainnya maupun di mata Allah Swt.

.

Nabi Muhammad saw pun telah menjelaskan dalam haditsnya, “Jika Anak Adam meninggal dunia maka terputus segala amalnya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan.” (HR. Muslim)

.

Kalau di dalam hadits di atas, suatu karya bisa diartikan sebagai ilmu yang bermanfaat. Orang bisa berkarya tentunya harus dengan ilmu. Namun sebuah karya tidak bisa diciptakan seperti membalik telapak tangan, tapi merupakan hasil dari sebuah pikiran yang berasal dari akal. Itulah alasan mengapa manusia dikaruniai akal, yaitu untuk digunakan sebaik-baiknya dan melahirkan karya-karya hebat.

.

Makhluk yang berakal tentu saja mampu menghasilkan karya-karya, dan dengan itu dapat menciptakan atau merubah suatu peradaban. Inilah dampak dahsyatnya akal manusia. Semakin baik cara berpikir dan semakin cemerlang gagasan-gagasan yang dihasilkan , maka akan semakin bermutu dan gemilang suatu peradaban manusia.

.

Kemuliaan Akal Manusia

Akal adalah salah satu anugerah Allah Swt yang paling besar kepada manusia, karena itu yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Akal adalah neraca dalam menentukan kebaikan dan keburukan. Keistimewaan inilah yang menyebabkan manusia diberikan tanggung jawab untuk memikul amanah dari Allah Swt yang tidak mampu dipikul oleh langit, bumi, gunung-gunung dan juga lautan.

.

Akal menjadikan manusia mampu untuk berpikir, dan dengan kemampuan itu manusia bisa meningkatkan pencapaian dirinya untuk berbuat yang terbaik di dunia sebagai bekal di kampung akhirat. Al-Quran memberikan kedudukan yang istimewa kepada manusia yang berpikir dan menggunakan akalnya karena berpikir merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam.

.

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Yaa Tuhan kami, tiada lah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 190-191)

.

Selain itu, akal juga menjadi salah satu dari dua sumber ilmu dalam Islam, selain wahyu. Wahyu adalah informasi tentang sesuatu dari  Allah Swt. Wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dalam bentuk Al-Quran dan As-Sunnah. Ciri khas dari wahyu itu pasti mengandung kebenaran mutlak yang tidak perlu didiskusikan lagi keabsahannya. Kewajiban manusia adalah mengerjakannya, dan tidak perlu mempersoalkan kebenaran dan validitasnya. Contohnya, perintah shalat lima waktu. Kita tidak perlu memperdebatkan kenapa harus lima, dan bukan enam, tujuh, atau delapan.

.

Sumber ilmu yang ke-dua adalah akal, dan berbeda dengan wahyu. Akal diatur oleh Allah Swt agar mampu berpikir dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Jadi saat menerima suatu pengetahuan, akal tidak serta merta diam, namun harus memproses dan memikirkannya. Allah Swt pun telah meyiapkan berbagai macam perangkat kasar dan perangkat lunak untuk tujuan tersebut. Ada tiga cara akal menangkap ilmu pengetahuan.

.

Pertama, informasi diterima melalui indera yang berupa penglihatan atau pendengaran, lalu diteruskan ke akal dan diterjemahkan. Misalkan, kita lihat orang makan cabe itu mukanya jadi merah, nah  akal menerjemahkan bahwa orang yang makan cabe itu akan kepedesan seperti cacing kepanasan. Kedua, melalui logika, seperti menerjemahkan bahwa kue yang berjumlah tiga biji itu lebih banyak dibanding dua kue. Ya emang mungkin nenek-nenek juga tau itu.

.

Ketiga, melalui berita yang disampaikan oleh orang lain, dan tergantung kepada kredibilitas narasumbernya. Tugas akal lah untuk menguji kebenaran suatu informasi tersebut dan bukan diterima mentah-mentah doang. Jadi dilihat dulu orang yang jadi sumber beritanya ini kredibel apa enggak, tukang gosip apa enggak, dan bisa dipercaya atau enggak. Selalu lakukan double check, jangan pernah menerima setiap informasi tanpa disaring dan langsung ditelen bulet-bulet kaya bakso hehehe….

.

Makna Berpikir

Islam adalah agama yang mewajibkan setiap pemeluknya untuk belajar atau menuntut ilmu. Al-Qur’an pun berkali-kali menyuruh manusia, khususnya orang beriman, agar banyak berpikir, baik tentang dirinya, lingkungan sekitar, dan alam semesta.

.

Allah Swt telah menjelaskan tentang perbedaan orang-orang yang berpikir dengan yang tidak. “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar [39]: 9)

.

Jadi intinya begini guys, berpikir itu ciri khas manusia yang membedakannya dengan makhluk lain. Coba lihat kucing itu kan ga bisa mikir, makanya dia kalo kawin di sembarang tempat. Tapi untuk manusia, apa iya kita bakalan kawin di sembarang tempat? Ya mungkin sekarang emang ada juga beberapa orang  ‘sakit’ yang seperti itu hehe.. Tapi kalo yang waras ya ga bakalan mau kawin di sembarang tempat.

.

Karena kemampuan berpikir itu juga manusia menjadi makhluk yang dimuliakan oleh Allah Swt. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak keturunan Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra’ [17]: 70).

.

Berpikir juga sebagai kunci untuk mempelajari segala ilmu Allah Swt di dunia ini. Jika kita perhatikan, lima ayat pertama dari Al-Quran yang turun kepada Nabi Muhammad saw pun ada hubungannya dengan berpikir, yaitu tentang kewajiban untuk membaca (iqra’).

.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5)

.

‘Membaca’ secara harfiah bukan hanya membaca Al-Quran atau buku saja, namun lebih jauh dari itu. Membaca bisa diartikan sebagai memikirkan apa yang terjadi di alam semesta ini, memikirkan tentang kehidupan, memikirkan segala fenomena di sekitar, memikirkan tentang hukum sebab-akibat di muka bumi, memikirkan tentang bagaimana mencari ilmu pengtahuan, dsb. Berpikir adalah kunci mutlak untuk membuka cakrawala segala ilmu pengetahuan di muka bumi ini.

.

Berpikir tentang fenomena alam yang ada di langit dan di bumi merupakan cara yang tepat bagi manusia untuk mengenal siapa Sang Maha Pencipta. Sebagaimana kita juga diarahkan untuk memikirkan penciptaan alam semesta dan memikirkan seluruh keteraturan yang hadir di dunia ini sebagai suatu jalan untuk memahami tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

.

Jadi gimana teman-teman, sudah paham kan kalo berpikir itu adalah ciri khas manusia? Karena faktor berpikir juga-lah manusia dibebankan amanah untuk menjadi seorang khalifah di muka bumi ini.  Sebab dengan kemampuan itu, manusia dapat mempelajari dan menyerap segala ilmu pengetahuan.

.

Itulah bentuk penghargaan Allah Swt kepada manusia yang sedemikian besarnya, sampai kepada tingkatan memerintahkan para malaikat dan setan untuk bersujud kepada Adam saat pertama kali diciptakan, dan siapa yang menolak perintah tersebut akan dicap sebagai kaum kafir. Adakah pemuliaan yang melebihi penghargaan yang luar biasa itu? Makanya.. Think!!🙂

.

Majelis Tafakkur

Nah sekarang waktunya ceritaaa. Santai dikit, jangan baca yang berat-berat terus nanti otaknya ngepul hehehe.. Jadi gini, saat liburan kemarin selama 10 hari di Indonesia, saya mendapat undangan talkshow oleh sebuah majelis yang bernama Tafakkur (dalam Bahasa Arab artinya berpikir). Jadi masih ada hubungannya lah ya dengan tulisan ini yang juga tentang berpikir (disambung-sambungin aja hehehe). Tempat acaranya di Setiabudi, Bandung.

.

Tempat acaranya di Setiabudi, Bandung. Saya dijemput di rumah jam 7 pagi  oleh “manager” jadi2an saya yang bernama Bundi Ninik dan juga Tante Genny, dan dari Jakarta langsung meluncur ke Bandung. Dalam rombongan ikut juga ibu saya dan juga editor Buku @NotesFromQatar, Bu Tjandra. Wuuuzzzzz kurang dari 2 jam kita udah sampe Bandung. Saat tiba, saya langsung disambut oleh tuan rumah yang bernama Tante Tami, orangnya ramah dan baik hati.

Perkenalkan, sebelah kanan saya tuan rumah, Tante Tami & anaknya yg lucu.. Sebelah kiri saya, "manager" Bundi Ninik hehe..

.

Setelah itu, saya santai-santai dulu sebentar di ruang tengah dan dipersilahkan untuk sarapan. Saat itu ada juga 2 anak kecil yang minta wawancara. Yaudah saya oke-kan daripada nanti mereka nangis dan lapor ke orang tuanya kan bisa repot hehehe..

Dua wartawan cilik.. Smart kiddos!

.

Setelah wawancara dan sarapan, saya pun memasuki ruangan tempat berlangsungnya acara yang memang sudah sangat ramai. Saat masuk ruangan dan melihat para pesertanya, saya terkaget-kaget karena ternyata semuanya adalah para wanita! Hahaha.. Kurang lebih ada sekitar 150 orang, isinya para ibu-ibu muda dan juga ada anak-anak mudanya.

.

Kalau saya perhatikan dan analisa secara mendalam (agak lebay), sebagian besar dari mereka ini kalo diliat dari tampang sih yaa kira-kira udah pada punya anak 1, atau ada juga yang 2,3,4 dst hehe.. Namun anehnya, mereka ini ga mau dipanggil “Ibu” atau “Mba”, karena katanya masih muda belia! hahaha..

.

Jadi waktu pertama kali saya menyapa mereka, “Assalamu’alaikum Ibu-Ibu semuaa.. apa kabaar??” Seharusnya jawabannya kan kurang lebih seperti ini ya, “Waalaikumsalaam.. Alhamdulillah baikk.. dst dst..” Tapi ini blom sempet dijawab salam saya, langsung pada rusuh dan banyak suara protes berdatangan, “Jangan panggil ibu atuuuhh, panggil teteh ajaaa! Kita ini masih pada muda lhooo!”  Hahahahaa.. Saya bener-bener langsung sakit perut waktu itu.

.

Melihat suasana sudah semakin panas dan khawatir akan diserbu oleh massa, akhirnya saya tenangkan semuanya.. “Baiklah teteh-teteh semuaa.. Mohon maaf jika ada kekeliruan dalam panggilan nama, gelar, dan jabatan..” Setelah itu kondisi massa pun kembali kondusif. Yak baiklah,  berikut suasana talkshow dengan para teteh-teteh Bandung….

.

Setelah berbicara kurang lebih 2 jam dan suara saya udah mau habis, selesai juga akhirnya hehehe.. Di akhir acara saya diberikan banyak sekali bingkisan dan kenang-kenangan dari teteh-teteh bandung yang baik hati. Serasa di acara lamaran aja banyak banget seserahannya hahahaha…

"Surat Cinta" dari teteh-teteh Bandung😀

.

Setelah selesai talkshow, acara kemudian dilanjutkan dengan booksigning @NotesFromQatar yang alhamdulillah laku sebanyak 100++ buku dalam waktu 1 jam.. Mantaappps!😀

Budaya antri.. goood!
Suasana booksigning, agak-agak rusuh ya hehe

.

Dan acara terakhir pada hari itu ditutup dengan foto bersama dan makan siang bersama juga (ini yang paling penting karena perut udah laper).

Finally... It's a wraaaaaaaappppppp!!!

.

Akhirnya, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk teteh-teteh Bandung yang telah mengundang dan memberikan sambutan yang sangat hangat, dan juga untuk tuan rumah yang telah menyediakan makanan-makanan khas Bandung yang sangat enak. Semoga silaturahmi ini bisa terus berjalan, membawa manfaat serta keberkahan di dunia dan akhirat amiiiiin..

.

Regards,

@MuhammadAssad

.

SEKILAS INFO: Bagi teman-teman yang mau beli buku @NotesFromQatar dengan autograph (tanda tangan) langsung dari penulisnya (baca: saya sendiri), silahkan email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan format (nama, jumlahbuku, alamat, hp & twitter). Segera pesan karena stock terbatas!! Thank you! :)


20 thoughts on “Think!

  1. wah bang assad main ke bandung kok gak ada yang kasih info ya? bareng teteh-teteh semua.
    bang walo kita gak beda jauh, tapi saya kagum sama abang yang terus bekarya. doakan saya ya bang biar semangat berkarya nya nular ke saya.

    salam

  2. Nice post, Kak Assad🙂
    cogito, ergo sum!

    *ps: sedikit pengen ketawa waktu lihat foto terakhir yang ‘Finally… It’s a wraaaaaaaappppppp!!!’. Itu kayak udah cowok, di tengah dan dirubung puluhan ibu-ibu Bandung, eh teteh-teteh ding ya hehe.

    salam.

  3. Nice posting Assad…
    Berpikir adalah pelita hati, dengan berpikir dari tidak tahu menjadi tahu, tahu menjadi yakin dan gelap pun menjadi terang…
    Bahkan Allah berfirman manusia yang tidak mau berpikir maka lebih sesat dari binatang ternak (Al Araaf :179)
    Subhanallah….

    Hahaha….. What a beautiful n unforgetable moment with you Assad!
    Salam dan terima kasih dari teteh-teteh Mutiara Tauhid buat Assad😀

  4. as usual..postingannya motivating. thanks sad!
    btw, women do love you ya… itu ibu2 pasti rebutan pgn jadiin elu menantu. kiddin.🙂

    ditunggu postingan selanjutnya. veel geluk!🙂

  5. Assad… jazakallah for the note…
    Paket lengkap tulisan kamu kali ini… Inspiring note indeed plus a lot of photos (kayanya tulisan kamu ini paling banyaaak foto2nyaa hihi…). Para teteh pasti senaang sekali!!

    Just sharing tentang “berpikir”
    Ar Ruum : 24 Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya, Dia memperlihatkan kepadamu kilat untuk (menimbulkan) ketakutan dan harapan, dan Dia menurunkan hujan dari langit, lalu menghidupkan bumi dengan air itu sesudah matinya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang mempergunakan akalnya.

    Semoga kita menjadi umatNya yg selalu berpikir menggunakan akal, sebagai tanda syukur padaNya… Aaamiin..

  6. assalamualaykum wr,wb
    perkenalkan Ibu adalah ibunya teh Egi,dari pengajian teh Tami bandung dan nininnya Rahma yang mewawancara Assad waktu di Bandung. Ibu senang menemukan rajul/anak laki2 yang soleh, cerdas dan berwawasan luas. Teruslah menggali ilmu, tapi mohon kembali ke tanah air untuk memperbaiki bangsa dan negara tercinta Indonesia ya, gabung bersama Anindya Bakrie(anaknya sahabat ibu) dan teman2 generasi muda yang masih mempunyai dedikasi untuk membangun negara ini dengan lebih baik lagi. Salam

    1. Waalaikumsalam ibu… ibu apa teteh manggilnya nih? hehehe… terima kasih untuk doanya yaa… sampaikan salam saya untuk mas anindya bakrie ya, nanti InshaAllah Juni ke Jakarta saya mau ketemu kalo bisa ya..

      1. boleh gabung bersama dengan kakak2 yang punya dedikasi untuk membangun negara.?saya pengen bergabung dengan orang2 hebat, supaya saya bisa jadi orang hebat juga..

  7. alhamdulillah….
    udh bener2 kangen ane ama tulisan2 ente Sad,’n kali ini tulisan ente bener2 menjawab prtanyaan dhati ane brow…
    thanks buat tulisaanya…
    jazzakallah khair….

  8. Hehe jd senyum2 sendiri ni baca n lihat foto2nya.
    Thank’s for this inspiration note…
    Good luck for Assad…(^_^)

  9. assalamualaikum kak assad..

    subhanallah, tulisan kakak kali ini sangat membantu saya yang sedang dirundung masalah..banyak ilmu yang bisa saya dapatkan dari tulisan kakak ini, saya sangat bersyukur kepada Allah karena telah dikenalkan dengan kak assad.

    saya sangat senang kalau kakak mau terus berbagi ilmu dengan semua orang, khususnya saya..hehehe

    oh ya kak,, di foto yang kakak tampilkan di atas foto 3 dan 11 ada kakak saya namanya silva cosina yang pernah saya ceritakan sama kak dulu…hehehhe(promosi)…

    pengen rasanya bisa berjumpa dengan kakak, kira2 bisa gak saya jumpa langsung dengan kakak..?
    terima kasih kak assad yang selalu dilindungi Allah swt…

  10. waaahh Assad ke Bandung…ko ga ada pengumumannya siih??? *T_T sedih* lain kali kalo ke Bandung lagi bikin pengumuman…biar bisa gabung jg hehe…

    BTW tulisannya tetep inspiring, thx u Assad. Keep writing…keep inspiring…

    salam kenal
    ^_^

  11. bismillah…fungsi dari otak kita adalah menyimpan memori. supaya informasi yang telah kita terima dapat disimpan, informasi tersebut harus berjalan dari memori jangka pendek aktif menuju memori jangka panjang. nah memori jangka pendek ini yang menjadi gerbang menuju memori jangka panjang. memori jangka pendek berlaku jika kita belajar sesuatu secara terkondisikan atau di setting. kegiatan ini disebut learning. belajar tanpa setting mengaktifkan memori jangka panjang kita..ini disebut acquisition. subhanallah, betapa otak kita sangat canggih melebihi sebuah komputer….dalam ilmu bahasa yang saya pelajari tentang teori Stephen Krashen (teori tentang leraning dan acquisition) sangat melibatkan otak kita dalam menangkap informasi. apakah informasinya hanya kita dengar satu arah maksudnya masuk kuping kiri keluar kuping kanan ataukah informasi itu tertanam dalam otak sebagai ingatan jangka panjang dan hati kita sebagai pemahaman ….jika kita kaitkan dengan Al-Qur’an dan hadist sebagai pedoman hidup, belajar Al-Qur’an bukanlah pembelajaran yang membutuhkan ingatan jangka pendek…lebih dari itu kita membutuhkan ingatan jangka panjang kita (long-term memory) agar dapar terpatri dalam ingatan dan kalbu kita.kalo tertarik untuk baca teori Stephen Krashen bisa buka di link ini:

    http://www.languageimpact.com/articles/rw/krashenbk.htm

    semoga bermanfaat

    assalamualaikum..

    alhamdulillah, novel yang q pesan udah sampe…belum sempat baca…soalanya jadi rebutan seisi rumah.. oh ya assad, follow me back ya di twitter @dahlya fajar

    semoga q bisa belajar lebih banyak dari assad

    thanks

    dahlya fajar

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s