3H’s: Honest, Humble, Helpful (3-Last Part)

Saudara-saudara se-bangsa dan se-tanah air, edisi @NotesFromQatar hari ini adalah seri terakhir dari kunci sukses 3H’s (Honest, Humble, Helpful). Setelah di dua episode awal saya sudah membahas panjang x lebar x tinggi x depan x belakang tentang Honest dan Humble, sekarang giliran kunci ketiga yang akan saya bahas tuntasss, yaitu Helpful atau suka menolong. Masih inget tagline 3H’s kan? Honest is the best attitude, Humble is the best approach and Helpful is the best investment!


Helpful Is The Best Investment

 

Tulisan ini saya buka dengan sebuah hadits yang telah menjadi inspirasi saya dalam melakukan banyak hal selama ini. Rasulullah saw bersabda, Khairunnas anfa’uhum linnas, yang artinya “Sebaikbaik manusia diantaramu adalah yang paling banyak memberi manfaat bagi orang lain.” (HR. Bukhari Muslim)

 

Dari hadits di atas kita bisa melihat bahwa ternyata derajat kemuliaan seseorang dapat dinilai dari sejauh mana dirinya bermanfaat bagi manusia lainnya. Sungguh beruntung bagi siapapun yang dikaruniai oleh Allah Swt suatu kelebihan dan dengan kelebihan itu dapat dia manfaatkan sebesar-besarnya untuk kebaikan orang banyak.

 

Kategori Manusia

Menurut Emha Ainun Nadjib ada beberapa kategori manusia berdasarkan seberapa besar dirinya bermanfaat bagi orang lain disekitarnya, yaitu manusia wajib, sunnah, mubah, makruh, dan haram. Yuk kita bahas satu persatu.

 

1. Manusia wajib, yaitu seseorang yang kehadirannya sangat dirindukan karena dapat memberikan manfaat bagi orang banyak. Dia dicintai begitu banyak manusia karena kepeduliannya terhadap sekitar dan bisa membawa pengaruh yang baik. Perilaku kesehariannya lebih banyak diisi oleh kebaikan, ucapannya senantiasa didengar, dan lebih banyak berbuat daripada berbicara. Action speaks louder than words. Hasil kerjanya pun terlihat dan bisa menjadi inspirasi banyak orang.

 

Dia suka membantu teman-temannya dan memberikan solusi bagi kesulitan yang dialami oleh orang lain, sehingga wajar jika banyak orang yang menceritakan keluh kesahnya kepada orang tersebut. Hari-harinya tidak lepas dari menjaga tali silaturahmi, baik dengan kawan lama maupun kawan baru. Sikapnya selalu optimis dan penuh semangat, ramah dan supel kepada siapa saja, santun namun tegas, serta penuh kasih sayang tanpa membeda-bedakan manusia.

 

Dengan segala tipikal yang saya sebutkan di atas, sudah sangat wajar jika bahwa siapapun yang berada di dekat tipe manusia wajib ini pasti tercuri hatinya. Kalau orang ini hadir di suatu acara, dengan cepat orang-orang akan berdatangan ke arahnya. Namun jika orang tersebut tidak hadir, maka orang-orang pun akan mempertanyakannya karena merasa kehilangan.

 

Pastinya kita semua mau menjadi manusia wajib kan? Saya pun demikian. Namun ternyata untuk menjadi tipe wajib ini gampang-gampang-susah, karena suatu karakteristik yang baik akan muncul hanya dari kepribadian yang baik pula. Oleh karena itu, perbaiki dulu kepribadian kita agar bisa menjadi tipe manusia wajib.

 

2. Manusia sunah, yaitu seseorang yang keberadaannya cukup bermanfaat bagi sekitar, namun jika dia tidak ada tetap tidak akan berpengaruh banyak. Orang-orang tidak merasakan kehilangan dan juga tidak mencari tahu mengapa dia tidak hadir di tengah-tengah mereka. Berbeda dengan tipe manusia wajib yang keberadaanya bisa mencuri hati orang lain karena sifatnya, maka tipe manusia sunah ini ya normal-normal aja.

 

Tipe orang ini cukup baik, namun mungkin masih perlu ditingkatkan lagi keikhlasannya dalam melakukan amalan sehingga bisa menyentuh hati manusia lainnya. Karena jika kita melakukan suatu perbuatan untuk orang lain dari hati yang tulus, maka akan sampai ke hati orang yang bersangkutan. What comes from the heart, goes to the heart. Seperti halnya jika kita bertemu dengan orang yang berhati tulus, pastilah kita bisa merasakannya dan akan tumbuh kasih sayang diantara keduanya.

 

3. Manusia mubah, yaitu seseorang yang ada ataupun tidak ada kehadirannya, sama-sama tidak memberikan manfaat apapun kepada sekitar, sehingga tidak ada yang terpengaruh dengan kehadiran tipe manusia ini. Misalkan seorang karyawan yang bekerja di suatu kantor. Keberadaannya sebetulnya tidak membawa manfaat bagi kantor tersebut karena dia tidak pernah bisa menyelesaikan masalah yang ada. Tidak ada dia pun kantor itu juga tetap memiliki masalah itu. Inilah tipe manusia mubah. Ada dan tidak adanya tidak membawa manfaat, dan tidak juga membawa mudharat.

 

4. Manusia makruh, yaitu seseorang yang ketidakhadirannya tidak akan membawa pengaruh apa-apa namun jika dia ada malah tidak disenangi karena bisa mendatangkan keburukan. Nah ini udah agak bahaya, karena dengan adanya kehadiran orang ini malah orang menjadi tidak nyaman, mungkin karena sikapnya yang kurang baik. Ciri-ciri manusia ini adalah jika dia datang ke suatu tempat maka orang-orang pasti merasa tidak senang dan rasanya pengen pergi menjauh.

 

Misalkan di sebuah kelas para murid sedang bergembira. Tetapi ketika tau bu guru A yang terkenal sangar akan memasuki kelas tersebut, maka suasana langsung berubah menjadi tegang dan menakutkan. Saat mendengar bunyi sepatu sang guru semakin mendekat, jantung para murid pun seakan berhenti berdetak, dan sewaktu bu guru akan tiba di kelas, seluruh murid sudah siap-siap mau pingsan, dan ternyataaaaaaaa… yang dateng bukan bu guru A yang sangar, melainkan bu guru B yang cantik, manis dan baik hati! Pada ga jadi pingsan deehhh hahahaa..

 

5. Manusia haram, yaitu seseorang yang dengan keberadaannya malah dianggap akan menjadi musibah bagi sekitar dan membawa malapetaka. Ini tipe manusia paling mengerikan dan jangan sampe kita dianggap tipe manusia seperti ini karena justru ketidakberadaan kita yang diharapkan dan disyukuri oleh orang-orang di sekitar kita. Gaswat!!

 

Setelah melihat 5 kategori manusia di atas, ada baiknya kita tanya dulu kepada diri masing-masing nih, kita ini termasuk tipe manusia apa? Apakah kehidupan kita selama puluhan tahun ini sudah cukup banyak memberikan manfaat bagi orang lain atau belum? Adanya kita di masyarakat itu sebagai manusia apa, wajib, sunah, mubah, makhruh, atau bahkan haram? Kalau misalkan kita hadir di suatu acara, teman-teman pada mendekat atau malah menjauh semuanya? Coba lo pada pikirin deh! (gue juga ikut mikir nih hehe)

 

Oke anggaplah sekarang kita semua udah mikir dan nemu jawabannya (simpen dalam hati aja), sekarang waktunya kita harus bertekad bulat untuk sama-sama memperbaiki diri. Kalo masih termasuk dalam kategori haram, ya ubah pelan-pelan biar jadi makruh. Kalo udah di posisi makruh, tingkatkan biar ada di posisi mubah. Kalo udah jadi manusia mubah, harus lebih semangat memperbaiki diri untuk jadi manusia sunnah. Kalo sudah berada di kategori sunnah, tinggal dikit lagi tuh biar bisa di kategori wajib. Terakhir, kalo kalian sudah merasa sebagai manusia wajib, maka saran saya: jangan kepedean!😀

 

Sudah saatnya kita melihat diri masing-masing secara jujur. Makanya kalo nanti bercermin, selain memperhatikan muka tampan/cantik kita, tapi perhatikan juga segala perbuatan yang telah diakukan, dan perbaiki jika masih banyak kekurangan. Tapi sayangnya, banyak orang yang jarang berani jujur kepada diri sendiri. Merasa pintar padahal dodol, merasa kaya padahal miskin, merasa terhormat padahal hina, dst. Padahal, untuk bisa berperilaku baik kepada manusia, modal yang paling utama adalah berlaku jujur kepada diri sendiri.

 

Helpful Is The Best Investment

Islam adalah agama yang senantiasa mengajarkan untuk memberikan manfaat dan maslahat kepada sesama manusia ataupun kepada ciptaan Allah Swt yang lain, seperti binatang dan tumbuhan. Tolong menolong telah menjadi bagian yang tidak dapat dihilangkan dari ajaran Islam karena memang kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendirian tanpa bantuan dari orang lain. Setiap manusia itu berbeda, dan itulah suatu isyarat yang diberikan oleh Allah Swt agar kita saling tolong menolong.

 

Tentunya, hal yang diajarkan Islam adalah tolong menolong dalam kebaikan, dan bukan dalam bentuk hal-hal yang buruk seperti bekerjasama dalam korupsi, mencuri, membobol bank, dsb. Allah Swt dengan tegas berfirman, “Dan tolong-menolong engkau semua atas kebaikan dan ketaqwaan.” (QS. Al-Maidah [5]: 2)

 

Menurut para ahli, perilaku menolong orang lain termasuk ke dalam perilaku jenis “prososial” atau dikenal dengan istilah “altruisme”. Kalo kata Wikipedia, Altruisme adalah perilaku yang dilakukan secara sukarela untuk membantu, melayani, atau memberikan manfaat kepada orang lain bahkan jika perlu dengan mengorbankan kepentingan diri sendiri. Orang-orang ini menolong dengan tulus ikhlas dan tidak mengharapkan keuntungan material ataupun keuntungan sosial lainnya.

 

Perilaku prososial biasanya muncul saat seorang manusia menyadari bahwa ada pihak lain yang mengalami kesulitan. Kebiasaan ini tertanam di dalam diri manusia dan akan muncul secara otomatis saat melihat seseorang yang membutuhkan bantuan. Lalu, apa gunanya menolong orang lain? Salah satunya adalah dapat membuat pelakunya merasa lebih baik, karena merasa telah menjalankan sebagian dari tanggung jawab sosial sebagai anggota masyarakat. Misalkan kita menolong tetangga yang masuk rumah sakit, maka akan ada suatu perasaan senang dan berguna saat bisa menolong tetangga tersebut.

 

Selain itu, manfaat dari menolong orang lain adalah sebenarnya kita telah berinvestasi untuk menolong diri kita sendiri suatu saat nanti. Karena setiap perbuatan yang kita lakukan, baik ataupun buruk, nantinya akan kembali lagi ke diri masing-masing. Allah Swt bersabda, “Jika kamu berbuat baik (berarti) kamu berbuat baik untuk dirimu sendiri dan jika kamu berbuat jahat maka kejahatan itu juga untuk dirimu sendiri…” (QS. Al-Isra [17]: 7)

 

Makanya mengapa, jika kita suka menolong orang, jangan khawatir bos, suatu saat nanti pasti kita yang ditolong orang lain. Bisa saja kita akan ditolong oleh orang yang pernah kita tolong, atau mungkin akan ditolong oleh orang lain. Ini kan hukum alam. Kadang kita di atas kadang di bawah. Kadang kita menolong orang dan kadang kita yang ditolong. Jadi yakinlah bahwa menolong orang lain adalah suatu investasi yang sangat baik dan nanti akan kita petik hasilnya.

 

Lalu yang terpenting adalah, jika kita telah memberikan manfaat bagi orang lain, jangan berharap pamrih sedikitpun atas kebaikan kita. Berikan saja dengan tulus ikhlas, masalah balasannya biar Allah Swt yang ngatur. Jadi kalau investasi kita tidak dibalas di dunia, maka sudah PASTI akan dibalas di akhirat. Yakinlah bahwa tidak ada perbuatan yang sia-sia, sekecil apapun perbuatan baik pasti ada ganjarannya, dan begitu juga dengan perbuatan yang jahat.

 

Hal ini telah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan mendapat balasannya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah pun, niscaya dia akan mendapat balasannya.” (QS. Al-Zalzalah [99]: 7-8)

 

Setiap Orang Bisa Memberikan Manfaat

Hakikat hidup adalah untuk memberi sebanyak-banyaknya dan bukan untuk menerima sebanyak-banyaknya. Banyak orang yang tidak memahami, bahwa sebenarnya dengan semakin banyak memberi, maka semakin banyak kita akan menerima. Ini adalah hukum alam. The more you give, the more you receive. Hidup pun akan terasa jauh lebih bermakna manakala kita mampu memberikan manfaat bagi orang lain.

 

Namun banyak orang yang berpikir bahwa hidup hanya untuk kepentingan dirinya sendiri. Prinsip gue-gue-lo-lo yang digunakan. Tentu saja memikirkan diri sendiri itu baik, karena jangan sampai juga sangat perduli dengan nasib orang lain tapi diri sendiri malah tidak terurus dan berantakan.

 

Jangan sampai kehidupan yang hanya sekali ini sia-sia, tidak bermakna, dan di akhir hidup orang-orang tidak sedih dengan kepergian kita. Tapi jadikan hidup sebagai ladang amal untuk menebar benih kebaikan sebanyak-banyaknya, dan nanti saat waktunya kita harus meninggalkan dunia ini, orang-orang akan bersedih karena kehilangan seseorang yang mereka cintai.

 

Tebarkanlah manfaat sekecil apapun, dan setiap orang bisa memberikan manfaat bagi sekitar. Saya ulangi, setiap orang dari kita bisa memberikan manfaat bagi sekitar. Jadi bohong kalo ada yang bilang bahwa dirinya ga bisa ngasih apa-apa ke orang lain.

 

Mungkin dari kita ada yang pernah berpikir seperti ini, “Saya tidak punya apa-apa, manfaat apa yang bisa saya berikan?”

 

Guys, kalimat di atas adalah mindset yang salah, karena ketika kita berpikir tidak punya apa-apa dan tak mampu memberikan manfaat, itu bener-bener bisa kejadian! Karena otak akan selalu memproses apa yang masuk ke dalam pikiran dan tidak bisa membedakan mana yang benar dan yang salah. If you think you can do it, then you can; but if you think you can’t, you’re right also!

 

Ubahlah pemikiran tersebut. Setiap orang pasti punya nilai lebih, apapun itu bentuknya. Jangan mengira bahwa orang yang bisa memberikan manfaat itu hanyalah orang kaya yang memiliki uang. Memiliki uang memang itu salah satu cara untuk memberikan manfaat bagi orang lain, tapi itu cuma salah satu dari banyak cara. Uang bukan hal yang utama dalam berbagi manfaat. Kita masih bisa memberikan manfaat dalam bentuk ilmu, tenaga, waktu, pikiran, dsb.

 

Contoh mudahnya adalah memberikan manfaat dalam bentuk waktu. Semua dari kita dikasih waktu yang sama, 24 jam dalam sehari. Nah coba deh sisihin waktu kita pergi sekali-kali ke panti asuhan atau panti jompo gitu, temenin deh tuh anak-anak yatim atau orang-orang jompo hanya sekedar untuk ngobrol dan mereka tertawa. Dijamin mereka pasti pada seneng!

 

Contoh lainnya, misalkan seorang dokter dapat menolong pasiennya yang miskin dengan memberikan obat tanpa harus bayar. Seorang rektor bisa memberikan bantuan kepada mahasiswanya dengan memberikan surat rekomendasi untuk mendaftar beasiswa. Seorang penyanyi bisa memberikan bantuan menyumbangkan suaranya di acara ulang tahun sahabatnya.

 

Seseorang yang paling miskin di dunia pun tetap bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Lho apakah itu? Ya mudah saja, selalu berikan senyuman yang paling manis kepada setiap orang yang ditemuinya. Karena bisa jadi, ada seseorang yang sedang pusing atau kesal lalu melihat ada orang yang tersenyum manis, itu bisa menjadi obat yang sangat mujarab bagi dirinya. Orang miskin itu pun akan mendapat pahala karena meringankan beban hidup orang lain.

 

Penutup

Akhirnya, mari kita tanyakan kepada diri masing-masing, sudahkah kita menjadi manusia yang bermanfaat bagi orang lain? Inil harus ditanyakan setiap hari agar memotivasi diri untuk lebih baik dari hari ke hari dan menjadi pribadi yang beruntung, seperti sebuah ungkapan…

 

“Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari kemarin maka dia termasuk orang yang beruntung; yang hari ini sama seperti kemarin  maka dia termasuk orang yang merugi; dan yang hari ini lebih buruk dari kemarin maka dia termasuk orang yang celaka.”

 

Kalau setiap manusia itu diibaratkan sebagai suatu benda nih ya, semakin tinggi nilai manfaat suatu benda maka semakin berharga benda tersebut untuk dimiliki dan kita akan merasa kehilangan jika benda itu hilang. Begitu juga manusia, semakin tinggi nilai manfaat dirinya bagi orang lain maka akan semakin bernilai dirinya bagi manusia yang lain.

 

Betapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, ia bagai cahaya matahari yang menyinari kegelapan, menjadikannya tumbuh benih-benih, bermekarannya tunas-tunas, merekahnya bunga-bunga di taman, hingga menggerakkan berputarnya roda kehidupan.

 

Semoga kita semua bisa menjadi pribadi yang memiliki banyak manfaat bagi masyarakat banyak, entah itu dalam lingkup yang paling kecil yaitu dalam sebuah keluarga sampai lingkup yang besar yaitu ummat, bangsa dan negara. Amiiiin ya Rabbal ‘alamiiin

 

Always being helpful, as it is the best investment!! Have a good Friday!!!🙂

 

Best regards,

@MuhammadAssad

 

SEKILAS INFO: Bagi teman-teman yang mau beli buku @NotesFromQatar dengan autograph (tanda tangan) langsung dari penulis, silahkan email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan format (nama, jumlahbuku, alamat, hp & twitter). Thanks a bunch!🙂

29 thoughts on “3H’s: Honest, Humble, Helpful (3-Last Part)

  1. Akhirnya dibahas juga H yg ke 3..Helpful..oia berdoa aj itu helpful jg kan..thx u ats note nya..sukses bwt Assad..wassalam🙂

  2. Assalamualaikum,
    Yups setuju banget mas, tapi di zaman yg serba hi tech ini ada juga lho, manusia abu2, bisa terlihat sebagai manusia wajib tapi di satu sisi terlihat manusia haram, mudah2an kita semua diarahkan menjadi manusia wajib, amin ya Rabb..🙂

  3. Asslamau’alykum..

    Yes, #NFQ hadir lagi🙂
    Kok tanggalnya 31March Ssad?

    Di dunia kerja, sy pernah baca Aa’ Gym juga mengkategorikan pekerja dlm 5 golongan ini (Halal, Sunah, Mubah, makruh & Haram), pengertiannya ya sama seperti diatas.

    Helpful is investment, investasi menuju surga Ilahi. amin
    Terimakasih Assad atas #NFQ nya,pemicu semangat dan peletup ikhtiar.

    Salam,
    @Nuy_3n

  4. assalamualaikum…

    wah akhirnya saya bisa baca lagi tulisan kak assad..
    rasanya lama banget tunggu untuk minggu depan…pengen rasanya jadi pengomentar pertama di tulisan ini,.,

    tulisan yang kali ini membuat saya menjadi membuat semua orang tidak ragu-ragu lagi untuk berbuat baik kepada semua orang.

    bahkan dalam sebuah ayat, diberitahukan bahwa wanita hina yang memberi minum kepada seekor anjing jha masuk surga gimana lagi kita yang yakin akan dibalas kebaikannya oleh Allah….

    semoga semua orang bisa menjadi orang bisa membawa banyak manfaat untuk banyak orang…seperti kak assad yang super, duper banyak memberikan pengalamannya…

    btw.. kakak masuk dalam golongan apa neh, biar kita termotivasi gitu..?dijawab ya kak..hehehhe

    salam
    reza hani

  5. Doain orang termasuk jg helpful kan kak? kdang saat liat orang tua/orang susah kdang reflek langsung doain….

    selain bca blog ini, twitter kakak jg sering menginspirasi banget…7

  6. Selalu dan selaluu tulisannya mantaapppp..sama bombastisnya kaya tulisan Honest dan Humble..
    “Helpful is the best investment!” Setujuuuuuu banget hehe..

    Tadi siang baru sempet baca tulisan ini tapi krn keburu-buru belum sempet bener2 menghayati hehe..nahh sekaraaang pas banget nih waktunya lg merenung, baca tulisan ini pelan2 daannn..jegeerrr..pengen nangiiss.. (Kenapa ya tulisan-tulisan kamu tuh selalu bisa bikin orang nangis hehe :D)

    “Sebaik-baik manusia adalah yg bisa bermanfaat bagi orang banyak”

    Kalo ngaca diri sendiri masih jauuuhhh bangett dari kategori manusia wajib..boro-boro masuk kategori wajib, masuk kategori sunnah aja belum tentu..hiks (*langsung berdo’a khusyuk semoga suatu saat bs masuk kategori manusia wajib..amiinn..hehe)

    Makaassiiiihhh banyak ya tulisannya udah ngingetin kita semua buat selalu berbuat baik dan memberikan manfaat yg sebanyak2nya sama orang lain..

    Oh ya, menurut aku ya, kalo diliat2 kamu itu sihh udah termasuk manusia wajib lohh hehe..krn km sudah bs memberikan banyak manfaat buat orang banyak, termasuk lewat tulisan-tulisan kamu juga hehe..meskipun kamu sudah termasuk kategori manusia wajib, keep humble ya dear dan semoga kamu semakin bisa memberikan banyak manfaat lagi buat orang lain..

    Ditunggu tulisaan selanjutnya hehe..semangatt and have a good day🙂

  7. ASsalamualaikum..
    saya senang sekali bisa berkomentar tulisan yang bagus ini…
    dan ingin menjadi komentator setia NFQ’s

    cerita kali ini benar2 bagus…saya sangat suka dengan isinya…isi yang terkandung di dalamnya mengajak kita semua untuk tidak segan2 berbuat baik kepada orang lain…

    seperti cerita yang saya dengar perempuan hina yang memberi minum anjing ja bisa masuk surga apa lagi, kita manusia yang udah ada ilmu…

    btw..kak assad termasuk golongan mana neh kak/…?hehehhe

  8. Wahhh, tulisannya Menarik sekali, dengan bahasa yang sederhana namun mengena..

    oia, Trimakasih udh mau sharing di Rotaract hari ini..

    مع النجاح في كل أمرك يا أساد

  9. what a nice post!

    sempat tertohok membaca kategorisasi manusia yg disebutkan.. jangan2 saya termasuk yg ke-4 atau bahkan ke-5.. naudzubillah.. semoga bisa terus memperbaiki diri..

    oya, saya sudah baca buku NFQ.. bagus sekali bukunya, tulisan2nya ringan, tidak terkesan menggurui, namun sangat menyentuh..

    keep on writing.. ditunggu jilid2 berikutnya…

  10. aslkm,…

    good lesson againt….

    sad, gmana yang ngisi pengajian itu ? shearingnya memuat tentang perjalann hidup ente, yg syarat amazing moment dng sedekah modal utamanya…. dtunggu reply kbr di email ane (al_ruther02@yahoo.com)…

    kawan2 sdh menunggu kbr dari ente… jaz khoir ats perhatiannya

  11. Assalamu’alaikum…
    mohon ijin mengutip beberapa bagian dari tulisannya buat ditemplel distatus Facebook,Twitter and YM,kali aja bisa menginspirasi saudara2ku yg lain…hehehe
    salam kenal saudaraku,keep istiqomah….

  12. *Koreksi diri ach*

    jadi adem bacanya… makin berfikir & sangat ingin mulai melakukan.. untuk berbenah diri

    Aku pasti bisa & kita semua pasti bisa…

    thkss bro Assad…

  13. Assalamu’alaikum wr.wb.

    Adakah buku ini terbit dalam bahasa Inggris juga? Ingin sekali berbagi buku yg penuh makna ini dengan anak2 saya yang kebetulan bahasa Indonesianya masih sangat terbatas.

    Mohon infonya apabila ada terjemahan dalam bahasa Inggris.

    Terimakasih.

  14. postingan minggu ini kok ………. ga’ ada mas assad……… di tunggu postingan barunya………

    mantap mas assad d acara tv One (damai indonesiaku) ….

  15. Thumbs up, Assad🙂
    Senang membaca pemikiran Anda, semoga kebaikan yang Anda tebarkan membantu menaikkan nilai kita semua untuk menjadi manusia yang lebih baik setiap harinya.

  16. Salam!

    1. Saya baca story antum dalam Myjakarta @ thejakartaglobe…inspiring…

    2. Oh ya…pada posting sdr di atas, ada dinaqalkan sepotong hadis …khairunnas anfa’uhum linnas….saya ada terjumpa yang ia adalah hadis daripada Imam at-Tabrani dan dikategorikan sahih oleh Syeikh al-Albani…yang mana sebetulnya ya?

    3. I/Allah pd 2 – 5 Julai ini saya akan ke Jakarta Book Fest…apa buku sdr akan ada dijual di sana nanti?

    Salam dari saya di Kuala Lumpur

  17. Subhanallah Great post kak!
    jadi tergerak buat lebih memperbaiki diri. kalau mau merubah dunia, mulailah merubah diri sendiri
    thank you for sharing😀

  18. asslm wr wb alhamdulillah hr bgni dizaman spt sekarang dmn orang-orang tidak lagi saling mempedulikan pendapat orang lain n byk diselesaikan dgn cara kekerasan akhirnya ada tulisan yg bs membangkitkan semangat kebersamaan dan komunikasi diantara sesama,dan saling bertoleran menciptakan manfaat untuk seluruh umat manusia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s