Kartini, Emansipasi dan Wanita Modern Abad 21

Kemaren pas ga ada ide mau nulis apa di edisi #notesfromQatar hari Jumat ini, saya nge-tweet minta saran dari temen-temen tentang topik yang mau dibahas. Tanpa disangka, responnya cukup banyak dan bermacam ide segar yang diberikan sangat menarik, dari mulai masalah tato dalam Islam, bagaimana mendapatkan beasiswa dan kuliah di luar negeri, pacaran / nikah beda agama, emansipasi wanita (karena abis kartini-an), sampe keputusan menikah muda! Hehehe.. Interesting!

.

FYI, bagi yang belum tau, #notesfromQatar adalah catatan-catatan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat mengenai hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Dengan semangat memberi dan berbagi, saya ingin menuliskan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. Tulisan-tulisan dalam #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

.

Kembali ke laptop, dari beberapa topik yang diusulkan, “tato dalam Islam” dan “hari kartini” cukup banyak peminatnya. Tapi karena saya yang menentukan mau nulis apa (sedikit otoriter hehe), akhirnya saya putuskan untuk menulis tentang “Kartini, Emansipasi dan Wanita Modern Abad 21” karena pas baru 2 hari yang lalu merayakan Hari Kartini. Sementara topik mengenai tato akan kita diskusikan Jumat depan, setujuu?? Dan topik tentang “pacaran / nikah beda agama” dan “keputusan menikah muda” Jumat depannya lagi, setuju???

.

Raden Adjeng Kartini

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia..
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia..

.

Pertanyaan sederhana sebagai pembuka, Apa yang terbayang di pikiran kita saat mendengar kata “Kartini” atau saat merayakan hari Kartini? Jawabannya pasti: EMANSIPASI WANITA. Dua kata ini seakan sangat powerful bagi wanita-wanita Indonesia untuk meminta persamaan hak seperti yang didapatkan oleh laki-laki. Lalu siapakah Kartini itu? Apa sebenarnya emansipasi wanita yang dia perjuangkan? Dan apa hubungannya dengan kehidupan wanita Indonesia sekarang ini yang biasa disebut dengan “Kartini modern abad 21”?

.

Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879. Dia berasal dari golongan keturunan priyayi atau bangsawan Jawa. Saya menggambarkan Kartini sebagai wanita lembut, cerdas dan berani mendobrak untuk melakukan suatu perubahan yang lebih baik. Namun yang paling penting dari semua itu, dia tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Pemikiran-pemikiran kritisnya banyak menyangkut tentang permasalahan sosial pada saat itu, terutama yang menyangkut tentang wanita.  Dia adalah seorang pelopor kebangkitan wanita pribumi Indonesia dengan kata sakti yang dibawanya: Emansipasi.

.

Arti dan Makna Emansipasi

Konsep emansipasi ini menarik. Apa memang benar bahwa yang namanya emansipasi itu berarti semua sama rata? Apa emansipasi itu berarti wanita mendapatkan hak dan kewajiban yang sama persis seperti yang laki-laki dapatkan? Dan apa yang namanya emansipasi itu berarti wanita bisa mengerjakan semua yang dikerjakan oleh seorang lelaki?

.

Emansipasi wanita bukanlah hal yang patut dilebih-lebihkan, apalagi dijadikan dalih sebagai tameng untuk membela kepentingan pribadi. Kartini sendiri mungkin akan sedih kalau ternyata emansipasi yang dia perjuangkan dipahami secara salah. Konsep emansipasi lahir karena adanya ketidakadilan yang diberlakukan kepada kaum wanita dan adanya ketidaksamaan hak yang dimiliki oleh wanita dibanding pria karena alasan gender. Arti emansipasi wanita yang saya pahami adalah suatu persamaan hak yang diberikan kepada kaum wanita tanpa diskriminasi gender. Hak ini harus diberikan secara proporsional dan adil (bukan sama persis). Bagaimana seorang wanita mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan bagaimana kaum laki-laki menghormati serta memperlakukan wanita sebagaimana mestinya; tidak meremehkan, tidak mengeksploitasi, apalagi menyiksa.

.

Wanita merupakan makhluk yang sangat penting bagi laki-laki, termasuk saya pribadi. Saya pun lahir dari rahim seorang wanita hebat dan tangguh. Sahabat-sahabat dan teman-teman saya juga banyak yang wanita, Doktor pembimbing waktu S1 dulu juga seorang wanita, dan bahkan nantinya saya juga akan menikah dengan seorang wanita.. Well, I need a wife to complete my life! Because life without wife is like fifty without five! Hehehe (www.curhat.com)

.

Lalu bagaimana Islam memandang wanita? Islam sangat menghormati wanita dan menaruh posisi tinggi terhadapnya. Ini terbukti bahwa di dalam Al-Qur’an ada salah satu surat yang namanya An-Nisa yang berarti wanita. Tidak ada surat dalam Al-Qur’an dengan nama Ar-Rojul atau Ar-Rijal yang artinya laki-laki. Kemudian Rasulullah dalam salah satu haditsnya menyampaikan bahwa Surga berada di bawah telapak kaki seorang wanita mulia bernama Ibu. Selain itu, pernah ada suatu kisah juga saat Rasulullah ditanya oleh sahabatnya tentang siapa yang harus dihormati terlebih dahulu di antara Ibu dan ayah, beliau menjawab: “Ibu-mu, Ibu-mu, Ibu-mu, baru kemudian Ayah-mu”.

.

Allah SWT berfirman: “Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah SWT) menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa [4] : 1)

.

Dalam ayat tersebut, Islam memandang bahwa wanita adalah pelengkap bagi laki-laki. Allah SWT menjadikan laki-laki dan wanita berpasang-pasang kemudian memberikan keturunan kepada mereka. Jadi yang namanya pasangan itu sudah pasti berbeda. Seperti sendok dan garpu, hitam dan putih, sikat gigi dan odol, roti dan mentega, dst.  Jadi, fungsi keduanya adalah saling melengkapi dan bukan sebagai pengganti. John Gray dalam buku best sellernya, “Men Are From Mars and Women Are From Venus” juga mengatakan bahwa secara alami laki-laki dan wanita ini adalah dua makhluk ciptaan yang berbeda dengan karakterisitik unik, makanya dia mengatakan sejatinya pria dan wanita itu berasal dari dua planet yang berbeda (Mars dan Venus).

.

Wanita diberikan rahim untuk melahirkan, diberikan kesabaran untuk memberikan rasa tentram, diberikan kelembutan untuk menyayangi, diberikan kehangatan untuk mencintai, diberikan keindahan untuk menyenangkan hati, serta diberikan ketegaran sebagai penopang yang tangguh bagi pria. Dari definisi itu saja, sudah jelas bahwa wanita itu berbeda dengan laki-laki. Mustahil jika wanita ingin diberikan hak yang sama persis dengan pria. Tapi yang tepat adalah, diberikan hak yang adil. Coba simak ayat berikut.

.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah SWT kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain, karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bermohonlah kepada Allah SWT dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa [4] : 32)

.

Jadi sudah jelas bahwa laki-laki itu sudah mendapatkan bagiannya sendiri dan wanita mendapat bagiannya sendiri juga. Tidak mungkin wanita menuntut hak yang sama seperti laki-laki. Contohnya, ada beberapa pekerjaan yang wanita tidak bisa lakukan seperti laki-laki, seperti menjadi seorang hakim yang mengetok palu untuk memutuskan perkara. Mengapa? Karena kodratnya wanita lebih menggunakan perasaan dibanding laki-laki yang lebih menggunakan logika, dan itu akan berpengaruh terhadap keputusan yang diberikan oleh seorang hakim wanita. Atau akan menjadi tidak lucu kalau tiba-tiba seorang hakim wanita menangis saat mengetok palu dan memberikan keputusan karena mungkin terharu dengan kasus yang dihadapi oleh korban.

.

Lalu apa emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh Kartini dalam memperjuangkan harkat dan martabat kaum wanita Indonesia? Emansipasi yang dibawa Kartini adalah bagaimana kaum wanita pribumi pada saat itu diberikan akses yang sama untuk dapat belajar dan menuntut ilmu seperti pria. Kartini juga menggugat budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan bagi wanita untuk mengembangkan diri akibat kungkungan adat yang mengharuskan wanita hanya boleh berada di rumah, tidak boleh sekolah, harus rela dipingit dan harus setuju dinikahkan dengan siapapun meskipun akan menjadi istri kedua, ketiga atau keempat. Istilahnya, tempat wanita itu hanya ada di kasur (melayani suami), dapur (memasak) dan sumur (mencuci). Inilah hal yang ingin diubah dan diperjuangkan Kartini.

.

Kartini Modern Abad 21

Hubungannya dengan wanita Indonesia sekarang ini adalah bagaimana para kartini modern abad 21 – sebutan bagi wanita Indonesia masa sekarang ini – menjadi seorang wanita yang cerdas, kritis dan berani melakukan terobosan untuk suatu perubahan yang lebih baik. Kartini modern abad 21 adalah wanita yang dengan ilmu yang dimilikinya dapat berkontribusi di bidang yang dia geluti untuk kemajuan bangsa dan negara. Kartini modern abad 21 adalah wanita tangguh yang siap menghadapi kerasnya dunia dan tanggap terhadap perkembangan zaman.

.

Kartini modern abad 21 tetap tidak boleh melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Seorang mahasiswi atau  karyawati yang baru bekerja boleh saja memiliki pekerjaan yang baik dan karir yang cemerlang, namun dia tetap tidak boleh melupakan perannya sebagai seorang anak yang harus tetap hormat kepada kedua orang tuanya. Bagi yang sudah menikah, para Kartini abad 21 boleh saja bekerja dan memiliki karir yang bagus, namun dia tidak boleh melupakan perannya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya dan juga sebagai seorang istri bagi suaminya. dia haruslah menjadi wanita yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya dan menjadi istri yang patuh bagi suaminya. Setinggi apapun gaji serta jabatan seorang wanita, secara kodrat tetap harus tunduk dan patuh terhadap suaminya yang menjadi imam dan pemimpin bagi kaum wanita.

.

Allah SWT berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)… (QS. An Nisa: 34)

.

Berbicara mengenai kartini modern abad 21 ini, ada banyak contohnya. Saya ingin mengambil dua sosok wanita yang bisa dikatakan sebagai kartini modern abad 21 (menurut pandangan pribadi saya). Biar adil, satu produk lokal dan satunya lagi produk bule alias internasional hehehe.. Untuk produk lokal, saya memilih Menteri Keuangan Republik Indonesia, Dr. Sri Mulyani Indriyani (SMI).

.

Dua tahun belakangan ini mungkin menjadi masa-masa terberat bagi seorang Sri Mulyani. Serangan bertubi-tubi datang dari segala penjuru dimulai dari kasus Bank Century hingga terbongkarnya kasus korupsi miliaran rupiah yang menyangkut anak buahnya di Direktorat Jenderal Pajak. Mengenai kasus Bank Century, hanya Allah SWT dan Ibu Sri Mulyani sendiri yang tahu apakah beliau terlibat dan di sini saya tidak ingin berbicara tentang masalah politik hehe.. (kalau mau ngobrol lewat japri saja). Tapi di luar hal tersebut, saya melihat SMI ini seorang wanita yang sangat berdedikasi terhadap apa yang dikerjakannya, tangguh, tahan banting dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa di bidangnya, ekonomi.

.

Dia tercatat beberapa kali mendapat penghargaan dan pengakuan dari dunia internasional atas sumbangsihnya terhadap kemajuan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2006 beliau dinobatkan sebgai Menteri Keuangan terbaik Asia di saat sidang tahunan World Bank dan IMF di Singapore. Pada tahun 2007 beliau terpilih menjadi wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia dan pada tahun 2008 dia terpilih menjadi wanita paling berpengaruh ke-23 di DUNIA versi majalah Forbes. Integritas adalah kata yang tidak bisa dilepaskan dari sosok wanita lulusan Ph.D. of Economics di University of Illinois, USA. Sejak tahun 2005 (pertama kali menjabat sebagai Menkeu menggantikan Jusuf Anwar) SMI gencar melakukan reformasi birokrasi di Depkeu, memecat orang-orang yang terlibat kasus korupsi, hingga menjadi satu-satunya menteri yang berani “mengancam” Presiden untuk mengundurkan diri karena mempertahankan integritasnya.

.

Lalu untuk tokoh wanita internasional, saya memilih Hillary Rodham Clinton. My respect and total salute for her. Saya mengikuti kiprahnya sejak menjadi first lady of USA, dimana saat itu dia menghadapi masalah rumah tangga yang cukup pelik saat suaminya Bill Clinton ada affair dengan sekretaris pribadinya, Monica Lewinsky. Namun Hillary dengan tegar tetap mendukung suaminya saat terkena ancaman impeachment (dipecat oleh kongres) dan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Puncak kesalutan saya adalah di saat dia mengikuti kongres Partai Demokrat pada tahun 2008 lalu. Hillary Clinton saat itu bersaing ketat dengan juniornya Barack Obama untuk mendapatkan tiket menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. Bahkan dalam persaingan ini, debat panas dan saling menjatuhkan diantara keduanya kerap terjadi.

.

Singkatnya, hasil mengatakan bahwa Barack Obama lah yang terpilih menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat karena Hillary Clinton kalah suara. Padahal, ada lebih dari 18 juta orang yang memilih dirinya. Lalu apa yang dilakukan Hillary? Dengan kebesaran hatinya, dia naik ke atas podium dan menyerukan kepada pendukungnya yang berjumlah lebih dari 18 juta orang itu untuk menyatukan suara dan merapatkan barisan agar mendukung Barack Obama yang notabene-nya adalah juniornya. Luar biasa! Saya membayangkan kalau kejadian ini terjadi di Indonesia mungkin udah buat partai baru. Jangankan 18 juta orang, di Indonesia  dengan dukungan puluhan ribu orang saja udah pada buat partai hehehe.. dan sekarang Hillary Clinton dengan peran barunya sebagai Menteri Luar Negeri AS pergi kesana kemari dalam rangka mempromosikan “New America” di bawah kepemimpinan Barack Obama.

.

Sebagai penutup, emansipasi wanita merupakan suatu hak yang layak untuk diperjuangkan, namun tidak kebablasan. Emansipasi merupakan suatu persamaan hak dan kesempatan yang diberikan kepada wanita dengan cara proporsional serta adil, dan bukan sama persis. Relevansinya untuk masa sekarang adalah bagaimana para wanita Indonesia  yang hidup di abad ke 21 ini bisa menjadi kartini-kartini baru yang cakap serta tanggap mengikuti cepatnya perkembangan zaman, menghasilkan suatu karya, membawa perubahan dan berjuang di bidangnya untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan bangsa dan negara, dan yang terpenting adalah, tetap tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.

.

Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita Indonesia!

.

Salam hangat dari Qatar,

@muhammadassad

16 thoughts on “Kartini, Emansipasi dan Wanita Modern Abad 21

  1. bagussss kak assad! ahhaha netral dan sangat menghibur!! tulis terus kakk!! siapa tau dpt hadiah dari Sri Mulyani😀

  2. Berikut ini beberapa kutipan surat Kartini untuk sahabatnya Stella yang menurut gue cukup menarik :

    – “Kadang saya tanya pd diri sendiri: apakah agama memang rahmat bagi umat manusia?”
    – “Kadang saya tanya pd diri sendiri: apakah agama memang rahmat bagi umat manusia?”
    – “Yg paling penting saya tidak pernah akan melanjutkan adat menyedihkan dimana anak lelaki lebih diprioritaskan drpd anak perempuan”
    – “saya akan mencabut pagar pemisah antara kedua jenis kelamin ini”
    – “Di sini orang diajar membaca Al-Quran tetapi tidak mengerti apa yang dibacanya.
    “Kupikir, pekerjaan orang gila, orang diajar membaca tapi tidak diajar makna yang dibacanya itu.”
    – “Tidak jadi orang sholeh pun tidak apa-apa, asalkan jadi orang yang baik hati, bukankah begitu Stella?”
    – “Ya Tuhan ! Kadang saya merasa lebih baik kalau tidak ada agama…”
    – “Agama seharusnya menyatukan manusia ke dalam persaudaraan, tapi malah menjadi sumber pertempuran dan pertumpahan darah.”

    Hmm.. Apa surat Kartini terdengar kayak tidak membutuhkan agama ??

    Just a thought.

  3. Pemikiran yg cerdas sad..setuju bngt gw sesukses apapun wanita ttp aja iman adalah seorang pria..
    “Dibalik kesukses-an seorang pria pasti ada wanita hebat di belakangnya”..
    Ibu sri mulyani nd bu mari pangestu adalah 2 sosok wanita indonesia penerus kartini!!selain nyokap gw tentunya..☺

  4. R.A. Kartini dan Pandangannya Terhadap Emansipasi dan Barat

    “Kami di sini memohon diusahakan pengajaran dan pendidikan anak-anak perempuan, BUKAN SEKALI-SEKALI KARENA KAMI MENGINGINKAN ANAK-ANAK PEREMPUAN ITU MENJADI SAINGAN LAKI-LAKI DALAM PERJUANGAN HIDUPNYA. Tapi karena kami yakin akan pengaruhnya yang besar sekali bagi kaum wanita, agar wanita lebih cakap melakukan kewajibannya, kewajiban yang diserahkan alam sendiri ke dalam tangannya: menjadi ibu, pendidik manusia yang pertama-tama.”
    [Surat Kartini kepada Prof. Anton dan Nyonya, 4 Oktober 1902]

    “Kami sekali-kali tidak hendak menjadikan murid-murid kami menjadi orang-orang setengah Eropa atau orang-orang Jawa Kebarat-baratan.”
    [Surat Kartini kepada Ny. E.E. Abendanon, 10 Juni 1902]

    “Sudah lewat masanya, tadinya kami mengira bahwa masyarakat Eropa itu benar-benar satu-satunya yang paling baik, tiada taranya. Maafkan kami, tetapi apakah ibu sendiri menganggap masyarakat Eropa itu sempurna? Dapatkah ibu menyangkal bahwa di balik hal yang indah dalam masyarakat ibu terdapat banyak hal yang sama sekali tidak patut disebut sebagai peradaban?” [Surat Kartini kepada Ny. E.C. Abendanon, 27 Oktober 1902]

  5. Keteguhan Iman R.A. Kartini Menghadapi Missionaris

    “Menyandarkan diri kepada manusia, samalah halnya dengan mengikatkan diri kepada manusia. Jalan kepada Allah hanyalah satu. Siapa sesungguhnya yang mengabdi kepada Allah, tidak terikat kepada seorang manusia pun ia sebenar-benarnya bebas.”
    [Surat Kartini kepada Ny. Ovink, Oktober 1900]

    “Supaya Nyonya jangan ragu-ragu, marilah saya katakan ini saja dahulu: Yakinlah Nyonya, KAMI AKAN TETAP MEMELUK AGAMA KAMI yang sekarang ini. Serta dengan Nyonya kami berharap dengan senangnya, moga-moga kami mendapat rahmat, dapat bekerja MEMBUAT UMAT AGAMA LAIN MEMANDANG AGAMA ISLAM PATUT DISUKAI . . . ALLAHU AKBAR! Kita katakan sebagai orang Islam, dan bersama kita juga semua insan yang percaya kepada Satu Allah, Gusti Allah, Pencipta Alam Semesta” [Surat Kartini kepada Ny. Van Kol, 21 Juli 1902]

    “Bagaimana pendapatmu tentang ZENDING (Diakonia), jika bermaksud berbuat baik kepada rakyat Jawa semata-mata atas dasar cinta-kasih, bukan dalam KRISTENISASI? Bagi orang Islam, melepaskan keyakinan sendiri memeluk agama lain, merupakan dosa yang sebesar-besarnya . . . Pendek kata, boleh melakukan Zending, tetapi JANGAN MENG-KRISTEN-KAN ORANG! Mungkinkah itu dilakukan?”
    [Surat Kartini kepada E.C. Abendanon, 31 Januari 1903]

    “Kesusahan kami hanya dapat kami keluhkan kepada Allah, tidak ada yang dapat membantu kami dan hanya Dia-lah yang dapat menyembuhkan…”

    “Ingin benar saya menggunakan gelar tertinggi, yaitu: Hamba Allah (Abdullah).”
    [Surat Kartini kepada Ny. E.C. Abendanon, 1 Agustus 1903]

  6. kartini indonesia adalah wanita yang cerdas, bersahaja, cantik, santun, sopan..tapi tanpa melupakan apa yang menjadi kewajibannya….yakni patuh pada agama, orang tua, dan suaminya. kartini modern tidak lagi menengok ke belakang….wajahnya menatap ke depan.. dimana mimpi, cita-cita, doa, dan usaha berada…terus berusaha mengembangkan diri, belajar sesuatu yang baru, dan mendedikasikan hidupnya pada hal yang bermanfaat….semangat untuk kartini indonesia…. semoga selalu menatap ke depan dan berpandangan luas…selalu optimis terhadap apapun….

    nice post assad….

  7. tanpa Kartini pun saya yakin wanita Indonesia tetap bisa maju sampai sekarang ini. Kartini hanya merupakan simbol. Dalam Islam wanita pun lebih diagungkan terutama dalam surah An Nisa.

  8. Menikah di usia muda terkadang menimbulkan banyak pertanyaan atau dugaan. Sebagian menuduh mereka yang nikah muda pasti MBA (Marriage By Accident) alias hamil duluan. Padahal belum tentu juga. Banyak yang menikah di usia muda karena itu memang sudah menjadi keinginan bukan keterpaksaan. Terpaksa karena keadaan (sudah hamil) atau terpaksa karena dijodohkan.

    Tujuan pernikahan bukan hanya demi untuk mendapatkan kesenangan seksual atau melampiaskan hasrat seksual, karena manusia bukanlah hewan yang hanya memiliki kebutuhan fisik/biologisnya (makan, minum dan bersetubuh), sementara manusia berbeda karena dikaruniai Allah dengan hati atau perasaan dan akal dimana keduanya memiliki hak pula untuk hidup dan diberi “makan”.

    Oleh karena itulah mendapatkan kesenangan seksual dan melampiaskan hasrat seksual bukanlah tujuan tetapi hanyalah sebuah efek yang bertujuan untuk menyatukan hati dan pikiran sepasang anak manusia yang berlainan jenis dan memutuskan untuk hidup bersama dan berbagi kesenangan maupun duka bersama. Seks bukanlah tujuan melainkan hanya sebuah media untuk mengekpresikan cinta dimana perkawinan membuatnya agar tetap berada dalam kesucian.

    Memperoleh keturunan pun bukanlah sebuah tujuan utama akan tetapi sebuah buah dari cinta dan perkawinan dimana kehadiran seorang anak akan semakin mempererat hubungan cinta dan kasih sayang diantara mereka berdua.

    Jadi menikah adalah sebuah kebutuhan bagi setiap manusia. Kalau kita sudah siap menikah di usia muda, kenapa harus menunda. Alasan menikah di usia muda ada beberapa yaitu:

    1. Godaan untuk para pemuda saat ini jauh lebih berat dibandingkan dengan di masa lalu.
    2. Memperbanyak kebaikan dan meminimalkan kemaksiatan.
    3. Agar hidup lebih terarah dan produktif.
    4. Mempersiapkan generasi yang lebih baik.

    Sementara, sebagian diantara kita terpengaruh oleh budaya barat yang tidak lagi mementingkan pernikahan. Padahal coba perhatikan fenomena di negara-negara barat saat ini:

    1. Penduduknya lebih banyak yang berusia lanjut daripada yang berusia muda (piramida terbalik).
    2. Para pemudanya tidak mau menikah dan punya anak.
    3. Mereka lebih senang hidup bersama tanpa ikatan.
    4. Mereka melegalkan prostitusi untuk memenuhi kebutuhan seksual.

    Apa yang akan terjadi nanti di negara barat sana 10 atau 20 tahun ke depan? Kalau bisa melakukan kebaikan hari ini, kenapa harus menunggu esok hari. Segeralah melaksanakan apa yang anda bisa lakukan karena esok belum tentu kita masih ada. Jangan menunda!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s