Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan

“Sesungguhnya rahmat Allah Swt amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56)

.

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaah wa barakatuh, apa kabar teman-teman semua? Semoga selalu diberikan kesehatan dan keberkahan ya.. amiiiin. Intermezzo dikit, beberapa hari ini saya terkena penyakit yang cukup membuat pusing karena jadi ga bisa ngapa2in, yaitu sakit mata! Hehehe.. Mata saya merah banget dan dokter menyarankan untuk bedrest alias HARUS istirahat total. Agak males juga karena waktu cuma tidur di apartemen. Tapi mungkin diambil hikmahnya aja, Allah Swt memberikan saya waktu untuk beristirahat hehehe…

.

Baiklah, karena sekarang adalah hari Jumat dan teman-teman sudah banyak yang meminta agar kembali menulis @NotesFromQatar, maka saya akan menulis lagi untuk edisi Jumat ini, tapi ga bisa panjang-panjang gapapa ya karena mata agak sakit kalo ngeliat laptop kelamaan. Kebetulan kemarin baru dapet nasehat dari ayah saya agar selalu berbuat baik kepada siapapun, tidak perduli orang itu berbuat baik juga kepada kita atau mungkin malah kerjaannya jahat terus. Tulisan ini akan saya awali dengan kisah antara Nabi Muhammad saw dengan sahabatnya Abu Bakar Ash-Shiddiq.

.

Pada suatu hari Rasulullah saw bertamu ke rumah Abu Bakar Ash-Shidiq. Ketika sedang ngobrol dan temu kangen dengan Rasulullah, tiba-tiba datang seorang Arab Badui bergaya preman dan langsung mencela Abu Bakar. Makian kotor serta umpatan-umpatan kasar keluar dari mulut orang itu. Namun, Abu Bakar tdk menghiraukannya. Ia melanjutkan perbincangan dengan Rasulullah. Melihat hal ini, Rasulullah memberikan senyum terindahnya kepada Abu Bakar.

.

Merasa tidak berhasil dan dicuekin, orang Arab Badui itu kembali memaki Abu Bakar. Kali ini, makian dan hinaannya lebih kasar. Namun, dengan keimanan yang kokoh serta kesabarannya, kembali Abu Bakar  tidak menghiraukannya dan tetap membiarkan orang tersebut memaki. Rasulullah kembali memberikan senyum terindahnya.‎ Merasa makin dikacangin, maka semakin menjadi-jadi lah kemarahan orang Arab Badui ini.

.

Untuk ketiga kalinya, ia mencerca Abu Bakar dengan makian yang lebih menyakitkan. Kali ini, selaku manusia biasa yg memiliki hawa nafsu, Abu Bakar tidak dapat menahan amarahnya. Dibalasnya makian orang Arab Badui itu dengan makian pula. Terjadilah perang mulut, seketika juga nama-nama satu isi kebun binatang keluar semua, dari mulai kucing, kelinci sampai onta. Seketika itu juga, Rasulullah beranjak dari tempat duduknya dan langsung meninggalkan Abu Bakar tanpa mengucapkan salam. ‎

.

Melihat hal ini, selaku tuan rumah, Abu Bakar sadar dengan kesalahannya dan langsung berlari mengejar Rasulullah yg sudah sampai halaman rumah. Kemudian, Abu Bakar berkata, “Wahai Rasulullah, jika aku berbuat kesalahan, mohon jelaskan dan maafkan kesalahanku. Jangan biarkan aku dalam kebingungan.” Rasulullah lalu menjawab, “Sewaktu orang Arab Badui itu datang lalu mencelamu dan kamu tidak mnanggapinya, aku tersenyum karena banyak malaikat di sekelilingmu yang akan membelamu di hadapan Allah.”

.

Beliau melanjutkan, “Begitu pun yang ke-dua kali ketika ia terus menghinamu dan kamu tetap membiarkannya, maka para malaikat semakin bertambah banyak jumlahnya di sisimu. Oleh sebab itu, aku semakin tersenyum. Namun, ketika yang ke-tiga kali ia menghinamu dan kamu menanggapinya serta kamu membalas makiannya, maka seluruh malaikat pergi meninggalkanmu, dan hadirlah iblis di sisimu untuk semakin memanasimu. Oleh karena itu, aku tidak ingin berdekatan dengannya, dan aku tidak memberikan salam kepada kamu.”

.

Sabar Dan Selalu Berbuat Baik

Islam adalah agama yang damai dan penuh keindahan. Islam mengajarkan umatnya agar terus menerus berbuat kebaikan kepada sesama manusia tanpa mempedulikan asal usul, status sosial, agama, jenis kelamin, dsb. Dalam salah satu ayat Al-Qur’an,“Dan berbuat baiklah kepada ibu-bapak, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat dan tetangga yang jauh, teman sejawat, ibnu sabil (orang yang bepergian) dan hamba sahayamu (pembantu).” (QS. An-Nisa [4]: 36).

..

Ayat ini mengajarkan untuk selalu berbuat baik kepada siapapun tanpa memandang faktor-faktor darimana orang itu berasal, seberapa kaya orang tersebut, apa jenis kelamin orang yang bersangkutan, dsb. Hal yang lumrah ada kalanya dalam hidup ini kita menemui tantangan luar biasa yang tak diinginkan, seperti dibenci banyak orang atas niat tulus dan perbuatan baik yang kita lakukan atau mungkin “ditusuk” dari belakang oleh teman-teman maupun keluarga dekat kita sendiri. Ironis bukan?

.

Bagi seorang pelajar atau mahasiswa, mungkin saja ada teman sekelas yang tidak suka dan berusaha menjatuhkan kita dengan berbagai cara, termasuk mungkin memfitnah atau menyebar isu yang tidak benar. Bagi seorang karyawan, mungkin saja sesama teman di kantor saling berusaha menjatuhkan dan dibuat agar nama kita jelek di depan bos dan tidak jadi dipromosikan. Bagi seorang pebisnis, mungkin saja pesaing kita melakukan cara-cara yang kotor dan bisnis yang tidak beretika. Setiap orang, tidak peduli apa profesi dan pekerjaannya, pasti akan menemu hal-hal seperti itu. Hidup itu keras bung!🙂

.

Saran saya kepada orang-orang seperti ini: jangan dibalas perbuatan jahat mereka! Karena kalau kita balas, ya berarti kita sama saja dengan mereka. Sama-sama sakit!! hehe… Tapi balaslah segala kejahatan yang orang lain lakukan kepada kita dengan kebaikan. Allah Swt telah mengajarkan di dalam Al-Qur’an, “Balaslah perbuatan buruk mereka dengan yg lebih baik. Kami lebih mengetahui apa yang mereka sifatkan.” (Q.S. Al-Mu’minun [23]: 96).

.

Hadapi saja semua tantangan dan masalah yang kita hadapi dalam hidup ini dengan penuh syukur. Karena memang begitulah kehidupan berjalan. Terkadang berada di atas dan di lain waktu berada di bawah. Terkadang, perbuatan baik yang kita lakukan malah dibalas dengan kejahatan oleh orang lain. Oleh karenanya, manakala kita melakukan sesuatu, jangan pernah berharap bahwa kita akan memperoleh sambutan hangat atau balasan yang serupa dari orang yang bersangkutan. Karena jika itu yg terjadi, bersiap-siaplah kita merasakan kekecewaan yang dalam.

 

Watak manusia sungguh beragam dan tak mesti sehaluan dengan apa yang kita inginkan. Pastinya kita menginginkan setiap orang berbuat baik kepada kita kan? Sayangnya dunia tidak selebar daun kelor (ga nyambung). Semua sikap yang tidak mengenakkan dari manusia, baik ataupun buruk, terimalah dengan penuh kesabaran. Bilamana kita mengindahkan ajaran Islam, balaslah dengan yg terbaik. Namun, bilamana membalas keburukan itu dengan kebaikan masih sulit dan berat, biarkan saja mereka. Jangan sekalipun kita terprovokasi. Inget selalu pepatah ini: “Anjing menggonggong kafilah tetap berlalu.”

.

‎​​Contoh nyata dari kesabaran menghadapi orang lain adalah apa yg ditunjukkan oleh Rasulullah SAW dalam dakwah beliau kepada kafir Quraisy di Makkah. Nabi Muhammad yang diutus oleh Allah SWT untuk menyucikan jiwa-jiwa kotor, hati kusam, dan mengajarkan akhlak karimah bukannya disambut dengan baik. Tapi malah dicemooh, dihina, difitnah, dan dihujat. Tidak jarang, bahkan beliau dilempari tulang belulang, kotoran unta dan diludahi ketika beribadah di Ka’bah. Namun, apakah beliau membalas semua tindakan keji itu dgn tindakan yang sama? Ternyata tidak!

 

Dalam peristiwa Thaif, ketika Rasulullah SAW datang bersama para sahabat mencari perlindungan, beliau malah dilempari batu hingga berdarah. Dalam kondisi yang demikian, ternyata bukan kemarahan dan dendam yang ditunjukkan Rasulullah saw. Beliau malah mendoakan orang-orang yg melemparinya agar segera mendapat hidayah dari Allah SWT. Padahal, para malaikat yg diutus oleh Allah SWT telah menawarkan kepada beliau untuk menghukum mereka. Ibaratnya kalau Rasulullah bilang “iya” saja kepada malaikat, maka itu orang-orang yang berbuat jahat kepada Rasulullah akan langsung dijadiin tempe mendoan semuanya alias benyek.

.

Tapi Rasulullah SAW menolak tawaran tersebut, malah beliau berbuat kebaikan kepada orang-orang yg menzalimi tersebut dengan mendoakan mereka agar mendapat hidayah. Terbukti, sebagian besar dari mereka memeluk agama Islam dan menjadi pembela Rasulullah paling depan di medan-medan perang. Subhanallah.. Inilah kehebatan dari seorang Nabi Muhammad saw yang membalas kejahatan dengan penuh kebaikan, dan akhirnya justru malah kemenangan yang didapat, yaitu orang-orang yang tadinya kafir dan memusuhi, malah berbalik memeluk agama Islam karena akhlak terpuji yang ditunjukkan oleh Rasulullah.

.

Tidak salah memang bahwa Nabi Muhammad saw adalah contoh manusia terbaik yang harus kita ikuti. “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21).

.

Apa yang dilakukan Rasulullah saw membuat saya teringat dengan istilah yang sangat menarik, “you may lose the battle but you win the war”. Kata battle di sini diistilahkan sebagai perang kecil dan war adalah sebuah perang yang lebih besar. Inilah yang disebut mengalah untuk menang. Kita sering mengartikan bahwa yang namanya mengalah itu ya berarti kalah, padahal tidak demikian. Mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah untuk merangkul dan selanjutnya untuk menang.

.

Dalam cerita di atas tadi, Nabi Muhammad saw boleh saja kalah dalam battle (pertempuran kecil), namun beliau menang mutlak dalam war (perang yang lebih besar). Kekalahan battle Rasulullah adalah beliau dimaki-maki, dilempari batu bahkan diludahi setiap harinya. Tapi Rasululah menahan diri untuk tidak membalas karena beliau tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang harus dia perjuangkan, yaitu tugas utamanya berada di muka bumi ini untuk memperbaiki akhlak manusia dan menyiarkan syiar Islam seluas-luasnya sebagai agama yang rahmatan lil ‘aalamiin (rahmat bagi seluruh alam semesta).

.

Lalu akhirnya jelas sekali, kemenangan war Rasulullah adalah pada akhirnya orang-orang yang tadinya membenci dan memusuhi, bahkan ingin membunuh beliau, malah mengucapkan syahadat, memeluk agama Islam dan menjadi tameng-tameng hidup yang paling setia bagi Rasulullah saw dalam setiap perang. Inilah kemenangan besar Nabi Muhammad saw yang berhasil menjalankan misinya di muka bumi yang menyiarkan syiar Islam dan membuat para pembencinya memeluk agama Islam atas kesadaran sendiri dikarenakan perbuatan baik yang dicontohkan Rasulullah saw.

.

Allah Swt Maha Adil

Islam adalah agama yang sangat menjunjung tinggi keadilan. Allah Swt juga memiliki nama lain yang berhubungan dengan keadilan seperti Al-‘Adl (Yang Maha Adil) atau Al-Hakim (Yang Maha Menghakimi). Di dalam Al-Qur’an sendiri juga dijelaskan bahwa segala perbuatan, baik ataupun buruk, sekecil apapun, pasti akan mendapat ganjaran dari Sang Maha Kuasa.

.

“Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah (biji atom), niscaya dia akan menerima (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat dzarrah (biji atom) pun, niscaya dia akan menerima (balasan)nya.” (QS. Al-Zalzalah [99]:7-8)

.

Jadi, Bapak-bapak dan ibu-ibu sekalian, jangan khawatir untuk selalu berbuat baik. Kita harus meyakini bahwa Allah Maha Adil dan segala perbuatan kita pasti akan ada balasannya, baik di dunia ataupun di akhirat nanti. Jika kita berbuat baik, tentunya kebaikan pula balasan yang akan diberikan oleh Allah Swt. “Tidak ada balasan untuk kebaikan selain kebaikan pula.” (QS. Ar-Rahman [55]: 60).

.

Maka dari itu berbuat baiklah kepada siapapun, bahkan kepada orang yang telah berbuat jahat kepada kita. Mengapa? Karena kebaikan tersebut dilipatgandakan di sisi-Nya. Hal ini dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “Mereka itu diberi pahala dua kali lipat disebabkan kesabaran mereka dan mereka menolak kejahatan dengan kebaikan dan sebagian dari apa yang telah Kami rezekikan kepada mereka, mereka nafkahkan.”(QS. Al-Qashash [28]:54)

.

Coba perhatikan juga ayat ini, “Siapa yang datang membawa kebaikan, baginya pahala yang lebih baik daripada kebaikannya itu; dan siapa yang datang membawa kejahatan, tidaklah diberi balasan kepada orang-orang yang telah mengerjakan kejahatan itu, melainkan seimbang dengan apa yang dahulu mereka kerjakan.” (SQ. Al-Qashash [28]:84)

.

Dalam ayat di atas jelas bahwa segala kebaikan akan mendapat balasan yang lebih baik dan setiap kejahatan dibalaskan setimpal dengan apa yang dilakukan. Di sinilah letak kebaikan dan keadilan Allah Swt. Dia memberikan ganjaran yang lebih kepada orang-orang yang berbuat kebaikan. Namun untuk pelaku kejahatan dibalas setimpal dengan kejahatannya. Allah SWT tidak menzolimi sedikitpun terhadap orang-orang yang berbuat jahat. Mantap kan??? hehehe…

.

Akhirnya… Selamat berbuat kebaikan… Dimanapun, kapanpun, dan kepada siapapun… Mengenai balasannya, serahkan kepada Allah, Dia-lah hakim yang paling adil di seantero jagat bumi…

.

Best Regards,

@MuhammadAssad

.

#SekilasInfo: Buy Book @NotesFromQatar online will get autograph (signature) from the author. Send email to notesfromqatar@yahoo.com with format: “name_totalbooks_address_mobile_twitter” and we will send confirmation email back to you. As simple as that! Thank you.🙂

54 thoughts on “Membalas Kejahatan Dengan Kebaikan

  1. Assalamualaikum Assad.

    Sangat mencerahkan tulisannya, anggap saja perbuatan kpd orang lain itu seperti kita berbuat baik kepada diri kita sendiri.

    Salam Jum’at penuh Rahmat.
    Cepet sembuh ya SSad dari sakit matanya. Sudah coba salep Teramicyn?

    Wassalam..
    @Nuy_3n

  2. Great post bro Assad, mari kita manusia berlomba-lomba dalam kebaikan karena kehidupan dunia ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaika, “Dia menguji siapakah di antara kamu yang lebih baik amalnya” (11:7) , keep productive!,success! and humble bro..

  3. great posting as usual🙂

    padahal lg sakit mata dan gak bisa nulis panjang2 aja udah segini.. keren2, salut sad.. means, you have talent for writing..

    keep humble & keep on dakwah, Bruder🙂

  4. SubhanAllah ya Sad…
    Ternyata tidak ada satupun manusia yang dirugikan, karena kejahatan atau kebaikan yang kita lakukan akan kembali kepada diri kita sendiri dan Allah sangat jelas perhitunganNya…

  5. Contoh salah satu berbuat kebaikan dr sang penulis ialah menyebarkan ilmu padahal sedang sakit mata,,syukron djazilan akhi🙂 ,

    *Berbuat Kebaikan di tengah-tengah orang yg berbuat kejahatan pada kita ,insya allah akan menjadi kebaikan yang mulia di mata Allah SWT *

  6. selalu membuat orang lain tersentuh😉

    right! as my mom said,,selalu berbuat baik ke siapapun, kapanpun, dimanapun & jgn mendoakan yg tdk baik ke orang lain meskipun dia berbuat tdk baik ke kita🙂

    anyway, get well soon ^^

    *saran: istirahat stiap setelah 20 menit di dpn layar, liat pemandangan luar..bs jg dibantu dikompres pk potongan timun/tea bag yg direndam air hangat hehe..
    better pk tetes mata yg dr natural tears aja.. :p

  7. أَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ bisa punya adek kelas yg hebat seperti ini, kita bangsa Indonesia akhirnya mempunyao calon president di masa datang

  8. The best part dalam tulisan ini “bagian awal ketika nabi leave abu bakar karena melihat byk iblis disekitar abu bakar”. Point itu sudah jd summary yg Good buat tulisan lo yg ini…I’d love it

  9. “…manakala kita melakukan sesuatu, jangan pernah berharap bahwa kita akan memperoleh sambutan hangat atau balasan yang serupa dari orang yang bersangkutan. Karena jika itu yg terjadi, bersiap-siaplah kita merasakan kekecewaan yang dalam.”

    Mantap ka,, sangat setuju dengan statemen ini!

  10. Alhamdulillah bgt ka assaaaad, segala apa yg aku
    pertanyakan selalu ada jalan utk temukan jawaban.
    Sperti halnya note ini adalah jawaban dari problemku akhir2 ini! Allah berikan cintaNYA dgn segala cara. Barakallah ka🙂

  11. Kereeennnn,,,saya dan teman2 pasti tersinspirasi oleh tulisan ini…again and again. smoga kita semua senantiasa menjadikan nabi Muhammad SAW sebagai teladan kita.

    Salam Optimis Selalu :0

    Take a rets,,,Cepet Sembuh ya mas🙂

  12. Inspirational story,
    you remind us to do the good deed even someone do the bad things to us..
    Good writing Sad!
    and thank you🙂

  13. Saya senang membaca tulisan Assad. Pembaca seakan sedang berdiskusi dengan sang penulis karena bahasa yang digunakan komunikatif dan bahasa gaul juga.Tapi ada nilai yang lebih penting menurut saya adalah misi dakwah yang Assad sampaikan dalam rangka membangun generasi masa depan.
    Ibda’ bi nafsi”, mulailah dari diri sendiri. Seperti pesan pemikir dan pujangga besar Dunia Islam, DR Sir Mohammad Iqbal, “Gubahlah dunia dengan amalmu, sinarilah zaman dengan cahaya imanmu!”.
    Teruslah menulis dan berkarya Assad sampai kapan pun, fi mardhatillah.

  14. Saya senang membaca tulisan Assad. Pembaca seakan sedang berdiskusi dengan sang penulis karena bahasa yang digunakan komunikatif dan bahasa gaul juga.Tapi yang terpenting menurut saya adalah misi dakwah dalam rangka membangun generasi masa depan.
    Teruslah menulis dan berkarya Assad sampai kapan pun. Seperti pesan Mohammad Iqbal, “Gubahlah dunia dengan amalmu, sinarilah zaman dengan cahaya imanmu!”.

  15. Assalamu’alaikum

    kak assad..
    aku minta maaf sebelumnya..
    note nya mo ku share di fb , boleh ya kak.. hehehe, ku tulis Authornya kok.. Muhammad Assad PCPD.. kan..
    untuk aku n teman ku yang lagi galau nih, klo link..susah soalnya beliau ol by phone, sekalian mo ku promosikan NFQ , hehehehe(ada komisi nya ga kak?? hehehe)*becanda..

    Wassalam

  16. ..terimakasih untuk tulisannya kali ini…jadi semakin paham…bahwa tidak membalas kejahatan dgn kejahatan itu adlh yang terbaik…karna yang pasti Allah SWT sudah mencatat apa2 yang kita lakukan..

    sering kali saya bicara ke diri saya sendiri…saat kecewa karna di jahati orang lain, agar hati saya tenang…
    “sabar Riin…biarkan saja..karna jika kmu balas mereka, itu artinya kmu sama jahatnya seperti mereka..”
    dan setelah itu paling hanya bisa nangis….tapi hati jadi tenang…^^,

    sekali lagi terimakasih untuk tulisannya kali ini…semoga Allah SWT selalu beri Assad kesehatan dan kebahagiaan, agar selalu bisa memberikan banyak inspirasi pada generasi muda..aamiin ya Allah….

  17. assalamualaikum kak..
    tulisan kakak yang kali ini sangat berkena dengan saya…soalnya saya sedang mengalami masalah yang serupa dengan cerita yang kakak tulis…banyak orang sedang tidak senang dengan saya, jadi banyak cara untuk menjatuhkan dan mengucilkan saya..

    karena saya sudah baca tulisan ini jadi saya bisa lebih banyak untuk bersabar dan berbuat baik kepada mereka..benar kata kak assad semoga Allah memberikan hidayah bagi mereka yang belum mendapatkan petunjukNya..

    terima kasih ya kak, maaf sebelumnya..boleh kan kalau saya nanti minta pendapat kak assad jika saya menghadapi masalah dalam hidup…mana tau bisa menjadi ide tulisan kak assad nantinya…hehehhe

  18. Inspiring indeed Assad…
    Benar banget, sungguh kita harus selalu berbuat kebaikan setiap saat. Karena semua kebaikan yang kita lakukan adalah sebenarnya buat diri kita sendiri. Di saat kita berbuat baik pada orang lain, sesungguhnya kita sedang menanam kebaikan bagi diri kita sendiri. “Apa yang kau tanam, itulah yang kau tuai”. Maka bila kita berbuat kejahatan sebagai balasan kejahatan orang lain, sungguh kita pun sedang “menanam” kejahatan bagi diri sendiri… kita pun akan “menuai” kejahatan sebagai hasilnya nanti.
    Surat Al Jatsiyah 45 ayat :15. “Barang siapa yang mengerjakan amal yang saleh maka itu adalah untuk dirinya sendiri, dan barang siapa mengerjakan kejahatan, maka itu akan menimpa dirinya sendiri, kemudian kepada Tuhanmulah kamu dikembalikan”.
    Jazakallah Assad… Keep writing….
    Wassalam-

  19. Wassalamu’alaikum..
    Jazakallah Assad atas postingan2an nya yang memberikan manfaat, pembelajaran dalam hidup sehari-hari..Mudah2an segera terbit ya #NotesFromQatar edisi 2..Ya mari lakukan segala yang terbaik untuk hidup kita..Semangat selalu untuk memposting ya Assad🙂

  20. wah jadi ingat betapa kecilnya kita di mata sang pencipta,dan betapa Allah begitu mencintai umatnya.
    semoga kita semua berbuat kebaikan sehingga dunia ini bisa damai dan kita bisa saling berdampingan. semoga Allah melindungi kita semua.

  21. ‘Alaikumsalam…

    Subhanallah, luar biasa ka Assad..
    Tulisannya telah membuka mata, hati dan pikiran kita bahwa ketika seseorang berlaku jahat maka kita balas dg kebaikan..
    Itulah kecardasan spiritual yg susah untuk dilakukan..

    Nice posting..
    Four thumbs up..

    Barakallahu laka fii kulli yaumin wa sa’atin..

  22. “Sesungguhnya rahmat Allah Swt amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf: 56) mohon dikoreksi bukan di qs 7:56 tp di qs 29:69

  23. Subhanaallah pak,,, smua pas dengan apa Ỳɑ̈ħƍ saya alami,, smoga saya bisa banyak belajar,, aamiin,, smoga Allah jaga kesehatan dan rezeki bapak,,

  24. Alhamdulillaah syukran katsiran,jazakumullaah fiikum wa ahliikum , barakaallaah ahsantum..mohon idzin dan ridhonya untuk telah saya copy..wal ‘affu .Wa salamu’alaikum

    1. Ya, tetap mendapat pahala. Islam mewajibkan kita untuk berbuat baik kepada siapapun juga, bahkan terhadap hewan yang haram sekalipun

  25. Setuju !!
    Seperti ada tertulis di kitab suci.

    Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, lakukanlah yang baik bagi semua orang. Roma 12:17

    Juga ada di surat 1 petrus 3 : 9

  26. Terimakasih kang buat pencerahannya : )

    NB : Apa hukumnya jika kita selalu saja mengalah ( merugikan diri kita sendiri ) dimata islam ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s