Muhammad Assad lahir di Jakarta, 16 Januari 1987. Lulus S1 Program Business Information Systems dengan predikat cum-laude (first-class student honours) dari University of Technology Petronas, Malaysia, dan mendapatkan 3 penghargaan saat kelulusan: “Rector’s Gold Award”, “The Best International Student Award” dan “Chancellor Award”, penghargaan tertinggi dari universitas yang diberikan langsung oleh Mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun Dr. Mahathir Mohamad.
.
Sejak kecil, Assad bersekolah di Al-Azhar Jaka Permai dari TK hingga SMP, lalu melanjutkan ke MAN Insan Cendekia, sekolah berasrama di daerah Serpong yang didirikan oleh mantan Presiden RI, Prof. Dr. Eng. BJ. Habibie. Setelah itu ia meneruskan studi S1 ke Malaysia dengan beasiswa penuh dari Petronas. Semasa kuliah, Assad aktif berorganisasi, diantaranya pernah terpilih menjadi President of International Student Council (Senat Internasional) yang memimpin mahasiswa/i internasional dari sekitar 25 negara.
.
Assad juga aktif mengikuti berbagai forum dan konferensi internasional, baik sebagai pembicara atau perwakilan Indonesia. Pada tahun 2009 diundang oleh UNESCO sebagai perwakilan pemuda Indonesia untuk menghadiri UNESCO Asian Youth Forum di Korea Selatan dan berbicara dalam topik “Reshaping Our Future: In Search of Asian Alternatives”. Selain itu, Assad juga terpilih sebagai Head of State untuk memimpin 5 Delegasi Muda Indonesia pada acara G8/G20 Youth Summit di Paris pada bulan Mei 2011.
.
Menulis adalah salah satu hobinya, selain bermain basket, musik (drum) dan traveling. Bagi Assad, menulis adalah salah satu cara dan media paling efektif untuk menyampaikan gagasan serta pendapat kepada orang lain. Untuk menyalurkan hobi menulisnya, pada bulan November 2009, Assad membuat Blog Notes From Qatar yang beralamat di www.muhammadassad.wordpress.com. Blog tersebut sudah dikunjungi lebih dari 150 ribu orang dalam waktu kurang lebih setahun.
.
Blog itu pun akhirnya dijadikan buku setelah banyaknya saran dan permintaan dari teman-teman serta para pembaca. Selain menulis di blog yang berisi tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar, Assad juga produktif dalam menulis tentang masalah kepemudaan. Tulisan-tulisannya yang berisi ide serta gagasan tentang bagaimana membentuk dan membangun generasi muda Indonesia cukup sering dimuat oleh beberapa media cetak nasional serta media di internet.
.
Saat ini Assad sedang meneruskan kuliah S2 Program M.Sc. of Islamic Finance di Qatar Faculty of Islamic Studies (QFIS) – member of Qatar Foundation, Doha, dengan beasiswa penuh dari Emir Qatar, His Highness Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani. Selain belajar S2, Assad juga aktif berwirausaha, menjadi kontributor TV One untuk seluruh kawasan Timur Tengah dan beberapa kali diminta mengisi ceramah saat berada di Indonesia.
