Feeds:
Posts
Comments

Archive for April, 2011

Shabaahal khair!! Good morning!! Yak, seperti biasa, hari Jumat adalah hari-nya @NotesFromQatar! Dalam tulisan kali ini saya ingin berbagi pengalaman gado-gado yang penuh makna. Kenapa gado-gado? Karena banyak rasanya, diawali dengan kekecewaan, lalu menyadari kesalahan, memperbaiki kekurangan, mencoba bangkit, dan akhirnya happy ending!

.

Tapi yang terpenting, pengalaman saya ini mengandung hikmah yang sangat besar, yaitu bagaimana Allah Swt ‘menyentil’ saya dengan cara-Nya agar tidak menjadi manusia yang sombong. Yes, nilai yang bisa diambil dari pengalaman gado-gado saya kali ini adalah: JANGAN SOMBONG! :D

.

Okey, mari kita mulai ceritanya. Teman-teman ada yang pernah denger tentang G20 Youth Summit? Berikut penjelasan tentang acara ini dari surat undangan yang saya terima.

.

The G20 Youth Summit is a premier conference since 2006 that brings together young leaders from all over the world to address the key world’s issues. Unlike Model United Nations, the G20 Youth Summit aims are going beyond that. In the summit, young leaders will go through numerous conferences and workshops with high profile guests and recognized people such as presidents, ministers, politicians, ambassadors, businessmen, etc.

.

This year’s G20 Youth Summit will be held in Paris with theme “Global Transitions towards a Multilateral and Sustainable World”. The goal of the summit is to produce a Final Communiqué that addressing the various areas of global policy covered under the G20. It will be sent as a policy framework to current world leaders, voicing the aspirations of the future generation.

.

Gimana udah lumayan jelas kan? Jadi G20 Youth Summit adalah acara tahunan yang diikuti oleh para pemuda dari negara-negara yang tergabung dalam G20 (Argentina, Australia, Brazil, Canada, China, European Union, France, Germany, India, Indonesia, Italy, Japan, Mexico, Russia, Saudi Arabia, South Africa, South Korea, Turkey, United Kingdom, United States of America).

.

Setiap negara, termasuk Indonesia, mengirimkan 6 delegasi mudanya untuk menjadi perwakilan negara yang bersangkutan. Alhamdulillah saya termasuk salah satunya dan terpilih menjadi Head of State atau pemimpin delegasi muda Indonesia dalam acara tersebut.

.

Untuk menghadiri acara tersebut, saya sudah mendapat undangan resmi dari panitia acara G20 Youth Summit yang mendapat endorsement langsung oleh Presiden Perancis, Nikolas Sarkozy. Di Paris nanti rencananya kita juga akan bertemu dengan beliau. Dengan bekal surat undangan ini pun saya sudah sangat yakin bisa dapat visa untuk berangkat ke Paris.

.

Keyakinan bertambah karena dalam sejarahnya selama ini applikasi visa saya tidak pernah ditolak, termasuk ke negara-negara yang terkenal sulit untuk mengeluarkan visa. Passport saya pun masih bersih tanpa stempel “VISA rejected/refused”. Keyakinan saya saat itu tanpa disadari menumbuhkan sedikit kesombongan dalam diri.

.

Saya pun segera membuat appointment untuk apply Schengen Visa, dan datang ke Kedubes Perancis sesuai dengan waktu yang telah ditentukan. Saat sampai di bagian visa dan ditanyakan alasan berkunjung ke Paris, dengan sangat meyakinkan saya bilang, “Well, I am officially invited to attend the G20 Youth Summit. It’s endorsed by the President of France, Mr. Nikolas Sarkozy.” Asik banget ya ngomongnya hahaha…

.

Setelah itu saya pun pulang dan 10 hari kemudian saya datang kembali ke Kedubes Perancis dengan bersemangat untuk mengambil visa. Sesampainya, saya langsung menyapa petugas dengan senyuman, “Bonjour, I would like to take my passport.” Sang petugas kemudian mengambil passport saya dan mengatakan, “Sir, your Schengen Visa is rejected.” Seketika saya diam, “What???! How come?! What’s the reason??” Sang petugas bilang, “Sorry we cannot tell you the reason, but it’s rejected.” Seketika saya langsung lemessss meesssss…

.

Saat itu pikiran saya langsung melayang dan terbayang bahwa mimpi pergi ke Paris sudah sirna. Saya pun pulang ke apartemen dengan sangat lemas dan ga nafsu ngapa-ngapain, kecuali mungkin nafsu makan. Yak, inilah stempel penolakan di passport yang menjadi sejarah untuk pertama kalinya.

"VISA Rejected!" What a history..

.

Kemudian saya coba menenangkan diri dan mengirim email ke milis G20 Delegasi Indonesia untuk minta pendapat dari teman-teman saya yang akan berangkat juga. Saat itu saya mikirnya kalo visa sudah ditolak yaudah berarti ditolak dan butuh waktu lebih dari sebulan untuk apply lagi. Tapi salah satu teman yang bernama Ariana bilang kalau dia sudah ngecek website di bagian visa dan disebutkan tidak ada batas minimal waktu untuk apply visa schengen setelah ditolak.

.

Artinya, apply lagi minggu depan pun masih bisa. Langsung seketika itu juga saya seperti punya semangat baru! Saya coba melengkapi dokumen-dokumen tambahan yang dibutuhkan, termasuk minta surat rekomendasi dari KBRI Doha. ‘Never Quit’ spirit is on again!

.

Setelah semuanya lengkap, saya kembali membuat perjanjian dan mendatangi Kedubes Perancis. Sebelum masuk, tidak lupa saya berdoa di dalam hati, “Ya Allah, kalo memang Engkau ridho aku pergi ke Paris, tolong mudahkan.  Kalo ga, ya tolong dipertimbangkan lagi karena aku pengen banget ke Paris… amiiiin.”

.

Lalu saya bergegas masuk dan menunggu giliran. Saat dipanggil oleh petugas visa, saya segera datang dan memberikan dokumen-dokumen terbaru untuk re-apply visa. Saat mau bayar lagi biaya visa (sekitar Rp 1 juta), petugas visa-nya mungkin sudah kenal dengan kepala botak saya ini, lalu bertanya, “Hi, your visa was rejected that day, right? You want to apply again?” Sambil senyum manis saya bilang, “Yes, Sir!”

.

Ada hal yang menarik disini, seharusnya dalam peraturannya, jika ingin meng-apply visa kembali, saya harus bayar lagi biaya yang sebesar 1 juta rupiah itu. Tapi petugasnya bilang saya ga perlu bayar dan dia nanti akan coba langsung kasih applikasi saya lewat jalur khusus ke counselor (yang bertugas menyetujui atau menolak visa). Saya langsung bersyukur, dan yakin banget ini terjadi pasti karena bantuan Allah Swt.

.

Seperti biasa, saya diminta datang 10 hari kemudian. Saya pun kembali balik ke apartemen. Berbeda dengan beberapa waktu yang lalu yang saya pede banget sampe ada perasaan sombong, pada saat keluar dari Kedubes, saya mencoba untuk ikhlas dan pasrah kepada Allah Swt apapun hasilnya. At least, I have done my best!

.

Setelah dua hari, tiba-tiba ada telepon masuk. “Halo can I speak to Mr. Assad?” Saya pun menjawab, “Yes Assad here. Speaking?“  Suara balasan terdengar, “I am calling from France Embassy in Doha. I would like to tell you that your Schengen Visa is approved. Please come tomorrow and collect it.”

.

Saya antara percaya dan tidak, “Hah cepet amat cuma 2 hari?” Alhamdulillahh.. Langsung saat itu juga saya sujud syukur. Keesokan harinya saya meluncur ke Kedubes Perancis dan akhirnyaaa, it’s approved!!!

Finally... Enjoy!!! :D

.

Lesson Learned: Jangan Sombong

Ada satu pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman saya kali ini, yaitu JANGAN SOMBONG. Mungkin karena kerikil kecil inilah yang menyebabkan Allah Swt menegur saya dan memberi pelajaran karena memang Dia tidak menyukai orang-orang yang sombong.

.

“Dan janganlah memalingkan muka dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. Luqman [31]:18)

.

Nabi Muhammad saw juga bersabda, “Tidak akan masuk ke dalam Surga seseorang yang dalam hatinya ada kesombongan meskipun hanya seberat biji sawi..” (HR. Muslim)

.

Dari cerita saya diatas, saat pertama kali apply visa, memang pada awalnya saya merasa percaya diri akan diterima. Tapi lama kelamaan, tumbuh kesombongan dalam diri bahwa visa saya PASTI akan diterima berdasarkan alasan-alasan A,B,C, dst. Selanjutnya saya jadi bersikap meremehkan. Kesombongan ini nih yang jadi awal masalahnya.

.

Percaya diri itu boleh, asal jangan berlebihan dan meremehkan, karena biasanya nanti ujungnya jadi sombong. Tapi memang kalau saya lihat ya, beda antara sombong dan pede ini tipis sekaleee.. Saya sendiri terkadang tidak tahu pasti bagaimana cara membedakan keduanya. Seringkali di saat saya mempunyai kepercayaan diri yang tinggi dalam melakukan sesuatu, di saat itu pula saya khawatir terjebak ke dalam sebuah sikap yang sangat dibenci oleh Allah Swt, yaitu sombong.

.

Meskipun perbedaannya sangat tipis, tapi tetap ada bedanya. Percaya diri adalah perasaan mampu akan kemampuan diri sendiri dalam melakukan sesuatu dengan wajar dan tidak meremehkan. Sedangkan sombong adalah saat dimana kita percaya kepada kemampuan diri yang melewati batas dan meremehkan hal lainnya, seperti merasa sudah paling hebat dan tidak membutuhkan bantuan dari manapun. Bisa juga seolah-olah kita sudah bisa menentukan hasil akhirnya.

.

Itulah yang terjadi di dalam kasus saya. Awalnya memang percaya diri dalam batas yang normal saat ingin apply visa. Tapi di dalam perjalanannya, tumbuh benih-benih kesombongan. Untungnya, saya langsung diberikan hukuman konstan yang membuat saya bisa belajar dan menyadari kesalahan.

.

Pemicu Kesombongan

Imam Al-Ghazali dalam kitabnya, Ihya ‘Ulumuddin, menyampaikan bahwa bagaimana mungkin manusia bisa mempunyai sifat sombong sementara dalam dirinya terdapat kotoran yang najis? Kalau dipikir-pikir apa yang disampaikan Imam Al-Ghazali itu bener juga ya hehe..

.

Okey sekarang saya mau membahas tentang hal-hal yang bisa menjadi pemicu kesombongan. Tentunya ada banyak, tapi saya bahas lima saja. Pertama, sombong karena kekayaan. Alkisah dulu ada seorang milyuner yang sangat luar biasa super duper kaya raya bernama Qarun. Bahkan katanya, untuk mengangkat kunci-kunci gudang kekayaannya saja diperlukan 7 unta yang terkuat. Qarun adalah orang terkaya di zamannya, namun pelitnya naudzubillah, dan dia lupa bahwa kekayaannya itu adalah anugerah yang diberikan oleh Allah Swt.

.

Dia ingkar dan mengatakan bahwa kekayaannya itu adalah karena keringatnya sendiri, dan orang lain tidak pantas menerima zakat atau bentuk sedekah apapun dari dirinya. Dengan kesombongannya tersebut, dengan mudahnya Allah Swt benamkan dia ke dalam perut bumi bersama dengan harta benda kesayangannya. Makanya sekarang kalo kita tiba-tiba nemu harta tak bertuan dari dalam tanah dinamainnya harta karun, bukan harta bejo atau harta paijo, karena berasal dari kisah Qarun ini.

.

Jika kita diberikan amanah berupa harta kekayaan oleh Allah swt seharusnya disyukuri dan jangan malah sombong. Karena semua itu punya Sang Maha Kaya dan kita cuma dititipin sebentar aja.“Kepunyaan Allah-lah semua kerajaan langit dan bumi, dan apa yang ada di dalamnya; dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.” (QS. Al-Maaidah [5]: 120)

.

Kita semua lahir ke dunia ini dalam keadaan telanjang dan tidak membawa harta seperak pun. Sama halnya ketika meninggalkan dunia ini pun tidak ada harta benda satupun kecuali kain kafan yang melekat di badan. Pada saat meninggal nanti, tiada guna semua harta yang pernah kita bangga-banggakan, seperti dalam firman-Nya, “Tidaklah berguna baginya harta bendanya dan apa yang ia usahakan.” (QS. Al-Lahab [111]: 2)

.

Harta benda tidak akan menyelamatkan kecuali yang disedekahkan di jalan Allah Swt. Itulah tabungan sebenarnya yang menjadi amal jariah kita dan akan menyelamatkan di akhirat kelak.

.

Kedua, sombong karena kekuasaan atau jabatan. Padahal, tidak ada yang abadi karena semua jabatan dan kekuasaan akan ada akhirnya. Sama seperti harta, kekuasaan dan jabatan adalah titipan dari Allah Swt. Dia-lah Raja dari segala raja di dunia dengan otoritas penuh terhadap hamba-hambaNya.

.

“Katakanlah: ‘Wahai Tuhan Yang Maha Mempunyai Kerajaan, Engkau berikan kerajaan kepada orang yang Engkau kehendaki dan Engkau cabut kerajaan dari orang yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan orang yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan orang yang Engkau kehendaki. Di tangan-Mu lah segala kebajikan. Sesungguhnya Engkau Maha Berkuasa atas segala sesuatu.” (QS. Ali Imran [3]: 26)

.

Kadang kita di atas dan kadang di bawah, hal yang sangat normal dalam kehidupan. Saat kita di atas dan mempunyai jabatan dan kekuasaan yang besar, gunakanlah sebesar-besarnya untuk kemaslahatan ummat agar menjadi tabungan pahala di akhirat kelak. Kita telah melihat di dunia ini bagaimana kekuasaan dipergilirkan dari satu orang ke orang lainnya, dari satu kaum ke kaum lainnya.

.

Dulu ada raja yang sombong bernama Firaun yang ditenggelamkan di laut merah bersama pasukannya, kini telah menjadi mayat tak berdaya. Ada juga Adolf Hitler yang dulu sangat ditakuti sekarang sudah tinggal tulang belulang belaka. Hanya Dia Sang Maha Penguasa yang akan tetap kekal dan abadi dengan segala kerajaannya.

.

Ketiga, sombong karena ketampanan atau kecantikan. Padahal, ketika nanti tua, semua muka itu pasti akan keriput, rambut memutih dan kulit tidak semulus pas masih masa-masa remaja. Semahal apapun kosmetik racikan dokter paling top seantero dunia tetap tidak akan mampu membuat kulit tetap mulus sampai tua. Ketika sudah dikubur nanti, wajah-wajah tampan dan cantik itu akan menjadi tulang tengkorak. Masih pantaskah untuk sombong?

.

Keempat, sombong karena ilmu atau kepintaran. Albert Einstein, orang yang sering disebut-sebut sebagai manusia terjenius di dunia pun akhirnya meninggal. Semua yang bernyawa itu pasti meninggal, cuma memang waktunya aja yang berbeda. Ada juga mungkin seorang alim yang gemar beribadah dan merasa ilmu agamanya sudah sangat tinggi dan paling bertaqwa jadi meremehkan orang lain dan menganggap hanya dirinya-lah yang paling layak masuk Surga, dan yang lain tidak.

.

Kelima, sombong karena keturunan. Ada yang mungkin membanggakan dirinya karena keturunan darah biru, darah hijau atau darah kuning. Padahal, semua manusia di dunia ini ya darah merah semua. Allah Swt mengingatkan bahwa manusia ini diciptakan dari setetes air mani yang hina dan tak berharga. “Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setetes air mani, maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata?!” (QS. Yaasin [36]: 77)

.

Ketika Rasulullah saw mengerjakan ibadah haji yang terakhir (Haji Wada) pada 9 Zulhijjah tahun di Bukit Arafah, beliau menyampaikan khutbah luar biasa yang di dalam salah satu bagiannya menjelaskan tentang hal persamaan derajat bagi semua keturunan. “Dengarlah umatku, Tuhan kalian adalah satu dan leluhur kalian pun satu. Kalian semua adalah anak-cucu Adam yang diciptakan Allah Swt dari tanah. Maka, kalian semua pun juga berasal dari tanah dan tak seorangpun dari kalian lebih utama daripada yang lain.”

.

Beliau melanjutkan, “Sesungguhnya yang paling utama diantara kalian dalam pandangan Allah Swt adalah yang paling bertaqwa kepada-Nya. Dengan demikian tak seorang Arab pun yang merasa dan boleh mengaku bahwa dirinya lebih utama daripada yang bukan Arab, dan juga sebaliknya. Keutamaan seseorang diukur dari ketaatannya dan besarnya rasa takut kepada Allah Swt.”

.

Final Words

Pada akhirnya, memang kesombongan hanya boleh dimiliki oleh Allah Swt karena kemampuan manusia sangatlah terbatas. Seperti dalam firman-Nya, “Dan janganlah kamu berjalan di muka bumi ini dengan sombong, karena sesungguhnya kamu sekali-kali tidak akan dapat menembus bumi dan tidak akan sampai setinggi gunung.” (QS. Al Isra [17]:37)

.

Selain itu, dari Abu Hurairah ra, Rasulullah saw bersabda, “Allah Swt berfirman (dalam Hadits Qudsi), ‘Kebesaran (kesombongan) adalah pakaian-Ku dan Keagungan adalah kain-Ku. Barangsiapa yang merampas salah satu (dari keduanya) maka akan Aku lemparkan dia ke neraka (jahanam).’” (HR. Abu Dawud)

.

Coins always make sounds, but paper money is mostly silent. So when our value increases, keep ourself silent & humble. Semoga kita semua bisa menjadi orang yang tetap rendah hati meskipun banyak diberikan rizki dan karunia oleh Allah Swt.

.

Baiklah teman-teman, alhamdulillah drama tentang visa ini telah berakhir, saya pun telah belajar banyak dari pengalaman tersebut, dan sekarang sudah tenang karena InshaAllah bisa mengikuti acara G20 Youth Summit di Paris pada bulan Mei mendatang. Mohon doanya ya agar saya bisa membawa nama baik Indonesia dan mendapat banyak berkah dan manfaat dari acara tersebut.

.

Paris, j’arrive! Au revoir! :D

.

Best regards,

@MuhammadAssad

.

SEKILAS INFO: Teman-teman yang mau pesan buku @NotesFromQatar dengan autograph, silahkan email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan format (nama, jumlahbuku, alamat, hp & twitter). Segera pesan karena stock terbatas! Thank you! :)

Read Full Post »

Think!

“Dia (Allah Swt) menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) dari-Nya. Sesungguhnya pada hal yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.” (QS. Al-Jaatsiyah [45]: 13)

.

Hellooo semuaaaa!! Yak, setelah absen nulis @NotesFromQatar selama 2 minggu (dan sudah banyak protes berdatangan), now I am back!! Saya sekarang telah kembali lagi ke rumah kedua, Qatar, sehabis liburan singkat di Indonesia selama 10 hari. Liburan yang sangat singkat, namun sangat padat! Rasanya badan mau rontok tiap hari ada aja acara atau undangan yang harus dihadiri hehehe.. It’s very hectic but enjoyable as I meet new people and come to many new places.

.

Kembali ke laptop. Judul tulisan kali ini pun sangat singkat dan padat, hanya terdiri dari 1 kata.. T-H-I-N-K. Namun, jika kita melihat lebih dalam, makna dari satu huruf ini sangat besar. ‘Think’ atau ‘berpikir’ adalah suatu kewajiban yang harus dilakukan oleh kita semua sebagai manusia. Berbicara mengenai berpikir, saat liburan kemarin, saya diundang oleh sebuah majelis yang bernama Tafakkur (dalam bahasa arab artinya berpikir). Ceritanya seru, nanti saya selipin di akhir-akhir tulisan ini ya.

.

Saya awali tulisan ini dengan sebuah cerita. Di halaman sebuah rumah, ada dua buah pohon yang sedang tumbuh. Kalo dilihat secara kasat mata, kedua pohon ini terlihat sama dan sulit dibedakan. Sang pemilik pohon juga bingung untuk membedakannya. Setelah beberapa lama, kedua pohon itu mulai tumbuh dan berbuah. Pohon pertama berbuah rambutan dan yang satunya lagi ternyata berbuah toge! hehehe.. Barulah kemudian sang empunya pohon bisa mengenali bahwa kedua pohon tersebut berbeda. Poin yang bisa diambil adalah, buah merupakan merupakan jati diri dari pohon agar mudah dikenali.

.

Nah itu kan pohon, sekarang bagaimana dengan kita yang bernama manusia? Meskipun mukanya pasti pada ga sama, tapi secara kasat mata semua manusia terlihat sama. Punya dua kaki, dua tangan, dua mata, dua telinga, satu hidung dan satu mulut. Lalu apa yang membedakan satu manusia dengan manusia lainnya? Berlakukah kata mutiara “pohon dikenal dari buahnya” untuk manusia? Jawabannya iya. Lalu apa “buah” yang dihasilkan manusia  yang bisa menjadi pembeda antara yang satu dengan yang lainnya?

.

Jawabannya adalah karya. Kalau gajah mati meninggalkan gading dan harimau mati meninggalkan belang, maka  manusia mati meninggalkan karya. Semakin banyak karya manusia itu dapat bermanfaat bagi orang lain, maka semakin tinggi nilai manusia tersebut, baik di mata manusia lainnya maupun di mata Allah Swt.

.

Nabi Muhammad saw pun telah menjelaskan dalam haditsnya, “Jika Anak Adam meninggal dunia maka terputus segala amalnya kecuali 3 perkara: sedekah jariyah, ilmu yang bermanfaat dan anak sholeh yang mendoakan.” (HR. Muslim)

.

Kalau di dalam hadits di atas, suatu karya bisa diartikan sebagai ilmu yang bermanfaat. Orang bisa berkarya tentunya harus dengan ilmu. Namun sebuah karya tidak bisa diciptakan seperti membalik telapak tangan, tapi merupakan hasil dari sebuah pikiran yang berasal dari akal. Itulah alasan mengapa manusia dikaruniai akal, yaitu untuk digunakan sebaik-baiknya dan melahirkan karya-karya hebat.

.

Makhluk yang berakal tentu saja mampu menghasilkan karya-karya, dan dengan itu dapat menciptakan atau merubah suatu peradaban. Inilah dampak dahsyatnya akal manusia. Semakin baik cara berpikir dan semakin cemerlang gagasan-gagasan yang dihasilkan , maka akan semakin bermutu dan gemilang suatu peradaban manusia.

.

Kemuliaan Akal Manusia

Akal adalah salah satu anugerah Allah Swt yang paling besar kepada manusia, karena itu yang membedakan manusia dengan makhluk lainnya. Akal adalah neraca dalam menentukan kebaikan dan keburukan. Keistimewaan inilah yang menyebabkan manusia diberikan tanggung jawab untuk memikul amanah dari Allah Swt yang tidak mampu dipikul oleh langit, bumi, gunung-gunung dan juga lautan.

.

Akal menjadikan manusia mampu untuk berpikir, dan dengan kemampuan itu manusia bisa meningkatkan pencapaian dirinya untuk berbuat yang terbaik di dunia sebagai bekal di kampung akhirat. Al-Quran memberikan kedudukan yang istimewa kepada manusia yang berpikir dan menggunakan akalnya karena berpikir merupakan salah satu ibadah utama dalam Islam.

.

Allah Swt berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. (Yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): ‘Yaa Tuhan kami, tiada lah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 190-191)

.

Selain itu, akal juga menjadi salah satu dari dua sumber ilmu dalam Islam, selain wahyu. Wahyu adalah informasi tentang sesuatu dari  Allah Swt. Wahyu diturunkan kepada Nabi Muhammad saw dalam bentuk Al-Quran dan As-Sunnah. Ciri khas dari wahyu itu pasti mengandung kebenaran mutlak yang tidak perlu didiskusikan lagi keabsahannya. Kewajiban manusia adalah mengerjakannya, dan tidak perlu mempersoalkan kebenaran dan validitasnya. Contohnya, perintah shalat lima waktu. Kita tidak perlu memperdebatkan kenapa harus lima, dan bukan enam, tujuh, atau delapan.

.

Sumber ilmu yang ke-dua adalah akal, dan berbeda dengan wahyu. Akal diatur oleh Allah Swt agar mampu berpikir dan mengeksplorasi ilmu pengetahuan. Jadi saat menerima suatu pengetahuan, akal tidak serta merta diam, namun harus memproses dan memikirkannya. Allah Swt pun telah meyiapkan berbagai macam perangkat kasar dan perangkat lunak untuk tujuan tersebut. Ada tiga cara akal menangkap ilmu pengetahuan.

.

Pertama, informasi diterima melalui indera yang berupa penglihatan atau pendengaran, lalu diteruskan ke akal dan diterjemahkan. Misalkan, kita lihat orang makan cabe itu mukanya jadi merah, nah  akal menerjemahkan bahwa orang yang makan cabe itu akan kepedesan seperti cacing kepanasan. Kedua, melalui logika, seperti menerjemahkan bahwa kue yang berjumlah tiga biji itu lebih banyak dibanding dua kue. Ya emang mungkin nenek-nenek juga tau itu.

.

Ketiga, melalui berita yang disampaikan oleh orang lain, dan tergantung kepada kredibilitas narasumbernya. Tugas akal lah untuk menguji kebenaran suatu informasi tersebut dan bukan diterima mentah-mentah doang. Jadi dilihat dulu orang yang jadi sumber beritanya ini kredibel apa enggak, tukang gosip apa enggak, dan bisa dipercaya atau enggak. Selalu lakukan double check, jangan pernah menerima setiap informasi tanpa disaring dan langsung ditelen bulet-bulet kaya bakso hehehe….

.

Makna Berpikir

Islam adalah agama yang mewajibkan setiap pemeluknya untuk belajar atau menuntut ilmu. Al-Qur’an pun berkali-kali menyuruh manusia, khususnya orang beriman, agar banyak berpikir, baik tentang dirinya, lingkungan sekitar, dan alam semesta.

.

Allah Swt telah menjelaskan tentang perbedaan orang-orang yang berpikir dengan yang tidak. “Katakanlah: “Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” (QS. Az-Zumar [39]: 9)

.

Jadi intinya begini guys, berpikir itu ciri khas manusia yang membedakannya dengan makhluk lain. Coba lihat kucing itu kan ga bisa mikir, makanya dia kalo kawin di sembarang tempat. Tapi untuk manusia, apa iya kita bakalan kawin di sembarang tempat? Ya mungkin sekarang emang ada juga beberapa orang  ‘sakit’ yang seperti itu hehe.. Tapi kalo yang waras ya ga bakalan mau kawin di sembarang tempat.

.

Karena kemampuan berpikir itu juga manusia menjadi makhluk yang dimuliakan oleh Allah Swt. Dan sesungguhnya telah Kami muliakan anak keturunan Adam, Kami angkut mereka di daratan dan lautan, Kami beri mereka rezeki yang baik-baik, dan Kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang Kami ciptakan.” (QS. Al-Isra’ [17]: 70).

.

Berpikir juga sebagai kunci untuk mempelajari segala ilmu Allah Swt di dunia ini. Jika kita perhatikan, lima ayat pertama dari Al-Quran yang turun kepada Nabi Muhammad saw pun ada hubungannya dengan berpikir, yaitu tentang kewajiban untuk membaca (iqra’).

.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5)

.

‘Membaca’ secara harfiah bukan hanya membaca Al-Quran atau buku saja, namun lebih jauh dari itu. Membaca bisa diartikan sebagai memikirkan apa yang terjadi di alam semesta ini, memikirkan tentang kehidupan, memikirkan segala fenomena di sekitar, memikirkan tentang hukum sebab-akibat di muka bumi, memikirkan tentang bagaimana mencari ilmu pengtahuan, dsb. Berpikir adalah kunci mutlak untuk membuka cakrawala segala ilmu pengetahuan di muka bumi ini.

.

Berpikir tentang fenomena alam yang ada di langit dan di bumi merupakan cara yang tepat bagi manusia untuk mengenal siapa Sang Maha Pencipta. Sebagaimana kita juga diarahkan untuk memikirkan penciptaan alam semesta dan memikirkan seluruh keteraturan yang hadir di dunia ini sebagai suatu jalan untuk memahami tanda-tanda kebesaran dan kekuasaan Allah Swt.

.

Jadi gimana teman-teman, sudah paham kan kalo berpikir itu adalah ciri khas manusia? Karena faktor berpikir juga-lah manusia dibebankan amanah untuk menjadi seorang khalifah di muka bumi ini.  Sebab dengan kemampuan itu, manusia dapat mempelajari dan menyerap segala ilmu pengetahuan.

.

Itulah bentuk penghargaan Allah Swt kepada manusia yang sedemikian besarnya, sampai kepada tingkatan memerintahkan para malaikat dan setan untuk bersujud kepada Adam saat pertama kali diciptakan, dan siapa yang menolak perintah tersebut akan dicap sebagai kaum kafir. Adakah pemuliaan yang melebihi penghargaan yang luar biasa itu? Makanya.. Think!! :)

.

Majelis Tafakkur

Nah sekarang waktunya ceritaaa. Santai dikit, jangan baca yang berat-berat terus nanti otaknya ngepul hehehe.. Jadi gini, saat liburan kemarin selama 10 hari di Indonesia, saya mendapat undangan talkshow oleh sebuah majelis yang bernama Tafakkur (dalam Bahasa Arab artinya berpikir). Jadi masih ada hubungannya lah ya dengan tulisan ini yang juga tentang berpikir (disambung-sambungin aja hehehe). Tempat acaranya di Setiabudi, Bandung.

.

Tempat acaranya di Setiabudi, Bandung. Saya dijemput di rumah jam 7 pagi  oleh “manager” jadi2an saya yang bernama Bundi Ninik dan juga Tante Genny, dan dari Jakarta langsung meluncur ke Bandung. Dalam rombongan ikut juga ibu saya dan juga editor Buku @NotesFromQatar, Bu Tjandra. Wuuuzzzzz kurang dari 2 jam kita udah sampe Bandung. Saat tiba, saya langsung disambut oleh tuan rumah yang bernama Tante Tami, orangnya ramah dan baik hati.

Perkenalkan, sebelah kanan saya tuan rumah, Tante Tami & anaknya yg lucu.. Sebelah kiri saya, "manager" Bundi Ninik hehe..

.

Setelah itu, saya santai-santai dulu sebentar di ruang tengah dan dipersilahkan untuk sarapan. Saat itu ada juga 2 anak kecil yang minta wawancara. Yaudah saya oke-kan daripada nanti mereka nangis dan lapor ke orang tuanya kan bisa repot hehehe..

Dua wartawan cilik.. Smart kiddos!

.

Setelah wawancara dan sarapan, saya pun memasuki ruangan tempat berlangsungnya acara yang memang sudah sangat ramai. Saat masuk ruangan dan melihat para pesertanya, saya terkaget-kaget karena ternyata semuanya adalah para wanita! Hahaha.. Kurang lebih ada sekitar 150 orang, isinya para ibu-ibu muda dan juga ada anak-anak mudanya.

.

Kalau saya perhatikan dan analisa secara mendalam (agak lebay), sebagian besar dari mereka ini kalo diliat dari tampang sih yaa kira-kira udah pada punya anak 1, atau ada juga yang 2,3,4 dst hehe.. Namun anehnya, mereka ini ga mau dipanggil “Ibu” atau “Mba”, karena katanya masih muda belia! hahaha..

.

Jadi waktu pertama kali saya menyapa mereka, “Assalamu’alaikum Ibu-Ibu semuaa.. apa kabaar??” Seharusnya jawabannya kan kurang lebih seperti ini ya, “Waalaikumsalaam.. Alhamdulillah baikk.. dst dst..” Tapi ini blom sempet dijawab salam saya, langsung pada rusuh dan banyak suara protes berdatangan, “Jangan panggil ibu atuuuhh, panggil teteh ajaaa! Kita ini masih pada muda lhooo!”  Hahahahaa.. Saya bener-bener langsung sakit perut waktu itu.

.

Melihat suasana sudah semakin panas dan khawatir akan diserbu oleh massa, akhirnya saya tenangkan semuanya.. “Baiklah teteh-teteh semuaa.. Mohon maaf jika ada kekeliruan dalam panggilan nama, gelar, dan jabatan..” Setelah itu kondisi massa pun kembali kondusif. Yak baiklah,  berikut suasana talkshow dengan para teteh-teteh Bandung….

.

Setelah berbicara kurang lebih 2 jam dan suara saya udah mau habis, selesai juga akhirnya hehehe.. Di akhir acara saya diberikan banyak sekali bingkisan dan kenang-kenangan dari teteh-teteh bandung yang baik hati. Serasa di acara lamaran aja banyak banget seserahannya hahahaha…

"Surat Cinta" dari teteh-teteh Bandung :D

.

Setelah selesai talkshow, acara kemudian dilanjutkan dengan booksigning @NotesFromQatar yang alhamdulillah laku sebanyak 100++ buku dalam waktu 1 jam.. Mantaappps! :D

Budaya antri.. goood!

Suasana booksigning, agak-agak rusuh ya hehe

.

Dan acara terakhir pada hari itu ditutup dengan foto bersama dan makan siang bersama juga (ini yang paling penting karena perut udah laper).

Finally... It's a wraaaaaaaappppppp!!!

.

Akhirnya, saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya untuk teteh-teteh Bandung yang telah mengundang dan memberikan sambutan yang sangat hangat, dan juga untuk tuan rumah yang telah menyediakan makanan-makanan khas Bandung yang sangat enak. Semoga silaturahmi ini bisa terus berjalan, membawa manfaat serta keberkahan di dunia dan akhirat amiiiiin..

.

Regards,

@MuhammadAssad

.

SEKILAS INFO: Bagi teman-teman yang mau beli buku @NotesFromQatar dengan autograph (tanda tangan) langsung dari penulisnya (baca: saya sendiri), silahkan email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan format (nama, jumlahbuku, alamat, hp & twitter). Segera pesan karena stock terbatas!! Thank you! :)


Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,193 other followers