Hello guysss!! Yak, edisi @NotesFromQatar kali ini dipercepat sehari dari jadwal biasanya hehe.. Seharusnya besok baru keluar nih edisi, tapi saya percepat jadi hari ini karena InshaAllah nanti malam saya akan berangkat ke Paris menjadi perwakilan delegasi Indonesia dalam acara G20 Youth Summit. Jadi, hari ini saya sempatkan untuk menulis terlebih dahulu sebelum berangkat.
.
AMAZING! Mungkin itu kata pertama yang ingin saya ucapkan dalam tulisan ini. Saya baru saja mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa. Bercerita tentang bagaimana kombinasi sebuah keyakinan yang kuat terhadap Sang Maha Kuasa, usaha gigih yang tidak kenal menyerah dan kekuatan doa, akhirnya bisa membuat sesuatu impian yang pada awalnya terlihat tidak mungkin, pada akhirnya menjadi kenyataan!
.
Pada penasaran? Mari kita mulai ceritanya…
.
Berawal pada tanggal 11 Mei 2011. Pada pagi hari itu, salah seorang teman baik, Fika Frieda, bbm saya. Dia mengajak untuk menyumbangkan buku @NotesFromQatar yang saya tulis dalam sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengirimkan buku-buku ke pelosok daerah-daerah di Indonesia dan juga nantinya mereka akan mendirikan perpustakaan-perpustakaan umum. Kurang lebih ada sekitar 100 desa yang akan dikirim. Jadi kurang lebih butuh 100 buku. Dia bilang tanggal 20 Mei buku-buku akan segera dikirim berarti maksimal buku sudah tersedia pada tanggal 19 Mei, atau sekitar 8 hari deadlinenya.
.
Saya pun menyanggupi, “Oke Fik, nanti tanggal 19 Mei bisa diambil di rumah gue.” Tapi kemudian muncul sebuah pertanyaan dalam diri saya, “Kenapa cuma 100 buku? Kalo bisa 1,000 buku yang disumbangin kenapa hanya 100?” Saya semangat sekali bisa mengirimkan 1,000 buku karena ingin @NotesFromQatar bukan hanya bisa dinikmati dan dibaca oleh kalangan menengah ke atas, tapi juga oleh kalangan menengah ke bawah.
.
Akhirnya muncullah keinginan untuk menyumbangkan 1,000 buku #NFQ, dan bukan 100 seperti di awal. Pasti pertanyaan yang muncul, “Lho gaya amat mau nyumbang 1,000 buku, emang duitnya ada?” Jawabannya mudah saja, “Ya kalo sendirian masih belom mampu bos! Tapi kalo rame-rame kan pasti bisa doong?”
.
Tanpa banyak berpikir, saya langsung niatkan dalam hati ingin menyumbangkan 1,000 buku #NFQ, meskipun dalam waktu yang amat sangat singkat, hanya 8 hari saja (11 Mei – 19 Mei). Keyakinan saya begitu kuat bahwa Allah Swt akan memudahkan semuanya. Bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Nya? Mana lebih sulit bagi Allah Swt, menerbitkan matahari di timur dan menenggelamkannya di barat setiap hari atau ‘hanya’ membantu saya mengumpulkan 1,000 buku #NFQ dalam 8 hari?
.
Tentulah yang pertama jauh lebih sulit dari yang kedua bukan? Saya kemudian memulai misi ini dengan menulis di blog saya tentang impian yang ingin dijalankan . Setelah itu saya kirim Broadcast Message (BM) ke seluruh kontak yang ada di BlackBerry. Alhamdulillah, ga sampe 5 orang yang respon balik setelah menerima BM tersebut hehe.. 4 diantaranya bukan komen tentang BM yang saya kirim, tapi malah komen tentang foto saya yang lagi gendong anak kecil arab, katanya lucu (gatau pasti maksudnya anaknya atau saya nya yang lucu). Yak, jadi total hanya 1 orang aja yang bener-bener merespon hahaha…
.
Setelah lewat blog sudah dan lewat bbm juga sudah, sekarang saya gunakan media lainnya yaitu twitter. Saya yakin bahwa media ini cukup efektif untuk menyebarkan informasi, apalagi dengan jumlah follower yang lumayan banyak, ya semoga aja ada gitu beberapa orang yang tergerak hatinya untuk ikutan gerakan pengumpulan 1,000 buku #NFQ ini. Ternyata bener lho, tweet saya banyak di RT oleh teman-teman dan respon pun berdatangan. Saya pun dengan sabar menjawab satu per satu segala pertanyaan teman-teman.
.
Saya sediakan 3 nomor rekening bank bagi teman-teman yang ingin menyumbang, 2 bank dalam negeri dan 1 lagi bank di Qatar. Tidak lama setelah itu beberapa teman sudah mulai mentransfer dan masuk beberapa rupiah. Di hari pertama, pas malamnya saya cek, pemasukan hari itu sekitar 2,5 juta. “Alhamdulillah..” dalam hati saya. Tapi saya mikir, kalo Rp 2,5 juta per hari, berarti kalo dikali 8 hari yang terkumpul ‘hanya’ sekitar Rp 20 juta. Bukannya tidak bersyukur, tapi ini masih jauh dari target.
.
Dengan asumsi harga satu buku Rp 65,000, berarti paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp 65 juta untuk bisa mencapai target 1,000 buku. Saya pun berpikir keras bagaimana caranya agar ini bisa tercapai. Nah, mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu bahwa salah satu senjata saya setiap kali menginginkan sesuatu adalah memancingnya dengan bersedekah. Yes, saya selalu membeli keinginan saya dengan bersedekah. Saya tukar segala impian saya dengan bersedekah.
.
Bersedekah itu ibarat kita sedang berbisnis dengan Allah Swt, dan saya selalu senang berbisnis dengan Dia karena dijamin 1000% ga akan pernah rugi, apalagi dibohongi. Satisfaction guaranteed!
.
Akhirnya ilmu sedekah pun saya pakai lagi. Dalam ilmu sedekah kan kalau kita mau 10 biji, maka minimal keluarin dulu 1 biji sebagai pancingan. Jadi kalau target saya 1,000 buku, berarti paling tidak harus keluarin dulu minimal 100 buku. Saya pun malam itu langsung niat bersedekah dan menyumbang 100 buku lebih, dengan harapan agar target 1,000 buku dapat tercapai. Bismillahirrahmaanirrahiim..
.
Kemudian saya juga minta bantuan doa dan dukungan dari orang-orang terdekat, terutama keluarga. Mama, papa dan kakak saya mendukung penuh dengan doa dan full support, baik secara materil maupun non-materil. Mereka juga ikut membantu menyumbang untuk pengumpulan buku ini. Lumayan untuk nambah-nambahin hehehe..
.
Di hari ke-2, sumbangan bertambah dan setelah saya rekap di hari itu masuk sekitar Rp 3,5 juta, atau lebih Rp 1 juta dibanding hari pertama. Saya bersyukur tapi tahu target masih jauh, jadi harus lebih kerja keras dan cerdas lagi. Strategi lain harus dijalankan, yaitu ‘menjemput bola’. Saya tidak bisa hanya menunggu orang-orang untuk menyumbang, tapi juga harus aktif. Saya pun bbm-in sahabat-sahabat dan teman-teman dekat untuk ikutan berpartisipasi dalam kegiatan ini.
.
Alhamdulillah, banyak respon positif yang saya dapat, meskipun ada juga beberapa yang ga ngasih respon. Tapi gapapa, itu wajar, ibarat nembak 100 kali, kan ga semuanya tepat sasaran. Saya berprasangka baik aja mungkin orang-orang yang ga respon itu lagi sibuk atau banyak kerjaan.
.
Di hari ke-3, Alhamdulillah dengan strategi ‘mengejar bola’, sumbangan bertambah lumayan banyak, masuk sekitar Rp 7 juta. Jadi total dari hari pertama sampai hari ke-3 sudah sekitar Rp 20 juta, atau sepertiga dari target. Wah saya makin semangat, meskipun tau masih cukup banyak yang harus dikejar.
.
Di hari ke-4, uang yang terkumpul sekitar Rp 30 jutaan, memang belum sampai setengah dari target yang ditetapkan. Tapi di hari itu, saya langsung menelpon Gramedia untuk order 1,000 buku @NotesFromQatar. Lho, kan blom tercapai 1,000 buku? Ya emang blom, tapi optimis aja bisa tercapai. Lagian Allah Swt juga kan ga tidur dan Maha Melihat. Kalo saya sudah sampe segitu seriusnya ingin menyumbang 1,000 buku, maka Dia pun akan menolong dengan serius juga.
.
Di hari ke-5, setelah saya order 1,00 buku, pergerakan justru menurun hahaha.. “Gawat! Bisa tekor nih!” dalam hati saya. Sumbangan yang masuk sekitar Rp 2 juta saja. Tapi itu justru semakin melecut saya untuk berusaha lebih keras lagi. Target sudah dipasang 1,000 buku dan ga mungkin dirubah lagi. Jadi bukan targetnya yang diturunin, tapi usaha saya yang harus terus ditingkatkan
.
Di hari ke-6, pergerakan Alhamdulillah sudah mulai membaik. Pemasukan naik menjadi sekitar Rp 10 juta. Di hari ini saya kembali mengingatkan sahabat-sahabat dan teman-teman saya yang ingin ikut menyumbang tapi biasanya pada kelupaan. Jadi saya dengan sabar ngingetin mereka satu per satu.
.
Di hari ke-7 atau 2 hari sebelum selesai, sumbangan juga makin baik. Sampai malam terkumpul dana Rp 45 juta.. Pikir saya waktu itu, ya sudah lah mungkin besok paling ada tambahan sekitar Rp 5 juta, jadi totalnya sekitar Rp 50 jutaan. Angka Rp 50 juta juga bukan angka kecil dan saya sudah sangat bersyukur. Soalnya saya mikir, average per hari aja dari hari ke-1 sampai hari ke-7 hanya sekitar Rp 7 juta, jadi mungkin besok di hari terakhir ya akan segitu juga.
.
Di hari ke-8 atau hari terakhir, saya memulai hari dengan penuh semangat dan masih merasa target bisa dikejar. Bismillah, saya pun ngetweet lagi tentang pengumpulan 1,000 buku @NotesFromQatar ini dan bilang bahwa HARI INI ADALAH HARI TERAKHIR!! Entah mungkin emang keunikan orang Indonesia yang serba last minute, pada hari itu sumbangan yang masuk ke 3 bank account mengalir cukup deras. Hitung-hitungan saya, dengan total sementara sekitar Rp 45 juta, maka dibutuhkan paling tidak sekitar Rp 20 juta di hari itu agar bisa mencapai target.
.
Subhanallah, dari siang sampai malam hari, sumbangan terus mengalir dengan deras seperti air yang mengalir dari sungai bengawan solo (ga nyambung). Sampai saat sekitar jam 10 malam waktu Jakarta, sistem di salah satu bank yang menunjukkan jumlah saldo yang ada rekening ada mengalami error, mungkin karena saking banyaknya yang masuk hehehe.. Sampai malam itu saya masih tidak tahu pastinya berapa, dan karena ngantuk saya pun tidur aja hehe..
.
Saat besoknya saya merekap semuanya dari hari pertama hingga hari ke-delapan, boleh percaya boleh enggak.. sim salabim adrakadabra… Terkumpul sebanyak Rp 75,5 juta! Berarti di hari terakhir masuk sekitar Rp 30 juta. Alhamdulillahirabbil’aalamiin.. Target saya hanya Rp 65 juta, tapi bahkan Allah Swt kasih bonus tambahan Rp 10,5 juta lebih.
.
Total ada 131 orang yang ikut berpartisipasi dalam gerakan kali ini. Untuk transparansi, berikut inilah nama-nama para donatur.
.
Saya mengucapkan terima kasih banyak atas segala kepercayaan yang telah diberikan. Tidak bisa saya ucapkan satu persatu nama orang-orang yang telah berpartisipasi dalam gerakan ini, tapi sudah saya simpan di memori otak hehe.. InshaAllah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, dengan uang sebanyak itu, bisa membeli 1,165 buku @NotesFromQatar atau lebih 165 biji dari target semula. Buku-bukunya pun sudah sampai dengan selamat di rumah saya dan akan disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.
.
Saya jadi teringat apa yang pernah disampaikan oleh Nelson Mandela, “Everything seems impossible until it is done.” Yak, cerita yang saya ceritakan di atas adalah contoh nyatanya. Awalnya apa yang saya impikan ini terlihat seperti suatu hal yang mustahil bin mustahal. Beberapa orang pun menyangsikan saya bisa mencapai target yang diinginkan. Tapi Alhamdulillah, Allah Swt tunjukkan kekuasaan-Nya dan akhirnya semua hal yang mustahil menjadi hal yang benar-benar nyata terjadi!
.
Okey sekarang waktunya bercerita behind the story dari cerita ini. Ada 3 kunci keberhasilan saya dalam mewujudkan hal ini, yang kalo saya singkat menjadi KUD. Tapi ini bukan Koperasi Unit Desa ya hehehe.. Melainkan Keyakinan, Usaha, dan Doa!
.
1. Keyakinan
Setiap episode kehidupan ini ibarat peperangan. Kadang kita menghadapi perang yang kecil, kadang menghadapi perang besar. Setiap peperangan tentunya memiliki strategi yang berbeda pula agar bisa menang. Dalam perang, strategi memang boleh beda, tapi ada satu hal yang harus selalu dimiliki, yaitu mind-set untuk menang di awal! Ini yang paling penting, yaitu sebuah keyakinan yang kuat untuk menang sebelum peperangan itu dimulai.
.
Contohnya misalkan akan ada pertandingan tinju antara Mike Tyson lawan Muhammad Assad. Pas kedua petinju ini masuk ke dalam ring, muka Mike Tyson tiba-tiba udah pucet duluan, gemeteran dan celananya langsung basah karena ngompol. Mike Tyson udah jiper duluan pas ngeliat Muhammad Assad lagi pemanasan dan bunyiin leher. Nah, kalo begini kejadiannya, sudah bisa dipastikan 101% Mike Tyson pasti kalah, karena mentalnya udah ciut duluan.
.
Allah Swt berfirman di dalam hadits qudsi, “Aku adalah seperti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan beserta hamba-Ku bila ia (berdo’a) memanggil-Ku.” Jadi Allah Swt sendiri sudah ngasih sinyal kalau kita harus berpikiran positif, karena apa yang kita prasangkakan kepada Allah Swt, maka itu yang akan Dia berikan. Kalo pikiran kita pasti berhasil, ya InshaAllah ujungnya berhasil.
.
Hal ini sesuai dengan konsep “Law of Attraction” atau hukum tarik menarik. Penjelasannya panjang, tapi intinya adalah, apa yang kita pikirkan, itu yg alam semesta akan berikan. Jadi kekuatan pikiran kita yang menarik segala sesuatu itu terjadi. Jadi selalu-lah berpikir positif agar alam semesta pun selalu memberikan hal-hal positif kepada diri kita.
.
Kalau kata Paulo Coelho, “If you really want something and you work hard for it, the universe will conspire to make your dreams come true.”
.
Dalam cerita saya kali ini pun sama. Saat pertama kali menargetkan ingin menyumbangkan 1,000 buku, saya yakin 100% InshaAllah akan tercapai. Keyakinan saya begitu kuat bahwa Allah Swt akan memudahkan semuanya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Swt. Saat Dia sudah mengatakan “Yes” terhadap sesuatu, maka tidak ada seorang pun yang bisa berkata “No”.
.
Awal dari kesuksesan itu adalah keyakinan. Keyakinan kuat dan terus berpikir positif juga yang menjadi modal dasar saya sebelum ‘berperang’ menjalankan misi pengumpulan 1,000 buku @NotesFromQatar. Dan pada akhirnya, keyakinan positif saya tersebut membuahkan hasil yang sangat manis.
.
Kekuatan berpikir positif terhadap suatu hal akan memberikan aura yang positif kepada diri kita dan juga sekitar, yang pada akhirnya akan berdampak langsung kepada tindakan-tindakan yang akan kita lakukan.
.
Nothing is impossible as long as we are determined to do it so!
.
2. Usaha
Setelah kita punya keyakinan yang kuat, maka kunci yang kedua adalah berusaha! Kenapa kita harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu? Ya karena ga ada yang gratis di dunia ini! Hari ginii mana ada yang gratisss? Mau buang air kecil aja harus bayar hehe..
.
Bahasa sunda-nya, “No free lunch, man!!” Kalau kita mau sesuatu, ya harus usaha untuk mendapatkan itu sesuai dengan tingkatan keinginannya. Misalkan, Kalo mau pendapatan Rp 10 juta sebulan, ya usahanya harus seimbang dengan itu. Kalo mau pendapatan Rp 100 juta sebulan, ya harus lebih keras dibanding orang yang sudah puas di kisaran angka Rp 10 juta.
.
Dalam cerita di atas, tentunya tidak mungkin saya hanya duduk diam manis sambil nonton tv di rumah dan berharap orang akan ramai-ramai menyumbang, dan target 1,000 buku tercapai dengan mudah. Seperti yang sudah saya ceritakan, di hari-hari awal, sumbangan yang masuk belum terlalu banyak. Akhirnya sejak hari ke-3 saya mulai proaktif dan menggunakan strategi ‘menjemput bola’, dan bukan hanya menunggu.
.
Dengan usaha yang lebih ekstra dari sebelumnya, maka hasilnya pun mengikuti dan bertambah lajunya dengan ekstra pula. Setiap orang saya ajak untuk ikut berpartisipasi dengan cara pendekatan yang berbeda-beda pula, karena saya tahu dan hapal setiap karakter dari teman-teman dan sahabat-sahabat saya. Ada yang harus dengan cara dijelaskan pelan-pelan, tapi ada juga sahabat-sahabat saya yang bisa dengan cara ‘dipalak’ langsung hahaha..
.
Dukungan dari orang-orang terdekat yang ikut membantu berusaha juga berperan. Mama ikut membantu dengan menjual kepada teman-teman kantornya dan juga teman-teman pengajian, dan papa membantu dengan strategi bagaimana caranya agar bisa tercapai 1,000 buku. Hal ini cukup banyak membantu dalam pengumpulan sumbangan yang masuk.
.
Dan alhamdulillah, akhirnya dengan usaha yang tidak menyerah, apa yang ditargetkan pun menjadi kenyataan.
.
3. Doa
Nah, setelah keyakinan sudah dan usaha juga udah mantap, ini dia senjata pamungkasnya, yaitu berdoa! Berdoa itu tidak sekedar menjadi ibadah saja, melainkan ia juga menjadi otak atau inti dari ibadah itu sendiri. Allah Swt sendiri sudah menyuruh hamba-hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Al Mukmin [40]: 60)
.
Doa itu senjatanya orang beriman. Berdoa akan mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Dengan berdoa, kita jadi merasakan betul menjadi makhluk yang lemah dan memerlukan Allah Swt sebagai penolong kita. Allah Swt suka dengan orang yang meminta kepada-Nya, dan sebaliknya orang yang enggan ataupun malas berdoa sangat dibenci oleh Allah Swt karena dia merasa mampu melakukan apapun tanpa bantuan dariNya.
.
Padahal, kesombongan hanya boleh dimiliki oleh Allah Swt, karena Dia-lah Sang Penguasa langit dan bumi beserta seluruh isinya. Rasulullah SAW bersabda, ““Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)
.
Sama dalam cerita saat saya mengejar impian untuk mengumpulkan 1,000 buku @NotesFromQatar, saya juga tidak berhenti berdoa agar impian itu jadi kenyataan. Jangan lupa juga minta doa orang tua, terutama doa ibu, InshaAllah manjurrr hehehe…
.
Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Maksudnya, jika ingin sesuatu tapi tidak berusaha, ya sama aja berkhayal doang. Sebaliknya, jika berusaha saja tanpa berdoa kepada Sang Pencipta, maka itu suatu kesombongan. Karena seluruh alam semesta ini adalah milik-Nya. Sehelai daun jatuh pun atas izin-Nya, apalagi ini yang ‘jatuh’ berlembar-lembar duit hahahaa..
.
Baiklah teman-teman semua, cukup sekian tulisan saya kali ini. Semoga bisa diambil hikmahnya oleh teman-teman sekalian. Sekali saya ucapkan syukur tak terhingga kepada Allah Swt atas semua karuniannya kepada saya, dan juga terima kasih kepada teman-teman dan sahabat semua yang telah membantu dalam gerakan ini.
.
Sekarang saya mau lanjut packing karena masih belom kelar hahaha, mohon doanya agar kepergian saya ke Paris nanti malam lancar semua sesuai rencana dan bisa kembali ke tanah air amiiin.
.
Wassalam,














