Sedekah Membawa Berkah!

Shabaahal khair!! How are you doing guys?? Lagi pada lemes apa semangat nih? Harus selalu semangat doong! Yak, seperti biasa setiap Jumat saya akan menulis @NotesFromQatar. Seharusnya hari ini saya melanjutkan pembahasan mengenai 3H’s (Honest, Humble, Helpful) untuk topik Helpful. Tapi ditunda sampai minggu depan ya karena sekarang  saya punya cerita yang ok banget! Takut lupa kalo kelamaan disimpen di otak, jadi harus segera ditulis hehehe..

 

Kali ini, saya ingin kembali berbagi sebuah pengalaman yang menarik dan menyenangkan, dan hal itu bisa terjadi, lagi lagi karena dampak dari bersedekah! Makanya judulnya pun “Sedekah Membawa Berkah!” Rasanya, dalam tulisan-tulisan @NotesFromQatar, topik mengenai sedekah adalah yang paling sering saya bahas, diantaranya “Dahsyatnya Bersedekah!”, “Business Class for Free!”, “A Support That Keeps Me Going”, dst.

 

Saya berulang kali terus menganjurkan teman-teman untuk bersedekah karena memang saya sendiri sudah sering merasakan manfaatnya. Sejak mulai rutin bersedekah beberapa tahun  yang lalu dan kemudian membandingkan kehidupan saya sekarang dengan yang dulu, saya merasakan kehidupan sekarang lebih baik dari hari ke hari, dan rezeki pun semakin bertambah. Hal ini sesuai dengan janji Allah Swt yang akan selalu melipatgandakan balasan bagi orang-orang yang bersedekah.

.

“Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah suatu pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah [2] : 245)

.

Kembali ke laptop. Jadi ceritanya hari Senin kemarin (21 Maret 2011), Pak Jusuf Kalla beserta rombongan datang ke Qatar. Mereka tiba di Doha International Airport sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. Kemudian sekitar jam 9, salah seorang rombongan ada yang menelpon dan meminta saya datang ke hotel tempat Pak JK menginap pada pukul 10.30 am, karena jam 11 akan berangkat ke Qatar Red Crescent (semacam PMI Qatar) untuk menghadiri undangan makan siang. Karena hari itu lagi ga ada kelas, yaudah saya putuskan untuk pergi kesana.

.

Saya pun langsung mandi dan bersiap-siap. Saat mau berangkat keluar dari apartemen, seperti biasa saya bersedekah terlebih dahulu, dengan doa dan harapan semoga hari ini menyenangkan, penuh rezeki dan keberkahan, serta dihindarkan dari berbagai bencana. Kenapa saya bersedekah? Ya karena sedekah itu sangat powerful dan sudah jelas memiliki banyak keutamaan seperti memanjangkan umur, memudahkan rezeki, menyembuhkan penyakit, menghindarkan bencana, memberikan solusi untuk kesulitan hidup, dsb.

 

Sedekah merupakan salah satu amalan utama dalam Islam, dan kalau saja manusia tahu, sebenarnya kita-lah yang membutuhkan sedekah, bukan orang yang kita sedekahkan, apalagi Allah Swt. Kita ga sedekah pun, Allah tetap Maha Kaya dan Maha Perkasa, ga akan berpengaruh sedikitpun! Jadi jangan pernah berpikiran kalo bersedekah maka kita yang rugi karena duit berkurang. Jangan salah, justru dengan bersedekah, rezeki kita PASTI akan kembali dalam berbagai bentuk dan sangattt banyak! Seperti hadits Rasulullah saw, ”Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan terus bertambah.”


Aneh memang, logikanya sesuatu yang dikeluarkan kan pasti berkurang, seperti kita punya permen 10, kita kasihin 1 biji ke pengemis, ya sisa 9! Tapi ternyata dalam sedekah itu beda, karena matematika yang dipakai untuk bersedekah itu beda dengan matematika normal. Kalo matematika normal, 10-1 itu hasilnya 9. Tapi kalo pake matematika sedekah, 10-1 itu jadinya 19! Lho ajaib amat? Iya, karena 1 yang kita sedekahkan itu (minimal) berlipat ganda menjadi 10!

 

Hal ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an bahwa segala amal perbuatan baik (termasuk bersedekah) akan diganjar minimal 10 kali lipat.Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikitpun tidak dirugikan (dizalimi).” (QS. Al-An’am [6]:160)

 

Kalo ada minimal, berarti ada maksimal dong? Tentu! Maksimalnya itu tidak tak terbatas, tergantung Allah Swt aja mau ngasihnya berapa. Dalam Al-Quran, ada satu ayat yang menyebutkan bahwa balasannya bisa berlipat hingga 700x lipat! “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran).” (Al-Baqarah [2] : 261)

 

Karena dampaknya yang sangat hebat itulah, makanya setiap hari saya selalu mencoba untuk bersedekah, walaupun hanya sedikit. Tapi gapapa, karena Allah Swt menyukai suatu amalan baik yang dikerjakan secara kontinyu (istiqomah), meskipun hanya sedikit. Biar sedekah sedikit asal rutin lebih baik dibanding sedekah sedikit tapi ga rutin, dan tentunya yang paling baik adalah sedekah banyak dan rutin (ya iyalah, nenek-nenek juga tau).

 

Bismillahirrahmaanirrahiim, saya masukin QR 20 alias sekitar 50 ribu perak ke kotak sedekah yang memang saya sediakan di dekat pintu keluar kamar. Untuk di Qatar ini, saya memakai cara bersedekah seperti itu, yaitu dikumpulkan dulu sampai satu minggu, dan di akhir Minggu saya ambil uang yang ada di kotak itu dan dimasukkan ke kotak amal yang ada di masjid atau membeli charity coupon yang ada di mall-mall yang nanti uangnya disalurkan untuk orang-orang fakir miskin.

 

Tidak lama, sekitar 15 menit, saya pun tiba di hotel. Di lobby  sudah ramai berkumpul orang-orang dan saya langsung bergabung untuk ikutan nyantai-nyantai dulu kaya di pantai…

@ JW Marriott Hotel, Doha

Setelah santai-santai selama 15 menit, kita pun berangkat menuju markas Qatar Red Crescent dengan 3 mobil yang telah disiapkan KBRI Doha.

 

Berkah Ke-1: Leadership Ala JK

Dalam perjalanan menuju Qatar Red Crescent, saya cukup sering mengamati gerak-gerik Pak JK karena ingin banyak belajar dari beliau. Saya rasa cara belajar paling mudah dari seseorang itu adalah melihat dan mengamati langsung apa yang orang tersebut lakukan sehari-hari, dan bukan hanya dari perkataan. Karena apa yang kita lihat itu biasanya lebih mudah dipelajari karena bisa melihat langsung buktinya dibanding hanya mendengarkan tanpa ada bukti.

 

Setelah sampai di markas Red Crescent, Pak JK disambut oleh tuan rumah (Sekjen Red Crescent) dan pertemuan terlihat sangat akrab seperti bertemu dengan kawan lama. Bagi yang penasaran, seperti ini suasana pertemuannya.

Pak JK bertemu dengan Sekjen Qatar Red Crescent
Suasana pertemuan yang hangat dan akrab
Bersama mentor, Pak Rahmat Gobel

 

Sudah 30 menit waktu berjalan, dan rasanya tidak ada yang spesial (mungkin karena saya lagi laper, jadi berharap ngobrolnya cepat selesai hehe..) Setelah ngobrol sekitar 30 menit, tuan rumah pun memberikan kode bahwa tiba waktunya makan. Kemudian terlihat beberapa orang menyiapkan makanan di atas karpet, yang berarti kita makannya sambil duduk ngemper. Salah seorang dari rombongan sambil bercanda bilang, “Waduh susah nih makan sambil ngemper, tapi terserah komandan (Pak JK) aja deh, gw ngikut aja!”

 

Setelah dipersilahkan makan oleh tuan rumah, lalu Pak JK bilang kepada kita semua, “Ok kita makan dibawah!” Langsung beliau buka jasnya dan menggulung lengan kemejanya, yang menandakan, “I am ready to eat!” Para rombongan langsung melakukan hal yang sama, dan saya pun juga demikian, dan mungkin saya yang paling cepet gulung lengan kemeja karena sudah lapar hahaha.. Tuan rumah menghidangkan satu piring super duper besar extra large dengan menu utama KAMBING seperti inii..

Menu makan siang ala Timur Tengah.. Siap untuk disikat!

 

Kita semua pun duduk dan bersiap-siap menyantap makanan. Setiap orang disediakan piring kecil berisi salad, segelas juice dan juga susu. Selain itu disediakan juga piring besar, seperti yang dipegang oleh Bapak Aksa Mahmud dalam foto di bawah ini.

Bersiap-siap menyantap makanan
Mulai menyantap makanan

Ada hal yang menarik di sini dan membuat saya cukup berkesan. Seperti yang terlihat dalam gambar, setiap orang disediakan piring kecil yang penuh berisi sayur-sayuran dan juga piring besar yang biasa digunakan untuk makan. Semua orang, termasuk saya pribadi, memakai piring besar karena lebih memudahkan untuk makan, bisa buat naro nasi dan daging kambing.

 

Tapi kalau kita lihat di gambar atas, Pak JK tidak memakai pakai piring besar untuk makan, melainkan langsung mengambil dari nampan dan dimasukkan ke dalam mulut. Melihat itu saya sempet bingung, kenapa ya? Bukannya lebih susah makan seperti itu? Ternyata setelah saya perhatikan (bisa terlihat di gambar juga), tuan rumah tidak memakai piring besar. Feeling saya, apa karena ini beliau ga mau make piring besar ya?

 

Saya pun iseng dan kembali menawarkan piring besar kepada Pak JK biar makannya lebih enak. Saya tawarin sampe 3 kali beliau tetap tidak mau, dan akhirnya keluar juga jawabannya yang ternyata memang seperti apa yang saya pikirkan, “Tuan rumah tidak pakai piring, saya harus menghormati beliau, jadi tidak perlu pake piring juga. It’s ok Assad.”

 

Dalam hati saya berkata bahwa Pak JK ini memang seorang pemimpin, karena hal-hal sekecil itu pun diperhatikan oleh beliau. Luar biasa, saya sendiri ga kepikiran. Saya pun belajar tentang kepemimpinan langsung dari Pak JK, dimana sebagai seorang pemimpin harus pandai melihat situasi dan belajar berempati. Saat tuan rumah tidak memakai piring, maka sudah selayaknya kita mengikuti cara makannya sebagai penghormatan.

 

Setelah kurang lebih setengah jam kita makan, sang kambing pun telah berhasil dikuliti secara sempurna oleh kebringasan orang-orang yang kelaparan.. Begini lah hasilnya, sangat berbeda dari foto sebelum disikat bukan? Hahahaa..

Sang kambing yang menjadi korban keganasan manusia

 

Alhamdulillah, selain kenyang, saya juga mendapatkan berkah pertama, yaitu bisa belajar langsung tentang kepemimpinan dari Pak JK. Kita pun melanjutkan perjalanan menuju tempat berikutnya.

 

Berkah Ke-2: Peluang Bisnis

Salah satu alasan saya bersemangat untuk menemani Pak JK dan rombongan selama berada di Qatar adalah karena silaturahmi itu penting. Bersilaturahmi itu maknanya luas, seperti menjalin hubungan dengan orang yang baru ataupun mempererat hubungan yang sudah ada, atau istilah gaulnya keep in touch. Saya ingin bersilaturahmi dengan Pak JK dan juga rombongan karena ada beberapa yang belum saya kenal. Silaturahmi itu penting banget guys, karena manfaatnya banyaaaak sekali. Salah satunya terdapat dalam hadits Rasulullah saw, “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)

 

Di dalam salah satu rombongan ada seorang pengusaha nasional yang mungkin banyak dari kita pasti sudah mengenal, yaitu Bapak Rahmat Gobel. Beliau adalah salah seorang yang saya anggap sebagai mentor dalam berbisnis. Kita sudah beberapa kali ketemu tapi baru kemarin ngobrol agak lama karena memang waktunya memungkinkan. Jadi sewaktu di markas Qatar Red Crescent, Pak Rahmat Gobel ngajak saya untuk nemenin dia nyari baju, “Sad nanti sore abis dari KBRI temenin gw ke Villagio ya cari baju, baju gw abis nih!” Saya jawab “Oke bos!” FYI, Villagio itu nama salah satu mall paling bagus di Qatar.

 

Lalu sore harinya saat acara dari KBRI selesai dan acara kosong sebelum undangan makan malam harinya, saya dan Pak Gobel pun pergi ke Villagio diantar oleh seorang staf KBRI. Dalam perjalanan, saya banyak mendapat ilmu bisnis dari Pak Gobel, salah satunya dia bilang, “Sad, kalo lo mau jadi pengusaha, lo harus bener-bener dari bawah dulu. Gue dulu kerja di pabrik, sempet digebukin juga. Nah gitu tuh baru mantep kalo lo mau jadi pengusaha!” Saya menjawab, “Setuju, memang harus dari bawah karena memang semua itu berproses. Tapi kalo digebukin sih gue ga mau!” Pak Gobel pun ketawa, “Hahaha..”

 

Pembicaraan di mobil itu pun semakin menarik karena banyak hal yang kita obrolkan, dari yang ringan sampai ke urusan bisnis. Nah waktu berbicara tentang masalah bisnis, tiba-tiba muncul ide segar dari Pak Gobel, dan saya juga merasa memang itu ide yang sangat bagus, karena prospeknya sangat menjanjikan! Ide dari Pak Gobel ini sangat brilian, dan dia menantang saya untuk merealisasikannya. Saya pun sudah mengatakan, “InshaAllah siap bos!” Yak, inilah berkah kedua dari bersedekah, yaitu saya bisa belajar bisnis dari pakarnya langsung dan membuka satu lagi pintu rezeki.

 

Berkah 3: Rezeki Kontan 210x Lipat

Singkat cerita kita sudah sampai di Villagio dan langsung ke toko baju favorit Pak Gobel (nama toko saya rahasiakan, nanti dibilang promosi lagi hehe). Waktu di mobil sih dia bilangnya mau beli 1 aja katanya, tapi karena mungkin bajunya bagus-bagus, dia jadinya beli 3. Saya juga tadinya mau beli baju, tapi berhubung ga ada yang cocok, akhirnya ga jadi. Tunggu dulu, maksudnya ga cocok itu bukan modelnya, karena disana itu keren-keren semua. Tapi yang saya maksud adalah harganya ga cocok dengan isi dompet saya hahahaa…

 

Tapi memang Allah itu Maha Mendengar ya. Mungkin Dia mendengar curahan isi hati saya, karena tiba-tiba Pak Gobel bilang ke saya, “Bos, lo pilih lah jaket ato jas gitu, biar ada kenang-kenangan dari gw.” Awalnya saya tolak karena ga enak, “Gausah Bos, udah santai ajaa..” Tapi dia tetep maksa harus milih. Trus saya pikir yaudah lah ya daripada ribut di toko kan ga enak, lagian kata orang tua kan nolak rejeki itu ga baek hehehe..

 

Akhirnya saya bilang, “Yaudah lo aja yang milih jas nya bos, gw ngikut aja.” Kemudian dia muterin satu toko tapi ga ketemu juga, sampe dia bilang, “Ahhh pusing gue, udah lo pilih aja sendiri!” hahahaa.. Yaudah setelah muter-muter, saya melihat dari kejauhan ada jas keren warna coklat kayu gitu, trus saya bilang ke beliau, “Kalo jas yang itu aja gimana Bos? Ok ga?” Pak Gobel menjawab, “Iya cocok bener tuh jas itu kalo lo yang make, ambil lah!” Oke dehhh, langsung bungkusssss…

 

Seperti inilah bentuk jasnya, I like the colour!
Shopping is done

 

Waktu keluar dari toko itu saya iseng aja lihat harganya, dan kaget banget! Rasanya ini adalah jas termahal yang pernah saya punya hehehe.. harganya adalah QR 4,200 atau sekitar Rp 11 juta! Subhanallah.. I am so grateful.. Sedekah saya tadi pagi langsung dibayar kontan sore harinya! Kalo dalam investasi, ini ibarat modal udah dibalikin plus profit ratusan persen! Manaa adaaa model investasi seperti ini di dunia??? Kalo ada bilang sama saya, nanti saya yang pertama kali daftar jadi investor. Makanya investasi yang paling nikmat itu ya sama Allah Swt, pasti ada hasilnya, dan semakin bertambah!

 

Coba bayangkan, pagi tadi saya bersedekah “hanya” 20 QR, tapi di sore harinya Allah Swt langsung ganti 4,200 QR atau 210 kali lipat! Can you imagine that?? Janji Allah memang pasti, bahwa semakin banyak kita bersedekah, semakin banyak lagi rezeki yang akan kita dapatkan. Karena memang hukum alamnya memang seperti itu, kita harus memberi dulu sebelum mendapatkan, dan semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita menerima. Benar lah janji Allah Swt di Surat Al-An’am (QS. 6:160) dan Surat Al-Baqarah (QS 2:261) yang saya tulis di atas. Masih ada yang meragukannya?

 

Inilah berkah ke-3 dari Allah pada hari itu, yaitu rezeki yang diberikan dalam bentuk jas melalui Pak Rahmat Gobel. Terima kasih Pak Gobel, jazakallah khair! Dan akhirnya kalau saya mau hitung-hitung, nilai dari sedekah yang dikeluarkan tadi pagi itu dibalas lebih dari 210 kali lipat, karena saya mendapatkan 3 keberkahan pada hari itu, dan itu nilainya tidak bisa dibandingkan dengan uang. Hal-hal seperti ini memang tidak bisa dihitung dengan matematika normal.

 

Setelah selesai belanja, kita pun kembali ke hotel dan hari itu pun ditutup dengan jamuan makan malam oleh salah satu perusahaan pemerintah Qatar. Judulnya, Seafood for dinner! It’s so scrumptious! Bon appetite! 🙂

Dinner time is about to ready
These are just appetizer.. Yes, this long!
With my good friend Ali Mutawa
My seafood platter.. Sikaattt!
Restaurant manager asked Pak JK to sign & give some comments

Sekian tulisan saya kali ini… Jadi gimana, apa masih ada yang ragu dengan dahsyatnya sedekahh???🙂

 

Best regards,

@MuhammadAssad

 

nb: Bagi yang mau beli buku @NotesFromQatar dengan autograph (tanda tangan) langsungdari penulis, silahkan email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan format nama_jumlahbuku_alamat_hp_twitter. Thank you!🙂

 

70 thoughts on “Sedekah Membawa Berkah!

  1. Subhanallah…benar2 byk ya manfaat bersedekah…sejak baca NFQ gw jd semakin berusaha utk bersedekah lebih byk lgi..trims atas note and motivasinya..wassalammu’alaikum🙂

  2. Wooow..so inspiring..:)
    Alhamdulillah tahu blog yg punya bahan bacaan ga cm nambah bacaan tp juga menambah ilmu agama🙂
    Keep writing😀

  3. Assalamu’alaikum

    kak Assad..

    aku mohon ijin share lagi ya ke Fb.. hehehe

    Subhanallah..kalo mo kaya mang harus banyak banyak bersedekah🙂

    btw..enak tuh makananya…*paling enak dilihat dr semua gambar…jujur ngarep..hahahaha

    oh ya ide bisnis yang mo direalisasikan dari pak Rahmat Gobel apa nih?? kok ga dijelaskn…^^

    di tunggu realisasi nya ya..🙂

    eits kelupaan, Terima Kasih sebelumnya

    Wassalam

  4. Assalam…

    Wah, jas nya langsung dipake ya Ssad😉

    Sedekah Assad hari ini luar biasa, berbagi pengalaman hebatnya ke semua org. Dan ini sangat bermanfaat dan menginspirasi.
    Pegel badan hilang setelah baca #NFQ nya Assad.

    Jazakallah Ssad, keep writing.

  5. Assalamualaikum. Wr Wb
    just wanna say, ini yang disebut keajaiban sedekah dan silahturami.
    Ide sedekahnya yg menyajikan kotak amal sendiri sangat cerdas,mudah2an bisa diaplikasikan ke semua orang dengan catatan kotak amalnya jangan sering2 dibobol hehehe..
    Sukses ya Mas..

  6. Bener2 inspiring! Baca #NFQ bikin gw tambah wise dan jadi tambah pengen bersedekah loh! Dan kemaren ini gw baru praktekin bang 3P( Positive, Persistence, Pray) sama dasyatnya sedekah. Beneran kejadian loh. Merinding sendiri kalo diinget-inget lagi. Tapi pengen nanya deh bang, kalo sedekah tuh harus dalam bentuk uang ga sih? Kalo yang ga punya uang tapi pengen menyedekahkan ilmu ato tenaganya apa itu dianggap sedekah juga?

  7. Subhanallah, hmm dari kemarin2 iri banget liat k’Assad dapet keberkahan yg luar biasa dari Allah, ternyta smwanya berawal dari SEDEKAH, dan yg buat aku merinding nilainya besar bget. Hmm aku jg bru tahu kalw cra sedekahnya k’Assad kayak gituh ya ckck kreatif bgt, ok lah ntr cb tak tiru hhehe makasih kak, sukses selalu🙂

  8. sebenernya bukan hanya soal itung2an sedekahnya saja, tapi juga plus silaturahim alias supel mudah dan mau bergaul, yang membuat rezeki jadi makin “luas”

    Subhanallah🙂

  9. waaaaaaaaa beneerrr-beneeerr nihh tulisann hari ini superrr duperrrr mantaaapppp hehehe *gak pernah bisa kalo gak heboh tiap baca NFQ*😀

    Subhanallah..subhanallah..subhanallah..

    speechlessss deh aduuuuhhh.. kereeeennn..seruuuuu..mantaappp..ada yg bikin ketawaa juga seperti biasaa hehe..

    tapiiii tulisan kamu ini gatau kenapa deh suksess bikin aku nangiss juga..antara terharuu, seneeengg sangking seruunya..tapi malu juga sama diri sendiri dan Allah.. huaa berasaa ditamparr juga nihh..

    “sebenarnya kita-lah yang membutuhkan sedekah, bukan orang yang kita sedekahkan, apalagi Allah Swt. Kita ga sedekah pun, Allah tetap Maha Kaya dan Maha Perkasa, ga akan berpengaruh sedikitpun!”

    supeeerrr beneeerrr bangett kata kamuu.. kita yang butuh sedekahhhh..bukan orang lain / apalagi Allah yg butuh sedekah kitaa.. dan gak akan berkurang sedikitpun dengan bersedekah..yang ada makin berlipat-lipat dan berlipatt.. contohnya ya kaya cerita kamu ini.. Subhanallah.. merindiiiiing..🙂

    aku juga banyaaakk banget belajar dari kamu, terutama cara sedekahnya.. kalau gitu gak perlu nunggu2 dulu ya kalau mau sedekah, selama ini nunggu kalau mau ke Mesjid dulu (karena gak tiap hari ke mesjid nya) / kalau ketemu orang yg kira2 memerlukan.. padahal ternyata bisa kita siapin aja dulu ya kotak di kamar kita, tiap mau pergi masukin uang niatin sedekah, nanti tiap berapa hari sekali baru uangnya dibawa buat dimasukkin ke kotak di masjid..

    wahhh makaasihhhhh banyak tulisannya dear..!🙂
    banyak bangett hikmahh pelajarann yang bisa diambil dan ditiru hehe..

    semoga semua yang baca tulisan ini juga bisa jadi termotivasii lagii buat makinn giatt lagii sedekahhh..amiinnnn..

    sedekahh emang dahsyaaaattttt..😀

    ditunggu lagiiiii tulisaann-tulisann inspiring selanjutnyaa

    -ami-

  10. subhanallah kak…benar2 Allah sayang sama kakak…rezeki sangat mudah diturunkan untuk kak assad…tulisan kakak selalu buat hati reza senang kak, bersemangat, dan gak bisa dijelaskan…

    reza sudah coba untuk ngikuti kakak, bersedekah dan hasilnya memang gak bisa kita kira2 ya kak…semoga kita jadi orang yang selalu di sayang Allah ya kak…

    saluut deh buat kak assad….tulisan kak lucu juga ya…bikin reza ngakak terus…kapan2 kita sharing ya kak…hahahha

  11. memang yaaa sedekah itu dashyat banget!!!
    mupeng abis tauuu…….
    enak ya jadi Ka Assad bisa bareng pak Jk, pak Rahmat sama orang orang penting di Qatar..🙂

    ohya itu voto pak Rahmat nya baru kan ya? kok mukanya beda yaa -,-” ahhahaha

  12. Alhamdulillah…
    Nambah ilmu terus tiap baca tulisan mu sad…
    very inspiring….
    tekadku harus dibulatkan … bahwa sedekah menjaga kehidupan kita fisik n psikis, melipatgandakan kekayaan moril n materil…
    satu lagi… betul banget klo ternyata gak ada orang yang miskin gara-gara sedekah…

    keep soooomangatzz ya tuk sharing cerita…
    semoga Allah tetap sayang sama kamu ya sad….

  13. Udah nunggu dr td pagi postingan minggu ini sad…
    Alhamdulillah, akhirnya…n….sedekah lagi?
    subhanallah….keren abis, ampe merinding….
    “Maka nikmat Tuhanmu yang mana lagikah yang kau dustakan?”

  14. assaaaaddd…gw speechlessssss..!! duhh, ga tau lg deh mau ngomong apa.. smua crita di kehidupan lo bener2 menarik..dr mulai crita lo wkt kecil yg diceritain tante Revy, sammpaaii skarangg..hahahaha

    supervery inspiring sad..gw paling seneng tulisan2 lo soal sedekah..thank you for reminding us, sadd🙂

    mdh2an nanti pas Rasya udah besar bisa melebihi lo ya sad..amin *doa khusyuk* hehehehe

  15. Subhanallah, Subhanallah, Subhanallah … Allahu Akbar … Wow luar biasa. Langsung hari ini saya pun bersedekah … Insya Allah saya akan rutinkan seperti Assad.

    Terima kasih ya Sad untuk sharingnya yang sangat indah Semoga Allah selalu melimpahkan rahmat dan hidayahNya ke Assad dan Keluarga, Amin.

  16. Wah, keren postingnya.. Thx ya sad, jadi nambah semangat buat investasi ke Allah.. Keep posting ya. Salam dari bandung🙂

  17. subhanallah merinding euiiii…. kak barakallah kak… kehidupanmu sungguh menarik kak.. belajar bnyk dari seorg kakak yg satu ini.. tulisannya very imagine, advantaging, touching, and always so inspiring….

  18. @Assad, Subhanallah, sedekah memang rahasia sukses Orang Kanan! Thnx for sharing, sesungguhnya menampakan sedekah untuk dicontoh orang lain baik sekali, dan look you already inspiring so many people, jazakallahu khair @Yuri, amien.. Semoga Rasya Kamil jadi manusia sholeh dan lebih hebat dari orang tua dan para om2 nya😀

  19. TOP MARKOTOP akhi assad

    Semakin banyak kita bersedekah semakin panjang pula rezeki yang akan kita dapat آمِيّنْ… آمِيّنْ…. آمِيّنْ.. يَ رَ بَّلْ عَلَمِيّنْ

    Dan pastinya selamat menikmati hidangan luar biasa daging kambing dan seafood-nya serta keeksotisan dari jas cokelat.🙂

  20. Assad,

    Very inspiring!
    Ilmu sedekah itu emang terpisah jauh dr ilmu logis..
    Btw,jas pilihannya jg oks banget..
    Brown colour emang ga ada matinya,love it much🙂..

  21. Good luck Assad…. Semoga memotivasi dan menginspirasi banyak orang untuk bersedekah setiap hari, baik materil maupun moril. Sesuai Sabda Rasulullah SAW, “Bagi hamba-hamba Allah setiap pagi turun dua malaikat, yang satu mendoakan, Ya Allah berikan ganti kepada orang yang menginfaqkan hartanya. Dan malaikat yang satu lagi berdoa, Ya Allah binasakanlah harta orang yang kikir.” (HR Bukhari).

  22. Subhanalloh…

    ini kali pertama aq baca tulisannya mas Assad, makasih untuk sharing ttg ilmu sedekahnya..

    btw pengen juga merasakan udara Qatar, kayak apa yaaa…

  23. Shobahan Nur Assad,

    Very nice story…

    Banyak yang menyangka hidupnya akan miskin ketika banyak memberi…
    Banyak yang menyangkan bahwa sedekah yang kita keluarkan dan balasan yang kita terima hanya berbentuk nominal mata uang, padahal tidak selalu…

    Yang paling jelas, semakin banyak orang sadar untuk memberi sodaqoh, semakin berkurang orang-orang yang kurang mampu disekitarnya…

    jazakallah khair

  24. udah lama dengerv ttg Motes From Qatar tapi blm sempat beli bukunya… (lg krisis financial.. hehehe)

    baru kali ini baca blog nya mas Assad… Subhanallah…. bener2 inspiring banget….
    jd pengen sedekah teruss…. jd bisa ngerti bahwa hal sekecil apapun yg kita alami dlm hidup pasti ada hikmah dan pelajaran yg bisa di ambil….

    jd pengen beli bukunya NFQ ….

    Keep writing mas bro… and keep Inspiring !!
    hehehe…

    Wassalam

  25. speachlesss…..

    Nice story, nice experience…. ^_^

    Gaya nulisnya anak muda bgt, aku suka. Terus nulis yaaaa….

    & makasih uda sharing pengalamannya

  26. bapak qatar itu mengajarkan kita
    kalo makan kakinya ditopang ke perut
    seperti Rosululloh mencontohkan

    kalo di indonesia mungkin d bilang kampungan😦

  27. Subhanallah…. sangat inspiratif assad. meskipun baru gabung gw dah baca bukunya. sangat menarik….. keep productive

  28. wah harus rutin nich gw sedekahnya…

    thkss ceritanya bener2 menggiurkan matematika dari ilmu sedekah… gak masuk di akal tapi itulah adanya (baca=janji Allah)

    Go..Go.. Sedekah…. !!!

  29. Subhanallah, tulisan Assad benar2 bermashlahat buat saya, krn memberikan saya ide untuk memudahkan suami dan megajarkan anak2 saya untuk bersedekah tiap pagi. Jazakillah Assad, semoga Allah SWT membalas amalan Assad dengan selalu menjaga Assad dalam lindunganNya. Amin.

  30. assalamualaikum…

    topik sedekah memang topik yang sangat menyejukkkan…

    sedekah tidaklah mengurangi harta kita..sebetulnya semakin banyak kita memberi, semakin berlipatlah apa yang kita terima… yang kita terima dari maha Pemberi Rabby… bukan hanya semata-mata materi saja…tapi segala bentuk riski tanpa terkecuali. siapa sangka kalau kita memberi pengemis dijalan dengan uang yang mungkin kita anggap kecil akan bermanfaat tak hanya bagi pengemis itu..tapi juga bagi kita si pemberi.. Allah merencanakan hal lain bagi kita.. mungkin saat kita lapar, tiba-tiba teman kita membawakan nasi bungkus buat kita, nikmat lain yang mungkin diberikan adalah kesehatan… dengan sedekah, Allah dapat memberi karunia kesehatan bagi kita…jika kita mempunyai banyak materi tetapi kita dalam keadaan sakit pastilah materi tersebut tidak akan berguna…kesehatan adalah nikmat yang tidak bisa dibeli…dengan sehatlah kita dapat melakukan berbagai pekerjaan….dan mungkin nikmat yang lain adalah nikmat doa yang dipanjatkan oleh orang yang kita beri…doa adalah pertolongan, tanpa doa, ikhtiar tidak akan berjalan dengan baik… ya jurus pamungkasnya adalah keduannya doa dan ikhtiar…..

    semoga bermanfaat, wassalamualaikum…

    dahlya

  31. Bener kalo hidup itu proses..bermula dari bawah “tapi ogah digebugin” wkwkwk..nice quotes…
    N thank siapa orang yg suka bersedekah..tunggu saja kejutan2 dr Allah..jangan pingsan kalo dpt kejutanNYA hehe
    Yg terpenting sedekah itu bukan seikhlas2nya tapi kalo bisa sebanyak2nya…dan kita pasti bisa dan Allah PASTI bakal menggantinya…amin yra…sukses sll..wss

  32. nice🙂

    yang bikin tanda tanya.. kalau mas Assad sedekah 50 ribu aja dibalas 11 juta.. maka Pak Rahmat Gobel yang sedekah 11 juta dapat berapa yah? hehehe…

    Kalau lagi bokek.. berarti harus rajin tersenyum…😀😀😀

    Jazakumullahu khoir tulisannya..

  33. awesome ^^ …
    overall nice stories to b shared.

    tp koq y ngenes deh pas tau harga jas nya 11jt, wuihhhh … X_X (hufff …) bkn krn jeoules Assad yg d beliin sama Pa Gobel , tp sedih ny itu loh untuk hrg sebuah jas wat ever merk ny tp kl dh melihat nominal ny , koq rasa nya sayanng bgd yah ‘_’o

    y gpp deh mumpung gretongan yah, hehehheee,

    Ku Menunggu, stories berikut nya so it can be inspiring me too … hidup sedekah ,

    CMIWWWW
    @>;-

  34. Di saat yang sama saya menjamu air crew Pak JK: the pilots and the cabin crew di Resto Yemeni Souq Waqif. Menunya sama: Nasi Mandy (ayam dan kambing) di tampah besar makannya lesehan rame2 :))

  35. always sedekah dan hikmahnya beda2 yg didapatkan termasuk ketentraman dalam keluarga juga kesehatan hidup yang tidak pernah kita sadari bahwa itu terjadi karena ALLAH SWT selalu memperhatikan hamba2nya yang selalu berbagi kepada hamba yang lain melalui sedekah

    terkadang kita bersedekah untuk dikabulkan segala doa2 kita persis seperti yang kita inginkan tetapi yang terjadi diluar kendali manusia hanya ALLAH yang Maha Mengetahui segala yang terbaik bagi hambanya dan insyaALLAH itulah pilihan dan jalan terbaik bg manusia.

  36. Assalaikum wr wb sad

    Ntar kumpulin ya pengalaman2 assad tentang sedekah jadikan buku lagi khusus tentang sedekah pasti lebih bagus tuh, aku ngga pernah bosan baca tulisan assad tentang sedekah walaupun sering diulang
    kan ilmu hidup karena sering diulang.

    ditunggu ya

  37. sempet bingung pas bagian ‘ sebelum keluar rumah, sedekah dulu’

    oh ternyata, ada kotak khusus tempat mengumpulkan sedekah untuk kemudian diberikan pada yang berhak. it’s such a good idea!!!

    karena biasanya kan manusia (baca:saya) suka banyak alasan kalau mau sedekah, lupa lah, nggak ketemu oarng yang berhak lah, nggak mampir ke masjid lah, dll. dengan kotak sedekah, nggak ada lagi tuh alasan lupa atau nggak ketemu orang yang berhak, bagus juga buat membiasakan diri karena terus menerus dilakukan sehari-hari😀

  38. Benar bro sy sendiri udh membuktikannya dan alhamdulillah sy udh rasakan satu tahun yg lalu mulai belajar bersedekah hingga sekarang. Saya percaya rezeki itu datang-Nya dari Allah. Makna rezeki itu ngga harus di ukur dengan uang. Sedekah uang bisa berbalas 1000 rezeki yg kita ngga tau datang dan keberadaanya tapi pasti berbalas.

    Tks bro membuat semangat sedekah melekat dalam hati.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s