Membentuk Generasi Tangguh

.

Greetings from Melbourne! 😀 Apa kabar semua teman-teman, sahabat dan para pembaca setia #notesfromQatar? I hope you are all fine! Edisi Jumat ini agak sedikit berbeda karena saya sekarang sedang berada di Melbourne, jadi mungkin seharusnya tulisannya menjadi #notesfromMelbourne hehe.. Well, meskipun sedang tidak berada di tanah air tercinta, tapi itu tidak menyurutkan komitmen aktivitas rutin mingguan untuk terus berbagi sedikit pengetahuan dalam menulis #notesfromQatar.

.

Salah satu aktivitas selama di Melbourne adalah menghadiri Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) di Victoria University. Saya sendiri sebagai perwakilan PPI (Persatuan Pelajar Indononesia) di Qatar, tempat saya belajar S2 (Master of Islamic Finance). Konferensi ini mengumpulkan PPI seluruh dunia, dari Asia, Eropa hingga Timur Tengah. Topik konferensinya adalah bagaimana kontribusi pemuda terhadap pembangunan bangsa. Saya pun jadi tertarik untuk menuliskan tentang hal ini dalam #notesfromQatar edisi Jumat ini. Setuju?🙂

.

Tulisan kali ini akan menyoroti bagaimana cara untuk membentuk suatu generasi muda yang tangguh. Ini tidak lepas dari kenyataan bahwa kaum muda adalah sosok penentu keberhasilan bangsa di masa depan nanti. Maju atau tidaknya suatu bangsa di masa depan bisa dilihat dari maju atau tidaknya para pemuda di negara tersebut. Jadi sebetulnya mudah saja untuk melihat apakah Indonesia akan maju di masa yang akan datang, lihat saja kelakuan anak mudanya sekarang ini.

.

Generasi muda adalah generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet untuk melanjutkan pembangunan. Untuk bisa mengemban tugas itu, tidak ada kata lain, kita harus mampu menjadi generasi yang tangguh. Bagaimana menciptakan suatu generasi yang tangguh? Yaitu dengan menciptakan generasi yang mampu untuk berfikir namun tidak lupa juga untuk berzikir. Generasi inilah yang terus menerus dibutuhkan bangsa untuk membangun suatu peradaban, karena mereka bukan hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan, tapi juga beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu, orang-orang yang mengingat Allah SWT di saat berdiri, duduk atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 190-191)

.

Di dalam ayat tersebut terdapat unsur manusia yang mampu untuk berfikir dan berzikir. Allah SWT memberikan pelajaran dan pengajaran kepada orang-orang yang memiliki akal (berfikir) bahwa sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi serta bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya. Orang-orang yang berpikir inilah yang selalu memikirkan berbagai fenomena alam dimanapun dan kapanpun, dan selalu mengingat Allah SWT (berzikir) baik dikala sedang berdiri, duduk, dan berbaring. Zikir di sini bukan berarti hanya mengucap kalimat tasbih atau takbir, tapi secara general adalah beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT.

.

Bagaimana menciptakan generasi ini? Pertama, adalah dengan ilmu pengetahuan, dan sumber dari ilmu pengetahuan adalah membaca. Makanya mengapa wahyu yang pertama turun ke Nabi Muhammad SAW adalah tentang perintah membaca atau Iqra’. “Bacalah atas nama Tuhanmu (Allah SWT) Yang menciptakan.” (QS. Al-Alaq:1)

.

Lalu apa yang harus dibaca? Jawabannya adalah ayat-ayat Allah SWT yang ada dua macam. Pertama adalah ayat yang tertulis dan kedua adalah ayat yang tercipta. Ayat yang tertulis atau Ayat Qauliyah” adalah ayat-ayat yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Sementara ayat yang tercipta atau “Ayat Kauniyah” adalah berbentuk ciptaan-ciptaan Allah SWT di alam semesta seperti matahari, bumi, bulan, bintang, planet, tumbuh-tumbuhan, binatang, dsb.

.

Semua itulah yang harus dibaca dan dipelajari oleh generasi muda agar kita dapat semakin maju dan menguasai ilmu pengetahuan. Apapun yang akan kita lakukan, semuanya harus dengan ilmu. Segala sesuatu yang dikerjakan tanpa ilmu bagaikan tubuh tanpa nyawa. Tanpa ilmu, kita tidak dapat mengerti tentang arti, sehingga tidak dapat memberikan manfaat bagi diri kita sendiri, apalagi bagi sekeliling kita.

.

Beribadah membutuhkan ilmu, membangun gedung pun memerlukan ilmu, hingga pergi ke bulan pun harus ada ilmunya karena tanpa ilmu kita bisa hilang di bulan dan ga balik lagi ke bumi hehehe… Allah SWT berfirman, “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan (ilmu).” (QS. Ar-Rahmaan [55]:33)

.

Ironisnya, dalam merealisasikan hal ini, ternyata kaum kafir lebih pandai dibanding kaum muslim itu sendiri. Sejarah mencatat pada tahun 1978 dua orang astronot Amerika Serikat, yakni Neil Amstrong dan Buzz Aldrin telah pergi ke bulan dengan menggunakan pesawat Apollo H.

.

Fakta di atas menunjukkan betapa ilmu pengetahuan memegang peranan sangat penting pada masa sekarang ini karena bangsa-bangsa yang maju adalah bangsa-bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan. Kita bisa melihat bagaimana terbelakangnya kaum muslimin di dunia ini dalam bidang ilmu pengetahuan dibanding kaum kafir, terutama Yahudi. Menurut data terbaru tahun 2009, di dunia ini terdapat 14 juta orang Yahudi, dengan persebaran terbanyak di Amerika dengan total populasi sekitar 5 juta, lalu di benua Asia (5 juta), Erope (2 juta), dan Asia (sekitar 200 ribu).

.

Sedangkan, jumlah total populasi kaum muslim di dunia berjumlah 1.5 Miliar atau 1,500 juta orang, atau skitar hampir 110% lebih banyak dibanding kaum Yahudi. Persebarannya tersebar dari yang paling terbanyak berada di Benua Asia dan Timur Tengah (1 Miliar), lalu Benua Afrika (400 juta), kemudian di Benua Eropa (40 juta), dan sisanya menyebar di Benua Amerika (6 juta).

.

Dengan data seperti ini, berarti 1 dari 5 orang di dunia ini adalah seorang Muslim. Dan untuk setiap orang Yahudi di dunia ini terdapat 107 orang Muslim. Jadi perbandingan antara kaum muslimin dan kaum Yahudi adalah 1:107. Lalu mengapa dengan data sehebat ini, dengan perbandingan kaum muslimin yang lebih dari 100 kali lipat banyaknya dari Kaum Yahudi, kita masih sangat terbelakang? Jawabannya adalah ilmu pengetahuan.

.

Dalam 105 tahun belakangan ini, dari 14 juta Kaum Yahudi di dunia ini, 180 diantaranya sudah memenangkan hadiah Nobel. Sementara dari 1.5 milyar penduduk Muslim, baru 3 orang yang mendapatkan hadiah Nobel. Sungguh ironis.

.

Kita telah melihat sendiri bagaimana majunya kaum Yahudi di dalam ilmu pengetahuan. Tanpa kita sadari, selama ini hidup kita pun sedikit maupun banyak tergantung dari produk-produk Yahudi. Operating System di sebagian komputer kita adalah Microsoft. Jika kita ingin mencari data di internet, maka kita langsung akan tertuju ke Google atau Yahoo, atau mungkin kita lebih bangga saat makan di restoran-restoran seperti McDonalds, KFC, Burger King, dan nongkrong bareng temen-temen di Starbucks, dan berbagai macam lainnya.

.

Kita memang pernah mempunyai ilmuwan-ilmuwan dan para cerdik cendekia sekelas Ibnu Sina, Ibnu Rusydi, Al-Khawarizmi, dsb. Tapi sadarlah wahai kaum Muslimin, itu dahulu kala. Bangun bangun sahurrr jangan kelamaan tidurnya! hehehe.. Sekarang kita sudah sangat jauh tertinggal. Kita lebih mengenal dan mengagumi nama-nama besar seperti Albert Einstein, Sergei Brin (Google), Michael Dell (Dell Computer), Bill Gates (Microsoft), hingga Roman Abrahamovic, pemilik klub Chelsea yang juga seorang Yahudi.

.

Inilah kondisi kaum Muslim pada masa sekarang ini. Tapi kita tidak usah menjadi takut dan pesimis, karena memang beginilah cara Allah SWT memberikan pelajaran untuk memotivasi kita sebagai manusia untuk selalu berpikir dan menguasai ilmu pengetahuan yang nantinya pada suatu saat akan mengangkat kembali Islam seperti masa keemasannya dahulu. Namun, berpikir saja tidaklah cukup. Kita juga harus berzikir sebagai wujud rasa patuh dan taat kita kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT. “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab:41-42)

.

Dengan memiliki ilmu pengetahuan dan menjadi insan yang pandai berpikir dan berzikir, Allah SWT berjanji akan mengangkat derajat kita, “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat …” (QS. Al-Mujadilah:11)

.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah, khususnya dalam menjadikan kita sebagai insan yang berpikir dan berzikir di dunia ini, serta selalu memberikan petunjuk kepada kita semua dalam menapaki jalanNya yang lurus, jalan orang-orang yang Allah berikan nikmat, jalan para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, serta orang-orang yang shalih, dan bukan jalan orang-orang yang tersesat.

.

Demikian #notesfromQatar hari ini, have a good day friends! How’s the weather in Indonesia? The weather here is really really freezing! brbrbbrrbbrrrrr😀

.

Greetings from Melb,

@muhammadassad

.

#notesfromQatar adalah catatan ringan dan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai hal-hal ringan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat berbagi, saya ingin memberikan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan berdiskusi bersama.

5 thoughts on “Membentuk Generasi Tangguh

  1. “Membentuk Generasi Tangguh” melihat judul topiknya memang pas untuk sang empunya blog.🙂
    Melihat Author Profilnya saya hanya bisa mengucap ‘subhannallah’. Kita sama2 kelahiran ’87, tp luar biasa anda sudah jauh berkarya dengan pendidikan dan prestasi yang patut diacungi jempol.
    Hidup bukan diukur dari pencapaian demi pencapaian, dan saya yakin anda akan terus berkarya hingga anda bisa membawa kebaikan untuk agama, diri anda sendiri dan orang lain. amiiinn,,

    nice post assad, barokallahufikum

  2. Wahhh menarik, bagaimana caranya ya kita bisa aplikasikan secara teknis utk membentuk generasi tangguh di Indonesia?

  3. ass,
    good comparations and a lot motivations (tausiyah).
    Anda sudah menunjukkan satu dari generasi tangguh itu. Keep thinking, writing and spreading a good deed’s spirits over the world.

    a bit correction: muslim number is 1100% to yahudi

    wass,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s