ReHAT: Refleksi Hidup Akhir Tahun

Shabaahal khairrr! Ga terasa juga ya hari ini, Jumat, 31 Desember, adalah hari terakhir dari tahun 2010! Esok, 1 Januari, kita semua sudah berada di tahun baru 2011. Gimana rasanya? kalo saya liat dari status-statusnya di twitter sih kayanya pada seneng semua menyambut tahun baru hehe.. Terlepas dari itu, hal yang terpenting harus dilakukan menjelang pergantian akhir tahun ini adalah melakukan refleksi tentang hal-hal yang telah kita lalui di tahun 2010. Dalam #notesfromQatar hari ini saya akan berbagi sedikit dengan teman-teman tentang bagaimana cara untuk merefleksi dan melakukan evaluasi dalam satu tahun.

.

Bagi saya pribadi, 2010 adalah tahun yang menyenangkan. Ada beberapa impian saya yang telah tercapai, dan untuk itu saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. Saya biasa merayakan pencapaian yang telah diraih, tentunya dirayakan dengan wajar dan tidak berlebihan. Tujuannya adalah memotivasi diri agar lebih terpacu dan bersemangat untuk meraih pencapaian berikutnya. Biasanya saya merayakan bersama lingkaran orang-orang terdekat, baik keluarga atau para sahabat. Karena bagi saya, kesuksesan akan lebih nikmat dan bermakna jika dapat dinikmati juga oleh orang-orang terdekat saya.

.

Selain pencapaian-pencapaian yang telah diraih, tentunya saya sadar masih banyak impian yang belum terwujud. Untuk itu, perlu usaha yang lebih keras lagi karena memang kesuksesan itu tidak mudah dan harus ada prosesnya. Sukses itu harus dijalani setapak demi setapak, seperti seseorang yang sedang mendaki gunung, dimana jauh lebih menantang dan berat saat kita mendaki gunung ingin mencapai puncak dibandingkan saat turun gunung. Kalau turun gunung mah gampang, tinggal loncat juga beres, langsung wasssalam!! hehehe..

.

Perputaran Waktu

Sudah menjadi sunnatullah bahwa waktu memang akan terus bergulir dan berganti. Detik menjadi menit, lalu menit berubah menjadi jam, kemudian jam bergerak menuju hari, setelah itu berputar menjadi bulan, tahun, dan begitu seterusnya. Seperti yang terdapat di dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran [3]: 190)

.

Dalam ayat di atas, Allah Swt menerangkan bahwa di dalam perputaran waktu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ini maksudnya adalah, banyak hal yang bisa kita amati dan pelajari dari perputaran waktu yang terjadi di muka bumi. Salah satunya adalah suatu kepastian bahwa setiap detik yang berlalu itu mengurangi sisa waktu hidup kita di dunia. Kehidupan di dunia ini memang sangat cepat sampai-sampai banyak yang tidak sadar tau-tau sudah menikah, punya anak, dan ga lama kemudian udah jadi kakek nenek.

.

Kalau kata penyanyi jaman dulu Nike Ardila, “Dunia ini bagai panggung sandiwara” hehehe.. Maksudnya ya sangat singkat! Coba bayangkan saat ada pertunjukan sandiwara di suatu teater, lampu-lampu semua dinyalakan, banyak orang bersuka cita, tepok tangan membahana, tertawa lepas, dst. Tapi setelah pentas selesai, lampu-lampu dimatikan semua, para penonton balik ke rumah masing-masing, sang panggung pun sepi, dan suasana menjadi gelap gulita. Tamat. Inilah analogi mudah dari kehidupan dunia yang sedang kita jalani sekarang ini.

.

Sedangkan akhirat bisa kita analogikan seperti tempat tujuan bagi seseorang yang sedang melakukan traveling. Tentunya seorang traveler membutuhkan bekal yang cukup untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Sama dengan manusia, tujuan utama kita adalah menuju kampung akhirat dan berharap dapat melaluinya dengan bekal yang cukup dan dapat selamat hingga tujuan. Akhirat adalah tempat yang kekal abadi. Di situlah akan ditentukan apakah kita akan masuk ke dalam Surga atau Neraka.

.

Untuk dapat membawa bekal yang cukup ke kampung akhirat itulah kita harus terus menabung kebaikan selama di dunia ini dan mengurangi hal-hal yang tidak baik. Hari demi hari harus terus menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan merefleksi dan mengevaluasi segala hal yang telah kita kerjakan sebagai bahan perbaikan di masa yang akan datang.

.

Dengan merefleksi diri kita jadi bisa mengetahui hal-hal positif yang telah dilakukan untuk terus ditingkatkan dan juga bisa menganalisa kembali kesalahan dan kekurangan yang telah dilakukan. Kegagalan bukan sesuatu yang harus diratapi terlalu lama. Jika kita gagal, cari dimana letak kesalahannya, dan segera perbaiki. Never view failure as an end. If it is a fail, it has to be a fail forward. Learn from it quickly & move on!

.

Refleksi dan SWOT Analysis

Coba inget-inget deh, dulu di awal tahun 2010, apa kita pernah mempunyai suatu resolusi atau mungkin impian yang ingin kita capai pada tahun ini? Mungkin ada yang punya resolusi ingin berhenti merokok, atau ingin mulai berbisnis, atau ingin menikah, atau mungkin punya target untuk punya anak? Hehehe.. Itu semua sah-sah saja! Nah sekarang coba dilihat lagi segala hal tersebut apa sudah tercapai semua? Kalau sudah berarti jempol! Anda layak dapat bintang!

.

Tapi kalau belum semua resolusi tercapai, jangan sedih hati karena memang dunia ini seperti roda yang berputar, kadang kita berhasil, kadang kita gagal, kadang berada di atas, kadang di bawah, kadang merasa senang, kadang ditimpa sedih, kadang suka, kadang mengalami tekanan, kadang menghadapi masalah, kadang dapet rejeki nomplok, dan berbagai macam kadang-kadang lainnya yang sangat penuh warna hehe.. Life has its ups and downs, enjoy it!

.

Segala hal yang telah kita raih di tahun ini, baik itu hal yang baik maupun tidak, haruslah direfleksi kembali. Jika baik harus dipertahankan, jika kurang baik harus dihilangkan. Secara kata, “refleksi” berasal dari Bahasa Inggris, reflect, yang bisa berarti mencerminkan atau menggambarkan. Secara makna, refleksi berarti kita menggambarkan dan mencerminkan terhadap diri sendiri tentang apa yang telah kita capai dan apa yang belum.

.

Pernah dengar teori manajemen yang bernama SWOT Analysis? Metode ini digunakan untuk mengevaluasi 4 faktor, yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman). Metode ini diciptakan oleh Albert Humphrey pada akhir tahun 1960-an yang bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas apa yang telah dilakukan dan merencanakan langkah-langkah berikutnya untuk mencapai tujuan.

.

Ada 4 elemen yang menjadi evaluasi dalam metode SWOT Analysis.

1.         Strength (kekuatan), berasal dari sumber kekuatan yang ada dalam diri sendiri, seperti disiplin, suka menolong, baik hati, dsb. Hal-hal baik ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, karena dapat membantu untuk mencapai kesuksesan. (internal factor)

2.         Weakness (kelemahan), berasal dari sumber kelemahan yang ada dalam diri sendiri dan harus diperbaiki, seperti suka telat, bangun tidur kesiangan, ga disiplin, merasa paling benar sendiri, ga bisa dibilangin, dsb. Hilangkan hal-hal buruk ini karena ini yang akan menghancurkan diri secara perlahan-lahan. (internal factor)

3.         Opportunity (peluang), peluang baik yang berasal dari luar diri kita, misalkan ada teman lama yang mengajak berbisnis, ada kesempatan mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bagus, dsb. Manfaatkan sebaik mungkin segala peluang yang ada karena biasanya tidak datang dua kali. (external factor)

4.         Threat (ancaman), ancaman dari luar yang bisa merusak diri kita, seperti pengaruh teman-teman yang kurang baik dan kita mudah ikut terpengaruh, maka lama kelamaan bisa menghancurkan diri sendiri. (external factor)

.

Metode SWOT Analysis ini biasa digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu organisasi, namun saya menilai bahwa kita pun juga bisa menggunakan metode ini untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap diri sendiri, dimana kita bisa melihat dan menilai kembali apa kekuatan dan kelemahan kita, dan juga bisa menganalisa segala peluang serta ancaman yang mungkin saja bisa terjadi di tahun-tahun mendatang. Dengan mampu menganalisa 4 faktor tersebut, kita jadi lebih mampu untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

.

Semangat 3P’s

Selain menggunakan metode tersebut, tentunya ada hal-hal yang perlu kita sadari bahwa untuk mencapai segala cita-cita dan impian yang kita inginkan harus didukung dengan mental baja dan tekad yang kuat melalui kerja keras. Selain itu, harus dibakar dengan semangat 3P’s! Masih ingat apa itu 3P’s yang pernah saya bahas panjang lebar di tulisan “3P’s Secret for Scholarship Hunter”? Yaitu Positive, Persistence, Pray!

.

Positive adalah adalah modal dasar paling utama yang harus ditanamkan dan dibangun sebelum melakukan apapun. Allah Swt sendiri sudah mengatakan dalam Hadits Qudsi bahwa “Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku. JIka ia berpikiran baik kepada-Ku maka ia akan mendapatkannya, dan jika ia berpikiran buruk terhadap-Ku maka ia juga akan mendapatkannya”. Jadi jika semuanya berawal dari pikiran yang positif maka akan membuat langkah kita selanjutnya menjadi positif juga.

.

Selanjutnya Persistence, atau terus menerus berusaha dan tidak menyerah. Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan pernah mengatakan, “The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.” Inilah yang disebut persistence, atau seperti bulldozer yang terus bergerak sampai tujuan tercapai. Kalo gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi, gagal, coba lagi! Gagal itu biasa, tapi meratapi kegagalan itu yang tidak biasa. Fall seven times, stand up eight!

 

Terakhir, Pray atau berdoa menjadi sangat penting. Doa adalah senjata orang beriman. Bahkan dalam salah satu hadits disebutkan bahwa doa adalah otak / pangkalnya ibadah. Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Maksudnya, jika ingin sesuatu tapi tidak berusaha, ya mustahil. Tidak ada yang jatuh dari langit secara cuma-cuma. Istilahnya, “no free lunch, man!”

.

Allah Swt memerintahkan di dalam Al-Qur’an, “(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin : 60). Orang yang tidak mau berdoa adalah orang yang sombong dan dimurkai oleh Allah Swt. Rasulullah saw bersabda, ““Siapa saja yang tidak mau memohon (berdoa) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

.

Tutup Buku Lama, Buka Buku Baru

Mari kita menutup buku lama (tahun 2010) dengan penuh rasa syukur dan buka buku baru (tahun 2011) dengan penuh semangat dan tekad yang kuat untuk meraih kesuksesan! Dalam hitungan jam, tahun 2010 akan segera berakhir. Saya pikir tidak perlu merayakan tahun baru dengan berlebihan di tengah kondisi bangsa yang sedang prihatin seperti ini, tapi yang penting adalah melakukan refleksi dan evaluasi menyeluruh, perbaiki segala kesalahan, dan segera perbaiki di tahun 2011.

.

Lakukanlah refleksi akhir tahun secara sederhana, sehingga paling tidak kita dapat mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah dicapai di tahun 2010, dan dapat membuat rencana terukur untuk mencapai pencapaian yang lebih besar lagi di tahun 2011. Dengan melakukan sedikit evaluasi terhadap yang telah dilakukan dan dengan melakukan perencanaan terhadap yang akan kita lakukan pada tahun 2011, diharapkan hidup  dapat lebih terarah dan segala tujuan dapat tercapai.

.

Akhirnya sebagai penutup, slogan yang saya usulkan dalam menyambut tahun baru adalah: 2011 tahun kerja keras, 2012 waktunya menikmati kesuksesan! Setuju bos-bos semua???🙂 Dan untuk mencapai kesuksesan tersebut, ada 3 kunci bekerja yang harus selalu kita ingat, yakni kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas! Kerja keras tugas fisik kita; kerja cerdas tugas otak kita; dan kerja ikhlas tugas hati kita. Let’s do it!

.

Happy New Year 2011 guys! May Allah Swt always bless us!

.

Warm regards,

@MuhammadAssad

9 thoughts on “ReHAT: Refleksi Hidup Akhir Tahun

  1. Mmm.. Seblmnya saya cuma tau klo km temannya tmn saya eh ternyata km seorang penulis..
    SWOT Analysis memang istilah yg tidak asing di dunia psikologi industri dan organisasi tp saat km mengaitkan dgn ayat Al-Qur’an itu adlh pemikiran yg briliant!
    Good job assad! Very inspiring! salam kenal🙂

  2. Artikel yang menarik, semoga dapat bermanfaat untuk penulis dan pembaca. Refleksi diri memang sangat penting dilakukan, meskipun tidak harus pada akhir tahun, namun ini sudah mengakar menjadi budaya yang dilakukan kebanyakan orang.🙂

  3. sesuai dengan peribahasa yang dipake orang eropa.

    “Bangsa yang baik adalah bangsa yang paham dengan sejarahnya. ” Dan orang sukses dia tidak akan pernah lupa akan sejarahnya…

  4. Alhamdulillah… ikut bangga dan bersyukur silaturrahim kita bisa nyambung lagi, sukses buat Assad yang selalu enerjik dan tawadhu’. Inspirasi tulisannya mencambuk saya ikut berbuat lebih banyak.

    Jabat erat, moga tetap rendah hati dan berpijak di bumi. Kadang Sanjungan bisa menjebak..

    Ada lyrics menarik Dawud warnsby Ali : http://haqaonline.com/forums/index.php?s=2ee056d4c8845ff05dcf7dd1dbd66c70&showtopic=2073

    Trying hard to simply be humble and never act too proud
    It’s easy to trip and stumble with your nose up above the clouds
    Its always best to be modest and keep our feet on the ground
    Cause pride will eat us up inside if we’re arrogant and loud.

    Put all our pride away,
    always find a gentle word to say
    you know we shouldn’t fool ourselves,
    Allah has given so much to you and me.
    Put all our pride away,
    Always thank Allah when we prey,
    You know we shouldn’t be full of ourselves
    when we, should be full of humility.

    Ishbir Yaa akhi, mari sama-sama terus menginspirasi
    Askar PhD-ME UTP

  5. Saya senang membaca tulisan Assad. Pembaca seakan sedang berdiskusi dengan sang penulis karena bahasa yang digunakan komunikatif dan bahasa gaul juga.Tapi yang terpenting menurut saya adalah misi dakwah dalam rangka membangun generasi masa depan.
    Teruslah menulis dan berkarya Assad sampai kapan pun. Seperti pesan Mohammad Iqbal, “Gubahlah dunia dengan amalmu, sinarilah zaman dengan imanmu!”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s