Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2012

#SSS (Sedekah Super Stories) kiriman Fina Hayati (@finddstar / njeck_aje@yahoo.com)

.

Mau cerita sedikit nih soal campaign sedekah dari Notes From Qatar dimana saya jadi salah satu “korban beruntungnya” Alhamdulillah.. :)

.

Awalnya saya ketemu blog and promosi buku Notes From Qatar ini dari akun twitternya penyanti muda favorit saya, Andien. Terus saya pesen deh buku Notes From Qatar edisi pertama itu plus dapet tanda tangan dari penulisnya, Mas Assad. Jujur aja,pertama kali baca buku itu saya antara kagum dan ragu. Kagum karena cerita-cerita yang ditulis Mas Assad bener-bener banyak kekuasaan dan campur tangan Allah yang luar biasa. Ragu karena apa iya semua orang bisa seberuntung Mas Assad???!!

.

Sampai pada sekitar setahun kemudian, saya tiba-tiba membaca ulang buku Notes From Qatar ini dan saya memutuskan untuk mencoba teori sedekah yang Mas Assad ceritakan di buku itu. Kebetulan waktu itu saya baru saja mendapatkan panggilan dari kantor untuk mengikuti seleksi short course kerja sama kantor saya dengan Pemerintah Belanda. Sebenarnya short course yang ditawarkan itu berkaitan dengan Legal Drafting, sedangkan pekerjaan saya sehari-hari jauh sekali dari urusan ngedraft peraturan.

.

Terlebih lagi, pegawai lain yang mengikuti seleksi short course itu banyak yang sudah eselon IV ke atas atau kalau pun masih staf seperti saya kebanyakan berasal dari unit kerja yang sehari-harinya memang bergelut di bidang peraturan atau masalah hukum. Tapi kata-kata Belanda membuat saya bersemangat untuk mendaftar, karena Belanda adalah salah satu negara impian yang ingin saya kunjungi sejak masa kuliah. Saya juga pernah iseng kursus bahasa Belanda dengan bermimpi siapa tau suatu saat nanti saya bisa ke Belanda. Saya juga suka sekali membaca buku Diary of Anne Frank, bahkan sering berkhayal kalau suatu saat nanti saya bisa berkunjung ke Museum Anne Frank di Amsterdam hehe..

.

Jadi, bismillah sajalah, saya ikuti tes seleksinya dan mencoba teori sedekah yang  ada di buku NFQ. Saya yang biasa bersedekah hanya puluhan ribu, kali ini mencoba bersedekah dengan nilai ratusan ribu, dan yang paling penting saat bersedekah itu saya selipkan doa: “Ya Allah, saya pengen banget dapet short course ke Belanda, Amiiiin..” Jujur saja, baru kali itu loh saya sedekah dengan “pamrih” yang nyata-nyata saya sebutkan.hehe.. Tapi kan di NFQ bilang,kalo kita emang punya keinginan ya sebutin aja,toh kita mintanya kan sama Allah,Tuhan kita sendiri, Yang Maha Segalanya.

.

Selepas tes seleksi, diberitahu bahwa pengumuman hasilnya akan disampaikan sekitar 2 minggu kemudian. Saya menunggu pengumumannya tidak juga ada kabar. Sampai akhirnya saya memperoleh informasi dari seorang teman bahwa yang mendapatkan short course itu adalah teman-teman dari unit kerja perundang-undangan. Hmm,,ya sudahlah mungkin belum rejeki saya dan teori sedekah itu belum terjadi pada diri saya, ternyata saya tidak seberuntung Mas Assad dalam buku NFQ nya.

.

Dua bulan kemudian, pada suatu sore, saya mendapatkan SMS dari sekretaris atasan saya yang menyampaikan ucapan selamat karena ada surat panggilan yang menyatakan bahwa saya menjadi salah satu peserta short course yang akan berangkat ke Belanda. Reaksi pertama saya tentu saja kaget dan tidak percaya, sampai saya meminta kepada mba sekretaris buat baca bener-bener dan teliti surat tersebut, bahkan saya sempat berpikir itu bukan surat panggilan melainkan surat pengembalian berkas pendaftaran saya. Sampai pada esok harinya,saya menerima surat tersebut di atas meja saya dan membaca sendiri surat panggilan tersebut.

.

Astaghfirullah,,saya mohon ampun sama Allah karena sempat merasa ragu akan kuasa-Nya. Dan Subhanallah,,bahwa memang Allah tuh punya sejuta cara buat mengabulkan permohonan hamba-Nya. Saya mengikuti short course tersebut selama satu bulan di Belanda. Ya, Belanda, impian saya. Belajar dan mengunjungi tempat-tempat yang dulu cuma ada di benak saja,feels like dream comes true. Dan yang paling luar biasa adalah, ini menjadi kado ulang tahun yang indah dari Allah buat saya, karena saya berangkat ke Belanda tepat sehari setelah hari ulang tahun saya.

.

Thanks ya Mas Assad dan bukunya yang begitu menginspirasi..Yuks temen-temen kita perbanyak sedekah!

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya cerita dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – (Judul Cerita).

.

Regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

#SSS (Sedekah Super Stories) kiriman Jessica Jayawiguna (@cika160891 / Jessica.jayawiguna@gmail.com)

.

Greeting from Melbourne! Sekarang saya sedang ada di Melbourne dan pengen sharing gimana ceritanya saya bisa sampai di sini. Selain karena “the power of mind setting”, saya bisa sampai disini karena “tangan-tangan tidak terlihat”.

.

Sebenernya saya juga ga tau kenapa memilih Melbourne sebagai kota yang dituju, walaupun yang tinggal di sini kebanyakan bilang kota ini hidupnya cuma sampe jam 5 sore. Dan ternyata emang bener! Tadi sore saya baru aja ke Melbourne Central dan sekitar jam 5an mereka sudah siap-siap mau tutup toko.

.

Jadi begini ceritanya, di kampus saya memang mengharuskan setiap muridnya untuk melakukan internship atau magang. Seperti kebanyakan orang, beberapa bulan kemaren saya mencoba apply ke beberapa perusahaan yang ada di Melbourne. Seperti jalanan yang tidak selalu mulus, begitu juga nasib aplikasi lamaran pekerjaan saya. Ada yang nolak lah, ada yang ga bales lah, dll.

.

Sampai akhirnya ada satu perusahaan yang membalas email saya. Awalnya mereka minta sample kerjaan yang pernah saya buat. Pertamanya agak ga pede gitu buat ngasih, tapi setelah dapet dorongan yang gede banget dari orang-orang terdekat, saya pun memberanikan diri untuk ngasih ke mereka, dan ternyata mereka suka! Senengnya ga kebeli lho, dan dari situ saya belajar banyak dari orang bule yang menghargai hasil karya orang.

.

Setelah saya kirim hasil kerjaan, mereka jadi ngegantung ga jelas gitu. Saya sempet cerita ke kakak, dan dia bilang, “keep positive thinking aja. Berusaha dan berdoa maksimal, hasil akhirnya nanti biar Allah yang atur.” Saya pun juga sudah mengilhami dalam-dalam kata-kata ini. Saya percaya bahwa semua memang sudah ada yang mengatur, yang penting kita berusaha dan berdoa maksimal.

.

Kalo kata Muhammad Assad di blog Notes From Qatar waktu dia ingin mengejar cita-cita, “Kalo emang dibolehin kesana, pasti Allah akan mempermudah segala sesuatunya. Kalo ga dibolehin, coba berdoa lagi ke Allah minta dipikirin lagi karena saya pengen banget kesana.” Agak konyol sih, tapi ya bener juga.

.

Di masa-masa menunggu, saya coba memastikan lagi dengan nanya ke mereka, “Could you be specifically explain me what to do next? So I can meet your expectation. Thank you and look forward to receiving your reply.” Langsung saya pencet SENT!

.

Ditunggu-tunggu mereka balesnya agak lama juga hampir sekitar seminggu. Gila seminggu itu gw deg-degan mampus. Tiap kali buka email takut. Galau. Ah masa-masa itu..

.

Ga disangka, waktu dia bales, dia nanya-nanya detail gitu saya mau tinggal dimana nanti di Melbourne, bisa kerjanya mulai bulan apa, dst. Yak, makin digantung aja saya, soalnya dia ngasih statement yang bilang, “Yes we accept you to work in our company.” Dapet balesan gitu saya jadi rancu, takut disangka kepedean.

.

Saya pun lalu memberanikan diri untuk bertanya, “I just would like to confirm, are you accepting me to work as intern?” dan mereka menjawab, “Yes we are accepting you to do internship here.” Kira-kira seperti ini jawaban mereka.

.

25 March 2011

Dear Jessica,

Liqouid would be pleased to offer you an internship at our design studio in Melbourne during the month of May and June.

Yours sincerely,

Sue Palmer

Director

.

Wowww!! Ga nyangka!! Saya inget banget terima email itu pas lagi di kelas, dan saya pun senyum-senyum sendiri ga jelas hahaha.. Abis itu ada lagi yang bikin saya pusing yaitu soal visa dan segala tetekbengeknya itu. Walaupun rencananya internship 2 bulan, tapi ternyata embassy cuma ngasih sebulan. Yaudah lah gpp juga, yang penting pengalamannya.

.

Inilah ruang kerja saya selama internship di Melbourne.

.

Kalau saya ingat-ingat lagi, banyak cara yang saya lakukan buat sampe ke Melbourne. Believe it or not, ini bukan cara-cara yang ribet tapi sangat simple, yaitu mind setting. Menurut saya ini keren banget, karena setelah ngeliat hasilnya saya bener-bener kaget dan ga percaya! I call this, “The power of mind setting”.

.

Pertama-tama dengan menempel notes kecil di depan meja belajar dengan tulisan “Internship in Australia”. Hal ini untuk memotivasi karena lebih mudah untuk divisiualisasikan. Kedua, sama seperti yang Kak Assad selalu bilang, SEDEKAH. Iseng-iseng saya coba praktekkin.

.

Jadi waktu menunggu jawaban dari perusahaan tempat magang itu, saya pergi ke supermarket, dan ngeliat ada orang jualan tissue gitu di pinggir jalan. Di dompet saya waktu itu cuma ada sekitar S$25 karena ya emang ga rencana mau belanja banyak. Akhirnya saya pake duit untuk belanja S$10 aja dan sisanya saya sedekahin untuk orang yang jualan tissue tadi itu, yang buka lapak di deket MRT (Mass Rapid Transportation).

.

Harga tissuenya sih cuma S$1, tapi saya kasih dia S$15. Sebenernya sih ga seberapa ya cuma S$15 dolar. Cuma karena waktu itu kondisinya duit saya emang tinggal segitunya dan saya bener-bener tulus ngasihnya. Ditambah lagi orang itu sangat terlihat bahagia waktu dapet duit itu. Dia bilang, “Thank you so much, God bless you.” Ahhh.. I suddenly feel so blessed!

.

Setelah ngeliat hasilnya yang sangat luar biasa, saya jadi teringat kata-kata nyokap dan Kak Assad yang selalu nanemin setiap orang untuk bersedekah. Nyokap pernah bilang, “Itulah alasan kenapa orang harus terus berbuat baik. Dengan berbuat baik, maka akan semakin banyak tangan-tangan tidak terlihat yang menolong kita kapanpun dan dimanapun, atau ada aja rezeki yang datang ke kita.”

.

Mungkin bisa dibilang seperti hukum tabur tuai. Contoh misalkan kita nanam jambu, ya pasti tumbuhnya juga jambu kan? Ga mungkin tumbuhnya jadi apel atau manga. Sama saja saat kita menanam kebaikan atau kejahatan, hasilnya akan sama persis dengan apa yang kita tanam. Jadi jangan merasa pernah rugi saat menolong orang lain atau berbuat kebaikan, karena yang akan memetik hasilnya itu kita sendiri.

.

Tenang aja, semua kebaikan kita sudah pasti akan dicatat dan pasti akan dibayar lunas sama Tuhan, dan mungkin saja plus bonus. Akhirnya saya merasa sangat bersyukur bisa mendapat kesempatan magang di Melbourne. Pengalaman dan gaji yang saya terima jauh banget kalo dibandingkan dengan sedekah saya yang ‘cuma’ S$15. Balasan dari sedekah memang sangat luar biasa!

.

Ini beberapa foto sebelum balik ke Indonesia. Foto pertama di tempat duduk besar bernama The Giant’s Chair. Gede banget emang kursinya.

.

Foto kedua waktu bareng 2 bos saya, mereka ngajak ke salah satu tempat terkenal gitu di Melbourne bernama Great Ocean Road. Kok malah kaya foto Ayah, Ibu dan anak ya? Hehehe…

.

Lastly thanks for sharing many stories about sedekah, Kak. Even though I am not a muslim, but I prove it so many times about the power of sedekah and it works! :)

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya cerita dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – (Judul Cerita).

.

Regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Sumi Wijayanti (@sumiwijayanti / sumiwijayanti@gmail.com)

.

Saya mau share cerita tentang dahsyatnya sedekah yang dialami oleh teman kerja saya, sebut saja namanya Nisa. Nisa sedang mengalami kesulitan keuangan untuk memenuhi kebutuhan keluarganya. Nisa sempat mengajukan pinjaman ke kantor tapi jumlah yang diajukan tidak disetujui oleh kantor kami. Saya sebagai temannya ingin bisa membantunya karena saya tahu betul kondisinya dengan 2 orang anak yang masih kecil, suami yang belum dapat kerjaan setelah di-PHK dan seorang ibu yang ikut dengan mereka. Tapi apa daya, saya juga tak memiliki uang sebanyak yang dia butuhkan.

.

Tapi kira-kira dua minggu yang lalu saya mendapat penawaran Kredit Tanpa Anggunan (KTA) dari pihak Bank yang mengeluarkan kartu kredit dengan cicilan dan bunga flat yang tidak terlalu besar dan tidak dibebankan ke dalam tagihan kartu kredit. Karena saya tidak memerlukannya maka saya coba tawarkan ke Nisa . Dia pun setuju untuk mengajukan pinjaman tersebut atas nama saya.

.

Proses pengajuan pun mulai dijalankan. Sekitar 10 hari sejak pengajuan aplikasi, kabar baik belum juga kami terima. Saya coba sms pihak Bank tapi tidak juga ada balasan. Sementara kebutuhan Nisa untuk anak-anaknya sudah benar-benar mendesak. Sudah terbayang jelas bahwa jika akhir bulan Desember ini dia terima gaji, semua gajinya hanya numpang lewat, dan untuk selanjutnya dia benar-benar akan kebingungan karena tidak ada simpanan.

.

Kami berdua sudah berpikir mungkin aplikasi kami tidak disetujui apalagi sudah akhir tahun belum ada berita. Di saat kami sedang membahas soal KTA tersebut, ada seorang laki-laki sekitar umur 30 tahun dengan keadaan yang lusuh masuk ke kantor dan menyapa kami berdua yang memang berada di counter depan. Pria itu menawarkan dirinya untuk menjadi office boy sekiranya kantor kami memerlukan tenaganya dan memberikan nomer teleponnya ke saya.

.

Sebelum meninggalkan kantor kami, pria itu berkata, “Saya jalan kaki Bu dari Kelapa Gading kesini (Kemang) dan belum makan, kira-kira Ibu bisa kasih saya uang untuk makan atau ongkos?”  Saya diam terpaku karena pada saat itu kondisi saya benar-benar tidak ada uang yang cukup untuk dia beli makanan. Uang saya hanya tinggal recehan 100 – 300 Rupiah saja dan saya baru berencana ke ATM sepulang kerja nanti. Saya mau bilang maaf gak ada uang tapi kok gak tegaaa.. Lalu saya melirik Nisa, kemudian dia berdiri dan merogoh kantong celananya dan memberikan uang kepada pria tersebut.

.

Setelah pria itu pergi, Nisa curhat soal kesulitan keuangannya sambil meletakan kepalanya di atas tumpukan  buku “Notes From Qatar 1” dan “Notes From Qatar Limited Edition”. Kedua buku itu memang baru dia kembalikan setelah dipinjam olehnya 2 bulan yang lalu dan baru dibacanya akhir-akhir ini (itupun setelah berkali-kali saya ingatkan dan saya kasih ultimatum sampai akhir Desember ini tidak dibaca, kedua buku NFQ itu akan saya tarik lagi).

.

Kami lalu membahas buku tersebut. Nisa terkesan dengan konsep 3P’s (Positive, Persistence & Pray) yang ada dalam buku itu. Tapi tentang konsep sedekah yang diajarkan dalam buku itum Nisa agak tidak bisa menerimanya, karena menurut dia sangat aneh jika bersedekah tapi mengharapkan sesuatu dari Allah. Ya, biarlah pikir saya. Saya hargai pendapatnya.

.

Saat sedang berdiskusi itulah handphone saya berbunyi. Dalam hati saya berdoa semoga ini kabar baik dari Bank, dan ternyataaa memang betul telepon itu dari Bank dan alhamdulillah KTA saya disetujui sebesar Rp 10.000.000!!  Setelah 2 minggu kami menunggu, akhirnya KTA itupun disetujui. Kami berdua berpelukan dan saya ikut bahagia karena akhirnya ada jalan keluar untuk kesulitan Nisa walaupun dalam bentuk pinjaman yang harus dicicil tiap bulannya. Tapi tetap, itu merupakan jalan keluar yang diberikan Allah. Alhamdulillaaahh..

.

Beberapa hari setelahnya saya iseng bertanya kepada Nisa, berapa uang yang ia sedekahkan untuk pria berbaju lusuh waktu itu. Dengan malu-malu dia berkata, “Pokoke kalo dikaitkan dengan approval pinjaman KTA , aku dapat 1000x lipat hehehe.” Subhanallah, berarti Nisa sedekah Rp10.000 dan dibalas Rp10.000.000. Nisa cerita, waktu dia sedekahkan Rp 10.000, uang di sakunya tinggal Rp5.000, karena dia pikir masih cukuplah Rp5.000 untuk pulang, maka dia sedekahkan Rp10.000 tersebut.

.

Benar-benar luar biasa banget ya sedekah itu ya.. sekarang Nisa bisa tersenyum lega dalam mengatur keuangannya dan makin percaya bahwa memang sedekah itu sangat dahsyat dan kita boleh berharap kepada-Nya untuk menyelesaikan segala kesulitan kita dengan sedekah. Sedekah adalah solusi bagi setiap masalah yang kita alami. Alhamdulillah..

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya cerita dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – (Judul Cerita).

.

Regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,188 other followers