My Spiritual Journey 2010

“Dan sempurnakanlah ibadah Haji dan Umrah karena Allah..”

(QS. Al-Baqarah [2] : 196)

.

Alhamdulillah, setelah lebih dari 8 tahun, akhirnya dua minggu lalu saya dapat kembali melaksanakan Umrah. Niat ini sebenernya sudah ada dari tahun lalu. Saat pertama kali datang ke Qatar untuk belajar S2, salah satu tujuan saya adalah mau Umrah, dan kalau memungkinkan mau Haji juga. Dengan izin Allah, akhirnya terkabul. Kebetulan 2 minggu lalu mid-term break dan kampus saya mengadakan kegiatan Umrah bersama bagi para mahasiswa, staff dan Professor. Siapa yang mau ikutan silahkan. Biayanya sekitar QR 1,500 atau sekitar 4.5 juta. Murah ya? Maksudnya dibandingin kalo berangkat dari Indonesia minimal sekarang 12 jutaan. Selanjutnya, dari kewajiban membayar QR 1,500 itu, kampus saya yang baik hati ini memberikan subsidi sebesar QR 850, jadi saya “hanya” membayar QR 650 saja atau sekitar 1.9 juta. Alhamdulillaah,, bayar harga segitu pas untuk kantong anak kosan seperti saya. QR 650 sudah termasuk Transportasi dan hotel selama disana.

.

Coach dari Doha menuju Saudi Arabia

Hari-H pun tiba! Saya dan rombongan berangkat kesana hari Kamis pagi agar bisa Shalat Jumat di Masjidil Haram. Kita pergi lewat jalan darat alias naik Coach (semacam bus besar). Seruuu karena ya mungkin bareng-bareng sama temen-temen kampus. Coachnya kursi cukup besar dan nyaman, ada toilet dua biji didalem. Perjalanan pun dimulai dari Doha menuju Riyadh (Ibu kota Saudi Arabia). Dari Doha sampai ke perbatasan Saudi sekitar 2 jam. Sampe perbatasan, nunggunya lama benerrrrrr, sekitar 1-2 jam.. Next, lanjut dari Riyadh menuju ke Makkah. Nah ini cukup lama, jarak aslinya itu sekitar 1,300 km atau sekitar 15 jam, tapi itu kalo jalan terus. Tapi, selama perjalanan bus nya sering berenti terus jadilah sampai dalam waktu 20 jam hahaha.. tapi ga tau kenapa 20 jam terasa sebentar, karena tertutup dengan semangat saya untuk segera melihat Masjidil Haram dan Kabah.

.

Singkatnya, Jumat pagi rombongan sudah memasuki kota Makkah dan langsung menuju tempat Miqot sebelum melaksanakan Umrah. (Miqot ini semacam tempat untuk mengucapkan niat bagi orang yang mau melaksanakan Umrah). Jadi kita mandi, bersih-bersih, abis itu shalat sunnah 2 rakaat. Setelah beres semua, kita niat “Labbaiik Allahumma Umratan”. Setelah kita sudah mengucapkan niat Umrah, ada hal-hal yang tidak boleh kita lakukan sampai selesai melaksanakan Umrah, seperti mencabut bulu, berkata kotor, berhubungan suami istri, dll.  Rukum Umrah ada 5, yaitu: Niat, Thawaf, Sa’i, Tahallul (potong rambut) dan Tertib.  Jadi rukun yang pertama sudah dikerjakan. Tepat sekitar pukul 10 kita sudah sampai Makkah dan langsung menuju Hotel (yang alhamdulillah lagi sangat dekat dengan Masjidil Haram, cuma sekitar 5-7 menit jalan kaki). Tidak berlama-lama di hotel, saya dan teman-teman langsung berjalan menuju Masjidil Haram untuk segera melaksanakan Umrah.

.

Saat berjalan menuju Masjidil Haram, saya sempat menitikkan air mata (agak lebay hehe), saking senangnya bisa kembali melihat tempat suci ini. Semakin dekat terasa semakin kuat kebahagiaannya, dan saat melangkah masuk Masjidil Haram lalu berjalan terus ke tengah dan akhirnya dapat melihat Kabah setelah 8 tahun, tidak bisa digambarkan bagaimana perasaan saya saat itu. I was very speechless! Inilah Kabah, kiblat dari miliaran umat muslim di dunia, termasuk saya, yang setiap hari ruku’ dan sujud mengarah ke tempat itu. Amazing! Dengan melihatnya saja, saya merasa seperti mendapatkan energi positif yang sangat besar. Lalu saya segera mendekati Kabah untuk segera melaksanakan Umrah. Hal yang pertama kali dilakukan adalah Thawaf (memutari Kabah sebanyak 7 kali).

.

Saat Thawaf, luar biasa! Saya seperti dicharge kembali secara spiritual, fisik dan mental. Ini betul-betul saya rasakan dan tidak bisa diungkapkan bagaimana rasanya. Jadi ibarat handphone saat lowbatt perlu dicharge supaya penuh lagi baterainya, mungkin seperti itu menggambarkan keadaan saya. Inilah luar biasanya Kabah, suatu tempat yang tidak pernah sepi satu detik pun. Bahkan sebuah penelitian termutakhir menunjukkan bahwa Kabah adalah pusat Tata Surya. Silahkan klik blog ini untuk lebih jelasnya (http://rajwarafi.wordpress.com/2010/03/30/ternyata-kabah-itu-adalah-pusat-planet-bumi-gan/)

.

Tepat setelah melaksanakan Thawaf, adzan Zuhur berkumandang. Saya pun langsung duduk di depan Kabah. Jarak saya dengan Kabah cukup dekat (kurang lebih 5-7 shaf). Hari itu panas terik bangetttt.. tapi seakan tidak perduli. Kebahagiaan bisa shalat Jumat di depan Kabah dari jarak dekat mengalahkan panas terik yang membakar kulit. Setelah Shalat Jumat, kemudian saya shalat sunnah dua rakaat di depan Multazam (pintu kabah) dan Maqam Ibrahim. Ini shalat sunnah setelah Thawaf. Berdoa di depan Multazam adalah salah satu tempat doa yang diijabah oleh Allah SWT. Setelah itu minum air zam-zam sebelum melanjutkan Umrah. Selanjutnya, setelah Thawaf, kita harus melaksanakan ibadah lain yang namanya Sa’i (jalan dan lari-lari kecil di antara bukit Safa dan Marwah). Ibadah ini diilhami oleh Siti Hajar yang pada zaman dahulu berusaha mencari air untuk Ismail dan dia berlari tanpa lelah antara bukit Safa dan Marwa sebanyak 7 kali. Selama melaksanakan Sa’i, saya membayangkan apa yang dilakukan Siti Hajar sangat luar biasa! Pada saat itu, kondisi antara bukit Safa dan Marwa pastinya bukan seperti sekarang ini (lantai marmer, ruangan ber-AC dan atap tertutup).

.

Zaman dahulu kondisinya pasti sangat ganas, penuh dengan batu-batuan curam, panas terik dan tanah yang gersang. Siti Hajar juga paham tidak akan mungkin dari kondisi tanah yang gersang dan tandus seperti itu akan ada mata air. Namun,  keimanan dan keyakinan hati nya lah yang membuat dia melakukan itu semua, dan akhirnya terbukti, keluarlah mata air dari jari Ismail yang kemudian itulah yang memulai sejarah mata air Zam Zam, yang airnya hingga saat ini tidak pernah habis, meskipun sudah diambil oleh miliaran orang di dunia. Amazing! Ini ada beberapa gambar yang saya ambil saat sedang melaksanakan Sa’i.

Bukit Safa, awal ibadah Sa'i

Ibadah Sa'i, dari Bukit Safa menuju Bukit Marwa
Sakit bukan halangan untuk beribadah
Berjalan dari Bukit Marwa menuju Bukit Safa

.

Plontos setelah Sa’i

Sesudah ibadah Sa’i selesai, kemudian kita diharuskan untuk memotong rambut atau nama lainnya tahallul. Boleh potong sebagian dan juga boleh potong semuanya alias botak. Saya pilih option kedua, makin licin lah kepala saya (seperti gambar di samping hehehe.) Selesai sudah ritual Umrah. Selain itu, salah satu tujuan orang melaksanakan Umrah atau mengunjungi Masjidil Haram adalah karena sangat luar biasanya tempat tersebut. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa segala jenis ibadah yang dilakukan di Masjidil Haram akan dilipatgandakan  100,000 kali lipat. Subhanallah.. Di dalamnya juga terdapat tempat-tempat yang sangat mustajab (dikabulkan) untuk berdoa. Diantaranya:

1. Masjidil Haram

2. Saat melihat Kabah

3. Di depan Multazam (pintu Kabah)

4. Di Hijir Ismail

5. Di depan Maqam Ibrahim

6. Selama melaksanakan Thawaf

7. Selama melaksanakan Sa’i

8. Di Bukit Safa dan Marwa, dan diantara keduanya

.

Selain beribadah, saya juga muter-muter kota Makkah dan sudah cukup banyak pembangunan. Di sekitar Masjidil Haram, sudah banyak shopping complex, mall, hotel dan apartemen. Ada satu bangunan baru yang cukup mentereng, namanya Zam Zam Tower. Kayanya ini bangunan tertinggi di Makkah sekarang ini. Isinya? hotel, apartemen, office building dan shopping complex. Sooo huge! Selain itu saya juga mengunjungi beberapa tempat bersejarah selama di Makkah. Saya mengunjungi  Jabal Tsur, Jabal Rahmah, Padang Arafah, sampai yang paling menarik adalah mengunjungi peternakan onta dan minum susu onta “fresh” langsung dari pabriknya! Hehe.. awalnya saya geli dan ga mau minum, tapi temen saya yang orang Qatar bilang susu onta ini sangat sehat dan bisa membersihkan perut, akhirnya saya minum juga itu susu dan rasanya anget2 manis gimana gitu.. ! Mau liat seperti apa?

Inilah Peternakan Onta
Makan rumput dulu biar seger pas diperes susunya
Proses produksi susu onta segera dimulai
Langsung diperas dari pabriknya!
selesai meres..
Fresh from the oven!
Detik detik akhir menjelang minum susu onta (lebay.com)
and finally.. it's ONTALICIOUS! :p

..

Sudah lima hari saya menghabiskan waktu di Makkah. Ada cerita yang menarik juga, saya hampir ketipu beli parfum!  hahaha.. Jadi ceritanya gini, ada mall baru di deket hotel, saya masuk ke mall itu, jalan-jalan dan ngeliat ada toko parfum. Kebetulan tokonya “terlihat” menarik dan seperti asli barangnya. Saat masuk, yang menyambut orang India. Saya tanya donk, “ini toko parfum asli apa palsu?” Terus dia bilang, “asli 100%!” Kemudian nanya saya dari mana, saya jawab dari Indonesia. Dia bilang, “Wahh Indonesia good good good” saya ketawa aja hahahaha. Tidak lama mata saya tertuju ke parfum 212 Carolina Herrera yang biasa saya pake. Saya tanya harganya berapa, dia jawab QR 220 atau sekitar 650 ribu rupiah. Wah murah juga nih dalam hati karena biasanya di sogo atau metro itu sekitar 850-900 ribu. Saya liat bentuk semuanya masih mulus dan tersegel rapih. Yaudah saya tawar lagi mentok-mentok bisa dapetin harga QR 170 which is around 480 ribu. Murah nih.. ok deal! Tapi sebelum pergi saya bilang, “kalau ga asli gue balikin nih.. awas lo macem2 Mr. Indiahe!”

.

Sesampainya di kamar hotel saya penasaran dan langsung buka parfumnya, dan kebetulan juga bawa parfum Herrera yang asli. Setelah dibuka kagetlah karena sekali liat juga tau ini barang palsu! Dari luar aja udah beda. Herrera asli covernya lithium warna silver, sementara Herrera india warna merah marun. Herrera asli magnetnya sangat kuat di bagian tutup, tapi Herrera India goyang-goyang hehe, dan yang terakhir waktu saya semprot Herrera India, baunya emang agak mirip yang asli di awal, tapi semenit kemudian jadi bau alkohol. “Kurang ajar nih India berani main-main ama gw!” Antara kesel dan ngerasa bodoh juga bisa ditipu ama India hahahaa.. langsung saya balik ke toko tadi. Begitu masuk, si India sok2 senyum dan belaga bego. Saya bilang dalam bahasa inggris campur arab, “Mr. Indiahe, ini parfum palsu, jangan kira gue bego ya. Balikin duit gue segera atau polisi dateng kemari”. India masih belaga bego tapi takut juga setelah saya gertak dan denger kata syurtoh (polisi). Tanpa banyak cingcong, dia langsung balikin duit saya. Alhamdulillah.. what a lesson!

.

Ok, setelah cape berantem ama India, sekarang waktunya istirahat karena besok harus berangkat ke Madinah.. Waktunya kembali ke Hotel.. Good night!

.

Setelah 5 hari di Makkah, saya dan rombongan menuju Madinah, another great and beautiful city. Tentunya tujuan utamanya adalah Masjid Nabawi atau yang terkenal dengan sebutan the Prophet’s Mosque atau mesjidnya Nabi Muhammad SAW. Dalam suatu hadits disebutkan bahwa segala ibadah yang kita lakukan di dalam masjid Nabawi, pahalanya sebesar 1000 kali lipat.

.

Selain itu di Masjid Nabawi ini ada suatu tempat yang sangat sangat sangat mustajab untuk berdoa, yaitu di RAUDHAH atau biasa disebut taman surga. Tempat ini persis di sebelah makam Rasulullah, Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab. Kalau saya bisa ibaratkan, Masjidil Haram itu megah dan Masjid Nabawi itu mewah dan berteknologi tinggi. Pintu gerbang dan tiang-tiang di dalam masjid dilapisi dengan emas, kemudian di halamannya terdapat tiang yang bisa terbuka menjadi sebuah payung, di dalamnya ada beberapa tempat yang atapnya bisa terbuka  dan tertutup, dsb. Ingin tahu seperti apa Masjid Nabawi? Silahkan dinikmati keindahannya..

Pelataran Masjid Nabawi

Salah satu pintu gerbang Masjid Nabawi yang dilapisi emas
Di depan salah satu pintu gerbang Masjid Nabawi, covered by gold
Inside Masjid Nabawi.. so beautiful and again, covered by gold!
I am at ease in this beautiful mosque
Air Zam Zam, di Masjidil Haram & Masjid Nabawi ada seperti ini
Ini Raudhah atau Taman Surga, persis di sebelah maqam Rasulullah
Maqam Nabi Muhammad SAW
Maqam Abu Bakar As Shiddiq
Maqam Umar bin Khattab, sahabat rasul yg menjadi favorit saya
Payung sedang menutup, high tech!
Kubah Hijau, di bawahnya persis adalah Maqam Rasulullah SAW

.

Kurang lebih seperti ini perjalanan spiritual saya yang sangat menyenangkan meskipun juga melelahkan. Perjalanan ini sangat sangat membahagiakan, I am indeed very happy with this spiritual journey and always want to go back to those places (Masjidil Haram and Masjid Nabawi). Untuk teman-teman yang belum pernah Umrah, saya mendoakan agar bisa segera berangkat kesana dan bagi teman-teman yang sudah pernah kesana juga saya doakan agar bisa kembali ke sana Amiiiiiiiin..

.

Salam hangat dari Qatar,

@muhammadassad

19 thoughts on “My Spiritual Journey 2010

  1. seruu banget baca tulisan kamu..
    jd inget 5 tahun lalu..kangen bgt liat makkah,madinah..merinding aku liatnya..:D
    amiinn..bdoa sama2 spy ksana lagii yaa..insya allah..ammiinnn..

  2. Assad.. finally I got the chance to read your new post, and i LOVEEEEE it! Subhanallah, seneng bgt pasti bisa ksana.. pgn bgt sad umrah juga, udah kangen banget sm rumah Allah🙂 and your story about camel’s milk is sooo funny! gw bacanya sambil makan, sampe ngakak2.. hahaha.. dasaaar.. yaudah sad, keep on posting your latest story yaa.. I’m your huge fan!😀

  3. subhanallah…sungguh indah dan luar biasanya kota suci itu. Pray me to be possible being there…Insya Allah..

  4. murah bgt umroh cuma 1,9 juta.. ngiriiii…
    Sad, itu gimana caranya bisa dapat foto banyak di dalam masjid?
    kayanya dulu aku susah banget mau foto2.

    Ya Allah, semoga aku bisa secepatnya ke sana lg..
    amin…

  5. saat di sana, ternyata momen2 terindah. hati tenang, lapang, sejuk. insyaA ada rezki n jodohnya kita kembali bertemu wahai kota makah!

  6. Assalamu’alaykum wr. wb…

    Subhanallah, fotonya bagus2 banget🙂
    saya juga baru aja selesai umroh, berangkat 29 Juni 2010…

    Kalau gak keberatan, boleh gak numpang pake foto masjid Nabawi-nya untuk artikel blog saya?
    Tentu ada sumber ke blog mas Assad…

    Semoga bisa kembali lagi ke tanah suci, amiin… ^^

    what a magical experience!

  7. Subhanallah… Foto2-nya bagus banget,haru dan rindu liatnya…Alhamdulillah aku sdh berangkat haji th 2006.. Tapi susah sekali berfoto2.saat itu penjagaan ashkar-nya sangat ketat.. Klo mau msk masjid pasti digeledah dulu…pernah coba nekat bawa hp bercamera waktu di masjid Nabawi, di umpetin di kaos kaki…yaaahh, ttp aja ketahuan, alhasil hpku disita..ga bs foto2 dech… Thanks bgt sdh share foto2 yg indah itu…smoga bisa sgr kesana lagi…amien.

  8. Assalamu’alaykum wr. wb…

    Subhanallah..bagus2 sekali fotonya ..saya ijin save ya cz bagus2
    sekali fotonya..katanya kan gk boleh bawa kamera,tp koq bisa kl boleh tau gmn bisa foto bagus2 githu ya

  9. Amin makasi atas ceritanya itu sdh mengambar kan betapa indahnya perjalanan spritual yang saudara jalankan
    mogah kami menyusul saudara menjalan kan ibadah tersebut amin amin

  10. Asslm..mas asad,salam kenal..
    terima kasih ceritanya dan dokumentasinya..sungguh membuat dada makin sesak .rasanya rindu sekali dengan rumah Allah..doakan ya mas semoga bisa kesana bersama keluarga..mudah2an ..Amin Ya Rabbal alamin,,

  11. Its beautiful places, I cry read ur story, I wanna go there again soon as, Labbaikallohumma Labbaik Labbaikkala syari ka la ka labbaik , innal hamda wa ni’mata la syarikalak…I feel guilty 4 every mistakes that I’ve been made…

  12. Dibuku NFQ salah satu bab yang saya baca sampei berulang adalah bab ini. Selalu antusias membaca ttg perjalanan spritual seseorang ke tanah suci. Alhamdulillah saya sudah dua kali ke sana, berhaji di 2007 dan berumroh di bulan april 2012 kemarin. Selalu rindu dengan baitullah, makam ibrahim, nabawi, quba, jabal rahmah dan semua yg ada disana. Mudah2an masih ada rejeki dan kesempatan berkunjung ke sana lagi, aminnnn….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s