Shabaahal khair!! How are you doing guys?? Lagi pada lemes apa semangat nih? Harus selalu semangat doong! Yak, seperti biasa setiap Jumat saya akan menulis @NotesFromQatar. Seharusnya hari ini saya melanjutkan pembahasan mengenai 3H’s (Honest, Humble, Helpful) untuk topik Helpful. Tapi ditunda sampai minggu depan ya karena sekarang saya punya cerita yang ok banget! Takut lupa kalo kelamaan disimpen di otak, jadi harus segera ditulis hehehe..
Kali ini, saya ingin kembali berbagi sebuah pengalaman yang menarik dan menyenangkan, dan hal itu bisa terjadi, lagi lagi karena dampak dari bersedekah! Makanya judulnya pun “Sedekah Membawa Berkah!” Rasanya, dalam tulisan-tulisan @NotesFromQatar, topik mengenai sedekah adalah yang paling sering saya bahas, diantaranya “Dahsyatnya Bersedekah!”, “Business Class for Free!”, “A Support That Keeps Me Going”, dst.
Saya berulang kali terus menganjurkan teman-teman untuk bersedekah karena memang saya sendiri sudah sering merasakan manfaatnya. Sejak mulai rutin bersedekah beberapa tahun yang lalu dan kemudian membandingkan kehidupan saya sekarang dengan yang dulu, saya merasakan kehidupan sekarang lebih baik dari hari ke hari, dan rezeki pun semakin bertambah. Hal ini sesuai dengan janji Allah Swt yang akan selalu melipatgandakan balasan bagi orang-orang yang bersedekah.
.
“Siapa yang mau memberi pinjaman kepada Allah suatu pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan melipatgandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah [2] : 245)
.
Kembali ke laptop. Jadi ceritanya hari Senin kemarin (21 Maret 2011), Pak Jusuf Kalla beserta rombongan datang ke Qatar. Mereka tiba di Doha International Airport sekitar pukul 7 pagi waktu setempat. Kemudian sekitar jam 9, salah seorang rombongan ada yang menelpon dan meminta saya datang ke hotel tempat Pak JK menginap pada pukul 10.30 am, karena jam 11 akan berangkat ke Qatar Red Crescent (semacam PMI Qatar) untuk menghadiri undangan makan siang. Karena hari itu lagi ga ada kelas, yaudah saya putuskan untuk pergi kesana.
.
Saya pun langsung mandi dan bersiap-siap. Saat mau berangkat keluar dari apartemen, seperti biasa saya bersedekah terlebih dahulu, dengan doa dan harapan semoga hari ini menyenangkan, penuh rezeki dan keberkahan, serta dihindarkan dari berbagai bencana. Kenapa saya bersedekah? Ya karena sedekah itu sangat powerful dan sudah jelas memiliki banyak keutamaan seperti memanjangkan umur, memudahkan rezeki, menyembuhkan penyakit, menghindarkan bencana, memberikan solusi untuk kesulitan hidup, dsb.
Sedekah merupakan salah satu amalan utama dalam Islam, dan kalau saja manusia tahu, sebenarnya kita-lah yang membutuhkan sedekah, bukan orang yang kita sedekahkan, apalagi Allah Swt. Kita ga sedekah pun, Allah tetap Maha Kaya dan Maha Perkasa, ga akan berpengaruh sedikitpun! Jadi jangan pernah berpikiran kalo bersedekah maka kita yang rugi karena duit berkurang. Jangan salah, justru dengan bersedekah, rezeki kita PASTI akan kembali dalam berbagai bentuk dan sangattt banyak! Seperti hadits Rasulullah saw, ”Tidak akan berkurang rezeki orang yang bersedekah, kecuali bertambah, bertambah, dan terus bertambah.”
Aneh memang, logikanya sesuatu yang dikeluarkan kan pasti berkurang, seperti kita punya permen 10, kita kasihin 1 biji ke pengemis, ya sisa 9! Tapi ternyata dalam sedekah itu beda, karena matematika yang dipakai untuk bersedekah itu beda dengan matematika normal. Kalo matematika normal, 10-1 itu hasilnya 9. Tapi kalo pake matematika sedekah, 10-1 itu jadinya 19! Lho ajaib amat? Iya, karena 1 yang kita sedekahkan itu (minimal) berlipat ganda menjadi 10!
Hal ini sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an bahwa segala amal perbuatan baik (termasuk bersedekah) akan diganjar minimal 10 kali lipat.“Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikitpun tidak dirugikan (dizalimi).” (QS. Al-An’am [6]:160)
Kalo ada minimal, berarti ada maksimal dong? Tentu! Maksimalnya itu tidak tak terbatas, tergantung Allah Swt aja mau ngasihnya berapa. Dalam Al-Quran, ada satu ayat yang menyebutkan bahwa balasannya bisa berlipat hingga 700x lipat! ”Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran).” (Al-Baqarah [2] : 261)
Karena dampaknya yang sangat hebat itulah, makanya setiap hari saya selalu mencoba untuk bersedekah, walaupun hanya sedikit. Tapi gapapa, karena Allah Swt menyukai suatu amalan baik yang dikerjakan secara kontinyu (istiqomah), meskipun hanya sedikit. Biar sedekah sedikit asal rutin lebih baik dibanding sedekah sedikit tapi ga rutin, dan tentunya yang paling baik adalah sedekah banyak dan rutin (ya iyalah, nenek-nenek juga tau).
Bismillahirrahmaanirrahiim, saya masukin QR 20 alias sekitar 50 ribu perak ke kotak sedekah yang memang saya sediakan di dekat pintu keluar kamar. Untuk di Qatar ini, saya memakai cara bersedekah seperti itu, yaitu dikumpulkan dulu sampai satu minggu, dan di akhir Minggu saya ambil uang yang ada di kotak itu dan dimasukkan ke kotak amal yang ada di masjid atau membeli charity coupon yang ada di mall-mall yang nanti uangnya disalurkan untuk orang-orang fakir miskin.
Tidak lama, sekitar 15 menit, saya pun tiba di hotel. Di lobby sudah ramai berkumpul orang-orang dan saya langsung bergabung untuk ikutan nyantai-nyantai dulu kaya di pantai…
Setelah santai-santai selama 15 menit, kita pun berangkat menuju markas Qatar Red Crescent dengan 3 mobil yang telah disiapkan KBRI Doha.
Berkah Ke-1: Leadership Ala JK
Dalam perjalanan menuju Qatar Red Crescent, saya cukup sering mengamati gerak-gerik Pak JK karena ingin banyak belajar dari beliau. Saya rasa cara belajar paling mudah dari seseorang itu adalah melihat dan mengamati langsung apa yang orang tersebut lakukan sehari-hari, dan bukan hanya dari perkataan. Karena apa yang kita lihat itu biasanya lebih mudah dipelajari karena bisa melihat langsung buktinya dibanding hanya mendengarkan tanpa ada bukti.
Setelah sampai di markas Red Crescent, Pak JK disambut oleh tuan rumah (Sekjen Red Crescent) dan pertemuan terlihat sangat akrab seperti bertemu dengan kawan lama. Bagi yang penasaran, seperti ini suasana pertemuannya.
Sudah 30 menit waktu berjalan, dan rasanya tidak ada yang spesial (mungkin karena saya lagi laper, jadi berharap ngobrolnya cepat selesai hehe..) Setelah ngobrol sekitar 30 menit, tuan rumah pun memberikan kode bahwa tiba waktunya makan. Kemudian terlihat beberapa orang menyiapkan makanan di atas karpet, yang berarti kita makannya sambil duduk ngemper. Salah seorang dari rombongan sambil bercanda bilang, “Waduh susah nih makan sambil ngemper, tapi terserah komandan (Pak JK) aja deh, gw ngikut aja!”
Setelah dipersilahkan makan oleh tuan rumah, lalu Pak JK bilang kepada kita semua, “Ok kita makan dibawah!” Langsung beliau buka jasnya dan menggulung lengan kemejanya, yang menandakan, “I am ready to eat!” Para rombongan langsung melakukan hal yang sama, dan saya pun juga demikian, dan mungkin saya yang paling cepet gulung lengan kemeja karena sudah lapar hahaha.. Tuan rumah menghidangkan satu piring super duper besar extra large dengan menu utama KAMBING seperti inii..
Kita semua pun duduk dan bersiap-siap menyantap makanan. Setiap orang disediakan piring kecil berisi salad, segelas juice dan juga susu. Selain itu disediakan juga piring besar, seperti yang dipegang oleh Bapak Aksa Mahmud dalam foto di bawah ini.
Ada hal yang menarik di sini dan membuat saya cukup berkesan. Seperti yang terlihat dalam gambar, setiap orang disediakan piring kecil yang penuh berisi sayur-sayuran dan juga piring besar yang biasa digunakan untuk makan. Semua orang, termasuk saya pribadi, memakai piring besar karena lebih memudahkan untuk makan, bisa buat naro nasi dan daging kambing.
Tapi kalau kita lihat di gambar atas, Pak JK tidak memakai pakai piring besar untuk makan, melainkan langsung mengambil dari nampan dan dimasukkan ke dalam mulut. Melihat itu saya sempet bingung, kenapa ya? Bukannya lebih susah makan seperti itu? Ternyata setelah saya perhatikan (bisa terlihat di gambar juga), tuan rumah tidak memakai piring besar. Feeling saya, apa karena ini beliau ga mau make piring besar ya?
Saya pun iseng dan kembali menawarkan piring besar kepada Pak JK biar makannya lebih enak. Saya tawarin sampe 3 kali beliau tetap tidak mau, dan akhirnya keluar juga jawabannya yang ternyata memang seperti apa yang saya pikirkan, “Tuan rumah tidak pakai piring, saya harus menghormati beliau, jadi tidak perlu pake piring juga. It’s ok Assad.”
Dalam hati saya berkata bahwa Pak JK ini memang seorang pemimpin, karena hal-hal sekecil itu pun diperhatikan oleh beliau. Luar biasa, saya sendiri ga kepikiran. Saya pun belajar tentang kepemimpinan langsung dari Pak JK, dimana sebagai seorang pemimpin harus pandai melihat situasi dan belajar berempati. Saat tuan rumah tidak memakai piring, maka sudah selayaknya kita mengikuti cara makannya sebagai penghormatan.
Setelah kurang lebih setengah jam kita makan, sang kambing pun telah berhasil dikuliti secara sempurna oleh kebringasan orang-orang yang kelaparan.. Begini lah hasilnya, sangat berbeda dari foto sebelum disikat bukan? Hahahaa..
Alhamdulillah, selain kenyang, saya juga mendapatkan berkah pertama, yaitu bisa belajar langsung tentang kepemimpinan dari Pak JK. Kita pun melanjutkan perjalanan menuju tempat berikutnya.
Berkah Ke-2: Peluang Bisnis
Salah satu alasan saya bersemangat untuk menemani Pak JK dan rombongan selama berada di Qatar adalah karena silaturahmi itu penting. Bersilaturahmi itu maknanya luas, seperti menjalin hubungan dengan orang yang baru ataupun mempererat hubungan yang sudah ada, atau istilah gaulnya keep in touch. Saya ingin bersilaturahmi dengan Pak JK dan juga rombongan karena ada beberapa yang belum saya kenal. Silaturahmi itu penting banget guys, karena manfaatnya banyaaaak sekali. Salah satunya terdapat dalam hadits Rasulullah saw, “Barangsiapa yang ingin dipanjangkan umurnya dan diluaskan rezekinya, hendaklah ia menyambungkan tali silaturahmi.” (HR. Bukhari Muslim)
Di dalam salah satu rombongan ada seorang pengusaha nasional yang mungkin banyak dari kita pasti sudah mengenal, yaitu Bapak Rahmat Gobel. Beliau adalah salah seorang yang saya anggap sebagai mentor dalam berbisnis. Kita sudah beberapa kali ketemu tapi baru kemarin ngobrol agak lama karena memang waktunya memungkinkan. Jadi sewaktu di markas Qatar Red Crescent, Pak Rahmat Gobel ngajak saya untuk nemenin dia nyari baju, “Sad nanti sore abis dari KBRI temenin gw ke Villagio ya cari baju, baju gw abis nih!” Saya jawab “Oke bos!” FYI, Villagio itu nama salah satu mall paling bagus di Qatar.
Lalu sore harinya saat acara dari KBRI selesai dan acara kosong sebelum undangan makan malam harinya, saya dan Pak Gobel pun pergi ke Villagio diantar oleh seorang staf KBRI. Dalam perjalanan, saya banyak mendapat ilmu bisnis dari Pak Gobel, salah satunya dia bilang, “Sad, kalo lo mau jadi pengusaha, lo harus bener-bener dari bawah dulu. Gue dulu kerja di pabrik, sempet digebukin juga. Nah gitu tuh baru mantep kalo lo mau jadi pengusaha!” Saya menjawab, “Setuju, memang harus dari bawah karena memang semua itu berproses. Tapi kalo digebukin sih gue ga mau!” Pak Gobel pun ketawa, “Hahaha..”
Pembicaraan di mobil itu pun semakin menarik karena banyak hal yang kita obrolkan, dari yang ringan sampai ke urusan bisnis. Nah waktu berbicara tentang masalah bisnis, tiba-tiba muncul ide segar dari Pak Gobel, dan saya juga merasa memang itu ide yang sangat bagus, karena prospeknya sangat menjanjikan! Ide dari Pak Gobel ini sangat brilian, dan dia menantang saya untuk merealisasikannya. Saya pun sudah mengatakan, “InshaAllah siap bos!” Yak, inilah berkah kedua dari bersedekah, yaitu saya bisa belajar bisnis dari pakarnya langsung dan membuka satu lagi pintu rezeki.
Berkah 3: Rezeki Kontan 210x Lipat
Singkat cerita kita sudah sampai di Villagio dan langsung ke toko baju favorit Pak Gobel (nama toko saya rahasiakan, nanti dibilang promosi lagi hehe). Waktu di mobil sih dia bilangnya mau beli 1 aja katanya, tapi karena mungkin bajunya bagus-bagus, dia jadinya beli 3. Saya juga tadinya mau beli baju, tapi berhubung ga ada yang cocok, akhirnya ga jadi. Tunggu dulu, maksudnya ga cocok itu bukan modelnya, karena disana itu keren-keren semua. Tapi yang saya maksud adalah harganya ga cocok dengan isi dompet saya hahahaa…
Tapi memang Allah itu Maha Mendengar ya. Mungkin Dia mendengar curahan isi hati saya, karena tiba-tiba Pak Gobel bilang ke saya, “Bos, lo pilih lah jaket ato jas gitu, biar ada kenang-kenangan dari gw.” Awalnya saya tolak karena ga enak, “Gausah Bos, udah santai ajaa..” Tapi dia tetep maksa harus milih. Trus saya pikir yaudah lah ya daripada ribut di toko kan ga enak, lagian kata orang tua kan nolak rejeki itu ga baek hehehe..
Akhirnya saya bilang, “Yaudah lo aja yang milih jas nya bos, gw ngikut aja.” Kemudian dia muterin satu toko tapi ga ketemu juga, sampe dia bilang, “Ahhh pusing gue, udah lo pilih aja sendiri!” hahahaa.. Yaudah setelah muter-muter, saya melihat dari kejauhan ada jas keren warna coklat kayu gitu, trus saya bilang ke beliau, “Kalo jas yang itu aja gimana Bos? Ok ga?” Pak Gobel menjawab, “Iya cocok bener tuh jas itu kalo lo yang make, ambil lah!” Oke dehhh, langsung bungkusssss…
Waktu keluar dari toko itu saya iseng aja lihat harganya, dan kaget banget! Rasanya ini adalah jas termahal yang pernah saya punya hehehe.. harganya adalah QR 4,200 atau sekitar Rp 11 juta! Subhanallah.. I am so grateful.. Sedekah saya tadi pagi langsung dibayar kontan sore harinya! Kalo dalam investasi, ini ibarat modal udah dibalikin plus profit ratusan persen! Manaa adaaa model investasi seperti ini di dunia??? Kalo ada bilang sama saya, nanti saya yang pertama kali daftar jadi investor. Makanya investasi yang paling nikmat itu ya sama Allah Swt, pasti ada hasilnya, dan semakin bertambah!
Coba bayangkan, pagi tadi saya bersedekah “hanya” 20 QR, tapi di sore harinya Allah Swt langsung ganti 4,200 QR atau 210 kali lipat! Can you imagine that?? Janji Allah memang pasti, bahwa semakin banyak kita bersedekah, semakin banyak lagi rezeki yang akan kita dapatkan. Karena memang hukum alamnya memang seperti itu, kita harus memberi dulu sebelum mendapatkan, dan semakin banyak kita memberi, semakin banyak kita menerima. Benar lah janji Allah Swt di Surat Al-An’am (QS. 6:160) dan Surat Al-Baqarah (QS 2:261) yang saya tulis di atas. Masih ada yang meragukannya?
Inilah berkah ke-3 dari Allah pada hari itu, yaitu rezeki yang diberikan dalam bentuk jas melalui Pak Rahmat Gobel. Terima kasih Pak Gobel, jazakallah khair! Dan akhirnya kalau saya mau hitung-hitung, nilai dari sedekah yang dikeluarkan tadi pagi itu dibalas lebih dari 210 kali lipat, karena saya mendapatkan 3 keberkahan pada hari itu, dan itu nilainya tidak bisa dibandingkan dengan uang. Hal-hal seperti ini memang tidak bisa dihitung dengan matematika normal.
Setelah selesai belanja, kita pun kembali ke hotel dan hari itu pun ditutup dengan jamuan makan malam oleh salah satu perusahaan pemerintah Qatar. Judulnya, Seafood for dinner! It’s so scrumptious! Bon appetite!
Sekian tulisan saya kali ini… Jadi gimana, apa masih ada yang ragu dengan dahsyatnya sedekahh???
Best regards,
nb: Bagi yang mau beli buku @NotesFromQatar dengan autograph (tanda tangan) langsungdari penulis, silahkan email ke notesfromqatar@yahoo.com dengan format nama_jumlahbuku_alamat_hp_twitter. Thank you!















