Feeds:
Posts
Comments

Archive for December, 2010

Shabaahal khairrr! Ga terasa juga ya hari ini, Jumat, 31 Desember, adalah hari terakhir dari tahun 2010! Esok, 1 Januari, kita semua sudah berada di tahun baru 2011. Gimana rasanya? kalo saya liat dari status-statusnya di twitter sih kayanya pada seneng semua menyambut tahun baru hehe.. Terlepas dari itu, hal yang terpenting harus dilakukan menjelang pergantian akhir tahun ini adalah melakukan refleksi tentang hal-hal yang telah kita lalui di tahun 2010. Dalam #notesfromQatar hari ini saya akan berbagi sedikit dengan teman-teman tentang bagaimana cara untuk merefleksi dan melakukan evaluasi dalam satu tahun.

.

Bagi saya pribadi, 2010 adalah tahun yang menyenangkan. Ada beberapa impian saya yang telah tercapai, dan untuk itu saya sangat bersyukur kepada Allah Swt. Saya biasa merayakan pencapaian yang telah diraih, tentunya dirayakan dengan wajar dan tidak berlebihan. Tujuannya adalah memotivasi diri agar lebih terpacu dan bersemangat untuk meraih pencapaian berikutnya. Biasanya saya merayakan bersama lingkaran orang-orang terdekat, baik keluarga atau para sahabat. Karena bagi saya, kesuksesan akan lebih nikmat dan bermakna jika dapat dinikmati juga oleh orang-orang terdekat saya.

.

Selain pencapaian-pencapaian yang telah diraih, tentunya saya sadar masih banyak impian yang belum terwujud. Untuk itu, perlu usaha yang lebih keras lagi karena memang kesuksesan itu tidak mudah dan harus ada prosesnya. Sukses itu harus dijalani setapak demi setapak, seperti seseorang yang sedang mendaki gunung, dimana jauh lebih menantang dan berat saat kita mendaki gunung ingin mencapai puncak dibandingkan saat turun gunung. Kalau turun gunung mah gampang, tinggal loncat juga beres, langsung wasssalam!! hehehe..

.

Perputaran Waktu

Sudah menjadi sunnatullah bahwa waktu memang akan terus bergulir dan berganti. Detik menjadi menit, lalu menit berubah menjadi jam, kemudian jam bergerak menuju hari, setelah itu berputar menjadi bulan, tahun, dan begitu seterusnya. Seperti yang terdapat di dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (QS. Ali Imran [3]: 190)

.

Dalam ayat di atas, Allah Swt menerangkan bahwa di dalam perputaran waktu terdapat tanda-tanda bagi orang yang berakal. Ini maksudnya adalah, banyak hal yang bisa kita amati dan pelajari dari perputaran waktu yang terjadi di muka bumi. Salah satunya adalah suatu kepastian bahwa setiap detik yang berlalu itu mengurangi sisa waktu hidup kita di dunia. Kehidupan di dunia ini memang sangat cepat sampai-sampai banyak yang tidak sadar tau-tau sudah menikah, punya anak, dan ga lama kemudian udah jadi kakek nenek.

.

Kalau kata penyanyi jaman dulu Nike Ardila, “Dunia ini bagai panggung sandiwara” hehehe.. Maksudnya ya sangat singkat! Coba bayangkan saat ada pertunjukan sandiwara di suatu teater, lampu-lampu semua dinyalakan, banyak orang bersuka cita, tepok tangan membahana, tertawa lepas, dst. Tapi setelah pentas selesai, lampu-lampu dimatikan semua, para penonton balik ke rumah masing-masing, sang panggung pun sepi, dan suasana menjadi gelap gulita. Tamat. Inilah analogi mudah dari kehidupan dunia yang sedang kita jalani sekarang ini.

.

Sedangkan akhirat bisa kita analogikan seperti tempat tujuan bagi seseorang yang sedang melakukan traveling. Tentunya seorang traveler membutuhkan bekal yang cukup untuk bisa mencapai tujuan yang diinginkan. Sama dengan manusia, tujuan utama kita adalah menuju kampung akhirat dan berharap dapat melaluinya dengan bekal yang cukup dan dapat selamat hingga tujuan. Akhirat adalah tempat yang kekal abadi. Di situlah akan ditentukan apakah kita akan masuk ke dalam Surga atau Neraka.

.

Untuk dapat membawa bekal yang cukup ke kampung akhirat itulah kita harus terus menabung kebaikan selama di dunia ini dan mengurangi hal-hal yang tidak baik. Hari demi hari harus terus menjadikan kita pribadi yang lebih baik lagi. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan merefleksi dan mengevaluasi segala hal yang telah kita kerjakan sebagai bahan perbaikan di masa yang akan datang.

.

Dengan merefleksi diri kita jadi bisa mengetahui hal-hal positif yang telah dilakukan untuk terus ditingkatkan dan juga bisa menganalisa kembali kesalahan dan kekurangan yang telah dilakukan. Kegagalan bukan sesuatu yang harus diratapi terlalu lama. Jika kita gagal, cari dimana letak kesalahannya, dan segera perbaiki. Never view failure as an end. If it is a fail, it has to be a fail forward. Learn from it quickly & move on!

.

Refleksi dan SWOT Analysis

Coba inget-inget deh, dulu di awal tahun 2010, apa kita pernah mempunyai suatu resolusi atau mungkin impian yang ingin kita capai pada tahun ini? Mungkin ada yang punya resolusi ingin berhenti merokok, atau ingin mulai berbisnis, atau ingin menikah, atau mungkin punya target untuk punya anak? Hehehe.. Itu semua sah-sah saja! Nah sekarang coba dilihat lagi segala hal tersebut apa sudah tercapai semua? Kalau sudah berarti jempol! Anda layak dapat bintang!

.

Tapi kalau belum semua resolusi tercapai, jangan sedih hati karena memang dunia ini seperti roda yang berputar, kadang kita berhasil, kadang kita gagal, kadang berada di atas, kadang di bawah, kadang merasa senang, kadang ditimpa sedih, kadang suka, kadang mengalami tekanan, kadang menghadapi masalah, kadang dapet rejeki nomplok, dan berbagai macam kadang-kadang lainnya yang sangat penuh warna hehe.. Life has its ups and downs, enjoy it!

.

Segala hal yang telah kita raih di tahun ini, baik itu hal yang baik maupun tidak, haruslah direfleksi kembali. Jika baik harus dipertahankan, jika kurang baik harus dihilangkan. Secara kata, “refleksi” berasal dari Bahasa Inggris, reflect, yang bisa berarti mencerminkan atau menggambarkan. Secara makna, refleksi berarti kita menggambarkan dan mencerminkan terhadap diri sendiri tentang apa yang telah kita capai dan apa yang belum.

.

Pernah dengar teori manajemen yang bernama SWOT Analysis? Metode ini digunakan untuk mengevaluasi 4 faktor, yaitu Strength (kekuatan), Weakness (kelemahan), Opportunity (peluang), dan Threat (ancaman). Metode ini diciptakan oleh Albert Humphrey pada akhir tahun 1960-an yang bertujuan untuk melakukan evaluasi menyeluruh atas apa yang telah dilakukan dan merencanakan langkah-langkah berikutnya untuk mencapai tujuan.

.

Ada 4 elemen yang menjadi evaluasi dalam metode SWOT Analysis.

1.         Strength (kekuatan), berasal dari sumber kekuatan yang ada dalam diri sendiri, seperti disiplin, suka menolong, baik hati, dsb. Hal-hal baik ini harus terus dipertahankan, bahkan ditingkatkan, karena dapat membantu untuk mencapai kesuksesan. (internal factor)

2.         Weakness (kelemahan), berasal dari sumber kelemahan yang ada dalam diri sendiri dan harus diperbaiki, seperti suka telat, bangun tidur kesiangan, ga disiplin, merasa paling benar sendiri, ga bisa dibilangin, dsb. Hilangkan hal-hal buruk ini karena ini yang akan menghancurkan diri secara perlahan-lahan. (internal factor)

3.         Opportunity (peluang), peluang baik yang berasal dari luar diri kita, misalkan ada teman lama yang mengajak berbisnis, ada kesempatan mendapatkan pekerjaan di perusahaan yang bagus, dsb. Manfaatkan sebaik mungkin segala peluang yang ada karena biasanya tidak datang dua kali. (external factor)

4.         Threat (ancaman), ancaman dari luar yang bisa merusak diri kita, seperti pengaruh teman-teman yang kurang baik dan kita mudah ikut terpengaruh, maka lama kelamaan bisa menghancurkan diri sendiri. (external factor)

.

Metode SWOT Analysis ini biasa digunakan untuk melakukan evaluasi terhadap suatu organisasi, namun saya menilai bahwa kita pun juga bisa menggunakan metode ini untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap diri sendiri, dimana kita bisa melihat dan menilai kembali apa kekuatan dan kelemahan kita, dan juga bisa menganalisa segala peluang serta ancaman yang mungkin saja bisa terjadi di tahun-tahun mendatang. Dengan mampu menganalisa 4 faktor tersebut, kita jadi lebih mampu untuk mengenal diri sendiri lebih dalam.

.

Semangat 3P’s

Selain menggunakan metode tersebut, tentunya ada hal-hal yang perlu kita sadari bahwa untuk mencapai segala cita-cita dan impian yang kita inginkan harus didukung dengan mental baja dan tekad yang kuat melalui kerja keras. Selain itu, harus dibakar dengan semangat 3P’s! Masih ingat apa itu 3P’s yang pernah saya bahas panjang lebar di tulisan “3P’s Secret for Scholarship Hunter”? Yaitu Positive, Persistence, Pray!

.

Positive adalah adalah modal dasar paling utama yang harus ditanamkan dan dibangun sebelum melakukan apapun. Allah Swt sendiri sudah mengatakan dalam Hadits Qudsi bahwa “Aku adalah seperti apa yang hamba-Ku sangkakan kepada-Ku. JIka ia berpikiran baik kepada-Ku maka ia akan mendapatkannya, dan jika ia berpikiran buruk terhadap-Ku maka ia juga akan mendapatkannya”. Jadi jika semuanya berawal dari pikiran yang positif maka akan membuat langkah kita selanjutnya menjadi positif juga.

.

Selanjutnya Persistence, atau terus menerus berusaha dan tidak menyerah. Nelson Mandela, mantan Presiden Afrika Selatan pernah mengatakan, “The greatest glory in living lies not in never falling, but in rising every time we fall.” Inilah yang disebut persistence, atau seperti bulldozer yang terus bergerak sampai tujuan tercapai. Kalo gagal, coba lagi. Gagal, coba lagi, gagal, coba lagi! Gagal itu biasa, tapi meratapi kegagalan itu yang tidak biasa. Fall seven times, stand up eight!

 

Terakhir, Pray atau berdoa menjadi sangat penting. Doa adalah senjata orang beriman. Bahkan dalam salah satu hadits disebutkan bahwa doa adalah otak / pangkalnya ibadah. Ada sebuah pepatah yang mengatakan, “Doa tanpa usaha adalah bohong dan usaha tanpa doa adalah sombong”. Maksudnya, jika ingin sesuatu tapi tidak berusaha, ya mustahil. Tidak ada yang jatuh dari langit secara cuma-cuma. Istilahnya, “no free lunch, man!”

.

Allah Swt memerintahkan di dalam Al-Qur’an, “(Dan) Tuhanmu berfirman: ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku kabulkan bagimu.” (QS. Al Mukmin : 60). Orang yang tidak mau berdoa adalah orang yang sombong dan dimurkai oleh Allah Swt. Rasulullah saw bersabda, ““Siapa saja yang tidak mau memohon (berdoa) kepada Allah, maka Allah akan murka kepadanya.” (HR Tirmidzi)

.

Tutup Buku Lama, Buka Buku Baru

Mari kita menutup buku lama (tahun 2010) dengan penuh rasa syukur dan buka buku baru (tahun 2011) dengan penuh semangat dan tekad yang kuat untuk meraih kesuksesan! Dalam hitungan jam, tahun 2010 akan segera berakhir. Saya pikir tidak perlu merayakan tahun baru dengan berlebihan di tengah kondisi bangsa yang sedang prihatin seperti ini, tapi yang penting adalah melakukan refleksi dan evaluasi menyeluruh, perbaiki segala kesalahan, dan segera perbaiki di tahun 2011.

.

Lakukanlah refleksi akhir tahun secara sederhana, sehingga paling tidak kita dapat mengetahui sejauh mana pencapaian yang telah dicapai di tahun 2010, dan dapat membuat rencana terukur untuk mencapai pencapaian yang lebih besar lagi di tahun 2011. Dengan melakukan sedikit evaluasi terhadap yang telah dilakukan dan dengan melakukan perencanaan terhadap yang akan kita lakukan pada tahun 2011, diharapkan hidup  dapat lebih terarah dan segala tujuan dapat tercapai.

.

Akhirnya sebagai penutup, slogan yang saya usulkan dalam menyambut tahun baru adalah: 2011 tahun kerja keras, 2012 waktunya menikmati kesuksesan! Setuju bos-bos semua??? :) Dan untuk mencapai kesuksesan tersebut, ada 3 kunci bekerja yang harus selalu kita ingat, yakni kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas! Kerja keras tugas fisik kita; kerja cerdas tugas otak kita; dan kerja ikhlas tugas hati kita. Let’s do it!

.

Happy New Year 2011 guys! May Allah Swt always bless us!

.

Warm regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Breaking The Limit!

Assalaamu’alaikum wa rahmatullaah wa barakaatuh… Jujur saja hari ini saya bingung mau nulis apa hahaha… Tapi karena selalu ada desakan kuat dari teman-teman (terutama di Twitter) yang sering mengingatkan untuk selalu menulis #notesfromQatar tiap hari Jumat, akhirnya pagi ini saya duduk di depan laptop dan memutar otak saya untuk berpikir mau nulis apa karena saya yakin otak pasti bisa bekerja saat kepepet hehee.. baiklah saya akan coba memulai tulisan ini dengan kalimat dari planet mars yang pernah saya baca ini…

.

“Menuurt sbeauh penilitean di Cmabrigde Uinervtisy, tdaik mejnadi maslaah bgaimanaa urtaun huurf-huurf di dlaam sebauh ktaa, ynag palnig pnteing adlaah leatk hruuf partema dan terkhair itu bnaer. Siasnya dpaat brantaaken smaa skelai dan kmau maish dpaat mebmacanya tnpaa msaalah. Hal ini kerana oatk masunia tdaik mambeca seitap huurf msaing-msaing, tatepi ktaa kesuleruhan”

.

Apakah bisa dibaca bapak-bapak dan ibu-ibu? pasti kita semua bisa membacanya dengan lancar kan? Meskipun kata-kata di atas tidak pernah kita temukan di dalam kehidupan kita. Yesss, itulah hebatnya otak manusia! Otak bisa membaca suatu kata meskipun kata tersebut tidak tersusun secara benar. Otak tidak perlu membacanya secara detail satu persatu, melainkan langsung secara keseluruhan dari kata tersebut.

.

Otak yang dimiliki manusia tidak hanya berfungsi sebagai pusat kontrol organ-organ tubuh, tapi juga sebagai pusat pengendali dari segala apa yang kita lakukan, pikirkan dan rasakan. Otak ibarat prosesor, pusat pengolah data yang dikirim dari seluruh tubuh untuk selanjutnya memberikan perintah kepada organ-organ tubuh agar bereaksi sesuai dengan rangsangan yang ada. Saking hebatnya otak kita, bahkan sukses atau tidaknya manusia pun semua berasal dari pikiran yang ada di dalam otak.

.

Awal dari kesuksesan adalah keyakinan. Jika kita yakin sukses, InshaAllah pasti sukses. Tapi kalau yakin tidak sukses, maka 101% pasti ga bakal sukses terus. Latih terus otak setiap harinya untuk selalu memasukkan energi positif dan hilangkan semua tembok tembok penghalan dan energi-energi negatif yang ada. Saya teringat ada sebuah pepatah yang mengatakan bahwa dalam kehidupan ini selalu ada yang namanya batas maksimum dari kemampuan seseorang.

.

Namun jika kita belum menemukan batas maksimum itu berarti kita belum mengetahui batasan tersebut. suatu penelitian mengatakan bahwa rata-rata manusia di dunia ini hanya mengunakan kurang dari 5% kemampuan otaknya, di Indonesia mungkin sekitar 2-3% aja dari total potensi 100% otak kita. Penelitian lain mengatakan bahwa setiap hari otak manusia melakukan proses pemikiran lebih dari 25,000 kali namun sayangnya kita lebih sering menggunakan otak hanya untuk menyelesaikan pekerjaan rutinitas setiap hari. Sisanya untuk tidur-makan-ke toilet, tidur-makan-ke toilet, dst :D

..

Pernah dengar nama Roger Bannister? Dia adalah seorang pelari asal Inggris yang agak nyeleneh tapi hebat. Dia bukan hanya menggunakan otot ketika berlari, namun juga otaknya. Dia ingin mengetahui batas maksimum waktu lari yang ditempuhnya dan yang lebih hebat lagi, dia juga ingin melampaui batasan yang dibuat orang. Pada tahun 1954, tidak seorang pun yakin bahwa seorang manusia mampu menembus waktu lari dibawah 4 menit untuk jarak satu mil. Para dokter membuat suatu analisa bahwa jika seorang pelari berusaha menembus batas waktu tersebut, paru-parunya akan hancur dan jantungnya tidak mampu berdenyut lebih cepat lagi untuk melampaui waktu tersebut.

.

Bannister ingin membuktikan bahwa anggapan tersebut keliru dan dia pasti mampu menembus batasan tersebut. Dengan memakai teknik menaruh 4 pelari masing-masing pada setiap jarak seperempat mil. Ternyata usahanya tidak sia-sia, Bannister mampu menembus batasan manusia dengan catatan waktu 3 menit 59.6 detik. Seminggu setelah itu, ada 37 pelari mampu berlari di bawah catatan 4 menit. Dan ternyata, dalam satu tahun setelah Bannister berlari di bawah 4 menit, lebih dari 300 orang telah berlari di bawah rekor 4 menit.

.

Saat ini rekor dipegang oleh pelari asal Morroco, Hicham El Guerrouj dengan catatan waktu 3 menit 43.13 detik atau lebih cepat 16 detik dari catatan waktu Bannister. Demikian juga Eamon Coghlan mampu mengalahkan catatan rekor Bannister, dengan waktu 3 menit 58.15 detik, pada usia 41 tahun dan beberapa pelari SMA mampu berlari lebih cepat dari Bannister. Bahkan seorang dokter memprediksikan bahwa pada tahun 2034 nanti, akan ada seseorang yang mampu menembus batas waktu 3 menit 30 detik. Can You Believe It?

.

Oke next adalah Johny Weismuller, yaitu seorang aktor yang lebih sering dikenal sebagai julukan Tarzan, yang biasa temenan sama monyet itu. Kepiawaiannya di layar perak bermula dengan kemampuannya memecahkan berbagai rekor renang. Tercatat lebih dari 53 rekor Amerika dan 17 rekor dunia suatu catatan rekor yang pasti mendapatkan decak kagum pada jamannya. Weismuller adalah perenang pertama di dunia yang mampu berenang jarak 100 meter di bawah catatan waktu satu menit. Bahkan pada zamannya, seorang wartawan pernah mengatakan bahwa selama dunia ini ada, tidak akan ada yang pernah mampu mengalahkan Johny Weismuller.

.

Namun ternyata rekor Weismuller yang ditorehkannya pada tahun 1936 bukanlah sesuatu yang hebat pada jaman ini, terbukti pada Olimpiade Munich 1976, rekor terbaik Weismuller hanya menjadi rekor pre-eliminari yang harus dilewati para perenang agar dapat ikut bertanding. Bahkan di jaman sekarang, rekornya mampu dipecahkan oleh gadis yang berumur 13 tahun. Inilah yang mungkin bisa disebut sebagai menghancurkan mental block yang ada di dalam pikiran kita. Kalau orang bisa dengan pencapaian A, bukan berarti selamanya pencapaian A itu adalah yang paling final dan tidak bisa dikalahkan.

.

Jika seseorang mempunyai keinginan yang mengebu-gebu (desire) seringkali tidak peduli dengan batasan yang ditetapkan oleh orang lain (intelligent ignorance). Zig Ziglar mencetuskan bahwa desire adalah sesuatu yang membedakan antara prestasi rata-rata dengan prestasi juara. Namun seringkali kita lebih mirip dengan karakteristik seekor kutu. Jika kita mengambil seekor kutu dan memasukannya ke dalam toples tertutup, lama kelamaan kutu itu akan melompat hanya pada ketinggian tutup toples saja. Pada suatu saat ketika kita kembali membuka tutup toples, kutu itu tidak mampu lagi lompat melebihi tutup toples karena dia telah dikondisikan untuk melompat dengan ketinggian yang menurut dia maksimum.

.

Okelah contohnya jangan kutu, kita kan manusia masa disamain ama kutu hehehe… Kita ambil contohnya misalkan Presiden ke-44 Amerika Serikat, Barack Obama. Selama ratusan tahun sejak Amerika berdiri hingga tahun 2008, tidak pernah ada ceritanya bahwa Presiden negara tersebut akan dipimpin oleh golongan kulit hitam karena yang menjadi penguasa adalah selalu golongan kulit putih. Kalau saja Obama dan teamnya juga memiliki anggapan demikian, maka selamanya tidak akan ada yang bisa menjadi Presiden dari golongan kulit hitam. Tapi Obama tidak perduli dengan anggapan dan “batasan” yang dibuat manusia tersebut, dia terus berjuang untuk menjadi seorang Presiden dengan segala lika-likunya dan akhirnya… He got it!!

.

Hal yang paling menakutkan jika kita telah merasa menemukan batasan-batasan palsu yang diakibatkan baik oleh pemikiran negatif kita sendiri atau pengalaman sebelumnya yang belum tentu benar pada saat ini, atau bisa juga percaya dengan ucapan orang lain. Kita memakai batasan itu untuk menjustifikasi ketidak-mampuan kita terhadap sesuatu. Janganlah membuat batasan abadi dalam hidup kita, buatlah batasan-batasan sementara agar kita dapat terus berusaha mencapai hal yang terbaik. Jangan mudah percaya terhadap apa yang dikatakan orang lain, namun ujilah kebenarannya dengan memberikan yang terbaik dalam hidup ini.

.

Rasulullah saw pernah mengatakan, “Barang siapa hari ini lebih baik dari hari kemarin, dialah tergolong orang yang beruntung, Barang siapa yang hari ini sama dengan hari kemarin dialah tergolong orang yang merugi dan Barang siapa yang hari ini lebih buruk dari hari kemarin dialah tergolong orang yang celaka”

.

Itulah karakteristik seorang juara yang selalu memperbaharui target yang ingin dicapainya. Tiada hari tanpa adanya kemajuan, evaluasi menyeluruh dan selalu siap untuk selalu lebih memberikan yang lebih baik dari apa yang dimiliki sekarang. Tapi selalu ingat, sebelum kita menjadi seorang juara, hal yang pertama kali harus kita lakukan men-setting otak kita untuk berpikir dan bertindak sebagai seorang juara! Setelah otak sudah di set, lalu tanyakan kepada diri sendiri, “Are you ready to break the limit and become a champion?!!” :)

.

We cannot live by yesterday’s standards and expect extraordinary results today. Live life with passion!!

.

Regards,

@Muhammad Assad

Read Full Post »

Assalaamu’alaikum, setelah minggu lalu #notesfromQatar membahas tentang sabar, pada hari ini saya akan membahas tentang ikhlasss! Beberapa orang mungkin mengatakan bahwa sabar dan ikhlas ini terlihat sama seperti pinang dibelah dua, namun menurut saya ada perbedaan yang mendasar di antara keduanya. Sabar adalah di saat kita MENUNGGU keputusan Allah, sedangkan ikhlas adalah sikap MELAKUKAN segala perbuatan hanya untuk Allah dan juga MENERIMA apapun yang telah diputuskan Allah.

.

Baiklah, tulisan tentang ikhlas ini akan saya mulai dengan sebuah cerita. Dikisahkan satu waktu Nabi Muhammad saw sedang berkumpul bersama para sahabat dalam satu majelis. Tiba-tiba ada salah seorang jamaah yang bangun dan bertanya, “Rasulullah, aku ingin bertanya sesuatu.” Rasulullah menjawab dengan ramah, “Silahkan, apa yang ingin kau tanyakan?” Dengan sikap yang agak tegang, sang sahabat itu pun bertanya dengan rasa penasaran, “Siapakah di antara kami yang akan masuk ke dalam Surga?”

.

Beberapa sahabat kaget dengan pertanyaan itu karena dianggap mengandung unsur riya dan ujub (bangga terhadap diri sendiri) serta tidak pantas ditanyakan. Ada juga beberapa sahabat yang marah terhadap pertanyaan itu, salah satunya adalah Umar bin Khattab, yang memang terkenal garang. Tanpa ba-bi-bu, Umar langsung berdiri dan mengeluarkan pedang dari sarungnya. Maksudnya tentu bukan ngasah pedangnya, tapi untuk nebas kepala sang penanya. Untung Rasulullah segera memberi isyarat kepada Umar untuk duduk, dan Umar pun kembali duduk. Kalau Rasulullah tidak memberi isyarat, mungkin kepala orang itu sudah terbang.

.

Rasulullah tersenyum mendengar pertanyaan itu dan kemudian beliau menjawab, “Kalian semua lihatlah ke pintu, sebentar lagi sang penghuni Surga itu akan muncul.” Setiap mata sahabat pun langsung menuju ke arah pintu dag-dig-dug menunggu kedatangan orang itu. Tidak lama kemudian, datanglah seorang pemuda sederhana yang mengucap salam lalu menggabungkan diri ke dalam majelis. Para sahabat bingung, karena sosok pemuda ini hanya seperti pemuda biasa yang pemalu dan tidak termasuk dari daftar sahabat dekat Rasulullah.

.

Para sahabat pun bingung apa kehebatan pemuda ini, dan mereka dengan sabar menunggu penjelasan dari Rasulullah. Rasulullah pun memberitahukan alasannya, “Setiap gerak-gerik dan langkah dari pemuda itu hanya ia ikhlaskan semata-mata mengharapkan keridhaan Allah. Itulah yang membuat Allah suka dan ridho kepadanya.” Bagai pisau dapur yang menancap daging rendang, “Jleebbbb!!” Para sahabat kaget dan tersentak karena banyak yang merasa bahwa segala amal perbuatannya selama ini terkadang tidak semata-mata karena Allah, namun diniatkan untuk hal lainnya.

.

Yes, itulah ikhlas!! “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al-An’am [6]: 162)

.

Makna Keikhlasan

Ikhlas berasal dari Bahasa Arab: khalasa (past tense) – yukhlisu (present tense) – ikhlas (noun). Kata tersebut bisa diartikan sebagai bersih, murni, jernih. Ikhlas berarti menjadikan segala sesuatunya bersih dan menghilangkan segala “kotoran” yang menempel. Ikhlas berarti melakukan segala amal perbuatan dengan memurnikan niat hanya untuk Allah dan tidak mengharapkan sekecil apapun imbalan dari orang lain. Ikhlas beribadah kepada Allah berarti menyembah-Nya dengan penuh ketaatan dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.

.

Ikhlas adalah intisari dari keimanan seseorang dan kualitas tertinggi kemurnian hati, karena segala sesuatu yang dikerjakan adalah “karena Allah dan hanya untuk Allah”. Dalam setiap perbuatan, hal yang pertama kali kita harus lakukan adalah bertanya kepada diri sendiri, apakah niatnya benar-benar ikhlas untuk Allah atau ada niat lain di belakangnya. Rasulullah bersabda, “Innamal a’malu bin niat, wa innamaa likullimri in maanawaa”, yang artinya “sesungguhnya segala amal perbuatan itu bergantung kepada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan balasan tergantung pada niatnya”.

.

Dari dua kalimat di atas, jika melihat secara arti tekstual seolah-olah sama. Namun, sebenarnya berbeda. Kalimat kedua adalah penegasan dari kalimat pertama. Imam Nawawi menjelaskan, kalimat pertama (Innamal a’malu bin niat) menerangkan segala amalan itu harus ada niat awalnya, dan kalimat kedua (wa innamaa likullimri in maanawaa ) bermakna bahwa hasil dari segala perbuatan akan sesuai dengan niat awal kita. Kalau kita melakukan perbuatan hanya dengan niat karena Allah, maka keridhoan Allah akan kita dapatkan. Tapi kalau tidak, bersiaplah karena biasanya kekecewaan yang akan didapatkan.

.

Selain itu, keikhlasan juga bisa dilakukan dengan menerima segala ketentuan yang telah ditetapkan oleh Allah untuk kita. Misalkan, kita ikhlas kuliah di universitas yang sebetulnya tidak diinginkan. Kita ikhlas bekerja di tempat yang gajinya mungkin tidak sesuai dengan harapan. Kita ikhlas menerima ujian dan cobaan yang telah diberikan Allah untuk kita, dst. Dengan memiliki bentuk keikhlasan seperti itu, maka akan menuntun kita untuk menjadi hamba yang bersyukur, dan dengan rasa syukur itu, maka seperti janji Allah, pasti akan ditambah nikmat-Nya.

.

“Dan (ingatlah), tatkala Tuhanmu memberitahukan, ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.’” (QS. Ibrahim [14]: 7)

.

Keikhlasan harus dilakukan di tiga waktu, yaitu sebelum melakukan perbuatan, ketika sedang melakukannya, dan setelah melakukannya. Oke saya kasih analogi mudahnya tentang ikhlas (tapi maaf nih kalo agak vulgar dikit hehe), yaitu saat kita buang air besar atau BAB. Lho kok? Ya di saat BAB itulah kita bisa melihat diri kita dalam kondisi ikhlas seikhlas-ikhlasnya, baik sebelum melakukan perbuatan, saat melakukannya, dan setelah melakukannya hehehe..

.

Ga percaya? Coba aja perhatiin baik-baik ya nanti next time saat bapak-bapak ibu-ibu lagi melakukan ritual BAB, pasti sebelum masuk ke toilet dalam hatinya udah ikhlas banget mau ngeluarin “something” nya itu, kemudian pas di dalem toilet lagi ngeluarin “something” nya itu bener-bener terasa ikhlas, ga pake diliat-liatin lagi dan langsung di-flush. Setelah di-flush pun pasti kita juga sangat ikhlas dan ga bakalan nyariin lagi “something” itu akan berlabuh dimana. Bener kan? Apa ada orang yang setelah mengeluarkan “something” nya itu lalu dikoleksi? Hehehe.. Nah itulah ikhlas! Setuju bos-bos semua? :D

.

Ikhlas VS Riya

“Berkata iblis: Ya Tuhanku, oleh karena Engkau telah menetapkanku sesat, sungguh akan kuusahakan agar anak manusia memandang indah (perbuatan dosa) yang tampak di bumi dan aku akan sesatkan mereka semua. Kecuali hamba-hamba-Mu yang ikhlas di antara mereka.” (QS. Al-Hijr [15]: 39-40).

.

Seperti yang telah kita ketahui bersama, iblis adalah musuh terbesar bagi manusia. Ayat di atas semakin menegaskan dan menggambarkan betapa jahatnya rencana iblis dalam mengganggu anak manusia. Dia telah berjanji dengan segenap tenaga dan kekuatan untuk menyesatkan seluruh anak-anak Adam yang tidak memiliki keikhlasan dalam mengerjakan sesuatu, berarti ada kemungkinan kita termasuk di dalamnya. Kalo kata Bang Napi, “Waspadalah!!!”

.

Jadi, jika tidak ingin diganggu oleh iblis laknatullah, maka mulailah untuk melakukan segala perbuatan dengan penuh keikhlasan. Lawan dari ikhlas adalah riya’, yaitu melakukan amal perbuatan dengan tujuan agar mendapatkan pujian atau balasan dari orang lain. Riya’ berasal dari Bahasa Arab ro’a yang berarti melihat, atau mengatur sesuatu agar segala perbuatan yang dilakukan dilihat orang.

.

Riya’ tentunya bukanlah perbuatan yang baik. Bahkan Allah menyamakan orang-orang yang riya’ ini sebagai ciri khas orang yang munafik. Allah berfirman, “Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka. Dan apabila mereka berdiri untuk shalat, mereka berdiri dengan malas. Mereka bermaksud riya (dengan shalat itu) di hadapan manusia. Dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali.” (QS. An-Nisa [4]: 142)

.

Riya’ juga merupakan salah satu cabang dari kemusyrikan. Nabi Muhammad saw bersabda, “Sesungguhnya yang paling aku takuti pada kalian adalah syirik kecil.” Sahabat bertanya, “Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Riya. Allah akan berkata di hari kiamat ketika membalas amal-amal hamba-Nya, ‘Pergilah kamu sekalian orang-orang yang berbuat riya di dunia dan perhatikanlah, apakah kamu sekalian mendapatkan balasannya?’” (HR. Ahmad)

.

Melakukan sesuatu dengan penuh keikhlasan itu memang bukan sesuatu hal yang mudah, seperti judul yang diatas kalau ikhlas itu sesuatu yang mudah diucapkan tapi sulit dilakukan. Jujur, terkadang saya pun masih sering tidak ikhlas hehehe.. Tapi tentunya kita harus terus menerus melatih dan memperbaiki diri kita untuk mengerjakan sesuatu dengan penuh keikhlasan, tidak mengharapkan sesuatu apapun dari pekerjaan yang kita lakukan kecuali hanya untuk Allah.

.

Saya ingat dulu waktu masih kecil, saya belajar kalau lagi diliatin orang aja, jadi biar seolah-olah anak yang rajin, kalau ga ada orang ya lanjut tidur. Atau saya inget banget dulu pas lagi internship (magang) di KL sekitar tahun 2008, ruangan meja saya sebelahan dengan meja supervisor. Posisi mata saya selalu awas, kalau sang supervisor bangun dari tempat duduknya dan berjalan kearah saya, maka SOP (Standard Operating Procedure) yang harus saya lakukan adalah langsung seolah-olah sibuk ngetik dan bekerja hahaha.. Ini yang dinamakan bekerja tidak ikhlas alias riya’, karena ingin terlihat rajin oleh supervisor dan mendapat penilaian yang bagus.

.

Riya’ akan mendorong manusia untuk melakukan perbuatan dengan mengharapkan sesuatu. Apakah sesuatunya itu? Ya tergantung apa yang ada di pikiran masing-masing orang tersebut. Contohnya banyak. Misalkan ada seorang lelaki yang ingin melamar wanita pujaannya, nah untuk menyenangkan calon mertuanya, setiap kali main ke rumah pasti numpang shalat, padahal seumur-umur shalatnya bolong-bolong. Tujuannya apa? Ya mungkin ingin terlihat alim di depan calon mertua supaya direstuin kalo mau nikahin anaknya.

.

Akhirnya, tulisan ini saya tutup dengan hadits Nabi Muhammad saw, “Aku pernah bertanya kepada Jibril tentang ikhlas. Lalu Jibril berkata, ‘Aku telah menanyakan hal itu kepada Allah’, lalu Allah berfirman, ‘(Ikhlas) adalah salah satu dari rahasiaku yang Aku berikan ke dalam hati orang-orang yang kucintai dari kalangan hamba-hamba-Ku.’” Semoga kita semua bisa menjadi pribadi-pribadi yang dicintai Allah, maka dengan itu kita bisa merasakan nikmat ikhlas yang diberikan oleh-Nya.

.

Semoga #notesfromQatar hari ini dapat mengingatkan kita kembali untuk menjadi pribadi-pribadi ikhlas yang melakukan segala amal perbuatan semata-mata hanya untuk Allah dan juga ikhlas menerima segala keputusan-Nya. Tulisan ini pun tentunya juga sebagai pengingat untuk diri saya sendiri agar terus melatih dan memperbaiki diri menjadi pribadi yang lebih ikhlas.

.

Have a good Friday guysss…!!

.

Warm regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Shabaahal khair guys!! Kayfa haalukum? Semoga semuanya dalam keadaan baik-baik saja. Topik #notesfromQatar kali ini saya akan menuliskan tentang sabar! Sulit ga ya untuk menjadi orang yang sabar? Hmmm saya juga tidak tahu pasti, tapi yang pasti beberapa hari ini banyak teman-teman di twitter yang meminta saya untuk menulis tentang sabar. Mungkin pemanasan global yang terjadi di bumi ini menyebabkan pemanasan global juga di dalam otak dan hati orang-orang sehingga doyan marah-marah hehehe..

.

Coba inget-inget deh, dalam hidup ini kita pasti pernah ngomong kalimat yang kurang lebihnya seperti ini, “Untung gue masih sabar, kalo ga udah gue sate lo!” atau “Udah sabar aja, orang sabar disayang Tuhan” atau “Kesabaran gw juga ada batasnya ya! Jangan macem-macem lo!” hehehe… Pernah kan? Lalu pertanyaannya adalah, apa itu sabar? Mengapa kita harus sabar? Apa keutamaan dari bersabar? Dan apakah memang sabar itu ada batasnya? Mari kita diskusikan bersama! :)

.

Bentuk Kesabaran

Kata ‘sabar’ berasal dari bahasa arab ‘shobaro’ yang berarti menahan atau mencegah. Sabar termasuk akhlak utama yang paling banyak disebut di dalam Al-Qur’an. Menurut Imam Al-Ghazali, Allah menyebutkan sabar di dalam Al-Qur’an lebih dari 70 tempat. Kata ‘sabar’ sering disebut di dalam Al-Qur’an karena Allah memang tahu bahwa untuk menjadi sabar itu tidak mudah karena dibutuhkan suatu konsistensi dan komitmen yang kuat dalam diri manusia.

.

Dalam kehidupan yang kita jalani ini, kesabaran adalah kunci untuk meraih segala kebaikan dan kebahagiaan. Salah seorang sahabat Rasulullah yang menjadi idola saya, Umar bin Khatab, pun pernah berkata: “Kami menjumpai kebaikan hidup ada bersama kesabaran.” Kata sabar bermakna luas dan ada dalam berbagai bentuk di dalam kehidupan yang kita jalani. Saya akan coba merangkumnya dalam 4 bentuk.

.

1. Sabar dalam menghadapi cobaan/ujian

Ini adalah bentuk kesabaran yang pertama. Setiap manusia di dunia ini PASTI akan menghadapi cobaan dan ujian, bahkan mungkin musibah. Ini adalah hal yang pasti, cuma yang membedakan adalah bentuk ujian dan cobaannya aja. Saya atau anda pun mungkin akan berbeda dalam menjalani ujian yang diberikan oleh Allah. Namun, tujuan dari kita semua pasti sama, yaitu untuk meningkatkan tingkat keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt.

.

Untuk lebih memahaminya, analogi mudah menghadapi ujian itu mungkin sama seperti murid SMA yang akan menjalani UAN (Ujian Akhir Nasional). Hasil akhirnya nanti akan ada 2: lulus atau tidak lulus. Jika lulus, maka dia akan naik ke tingkat selanjutnya (universitas) dan jika tidak lulus maka dia gagal dan harus mengulang di tahun selanjutnya. Menghadapi ujian pun sama persis seperti itu. Jika mampu menghadapinya, maka kita akan lulus dan naik tingkat di sisi Allah. Tapi jika tidak sabar menghadapinya, maka kegagalan yang akan kita dapatkan.

.

Allah sudah menjelaskan hal ini di dalam Al-Qur’an, “Apakah manusia itu mengira mereka dibiarkan saja mengatakan: ‘kami telah beriman’. Sedang mereka belum diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang benar dan Dia Maha Mengetahui orang-orang yang berdusta.” (QS. Al-Ankabut [29]: 2-3)

.

Jadi jelas bahwa untuk mencapai tingkat keimanan, seseorang harus diuji dulu. Bagaimana caranya agar berhasil menghadapi ujian? Ya harus dengan kesabaran! Namun pada saat menghadapi ujian, manusia sering merasa bahwa ujian yang ditimpakan kepadanya adalah yang paling berat se-dunia. Akhirnya, banyak yang tidak sabar menghadapi ujian yang diberikan, lalu ingin segera menyelesaikannya dengan jalan pintas, yaitu dengan bantuan tali rafia untuk gantung diri, minum baygon atau ngemil racun tikus hehehe..

.

Dalam ayat lain juga Allah berfirman, “Sesungguhnya akan Kami berikan cobaan kepada kamu sekalian dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikan kabar gembira kepada orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 155)

.

Dari ayat di atas, kita bisa melihat ternyata cobaan dan ujian yang diberikan oleh Allah itu banyak macamnya. Kemiskinan dan kekurangan harta mungkin bisa jadi adalah ujian yang paling berat untuk dihadapi. Makanya Nabi Muhammad saw mengatakan bahwa kemiskinan dekat dengan kekufuran dan kekufuran akan semakin mendekatkan kepada api neraka. Contoh mudahnya kita sering menyaksikan atau membaca di berita banyak orang yang bunuh diri akibat tidak sanggup menghadapi kemiskinan atau ada orang-orang yang menukar keimanannya (pindah agama) hanya untuk sekardus mie instan atau sepaket sembako.

.

Karenanya, sabar dalam menghadapi kemiskinan dan kekurangan harta adalah bentuk kesabaran yang paling krusial. Jika orang mampu menghadapinya, maka ia akan tumbuh menjadi orang-orang yang kuat mental dam imannya. Namun jika tidak, maka peluang untuk terjerumus ke dalam kemungkaran sangat besar. Lalu, bagaimana kalau sebaliknya, kita malah diberikan kekayaan dan kelebihan harta? Ya dengan cara bersyukur tentunya! Salah satunya, coba dibantu itu tetangga-tetangga atau saudara-saudaranya yang kesusahan ok? :)

.

2. Sabar dalam menghadapi kezaliman

Nah, ini adalah bentuk kesabaran ke-dua. Dalam hidup ini, sudah menjadi hal yang wajar bahwa tidak semua orang akan senang kepada kita. Sebaik apapun itu orang, pasti akan ada yang tidak suka. Seorang Nabi Muhammad saw yang bersih dari dosa pun masih ada saja yang tidak senang kepadanya. Kalau seorang nabi saja ada yang tidak suka, apalagi kita manusia?

.

Ada kalanya kita difitnah untuk sesuatu yang tidak kita kerjakan, ada kalanya orang-orang ingin menjatuhkan kita karena persaingan, dan ada juga memang orang-orang yang kerjaannya hanya untuk membenci dan mencari-cari kesalahan kita untuk apapun yang kita kerjakan. Jadi memang dalam hidup ini pasti akan ada orang-orang yang tidak suka dengan kita, atau sebutan kerennya “haters”. Tapi gapapa, it’s normal. We can’t make thousands of friends without making some haters.

.

Kalau kata Paulo Coelho, “Haters are confused admirers who can’t understand why everybody else likes you.” Orang-orang yang tidak senang kepada kita ini mungkin tidak habis pikir kenapa banyak orang yang suka dengan A, misalkan. Jadi, cara untuk menjatuhkan si A ya dia akan berusaha dengan segala macam cara, baik itu dari yang baik-baik hingga memfitnah dan menzalimi dengan cara-cara tidak sehat.

.

Tenang aja, jangan sedih saat kita difitnah, ditindas atau dizalimi. Allah tidak pernah tidur, Dia Maha Mengetahui dan Maha Adil terhadap apa yang dilakukan hamba-hamba-Nya. Percayalah, betapapun beratnya fitnah dan bentuk ketidakadilan yang dihadapi, Allah akan selalu ada bersama kita. Bukankah Dia sendiri yang mengatakan di dalam Al-Qur’an, “Laa tahzan, innallaaha ma’anaa…” yang artinya, “Jangan bersedih, sesungguhnya Allah bersama kita…” (QS. At-Taubah [9]: 40). Dalam ayat yang lain dikatakan, “innallaaha ma’ashshaabiriin” atau Allah bersama orang-orang yang sabar.

.

Namun, sebagai manusia biasa yang lemah, di saat mengalami cobaan dan ujian yang bertubi-tubi dahsyatnya, terkadang iman kita tidak cukup kuat, mengalami keletihan, dan kesabaran pun hilang. Maka dari itu, Allah sudah memberikan solusi yang terbaik, yaitu dengan cara selalu mengingatnya (dengan cara shalat) dan juga melalui kesabaran. Itulah sebenar-benarnya penolong dan sebagai kunci untuk meraih kemenangan. “Hai orang-orang yang beriman, mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan shalat. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah [2]: 153).

.

Tentunya harus dipahami bahwa konsep sabar dalam Islam bukan berarti kita hanya pasrah dan diam berpangku tangan dalam menghadapi segala fitnah, penindasan dan kezaliman. Ada saat kita harus melawan jika memang sudah keterlaluan agar kebenaran bisa ditegakkan. Sabar bukan hanya pasif berdiam diri, tapi ia adalah sikap aktif dan melakukan aksi dengan ketenangan, tanpa emosi, melalui perhitungan yang matang dan berorientasi ke depan untuk menghasilkan manfaat. Inilah strategi yang dijalankan oleh para nabi dan rasul di zaman dulu saat menghadapi kezaliman para musuh-musuh Islam.

.

3. Sabar menahan dari berbuat dosa

Bentuk ketiga dari sabar yaitu menahan diri dari berbuat dosa. Memang agak berat, karena ya namanya manusia itu tempatnya salah dan dosa hehehe.. Tapi, tentunya bukan karena pepatah itu kita jadi brutal dan seenaknya melakukan dosa. Paling tidak kalo bandel jangan parah-parah amat lah, nanti kalo udah kebablasan bisa repot! Setuju bos-bos semua?

.

Sabar dalam bentuk ini adalah berupa “ketahanan jiwa” seseorang untuk mengendalikan segala dorongan hawa nafsunya yang selalu dihasut oleh tipu daya syetan untuk melakukan dosa dan penyimpangan dari jalan Allah Swt. Apalagi di abad ke-21 ini, pengaruh lingkungan pergaulan sangat riskan dan adanya segala fasilitas yang memudahkan untuk berbuat dosa dan kejahatan. Kalau kata bang napi, “Kejahatan terjadi bukan saja disebabkan karena orangnya, tapi karena adanya kesempatan. Waspadalah!” hehehe..

.

Hawa nafsu memang musuh terberat manusia, jauh lebih berat dari sekedar musuh dalam peperangan. Musuh dalam peperangan yang kita hadapi itu nyata dan jelas terlihat, sehingga kita tahu mana yang harus dibasmi. Tapi hawa nafsu itu tidak terlihat dan sering kali tidak tahu bahwa itu adalah musuh kita. Makanya Rasulullah pernah mengatakan setelah pulang dari Perang Badar yang amat dahsyat bahwa perang terberat bukanlah Perang Badar, tapi peperangan terberat adalah perang melawan hawa nafsu.

.

Sebagai manusia, kita seharusnya mampu untuk bisa sabar dalam mengelola hawa nafsu kita, Lho kok bisa? Ya karena itu yang membedakan manusia dari binatang dan malaikat. Seperti yang kita ketahui, binatang itu kan tidak memiliki akal dan isi otaknya cuma nafsu syahwat dan teman-temannya. Makanya kenapa kita sering sekali menemui kucing yang lagi asik templok-templokan alias melakukan ritual kawin di jalanan hehehe.. ya wajar saja karena mereka ga punya akal untuk berpikir, jadi binatang itu tidak memiliki suatu “kekuatan” untuk melawan syahwatnya tersebut.

.

“Kekuatan” yang dimaksud inilah yang dinamakan sabar. Jadi ya kalo kucing lagi pengen kawin yaudah kawin aja, dijalanan juga dijabanin, ga pake istilah sabar karena emang udah ga bisa ditahan lagi, namanya juga binatang. Tapi coba kita manusia, dengan catatan manusia waras ya, pastinya ga bakalan mau kawin sembarangan di jalanan, karena manusia diberikan suatu “kekuatan” untuk menahan, yang disebut kesabaran. Kecuali kalo manusianya udah error.

.

Kebalikan dengan malaikat, makhluk ini telah dibersihkan dari nafsu syahwat sehingga selalu akan condong kepada kesucian, menjadi makhluk yang patuh kepada perintah Allah dan tidak akan menyimpang atau aneh-aneh. Sehingga, malaikat pun tidak membutuhkan suatu “kekuatan” untuk melawan setiap kecenderungan buruk yang akan dilakukan. “Kekuatan” ini lah yang disebut juga sebagai kesabaran. Lha ya orang ga pernah melakukan kejahatan, jadi ya tidak akan pernah melenceng

.

Inilah yang membedakan antara ketiganya. Manusia adalah makhluk yang berakal dan diberikan cobaan di dalam hidupnya, maka sabar adalah suatu “kekuatan” yang dibutuhkan untuk melawan “kekuatan” lainnya, positif melawan negatif. Sehingga akan terjadi suatu pertempuran antara yang baik dengan yang buruk, atau mungkin nama lainnya antara dorongan untuk menjadi baik dan dorongan syahwat.

.

4. Sabar menunggu

Nah ini bentuk terakhir dari sabar, yaitu sabar menunggu! Menunggu apa? Ya nunggu apa aja hahahaa… Sabar model terakhir ini susah-susah gampang untuk dijalani karena manusia memang maunya serba instan. Padahal ingat, tidak ada yang instant di dunia ini kecuali pop mie! Sabar dalam menunggu berarti kita menempatkan sesuatu sesuai dengan prosedur yang ada. Ketidaksabaran akan berakibat kepada tindakan yang tergesa-gesa dan hasil yang didapat akhirnya malah kacau semuanya.

.

Sikap tidak sabar biasanya adalah awal munculnya kejahatan. Contohnya, orang yang ingin cepat-cepat menjadi kaya tanpa mau bekerja. Solusinya? korupsi atau berjudi. Sumbernya satu saja kan sebenarnya, hawa nafsunya yang tidak bisa dikontrol karena ingin cepat memiliki harta yang banyak, tidak peduli bagaimanapun caranya. Kesabaran untuk mengikuti segala proses adalah hal mutlak yang harus dilakukan jika ingin meraih kesuksesan.

.

Lihatlah kisah Nabi Muhammad saw yang berjuang tanpa gigih selama 23 tahun dalam mengemban tugas kenabiannya untuk memperbaiki akhlak manusia dan mensyiarkan agama Islam. Hinaan, cacian, ancaman fisik, siksaan, bahkan ludah dihadapi Rasulullah setiap harinya. Tidak peduli dengan itu semua, beliau tetap berjuang dengan penuh kesabaran. Akhirnya, Rasulullah berhasil meraih kemenangan saat Islam telah tersebar ke seluruh penjuru dunia dan namanya dikenang sepanjang masa.

.

Semua orang yang sukses pasti harus menjalani kesabaran dalam prosesnya. Seorang petani harus menunggu 3-4 bulan sawahnya untuk bisa dipanen. Seorang nelayan harus sabar menunggu ombak yang bersahabat untuk bisa melaut.  Seorang pedagang juga mesti menunggu dengan sabar para pembeli yang lewat di depan barang dagangannya. Seorang penulis bisa membutuhkan berhari-hari, bahkan berminggu-minggu untuk menghasilkan satu tulisan. Pengarang lagu pun membutuhkan kesabaran dalam membuat satu lagu agar enak didengar.

.

Seorang orang tua harus sabar dalam mendidik dan membesarkan anak-anaknya. Seorang mahasiswa harus sabar saat menunggu hasil ujiannya keluar. Seorang guru harus sabar dalam mengajar murid-muridnya.Dan selanjutnya, untuk para kaum hawa pun harus bersabar saat menunggu lelaki impiannya datang hehehe.. Intinya, sabar is everywhere!

.

Sabar Membawa Kemenangan

Dan orang-orang yang sabar karena mencari keridhaan Tuhannya, mendirikan shalat, dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka, baik secara sembunyi-sembunyi atau terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan; orang-orang itulah yang mendapat tempat yang baik, (yaitu) Surga ‘Aden yang mereka masuk ke dalamnya bersama-sama dengan orang-orang yang shalih dari bapak-bapaknya, istri-istrinya dan anak cucunya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari semua pintu; (sambil mengucapkan), ‘Salaamun ‘alaikum bimaa shabartum’ (keselamatan untukmu karena kesabaranmu). Maka alangkah baiknya tempat itu.” (QS. Ar-Ra’d [13]: 22-24)

.

Kita sering menjumpai pertanyaan atau mungkin pernah bertanya dalam diri sendiri, “Sabar itu ada batasnya ga sih?” Kalau saya jawab ya sabar itu gak ada batasnya! Kalau sudah ada batasnya ya berarti udah ga sabar lagi hehe.. Sikap sabar tidak ada batasnya karena diri kita sendiri-lah yang menentukan batas kesabaran kita, dan semakin tinggi kesabaran seseorang maka semakin menunjukkan tingkat keimanan yang dimilikinya. Kalau sabar kita sampai titik C misalkan, ya berarti tingkat keimanan kita hanya sampai titik C. Padahal masih ada titik D,E, dan F yang bisa kita capai jika kita bisa lebih sedikit bersabar.

.

Untuk menutup tulisan tentang kesabaran ini, saya ingin bercerita sedikit tentang yang lagi hot di Qatar sini. Mungkin teman-teman sudah tahu bahwa pada tanggal 2 Desember 2010 kemarin, Qatar baru saja terpilih oleh FIFA sebagai tuan rumah piala dunia 2022. Setelah melalui 4 putaran, akhirnya Qatar berhasil mengalahkan Amerika Serikat dengan skor yang cukup telak, 14 suara berbanding 8. Qatar pun mencetak sejarah dengan menjadi negara Arab pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sehingga, ini bukan hanya menjadi kemenangan Qatar, tapi untuk seluruh negara-negara Arab dan Timur Tengah.

.

Kesabaran adalah kunci kemenangan Qatar, termasuk tentunya kerja keras dan berbagai faktor lainnya. Kesabaran yang saya maksud disini adalah karena pada awalnya Qatar termasuk yang diremehkan tidak akan bisa terpilih menjadi tuan rumah piala dunia karena berbagai alasan, diantaranya karena Qatar negara kecil, infrastruktur (stadion-stadion) belum siap dan cuaca yang sangat ekstrem (bisa mencapai 50 derajat celcius pada bulan Juni-Juli).

.

Tidak peduli dengan pendapat miring itu, Qatar terus bekerja keras untuk mewujudkan mimpinya. Dengan bermodalkan uang yang hampir tidak tak terbatas, Qatar terus mempromosikan tentang kampanye piala dunia. Hampir di seluruh kota Doha, pemandangan “Qatar World Cup 2022 Bid” terus dikampanyekan dengan slogan “Expect Amazing!” Mereka pun menyebut dirinya dengan “The Bidding Nation”. Akhirnya dengan kesabaran yang ditopang oleh semangat dan ketekunan, Qatar berhasil meyakinkan FIFA dan memenangkan pertarungan dengan mengalahkan Australia, Amerika Serikat, Jepang dan Korea Seatan.

.

Akhirnya, semoga kita semua menjadi pribadi yang lebih sabar lagi dalam menghadapi segala ujian hidup baik berupa kesulitan, fitnah, kezaliman, hinaan, dsb. Semoga dengan itu maka Allah akan memberikan ganjaran terbaiknya bagi kita, yaitu berupa rahmat, kebaikan seperti dalam firman-Nya, “Mereka itulah (orang-orang sabar) yang akan mendapatkan keberkahan sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka…” (QS. Al-Baqarah [2]: 157)

.

Sooooo ladies and gentlemen, siap untuk lebih sabar hari ini???

.

Warm regards from Doha,

@MuhammadAssad

 

Read Full Post »

My 365 Days in Qatar

Shabaahal khair!! Apa kabar teman-teman semua? Semalam baru saja FIFA mengumumkan bahwa Qatar akan menjadi tuan rumah World Cup 2022!! Saya sangat senang sekali mendengarnya karena memang Qatar sudah seperti rumah kedua. Selain itu, saya harus mengakui bahwa negara ini memang sangat deserves untuk menjadi tuan rumah karena saya melihat dan merasakan betul keseriusan mereka sejak setahun yang lalu. Komitmen dari pemerintah dan didukung oleh seluruh rakyat untuk menyukseskan acara ini sangat kuat.

.

Tak terasa juga sudah setahun lebih saya berada di Qatar. Suka dan duka pastinya ada, Duka-nya tidak perlu dibesar-besarkan, tapi suka-nya harus disyukuri. Saya benar-benar bersyukur diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk bisa bersekolah di sini. Begitu banyak pengalaman berharga, pelajaran menarik dan cerita-cerita seru yang saya alami selama berada di sini. #notesfromQatar ini pun bisa ada karena saya diberikan kesempatan untuk sekolah di sini.

.

Saya membayangkan kalau saya kuliah di tempat lain, misalkan di Zimbabwe, mungkin namanya akan jadi Notes From Zimbabwe dong? Hehehe kedengerannya kurang asik kan.. Makanya Qatar memang sudah paling pas! Untuk itu, berbeda dari biasanya, pada tulisan kali ini saya akan sedikit berbagi cerita dan pengalaman kepada teman-teman dan pembaca semuanya tentang kehidupan saya di Qatar selama setahun ini. Let’s start it!

.

The Beginning…

“Qatar is a new chapter of my life!” Itulah kalimat yang pertama kali keluar dari mulut saya sekitar awal bulan Agustus 2009, saat menerima email dari Qatar Foundation yang mengabarkan bahwa aplikasi beasiswa saya diterima dan mendapat kesempatan untuk belajar S2 Islamic Finance di Qatar Faculty of Islamic Studies – Member of Qatar Foundation di Doha, Qatar.

.

Setelah menerima email tersebut, perasaan saya sebenarnya bercampur aduk, antara senang dan sedih. Senang karena akhirnya impian untuk bisa belajar Islamic Finance di Qatar terwujud. Tapi di sisi lain sedih karena menyadari bahwa saya akan pergi lagi meninggalkan tanah air tercinta. Kepergian yang terasa berat karena saat itu saya baru saja menyelesaikan studi S1 di Malaysia selama 4 tahun. Selain itu, saya pergi di saat sedang merasakan kesenangan dan kenyamanan berkumpul bersama keluarga dan sahabat-sahabat.

.

Tapi saya sadar, “There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone. I must leave my comfort zone to grow.” Saya percaya bahwa Qatar adalah tempat selanjutnya untuk mengejar cita-cita, menempa diri, tumbuh dan berkembang. Kalau saya terus-terusan berada di tanah air, mungkin akan terlena dengan kenyamanan yang ada dan tidak akan menjadi produktif. Di dunia ini tidak akan pernah terjadi suatu kondisi ideal 100% yang sesuai dengan keinginan kita. In order to get something, we have to sacrifice something.

.

Akhirnya hari yang ditunggu datang juga. Pada tanggal 23 Agustus 2009, saya menuju airport bersama keluarga karena pada malam harinya pukul 10 akan terbang menuju Qatar dengan penerbangan Qatar Airways. Saat sampai di airport, sudah banyak sahabat-sahabat saya yang menunggu, ada sekitar 20 orang kalau tidak salah. Rasanya berat betul untuk pergi dan sebenarnya pada malam itu saya sudah hampir membatalkan dan tidak mau pergi hehe.. Tapi saya urungkan niat itu demi cita-cita yang lebih besar. Bismillaahirrahmaanirrahiim… I am ready to go.

.

Setelah duduk manis di pesawat selama kurang lebih 8 jam dan transit di Singapore sekitar 2 jam (total 10 jam), saya sampai juga dan mendarat di Doha International Airport. Saat Pertama kali menginjakkan kaki di negeri kaya minyak tersebut, saya mendapatkan pengalaman yang mungkin tidak akan terlupakan seumur hidup. Setelah melewati imigrasi, seperti biasa kita pergi menuju tempat untuk mengambil koper kan? Saya pun demikian.

.

Saya tungguin itu koper-koper keluar dan diliatin satu-satu. Setelah sekitar satu jam koper-koper makin lama makin sedikit lalu habissss, dan ternyata, yes, koper utama saya ga ada!! Saat itu bener-bener langsung lemes dan bingung harus ngapain, mau nangis juga ga banget rasanya hehe..  Lalu saya melapor ke bagian “Lost & Found”, menunggu kurang lebih 2 jam, dan setelah dicek ternyata sang koper tertinggal di Singapore! Oh My Goddd

.

Saya disarankan untuk pulang dan kembali esok hari. Untung saja di luar bandara sudah ada orang dari Qatar Foundation yang menjemput dan saya pun diantar ke apartemen untuk beristirahat. Keesokan harinya, saya kembali menuju airport dan koper saya sudah ada di sana dengan keadaan sehat wal afiat! Alhamdulillah… What a “memorable” experience!

.

Mengapa Memilih Qatar?

Saya percaya bahwa belajar itu tanpa batas tempat dan waktu. Belajar adalah sebuah proses berkesinambungan yang tidak berhenti dari saat kita melihat dunia ini hingga meninggalkannya. Belajar adalah kunci untuk mempelajari segala ilmu Allah SWT di dunia. Bukankah lima ayat pertama Al-Qur’an yang turun ke muka bumi ini adalah tentang kewajiban untuk belajar dan menggali segala ilmu pengetahuan dengan cara membaca?

.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96]: 1-5)

.

Membaca secara harfiah bukan hanya membaca Al-Qur’an saja, namun lebih jauh dari itu. Kita berkewajiban untuk ‘membaca’ alam semesta ini, ‘membaca’ kehidupan, ‘membaca’ sekitar kita, ‘membaca’ sebab akibat yang terjadi di bumi ini, ‘membaca’ pengetahuan, dan berbagai hal lainnya. Membaca merupakan kunci untuk membuka cakrawala  segala ilmu pengetahuan di muka bumi ini.

.

Saya percaya banyak sekali tempat di dunia ini untuk ‘membaca’ serta belajar, dan tiap negara memiliki spesialisasi khusus di bidangnya, misalkan Jepang yang terkenal dengan teknologinya atau Jerman yang maju dalam bidang industri. Jadi kalau ingin belajar teknologi ya ke Jepang dan jika ingin mahir di bidang industri ya belajar ke Jerman. Saya pun seperti itu saat memutuskan untuk memilih Qatar. Sebenarnya ada 2 alasan utama saya:

.

Pertama, jurusannya benar-benar cocok dengan apa yang saya inginkan, yaitu Islamic Finance (Ekonomi Syariah). Industri keuangan syariah saat ini sedang booming dan berkembang sangat pesat. Inilah satu-satunya sistem keuangan di dunia yang bisa bertahan dan berdiri kokoh menghadapi serangan krisis keuangan global, di saat sistem-sistem lain seperti Kapitalisme dan Liberalisme hancur berantakan.

.

Qatar menjadi tempat yang sangat tepat untuk belajar Islamic Finance karena negara-negara Timur Tengah (terutama Qatar, United Arab Emirates, Kuwait, dll) sekarang ini telah menjelma menjadi salah satu pusat keuangan ekonomi dunia selain China, dan bukan lagi Amerika Serikat atau Eropa. Indonesia sebagai negara dengan jumlah populasi muslim terbesar di dunia, harusnya mampu memainkan peran lebih besar dalam bidang ini dan mempunyai visi dan misi yang jelas untuk menjadi pusat keuangan syariah dunia.

.

Kedua, negara-negara Timur Tengah memiliki khazanah budaya yang kaya dan beragam, dan saya sangat tertarik untuk mengeskplor dan mempelajari lebih jauh tentang itu. Hidup di kawasan Timur Tengah, bertemu dan bergaul dengan penduduk lokal, mempelajari adat dan budaya mereka, akan membuat saya mengerti dan memahami tentang kekayaan budaya yang belum diketahui sebelumnya. Khazanah dan wawasan saya semakin luas dan akan melihat dunia ini dengan kacamata open-minded, dan bukan narrow-minded.

.

Doha Sebagai Ibukota

Pertama kali mendengar kata Qatar, yang pertama terbayang di benak saya adalah tentang salah satu negara arab yang kaya raya dengan sumber daya alam melimpah, gedung-gedung pencakar langit, mobil-mobil mewah berseliweran di jalanan, dan hal-hal lain yang sering saya baca dan lihat di media. Apalagi, menurut data IMF, Qatar adalah negara dengan pendapatan GDP tertinggi di dunia! Bisa dibayangkan betapa makmurnya negara tersebut.

.

Ternyata dugaan saya memang benar. Qatar dengan Doha sebagai ibu kota memang terbilang maju dan cukup modern. Di berbagai tempat, pembangunan besar-besaran terus dilakukan, baik itu gedung perkantoran, hotel, jembatan layang, mall maupun jalan-jalan baru. Bagi kaum hawa yang doyan belanja, mungkin Qatar bisa dijadikan salah satu destinasi untuk liburan selanjutnya. Begitu banyak mall-mall, dari yang paling biasa sampe yang paling mewah, semua ada di sini. Ada Villagio, The Pearl, Landmark, City Centre, dll.

.

Gedung-gedung pencakar langit dengan berbagai bentuk pun sudah banyak yang berdiri kokoh. Corniche merupakan kawasan yang paling dirawat dan dijadikan sebagai pusat dari kota Doha. Hampir semua gedung-gedung pencakar langit ada di sana, termasuk Istana Emir. Kalau di Indonesia, mungkin seperti di daerah Sudirman-Thamrin.

 

Corniche Area, Doha

Istana Emir Qatar

Twin zig zag building in Qatar

.

Namun yang saya suka dari Qatar adalah mereka tidak meninggalkan kebudayaan aslinya. Di tengah-tengah gedung bertingkat dan megah, kita masih bisa melihat bangunan-bangunan tua dan tradisional. Ada Souq Waqif, pasar tradisional terbesar di Qatar tempat berbelanja barang-barang dan makanan tradisional, serta souvenir-souvenir ala Timur Tengah. Ada juga Museum of Islamic Arts, sebuah museum modern tempat mempelajari sejarah peradaban Islam dan Timur Tengah. Arsitektur bangunannya unik, terlihat menarik dan tertata rapi.

 

Souq Waqif, one of my fave places

Gerbang Museum of Islamic Art

Tampak Luar Museum of Islamic Art

Di salah satu ruangan di Museum of Islamic Art

Museum of Islamic Art in the night view

.

Saya memimpikan Indonesia juga bisa untuk lebih membangun bangunan yang bersifat budaya dan jangan mall-mall terus yang dibangun.. Karena bangsa yang besar adalah bangsa yang rakyatnya mengenal sejarah dan kebudayaan mereka. Kalau mall-mall terus yang dibangun dan diperbanyak, generasi muda Indonesia nantinya akan menjadi generasi hedonis yang cuma kenal sama Zara, Topman, Mango, Apple, Orange, Banana, Watermelon, dan kawan-kawannya hehehe…

.

My Daily Life

Di sini saya mengambil S2 Islamic Finance di Qatar Faculty of Islamic Studies, Doha. Kampus saya berada di kawasan yang sangat megah dan besar bernama Education City Centre yang dimiliki oleh Qatar Foundation (QF). QF adalah organisasi yang dimiliki oleh Emir Qatar, His Highness Sheikh Hamad bin Khalifa Al-Thani, dan diketuai oleh istrinya Her Highness Sheikha Mozah bint Nasser Al Missned.

 

Visi dan misi QF adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan sumber daya manusia di Qatar dengan membangun sector pendidikan, riset serta memberdayakan komunitas. Demi mewujudkannya, QF mempunyai mega proyek ambisius dengan membangun kawasan pendidikan terpadu 500 hektar yang megah bernama Education City Centre.

.

Di dalamnya ada kampus saya dan juga sekitar 10 universitas top internasional juga membuka cabang kawasan ECC, seperti Georgetown University, Carnegie Mellon University, Qatar Faculty of Islamic Studies, Texas A&M University, Northwestern University, dll. Ada juga Qatar National Convention Centre, Al Jazeera Studio, Al-Shaqab Horse Ranch, Recreation Centre, Olympic Stadium, Library & Art Centre, Sidra Hospital, dll. Jadi ECC ini seperti negara di dalam negara.

.

Saya senang sekali bisa bersekolah disini karena bisa bertemu langsung dan diajarkan oleh orang-orang yang memang sangat ahli dalam bidang Islamic Finance. Bagi teman-teman yang juga dalam bidang Islamic Finance, pastinya tahu nama-nama seperti Prof. Monzer Kahf, Prof. Tariqullah Khan, Prof. Rodney Wilson, dll. Mereka adalah dedengkotnya Islamic Finance. Ada juga pakar-pakar di bidang syariah dan hukum Islam seperti (alm.) Prof. Mahmood Ghazi, Dr. Tariq Ramadhan, Dr. Jasser Auda, dsb. Coba aja meng-google nama-nama yang saya sebutkan di atas, dijamin ga akan selesai-selesai informasi yang diberikan (www.lebay.com).

Pintu gerbang Qatar Foundation

"Discover the world!"

Ada anak ilang depan kampus, kita angkut aja

Santai bareng Prof. Tariqullah Khan & Prof. Rodney Wilson

Suasana di salah satu kelas

Qatar Foundation Headquarter, tempat biasa ngadain acara

.

Tempat tinggal saya di kawasan Al-Sadd, sekitar 10 menit dari Corniche. Lokasinya strategis, kemana-mana mudah, dan di tengah kota. Beasiswa yang diberikan oleh Emir Qatar sudah mencakup semuanya (apartemen, transportasi, air, listrik, internet, buku, dan juga uang bulanan yang sangat lebih dari cukup). Jadi ibaratnya saya kesini cuma bawa badan aja udah cukup hehehe…

.

Saya biasa menghabiskan weekend di kamar karena banyak hal yang bisa dikerjakan saat berada di kamar dan saya merasa lebih produktif, termasuk produktif dalam tidur dan makan hehehe.. Tapi kadang-kadang ya keluar juga kalo emang udah bosen. Biasanya saya pergi keluar untuk cari makan atau sekedar nongkrong-nongkrong bareng temen-temen, atau mungkin nonton bola atau tenis, atau muter-muter sekitar Corniche dan The Pearl, atau minum kopi dan nyisha di Souq Waqif, dsb. Berikut beberapa aktivitas saya saat weekend…

 

Makan bareng housemate, Yusuf (Nigeria) & Tawfique (Bangladesh)

Nonton The Beatles KW1 di jalanan

Nongkrong di Chocolate Bar

Nonton WTA Tour Championship

Jalan-jalan di The Pearl, the artificial island in Qatar

 

Nyari barang-barang unik ala Timur Tengah di Souq Waqif

.

PPIQ

Bagi teman-teman yang tinggal di luar negeri, pasti sudah tidak asing lagi dengan singkatan PPI, yaitu Persatuan Pelajar Indonesia. Biasanya tinggal belakangnya aja ditambahin huruf yang berbeda sesuai dengan nama depan negaranya. Kalau waktu saya dulu di Malaysia bernama PPIM (Persatuan Pelajar Indonesia Malaysia). Kalau di Australia namanya PPIA (Persatuan Pelajar Indonesia Australia), di Singapore singkatannya PPIS (Persatuan Pelajar Indonesia Singapore), dll. Di Qatar pun kita punya yang namanya PPIQ!

 

Tapi tunggu dulu, singkatan PPIQ ini bukan “Persatuan Pelajar Indonesia Qatar”, karena pelajar Indonesia di Qatar ini tidak terlalu banyak. Kalaupun ada, biasanya mereka sekolah disini karena ikut orang tuanya yang bekerja di Qatar. Kebanyakan orang Indonesia di Qatar adalah bekerja sebagai professional (ekspatriat). Makanya, singkatan PPIQ kami adalah “Pengajian Pemuda Indonesia Qatar”. Yes, pengajian! karena itulah hobi kami hehehe..

 

PPIQ sudah seperti keluarga kedua selama berada di Qatar. Terdiri dari berbagai macam manusia dari berbagai macam perusahaan di Qatar (Qatar Petroleum, Qatar Gas, RasGas, dll). Ciri khasnya adalah kekeluargaan, kompak, dan cukup sering konyol hehehe… Beberapa pentolan PPIQ sekarang sudah pada pulang kampung, tapi tidak masalah, karena seperti kata pepatah, mati satu tumbuh seribu. Satu orang pergi, makin banyak lagi yang datang dan meramaikan forum pengajian PPIQ.

Mengaji adalah hobi kami

Makan pun juga hobi kami

My second family in Doha

.

Lahirnya Notes From Qatar

Notes From Qatar adalah kumpulan pengalaman dan catatan ringan yang pertama kali saya tulis di blog (www.muhammadassad.wordpress.com) pada bulan November 2009, atau sekitar setahun yang lalu. Tulisan pertama yang saya tulis adalah tentang pengalaman mendapatkan tiket VVIP gratis untuk menonton pertandingan sepakbola Brazil vs England. Respon dari teman-teman dan pembaca sangat baik, ada sekitar 30 comments.

 

Notes From Qatar saya tulis dengan gaya bahasa yang ringan, santai dan pembahasan yang praktis serta mudah dipahami sehingga bisa dibaca oleh semua kalangan, tua maupun muda. Selain itu, ciri khas utamanya adalah saya selalu memasukkan ayat-ayat Al-Quran atau hadits dalam setiap tulisan dan menghubungkan dengan pengalaman atau masalah yang sedang ditulis.

 

Tujuannya adalah ingin menyampaikan kepada para pembaca bahwa Islam bukan hanya sekedar agama yang hanya bisa ditemui di masjid atau sekolah. Tapi Islam adalah the way of life yang berfungsi sebagai petunjuk paling komplit dan lengkap yang mengatur seluruh aspek kehidupan manusia. Dari mulai tata cara ibadah hingga masalah menikah, dari merokok hingga mentato, semua sudah diatur dalam Islam.

 

Meskipun terdapat ayat-ayat Al-Quran dan hadits, bukan berarti buku ini hanya eksklusif ditujukan untuk pembaca muslim. Banyak para pembaca dan teman-teman saya yang non-muslim juga menjadi pembaca setia Notes From Qatar. Hal ini karena nilai-nilai yang diajarkan Islam bersifat universal dan berlaku untuk seluruh umat manusia. Rahmatan lil ‘aalamiin.

 

Nabi Muhammad saw pernah mengatakan bahwa sebaik-baik manusia ialah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Begitu juga cita-cita saya yang ingin memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi manusia, dan buku ini adalah sedikit sumbangan yang bisa saya berikan, terutama kepada generasi muda Indonesia yang akan memimpin bangsa ini ke depannya.

 

Sekarang, sudah setahun lebih saya menulis Notes From Qatar, dan menurut data statistik WordPress, blog ini sudah dikunjungi sekitar 116,000 orang dalam waktu kurang lebih setahun.  I am so happy! Semoga blog ini akan terus memberikan manfaat bagi teman-teman dan pembaca sekalian. Dan lastly, bagi yang ingin tahu dimana saya biasa menulis NFQ setiap Jumat, di sinilah tempatnya…. di salah satu sudut kamar saya yang saya namakan “NFQ Corner”! :)

 

"NFQ Corner" in my room

.

Kurang lebih seperti ini yang bisa saya share tentang pengalaman selama setahun di Qatar. Semoga bisa memberikan manfaat bagi teman-teman semua. Mohon doanya juga buku Notes From Qatar sudah akan memasuki masa produksi minggu depan. Insha Allah jika semua lancar dan Allah menghendaki, pada pertengahan Bulan Januari akan launching di tempat yang asik pokonya dan buku sudah bisa didapatkan di toko-toko buku kesayangan anda hehehe.. Nanti info launchingnya akan saya posting di blog ini biar semuanya bisa datang…. dannnn… jangan lupa untuk memborong bukunya ya!! :)

.

Warm regards,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,187 other followers