Feeds:
Posts
Comments

Archive for January, 2012

Turning 25: A Reflection

Dubai Airport – Minggu, 15 Januari 2012

Happy new year guysss! Meskipun sudah 2 minggu berlalu, tapi momen tahun baru rasanya masih berasa sampe sekarang. Setiap orang pasti akan menyambut tahun baru dengan penuh semangat dan suka cita, termasuk saya. Apa ada yang ga bahagia dengan kedatangan tahun baru? Mungkin itu hanya untuk orang-orang yang tagihan kartu kreditnya banyak hehehe..

.

Saat ini saya sedang berada di Dubai Airport, transit dari Doha menunggu flight ke Jakarta yang kira-kira sekitar 2 jam lagi. Jadi mungkin judul tulisan ini bukan “Notes From Qatar”, tapi “Notes From Dubai” hehehe.. Udara pagi ini dingin bangettt, di bulan Januari ini emang puncaknya winter atau musim dingin di kawaan Middle East. But so far so good, karena di samping saya ada hot chocolate -my fave drink- yang selalu setia menemani di tengah dinginnya udara pagi ini.

..

Kalau minuman favorit saya adalah hot chocolate, maka bulan favorit saya adalah bulan Januari!! This month is always a special month for me! Bukan hanya karena ini bulan pertama dimana semangat masih menggebu-gebu, tapi juga karena begitu banyak hal-hal penting dalam diri saya yang terjadi di bulan Januari. Terutama untuk tahun 2012 ini, it is sooo special!! Ada 3 alasan kenapa Januari 2012 ini sangat spesial di hati.

.

Pertama, saya baru saja menyelesaikan menyelesaikan studi S2 Islamic Finance di Qatar. Hari kamis, tanggal 11 Januari kemarin adalah hari terakhir saya ke kampus untuk mengerjakan final exam. Akhirnya, penantian panjang selama 2 tahun terbayar sudah. Wisudanya sendiri baru akan dilaksanakan nanti di bulan Juni. Jadi secara de facto saya sudah lulus, namun secara de jure masih harus menunggu hingga bulan Juni nanti. Alhamdulillah.. Akhirnya saya lulus juga, padahal pas di awal-awal sempet takut ga lulus hehe..

.

Kedua, pada bulan ini buku Notes From Qatar 2 resmi dirilis. Buku ini akan nongol di toko-toko buku kesayangan pada awal bulan Februari, namun bagi yang ingin mendapatkan duluan, bisa langsung Pre-Order, masih buka sampe tanggal 31 Januari saja. Silahkan kirim email ke notesfromqatar@yahoo.com isi nama, alamat, hp dan jumlah buku. Buku yang disediakan untuk PO hanya 2,000 buah. Semua yang memesan lewat PO akan mendapatkan tanda tangan, pembatas buku dan gimmick sticker original signed autograph dari Gramedia. Hurry up!!!

.

Karena saya sudah selesai studi S2 di Qatar, maka di buku inilah teman-teman bisa membaca kisah-kisah penuh warna saya dalam setahun terakhir di Qatar, dan kemungkinan ini adalah seri terakhir dari buku Notes From Qatar. Jadi jangan sampe menyesal dan kehabisan.. Order now and you will never regret!! :D

.

Ketiga, bulan ini sangat special adalah karena tepat esok hari saya akan berulang tahun hehehe.. Yes, hari Senin tanggal 16 Januari besok tepat saya berusia 25 tahun. Ga terasa banget tau-tau udah 25 tahun aja. Kayanya baru kemarin merayakan sweet 17. Ada yang bilang “sudah” 25 tahun, ada yang bilang “baru” 25 tahun. Hmmm… Begitu relatifnya sang waktu. Sudah seperempat abad saya hidup di dunia ini. Bagi orang-orang tua di atas usia 70 tahun, usia saya ini tentunya masih sangat muda. Tapi bagi anak-anak kecil usia belasan tahun, tentunya usia saya ini sudah bisa dibilang cukup dewasa. Lagi lagi, begitu relatifnya sebuah angka.

.

Saya kemudian bertanya kepada diri sendiri, “What have I done so far in 25 years back?” “What are the things that I have contributed to surroundings so far?” Saya merenung, di angka 25 tahun ini, apa saja yang sudah saya lakukan untuk sekitar. Apa keberadaan saya lebih banyak membawa manfaat bagi sekitar, atau justru sebaliknya?

.

Modal Utama Manusia

Sungguh, karunia Allah Swt yang paling berharga bagi seorang manusia setelah keimanan adalah usia. Kekayaan yang berlimpah dan kekuasaan jabatan yang dimiliki tidak akan berarti apa-apa jika usia sudah tiada. Usia adalah modal utama yang dimiliki oleh seorang manusia, dan tanpa kita sadari, setiap detik modal itu berkurang tapi kita jarang menyadari itu, bahkan ada yang betul-betul tidak sadar sampai modal itu tersisa hanya kurang dari 10% atau bahkan sudah 1% alias sakratul maut dan wassalam.

.

Jika usia kita semasa hidup digunakan lebih banyak untuk hal yang tidak berguna, maka rugi bandar lah kita. Setiap hari tentunya harus selalu menjadi lebih baik. Seperti apa yang pernah disampaikan Rasulullah saw, “Jika hari ini amalanmu lebih baik dari kemarin, maka kamu termasuk orang yang beruntung. Jika hari ini sama seperti hari kemarin, maka kamu termasuk orang yang merugi. Dan jika hari ini lebih buruk dari kemarin, maka kamu termasuk orang yang celaka.”

.

Ngeri banget ya kalo masuk golongan orang yang merugi, apalagi celaka. Karena saat kita melakukan keburukan, apa yang dilakukan dapat membahayakan diri kita sendiri dan modal kita akan habis tanpa meninggalkan dan menghasilkan suatu kebaikan apapun. Jika di dalam bisnis, seperti sebuah investasi yang menguras banyak modal namun tidak pernah mendapatkan hasil investasinya. Lama kelamaan bangkrut krut kruutt..

.

Ada dua hal penting mengapa usia harus mendapat perhatian serius. Pertama, Allah SWT akan meminta pertanggungjawaban atas usia yang Dia karuniakan. Kedua, usia adalah masa yang menentukan baik buruknya manusia. At-Tirmidzi meriwayatkan bahwa ada seseorang bertanya kepada Rasulullah, ”Siapa manusia terbaik?” Beliau menjawab, ”Manusia yang usianya panjang dan dihabiskan untuk kebaikan.” Ia bertanya lagi, ”Siapa manusia terburuk?” Rasulullah menjawab,”Manusia yang usianya panjang, namun dihabiskan untuk keburukan.”

.

25 Years Old

Back to sweet memories.. 25 tahun yang lalu, tepatnya 16 Januari 1987, lahirlah sebuah bayi lucu yang imut, montok dan menggemaskan yang kebetulan bernama Muhammad Assad. Berikut barang buktinya biar pada percaya.

.

Bagi yang blom tau arti nama saya, “Muhammad” diambil dari nama Nabi Muhammad saw yang berarti terpuji, dan “Assad’ berarti singa. Harapan orang tua tentunya agar saya menjadi seorang yang berkarakter pemberani dan tidak kenal menyerah seperti singa. Nama Assad ini juga terinspirasi dari salah seorang sahabat  Rasulullah yang juga pamannya, Hamzah bin Abdul Muthalib yang bergelar “Assadullah” atau “singa Allah”. Ga kebayang kalo nama saya Assadullah, kayanya berat banget hehehe.. Untung cukup Muhammad Assad, and I love it!

.

Sekarang, sudah 25 tahun Allah memberi saya modal umur. Umur saya memang bertambah, namun usia hidup saya menjadi berkurang. Serem juga sebenernya ini pas ngebayanginnya, kalo ternyata usia kita itu semakin lama semakin berkurang dan jatah hidup kita semakin menipis tanpa kita sadari. Seperti jam pasir yang berkurang secara perlahan-lahan.

.

Saya lalu bertanya, sebetulnya untuk apa sih kita diberikan umur? Tentunya Allah tidak menciptakan saya ataupun manusia lainnya hanya untuk bermain-main saja. Tapi ada suatu misi yang sangat besar, yaitu untuk menjadi seorang khalifah. Seperti yang tertera di dalam Al-Qur’an, “Dan ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para malaikat: ‘Sesungguhnya Aku hendak menjadikan manusia seorang khalifah di muka bumi…’” (QS. Al-Baqarah [2]: 30).

.

Secara harfiah, Khalifah berarti seorang pemimpin, baik bagi dirinya sendiri maupun bagi orang lain. Secara harfiah, khalifah berarti kita memiliki tanggung jawab yang besar untuk memelihara diri kita dan juga lingkungan (baik keluarga atau alam sekitar) untuk digunakan sebesar-besarnya bagi kepentingan umat dan dalam rangka ibadah mencari ridho Allah Swt.

.

Sebagai seorang khalifah, tentunya kita harus mempertanggung jawabkan seluruh hal yang kita lakukan di akhirat nanti. Rasulullah saw bersabda, “Setiap dari kalian adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggungjawaban atas kepemimpinannya tersebut.” (HR. Bukhari)

.

Harapan

Setiap orang pasti memiliki harapan, demikian juga saya. Di umur yang ke-25 tahun ini, saya berharap agar umur saya semakin berkah dan bisa memberikan banyak manfaat bagi sekitar. Sudah banyak rencana yang ada di otak setelah saya lulus ini, tinggal mengekesekusinya saja satu per satu semoga diberikan kemudahan oleh Allah Swt.

.

Saya sadar bahwa perjalanan masih panjang, terjal dan penuh tantangan. Saya belum menjadi siapa-siapa dan masih banyak cita-cita serta impian yang ingin diraih, dan untuk mewujudkan itu semua tentunya saya harus bekerja lebih keras lagi. Kerja keras saja tidak cukup, tapi juga kerja cerdas dan kerja ikhlas. Kerja keras tugas fisik kita, kerja cerdas tugas otak kita, dan kerja ikhlas tugas hati kita.

.

Baiklah teman-teman tercinta, waktu sudah menunjukkan pukul 9.30 pagi waktu Dubai, dan sekitar satu jam lagi saya harus memasuki sang “burung besi” untuk terbang menuju tanah air tercinta, Indonesiaaaa!! Jika sesuai jadwal, InshaAllah akan tiba di Jakarta nanti malam pukul 10. Hope everything goes well and I can’t wait to meet up with my family, good friends and good fooodsss!

.

Have a good Sunday and regards from Dubai,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

 

Yak, teman-teman se-bangsa se-tanah air.. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang.. Buku “Notes From Qatar 2″ akhirnya resmi dirilis dan sudah bisa dipesan melalui Pre-Order!  :D

Pasti temen-temen nanya, emang apa bedanya nih buku ama yang pertama?? Nah inilah jawabannya! Ada 10 alasan kenapa harus beli buku “Notes From Qatar 2″, yang semuanya pun serba 2:

1. Pada bulan ini, tepatnya hari Senin besok tanggal 16 Januari, saya akan berulang tahun yang ke-25 (ga ada hubungannya emang hehe..)

.

2. Buku “Notes From Qatar 2″ ini kali lebih nendang, lebih legit dan lebih menggigit dibanding buku “Notes From Qatar 1″. Kalau di #NFQ1 taglinenya adalah 3P’s (Positive, Persistence, Pray), maka di #NFQ2 tagline-nya ga kalah seru, yaitu 3H’s (Honest, Humble, Helpful).

.

3. Buku ini bertepatan dengan lulusnya saya setelah 2 tahun belajar S2 di Qatar, sehingga mungkin ini adalah buku terakhir dari Notes From Qatar dan semua cerita tahun terakhir saya di Qatar semua lengkap dalam buku ini. SO, DO NOT MISS IT!

.

4. Ada 22 cerita terbaik dalam buku ini, dan semua cerita ini NEW dan FRESH, dan 100% belum pernah ditampilkan di buku “Notes From Qatar 1″ ataupun “Notes From Qatar Limited Edition”. Buku “Notes From Qatar 2″ lebih tebal dibanding buku #NFQ1 dan #NFQLE.

.

5. Ada 12 cerita #SSS (Sedekah Super Stories) dari @reyzee, @tiffanyaviana, @QinaRie, @per_joko, @KoenHasyim, @intaniaradity, @ddLylaa, @yayamarzuki, @faradinaputri, @yuti_wibowo, @riri_setiabakti, dan Lena Citra (tidak ada akun twitter). Ada yang pergi ke Paris karena sedekah, ada yang bisa buka showroom mobil karena sedekah, ada yang dapet rumah gratis, dan ada juga yang bisa mewujudkan impian naik haji gratisss, juga karena sedekah! Ga percaya dan penasaran?? Harus baca buku ini!

.

6. Ada 2 cerita terbaru dalam buku ini yang belum pernah saya posting sebelumnya di blog, yang berjudul “Youth of The Nation” dan “Your Network Is Your Net Worth”.

.

7. Ada 2x2 alias 4 Mentor’s Note yang ditulis langsung oleh mentor-mentor saya: Bapak Tanri Abeng, MBA, Bapak Anies Baswedan, Ph.D, Ustadz Yusuf Mansur, dan Mas Anindya Bakrie.

.

8. Ada lebih dari 20 testimoni public figure dari berbagai kalangan untuk buku “Notes From Qatar 2″.

.

9. Buku ini baru akan ada di toko-toko buku kesayangan anda di minggu ke-2 bulan Februari. Jadi bagi teman-teman yang mau dapetin duluan, silahkan memesan melalui Pre-Order.

.

10. Ada 2000 buku disiapkan untuk Pre-Order “Notes From Qatar 2″. Setiap buku yang dipesan melalui PO akan mendapatkan tanda tangan langsung dari penulis (baca: saya pribadi hehe) dan juga gimmick sticker authentic autograph book dari Gramedia. Hanya untuk 2000 pemesan pertama saja ya, setelah itu tidak akan ada lagi.

.

Nah, sekarang langsung saja.. Bagi teman-teman yang mau pesan Pre-Order (PO), harga bukunya Rp 75.000 saja, dan belum termasuk ongkos kirim ya. Ongkir disesuaikan dengan tempat dimana teman-teman tinggal. Cara memesan:

.

1. Kirim email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan subject “PO NFQ2″ dan isi nama, alamat, hp dan jumlah buku yang ingin dipesan.

.

2. Setelah mendapatkan balasan reply konfirmasi beserta detail pembayaran, kirim bukti pembayaran (slip transfer / copy sms banking) ke email yang sama.

.

Note: Pengiriman barang sesuai dengan kecepatan teman-teman membayar, jadi saat terima email balasan dari NFQ Team, langsung segera transfer, kalo perlu nongkrong depan ATM biar bisa langsung transfer hehehe.. Waktu Pre-Order adalah 20 hari, dimulai dari tanggal 12 Januari – 31 Januari, dan buku mulai dikirim ke alamat masing-masing pada tanggal 1 Februari 2012.

.

Akhirul kalam, semoga buku ini bisa memberikan manfaat bagi teman-teman sekalian. Selamat memesan melalui Pre-Order (lebih banyak lebih baik hehe..) dan sekali lagi saya ucapkan terima kasih atas dukungannya kepada “Notes From Qatar”. Without your support guys, I will never be reaching at this point. Thanks so much!!

.

Best regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Ferdy Kanz (@ferdykanz / ferdykanzz@yahoo.co.id)

.

Lebaran tahun 2009, saya bekunjung ke rumah Om untuk bersilaturahmi dalam rangka mudik lebaran. Banyak cerita yang dibagi dan diwarnai gelak tawa dalam suasana yang akrab, maklum kami hanya bertemu setahun sekali, paling banter 2 sampai 3 kali setahun karena kesibukan kami masing-masing. Di sela-sela tawa selama bersama keluarga dan Om, sebelum berpamitan Om memberikan wejangan yang sampai saat ini saya berkomitmen untuk menjaganya.

.

Wejangan tersebut berisi tiga hal, ”Janganlah Allah kamu beri tiga sisa. Pertama, sisa waktu. Ketika tiba waktu shalat segeralah shalat, sempatkan dan upayakan shalat tepat waktu. Jangan ketika waktu shalat akan berakhir baru kamu laksanakan shalat. Kedua, sisa tenaga. Ketika kamu satu saat nanti mampu berhaji, segeralah tunaikan haji. Jangan menunggu ketika kamu renta baru kamu tunaikan haji. Ketiga, sisa harta. Kapan pun kamu ada rezeki, baik saat lapang atau sempit, baik saat ada harapan ataupun tidak, baik saat kaya atau miskin, bersedekahlah. Jangan ketika sudah tidak punya apa-apa, kamu baru ingat untuk bersedekah.”

.

Saya berusaha untuk melaksanakan dan menjadikan wejangan itu sebagai komitmen hidup. Mengenai pesan yang ketiga tersebut tentang sedekah, saya ingin berbagi pengalaman tentang begitu ajaibnya sedekah, baik saat lapang ataupun sempit.

.

Saya selalu berupaya menyisihkan 10% uang kiriman dari orang tua dan pemberian kakak (maklum masih kuliah hehehe, lebih mengandalkan pemberian orang tua daripada kemampuan sendiri). Begitu awal bulan mendapat sejumlah kiriman uang via rekening, segera saya tarik tunai dan saya sedekahkan uang tersebut di masjid sekitar kos setiap Shalat Jumat. Saya berusaha istiqamah menjalankannnya karena saya yakin dengan janji Allah untuk membalasnya dengan balasan yang berlipat-lipat.

.

Menjelang akhir semester 3 (sekitar pertengahan Maret 2010), sudah menjadi kebiasaan mahasiswa STAN berburu tiket pulang ke kampung halaman. Di tengah antusiasme untuk membeli tiket, dalam antrian tiket di stasiun Gambir saya teringat seorang teman yang tidak jadi pulang kampung karena tidak mempunyai ongkos pulang.

.

Menjelang antrian saya di depan loket, kembali saya teringat akan kedua orang tua saya dan kerinduan saya kepada mereka. Saya yang setahun bisa pulang sampai 5 kali saja sangat merindukan orang tua saya, bagaimana dengan teman saya yang hanya pulang kampung setahun sekali pada saat lebaran? Itupun dengan menumpang kereta standard, Kertajaya.

.

Akhirnya tanpa pikir panjang, segera saya keluar dari antrian dan naik bus P44 yang membawa saya ke Stasiun Senen. Jatah uang untuk tiket Argo Bromo atau Sembrani saya tukar dengan dua lembar tiket bisnis kereta api Gumarang. Seketika, sesaat setelah memegang tiket saya berpikir kembali, gak lucu rasanya hanya bisa membawanya pulang tanpa membawanya kembali ke Jakarta, karena hanya akan menambah beban keluarganya.

.

Segera saya melangkah ke ATM untuk mengambil uang di rekening tabungan saya. Sisa uang saat itu hanya sebesar Rp500.000 saya ambil Rp300.000 untuk membeli tiket balik (kembali ke Jakarta), berarti hanya tersisa Rp150.000 sampai akhir bulan, atau setidaknya sampai menjelang keberangkatan (Rp50.000,00 saldo minimal bank). Kami pun pulang kampung bersama, saya tidak masalah uang saya habis, asalkan teman saya yang semula tidak bisa pulang kampung bisa bertemu dengan kedua orang tuanya.

.

Tiga bulan kemudian, di akhir Juni saya dimintakan tolong oleh salah seorang dosen untuk membantunya mengetik. Saya pun menyanggupi karena memang hal itu bukanlah sesuatu yang berat.  Tidak disangka, ternyata saya diminta tolong untuk membantu mengerjakan buku yang sedang beliau tulis untuk kepentingan diklat dan diedarkan secara umum (saya pun tidak tahu alasan mengapa saya yang ditunjuk, padahal IP saya pas-pasan).

.

Tak hanya itu, di sela-sela pembuatan buku mengenai penatausahaan Barang Milik Negara (BMN), secara tidak langsung beliau menjadikan saya sebagai asisten dosen. Membantu menyiapkan presentasi untuk bahan mengajar, menjadi editor buku, dan dipercaya menggantikan beliau mengajar diklat penatausahaan ketika beliau tidak bisa. Ini menjadi salah satu kesibukan saya selama 9 bulan sebelum saya mengundurkan diri untuk berkonsentrasi menyelesaikan Karya Tulis Tugas Akhir (KTTA). Alhamdulillah selama 9 bulan saya mendapat banyak nikmat berupa tambahan ilmu, makan gratis dan fasilitas sebagai pengajar diklat juga saya dapatkan.

.

Atas nikmat tersebut, saya baru tersadar, mungkin inilah balasan Allah karena saya membantu seorang teman beberapa waktu yang lalu. Melalui Beliau, Allah meringankan hidup saya. Selama kurun waktu 9 bulan sejak Juni 2010 hingga Maret 2011, selama berada di Tangerang Selatan (kampus STAN) saya tidak pernah mengeluarkan uang untuk makan siang dan makan malam karena memang jam kerja saya selepas pulang kuliah sampai jam 7 atau 8 malam. Segala kebutuhan saya dipenuhi oleh dosen saya tanpa diminta.

.

Makan siang dan malam yang mewah (untuk ukuran anak kos) berupa nasi padang (karena beliau memang orang Minangkabau), pulsa handphone yang rutin selalu terisi lebih dari cukup sebelum saya mengisinya, bahkan ongkos perjalanan pulang untuk menghadiri pernikahan kakak kedua saya dan ongkos perjalanan mudik lebaran dengan pesawat dan kereta eksekutif (pulang pergi) Bbeliau berikan kepada saya. Di luar itu, saya juga mendapat penghasilan berupa uang yang lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan bulanan. Allah betul-betul membalas sedekah saya berlipat-lipat dari apa yang disedekahkan.

.

Merasakan hal-hal tersebut saya hanya bisa mengucap syukur dan selalu berupaya istiqamah untuk selalu bersedekah, karena saya yakin Allah akan membalasnya dengan berbagai cara. Akhirnya, saya kembali teringat akan wejangan om saya untuk tidak memberikan Allah sisa harta. Saya merasakan betul bahwa Allah memang tidak pernah mengingkari janji-Nya.

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya cerita dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject#SSS – (Judul Cerita). Saya akan posting di blog ini dan yang menarik akan dimasukkan ke dalam buku Notes From Qatar 2.

.

Best regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Triska Damayanti (@noninong / triskadamayanti@hotmail.com)

.

Kenalan dulu kali yah biar enak, namaku Triska masih tercantum sebagai seorang siswi SMA kelas 2 ( semoga tahun depan lulus dan dapet beasiswa ke Jerman AamIIiin). Kejadian ini bener bener baru aku alami fresh from the oven! Awal cerita malam tgl 24 Desember aku galau akan sedekah hehehe…akhirnya aku kontakan sama ka Yaya (yg mengalami #SSS dapet kesempatan Haji gratis).

.

Aku ceritain semua ke ka Yaya akan kegalauan aku untuk sedekah, mulai dari duit yang tiris sampe takut untuk ga dapet balasannya. Lalu kak Yaya kasih penjelasan panjang lebar dan meyakinkan aku kalau kita melakukan sedekah dan ikhlas pasti dibalas oleh-Nya (Kak Assad juga bilang kaya gitu).

.

Butuh waktu berjam-jam untuk ngeyakinin perkataan kak Yaya dan butuh waktu berhari-hari untuk meyakini tulisan tulisannya Kak Assad hehe… Besoknya aku dapet kabar dari kakak ku kalau ada acara Tabligh Akbar di masjid dekat rumah, siangnya aku datang kesana. Di dompet aku ada uang Rp103.000, pas aku ke masjid aku bawa dua puluh ribu, rencana buat beli pulsa dan buat beli Notes From Qatar Limited Edition. Dalam hati aku ngomong “Duh duit gue abis dalam sekejap..tapi gue butuh dua duanya, yaudah deh liburan dirumah aja secara duit abis.

.

Akhirnya aku pergi ke masjid dengan membawa uang dua puluh ribu yg tadinya rencana buat beli pulsa. Pas pulangnya aku liat ada kakek tua pake kaos oblong dekil dan bawa mangkok duduk di pager masjid. “Jleeebbbb!” Asli aku kasian banget liatnya, nah muncul deh tuh perasaan sedih, kasian, iba, pengen bantu dll. Perasaan campur aduk di hati! Seketika pengen rasanya kasih uang ke kakek itu, tapi gak bisa bohong  juga, aku ngerasa (duh ini duit tadinya mau gue pake buat beli pulsa, kalo gue kasih ntar gue ga bisa beli pulsa dong  sedangkan uang yg lain mau buat beli Notes From Qatar “Limited Edition”).

.

Saat ragu-ragu seperti itu aku inget Surat Al-Baqarah ayat 261, ”Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran).”  akhirnya fix aku kasih uang dua puluh ribu ku untuk kakek itu. Aku berusaha ikhlas dan ridHa, alhamdulillah rasanya plong banget pas setelah ngasih uang itu.

.

Malamnya aku kirim email ke Kak Assad untuk order Notes From Qatar Limited Edition, karena aku belum ada ATM jadi aku minta tolong kakakku untuk transfer uang buku lalu aku ganti. Setelah mendapat email balasan dari kak Assad aku langsung bbm kakakku untuk kasih nomer rekening pengiriman uangnya, dan TUNG! Bbm balasan pun masuk dan langsung aku baca “Ga usah bayar dek, mba yang bayarin aja.“

.

WOW!!! Asli setelah baca bbm itu aku seneeeng  jingkrak jingkrak, alhamdulillah banget dibayarin. Aku seneng banget karena awalnya aku ngira setelah bayar Notes From Qatar Limited Editionuang ku bakal bener bener abis dan dompet pun kosong total selama liburan ini! Tapi ternyata perkiraan itu salah total karena ternyata dibayarin hehehe… itu rezeki PERTAMA yg aku dapat malam itu.

.

Kemudian, gak lama setelah aku kesenengan karena dibayarin untuk beli Notes From Qatar Limited Edition”, temenku nyapa fb aku dan bilang Tris, kemarin kenapa ga dateng rapat? Gue dapet amanah untuk pegang uang THR lo nih, yang kerja kita selama ngajarin adek kelas agama Islam. Waahhh.. ALHAMDULILLAAAH! Ya Allah makasih banyak Engkau memberikan aku rezeki lagi dalam waktu yg bersamaan… ya walaupun gak banyak tapi itu udah alhamdulillah banget karena jumlah uangnya mungkin bisa buat belii Notes From Qatar 2 hehehe atau disedekahin lagi. Inilah rezeki KEDUA yang aku dapet.

.

Udah senang dengan 2 rezeki yang diberikan oleh Allah secara berbarengan, aku langsung mention kak Assad dan ka Yaya lewat twitter untuk ngasih tau kegembiraaan aku dan kekuatan sedekah yg ternyata ASLI TERJADI sama aku! Alhamdulillah dapet balesan dari keduanya.

.

Tapi ternyata ini belum berakhir! You know whaaat kak Assad?! Setelah aku baca balesan mention dari kak Assad, papah ku manggil dan dia langsung nyodorin aku money, “Ini dek buat km, mau beli buku kan katanya?” Spontan aku jawab, Gak jadi pah, udah dibayarin Mba Ii bukunya. Lalu papahku jawab, “Yaudah gapapa, kamu pegang aja.

.

WOW!  Alhamdulillaah Ya Allah… Mimpi apa aku semalem sampe dapet rezeki berturut-turut hehe.. makasih banyak Ya Allah.. hihihi asli gak bisa ditutup tutupin aku seneng parah.. ya mungkin bagi kak Assad ini gak seberapa secara kak Assad udah besar penghasilannya, tapi bagi aku ini WOW banget! (ukuran pelajar yg sekarat isi dompetnya).

.

Hanya dengan sedekah sebesar Rp20.000 aku dapet THR, dapet uang dari papah, dan uang buat beli Notes From Qatar Limited Editionaku masih utuh karena dibayarin! Once again ALHAMDULILLAH …

.

Itulah ceritaku semoga bisa menginspirasi yg lain untuk makin rajin bersedekah. Jangan khawatir, keajaiban sedekah itu nyata dan bisa secara langsung kita rasakan, BELIEVE IT GUYS!

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya cerita dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – (Judul Cerita). Saya akan posting di blog ini dan yang menarik akan dimasukkan ke dalam buku Notes From Qatar 2.

.

Best regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

#SSS (Sedekah Super Story) kiriman Febryansyah (@febryyyan / rowling_febry@yahoo.co.id)

.

Hari itu saya sedang getir karena uang bulanan untuk bulan ini hampir habis. Hanya tersisa  Rp 20ribu untuk dua hari biaya hidup. Pagi itu seperti biasa saya melakukan aktivitas normal. Hari itu teman kost saya lagi sakit cacar. Tadinya saya mau ngetuk pintu kamarnya untuk menawarkan nitip beli sarapan tapi melihat dari jendela orangnya masih tidur pulas. Yasudah saya memutuskan untuk pergi duluan nanti pas dia udh bangun baru deh saya beliin sarapan.  Jam setengah 8 pagi saya pergi keluar untuk beli sarapan. Saya biasa beli donat gula di depan gang tempat saya ngekost. Saya beli 4 donat.

.

Entah kenapa saya hanya makan 3 donat pagi itu. Biasanya langsung saya habiskan jadi sekarang sisa 1 deh donat nya, niatnya sih buat ntar siang pulang kuliah buat ngemil-ngemil. Selesai makan donat saya lihat ada sms dari teman saya yang sakit cacar itu menanyakan apakah saya sudah beli sarapan atau belum. Kemudian saya jawab, “Yahh udah beli baru aja.”

.

Tak lama dia ngetuk pintu saya “Feb, masih ada gak roti kamu?” Saya jawab, “Ada, donat tapi, nih tinggal satu.” Dia balas, “Gapapa, buat minum obat aja kok, makasih ya.” Saya ngasih donat itu ya ngasih aja ga ada niatan sedekah atau apa ya karena namanya juga sesama teman, lagian saya toh juga udah kenyang.

.

Satu jam kemudian, kakak teman saya dateng untuk menjemput pulang temen saya. Tiba-tiba temen saya itu ngetuk pintu “Feb, ini ada roti nih kakakku bawa tadi, kita setengahan ya.” Saya jawab, “Wahhh.. Makasih ya.” Dari situ saya berfikir, tadi saya ngasih dia donat seharga seribu doing dan sekarang saya dapet balasan langsung roti seharga 5ribu atau mungkin 10ribu. Subhanallah… Mungkin ini sederhana banget, tapi jujur saya gemetar pada saat itu.

.

Siangnya pada saat kuliah, teman kuliah saya sebut aja Tina minta dianterin untuk servis jam miliknya. Awalnya saya males karena cuaca hari itu panas banget. Tapi krn naluri seorang teman yang baik akhirnya saya nganterin dia. Sayang sekali toko servis jam tutup, alhasil gak jadi deh dia servis jam. Tapi sebelum balik ke kampus, kita mampir ke tukang siomay dan dia nawarin, “Feb, mau siomay gak?” Aku Tanya balik, “Dibayarin?” kata dia, “Iya udah ambil nih.” Waduh, padahal saya hanya bercanda aja tapi alhamdulillah siang  itu saya makan gratis hehe.

.

Malam harinya, saya baru pulang dari beli makan malam, tiba-tiba ibu kost saya manggil “Febry, ini ada roti buat nanti malem kalo laper.” Saya langsung membalas, “Wah, iya Bu terima kasih ya.” Sebenernya Ibu kost saya ini emang baik suka ngasih makanan, tapi hari itu terasa spesial banget hehe maklum soalnya duit lagi tipis banget.

.

Kejadian hari itu semakin menguatkan keyakinan saya karena menunjukkan bahwa Allah SWT pasti membalas kebaikan secara tunai dan rahmat-Nya terus menerus tak pernah terputus dari pagi sampai malem. Dari situ saya semakin yakin tentang dahsyatnya bersedekah.

.

*** THE END ***

Bagi teman-teman yang punya cerita dahsyatnya sedekah dan ingin berbagi inspirasi dengan yang lain, silahkan kirim ke muh_assad@yahoo.com dengan subject #SSS – (Judul Cerita). Saya akan posting di blog ini dan yang menarik akan dimasukkan ke dalam buku Notes From Qatar 2.

.

Regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Older Posts »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,190 other followers