Feeds:
Posts
Comments

Posts Tagged ‘#NFQ’

Jumat ini sebetulnya saya ingin absen menulis #notesfromQatar karena sedang final exam hehehe.. Tapi kemalasan itu saya hilangkan karena komitmen untuk terus berbagi ilmu. Kebetulan juga lagi dapat ide. Akhir-akhir ini saya melihat di timeline twitter cukup banyak teman-teman yang mengeluh karena berbagai hal.  Ada yang karena sedang ujian, ada yang putus asa dengan cobaan hidup, dan ada yang malas pergi ke kantor. Semuanya seperti tanpa semangat, lemah lunglai dan tak berdaya (www.lebay.com)

.

Sikap mental seperti inilah yang harus dirubah! Bukankah Rasulullah SAW bersabda: “ Mukmin yang kuat lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT dari pada mukmin yang lemah dalam setiap amal kebaikan” (HR. Muslim). Untuk itu, dalam #notesfromQatar kali ini saya ingin menuliskan mengenai kecerdasan terbaru yang ada hubungannya untuk menjadi seseorang yang kuat serta tahan banting, yang sangat berdampak terhadap kesuksesan seseorang. Kecerdasan ini dinamakan Adversity Quotient.

.

Di awal abad 20an, bentuk kecerdasan yang pertama adalah Intelligence Quotient (IQ). Istilah ini pertama kali dikenalkan oleh Alfred Binet, seorang psikolog asal Prancis. Kemudian dikembangkan oleh Lewis Terman dari Stanford University. Makanya mengapa nama lain dari test IQ adalah test Stanford-Binet. Orang banyak percaya bahwa kesuksesan atau kegagalan seseorang berasal dari IQ yang mereka miliki. Rumusnya, jika IQ tinggi maka sukses, dan jika IQ jongkok, maka gagal. As simple as that?

.

Seiring perkembangan zaman, ternyata teori ini meleset. Tidak selamanya orang bodoh itu akan gagal, dan sebaliknya, tidak selamanya bahwa orang dengan IQ tinggi akan sukses. IQ ternyata hanya menyumbang sekitar 20% dalam kesuksesan seseorang. Banyak orang pintar yang tidak bisa mengontrol emosi, berinteraksi secara sosial, serta mengerti dan memahami orang lain karena merasa dirinya yang paling hebat. Hal inilah yang mengakibatkan kegagalan bagi mereka.

.

Sementara itu, orang yang dengan IQ pas-pasan atau kurang, tapi dia memiliki kemampuan berinteraksi secara sosial dengan baik, memahami dan mengerti perasaan orang lain dan mampu mengendalikan emosi. Karakter dan sifat inilah yang disenangi oleh banyak orang, dan akhirnya dia akan sukses. Inilah jenis kecerdasan terbaru yang ditemukan, yaitu Emotional Quotient (EQ).

.

EQ adalah jenis kecerdasan yang mampu untuk mengidentifikasi, mengelola serta mengendalikan emosi diri sendiri dan kemampuan untuk memahami kondisi orang lain. Konsep ini pertama kali diperkenalkan oleh Daniel Goleman pada tahun 1995 dalam bukunya “Emotional Intelligence”. Orang-orang yang memiliki EQ tinggi biasanya akan disukai, mudah bergaul dan memiliki banyak teman karena pandai dalam memahami dan menempatkan diri seolah-olah berada dalam posisi yang dirasakan orang lain. Istilah kerennya: “the ability to put yourself in other people’s shoes!”

.

Setelah itu, ramailah sudah kombinasi antara IQ dan EQ untuk kesuksesan seseorang. Orang yang cerdas dan didukung dengan kemampuan emosi yang baik, hasilnya sukses. Hal ini memang terbukti ada benarnya. Namun, seiring berjalannya waktu, ternyata IQ dan EQ saja tidak cukup. Orang yang memiliki IQ dan EQ yang bagus, namun dia tidak memiliki kontrol yang kuat atas apa yang dilakukan, maka hasilnya adalah kehancuran. Contohnya seperti Hitler atau Benyamin Netanyahu yang merasa sudah seperti Tuhan dan bertindak sewenang-wenang, membantai jutaan kaum manusia.

.

Kemudian ditemukanlah kecerdasan terbaru yang bernama Spiritual Quotient (SQ) yang pertama kalinya diperkenalkan oleh Danah Zohar. SQ adalah kecerdasan yang mengarah kepada keyakinan mendalam akan adanya hal lain diluar akal manusia dan berfungsi sebagai suatu kontrol atas apa yang dilakukan. SQ ini pula yang diajarkan oleh Ary Ginanjar Agustian, pendiri Emotional Spiritual Quotient (ESQ). Dalam beberapa masa, kombinasi dari tiga kecerdasan ini dirasa mampu untuk membawa sesEorang kepada kesuksesan. Selesai sampai disini? Ternyata tidak!

.

The time goes by. Kecerdasan IQ, EQ, dan SQ ternyata tidaklah cukup. Ada orang yang cerdas secara intelektual (IQ), pandai bergaul dan mengendalikan emosi (EQ) serta memiliki pemahaman mendalam atas agama yang dianutnya dengan baik (SQ), namun ternyata tetap gagal karena tidak kuat bertahan dalam iklim yang keras serta penuh persaingan. Mereka yang sanggup bertahan dan menaklukkan segala tangangan adalah mereka yang memiliki suatu jenis kecerdasan terbaru yang bernama Adversity Quotient. Konsep ini diperkenalkan oleh Paul Stoltz, Ph.D.

.

AQ adalah kecerdasan yang diperoleh seseorang setelah mengalami kesusahan dan kegetiran hidup. Orang-orang yang memiliki kecerdasan AQ akan mengubah segala ringangan dan tantangan dalam hidupnya menjadi sebuah kesempatan. Kecerdasan ini ada hubungannya dengan #notesfromQatar saya sebelumnya yang berjudul “Crisis = Danger + Opportunities”. Untuk melihatnya, bisa diklik di sini: http://muhammadassad.wordpress.com/2010/05/07/crisis-danger-opportunity/

.

Pada zaman dahulu, Nabi Muhammad SAW adalah contoh manusia yang memiliki tingkat kecerdasan AQ yang sangat tinggi. Bagaimana Rasulullah berjuang selama 23 tahun untuk menyebarkan ajaran agama Islam, tapi rintangan dan tantangan yang dihadapinya juga luar biasa besarnya. Cacian, makian, hinaan bahkan ancaman pembunuhan sudah seperti makanan sehari hari. Tapi beliau terus berjuang tanpa mengenal lelah sampai akhirnya Islam berjaya. Mungkin kita akan berpikir, “Ya wajar Rasulullah memiliki tingkat AQ yang tinggi, namanya juga Nabi!”

.

Ternyata di zaman modern sekarang ini pun juga banyak contoh orang yang sukses karena kecerdasan AQ nya. Salah satunya adalah Presiden Korea Selatan yang juga mantan CEO Hyundai, Lee Myung-Bak. Lee lahir di Osaka, Jepang, pada 19 Desember 1941. Sejak kecil, kemiskinan sangat dekat dengan dirinya karena ayahnya seorang petani dan ibunya penjual sayur. Lee menghabiskan masa kecilnya dengan berjualan es krim. Dia juga biasa memakan ampas dari perusahaan pembuat alkohol. Kasarnya, Lee terbiasa memakan sampah sehari-hari.

.

Meskipun sangat miskin, Lee punya tekad kuat untuk tetap belajar. Untung saja otaknya encer dan dia bisa mendapat beasiswa di Korea University. Namun uang beasiswa yang didapat tetap tidaklah mencukupi, dan Lee pun bekerja sebagai tukang sapu jalanan. Semasa di kampus, dia aktif di Dewan Kemahasiswaan, yang mengantarkannya kepada jeruji besi alias dipenjara karena memimpin aksi demo melawan pemerintah. Nasiiibb… nasiiibb.. hehehe

.

Kemudian setelah keluar dari penjara, Lee tobat dan mendaftar di Hyundai untuk bekerja di sana. Namun pada awalnya Hyundai menolak karena statusnya yang seorang residivis. Lee tidak menyerah, lalu menulis surat langsung kepada Presiden Korsel saat itu agar diizinkan bekerja di Hyundai. Sekretaris Presiden yang membaca surat tersebut tersentuh, dan akhirnya menyuruh Hyundai agar menerima Lee. Diterima sebagai apa? Buruh pabrik.

.

Di perusahaan inilah kemampuannya terlihat. Karena sudah berpengalaman berdemo dan berantem, Lee mulai meraih kepercayaan ketika bisa mengatasi para bandit di proyek konstruksi. Hal ini menarik perhatian Chung Ju-yung, pendiri Hyundai, dan berkat rekomendasinya, makin melesatlah karirnya. Akhirnya, posisi tertinggi, CEO Hyundai berhasil diraihnya. Amazing! Dari seorang buruh pabrik lalu menjadi CEO Hyundai.

.

Tidak berhenti sampai disitu, pada tahun 2005 Lee Myung-bak terpilih menjadi Presiden Korea Selatan. Sangat luar biasa! Dari seorang anak petani yang miskin akhirnya menjadi orang nomor satu di suatu negara industri maju seperti Korea Selatan. Itulah mengapa Lee Myung-bak dijuluki sebagai “Bulldozer”, yang tanpa ampun menghantam segala rintangan yang ada di depannya.

.

Dalam kehidupan kita pun seperti itu. Secara sederhana, kehidupan ini bisa diibaratkan sebagai pendakian gunung, dimana tujuan akhirnya adalah berhasil mencapai puncak. Paul Stoltz membagi manusia menjadi tiga dalam analogi mendaki gunung. Tipe pertama adalah Quitters atau mereka yang keluar dari pertarungan. Orang-orang seperti ini sangat mudah putus asa jika menemui rintangan, dan kemudian mereka berhenti di tengah pendakian dan tidak melanjutkan. Dalam kehidupan nyata, orang-orang seperti ini sangat pesimis dengan kehidupan dan mudah menyerah sehingga jauh dari kata sukses.

.

Tipe kedua adalah Campers atau mereka yang berkemah. Orang-orang ini berhenti di tengah jalan. Pendakian tidak selesai, tapi mereka merasa sudah berhasil meskipun belum sampai ke puncak. Tipe ini lebih baik dibanding tipe Quitters karena berhasil menyelesaikan beberapa tantangan meskipun tidak semuanya. Dalam kehidupan nyata, orang-orang seperti ini adalah yang cepat puas meskipun belum mencapai hasil yang maksimal dan masih tersimpan banyak potensi dalam dirinya untuk bisa melangkah lebih jauh.

.

Tipe ketiga adalah Climbers atau mereka yang terus mendaki. Orang-orang ini selalu berpikiran positif, tidak pernah menyerah, terus melangkah dan berjuang sampai akhirnya mencapai puncak gunung. Dalam kehidupan nyata, orang-orang inilah yang terus bergerak maju dan melihat tantangan sebagai peluang. Jika rintangan adalah malapetaka bagi orang lain, maka bagi mereka adalah berkah, karena itulah yang akan membawa mereka naik ke puncak. Inilah orang-orang yang akan sukses mengejar impian-impiannya.

.

Dalam kehidupan siapapun, dari Menteri Keuangan sampai tukang becak, bisa dianalogikan sebagai mendaki gunung.  Bagi mahasiswa, pendakian gunung mungkin terjadi saat menghadapi ujian. Bagi seorang pengusaha, pendakian gunung mungkin bisa terjadi saat usahanya sedang menurun. Bagi seorang karyawan, pendakian gunung bisa terjadi di saat ingin mencari tempat bekerja yang baru, dsb. Lalu pertanyaannya, di saat kita menghadapi rintangan, termasuk tipe apakah kita ini? Quitters, Campers atau Climbers? Semoga kita semua termasuk tipe Climbers sejati! Amiiiiin…

.

Sebagai penutup, ayat ke 5 dan 6 Al Inshirah rasanya sangat pas: “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.”

.

Ayat ini selalu menjadi penyemangat di saat saya down atau menghadapi berbagai rintangan. Ayat yang sangat visioner dan encouraging karena selalu memberikan semangat dan harapan bahwa diujung tiap kesulitan yang dihadapi, pasti ada kemudahan. Selama kita terus berpikir positif dan tetap bergerak maju tanpa menyerah, maka segala macam ringantan akan mudah dilalui, dan kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu.

.

So, janganlah takut akan kegetiran hidup yang dialami, apalagi cuma menghadapi exam doang, cemen itu hehhehe.. Karena tidak ada orang yang luar biasa di dunia ini, yang ada hanyalah tantangan luar biasa yang dapat diatasi oleh orang biasa! :)

.

Best Regards,

@muhammadassad

.

#notesfromQatar adalah catatan ringan dan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar ataupun mengenai topik ringan yang terjadi di dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat memberi dan berbagi, saya ingin menuliskan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. Tulisan-tulisan dalam #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

Read Full Post »

Kemaren pas ga ada ide mau nulis apa di edisi #notesfromQatar hari Jumat ini, saya nge-tweet minta saran dari temen-temen tentang topik yang mau dibahas. Tanpa disangka, responnya cukup banyak dan bermacam ide segar yang diberikan sangat menarik, dari mulai masalah tato dalam Islam, bagaimana mendapatkan beasiswa dan kuliah di luar negeri, pacaran / nikah beda agama, emansipasi wanita (karena abis kartini-an), sampe keputusan menikah muda! Hehehe.. Interesting!

.

FYI, bagi yang belum tau, #notesfromQatar adalah catatan-catatan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat mengenai hal-hal yang terjadi di kehidupan sehari-hari. Dengan semangat memberi dan berbagi, saya ingin menuliskan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. Tulisan-tulisan dalam #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

.

Kembali ke laptop, dari beberapa topik yang diusulkan, “tato dalam Islam” dan “hari kartini” cukup banyak peminatnya. Tapi karena saya yang menentukan mau nulis apa (sedikit otoriter hehe), akhirnya saya putuskan untuk menulis tentang “Kartini, Emansipasi dan Wanita Modern Abad 21” karena pas baru 2 hari yang lalu merayakan Hari Kartini. Sementara topik mengenai tato akan kita diskusikan Jumat depan, setujuu?? Dan topik tentang “pacaran / nikah beda agama” dan “keputusan menikah muda” Jumat depannya lagi, setuju???

.

Raden Adjeng Kartini

Wahai ibu kita Kartini, putri yang mulia..
Sungguh besar cita-citanya, bagi Indonesia..

.

Pertanyaan sederhana sebagai pembuka, Apa yang terbayang di pikiran kita saat mendengar kata “Kartini” atau saat merayakan hari Kartini? Jawabannya pasti: EMANSIPASI WANITA. Dua kata ini seakan sangat powerful bagi wanita-wanita Indonesia untuk meminta persamaan hak seperti yang didapatkan oleh laki-laki. Lalu siapakah Kartini itu? Apa sebenarnya emansipasi wanita yang dia perjuangkan? Dan apa hubungannya dengan kehidupan wanita Indonesia sekarang ini yang biasa disebut dengan “Kartini modern abad 21”?

.

Raden Adjeng Kartini lahir di Jepara, Jawa Tengah, pada tanggal 21 April 1879. Dia berasal dari golongan keturunan priyayi atau bangsawan Jawa. Saya menggambarkan Kartini sebagai wanita lembut, cerdas dan berani mendobrak untuk melakukan suatu perubahan yang lebih baik. Namun yang paling penting dari semua itu, dia tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Pemikiran-pemikiran kritisnya banyak menyangkut tentang permasalahan sosial pada saat itu, terutama yang menyangkut tentang wanita.  Dia adalah seorang pelopor kebangkitan wanita pribumi Indonesia dengan kata sakti yang dibawanya: Emansipasi.

.

Arti dan Makna Emansipasi

Konsep emansipasi ini menarik. Apa memang benar bahwa yang namanya emansipasi itu berarti semua sama rata? Apa emansipasi itu berarti wanita mendapatkan hak dan kewajiban yang sama persis seperti yang laki-laki dapatkan? Dan apa yang namanya emansipasi itu berarti wanita bisa mengerjakan semua yang dikerjakan oleh seorang lelaki?

.

Emansipasi wanita bukanlah hal yang patut dilebih-lebihkan, apalagi dijadikan dalih sebagai tameng untuk membela kepentingan pribadi. Kartini sendiri mungkin akan sedih kalau ternyata emansipasi yang dia perjuangkan dipahami secara salah. Konsep emansipasi lahir karena adanya ketidakadilan yang diberlakukan kepada kaum wanita dan adanya ketidaksamaan hak yang dimiliki oleh wanita dibanding pria karena alasan gender. Arti emansipasi wanita yang saya pahami adalah suatu persamaan hak yang diberikan kepada kaum wanita tanpa diskriminasi gender. Hak ini harus diberikan secara proporsional dan adil (bukan sama persis). Bagaimana seorang wanita mendapatkan kesempatan yang sama untuk mengembangkan diri dan bagaimana kaum laki-laki menghormati serta memperlakukan wanita sebagaimana mestinya; tidak meremehkan, tidak mengeksploitasi, apalagi menyiksa.

.

Wanita merupakan makhluk yang sangat penting bagi laki-laki, termasuk saya pribadi. Saya pun lahir dari rahim seorang wanita hebat dan tangguh. Sahabat-sahabat dan teman-teman saya juga banyak yang wanita, Doktor pembimbing waktu S1 dulu juga seorang wanita, dan bahkan nantinya saya juga akan menikah dengan seorang wanita.. Well, I need a wife to complete my life! Because life without wife is like fifty without five! Hehehe (www.curhat.com)

.

Lalu bagaimana Islam memandang wanita? Islam sangat menghormati wanita dan menaruh posisi tinggi terhadapnya. Ini terbukti bahwa di dalam Al-Qur’an ada salah satu surat yang namanya An-Nisa yang berarti wanita. Tidak ada surat dalam Al-Qur’an dengan nama Ar-Rojul atau Ar-Rijal yang artinya laki-laki. Kemudian Rasulullah dalam salah satu haditsnya menyampaikan bahwa Surga berada di bawah telapak kaki seorang wanita mulia bernama Ibu. Selain itu, pernah ada suatu kisah juga saat Rasulullah ditanya oleh sahabatnya tentang siapa yang harus dihormati terlebih dahulu di antara Ibu dan ayah, beliau menjawab: “Ibu-mu, Ibu-mu, Ibu-mu, baru kemudian Ayah-mu”.

.

Allah SWT berfirman: “Wahai manusia! Bertaqwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan (Allah SWT) menciptakan pasangannya (Hawa) dari dirinya; dan dari keduanya Allah memperkembangbiakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta, dan (peliharalah) hubungan kekeluargaan. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasimu.” (QS. An-Nisa [4] : 1)

.

Dalam ayat tersebut, Islam memandang bahwa wanita adalah pelengkap bagi laki-laki. Allah SWT menjadikan laki-laki dan wanita berpasang-pasang kemudian memberikan keturunan kepada mereka. Jadi yang namanya pasangan itu sudah pasti berbeda. Seperti sendok dan garpu, hitam dan putih, sikat gigi dan odol, roti dan mentega, dst.  Jadi, fungsi keduanya adalah saling melengkapi dan bukan sebagai pengganti. John Gray dalam buku best sellernya, “Men Are From Mars and Women Are From Venus” juga mengatakan bahwa secara alami laki-laki dan wanita ini adalah dua makhluk ciptaan yang berbeda dengan karakterisitik unik, makanya dia mengatakan sejatinya pria dan wanita itu berasal dari dua planet yang berbeda (Mars dan Venus).

.

Wanita diberikan rahim untuk melahirkan, diberikan kesabaran untuk memberikan rasa tentram, diberikan kelembutan untuk menyayangi, diberikan kehangatan untuk mencintai, diberikan keindahan untuk menyenangkan hati, serta diberikan ketegaran sebagai penopang yang tangguh bagi pria. Dari definisi itu saja, sudah jelas bahwa wanita itu berbeda dengan laki-laki. Mustahil jika wanita ingin diberikan hak yang sama persis dengan pria. Tapi yang tepat adalah, diberikan hak yang adil. Coba simak ayat berikut.

.

“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah SWT kepada sebagian kamu lebih banyak dari sebagian yang lain, karena bagi laki-laki ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bagi perempuan juga ada bagian dari apa yang mereka peroleh (usahakan) dan bermohonlah kepada Allah SWT dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS. An-Nisa [4] : 32)

.

Jadi sudah jelas bahwa laki-laki itu sudah mendapatkan bagiannya sendiri dan wanita mendapat bagiannya sendiri juga. Tidak mungkin wanita menuntut hak yang sama seperti laki-laki. Contohnya, ada beberapa pekerjaan yang wanita tidak bisa lakukan seperti laki-laki, seperti menjadi seorang hakim yang mengetok palu untuk memutuskan perkara. Mengapa? Karena kodratnya wanita lebih menggunakan perasaan dibanding laki-laki yang lebih menggunakan logika, dan itu akan berpengaruh terhadap keputusan yang diberikan oleh seorang hakim wanita. Atau akan menjadi tidak lucu kalau tiba-tiba seorang hakim wanita menangis saat mengetok palu dan memberikan keputusan karena mungkin terharu dengan kasus yang dihadapi oleh korban.

.

Lalu apa emansipasi wanita yang diperjuangkan oleh Kartini dalam memperjuangkan harkat dan martabat kaum wanita Indonesia? Emansipasi yang dibawa Kartini adalah bagaimana kaum wanita pribumi pada saat itu diberikan akses yang sama untuk dapat belajar dan menuntut ilmu seperti pria. Kartini juga menggugat budaya di Jawa yang dipandang sebagai penghambat kemajuan bagi wanita untuk mengembangkan diri akibat kungkungan adat yang mengharuskan wanita hanya boleh berada di rumah, tidak boleh sekolah, harus rela dipingit dan harus setuju dinikahkan dengan siapapun meskipun akan menjadi istri kedua, ketiga atau keempat. Istilahnya, tempat wanita itu hanya ada di kasur (melayani suami), dapur (memasak) dan sumur (mencuci). Inilah hal yang ingin diubah dan diperjuangkan Kartini.

.

Kartini Modern Abad 21

Hubungannya dengan wanita Indonesia sekarang ini adalah bagaimana para kartini modern abad 21 – sebutan bagi wanita Indonesia masa sekarang ini – menjadi seorang wanita yang cerdas, kritis dan berani melakukan terobosan untuk suatu perubahan yang lebih baik. Kartini modern abad 21 adalah wanita yang dengan ilmu yang dimilikinya dapat berkontribusi di bidang yang dia geluti untuk kemajuan bangsa dan negara. Kartini modern abad 21 adalah wanita tangguh yang siap menghadapi kerasnya dunia dan tanggap terhadap perkembangan zaman.

.

Kartini modern abad 21 tetap tidak boleh melupakan kodratnya sebagai seorang wanita. Seorang mahasiswi atau  karyawati yang baru bekerja boleh saja memiliki pekerjaan yang baik dan karir yang cemerlang, namun dia tetap tidak boleh melupakan perannya sebagai seorang anak yang harus tetap hormat kepada kedua orang tuanya. Bagi yang sudah menikah, para Kartini abad 21 boleh saja bekerja dan memiliki karir yang bagus, namun dia tidak boleh melupakan perannya sebagai seorang ibu bagi anak-anaknya dan juga sebagai seorang istri bagi suaminya. dia haruslah menjadi wanita yang bertanggung jawab terhadap anak-anaknya dan menjadi istri yang patuh bagi suaminya. Setinggi apapun gaji serta jabatan seorang wanita, secara kodrat tetap harus tunduk dan patuh terhadap suaminya yang menjadi imam dan pemimpin bagi kaum wanita.

.

Allah SWT berfirman: “Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka)… (QS. An Nisa: 34)

.

Berbicara mengenai kartini modern abad 21 ini, ada banyak contohnya. Saya ingin mengambil dua sosok wanita yang bisa dikatakan sebagai kartini modern abad 21 (menurut pandangan pribadi saya). Biar adil, satu produk lokal dan satunya lagi produk bule alias internasional hehehe.. Untuk produk lokal, saya memilih Menteri Keuangan Republik Indonesia, Dr. Sri Mulyani Indriyani (SMI).

.

Dua tahun belakangan ini mungkin menjadi masa-masa terberat bagi seorang Sri Mulyani. Serangan bertubi-tubi datang dari segala penjuru dimulai dari kasus Bank Century hingga terbongkarnya kasus korupsi miliaran rupiah yang menyangkut anak buahnya di Direktorat Jenderal Pajak. Mengenai kasus Bank Century, hanya Allah SWT dan Ibu Sri Mulyani sendiri yang tahu apakah beliau terlibat dan di sini saya tidak ingin berbicara tentang masalah politik hehe.. (kalau mau ngobrol lewat japri saja). Tapi di luar hal tersebut, saya melihat SMI ini seorang wanita yang sangat berdedikasi terhadap apa yang dikerjakannya, tangguh, tahan banting dan mampu memberikan kontribusi signifikan bagi kemajuan bangsa di bidangnya, ekonomi.

.

Dia tercatat beberapa kali mendapat penghargaan dan pengakuan dari dunia internasional atas sumbangsihnya terhadap kemajuan ekonomi Indonesia. Pada tahun 2006 beliau dinobatkan sebgai Menteri Keuangan terbaik Asia di saat sidang tahunan World Bank dan IMF di Singapore. Pada tahun 2007 beliau terpilih menjadi wanita paling berpengaruh ke-2 di Indonesia versi majalah Globe Asia dan pada tahun 2008 dia terpilih menjadi wanita paling berpengaruh ke-23 di DUNIA versi majalah Forbes. Integritas adalah kata yang tidak bisa dilepaskan dari sosok wanita lulusan Ph.D. of Economics di University of Illinois, USA. Sejak tahun 2005 (pertama kali menjabat sebagai Menkeu menggantikan Jusuf Anwar) SMI gencar melakukan reformasi birokrasi di Depkeu, memecat orang-orang yang terlibat kasus korupsi, hingga menjadi satu-satunya menteri yang berani “mengancam” Presiden untuk mengundurkan diri karena mempertahankan integritasnya.

.

Lalu untuk tokoh wanita internasional, saya memilih Hillary Rodham Clinton. My respect and total salute for her. Saya mengikuti kiprahnya sejak menjadi first lady of USA, dimana saat itu dia menghadapi masalah rumah tangga yang cukup pelik saat suaminya Bill Clinton ada affair dengan sekretaris pribadinya, Monica Lewinsky. Namun Hillary dengan tegar tetap mendukung suaminya saat terkena ancaman impeachment (dipecat oleh kongres) dan tetap mempertahankan keutuhan rumah tangganya. Puncak kesalutan saya adalah di saat dia mengikuti kongres Partai Demokrat pada tahun 2008 lalu. Hillary Clinton saat itu bersaing ketat dengan juniornya Barack Obama untuk mendapatkan tiket menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat. Bahkan dalam persaingan ini, debat panas dan saling menjatuhkan diantara keduanya kerap terjadi.

.

Singkatnya, hasil mengatakan bahwa Barack Obama lah yang terpilih menjadi calon Presiden dari Partai Demokrat karena Hillary Clinton kalah suara. Padahal, ada lebih dari 18 juta orang yang memilih dirinya. Lalu apa yang dilakukan Hillary? Dengan kebesaran hatinya, dia naik ke atas podium dan menyerukan kepada pendukungnya yang berjumlah lebih dari 18 juta orang itu untuk menyatukan suara dan merapatkan barisan agar mendukung Barack Obama yang notabene-nya adalah juniornya. Luar biasa! Saya membayangkan kalau kejadian ini terjadi di Indonesia mungkin udah buat partai baru. Jangankan 18 juta orang, di Indonesia  dengan dukungan puluhan ribu orang saja udah pada buat partai hehehe.. dan sekarang Hillary Clinton dengan peran barunya sebagai Menteri Luar Negeri AS pergi kesana kemari dalam rangka mempromosikan “New America” di bawah kepemimpinan Barack Obama.

.

Sebagai penutup, emansipasi wanita merupakan suatu hak yang layak untuk diperjuangkan, namun tidak kebablasan. Emansipasi merupakan suatu persamaan hak dan kesempatan yang diberikan kepada wanita dengan cara proporsional serta adil, dan bukan sama persis. Relevansinya untuk masa sekarang adalah bagaimana para wanita Indonesia  yang hidup di abad ke 21 ini bisa menjadi kartini-kartini baru yang cakap serta tanggap mengikuti cepatnya perkembangan zaman, menghasilkan suatu karya, membawa perubahan dan berjuang di bidangnya untuk memberikan kontribusi yang berarti bagi kemajuan bangsa dan negara, dan yang terpenting adalah, tetap tidak melupakan kodratnya sebagai seorang wanita.

.

Selamat Hari Kartini untuk seluruh wanita Indonesia!

.

Salam hangat dari Qatar,

@muhammadassad

Read Full Post »

Semalam salah seorang sahabat saya bertanya melalui bbm, “Ssad kalo anjing itu di Islam hukumnya gimana sih?” Menarik juga nih pertanyaannya. Pertanyaan seperti ini sudah sering ditanyakan ke saya karena memang cukup banyak teman-teman yang miara anjing termasuk sahabat saya itu, yang (mungkin) sebetulnya mereka tahu juga sih bahwa anjing itu haram tapi masih berharap ada sedikit celah untuk tetap bisa memeliharanya hehehe..

.

Semalam jawaban saya singkat saja, ”Anjing itu haram tapi dalam kondisi tertentu boleh dipelihara, misalkan anjing untuk berburu atau anjing penjaga kalau lingkungan di rumahnya sangat menyeramkan. Tapi dengan catatan, anjing itu tidak tinggal di dalam rumah karena malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah yang ada anjingnya.”

.

Dalam jawaban itu, dasar yang dipakai hanyalah ingatan saya dari baca sana baca sini. Saya kemudian jadi tertarik untuk melakukan sedikit research supaya semua clear. Maka dari itu, pada tulisan sederhana ini saya akan membahas mengenai hal ini berdasarkan Al-Qur’an dan Al-Hadith. Semoga bisa bermanfaat bagi diri saya dan juga teman-teman, sekaligus menjawab rasa penasaran sahabat saya itu. Jadi next time kalo ada yang nanya lagi langsung saya suruh baca blog ini. :)

.

Sebagai awal, pembahasan ini kita mulai dari yang paling umum aja ya. Dalam Islam, anjing hukumnya adalah najis mughallazah (najis berat), karena jika kita terkena najisnya harus dicuci 7x dengan air dan salah satunya harus dicampur dengan debu/tanah. Hal ini telah dijelaskan di dalam Hadith. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Jika seekor anjing menjilat bejana salah satu daripada kamu sekalian, maka hendaknya kamu menuangkan bejana itu (mengosongkan isinya) kemudian membasuhnya 7x” (HR. Muslim hal. 16)

.

Dalam hadits tersebut jelas sudah bahwa hukum anjing adalah haram. Ini sesuatu yang tidak diperdebatkan lagi. Jadi kalau ada yang bertanya kenapa liur anjing itu najis ya karena memang secara dzat itu adalah najis, dan hal ini sudah ditegaskan oleh Rasulullah dalam Hadith nya.  Lalu bagaimana dengan tubuh anjing itu sendiri? Untuk kehati-hatian, secara umum para ulama mengatakan bahwa karena air liur itu bersumber dari tubuh anjing, maka secara otomatis tubuhnya pun najis juga. Jadi sangat tidak masuk akal kalau bejana yang terkena liur anjing hukumnya jadi najis dan haram sementara tubuhnya yang sebagai tempat proses munculnya air liur tidak najis.

.

Meskipun demikian, Rasulullah memperbolehkan untuk memelihara beberapa jenis anjing tertentu dalam kondisi tertentu. Nabi Muhammad SAW bersabda: “Barang siapa memelihara anjing kecuali anjing penjaga ternak / anjing berburu / anjing penjaga ladang, maka amalnya setiap hari akan dikurangi satu Qirath.” (HR. Muslim hal. 686)

*Satu Qirath setara dengan ukuran sebesar Gunung Uhud

.

Di sini jelas bahwa memelihara anjing itu hukumnya haram kecuali tipe anjing penjaga ternak / anjing berburu / anjing penjaga ladang. Kalau kita tetap “ngeyel” mau melihara anjing selain anjing tersebut, maka amalan kita setiap harinya akan dikurangi sebesar satu Qirath yang diibaratkan sebesar Gunung Uhud. Bisa dibayangkan ga? Pahala kita aja belum tentu ada sebesar Gunung Uhud, jadi gimana ceritanya kalo tiap hari harus dikurangin sebesar Gunung Uhud? Yang ada jadi NOL pahala kita bahkan minus karena dikurangin terus. Ibarat orang punya tabungan, setiap harinya diambil terus sampai bangkrut.

.

Dalam Hadith tersebut, anjing pemburu yang dimaksud adalah anjing terdidik yang digunakan pemiliknya untuk keperluan berburu. Anjing yang bila diperintahkan mengejar maka dia lari dan bila disuruh berhenti maka dia berhenti. Tipe anjing seperti ini hasil buruannya adalah halal asalkan benar-benar terdidik dan tidak memakan hasil buruannya. Anjing tipe ini misalkan yang ada di acara Buser (Buru Sergap) yang memang sudah dididik untuk tujuan tertentu.

.

Kemudian anjing penjaga ladang atau ternak diperbolehkan untuk menjaga dari bahaya serigala dan pencuri. Ini juga tipe anjing terdidik yang kalau melihat sesuatu atau orang yang asing maka dia akan menggonggong sehingga pemilik anjing akan terbangun dan tau ada yang tidak beres. Demikian juga misalkan seseorang yang tinggal di daerah terpencil, lingkungan yang terkenal dengan tingkat kriminalitasnya yang tinggi dan tidak ada orang bisa dipercaya untuk menjaga hartanya, maka dia diperbolehkan untuk memelihara anjing. Tipe anjing ini adalah anjing yang besar dan sangar-sangar seperti herder atau pitbull yang memang sekali gigit orang langsung bisa mati. Tapi sekali lagi, tujuannya murni utk jaga rumah atau ladang, bukan malah dijadiin temen main juragannya. Itu yang salah.

.

Selanjutnya, meskipun ada beberapa tipe anjing yang boleh dipelihara, tapi tetap saja anjing tersebut tidak boleh tinggal di tempat yang sama dengan pemiliknya. Mengapa? Karena malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah orang yang memelihara anjing.

.

Rasulullah SAW bersabda: “Malaikat tidak akan memasuki rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar (dari makhluk yang bernyawa)” (HR. Bukhari no. 448)

.

Lebih lengkapnya mengenai hal ini diceritakan dari Aisyah bahwasanya pada suatu ketika Malaikat Jibril berjanji kepada Nabi Muhammad SAW untuk menemuinya pada suatu waktu yang telah ditentukan. Namun pada saat waktu tersebut datang, Malaikat Jibril tidak juga datang. Kemudian Rasulullah berkata, “Tidak pernah Allah SWT dan utusannya (Malaikan Jibril) memungkiri janji.” Setelah itu Nabi Muhammad SAW melihat ada anak anjing di bawah meja dan bertanya kepada Aisyah, “Aisyah, kapan anjing ini masuk ke sini?” Aisyah menjawab, “Saya tidak tahu Rasulullah.”

.

Kemudian Rasulullah meminta Aisyah untuk mengeluarkan anjing tersebut. Tidak lama setelah dikeluarkan, Malaikat Jibril datang. Rasulullah pun bertanya kepada Malaikat Jibril, “Yaa Jibril, engkau berjanji kepadaku untuk datang dan aku telah menantikan kedatanganmu tapi engkau tidak juga datang di waktu yang telah ditentukan.” Malaikat Jibril pun menjawab, “Di dalam rumahmu ada anjing, dan itulah yang menghalangi saya untuk masuk. Kami (malaikat) tidak akan masuk ke dalam rumah yang di dalamnya ada anjing atau gambar (dari makhluk yang bernyawa).” (HR. Muslim no. 5246)

.

Jadi kesimpulannya, memelihara anjing yang hanya karena kesenangan semata  untuk dijadikan binatang piaraan atau memeliharanya karena anjing itu lucu, imut dan menggemaskan, maka hukumnya adalah haram. Kecuali anjing terdidik yang digunakan untuk keperluan berburu, menjaga ladang atau menjaga binatang ternak. Itu pun dengan catatan, anjing yang boleh dipelihara itu harus tinggal di luar rumah karena malaikat tidak akan masuk ke dalam rumah orang yang memelihara anjing.

.

Jadi kalau ada temen-temen yang melihara anjing di rumah hanya untuk kesenangan semata atau karena anjing itu lucu, imut dan menggemaskan, sayang sekali bahwa anjing tersebut tidak boleh untuk dipelihara. Selucu dan semanis apapun itu anjing, ya tetep namanya anjing dan hukumnya H-A-R-A-M. Anjing yang saya maksudkan disini adalah anjing yang  dijadikan piaraan (pets) yang selalu berinteraksi setiap hari dengan pemiliknya, diajak main, dikasi makan, dimandiin, dll.. Intinya anjing yang dipelihara untuk kesenangan saja. Bagi yang sudah terlanjur melihara, solusinya ada 2.

  1. Kasihin orang lain
  2. Mending piara binatang lain, kan masih banyak alternatif lain yang lebih baik.. ada kucing, bebek, kelinci, kura-kura ampe monyet hehe.. saya pribadi lebih suka kucing daripada anjing, lebih lucu aja kayanya, apalagi kalo kucingnya gemuk dan bulunya banyak…

Meskipun demikian, di luar keharaman dari seekor anjing, Islam tetap menganggap bahwa anjing adalah makhluk hidup yang patut diperlakukan secara “manusiawi”. Jadi bukan berarti karena anjing ini hukumnya haram, maka kalau liat ada anjing di jalan boleh ditendang dan dibunuh. Tidak seperti itu. Bahkan dalam suatu kisah diceritakan bahwa ada seorang yang penuh dosa diampuni dosanya oleh Allah SWT dan dimasukkan ke dalam Surga hanya karena dia memberi minum seekor anjing yang sedang kehausan. Subhanallah, inilah indahnya ajaran Islam, bahkan untuk seekor hewan yang haram sekalipun, kita tetap diperintahkan untuk berbuat baik.

.

Kurang lebih Ini yang bisa disampaikan dengan keterbatasan ilmu yang saya miliki. Setelah membaca penjelasan ini, keputusan akhir di tangan teman-teman, mau tetap melihara silahkan, enggak melihara lebih baik.. the choice is yours! Tapi kewajiban saya sebagai sesama muslim untuk saling menasehati dalam kebaikan sudah saya lakukan. Setelah itu kalo kata iklan AXE, “dan selanjutnya….. terserah anda!”

.

Tapi percayalah, bahwa setiap apa yang diperintahkan oleh Allah adalah untuk kebaikan manusia itu, termasuk perintah untuk tidak memelihara anjing ini. Dan Allah SWT selalu menginginkan kemudahan bagi hamba-hambaNya karena sesungguhnya Islam dibangun atas dasar kemudahan dan tidak mempersulit. “Allah SWT menginginkan bagimu kemudahan dan tidak menginginkan kesulitan.” (QS. Al-Baqarah [2] : 185)

.

Wallahu’alam bishshawwab.

.

Warm Regards,

@muhammadassad

Read Full Post »

Ada sebuah istilah yang sangat menarik, “you may lose the battle but you win the war”. Kata battle di sini diistilahkan sebagai perang kecil dan war adalah sebuah perang yang lebih besar. Inilah yang disebut mengalah untuk menang. Kita sering mengartikan bahwa yang namanya mengalah itu ya berarti kalah, padahal tidak demikian. Mengalah bukan berarti kalah, namun mengalah untuk merangkul dan selanjutnya untuk menang. Bagaimana bisa? Simak cerita berikut.

.

Dikisahkan, pada zaman Nabi Muhammad SAW, saat keluar dari rumah , beliau pasti melewati suatu rumah seorang Yahudi yang punya kebiasaan unik, yaitu meludahi Rasulullah dari depan rumahnya. Ini berlangsung setiap hari. YES, EVERYDAY! Lalu apa reaksi Nabi Muhammad? Beliau hanya tersenyum kepada orang yang meludahnya, membersihkan ludah yang menempel di badan atau bajunya, dan pergi meninggalkan yahudi ini.

.

Sebelum saya lanjutkan ceritanya, coba bayangkan bagaimana kalau kita yang ada di posisi Rasulullah yang setiap hari diludahi? Sudah bisa dibayangkan, mungkin setiap pagi akan ada pertandingan tinju tanpa wasit di depan rumah Yahudi itu. Belum lagi tambahan kata-kata dari Planet Mars seperti “kucing lo!” atau “kelinci lo!” dan teman-temannya pasti keluar semua di situ.

.

Sampai pada suatu pagi ketika Nabi Muhammad SAW lewat di depan rumah sang Yahudi, beliau heran karena tidak ada lagi ludah terbang. Satu hari lewat, dua hari lewat, sampai di hari ketiga tetap tidak ada ludah dari sang Yahudi. Rasulullah pun bertanya kepada para sahabat pergi kemana si Yahudi ini, dan beliau mendapat laporan bahwa ternyata dia sedang sakit. Reaksi spontan beliau saat mendengar Yahudi ini sakit adalah langsung mendatangi ke rumahnya. Sesampainya, betapa kagetnya sang empunya rumah bahwa orang yang selama ini diludahinya setiap hari ternyata adalah orang pertama yang menjenguknya di saat dia sakit.

.

Awalnya sang Yahudi ketakutan bahwa  Rasulullah akan membalas meludahi dia dikarenakan dirinya yang sedang sakit dan tidak berdaya, bahkan akan memperlakukan lebih parah dari sekedar meludah. Tapi apa yang disangkakannya 100% salah. Nabi Muhammad SAW datang untuk menjenguk, bahkan kemudian beliau mendoakan sang Yahudi agar sembuh dari penyakitnya. Doa Rasulullah itu tanpa hijab (penghalang) dan tidak pernah tertolak. Maka tidak lama kemudian,  sembuhlah sang Yahudi ini dari sakitnya. Lalu apa yang terjadi selanjutnya? Sang Yahudi memeluk erat Nabi Muhammad SAW dan menyatakan ingin masuk Islam. Dia kemudian mengucapkan Syahadat dengan penuh kesadaran dan tanpa paksaan untuk memeluk agama Islam. Asyhadu allaa ilaa ha illallaah wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah (saya bersaksi bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah dan saya bersaksi bahwasanya Muhammad adalah utusan Allah).

.

Luar biasa! Inilah salah satu contoh yang sangat nyata bagaimana mengalah itu bukan untuk kalah, melainkan kemenangan yang akan didapat! Dalam cerita ini, Nabi Muhammad boleh saja kalah dalam battle (pertempuran kecil), namun beliau sungguh menang dalam war (perang yang lebih besar). Apa kekalahan battle dari Rasulullah? Beliau setiap hari diludahi oleh Yahudi tersebut. Kalau mau dilihat secara kasat mata ini kan kalah, dalam artian Rasulullah mendapat ludah sementara sang Yahudi tidak. Rasululah menahan diri untuk tidak membalas karena beliau tahu bahwa ada sesuatu yang lebih besar yang harus dia perjuangkan, yaitu tugas utamanya berada di muka bumi ini, untuk memperbaiki akhlak manusia dan menyiarkan syiar Islam seluas-luasnya sebagai agama yang rahmatan lil ‘aalamiin (rahmat bagi seluruh alam semesta). Lalu apa kemenangan war Rasulullah? Jelas sekali, kemenangan Rasulullah adalah pada akhirnya Sang Yahudi mengucapkan syahadat dan memeluk agama Islam. Inilah kemenangan besar Nabi Muhammad SAW yang berhasil menjalankan misinya di muka bumi yang berhasil menyiarkan syiar Islam dan membuat sang Yahudi memeluk agama Islam atas kesadaran sendiri.

.

Dalam menyikapi cerita ini, beberapa orang termasuk saya dan anda mungkin akan bilang, “Ya jelas aja bisa sabar diludahin orang, kan beliau itu Nabi! Kalau kita orang-orang biasa gini mana bisa tahan kalo diludahin tapi ga bales?!” Ada benarnya. Tapi kan kalau ibarat kualitas parfum atau tas, setelah yang namanya original kan ada yang namanya KW 1, KW 2 sampai KW 10. Ini juga sama! Kalau kita tidak bisa meneladani Nabi Muhammad 100%, alangkah baiknya jika kita berusaha meneladani kemuliaannya sedikit demi sedikit. Karena sudah jelas bahwa Rasulullah-lah suri tauladan yang patut kita tiru.

.

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (QS. Al-Ahzab:21)

.

Dalam hidup kitapun demikian, banyak sekali kejadian yang berhubungan dengan hal ini. “You may lose the battle but win the war” itu bisa terjadi dimana saja. Ilustrasinya misalkan di suatu toko handphone. Ada penjual, anggaplah namanya Bapak A dan pembeli namanya Ibu B. Target dari Bapak A sebenernya kan cuma satu, yaitu Ibu B membeli handphone atau accessories lainnya di toko dia. Atau mungkin bisa ditambahkan long-term target nya adalah Bu B akan kembali lagi ke tokonya. Untuk sampai kepada target ini kan tentunya harus ada usaha donk? Hukum alamnya mengatakan bahwa mustahil orang mau mendapatkan sesuatu tapi dia tidak berusaha dan mengeluarkan keringat. Istilahnya No Pain No Gain!

.

Pak A untuk mencapai tujuannya ini terkadang harus mengalami ­battle-battle kecil. Pak A tentunya mengharapkan Bu B ini orang yang easy going, ga banyak nanya, dan langsung beli handphone. Enak kan kalo gitu? Iya enak kalau sesuai perkiraan. Tapi kenyataan tidak seindah perkiraan. Ternyata Bu B ini sangat teliti, banyak nanya, ngoceh terus, bahkan untuk hal-hal yang udah dijelasin berulang kali dia tetep balik ke pertanyaan yang sama. Respon dari Pak A lah yang menentukan apakah dia akan menang dalam war atau kalah.

.

Kalau Pak A mau ngikutin kata hati, lebih baik dia marahin aja Bu B karena banyak nanya tapi ga beli juga. Bahkan kalau perlu, diusir sekalian. Kalau ini yang terjadi, berarti dalam battle kecil Pak A menang, tapi sebetulnya dia kalah dalam perang yang lebih besar. Bu B yang sebetulnya sudah akan mengeluarkan dompet untuk beli handphone, akhirnya kesal dan pindah ke toko sebelah yang ternyata punya karyawan yang lebih sabar dan siap menjelaskan setengah jam non-stop kepada Bu B. Akhirnya Bu B luluh dan membeli handphone di toko sebelah dan bukan tokonya Pak A.

.

Jadi sebaiknya yang harus dilakukan kalau menghadapi pembeli seperti Bu B yang ngoceh terus dan banyak nanya, yaudah telen aja ocehannya mentah-mentah selama masih dalam batas wajar. Tapi dalam hati tetep bilang, “Silahkan lo ngoceh-ngoceh sekarang, tapi gw bakal buat lo beli handphone gw!” Kalau akhirnya Ibu B beli, berarti Pak A menang war karena memang tujuan penjual adalah menjual barang dagangan.

.

Hal ini berlaku untuk semua aspek kehidupan, baik itu untuk karir, persahabatan sampai percintaan hehe.. Contoh lainnya adalah hal yang sangat lumrah jika tidak semua orang menyukai kita. Siapapun dia, dari mulai tukang sapu sampai menteri, pasti saja ada orang-orang yang tidak suka. Entah apapun itu alasannya. Tidak akan ada gunanya untuk meyakinkan orang yang tidak suka kepada kita agar menjadi suka, karena memang hanya akan menghabiskan waktu saja dan mungkin kita akan terlihat sedikit “gila”. Tapi saran saya cobalah untuk tetap berbuat baik terhadap orang yang tidak suka kepada kita. Berbuat baik bukan berarti kita  memohon-mohon dan meminta dia supaya jangan membenci kita. Tapi lebih kepada kita menolong dia kalau ada perlu dan lain lain. Pada akhirnya, biasanya, orang yang membenci kita bisa jadi menjadi teman. Jadi janganlah terlalu membenci musuhmu karena bisa menjadi orang yang paling engkau cintai. Ini adalah cara bagaimana kita bisa memenangi sebuah war meskipun kalah dalam battle.

.

Selain itu, berlaku baik terhadap sesama juga merupakan suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT. Dalam Al-Qur’an (QS. An-Nahl : 90) Allah SWT berfirman: “Sesungguhnya Allah menyuruh berlaku adil dan berlaku baik.”

.

Sebagai penutup, saya ingin menyampaikan bahwa terkadang untuk mencapai suatu tujuan, kita tidak harus selalu berjalan maju ke depan. Ada kalanya kita berhenti sejenak untuk melihat situasi, ada kalanya kita bergeser ke kanan sebentar dan ada kalanya kita mundur ke belakang untuk sementara waktu sebelum melangkah maju ke depan lagi. Inilah yang saya sebut strategi “you may lose the battle but win the war”, yaitu keadaan dimana kita harus mengalah sementara waktu untuk suatu kemenangan yang lebih besar. Prove it!

.

Semoga bermanfaat!

.

Regards,

@muhammadassad

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,190 other followers