Assalaamu’alaaikumm jama’aaaah… @NotesFromQatar is baaaaaccckkk!!!
.
Yak, pertama-tama, saya mohon maaf sebesar-besarnya karena sudah lebih dari 2 bulan tidak menulis dan meng-update blog ini. Sudah banyak sekali pertanyaan yang datang kepada saya dari yang mulai nanya baik-baik sampai agak sedikit memaksa untuk segera menulis kembali. saya yakin semua maksud dan tujuannya baik.
.
Alasan saya setiap kali menjawab pertanyaan yang datang pun selalu sama: s-i-b-u-k. Padahal mungkin ga sibuk-sibuk banget, tapi emang karena blom niat nulis aja hehehe.. makanya ada pepatah yang bilang, “the difference between successful person and others is not a lack of strength, not a lack of knowledge, but rather lack of will.”
.
Hal itu memang benar adanya. Kesuksesan manusia itu sebenarnya bukan dipengaruhi seberapa kuat diri mereka (karena semua orang punya kekuatan dan kelebihan yang berbeda-beda), bukan juga dipengaruhi seberapa pintar diri mereka (karena setiap manusia pun diciptakan dengan otak yang cerdas dan luar biasa). Tapi kesuksesan dipengaruhi oleh seberapa besar keinginan diri seorang manusia untuk mencapai kesuksesan tersebut.
.
Baiklah, tanpa berlama-lama, saya yakin betul teman-teman sudah sangat haus sekali untuk membaca edisi @NotesFromQatar hari ini. Nah, pas sekali bukan, di saat sedang haus-hausnya, pas nongol juga tulisannya pada Jumat ini! Hehehe.. Saya pun jadi berpikir, hidup “pas-pasan” itu ternyata enak juga ya. Maksudnya, pas mau sesuatu, pas dapet apa yang kita mau tersebut!
.
Hidup ‘Pas-Pasan’
Saya pribadi sering sekali mengalami hidup yang “pas-pasan”. Berikut tiga cerita terakhir saya tentang hal ini.
.
Hidup “pas-pasan” pertama. Beberapa bulan yang lalu (sekitar bulan Mei) saya sempet jalan-jalan ke beberapa negara di Eropa. Salah satu kota yang saya kunjungi waktu itu adalah Brussels, ibukota Belgia. Saya berangkat sendirian ke Brussels melalui kereta api dari Paris setelah acara G20 Youth Summit di Paris. Niatnya emang cuma pengen jalan-jalan aja melihat suasana dan pemandangan. Traveling memang menjadi hobi saya, maklum lah namanya juga bolang alias bocah petualang hehe..
.
.
Sesampainya disana, langsung ke hotel. Setelah check in, naro barang-barang dan siap untuk muter-muter kota, tiba-tiba, blassss saya bingung mau jalan kemana! Hahaha… Karena emang pergi ke Brussels ini tidak direncanakan dan sangat mendadak, jadi tidak ada persiapan. Akhirnya yaudah, karena untungnya hotel ada di tengah kota, saya muter-muter di sekitar hotel aja, dan langsung menyantap waffle dan chocolate Belgia yang emang enak banget! Kebetulan banget karena sekarang sedang puasa, saya ingin mengetes keimanan teman-teman sekalian. Berikut sedikit kelezatan ala Brussels… Silahkan diliat aja karena lagi puasa hehe..
.
Lalu saya melihat juga di ujung jalan ada orang jualan escargot aliat bekicottt. Awalnya agak geli sih, tapi karena saya orangnya selalu penasaran ingin mencoba, akhirnya saya beli juga itu bekicot. Ternyata, bekicot itu enak banget!! Hahaha..
.
sewaktu saya makan, tiba-tiba dari belakang ada yang menyapa saya, “How is it? Do you like it?” Ternyata suara dari seorang wanita tampang amerika latin. Saya jawab, “Yes it’s really nice, I like it!” Usut punya usut, wanita ini bernama Paula dan berasal dari Chili. Hmm, negara yang sangat asing bagi saya. Kita ngobrol banyak dan ternyata diketahui kalo Paula ini seorang travellers backpackers dan sudah lebih dari sebulan keliling Eropa. Sekarang dia lagi di Brussels dan dia udah tau semua mau kemana di Brussels ini, karena emang semua peta udah di tangan.
.
Dia pun menawarkan saya untuk ikut berpetualang bersama dia, dan saya pun langsung mengiyakan, karena ya emang pas banget saya juga lagi bingung mau kemana.. Petualangan pun dimulai, dan memang benar, ga sampai 5 jam, sudah hampir 10 tempat kita datangi, dan itu plus dengan foto-foto juga. Alhamdulillah, lagi-lagi Allah Mengatur mempertemukan saya dengan paula. Pas banget emang.. Pas ga tau mau kemana, pas dapet guide gratisan, cewe bule lagi hehe.. Saya pun akhirnya hanya menghabiskan semalam di Brussels (dari rencana awal 2 malam), karena memang sudah semuanya dilihat. Keesokan harinya langsung terbang ke Amsterdam.
.
Next, hidup “pas-pasan” kedua. Sedikit intermezzo, saya ini penggemar batik, dan koleksi batik saya sangat banyak sekali. Batik merupakan kebanggaan bangsa Indonesia yang harus kita lestarikan, dan salah satu caranya adalah dengan memakainya. Nah, kebetulan ritual saya adalah setiap liburan selalu berburu kain batik. Kebetulan lagi, saat liburan summer break di Jakarta sekarang ini kegiatan cukup padat, terutama undangan-undangan untuk mengisi talkshow, yang berarti saya membutuhkan banyak stock batik. Saya biasa membeli kain batik di Jogja dan Solo, kemudian dijahit sendiri oleh tukang jahit pribadi di rumah, yang bernama Mr. Nungki.
.
Kebetulan ada 2 jadwal booksigning disana, saya pun segera mengatur jadwal untuk pergi ke Jogja selama 3 hari untuk mencari kain-kain batik disana yang memang bagus-bagus dan harganya murah. Saya suka dengan model batik kain tenun sutra yang ada motif bergaris di depan, istilahnya lurik. Memang Allah Maha Pengatur, tepat sehari saya sebelum berangkat ke Jogja, tiba-tiba ada DM (Direct Message) masuk ke account twitter saya dari designer muda berbakat bernama Dian Pelangi. Tiba-tiba aja dia nulis gini, “Bang Assad, boleh ga aku sponsorin baju-baju untuk Bang Assad kalo misalkan ada acara talkshow?”
.
Jawabanku, “tentu boleh!” masa rezeki ditolak hehehe.. Alhamdulillah, pas sekali bukan? pas mau nyari batik, pas ada yang nawarin mau sponsorin. Akhirnya saya ke Jogja ga beli kain batik sama sekali, akhirnya yang saya beli malahan bakpia pathok.
.
Hidup “pas-pasan” yang ketiga adalah sekitar dua minggu yang lalu saat saya berangkat umrah. Sebenernya dari awal saya ga punya niat untuk berangkat umrah pada bulan Ramadhan, karena pikiran saya waktu itu adalah pasti sangat disibukkan oleh jadwal undangan talkshow, book signing, bedah buku, dsb. Karena sebelum Ramadhan undangan tidak terlalu ramai datang, dalam hati saya mungkin ramenya pas Ramadhan nih. Tapi saya berpikir lagi, masa sih saya gamau nyisihin sedikit waktu untuk berangkat umrah dan beribadah kepada Allah Swt, setelah begitu banyak karunia dan nikmat yang telah Dia berikan. akhirnya saya kesampingkan semua urusan dan ga peduli akan ada undangan atau enggak, saya memantapkan niat untuk berangkat umrah dan langsung bilang orang tua saya ikutan (karena tadi rencananya hanya orang tua yang berangkat).
.
Aneh bin ajaib. Setelah saya daftar untuk berangkat umrah, keesokan harinya tiba-tiba datang begituuu banyaaak undangan talkshow, bedah buku dari berbagai elemen, ada dari perusahaan, universitas, sekolah atau organisasi masyarakat. Ada juga sumber rezeki lainnya, seperti ada teman yang mengajak berbisnis, dsb. Luar biasa! Saat kita mendahulukan kepentingan Allah Swt, maka Dia akan jauh lebih mengutamakan kepentingan kita. Seperti orang yang kejar setoran, Alhamdulillah akhirnya terkumpul rezeki untuk berangkat umrah.
.
Masih ada lagi “pas-pasan” yang kedua. Boleh percaya boleh tidak, saya berangkat umrah pada tanggal 3-11 Agustus, dan selama tanggal tersebut, TIDAK ADA SATUPUN UNDANGAN yang masuk kepada saya, tapi mulai tanggal 12 sampai tanggal 25 Agustus, jadwal saya sudah FULL hahaha. Mungkin Allah Swt memang mau saya hanya fokus untuk beribadah, dan bukan memikirkan hal lain. Subhanallah, Allah Swt memang Maha Indah dalam mengatur.
.
Bagaimana, enak kan hidup yang “pas-pasan”? hehehe… Tentunya pas disini adalah pas menurut Allah Swt, karena Dia lah yang Maha Mengetahui segala kebutuhan hamba-Nya. Seperti firman-Nya, “Barangkali kalian mencintai sesuatu tapi itu buruk bagi kalian, dan barangkali kalian membenci sesuatu namun itu baik untuk kalian, dan Allah Maha Mengetahui dan kalian tak mengetahui.”
.
Kekuatan Berdoa
Rasulullah saw pernah bersabda, “Doa adalah intisari ibadah” (HR. Tirmidzi). Dari hadits ini kita dapat menyimpulkan bahwa doa adalah elemen yang sangat penting. Ibarat satu tubuh, berdoa adalah kepala dari tubuh tersebut. Berdoa adalah bukti bahwa seorang hamba ingin dekat kepada Alllah Swt, percaya akan kehebatan Sang Maha Pencipta, dan merupakan bentuk kerendahan diri seorang hamba.
.
Manusia adalah makhluk yang lemah, yang tidak mempunyai daya dan kekuatan apapun tanpa izin dari Allah Swt. Sungguh kita semua ini tidak akan mampu hidup barang sedetik pun tanpa kasih sayang dari-Nya. Saat kita menyadari keterbatasan ini, sudah sepantasnya kita menjadikan Allah Swt sebagai tempat bersandar satu-satunya untuk meminta pertolongan dan memohon perlindungan.
.
Namun karena kebodohan manusia, masih ada saja, bahkan mungkin banyak, orang-orang yang merasa sombong dan melupakan Tuhannya. Masih banyak orang yang merasa sudah tidak membutuhkan-Nya, tidak mengenal segala bentuk kemurahan-Nya untuk meminta apapun kepada-Nya. Padahal, Allah Swt sendiri yang sudah berfirman, “Berdoalah kepadaKu, niscaya akan Ku-kabulkan bagimu..” (QS. Al-Mukmin: 60)
.
Berdoa adalah senjata bagi kaum mukmin. Untuk memperoleh kebahagiaan dunia akhirat, kita harus banyak berdoa kepada-Nya. Namun tentu saja, sebanyak apapun kita berdoa untuk meraih cita-cita, jika tidak disertai dengan usaha, maka hasilnya akan nol besar. Seperti sebuah pepatah, “Doa tanpa usaha itu bohong, dan usaha tanpa doa itu sombong”. Usaha menjadi unsur yang wajib sebagai syarat tercapainya sebuah cita-cita.
.
Allah Swt selalu mengabulkan doa setiap hamba-Nya. Rasulullah saw bersabda: “Tiada seorang berdo’a kepada Allah dengan suatu do’a, kecuali dikabulkanNya, dan dia memperoleh salah satu dari 3 hal, yaitu dipercepat terkabulnya baginya di dunia, disimpan (ditabung) untuknya sampai di akhirat, atau diganti dengan mencegahnya dari musibah (bencana) yang serupa. (HR. Ath-Thabrani).
.
Dari hadits di atas, jelas sekali bahwa Allah Swt akan selalu mengabulkan setiap doa. Cuma, dalam bentuk seperti apa yang kita ga tau. Jadi kesimpulannya adalah, Allah Swt akan selalu menjawab doa para hamba-Nya dengan 3 cara, yaitu yes, not now and there is a better option. Berarti, tidak ada jawaban no.
.
Mengapa Doa Tidak Dikabulkan?
Pernah ga terkadang kita menginginkan sesuatu tapi blom dikasih oleh Allah Swt? Mungkin jawaban mayoritasnya adalah, “bukan pernah lagi, tapi SERING!” hehehe.. But that’s fine, saya pun demikian. Kok bisa ya? Bukankah Allah Swt sendiri yang sudah berfirman seperti yang tertulis di ayat di atas bahwa Dia akan mengabulkan semua permohonan hamba-Nya.
.
Itu memang benar, bahwa Allah Swt akan selalu mengabulkan doa-doa hamba-Nya karena memang itu janji-Nya dan Dia tidak pernah mengingkari janji. Namun kita pribadi juga harus introspeksi terlebih dahulu, apa memang cara doa kita sudah benar? Apa memang kita sudah pantas menerima apa yang menjadi doa kita?
.
Ada dua alasan mengapa doa belum diterima. Pertama, tidak memperhatikan adab berdoa, baik adab lahir maupun batin.
.
Rasulullah saw bersabda, “Doa seorang hamba akan dikabulkan selama ia tidak berdoa untuk suatu perbuatan dosa, memutuskan silaturahim atau terburu-buru segera dikabulkan.” Seorang sahabat bertanya, “Apakah maksud terburu-buru?” Rasululullah saw menjawab, “Ia mengatakan, ‘Aku telah berdoa tapi aku tidak melihat doaku dikabulkan’, sehingga dia mengabaikan dan meninggalkan doa itu.” (HR. Muslim)
.
Kedua, karena perilaku buruk. Ibrahim bin Adham, salah seorang alim, saat ditanya tentang mengapa doa tidak dikabulkan, ia menjawab. “itu karena hatimu telah mati dari 10 perkara”.
- Engkau mengenal Allah Swt, tapi tidak menunaikan apa yang diperintahkan-Nya.
- Engkau membaca Al-Quran, tapi tidak mengamalkan isinya.
- Engkau mengaku bermusuhan dengan iblis, tapi masih saja menuruti keinginannya.
- Engkau mengaku mencintai Rasulullah saw, tapi tidak mencontoh akhlak dan mengerjakan sunnah-sunnah yang beliau lakukan.
- Engkau mengaku memimpikan Surga, tapi tidak melakukan perbuatan yang menuju ke arah sana.
- Engkau mengaku takut neraka, tapi masih saja melakukan perbuatan dosa.
- Engkau mengetahui bahwa kematian itu pasti, tapi tidak mempersiapkan diri untuk menghadapinya.
- Engkau begitu asyik membicarakan aib orang lain, tapi melupakan aib-aib dirimu sendiri.
- Engkau makan rezeki dari Allah Swt, tapi tidak pernah bersyukur kepada-Nya.
- Engkau sering menguburkan orang yang meninggal, tapi tidak pernah mengambil pelajaran dari peristiwa itu.
.
Yak, sekarang kita tanyakan kepada diri kita, apakah ada salah satu dari nomer tersebut yang ada dalam diri kita? Jadi yang harus kita lakukan adalah melakukan intropeksi diri dan berbenah, karena bukan janji Allah yang salah. Namun kita lah yang salah… Mengapa kita belum menunaikan kewajiban- kewajiban kita sebagai seorang hamba??
.
Cerita Seorang Pengamen
Ketika suatu doa belum terkabul, maka seharusnya seseorang harus tetap berbaik sangka kepada Allah Swt dan terus berdoa, dan bukan malah meninggalkan doa tersebut dan tidak meminta lagi kepada Allah Swt. Sebab mungkin bisa saja, Allah Swt menyimpan doa-doa kita dan akan menggantinya dengan sesuatu yang lebih bermanfaat di hari akhir nanti. Istilahnya, untuk deposito akhirat dalam bentuk pahala.
.
Kita harus terus berprasangka baik kepada Allah Swt. Saat belum dikabulkan, mungkin saja itu karena Allah Swt menyukai doa dan pengharapan kita, sehingga Dia tidak ingin cepat-cepat mengabulkan permohonan hamba-Nya tersebut.
.
Analogi mudahnya seperti ini deh, temen-temen pernah didatengin pengamen ga? Misalkan lagi nongkrong warung pinggir jalan atau pas naik angkot, pastinya pernah kan? Nah, coba bayangkan kalo yang dateng itu pengamen itu perawakannya tinggi besar, rambut gondrong, muka serem, dan ada tato naga di lehernya. Selain itu, suara dari pengamen ini serak-serak banjir dan membuat telinga ampir mau pecah.
.
Kira-kira apa yang akan kita lakukan terhadap pengamen ini? Tentunya kita akan segera memberi uang kepada pengamen tersebut agar cepat pergi dan selesai bernyanyi. Oke sekarang kasus kedua. Bagaimana kalo sekarang ada seorang pengamen yang datang, tampangnya mirip perpaduan antara Jennifer Lopez dan Angelina Jolie, kemudian suaranya sangat merdu mendayu dayu, dan mukanya sangat manis. Bagaimanakah reaksi kita?
.
Pastinya kita akan menikmati nyanyian dari pengamen tersebut dan tidak akan terburu-buru meminta dia untuk pergi. Bahkan mungkin kita akan terus meminta pengamen tersebut untuk nyanyi, dan nanti di akhir baru kita kasih uangnya, dan bisa jadi dalam jumlah yang besar. Nah, kalau begitu bisa saja mungkin Allah Swt bersikap begitu kepada hamba-hamba-Nya. Jika ada manusia yang berakhlak buruk dan berdoanya dengan cara yang tidak baik, mungkin Allah Swt akan berfirman kepada malaikat untuk segera mengabulkan permohonan hamba-Nya tersebut.
.
Tapi mungkin bila yang menengadahkan tangan adalah hamba-Nya yang rajin beribadah, shalat, sedekah, dll, mungkin saja Allah Swt akan berfirman kepada malaikat, “Tunggu wahai malaikat. Jangan dulu dikabulkan apa yang dia minta. Aku suka dengan tangisannya dalam memujiKu dan memohon kepadaKu. Aku ingin mendengar tangisan dan permohonannya lebih lama lagi karena Aku mencintainya. Jika waktunya tiba, Aku akan mengabulkan semua permohonannya, bahkan akan Kulebihkan dari yang dia minta.”
.
Kisah Nyata Pengaturan Allah Swt
Selama ini, dalam cerita-cerita NotesFromQatar saya selalu menceritakan tentang kisah saya. Sehingga kesannya, cuma saya yang bisa mendapatkan kisah-kisah amazing. Padahal, setiap dari kita pastinya pernah punya kisah yang amazing yang akan membuat kita berkata, “Subhanallaah.. Maha Besar Allah..”
.
Kali ini saya ingin berbagi cerita tentang kisah nyata yang dialami oleh teman saya yang bernama Rezzee, kalo di twitter sih nama dia @reyzee, gatau deh kenapa beda, mungkin nama twitter lebih terlihat gaul hehe.. Saya sendiri waktu menerima email dari dia ini merinding bacanya, dan sangat terlihat bagaimana pengaturan Allah Swt yang sangat indah.
.
Berikut kurang lebih isi email Rezzy kepada saya 2 hari yang lalu. Saya edit biar ga kepanjangan, tanpa mengurangi maksud inti cerita. Oke teman-teman, silahkan cerita ini dibaca, diputer, dijilat dan dicelupin hehe.. Maksudnya dibaca, dihayati, serta dirasakan bagaimana kehebatan pengaturan Allah dan bukti bahwa Dia tidak pernah mengingkari janjiNya.
.
Cerita berawal dari bulan April sad, waktu gue minta nasihat ke lo karena pengen banget ke Paris dan kerja di sana. Setelah gw udah curhat panjang lebar ke lo dan tiba-tiba jawaban lo sangat singkat dan padat, “Lo udah sedekah blom?” Itu langsung ngena banget ke gue yang sama sekali ga kepikiran buat sedekah.
.
Trus lo nanya, “ada berapa jumlah uang di tabungan lo?” Gue jawab ada sekitar 10 juta. Trus aneh banget lo malah bilang, “Sedekahin setengah dari yang ada di tabungan lo. InshaAllah dapet yang lo mau.” Agak kaget sih, tapi besoknya gue langsung ikutin saran lo utk nyisihin setengah jumlah tabungan gue utk disedekahin. Kurang lebih gue sedekah 5 juta (bener2 setengah dari tabungan).
Waktu ngambil duit di ATM, gue cuma bisa ngomong dalam hati, “Ya Allah, semoga sedekah ini bermanfaat dan bawa berkah. Saya ikhlas.” Udah deh waktu itu gue sama sekali ga mikir buat ga tega sama uang sendiri. Gue langsung bawa sendiri uang itu ke panti asuhan. Gue liat sendiri gmn proses sedekah itu. Dalam hati udah ikhlas banget deh sad.
Setelah sedekah, tiap shalat gue minta terus dibukakan jalan, gimana nih caranya biar gue bisa ke Paris. Ditambah shalat dhuha, tahajud dan puasa senin-kamis. Lalu, akhir bulan Mei, keajaiban itu dateng. Entah gimana caranya, ada temen gue yg lagi ada di Paris tiba2 ngajakin gue kesana untuk gantiin posisi dia disana, karena dia akan balik ke Indo bulan September ini.
Gue kaget, ga percaya, excited bgt. Awalnya masih disangka kaya mimpi, sampe akhirnya temen gue itu serius nawarin kerjaan itu dan menelfon jauh2 dari Paris utk ngejelasin gmn kehidupan disana. Sebenernya sempet ga dapet izin dr orang tua karena takut gue kan anak perempuan, bungsu pula, trus mengadu nasib di negara orang sendirian. Tapi, Allah memang Maha Pengatur. Ada aja jalannya sampe nyokap meng-iya-kan. Temen gue itu bela2in nelfon nyokap utk ngeyakinin sampai beliau setuju.
Ini di luar dugaan gue banget. Awal tahun aja gue ga ada pikiran sama sekali utk living abroad loh. Tawaran dateng bulan Mei, dan September gue udah harus berangkat. Bener2 keajaiban sedekah. Alhamdulillah sekarang visa udah di tangan, tinggal berangkat Insya Allah tanggal 19 September. Prosesnya dilancarin banget sad! Rencananya gue disana akan kerja sambil kuliah bahasa setahun, dan kalo lancar langsung perpanjang visa utk segera ambil program S2. Semoga semuanya lancar dan ini yang terbaik.
Thanks bgt Assad atas pencerahannya. Sekarang gue jadi percaya banget manfaat sedekah dan kekuatan berbagi. Kalo ada rezeki lebih, gue mau sedekah lagi sebelum berangkat ke Paris.
Yak, teman-teman, apa yang kalian rasakan setelah membaca email reyzee? Merinding? Takjub? Ga percaya? Subhanallah bukan? Hal yang terlihat tidak mungkin dan gatau darimana jalannya menurut akal manusia, menjadi terlihat begitu mudah dengan pengaturanNya. Semoga cerita reyzee tadi semakin menguatkan keimanan kita bahwa Allah memang Maha Pengatur dan apapun yang terlihat tidak mungkin, akan menjadi mungkin bila kita yakin dan percaya atas kekuasaan-Nya.
.
Seperti firman Allah Swt, “Dan di bumi itu terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi orang-orang yang yakin. Dan (juga) pada dirimu sendiri. Maka apakah kamu tiada memperhatikan?” (QS. Adz-Dzariyat [51]: 21). Jadi, jika kita ingin merasakan kebesaran dan kekuasaan Allah Swt, hal pertama yang harus kita lakukan adalah: YAKIN!
.
Jangan lupa juga untuk terus bersedekah, karena keutamaannya yang begitu amat sangat dahsyat. Reyzee telah membuktikannya sendiri, dan kita pun pasti juga bisa merasakan bukti tersebut. Rasulullah saw pernah bersabda, “Belilah semua kesulitanmu dengan bersedekah”. Hal itu memang benar adanya, karena saya sendiri sudah sering membuktikannya, dan saya ingin meyakinkan teman-teman semua bahwa… SEDEKAH ITU BISA MEMBELI SEMUA KEINGINAN KITA!
.
Akhirul kalam, selamat berpuasa dan berkah bagi kita semua!
.
Salam hangat,






