Pembelajar Seumur Hidup

Tak terasa sudah setahun lebih saya berada di Qatar. Suka dan duka pastinya ada. Duka-nya tidak perlu dibesar-besarkan, tapi suka-nya harus banyak disyukuri. Tak terasa juga sudah setahun saya menulis #notesfromQatar. Perkembangannya pun sangat menggembirakan. Berdasarkan data statistik wordpress, blog ini sudah dikunjungi lebih dari 40 ribu orang sejak pertama kali dibuat (Oktober 2009). Target saya akhir tahun ini bisa menembus angka 50 ribu.

.

Saya juga mohon doanya, jika Allah SWT ridho dan mengizinkan, #notesfromQatar akan segera dibukukan! Sekarang sedang proses dealing dengan penerbit.. Banyaknya permintaan, disertai dukungan dan semangat dari keluarga, sahabat-sahabat dan teman-teman semua membuat saya sangat bersemangat. Saya percaya niat yang baik akan mudah terealisasi dan diberkahi Allah SWT. Pesen saya cuma satu: Nanti kalau buku #NFQ sudah jadi, tolong dibeli ya! Borong kalo perlu!😀

.

#notesfromQatar Jumat ini saya akan sedikit melecut teman-teman semuanya untuk menjadi seorang pembelajar seumur hidup dan memahami arti pentingnya pendidikan bagi kehidupan.

 

Pendidikan Adalah Kunci

Pendidikan adalah modal yang sangat penting di dalam kehidupan. Bukankah lima ayat pertama Al-Qur’an yang turun ke muka bumi ini berhubungan dengan pendidikan, yaitu tentang perintah untuk membaca?

.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96] : 1-5)

.

Membaca yang dimaksud dalam ayat di atas bukan hanya membaca Al-Qur’an saja sebagai pedoman hidup, namun lebih jauh dari itu. Kita berkewajiban untuk “membaca” dunia ini, “membaca” proses kehidupan, “membaca” apa yang terjadi di sekitar kita, “membaca” sebab akibat yang terjadi di bumi ini dan “membaca” berbagai kehebatan alam semesta dan seisinya.

.

Membaca adalah kunci pembuka segala ilmu pengetahuan Allah SWT. Itulah mengapa kita harus terus mengasah diri dengan belajar. Belajar bisa dari mana saja, kapan saja dan dari siapa saja, bahkan anak kecil sekalipun. Jangan merasa malu atau sombong untuk belajar dari orang-orang yang lebih muda usianya, karena mungkin saja ilmu yang mereka miliki jauh lebih banyak dibanding kita.

.

Kita bisa belajar keikhlasan dari seorang tukang sapu di jalan yang ikhlas bekerja untuk menghidupi keluarganya di rumah meskipun gajinya tak akan bisa mencukupi kebutuhannya. Kita bisa belajar bagaimana mengelola dan memutar uang dari seorang pengusaha sukses. Kita bisa belajar tentang kesederhanaan dari para milyuner yang tetap hidup bersahaja. Kita bisa belajar bagaimana membuat nasi goreng yang enak dari pembantu di rumah.

.

Bahkan, kita bisa belajar dari seorang bayi kecil bagaimana cara tersenyum, karena bayi selalu memberikan senyuman terindah dan tulus yang bisa membuat orang lain tersenyum balik kepadanya. Tidak seperti kita yang memiliki senyum seribu makna. Terkadang kita tersenyum kepada seseorang tapi dalam hati menyimpan perasaan iri hati, dengki, dongkol, kesal, dan berbagai macam penyakit hati lainnya hehehe..

.

Ada sebuah kisah menarik dari Qatar bahwa belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dari siapa saja. Kisah ini tentang seorang gadis kecil, namakan saja Aisha, yang sedang berjalan-jalan di tengah kota bersama sang ayah. Saat berhenti di lampu merah, Aisha bertanya, “Ayah, kenapa kita berhenti saat lampu merah menyala?” Sang ayah menjawab, “Karena lampu itu merah dan merah berarti berhenti.” Aisha bertanya kembali, “Kenapa?” Kata sang ayah, “Kalau tidak berhenti, polisi akan menilang kita.”

.

“Kenapa polisi menilang kita?” Tanya Aisha. Sang ayah pun menjawab, “Karena melanggar lampu merah membahayakan bagi orang lain.” Aisha tidak puas dengan jawaban sang ayah, “Kenapa berbahaya?” Sang ayah menjawab dengan sedikit berpikir, “Karena jika melanggar lampu merah, ada kemungkinan kita akan menabrak orang dan itu berarti menyakiti orang lain. Apa kamu mau disakiti nak?” Aisha spontan menjawab, “Tidak mau!”

.

Sang ayah menambahkan, “Begitu juga dengan orang lain, mereka tidak ingin disakiti. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Kita harus berlaku adil kepada sesama manusia karena Allah Maha Adil.” Aisha mengangguk dan perjalanan kembali diteruskan. Luar biasa bukan? dari sebuah pertanyaan sederhana Aisha, akhirnya bisa mengantarkan kita kepada ilmu yang sangat tinggi, tentang sifat Allah Yang Maha Adil.

.

Otak Seperti Otot

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT dalam bentuk paling sempurna. Pembeda manusia dengan makhluk lainnya adalah kita dikaruniakan akal untuk berfikir. Manusia memiliki kemampuan yang hampir tidak terbatas untuk belajar dan berkembang. Kita diberikan kemampuan berhitung jauh lebih hebat dibanding komputer. Masalah seberat apapun akan bisa kita selesaikan, tantangan sekeras apapun akan mampu kita lalui dan tujuan yang paling mustahil pun akan bisa kita capai dengan memaksimalkan dan selalu melatih kekuatan otak kita.

.

Otak kita seperti otot, akan semakin berkembang bila terus digunakan dan menciut kalau tidak dilatih. Otot bisa semakin membesar saat kita melatih otot fisik. Begitu juga jika melatih otak kita. Semakin kita banyak belajar, semakin banyak yang bisa dipelajari. Semakin banyak hal yang dipelajari, semakin sadar bahwa ilmu kita sangatlah sedikit. Jika kita mendedikasikan diri sebagai seorang pembelajar, semakin mudah untuk menyerap ilmu dan lebih banyak lagi.

.

Nabi Muhammad SAW mengatakan dalam haditsnya bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya kelak di akhirat nanti. Itu berarti kita memiliki tanggung jawab untuk terus belajar karena seorang pemimpin adalah seorang pembelajar. Pembelajar seumur hidup adalah kunci bagi orang-orang untuk menghadapi kerasnya persaingan di era globalisasi seperti sekarang ini.

.

Dunia terus berubah dan satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Sangat mustahil kita mengharapkan suatu kemajuan jika cara-cara yang kita pakai adalah cara-cara yang sama dan usang, sementara para pesaing kita sudah semakin memperbaiki diri mereka. Seorang juara adalah mereka yang selalu dapat beradaptasi terhadap perubahan dengan selalu memperbaharuhi target yang ingin dicapainya. Tiada hari tanpa adanya kemajuan.

.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia adalah orang yang merugi.  Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dibanding hari kemarin maka ia adalah orang yang celaka.” (HR. Muslim)

.

Dalam salah satu buku favorit saya, “The Outliers” karya Malcolm Gladwell, disebutkan bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka yang melakukan latihan sedikit lebih banyak dibanding orang normal kebanyakan. The Outliers – orang yang pencapaian suksesnya di luar jangkauan normal – adalah mereka yang memulai kesuksesan dengan usaha sedikit lebih baik, dan terkadang perbedaannya sangat kecil.

 

Namun yang menarik adalah, perbedaan kecil tersebut dapat menghasilkan sebuah kesempatan yang membuat perbedaan itu sedikit lebih besar. Selanjutnya, kesempatan yang didapatkan tadi akan mengundang kesempatan lain untuk datang, dan begitu seterusnya, sehingga perbedaan yang tadinya kecil akan semakin besar dan semakin jauh melampaui orang-orang yang tidak melakukan apa-apa.

.

Gladwell memperkenalkan konsep 10.000 jam, yang menyatakan bahwa untuk menjadi ahli dalam suatu bidang, minimal mereka telah berlatih dan menekuni bidang tersebut dalam waktu kurang lebih 10.000 jam. Latihan bukanlah hal yang dilakukan setelah kita menjadi hebat, tapi latihan adalah hal yang membuat kita menjadi hebat. Mozart, Bill Gates dan The Beatles adalah contoh-contoh orang hebat yang telah meraih kesuksesannya dengan konsep tersebut.

.

The Beatles misalnya, selama bertahun-tahun mereka harus menghabiskan waktu delapan jam sehari tampil di bar-bar di kota Hamburg, Jerman. Gladwell menghitung, sebelum menjadi sangat sukses dan terkenal, The Beatles sudah menghabiskan 12.000 jam tampil diatas panggung. Begitu juga dengan Bill Gates yang bisa menghabiskan waktu 8-10 jam per hari di depan layar komputer hanya untuk mengotak-atik program di saat mudanya.

.

Kita semua pasti ingin meraih kesuksesan, namun anehnya hanya sedikit yang mau berusaha keras untuk kesuksesan tersebut. Kesuksesan tidak bisa didapatkan instan seperti kita membuat pop mie, tapi ia adalah proses yang panjang, berliku dan terjal. Kita sering terpesona dengan kesuksesan yang diraih seseorang, namun jarang mau mempelajari bagaimana asal usul dan proses dari kesuksesan yang diraih.

 

Membangun Generasi Pembelajar

Generasi muda memiliki tanggung jawab dan peran yang penting untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang sejahtera dan bermartabat karena jumlahnya yang besar dan signifikan. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2008, jumlah pemuda Indonesia adalah 80,9 juta jiwa atau sekitar 37 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini sangat potensial sebagai salah satu modal utama bagi penggerak pembangunan bangsa ini.

 

Generasi muda memiliki 3 peran utama pada masa sekarang. Pertama, sebagai generasi penerus bangsa yang secara konsisten melanjutkan perjuangan yang telah dirintis generasi sebelumnya. Kedua, sebagai generasi pengganti generasi tua yang belum mampu mengemban amanat mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Ketiga, sebagai generasi pembaharu yang bertujuan untuk mentransformasi bangsa ini kearah yang lebih baik.

.

Generasi muda selalu diidentikkan sebagai kaum yang idealis, dinamis dan progresif, yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi bangsa. Namun sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana menciptakan generasi seperti ini? Mencetak generasi muda yang memiliki semangat berkobar, integritas tinggi, dan sanggup mengguncangkan dunia seperti yang dicita-citakan mantan Presiden Sukarno memang bukanlah pekerjaan mudah.

.

Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung kepada generasi mudanya. Kalau ingin melihat maju atau mundurnya suatu bangsa di masa yang akan datang itu sebenarnya mudah, lihat saja apa yang dilakukan generasi mudanya saat ini. Kalau generasi mudanya saja sudah malas kuliah, senang bermabuk-mabukan dan hidup tanpa tujuan, apa kata dunia???😀

.

Bagaimana mungkin kita akan menjadi bangsa yang besar, sementara generasi mudanya lebih suka bermalas-malasan? Bagaimana mungkin negara ini akan maju kalau perilaku rakyatnya justru adalah kemunduran? Analogi mudahnya, bagaimana mungkin kita mengharapkan seorang istri seperti Fatimah RA, kalau perilaku kita tidak seperti seorang Sayyidina Ali Bin Abi Thalib?

.

Saya sering melihat banyak anak-anak muda sekarang ini yang seperti sudah hilang semangat hidupnya seolah-olah dunia sudah kiamat dan hanya tidur-tiduran memikirkan nasib tanpa bertindak. Saya paling geregetan melihat orang-orang seperti ini hahaha.. C’mon guys.. We are the hope of this nation!

 

Pada akhirnya, janganlah pernah berhenti untuk menjadi generasi pembelajar, karena kita semua adalah pembelajar seumur hidup. Belajar adalah sebuah proses berkesinambungan yang tidak akan pernah berhenti dari saat kita melihat dunia ini hingga meninggalkannya. Happy long-life learning!

.

It’s very impossible to live by yesterday’s standards and expect extraordinary results today. Live life with passion!

.

Warm regards,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar (www.muhammadassad.wordpress.com) adalah  kumpulan tulisan penyemangat yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai  suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai, mudah dimengerti dan tidak berusaha untuk menggurui. Dengan semangat berbagi, saya ingin mengajak semua yang membaca ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

16 thoughts on “Pembelajar Seumur Hidup

  1. akhirnya keluar juga tulisannya, dah ditunggu2x ma fans nya (lebay.com). saya juga pernah baca di SWA mengenai 10.000 jam tadi, mang kita gak tahu hasil akhirnya kalo gak dimulai dari sekarang dan konsisten, makasih atas tulisan di hari jumat ini, nice weekend mas.

  2. setuju bgt,belajar tdk mengenal usia dan waktu…khusus utk pemuda,adl generasi penerus bangsa, dlm teks pidatonya presiden Soekarno pernah berkata” seribu org tua hanya dpt bermimpi, satu org pemuda dpt mengubah dunia” dahsyat bgt kan?! Di dlm Holy Qur’an jg ada lho! “Kami ceritakan kisah mrk kepadamu( Muhammad) dgn sebenarnya. Sesungguhnya mrk itu adl pemuda2 yg beriman kpd Tuhan mrk(Sang Pencipta), dan Kami tambahkan kpd mrk petunjuk”.QS.Al-Kahfi:13…jadi?? Ayo para pemuda!! Tunjukan kekuatanmu!! Gud luck Assad! Dan semua pemuda Indonesia!

  3. Alhamdulillah..sebuah catatan yg menarik mas..🙂
    Rasulullah saw bersabda,
    “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi,dan sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham,namun sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka siapa yang mengambilnya,maka dialah yang mengambil bagian yang sempurna.”(HR Ahmad,Tirmidzi,An-Nasa’I,Abu Daud,Ibnu Majah dan yang lainnya dari Abu Darda’).sebuah kutipan dr buku Dahsyatnya Sabar..🙂 masih bnyk ilmu yg mngajarkan kebaikan yg bisa kita pelajari slama kita hidup utk menjadikan hidup lebih baik ..🙂

  4. Alhamdulillah..sebuah catatan yg menarik mas..🙂
    Rasulullah saw bersabda,
    “Sesungguhnya para ulama adalah pewaris para nabi,dan sesungguhnya para nabi tidaklah mewariskan dinar dan tidak pula dirham,namun sesungguhnya mereka hanyalah mewariskan ilmu. Maka siapa yang mengambilnya,maka dialah yang mengambil bagian yang sempurna.”(HR Ahmad,Tirmidzi,An-Nasa’I,Abu Daud,Ibnu Majah dan yang lainnya dari Abu Darda’).sebuah kutipan dr buku Dahsyatnya Sabar..🙂 masih bnyk ilmu yg mngajarkan kebaikan yg bisa kita pelajari slama kita hidup utk menjadikan hidup lebih baik ..🙂 maaf bila ada salah kata..🙂

  5. Another inspiration story…

    we all the future hope.. we are the future… so always trying invented something, inspired the people who need to inspired.. there is no age limit for continuous learning…

    well done my friend…

    salam mie goreng…🙂

  6. “Semakin banyak hal yang dipelajari, semakin sadar bahwa ilmu kita sangatlah sedikit.”
    So true.
    Bagus bangeet tulisan2 di blognya. Sungguh-sungguh bacaan yang bermanfaat.
    Keep inspiring.

    Warm regards,
    Mia

  7. Wah kak..aku jadi sering ni baca blog-nya. Seru-seru banget pengalaman ‘n isinya. Two thumbs up deh..hehe
    Oia kak..bs ga’ ngebahas tentang homosexual sm gender identity disorder gtu, berdasarkan pandangan islam sm kaya’ kedokteran gtu..soalnya aku sempet denger klo hal itu dipengaruhi juga sama struktur otak mereka yang ternyata beda..trus gimana si pandangan dari islam sendiri??
    Lagi pensaran banget ni sm hal itu, soalnya temenku ada beberapa yang kaya’ gtu..hehe.. Makasi

  8. Saya bersyukur bisa dipertemukan dgn kak Assad oleh Allah meskipun hny via twitter.
    Saya kembali berapi2 utk mewujudkan cita2 saya mjd seorang dokter yg tadinya sempat redup dan nyaris mati setelah membaca NFQ.
    keep inspiring and keep kind-heart for kak Assad:-)

  9. salam kenal.
    Saya sering baca blog ini cuma belum pernah komen🙂
    tulisan – tulisannya bagus mas/kak
    ditunggu bukunya ,,

    izin pasang link di blog saya

    regards,

    Mir

  10. Selamat Assad sukses selalu. bagus…. bagus banget…..ga nyangka tulisan2 kamu bagus dan bisa membangkikan semangat….anak2 muda indonesia. Ibu tunggu bukunya….. dan karya2 lainnya. sukses yah……

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s