Feeds:
Posts
Comments

Archive for May, 2011

Hello guysss!! Yak, edisi @NotesFromQatar kali ini dipercepat sehari dari jadwal biasanya hehe.. Seharusnya besok baru keluar nih edisi, tapi saya percepat jadi hari ini karena InshaAllah nanti malam saya akan berangkat ke Paris menjadi perwakilan delegasi Indonesia dalam acara G20 Youth Summit. Jadi, hari ini saya sempatkan untuk menulis terlebih dahulu sebelum berangkat.

.

AMAZING! Mungkin itu kata pertama yang ingin saya ucapkan dalam tulisan ini. Saya baru saja mendapatkan pengalaman yang sangat luar biasa. Bercerita tentang bagaimana kombinasi sebuah keyakinan yang kuat terhadap Sang Maha Kuasa, usaha gigih yang tidak kenal menyerah dan kekuatan doa, akhirnya bisa membuat sesuatu impian yang pada awalnya terlihat tidak mungkin, pada akhirnya menjadi kenyataan!

.

Pada penasaran? Mari kita mulai ceritanya…

.

Berawal pada tanggal 11 Mei 2011. Pada pagi hari itu, salah seorang teman baik, Fika Frieda, bbm saya. Dia mengajak untuk menyumbangkan buku @NotesFromQatar yang saya tulis dalam sebuah gerakan yang bertujuan untuk mengirimkan buku-buku ke pelosok daerah-daerah di Indonesia dan juga nantinya mereka akan mendirikan perpustakaan-perpustakaan umum. Kurang lebih ada sekitar 100 desa yang akan dikirim. Jadi kurang lebih butuh 100 buku. Dia bilang tanggal 20 Mei buku-buku akan segera dikirim berarti maksimal buku sudah tersedia pada tanggal 19 Mei, atau sekitar 8 hari deadlinenya.

.

Saya pun menyanggupi, “Oke Fik, nanti tanggal 19 Mei bisa diambil di rumah gue.” Tapi kemudian muncul sebuah pertanyaan dalam diri saya, “Kenapa cuma 100 buku? Kalo bisa 1,000 buku yang disumbangin kenapa hanya 100?” Saya semangat sekali bisa mengirimkan 1,000 buku karena ingin @NotesFromQatar bukan hanya bisa dinikmati dan dibaca oleh kalangan menengah ke atas, tapi juga oleh kalangan menengah ke bawah.

.

Akhirnya muncullah keinginan untuk menyumbangkan 1,000 buku #NFQ, dan bukan 100 seperti di awal.  Pasti pertanyaan yang muncul, “Lho gaya amat mau nyumbang 1,000 buku, emang duitnya ada?” Jawabannya mudah saja, “Ya kalo sendirian masih belom mampu bos! Tapi kalo rame-rame kan pasti bisa doong?”

.

Tanpa banyak berpikir, saya langsung niatkan dalam hati ingin menyumbangkan 1,000 buku #NFQ, meskipun dalam waktu yang amat sangat singkat, hanya 8 hari saja (11 Mei – 19 Mei). Keyakinan saya begitu kuat bahwa Allah Swt akan memudahkan semuanya. Bukankah tidak ada yang mustahil bagi-Nya? Mana lebih sulit bagi Allah Swt, menerbitkan matahari di timur dan menenggelamkannya di barat setiap hari atau ‘hanya’ membantu saya mengumpulkan 1,000 buku #NFQ dalam 8 hari?

.

Tentulah yang pertama jauh lebih sulit dari yang kedua bukan? Saya kemudian memulai misi ini dengan menulis di blog saya tentang impian yang ingin dijalankan . Setelah itu saya kirim Broadcast Message (BM) ke seluruh kontak yang ada di BlackBerry. Alhamdulillah, ga sampe 5 orang yang respon balik setelah menerima BM tersebut hehe.. 4 diantaranya bukan komen tentang BM yang saya kirim, tapi malah komen tentang foto saya yang lagi gendong anak kecil arab, katanya lucu (gatau pasti maksudnya anaknya atau saya nya yang lucu). Yak, jadi total hanya 1 orang aja yang bener-bener merespon hahaha…

Setelah lewat blog sudah dan lewat bbm juga sudah, sekarang saya gunakan media lainnya yaitu twitter. Saya yakin bahwa media ini cukup efektif untuk menyebarkan informasi, apalagi dengan jumlah follower yang lumayan banyak, ya semoga aja ada gitu beberapa orang yang tergerak hatinya untuk ikutan gerakan pengumpulan 1,000 buku #NFQ ini. Ternyata bener lho, tweet saya banyak di RT oleh teman-teman dan respon pun berdatangan. Saya pun dengan sabar menjawab satu per satu segala pertanyaan teman-teman.

.

Saya sediakan 3 nomor rekening bank bagi teman-teman yang ingin menyumbang, 2 bank dalam negeri dan 1 lagi bank di Qatar. Tidak lama setelah itu beberapa teman sudah mulai mentransfer dan masuk beberapa rupiah. Di hari pertama, pas malamnya saya cek, pemasukan hari itu sekitar 2,5 juta. “Alhamdulillah..” dalam hati saya. Tapi saya mikir, kalo Rp 2,5 juta per hari, berarti kalo dikali 8 hari yang terkumpul ‘hanya’ sekitar Rp 20 juta. Bukannya tidak bersyukur, tapi ini masih jauh dari target.

Dengan asumsi harga satu buku Rp 65,000, berarti paling tidak dibutuhkan dana sekitar Rp 65 juta untuk bisa mencapai target 1,000 buku. Saya pun berpikir keras bagaimana caranya agar ini bisa tercapai. Nah, mungkin teman-teman sudah banyak yang tahu bahwa salah satu senjata saya setiap kali menginginkan sesuatu adalah memancingnya dengan bersedekah. Yes, saya selalu membeli keinginan saya dengan bersedekah. Saya tukar segala impian saya dengan bersedekah.

.

Bersedekah itu ibarat kita sedang berbisnis dengan Allah Swt, dan saya selalu senang berbisnis dengan Dia karena dijamin 1000% ga akan pernah rugi, apalagi dibohongi. Satisfaction guaranteed!

.

Akhirnya ilmu sedekah pun saya pakai lagi. Dalam ilmu sedekah kan kalau kita mau 10 biji, maka minimal keluarin dulu 1 biji sebagai pancingan. Jadi kalau target saya 1,000 buku, berarti paling tidak harus keluarin dulu minimal 100 buku. Saya pun malam itu langsung niat bersedekah dan menyumbang 100 buku lebih, dengan harapan agar target 1,000 buku dapat tercapai. Bismillahirrahmaanirrahiim..

.

Kemudian saya juga minta bantuan doa dan dukungan dari orang-orang terdekat, terutama keluarga. Mama, papa dan kakak saya mendukung penuh dengan doa dan full support, baik secara materil maupun non-materil. Mereka juga ikut membantu menyumbang untuk pengumpulan buku ini. Lumayan untuk nambah-nambahin hehehe..

Di hari ke-2, sumbangan bertambah dan setelah saya rekap di hari itu masuk sekitar Rp 3,5 juta, atau lebih Rp 1 juta dibanding hari pertama. Saya bersyukur tapi tahu target masih jauh, jadi harus lebih kerja keras dan cerdas lagi. Strategi lain harus dijalankan, yaitu ‘menjemput bola’. Saya tidak bisa hanya menunggu orang-orang untuk menyumbang, tapi juga harus aktif. Saya pun bbm-in sahabat-sahabat dan teman-teman dekat untuk ikutan berpartisipasi dalam kegiatan ini.

.

Alhamdulillah, banyak respon positif yang saya dapat, meskipun ada juga beberapa yang ga ngasih respon. Tapi gapapa, itu wajar, ibarat nembak 100 kali, kan ga semuanya tepat sasaran. Saya berprasangka baik aja mungkin orang-orang yang ga respon itu lagi sibuk atau banyak kerjaan.

.

Di hari ke-3, Alhamdulillah dengan strategi ‘mengejar bola’, sumbangan bertambah lumayan banyak, masuk sekitar Rp 7 juta. Jadi total dari hari pertama sampai hari ke-3 sudah sekitar Rp 20 juta, atau sepertiga dari target. Wah saya makin semangat, meskipun tau masih cukup banyak yang harus dikejar.

.

Di hari ke-4, uang yang terkumpul sekitar Rp 30 jutaan, memang belum sampai setengah dari target yang ditetapkan. Tapi di hari itu, saya langsung menelpon Gramedia untuk order 1,000 buku @NotesFromQatar. Lho, kan blom tercapai 1,000 buku? Ya emang blom, tapi optimis aja bisa tercapai. Lagian Allah Swt juga kan ga tidur dan Maha Melihat. Kalo saya sudah sampe segitu seriusnya ingin menyumbang 1,000 buku, maka Dia pun akan menolong dengan serius juga.

.

Di hari ke-5, setelah saya order 1,00 buku, pergerakan justru menurun hahaha.. “Gawat! Bisa tekor nih!” dalam hati saya. Sumbangan yang masuk sekitar Rp 2 juta saja. Tapi itu justru semakin melecut saya untuk berusaha lebih keras lagi. Target sudah dipasang 1,000 buku dan ga mungkin dirubah lagi. Jadi bukan targetnya yang diturunin, tapi usaha saya yang harus terus ditingkatkan

.

Di hari ke-6, pergerakan Alhamdulillah sudah mulai membaik. Pemasukan naik menjadi sekitar Rp 10 juta. Di hari ini saya kembali mengingatkan sahabat-sahabat dan teman-teman saya yang ingin ikut menyumbang tapi biasanya pada kelupaan. Jadi saya dengan sabar ngingetin mereka satu per satu.

.

Di hari ke-7 atau 2 hari sebelum selesai, sumbangan juga makin baik. Sampai malam terkumpul dana Rp 45 juta.. Pikir saya waktu itu, ya sudah lah mungkin besok paling ada tambahan sekitar Rp 5 juta, jadi totalnya sekitar Rp 50 jutaan. Angka Rp 50 juta juga bukan angka kecil dan saya sudah sangat bersyukur. Soalnya saya mikir, average per hari aja dari hari ke-1 sampai hari ke-7 hanya sekitar Rp 7 juta, jadi mungkin besok di hari terakhir ya akan segitu juga.

.

Di hari ke-8 atau hari terakhir, saya memulai hari dengan penuh semangat dan masih merasa target bisa dikejar. Bismillah, saya pun ngetweet lagi tentang pengumpulan 1,000 buku @NotesFromQatar ini dan bilang bahwa HARI INI ADALAH HARI TERAKHIR!! Entah mungkin emang keunikan orang Indonesia yang serba last minute, pada hari itu sumbangan yang masuk ke 3 bank account mengalir cukup deras. Hitung-hitungan saya, dengan total sementara sekitar Rp 45 juta, maka dibutuhkan paling tidak sekitar Rp 20 juta di hari itu agar bisa mencapai target.

.

Subhanallah, dari siang sampai malam hari, sumbangan terus mengalir dengan deras seperti air yang mengalir dari sungai bengawan solo (ga nyambung). Sampai saat sekitar jam 10 malam waktu Jakarta, sistem di salah satu bank yang menunjukkan jumlah saldo yang ada rekening ada mengalami error, mungkin karena saking banyaknya yang masuk hehehe.. Sampai malam itu saya masih tidak tahu pastinya berapa, dan karena ngantuk saya pun tidur aja hehe..

.

Saat besoknya saya merekap semuanya dari hari pertama hingga hari ke-delapan, boleh percaya boleh enggak.. sim salabim adrakadabra… Terkumpul sebanyak Rp 75,5 juta! Berarti di hari terakhir masuk sekitar Rp 30 juta. Alhamdulillahirabbil’aalamiin.. Target saya hanya Rp 65 juta, tapi bahkan Allah Swt kasih bonus tambahan Rp 10,5 juta lebih.

.

Total ada 131 orang yang ikut berpartisipasi dalam gerakan kali ini. Untuk transparansi, berikut inilah nama-nama para donatur.

.

Saya mengucapkan terima kasih banyak atas segala kepercayaan yang telah diberikan. Tidak bisa saya ucapkan satu persatu nama orang-orang yang telah berpartisipasi dalam gerakan ini, tapi sudah saya simpan di memori otak hehe.. InshaAllah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya. Alhamdulillah, dengan uang sebanyak itu, bisa membeli 1,165 buku @NotesFromQatar atau lebih 165 biji dari target semula. Buku-bukunya pun sudah sampai dengan selamat di rumah saya dan akan disalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya.

.

Saya jadi teringat apa yang pernah disampaikan oleh Nelson Mandela, “Everything seems impossible until it is done.” Yak, cerita yang saya ceritakan di atas adalah contoh nyatanya. Awalnya apa yang saya impikan ini terlihat seperti suatu hal yang mustahil bin mustahal. Beberapa orang pun menyangsikan saya bisa mencapai target yang diinginkan. Tapi Alhamdulillah, Allah Swt tunjukkan kekuasaan-Nya dan akhirnya semua hal yang mustahil menjadi hal yang benar-benar nyata terjadi!

.

Okey sekarang waktunya bercerita behind the story dari cerita ini. Ada 3 kunci keberhasilan saya dalam mewujudkan hal ini, yang kalo saya singkat menjadi KUD. Tapi ini bukan Koperasi Unit Desa ya hehehe.. Melainkan Keyakinan, Usaha, dan Doa!

.

1. Keyakinan

Setiap episode kehidupan ini ibarat peperangan. Kadang kita menghadapi perang yang kecil, kadang menghadapi perang besar. Setiap peperangan tentunya memiliki strategi yang berbeda pula agar bisa menang. Dalam perang, strategi memang boleh beda, tapi ada satu hal yang harus selalu dimiliki, yaitu mind-set untuk menang di awal! Ini yang paling penting, yaitu sebuah keyakinan yang kuat untuk menang sebelum peperangan itu dimulai.

.

Contohnya misalkan akan ada pertandingan tinju antara Mike Tyson lawan Muhammad Assad. Pas kedua petinju ini masuk ke dalam ring, muka Mike Tyson tiba-tiba udah pucet duluan, gemeteran dan celananya langsung basah karena ngompol. Mike Tyson udah jiper duluan pas ngeliat Muhammad Assad lagi pemanasan dan bunyiin leher. Nah, kalo begini kejadiannya, sudah bisa dipastikan 101% Mike Tyson pasti kalah, karena mentalnya udah ciut duluan.

.

Allah Swt berfirman di dalam hadits qudsi, “Aku adalah seperti persangkaan hamba-Ku kepada-Ku, dan Aku akan beserta hamba-Ku bila ia (berdo’a) memanggil-Ku.” Jadi Allah Swt sendiri sudah ngasih sinyal kalau kita harus berpikiran positif, karena apa yang kita prasangkakan kepada Allah Swt, maka itu yang akan Dia berikan. Kalo pikiran kita pasti berhasil, ya InshaAllah ujungnya berhasil.

.

Hal ini sesuai dengan konsep “Law of Attraction” atau hukum tarik menarik. Penjelasannya panjang, tapi intinya adalah, apa yang kita pikirkan, itu yg alam semesta akan berikan. Jadi kekuatan pikiran kita yang menarik segala sesuatu itu terjadi. Jadi selalu-lah berpikir positif agar alam semesta pun selalu memberikan hal-hal positif kepada diri kita.

.

Kalau kata Paulo Coelho, “If you really want something and you work hard for it, the universe will conspire to make your dreams come true.”

.

Dalam cerita saya kali ini pun sama. Saat pertama kali menargetkan ingin menyumbangkan 1,000 buku, saya yakin 100% InshaAllah akan tercapai. Keyakinan saya begitu kuat bahwa Allah Swt akan memudahkan semuanya. Tidak ada yang mustahil bagi Allah Swt. Saat Dia sudah mengatakan “Yes” terhadap sesuatu, maka tidak ada seorang pun yang bisa berkata “No”.

.

Awal dari kesuksesan itu adalah keyakinan. Keyakinan kuat dan terus berpikir positif juga yang menjadi modal dasar saya sebelum ‘berperang’ menjalankan misi pengumpulan 1,000 buku @NotesFromQatar. Dan pada akhirnya, keyakinan positif saya tersebut membuahkan hasil yang sangat manis.

.

Kekuatan berpikir positif terhadap suatu hal akan memberikan aura yang positif kepada diri kita dan juga sekitar, yang pada akhirnya akan berdampak langsung kepada tindakan-tindakan yang akan kita lakukan.

.

Nothing is impossible as long as we are determined to do it so!

.

2. Usaha

Setelah kita punya keyakinan yang kuat, maka kunci yang kedua adalah berusaha! Kenapa kita harus berusaha untuk mendapatkan sesuatu? Ya karena ga ada yang gratis di dunia ini! Hari ginii mana ada yang gratisss? Mau buang air kecil aja harus bayar hehe..

.

Bahasa sunda-nya, “No free lunch, man!!” Kalau kita mau sesuatu, ya harus usaha untuk mendapatkan itu sesuai dengan tingkatan keinginannya. Misalkan, Kalo mau pendapatan Rp 10 juta sebulan, ya usahanya harus seimbang dengan itu. Kalo mau pendapatan Rp 100 juta sebulan, ya harus lebih keras dibanding orang yang sudah puas di kisaran angka Rp 10 juta.

.

Dalam cerita di atas, tentunya tidak mungkin saya hanya duduk diam manis sambil nonton tv di rumah dan berharap orang akan ramai-ramai menyumbang, dan target 1,000 buku tercapai dengan mudah. Seperti yang sudah saya ceritakan, di hari-hari awal, sumbangan yang masuk belum terlalu banyak. Akhirnya sejak hari ke-3 saya mulai proaktif dan menggunakan strategi ‘menjemput bola’, dan bukan hanya menunggu.

.

Dengan usaha yang lebih ekstra dari sebelumnya, maka hasilnya pun mengikuti dan bertambah lajunya dengan ekstra pula. Setiap orang saya ajak untuk ikut berpartisipasi dengan cara pendekatan yang berbeda-beda pula, karena saya tahu dan hapal setiap karakter dari teman-teman dan sahabat-sahabat saya. Ada yang harus dengan cara dijelaskan pelan-pelan, tapi ada juga sahabat-sahabat saya yang bisa dengan cara ‘dipalak’ langsung hahaha..

.

Dukungan dari orang-orang terdekat yang ikut membantu berusaha juga berperan. Mama ikut membantu dengan menjual kepada teman-teman kantornya dan juga teman-teman pengajian, dan papa membantu dengan strategi bagaimana caranya agar bisa tercapai 1,000 buku. Hal ini cukup banyak membantu dalam pengumpulan sumbangan yang masuk.

.

Dan alhamdulillah, akhirnya dengan usaha yang tidak menyerah, apa yang ditargetkan pun menjadi kenyataan.

.

3. Doa

Nah, setelah keyakinan sudah dan usaha juga udah mantap, ini dia senjata pamungkasnya, yaitu berdoa! Berdoa itu tidak sekedar menjadi ibadah saja, melainkan ia juga menjadi otak atau inti dari ibadah itu sendiri. Allah Swt sendiri sudah menyuruh hamba-hamba-Nya untuk berdoa kepada-Nya, “Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.’” (QS. Al Mukmin [40]: 60)

.

Doa itu senjatanya orang beriman. Berdoa akan mendekatkan diri kita kepada Allah Swt. Dengan berdoa, kita jadi merasakan betul menjadi makhluk yang lemah dan memerlukan Allah Swt sebagai penolong kita. Allah Swt suka dengan orang yang meminta kepada-Nya, dan sebaliknya orang yang enggan ataupun malas berdoa sangat dibenci oleh Allah Swt karena dia merasa mampu melakukan apapun tanpa bantuan dariNya.

.

Padahal, kesombongan hanya boleh dimiliki oleh Allah Swt, karena Dia-lah Sang Penguasa langit dan bumi beserta seluruh isinya. Rasulullah SAW bersabda, ““Siapa saja yang tidak mau memohon (sesuatu) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

.

Sama dalam cerita saat saya mengejar impian untuk mengumpulkan 1,000 buku @NotesFromQatar, saya juga tidak berhenti berdoa agar impian itu jadi kenyataan. Jangan lupa juga minta doa orang tua, terutama doa ibu, InshaAllah manjurrr hehehe…

.

Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Maksudnya, jika ingin sesuatu tapi tidak berusaha, ya sama aja berkhayal doang. Sebaliknya, jika berusaha saja tanpa berdoa kepada Sang Pencipta, maka itu suatu kesombongan. Karena seluruh alam semesta ini adalah milik-Nya. Sehelai daun jatuh pun atas izin-Nya, apalagi ini yang ‘jatuh’ berlembar-lembar duit hahahaa..

.

Baiklah teman-teman semua, cukup sekian tulisan saya kali ini. Semoga bisa diambil hikmahnya oleh teman-teman sekalian. Sekali saya ucapkan syukur tak terhingga kepada Allah Swt atas semua karuniannya kepada saya, dan juga terima kasih kepada teman-teman dan sahabat semua yang telah membantu dalam gerakan ini.

.

Sekarang saya mau lanjut packing karena masih belom kelar hahaha, mohon doanya agar kepergian saya ke Paris nanti malam lancar semua sesuai rencana dan bisa kembali ke tanah air amiiin.

.

Wassalam,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Kritik Menggelitik..

Good morning gooood people! Guys, apa yang terlintas dalam pikiran saat tiba-tiba ada orang yang datang kepada kita lalu mengatakan, “Saya ingin mengkritik anda!” Biasanya kalau mendapat perlakuan seperti ini, kita akan merasa tidak nyaman, resah dan gelisah. Seolah-olah, harga diri dan kehormatan sedang terancam karena menganggap kritik bisa merusak nama baik.

.

Sekarang lain cerita. Bagaimana kalau tiba-tiba orang itu bilang, “Saya ingin ngasih kripik untuk anda!” Untuk orang-orang yang doyan makan, pastilah respon spontan kita akan senang! Wajah langsung cerah, perasaan sumringah, dan hati pun merekah. Nah, disini lah perbedaan ‘kritik’ dan ‘kripik’, meskipun berbeda 1 huruf, tapi respon kita pasti berbeda. Lho, lalu apa hubungannya kritik dan kripik dalam tulisan @NotesFromQatar ini? Ya emang ga ada hehehe.. Just intermezzooo :D

.

Baiklah, tanpa banyak basa basi, mari kita mulai dengan sebuah cerita…

.

Alkisah pada zaman dahulu di suatu negeri padang pasir, ada seorang bapak beserta anaknya yang akan pergi dari kampung halaman untuk merantau ke negeri seberang. Untuk sampai ke tempat tujuan, mereka harus melewati empat kota yang berbeda, anggap saja A,B,C dan D. Bapak dan anak ini kemudian membawa serta onta kesayangan mereka karena ya zaman dulu alat transportasinya cuma onta. Keduanya pun langsung menaiki onta tersebut dan mulai berjalan. Setelah beberapa lama, sampailah mereka di kota A.

.

Sesampainya, orang-orang sekitar langsung melihat sinis dan mengkritik keduanya. Mereka berkata bahwa bapak dan anak ini tidak punya rasa kemanusiaan kepada binatang, masa satu onta dinaiki oleh dua orang? Lalu bapak dan anak ini mikir, “Iya bener juga!” Maka setelah keluar dari kota A, sang Bapak pun turun dari onta. Sekarang hanya si anak yang naik dan bapaknya berjalan sambil menuntun sang onta.

.

Perjalanan pun sampai di kota B. Saat memasuki kota tersebut, kembali orang-orang mengkritik bapak dan anak tersebut. Mereka berkata bahwa sang anak kurang ajar sekali, masa dia enak-enakan naik onta dan membiarkan bapaknya jalan? Lagi-lagi bapak dan anak ini mikir, “Oiya bener juga ya!” Maka saat keluar dari kota B, sang anak pun turun dari onta dan membiarkan ayahnya yang naik karena takut juga disebut anak durhaka. Lalu sekarang gantian sang anak yang berjalan sambil menuntun onta.

.

Setelah beberapa lama, sampailah mereka di kota C. Ketika melintasi masuk, kembali terdengar orang ramai mengkritik keduanya. Mereka berkata bahwa bapak ini sungguh kejam sama anak sendiri. Masa bapaknya enak-enakan naik onta sementara anaknya jalan? Lagi, lagi, dan lagi, sang bapak dan anak mikir, “Iya bener juga ya itu kata orang-orang!” Maka setelah keluar dari kota C, sang bapak pun turun dan mereka berdua tidak menaiki onta melainkan berjalan sambil menuntun sang onta.

.

Sampailah keduanya di kota D, akhir dari perjalanan. Mereka pun masuk ke kota tersebut dengan wajah senyum karena merasa sudah memperlakukan onta dengan sangat manusiawi. Tapi tak disangka, ternyata orang-orang kota itu kembali mengkritik dan malah menertawakan keduanya. Kata mereka, bapak dan anak ini kok bodoh banget, udah bawa onta kok malah dituntun doang ga dinaikin??? Akhirnya bapak dan anak ini udah ga tau lagi harus berbuat apa karena semua yang dilakukan salah semua di mata orang lain. Mereka pun pingsan terkapar di jalanan (yang ini lebaydotcom hehe).

.

Yak teman-teman, cerita di atas adalah analogi kehidupan yang kita jalani di dunia ini. Ada kalanya, kita melakukan hal baik dengan niat yang baik, tapi pasti ada saja orang-orang yang mengkritik. Akhirnya kita jadi terpengaruh dan berhenti melakukan hal tersebut. Lalu pada saat kita diam dan tidak melakukan hal tersebut, lagi lagi pasti ada saja orang-orang yang kembali mengkritik kita. Jadi kesimpulannya adalah, dalam hidup ini, kita melakukan sesuatu ataupun tidak, pasti akan sama-sama kena kritik hehe..

.

Lalu bagaimana solusinya? Ya lakukan saja apa yang menurut kita baik. Keep going! Jangan terlalu banyak memikirkan apa kata orang, karena ga bakal maju-maju hidup kita. Karena seperti kisah di atas, setiap orang itu punya pemikiran yang berbeda dalam menafsirkan suatu hal, jadi ya pasti respons nya pun akan berbeda-beda. Jadi kesimpulannya, lakukan apa yang baik menurut kita dan jangan terpengaruh dengan kritik dari orang lain okey! :)

.

Kritik Oh Kritik..

Ada dua pepatah yang sudah sangat familiar di telinga kita, yaitu “nobody’s perfect” dan “tak ada gading yang tak retak”. Maknanya, tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya dimiliki oleh Allah Swt. Setiap orang memiliki kelemahan dan kekurangan, namun setiap orang juga pasti memiliki kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain. Kekurangan yang dimiliki bertujuan agar kita tidak menjadi pribadi yang sombong dan kelebihan yang dimiliki bertujuan agar kita menjadi pribadi yang bersyukur.

.

Manusia adalah makhluk yang lemah.  Dari tukang becak sampai presiden sekalipun, pasti memiliki kekurangan dan pernah berbuat salah. Bahkan, Nabi Muhammad saw, pemimpin terhebat sepanjang sejarah umat manusia – menjadi urutan nomor 1 dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia dalam buku Michael Heart – pernah dikritik oleh Allah Swt saat beliau menghiraukan seorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum yang datang kepadanya ingin bertanya tentang Islam.

.

Saat itu dikisahkan Nabi Muhammad saw bermuka masam dan memalingkan pandangan dari si buta karena sedang menjamu para pembesar Suku Quraisy. Atas sikapnya ini, Allah Swt langsung mengkritik beliau yang diabadikan di dalam Al-Quran Surat ‘Abasa.Kalau seorang Nabi saja pernah kena kritik, apalagi kita yang manusia biasa? Hehehe.. Terkadang memang berat untuk menerima kritik. Tapi ya kritik ini adalah ujian, dan yang namanya hidup ya pastinya penuh ujian. Seperti apa yang pernah disampaikan oleh Socrates.

.

“Hidup yang tidak teruji adalah hidup yang tidak layak untuk dihidupi. Hanya ada satu tempat di dunia ini dimana manusia terbebas dari segala ujian hidup, yaitu KUBURAN. Tanda manusia tersebut masih hidup adalah ketika dia mengalami ujian, kegagalan, dan penderitaan. Lebih baik kita tahu mengapa kita gagal, daripada tidak tahu mengapa kita berhasil”

.

Khalifah Ali bin Abi Thalib pernah berkata, “Jangan melihat siapa yang berbicara, tapi lihatlah apa yang dibicarakan”. Maknanya, kita harus bisa bersikap terbuka menerima kritik dari siapa saja, karena kebenaran bisa datang dari mana saja, bahkan seorang anak kecil atau mungkin dari seekor binatang.

.

Salah satu kisahnya adalah Nabi Sulaiman, seorang nabi yang diberikan kecerdasan serta mukjizat luar biasa dari Allah Swt. Dia adalah raja pada zamannya, yang bahkan jin pun tunduk kepadanya. Namun tetap saja masih ada ilmu pengetahuan yang tidak diketahui oleh beliau, dan pengetahuan tersebut malah diketahui oleh seekor burung kecil bernama Hud-Hud, yang kemudian memberikan kritik kepada Nabi Sulaiman.

.

“Maka tidak lama kemudian (datanglah Hud-Hud) lalu ia berkata, ‘Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa padamu dari Negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.’” (QS. An-Naml [27]: 33)

.

Belajar Dari Nabi Ibrahim

Di dalam Al-Quran banyak kisah tentang kritik yang dilakukan para nabi, dan salah satunya adalah Nabi Ibrahim as yang mengkritik ayahnya sendiri yang masih setia menyembah berhala. Mari kita simak bersama bagaimana Nabi Ibrahim mengkritik kesalahan dan kekeliruan ayahnya yang terangkum dalam QS. Maryam [19]: 41-43.

.

QS.19:42. “Ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada bapaknya, ‘Wahai ayahanda tercinta, mengapa kamu menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolong kamu sedikitpun?’”

.

QS.19:43. “Wahai ayahanda tercinta, sesungguhnya telah datang kepadaku sebahagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus.”

.

QS.19:44. “Wahai ayahanda tercinta, janganlah kamu menyembah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah, Allah Swt.”

.

QS.19:45. “Wahai ayahanda tercinta, sesungguhnya aku khawatir bahwa kamu akan ditimpa azab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka kamu akan menjadi kawan bagi syaitan.”

.

Mari kita telaah dan analisa bersama. Dalam ayat di atas, kita bisa menyimak bagaimana gaya bahasa Nabi Ibrahim ketika mengkritik ayahnya yang dimulai di ayat ke-42. Nabi Ibrahim menggunakan kata “yaa abatii” yang berarti “wahai ayahanda tercinta”. Nabi Ibrahim tidak menggunakan kata “yaa abii” atau “ayahku” meskipun bermakna sama. Panggilan dengan menggunakan “yaa abatii” adalah panggilan kasih sayang.

.

Nabi Ibrahim tahu betul bahwa ayahnya telah melakukan kesalahan yang fatal karena menyembah patung, namun dia tidak pernah menghujat ataupun mengecam ayahnya. Dia tetap memanggil ayahnya dengan panggilan penuh hormat dan santun. Penghormatannya tidak berkurang sedikitpun.

.

Memang seperti itulah ajaran Islam. Jika orang tua musyrik dan mengajak kita kepada kemusyrikan, maka sebagai anak kita tidak perlu patuh terhadap apa yang mereka perintahkan. Namun kita tetap harus menghormati mereka sebagai orang tua.

.

Allah Swt berfirman, “…Dan jika mereka (orang tua) bersungguh-sungguh mempengaruhimu supaya kamu menyekutukan Aku dengan sesuatu yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang itu, maka janganlah kamu turuti mereka. Tetapi berkawanlah dengan mereka di dunia ini dengan cara yang baik; dan ikutilah jalan orang bertaubat kepadaku; kemudian kepada-Ku lah tempat kembalimu, maka akan kujelaskan kepadamu apa-apa yang telah kamu kerjakan.” (QS. Luqman: 14-15)

.

Ayat di atas menjelaskan bagaimana sikap kita dalam menghadapi ajakan orang tua untuk menyekutukan Allah. Kita tidak perlu patuh terhadap perintah kemusyrikan mereka namun kita harus tetap hormat dan baik dengan mereka. Hal ini karena kemusyrikan orang tua dengan hormatnya kita kepada mereka adalah dua hal yang berbeda.

.

Kemusyrikan mereka berurusan langsung dengan Allah SWT (habluminallah) dan bakti kita terhadap orang tua adalah hubungan antarsesama manusia (habluminannaas). Inilah indahnya ajaran yang dibawa oleh Islam dalam hal hubungan antarsesama manusia, terutama terhadap orang tua. Sebuah keindahan yang tidak dapat dicapai oleh agama apapun, selain Islam.

.

Selanjutnya, setelah Nabi Ibrahim memanggil ayahnya dengan panggilan hormat dan sayang, dia mulai menyampaikan kritiknya dengan pertanyaan, “Kenapa ayahanda menyembah sesuatu yang tidak bisa mendengar, melihat atau berbuat apa-apa?” Dalam hal ini, Nabi Ibrahim mencoba mengajak ayahnya untuk berpikir bersama tentang kekeliruan yang dilakukan dan tidak langsung memvonis, “Anda sesat wahai ayah, tempatnya di neraka tuh, ati-ati!” hehe..

.

Itulah salah satu cara menyampaikan kritik yang baik. Ayahnya pun yang diberikan pertanyaan oleh Nabi Ibrahim tidak bisa menjawab pertanyaan tersebut. Selanjutnya baru setelah itu Nabi Ibrahim melanjutkan kritiknya dengan memberikan saran, seperti yang tertulis di ayat 43, “Wahai ayahanda, sungguh telah datang kepadaku sedikit ilmu yang mungkin tidak engkau miliki maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus”.

.

Nabi Ibrahim dengan rendah hatinya mengatakan bahwa dia hanya punya ‘sedikit ilmu’ yang bisa mengantarkan ayahnya ke jalan yang lurus. Ya kurang lebih seperti itulah cara menyampaikan kritik dan saran yang terbaik. Jangan ada kesan seolah-olah kita ini yang paling hebat, paling pinter, paling tau segalanya. Bisa-bisa bukannya kita yang mengkritik, malah nanti kita yang kena kritik, “Ahh dasar sotoy lo!” :D

.

Setelah itu di ayat 44 dan 45, barulah Nabi Ibrahim menyampaikan masukan dan memberikan peringatan tegas kepada ayahnya untuk tidak mengikuti langkah-langkah syetan dengan menyembahnya, karena akan terkena azab Allah Swt.

.

Seni Mengkritik

Berikut adalah sedikit tips & tricks dari saya dalam mengkritik seseorang.

.

1. Luruskan niat. Saat kita ingin mengkritik seseorang, baik itu teman, sahabat, pacar, mantan, gebetan, HTS-an, ataupun yang lainnya, pertama kalinya yakinkan diri bahwa kritik yang disampaikan bertujuan untuk membuat orang-orang tersebut tahu akan kesalahannya dan berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

.

2. Lihat situasi dan kondisi. Sebelum ngasi kritik, cari dulu waktu yang tepat dan enak untuk berdiskusi. Contoh waktu yang tidak baik misalkan seorang istri mengkritik suaminya di waktu sang suami abis pulang dari kantor dengan tampang kusut dan muka kelipet. Kalo seperti itu kejadiannya, sudah bisa dipastikan terbang semua itu piring-piring di rumah hehehe..

.

3. Jangan emosi. Sampaikan kritik dengan tenang tanpa emosi, karena biasanya kalo marah bicaranya akan jadi ngalor ngidul dan tidak jelas apa yang ingin disampaikan, sehingga bisa terjadi kesalahpahaman. Caranya juga harus manis, seperti misalkan ajak dulu minum kopi atau makan bakso bareng. Setelah kenyang, baru deh silahkan menyampaikan kritik kepada orang yang bersangkutan, sukur-sukur dia ga tidur karena kekenyangan.

.

4. Pakai bahasa yang santun. Kritik itu penting bos, namun yang lebih penting adalah cara menyampaikannya agar orang yang dikritik tidak merasa direndahkan, dilecehkan ataupun disakiti perasaannya. Janganlah memanggil dengan panggilan dari makhluk-makhluk planet mars seperti monyet, kuda, kerbau, domba, dlla. Namun, panggillah dengan panggilan hormat dan sayang sehingga kritik yang disampaikan bisa diterima dengan baik. Bagaimana mungkin seseorang akan menerima kritikan dan saran jika hati dan perasaannya sudah tersakiti?

.

5. Jangan mempermalukan. Pantangan dalam mengkritik adalah jangan sekali-kali mengkritik didepan orang banyak. Karena hal itu dapat diartikan sebagai upaya mempermalukan dirinya. Nanti yang ada malahan orang yang dikritik lebih sibuk membela diri dan yang lebih parahnya lagi, mungkin bisa sampe kencing di celana karena menahan rasa malu dikritik depan orang banyak hehehe..

.

Seni Menerima Kritik

Setelah belajar seni mengkritik, nah sekarang belajar seni menerima kritik. Menurut saya pribadi, jauh lebih sulit menerima kritik daripada memberikan kritik. Saya pun terkadang kalo terima kritik rasanya kuping panas bener hahaha.. Karena kalo cuma mengkritik sih semua orang juga bisa, makanya kenapa biasanya komentator sepakbola itu lebih jago dari pemain bola itu sendiri.

.

Orang harus bisa menerima kritik, karena kalau kita hanya dikelilingi oleh orang-orang yes-man atau ABS (Asal Bapak Senang) maka disitulah awal kehancuran. Pertanyaannya sekarang, apa yang harus dilakukan untuk bisa menerima kritik? Nah berikut tips & tricks nya ya. Karena menerima kritik lebih susah dari mengkritik, saya kasih tipsnya banyakan.

.

1. Shut up and listen! Ini hal yang paling penting. Biasanya nih ya saat orang memberikan kritik, bukannya kuping kita yang mendengarkan dengan baik, tapi malah mulut kita yang sibuk mencari pembenaran atas apa yang dilakukan. Betul kan? Nah makanya hal yang paling baik dalam menerima kritik adalah diam dan dengarkan. Dengerin dulu apa yang mau disampaikan, kalo orangnya udah selesai ngomong baru sampaikan klarifikasi kita.

.

2. Jangan bersikap defensif atau membela diri. Sedikit banyak mirip dengan yang pertama. Biasakan untuk tidak langsung menolak kritik yang disampaikan orang lain, apalagi bereaksi berlebihan alias lebay-dot-com. Karena biasanya, saat orang tidak defensif terhadap kritik, orang yang mengkritik pun akan dengan senang hati akan menolong. Tapi kalau sikap kita defensif, bisa jadi nanti malah disumpahin, “Udah biarin aja dikasitau juga ga mau denger. Liatin aja nanti kena batunya nih anak!” Nah gawat kan? Hahaha..

.

3. Kenyataan tidak ada manusia yang sempurna. Seperti yang sudah kita tahu bersama bahwa tidak ada manusia yang sempurna karena kesempurnaan hanya dimiliki oleh Allah Swt. Manusia itu tempatnya salah dan alpa. Jadi kalo ada yang mengkritik, yaudah terima aja sebagai kenyataan bahwa kita jauh dari kata sempurna.

.

4. Semangat memperbaiki diri. Pada Prinsipnya setiap orang itu kan ingin menjadi lebih baik. Makanya yakinkan diri kalo ada kritik yang datang, positive thinking aja ini untuk kebaikan diri sendiri. Kritik akan menunjukkan kekurangan kita sehingga dapat segera diperbaiki.

.

5. Perhatikan isi kritik dengan seksama. Memang sih yang namanya kritik itu biasanya pedas, ganas, trengginas, dan bikin telinga panaasss! Tapi jangan keburu emosi dulu bos, pikirkan sisi baik dari kritik tersebut. Orang mempunyai kecenderungan hanya mendengar hal-hal negatif dari sebuah kritik dan tidak menghiraukan hal-hal positif yang sesungguhnya bisa diambil. Selalu ambil hal yang positif untuk menghindari kesalahan yang sama di masa depan.

.

6. Never take it personally. Hillary Clinton pernah berkata, “Take criticism seriously, but not personally. If there is truth or merit in the criticism, try to learn from it. Otherwise, let it roll right off you.” Maknanya adalah, ambil kritik secara serius untuk melihat apa memang benar ada kesalahan dalam diri kita, dan bukan secara personal. Maksudnya personal disini adalah, misalkan kita abis dikritik sahabat kita, karena kita kesel, akhirnya putus silaturahmi.

.

7. Selalu bersyukur. Kalau ada orang yang mau mengkritik kita, itu artinya dia sayang dan peduli sama kita. Jadi harus banyak-banyak bersyukur jika ada yang mengkritik karena orang tersebut mau mengorbankan waktu dan perhatiannya untuk kita. Always say thanks and be grateful okey!

.

8. Nikmati dan enjoy aja. Kritik itu pada dasarnya hal yang normal, tergantung respon kita mau menanggapi dengan senyum, marah, cemberut atau nangis. Nikmati setiap masukan yang diberikan orang lain, meskipun mungkin cara penyampaian kritik yang diberikan tidak sesuai dengan yang kita inginkan.

.

9. Cuekin kalo kritiknya destruktif (menjatuhkan). Kalau kita mendapat kritik yang bersifat destruktif dan bukan konstruktif (membangun), maka cara yang paling efektif adalah, cuekin aja!! hehehe.. Karena kalo kita dengerin, yang ada nanti mempengaruhi pikiran kita dan produktivitas jadi terganggu. Contoh kritikan destruktif biasanya diselipi kata bodoh, dodol, odong, atau kata-kata lainnya yang bisa melemahkan rasa percaya diri.

.

10. Focus to your next step. Ini dia nih pamungkasnya. Saat mendapat kritik, ya sudah akui memang kita salah, tapi jangan terus menerus terpaku dengan kritik yang didapat tanpa melakukan hal apapun setelah itu. Hal yang harus kita lakukan adalah mengambil pelajaran dari kesalahan yang dilakukan lalu bangkit, memperbaiki diri dan menatap ke depan untuk masa depan yang lebih baik.

.

Yak, sekian tulisan tentang kritik menggelitik, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman semua. Tulisan ini juga menjadi pengingat bagi diri saya pribadi. Satu hal yang pasti, kritik itu seperti obat, yang mungkin terasa pahit di awal, tapi ada kebaikan yang dibawa, yaitu untuk membuat kita tumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dan berkembang.

.

Best regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Assalamu’alaikum warahmatullaah wabarakaatuh..

.

Alhamdulillah wa syukurillah, sejak hari pertama (11 May 2011) saya mengajak teman-teman dan sahabat-sahabat sekalian untuk ikut serta dalam pengumpulan 1,000 buku @NotesFromQatar, hingga sekarang ini sumbangan semakin terus bertambah dan bertambah.Akhirnya, target untuk mengumpulkan 1,000 buku Notes From Qatar dapat terlaksana! :)

.

Tadinya saya menargetkan bisa mengumpulkan Rp 65 juta untuk membeli 1,000 buku Notes From Qatar. Tapi alhamdulillah, jumlah sumbangan yang masuk melebihi target yang telah ditetapkan!! Sejak hari pertama hingga hari ke-8, terkumpul Rp 74,7 juta!

.

Untuk transparansi laporan, berikut adalah nama-nama para donatur.

.

DAFTAR NAMA PARA DONATUR


.

Alhamdulillah, dengan jumlah segitu, bisa terbeli sebanyak 1,149.2 buku @NotesFromQatar. Biar ga ribet, saya bulatkan ke atas menjadi 1,150 buku! InshaAllah amanah ini akan saya jalankan sebaik-baiknya untuk membagikan buku-buku ini kepada saudara-saudara kita yang tidak mampu dan tidak punya akses untuk membeli buku. Sehingga, pendidikan dan ilmu pengetahuan bukan hanya dinikmati oleh segelintir orang, namun untuk seluruh rakyat Indonesia.

.

Akhirnya, saya menjawab segala keraguan beberapa orang yang mengatakan bahwa mengumpulkan uang sebanyak itu adalah sebuah “Mission Impossible”. Sekarang saya bisa mengatakan bahwa ini adalah “Mission I’m Possible!” :)

.

Sekali lagi terima kasih atas partisipasi sahabat-sahabat semua dalam gerakan ini. Jazakumullah khairan katsiiran. Semoga Allah Swt membalas segala amal kita dengan balasan sebaik-baiknya.

.

Regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »


Assalamu’alaikum warahmatullaah wabarakaatuh,

.

Sahabat-sahabat sebangsa setanah air, sudah pernah dengar tentang Gerakan Indonesia Menyala? Indonesia Menyala adalah gerakan buku dan perpustakaan yang diinisiasikan oleh Gerakan Indonesia Mengajar (IM) yang dipelopori oleh Bapak Anies Baswedan, PhD (semoga Allah Swt merahmatinya). Program perpustakaan “Indonesia Menyala” ini berawal dari hasil pengamatan sejumlah Pengajar Muda (PM) sejak mereka ditempatkan. Mereka melihat bahwa mayoritas anak didik mereka kekurangan bahan bacaan yang bermutu. Mengetahui betapa pentingnya buku dan melihat kebutuhan yang sangat tinggi terutama untuk teman-teman kita di pelosok Indonesia, maka Indonesia Mengajar tergerak untuk mengadakan program perpustakaan.

.

Pagi ini, salah satu teman baik saya, Fika Frieda (semoga Allah merahmatinya), memberitahukan tentang hal ini dan mengajak untuk ikut berpartisipasi menyumbang buku yang saya tulis, @NotesFromQatar. Dia bilang pada bulan Juni ini, IM akan mengirimkan angkatan ke II sebanyak 73 pengajar muda untuk mengajar di SD di perbatasan Indonesia selama 1 tahun lamanya. Sebelumnya angkatan I telah berangkat sebanyak 51 orang. Masing-masing Pengajar Muda akan berada di 1 SD. Jadi saat ini akan ada 124 SD yang akan di bantu oleh IM.

.

Gerakan IM sedang menggalakkan program perpustakaan di SD-SD tempat pengajar muda mengajar. Yang dibutuhkan saat ini adalah buku-buku yang dapat memberi inspirasi dan motivasi untuk mereka agar maju. Mendengar hal ini saya langsung menargetkan untuk bisa menyumbangkan 1,000 buku Notes From Qatar bagi gerakan ini. Tapi tentunya, dengan kemampuan saya yang terbatas, tidak mungkin saya bisa melakukannya sendirian. Dari saya pribadi akan menyumbang 100 buku, yang berarti masih ada 900 buku lagi. Untuk itu, saya ingin mengajak teman-teman semua untuk melakukan amal bersama-sama dan berpartisipasi dalam gerakan ini.

.

Bagi teman-teman yang ingin turut berpartisipasi, bisa ikut menyumbang dengan mentransfer ke salah satu diantara dua rekening berikut. Di subject atau detail saat transfer bisa ditulis “Untuk Indonesia Menyala” agar lebih memudahkan.

1. MANDIRI 1560002208751 atas nama MUHAMMAD ASSAD.

2. BCA 5770439711 atas nama REVY T. ABDUL MUGHNI.

.

Deadlinenya adalah tanggal 19 Mei 2011 atau 8 hari dari sekarang. Semua uang yang masuk ke dua rekening tersebut dari mulai hari ini (11 Mei) sampai nanti tanggal 19 Mei, akan digunakan untuk membeli buku Notes From Qatar yang akan disalurkan ke Gerakan Indonesia Menyala.

.

Saya akan memberikan laporan pertanggungjawabannya lengkap di blog ini untuk transparansi dan sebagai bentuk pertanggungjawaban yang telah menerima uang Bapak2, Ibu2, Om2, Tante2, Mas2 dan Mba2 sekalian. InshaAllah amanah ini akan dijalankan dengan sebaik-baiknya.

.

Ayo, tunggu apalagi! Ini ada kesempatan baik bagi kita untuk menyedekahkan sebagian rejeki yang kita punya kepada anak-anak bangsa lain yang belum seberuntung kita. InshaAllah segala amal baik teman-teman semua PASTI dibalas berlipat ganda oleh Allah. Jangan khawatir, tidak pernah ada dalam sejarah orang yang gemar bersedekah menjadi miskin, tapi yang ada PASTI MAKIN KAYA, dan harta BERLIMPAH serta BERKAH!! :)

.

“Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah suatu pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah [2] : 245)

.

Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, dan pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran).” (Al-Baqarah [2] : 261)

.

Ayo langsung bergerak! Pertanyaan lebih lanjut bisa melalui komen dalam postingan blog ini, melalui email muh_assad@yahoo.com, melalui account twitter @MuhammadAssad, atau ping aja langsung ke bbm saya bagi yang tahu pin nya. Terima kasih untuk perhatiannya.

.

Wassalam,

Muhammad Assad

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,187 other followers