Shabaahal khair!! Good morning!! Yak, seperti biasa, hari Jumat adalah hari-nya @NotesFromQatar! Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman gado-gado yang penuh makna. Kenapa gado-gado? Karena banyak rasanya, diawali dengan kekecewaan, lalu menyadari kesalahan, memperbaiki kekurangan, mencoba bangkit, dan akhirnya happy ending!
.
Tapi yang terpenting, pengalaman saya ini mengandung hikmah yang sangat besar, yaitu bagaimana Allah Swt ‘menyentil’ saya dengan cara-Nya agar tidak menjadi manusia yang sombong. Yes, nilai yang bisa diambil dari pengalaman gado-gado saya kali ini adalah: JANGAN SOMBONG!
.
Okey, mari kita mulai ceritanya. Teman-teman ada yang pernah denger tentang G20 Youth Summit? Berikut penjelasan tentang acara ini dari surat undangan yang saya terima.
.
The G20 Youth Summit is a premier conference since 2006 that brings together young leaders from all over the world to address the key world’s issues. Unlike Model United Nations, the G20 Youth Summit aims are going beyond that. In the summit, young leaders will go through numerous conferences and workshops with high profile guests and recognized people such as presidents, ministers, politicians, ambassadors, businessmen, etc.
.
This year’s G20 Youth Summit will be held in Paris with theme “Global Transitions towards a Multilateral and Sustainable World”. The goal of the summit is to produce a Final Communiqué that addressing the various areas of global policy covered under the G20. It will be sent as a policy framework to current world leaders, voicing the aspirations of the future generation.
.
Gimana udah lumayan jelas kan? Jadi G20 Youth Summit adalah acara tahunan yang diikuti oleh para pemuda dari negara-negara yang tergabung dalam G20 (Argentina, Australia, Brazil, Canada, China, European Union, France, Germany, India, Indonesia, Italy, Japan, Mexico, Russia, Saudi Arabia, South Africa, South Korea, Turkey, United Kingdom, United States of America).
.
Setiap negara, termasuk Indonesia, mengirimkan 6 delegasi mudanya untuk menjadi perwakilan negara yang bersangkutan. Alhamdulillah saya termasuk salah satunya dan terpilih menjadi Head of State atau pemimpin delegasi muda Indonesia dalam acara tersebut.
.
Untuk menghadiri acara tersebut, saya sudah mendapat undangan resmi dari panitia acara G20 Youth Summit yang mendapat endorsement langsung oleh Presiden Perancis, Nikolas Sarkozy. Di Paris nanti rencananya kita juga akan bertemu dengan beliau. Dengan bekal surat undangan ini pun saya sudah sangat yakin bisa dapat visa untuk berangkat ke Paris.
.
Keyakinan bertambah karena dalam sejarahnya selama ini applikasi visa saya tidak pernah ditolak, termasuk ke negara-negara yang terkenal sulit untuk mengeluarkan visa. Passport saya pun masih bersih tanpa stempel “VISA rejected/refused”. Keyakinan saya saat itu tanpa disadari menumbuhkan sedikit kesombongan dalam diri.
.
Saya pun segera membuat appointment untuk apply Schengen Visa, dan datang ke Kedubes Perancis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Saat sampai di bagian visa dan ditanyakan alasan berkunjung ke Paris, dengan sangat meyakinkan saya bilang, “Well, I am officially invited to attend the G20 Youth Summit. It’s endorsed by the President of France, Mr. Nikolas Sarkozy.” Asik banget ya ngomongnya hahaha…
.
Setelah itu saya pun pulang dan 10 hari kemudian saya datang kembali ke Kedubes Perancis dengan bersemangat untuk mengambil visa. Sesampainya, saya langsung menyapa petugas dengan senyuman, “Bonjour, I would like to take my passport.” Sang petugas kemudian mengambil passport saya dan mengatakan, “Sir, your Schengen Visa is rejected.” Seketika saya diam, “What???! How come?! What’s the reason??” Sang petugas bilang, “Sorry we cannot tell you the reason, but it’s rejected.” Seketika saya langsung lemessss meesssss…
.
Saat itu pikiran saya langsung melayang dan terbayang bahwa mimpi pergi ke Paris sudah sirna. Saya pun pulang ke apartemen dengan sangat lemas dan ga nafsu ngapa-ngapain, kecuali mungkin nafsu makan. Yak, inilah stempel penolakan di passport yang menjadi sejarah untuk pertama kalinya.
.
Kemudian saya coba menenangkan diri dan mengirim email ke milis G20 Delegasi Indonesia untuk minta pendapat dari teman-teman saya yang akan berangkat juga. Saat itu saya mikirnya kalo visa sudah ditolak yaudah berarti ditolak dan butuh waktu lebih dari sebulan untuk apply lagi. Tapi salah satu teman yang bernama Ariana bilang kalau dia sudah ngecek website di bagian visa dan disebutkan tidak ada batas minimal waktu untuk apply visa schengen setelah ditolak.
.
Artinya, apply lagi minggu depan pun masih bisa. Langsung seketika itu juga saya seperti punya semangat baru! Saya coba melengkapi dokumen-dokumen tambahan yang dibutuhkan, termasuk minta surat rekomendasi dari KBRI Doha. ‘Never Quit’ spirit is on again!
.
Setelah semuanya lengkap, saya kembali membuat perjanjian dan mendatangi Kedubes Perancis. Sebelum masuk, tidak lupa saya berdoa di dalam hati, “Ya Allah, kalo memang Engkau ridho aku pergi ke Paris, tolong mudahkan. Kalo ga, ya tolong dipertimbangkan lagi karena aku pengen banget ke Paris… amiiiin.”
.
Lalu saya bergegas masuk dan menunggu giliran. Saat dipanggil oleh petugas visa, saya segera datang dan memberikan dokumen-dokumen terbaru untuk re-apply visa. Saat mau bayar lagi biaya visa (sekitar Rp 1 juta), petugas visa-nya mungkin sudah kenal dengan kepala botak saya ini, lalu bertanya, “Hi, your visa was rejected that day, right? You want to apply again?” Sambil senyum manis saya bilang, “Yes, Sir!”
.
Ada hal yang menarik disini, seharusnya dalam peraturannya, jika ingin meng-apply visa kembali, saya harus bayar lagi biaya yang sebesar 1 juta rupiah itu. Tapi petugasnya bilang saya ga perlu bayar dan dia nanti akan coba langsung kasih applikasi saya lewat jalur khusus ke counselor (yang bertugas menyetujui atau menolak visa). Saya langsung bersyukur, dan yakin banget ini terjadi pasti karena bantuan Allah Swt.
.
Seperti biasa, saya diminta datang 10 hari kemudian. Saya pun kembali balik ke apartemen. Berbeda dengan beberapa waktu yang lalu yang saya pede banget sampe ada perasaan sombong, pada saat keluar dari Kedubes, saya mencoba untuk ikhlas dan pasrah kepada Allah Swt apapun hasilnya. At least, I have done my best!
.
Setelah dua hari, tiba-tiba ada telepon masuk. “Halo can I speak to Mr. Assad?” Saya pun menjawab, “Yes Assad here. Speaking?“ Suara balasan terdengar, “I am calling from France Embassy in Doha. I would like to tell you that your Schengen Visa is approved. Please come tomorrow and collect it.”
.
Saya antara percaya dan tidak, “Hah cepet amat cuma 2 hari?” Alhamdulillahh.. Langsung saat itu juga saya sujud syukur. Keesokan harinya saya meluncur ke Kedubes Perancis dan akhirnyaaa, it’s approved!!!
.
Lesson Learned: Jangan Sombong
Ada satu pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman saya kali ini, yaitu JANGAN SOMBONG. Mungkin karena kerikil kecil inilah yang menyebabkan Allah Swt menegur saya dan memberi pelajaran karena memang Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong.
.
“Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman [31]:18)
.
Nabi Muhammad saw juga bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam Surga seseorang yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun hanya seberat biji sawi..” (HR. Muslim)
.
Dari cerita saya diatas, saat pertama kali apply visa, memang pada awalnya saya merasa percaya diri akan diterima. Tapi lama kelamaan, tumbuh kesombongan dalam diri bahwa visa saya PASTI akan diterima berdasarkan alasan-alasan A,B,C, dst. Selanjutnya saya jadi bersikap meremehkan. Kesombongan ini nih yang jadi awal masalahnya.
.
Percaya diri itu boleh, asal jangan berlebihan dan meremehkan, karena biasanya nanti ujungnya jadi sombong. Tapi memang kalau saya lihat ya, beda antara sombong dan pede ini tipis sekaleee.. Saya sendiri terkadang tidak tahu pasti bagaimana cara membedakan keduanya. Seringkali di saat saya mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dalam melakukan sesuatu, di saat itu pula saya khawatir terjebak ke dalam sebuah sikap yang sangat dibenci oleh Allah Swt, yaitu sombong.
.
Meskipun perbedaannya sangat tipis, tapi tetap ada bedanya. Percaya diri adalah perasaan mampu akan kemampuan diri sendiri dalam melakukan sesuatu dengan wajar dan tidak meremehkan. Sedangkan sombong adalah saat dimana kita percaya kepada kemampuan diri yang melewati batas dan meremehkan hal lainnya, seperti merasa sudah paling hebat dan tidak membutuhkan bantuan dari manapun. Bisa juga seolah-olah kita sudah bisa menentukan hasil akhirnya.
.
Itulah yang terjadi di dalam kasus saya. Awalnya memang percaya diri dalam batas yang normal saat ingin apply visa. Tapi di dalam perjalanannya, tumbuh benih-benih kesombongan. Untungnya, saya langsung diberikan hukuman konstan yang membuat saya bisa belajar dan menyadari kesalahan.
.
Pemicu Kesombongan
Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya ‘Ulumuddin, menyampaikan bahwa bagaimana mungkin manusia bisa mempunyai sifat sombong sementara dalam dirinya terdapat kotoran yang najis? Kalau dipikir-pikir apa yang disampaikan Imam Al-Ghazali itu bener juga ya hehe..
.
Okey sekarang saya mau membahas tentang hal-hal yang bisa menjadi pemicu kesombongan. Tentunya ada banyak, tapi saya bahas lima saja. Pertama, sombong karena kekayaan. Alkisah dulu ada seorang milyuner yang sangat luar biasa super duper kaya raya bernama Qarun. Bahkan katanya, untuk mengangkat kunci-kunci gudang kekayaannya saja diperlukan 7 unta yang terkuat. Qarun adalah orang terkaya di zamannya, namun pelitnya naudzubillah, dan dia lupa bahwa kekayaannya itu adalah anugerah yang diberikan oleh Allah Swt.
.
Dia ingkar dan mengatakan bahwa kekayaannya itu adalah karena keringatnya sendiri, dan orang lain tidak pantas menerima zakat atau bentuk sedekah apapun dari dirinya. Dengan kesombongannya tersebut, dengan mudahnya Allah Swt benamkan dia ke dalam perut bumi bersama dengan harta benda kesayangannya. Makanya sekarang kalo kita tiba-tiba nemu harta tak bertuan dari dalam tanah dinamainnya harta karun, bukan harta bejo atau harta paijo, karena berasal dari kisah Qarun ini.
.
Jika kita diberikan amanah berupa harta kekayaan oleh Allah swt seharusnya disyukuri dan jangan malah sombong. Karena semua itu punya Sang Maha Kaya dan kita cuma dititipin sebentar aja.“Kepunyaan Allah-lah semua kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maaidah [5]: 120)
.
Kita semua lahir ke dunia ini dalam keadaan telanjang dan tidak membawa harta seperak pun. Sama halnya ketika meninggalkan dunia ini pun tidak ada harta benda satupun kecuali kain kafan yang melekat di badan. Pada saat meninggal nanti, tiada guna semua harta yang pernah kita bangga-banggakan, seperti dalam firman-Nya, “Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” (QS. Al-Lahab [111]: 2)
.
Harta benda tidak akan menyelamatkan kecuali yang disedekahkan di jalan Allah Swt. Itulah tabungan sebenarnya yang menjadi amal jariah kita dan akan menyelamatkan di akhirat kelak.
.
Kedua, sombong karena kekuasaan atau jabatan. Padahal, tidak ada yang abadi karena semua jabatan dan kekuasaan akan ada akhirnya. Sama seperti harta, kekuasaan dan jabatan adalah titipan dari Allah Swt. Dia-lah Raja dari segala raja di dunia dengan otoritas penuh terhadap hamba-hambaNya.
.
“Katakanlah: ‘Wahai Tuhan Yang Maha Mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran [3]: 26)
.
Kadang kita di atas dan kadang di bawah, hal yang sangat normal dalam kehidupan. Saat kita di atas dan mempunyai jabatan dan kekuasaan yang besar, gunakanlah sebesar-besarnya untuk kemaslahatan ummat agar menjadi tabungan pahala di akhirat kelak. Kita telah melihat di dunia ini bagaimana kekuasaan dipergilirkan dari satu orang ke orang lainnya, dari satu kaum ke kaum lainnya.
.
Dulu ada raja yang sombong bernama Firaun yang ditenggelamkan di laut merah bersama pasukannya, kini telah menjadi mayat tak berdaya. Ada juga Adolf Hitler yang dulu sangat ditakuti sekarang sudah tinggal tulang belulang belaka. Hanya Dia Sang Maha Penguasa yang akan tetap kekal dan abadi dengan segala kerajaannya.
.
Ketiga, sombong karena ketampanan atau kecantikan. Padahal, ketika nanti tua, semua muka itu pasti akan keriput, rambut memutih dan kulit tidak semulus pas masih masa-masa remaja. Semahal apapun kosmetik racikan dokter paling top seantero dunia tetap tidak akan mampu membuat kulit tetap mulus sampai tua. Ketika sudah dikubur nanti, wajah-wajah tampan dan cantik itu akan menjadi tulang tengkorak. Masih pantaskah untuk sombong?
.
Keempat, sombong karena ilmu atau kepintaran. Albert Einstein, orang yang sering disebut-sebut sebagai manusia terjenius di dunia pun akhirnya meninggal. Semua yang bernyawa itu pasti meninggal, cuma memang waktunya aja yang berbeda. Ada juga mungkin seorang alim yang gemar beribadah dan merasa ilmu agamanya sudah sangat tinggi dan paling bertaqwa jadi meremehkan orang lain dan menganggap hanya dirinya-lah yang paling layak masuk Surga, dan yang lain tidak.
.
Kelima, sombong karena keturunan. Ada yang mungkin membanggakan dirinya karena keturunan darah biru, darah hijau atau darah kuning. Padahal, semua manusia di dunia ini ya darah merah semua. Allah Swt mengingatkan bahwa manusia ini diciptakan dari setetes air mani yang hina dan tak berharga. “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes air mani, maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata?!” (QS. Yaasin [36]: 77)
.
Ketika Rasulullah saw mengerjakan ibadah haji yang terakhir (Haji Wada) pada 9 Zulhijjah tahun di Bukit Arafah, beliau menyampaikan khutbah luar biasa yang di dalam salah satu bagiannya menjelaskan tentang hal persamaan derajat bagi semua keturunan. “Dengarlah umatku, Tuhan kalian adalah satu dan leluhur kalian pun satu. Kalian semua adalah anak-cucu Adam yang diciptakan Allah Swt dari tanah. Maka, kalian semua pun juga berasal dari tanah dan tak seorangpun dari kalian lebih utama daripada yang lain.”
.
Beliau melanjutkan, “Sesungguhnya yang paling utama diantara kalian dalam pandangan Allah Swt adalah yang paling bertaqwa kepada-Nya. Dengan demikian tak seorang Arab pun yang merasa dan boleh mengaku bahwa dirinya lebih utama daripada yang bukan Arab, dan juga sebaliknya. Keutamaan seseorang diukur dari ketaatannya dan besarnya rasa takut kepada Allah Swt.”
.
Final Words
Pada akhirnya, memang kesombongan hanya boleh dimiliki oleh Allah Swt karena kemampuan manusia sangatlah terbatas. Seperti dalam firman-Nya, “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al Isra [17]:37)
.
Selain itu, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Allah Swt berfirman (dalam Hadits Qudsi), ‘Kebesaran (kesombongan) adalah pakaian-Ku dan Keagungan adalah kain-Ku. Barangsiapa yang merampas salah satu (dari keduanya) maka akan Aku lemparkan dia ke neraka (jahanam).’” (HR. Abu Dawud)
.
Coins always make sounds, but paper money is mostly silent. So when our value increases, keep ourself silent & humble. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang tetap rendah hati meskipun banyak diberikan rizki dan karunia oleh Allah Swt.
.
Baiklah teman-teman, alhamdulillah drama tentang visa ini telah berakhir, saya pun telah belajar banyak dari pengalaman tersebut, dan sekarang sudah tenang karena InshaAllah bisa mengikuti acara G20 Youth Summit di Paris pada bulan Mei mendatang. Mohon doanya ya agar saya bisa membawa nama baik Indonesia dan mendapat banyak berkah dan manfaat dari acara tersebut.
.
Paris, j’arrive! Au revoir!
.
Best regards,
.
SEKILAS INFO: Teman-teman yang mau pesan buku @NotesFromQatar dengan autograph, silahkan email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan format (nama, jumlahbuku, alamat, hp & twitter). Segera pesan karena stock terbatas! Thank you! ![]()
















