Piala Dunia: Waktunya Berjudi?

Salam Olahraga!! Tidak terasa juga Piala Dunia 2010 akan memasuki fase terakhir. Dua tim terbaik dari benua Eropa: Belanda dan Spanyol, telah mencatatkan diri mereka dalam sejarah untuk berada di Final. Siapapun pemenangnya, satu yang pasti: Juara dunia baru akan lahir! Ini bisa terjadi karena, baik Belanda ataupun Spanyol, belum pernah menjadi juara dunia. Berhubung momen piala dunia sudah akan mencapai puncaknya, agak kurang greget kalau #notesfromQatar tidak membahas hal-hal yang berhubungan dengan pesta akbar 4 tahunan ini.

.

Piala Dunia memang luar biasa! Kehadirannya bisa membawa euforia begitu hebat bagi semua orang. Piala dunia seperti sihir yang bisa menyatukan semua orang dari berbagai kalangan. Tidak perduli dari Presiden sampe abang tukang sayur, semua pasti ngomong tentang bola! Suka ga suka, ngerti ga ngerti, itu ga penting. Yang penting adalah kita semua punya tim jagoan masing-masing. Alasan pun bermacam-macam, dari alasan karena skill pemain di negara itu hebat-hebat sampai alasan bahwa pemainnya tampan-tampan. Semua boleh!

.

Selain itu, Piala Dunia rasanya tidak lengkap tanpa dua aktivitas yang selalu dilakukan bersama teman atau sahabat. Ibaratnya kalo ga ada aktivitas ini seperti sayur asem tanpa asemnya atau jagung bakar tanpa dibakar hahahaa.. Pertama adalah nonton bareng (nobar) dan yang kedua adalah TARUHAN! kalo nobar si ya boleh dan halal aja asalkan waktu nobar ga sambil minum-minuman keras ya hehehe.. tapi bagaimana dengan taruhan, bolehkah? Bagaimana kalau taruhan hanya sekedar “just for fun”? Ini dia masalah klise yang selalu berputar di otak kita tapi tidak pernah selesai.

.

Apalagi sekarang lagi heboh tentang ramalan dari sebuah gurita berumur 2 tahun di Jerman yang bernama Paul atau biasa disebut “Paul the Octopus”. Si gurita ga jelas ini yang katanya bisa meramal hasil pertandingan berdasarkan kotak dimana sang gurita nemplok. Kemarin sang gurita nemplok di kotak yang ada bendera spanyol, maka orang-orang beramai-ramai taruhan pegang spanyol. Memang benar prediksinya itu tepat, tapi ya itu emang kebetulan ajaaa.. Pertanyaan sederhananya, kok bisa2nya gurita dipercaya oleh manusia yang jelas-jelas memiliki akal??? Pusing kepala gue hehehe..

.

Judi Ooohh Judi…

Judi atau taruhan didefinisikan sebagai transaksi atau permainan yang mengandung unsur spekulasi untuk menentukan nasib yang akan menguntungkan salah satu pihak dan menimbulkan kerugian di pihak lain. Kalau di dalam bisnis, seperti permainan bernama zero-sum game, yaitu keuntungan yang didapat berasal dari kerugian yang diderita orang lain. Jadi dalam zero-sum game, tidak ada ceritanya dua-duanya untung (win-win), yang ada satu menang satu lagi terkapar alias K.O. Misalkan, A mempertaruhkan Rp 50.000 dan B Rp 50.000 juga. Kalau A yang menang maka uang B akan jadi milik A sehingga B rugi, dan begitu juga sebaliknya jika A yang kalah maka dia yang akan rugi dan B untung.

.

Di dalam Islam, judi atau taruhan diistilahkan dengan kata “maysir” dari akar kata al-yusru yang berarti mudah atau al-yasar yang berarti kaya. Hal ini karena orang beranggapan bahwa judi adalah cara cepat untuk membuat orang menjadi kaya dengan cara yang mudah. Padahal, semua itu hanya ilusi dan tidak pernah ada cerita dalam sejarah orang-orang terkaya di dunia karena hasil berjudi. Berjudi ini seperti narkoba, biarpun orang sudah rugi dan bangkrut bahkan sampai harus menjual aset, tetap saja orang yang gila judi tidak akan pernah berhenti.

.

Taruhan atau judi itu hukumnya H-A-R-A-M. Semua ulama sepakat mengenai hal ini karena aturan mainnya sudah jelas. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berpahala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah [5]:90).

.

Saat Islam mengeluarkan perintah/larangan terhadap sesuatu, pasti ada hikmah yang terkandung di baliknya. Begitu juga dengan judi. Mudharat (keburukan) yang ditimbulkan jauh lebih banyak dibanding maslahat (kebaikan). “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al-Baqarah [2]:219)

.

Salah satu mudharat yang bisa diciptakan dari perjudian adalah permusuhan dan kebencian di antara orang yang melakukan judi, dan bukan tidak mungkin akan berakibat kepada dendam dan saling membunuh. Hal ini sudah diingatkan oleh Allah SWT, “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu akibat (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah SWT; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah [5]:91)

.

Taruhan Dalam Sepakbola?

Bagaimana dengan taruhan dalam sepakbola? Apakah termasuk perjudian? Jawabannya: YES! Karena taruhan dalam sepakbola tetap ada unsur judi di dalamnya. Pertama, menggantungkan nasib kepada sesuatu yang belum pasti, yaitu tim sepakbola yang kita jagokan menang / kalah. Kedua, ada unsur zero-sum game seperti yang saya jelaskan di atas. Jadi pihak yang menang berada di atas kerugian atau penderitaan orang lain. Meskipun orang yang kehilangan duitnya ikhlas, tapi pasti tetap ada rasa tidak terima.

.

Lalu bagaimana jika uang yang dipertaruhkan itu dalam jumlah yang sedikit? Tetap saja hukumnya judi, mau dikit atau banyak, tetap ada unsur judinya di situ. Logika mudahnya seperti ini: aktivitas yang dlakukan sama (berjudi), aturan mainnya juga sama (yang menang dapet, yang kalah keok alias boke), ya tentu saja hukumnya sama… Haram. Jika Allah SWT melarang kita melakukan sesuatu, itu berarti kita harus meninggalkannya secara keseluruhan, baik dalam bentuk besar maupun kecil.

.

Contohnya, kita dilarang untuk mencuri, itu berarti mau mencuri bebek tetangga atau mencuri dengan cara ngebobol ATM ratusan juta, tetap saja namanya mencuri. Contoh lain kita dilarang meminum khamar/arak/bir/whiski/teman2nya. Mau nenggak 7 botol atau nenggak setetes ya sama aja hukumnya haram, dan meskipun kita tidak mabok sewaktu meminumnya. Karena tingkat kemabokan seseorang itu berbeda, bagi yang sudah biasa meminum khamar, mungkin 19 gelas tidak akan menyebabkan mabuk. Tapi bagi orang yang belum pernah minum sekalipun, satu teguk udah teler keblinger terkapar hehehe.. (www.lebay.com)

.

Mengapa besar atau kecil tetap sama saja hukumnya haram? Itu sebagai latihan agar kita tidak terbiasa melakukan dosa kecil, karena semakin ringan dosa dilakukan maka akan berkembang terus seperti bola salju dan menjadi dosa yang besar. Coba liat, orang yang korupsi puluhan milyar itu kan karena sudah terbiasa latihan korupsi dalam jumlah yang kecil kan? Tidak akan ada cerita orang bisa langsung lihai korupsi 50 M tanpa melewati proses korupsi 50 juta, 500 juta, 5 M, dst.

.

Terus kalau taruhannya bukan dalam bentuk uang gimana? Tapi misalkan, dalam bentuk teman yang kalah mentraktir teman yang menang? ya sami mawon tetep aja itu judi, cuma dalam bentuk yang lebih halus hehehe…. Tapi kan niatnya baik? Supaya persahabatan semakin erat dan hubungan semakin baik? Ya memang itu niatnya bagus, cuma caranya yang salah.

.

Kalau kita mau mentraktir teman, ya dari awal ga perlu kita bertaruh dan mengucap kata-kata yang kurang lebihnya, “Gue pegang Belanda pasti menang lawan Spanyol nih! Taruhan yuk, kalo Belanda yang menang lo traktir gue, tapi kalo Spanyol yang menang, gue yang traktir lo!” Nah kata-kata seperti ini lah yang mengakibatkan hukum haram judi menjadi “ON”.

.

Berarti ucapan saja sangat berpengaruh dong? Oiya tentu saja. Makanya mengapa ada ungkapan “mulutmu harimaumu”. Hati-hati dengan ucapan. Bukankah begitu banyak hal bisa terjadi hanya dengan ucapan? Orang bisa bunuh-bunuhan hanya karena sakit hati diejek temannya. Pria dan wanita juga bisa sah menjadi suami istri juga hanya dengan ucapan (ijab qabul) bukan? Bahkan, orang yang ingin masuk Islam pun cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, dan telah sah dia sebagai pemeluk agama Islam.

.

Jadi, selain niatnya baik, caranya pun juga harus tepat. Contohnya, A mau mentraktir teman-temannya, yaudah ga perlu diomongin dari awal. Tapi misalkan di pertandingan itu Belanda menang dan hatinya senang, trus keluar kata-kata, “Waaahhh hati gue lagi berbunga-bunga dan seneng nih tim jagoan gue menang, ayo kita ke warung Bu Inem, gue traktir makan bakso lo semua sampe kembung!” nahhh yang model begini baru boleh hehehe…

.

Demikianlah pembahasan #notesfromQatar mengenai taruhan dalam sepakbola. Intinya adalah, silahkan menikmati pertandingan sepakbola dengan nobar bersama teman, kerabat, sahabat dan keluarga tercinta, tapi gausa pake taruhan ya.. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi teman-teman dan pembaca semua karena saya yakin hal-hal kecil seperti ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang klise, namun terkadang kita bingung untuk mencari jawabannya.

,

Ternyata, semua jawaban yang kita butuhkan sudah ada di dalam Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama paling sempurna yang mengatur seluruh bentuk kehidupan umat manusia, dari mulai tata cara beribadah sampai dalam hal berolahraga. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah [5]:3)

.

Lastly, Siapakah yang anda dukung dalam Final Piala Dunia 2010: Belanda VS Spanyol? kalau gue jagoin Belanda! (Tanpa taruhan tentunya hehehe…). Nobar dimana yang kira-kira seru untuk Final Piala Dunia ya? Any suggestion???🙂

.

Have a good Friday all!

.

Warm Regards,

@muhammadassad

.

#notesfromQatar adalah catatan ringan dan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai hal-hal ringan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat memberi dan berbagi, saya ingin memberikan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

2 thoughts on “Piala Dunia: Waktunya Berjudi?

  1. Amazingg!! tulisan yang cerdas, logis namun dengan bahasa yang santai… masuk banget nih ke anak2 muda yang pada suka judi hahahahaha… thanks for the writings bang assad! lanjutkan!!😀

  2. setuju sama yang diatas. santai tapi punya bobot. sayangnya tulisan ini keluar pas piala dunia udah mau kelar. coba dari awal. hahahaha. mantep kak blognya. tulisan yang tentang sedekahnya superb!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s