Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2010

10 Reasons Why People Fail

Assalaamu’alaykum… #notesfromQatar is back! Yak, setelah 2 minggu tidak muncul dan sudah banyak desakan dari sana sini untuk menulis #NFQ (www.lebay.com), akhirnya hari ini saya kembali menulis dari Doha. Minggu lalu saya balik ke Indonesia kurang lebih selama 9 hari. Mungkin karena terlalu senang bisa balik ke tanah air tercinta, jadi ga sempet nulis #NFQ hehe…

.

Sewaktu saya balik ke Indonesia, di tengah waktu yang begitu singkat, saya selalu berusaha untuk menyempatkan diri bertemu dengan teman-teman dan sahabat-sahabat saya, meskipun tidak setiap hari juga dan hanya beberapa jam saja. Tujuannya tentu bersilaturahmi dan ingin mengetahui bagaimana kondisi mereka. Saya melihat ada beberapa yang semakin sukses dalam hidupnya, dan ada juga yang hanya jalan di tempat, kalau tidak bisa dibilang gagal.

.

Saya kemudian jadi berpikir, kenapa ada orang sukses dan gagal di dunia ini? Dan kenapa, di Indonesia ini lebih banyak orang yang gagal dibanding yang sukses? Lho, indikatornya darimana? Mudah saja, coba cek angka statistik kemiskinan di negara kita tercinta ini. Lebih dari setengah rakyat Indonesia hidup di bawah garis kemiskinan, dengan penghasilan kurang dari US$ 2 per hari atau sekitar Rp 18.000 (data IMF). Can you imagine, how can we live in a day with only Rp 18.000 in a pocket??

.

Memang benar bahwa kesuksesan tidak selamanya diukur dari materi. Tapi, kalau untuk mencukupi kebutuhan dasarnya saja (sandang, pangan, papan) tidak mampu, bagaimana mungkin seseorang bisa melakukan hal lain? Idealnya adalah, kita bisa memenuhi isi perut terlebih dahulu baru setelah itu banyak hal bisa dilakukan karena energi tercukupi. Saya sendiri aja kalo perut lagi laper jadi susah mikir dan otak ga bekerja sempurna hehee.. Jadi sangat berpengaruh sekali bagi seseorang untuk bisa memenuhi kebutuhan dasar untuk mencapai kesejahteraan.

.

Uang memang bukan segalanya, tapi dengan uang banyak hal dan kebaikan yang bisa kita lakukan untuk Ummah. Bukankah alasan utama keterpurukan kaum muslim di dunia ini adalah karena kemiskinan? Islam pun menganjurkan umatnya untuk meraih kesuksesan dan kekayaan karena kemiskinan itu dekat dengan kekufuran, dan kekufuran semakin mendekatkan seseorang kepada api neraka. Makanya Sayyidina Ali bin Abi Thalib pernah mengatakan, “jika kemiskinan itu berwujud manusia, maka aku yang akan membunuhnya pertama kali!”

.

Hal ini menegaskan bahwa Islam tidak mengajarkan kemiskinan, namun menganjurkan dengan sangat umatnya untuk menjadi orang yang kaya dan nantinya kekayaan tersebut digunakan sebaik-baiknya untuk kepentingan umat. Dan tanggung jawab kita-lah yang harus membuat diri kita menjadi kaya, bukan orang lain. Seperti yang pernah dibilang Donald Trump, “Kalau anda terlahir miskin, itu bukan salah anda. Tapi kalau anda mati miskin, itu salah anda!”

.

Kembali ke laptop, saya kemudian coba untuk mengamati kenapa banyak orang yang gagal. Tentunya banyak alasannya, tapi saya akan coba merangkumnya dalam 10 poin saja. Well, here it is guys! 10 reasons why people fail!

.

1. Memiliki keyakinan yang sangat mendalam bahwa sukses itu sulit. These are the people with corrupted mind set. Dari awal mereka sudah berpikiran kalo sukses itu susah. Jadi seperti prajurit yang akan dikirim ke medan peperangan, tapi sebelum perang dimulai mereka balik badan dan nyerah duluan karena ngeper dengan kekuatan lawan. Lha, piye iki?? Hehehe.. Tipe orang-orang ini percaya bahwa mereka yang sukses itu ya karena memang sudah takdirnya sukses. Jadi kalo ga sukses ya emang nasibnya jadi orang miskin. Padahal, sukses itu bukan berdasarkan takdir, tapi tergantung kepada kita mau atau tidak. Success is a choice, not destiny!

.

Menariknya, jika orang-orang sudah memiliki anggapan bahwa sukses itu sulit maka akan sangat berbahaya sekali karena bisa jadi yang mereka yakini itu benar-benar kejadian. Orang yang beranggapan pasti bisa sukses maka dia Insha Allah akan sukses, dan orang yang berpikiran bahwa sukses itu susah maka ya mereka ga akan pernah sukses.

.

Allah pun sudah menerangkan di dalam Hadits Qudsi, “Aku selalu menurutkan sangkaan hamba-Ku. Jika ia berbaik sangka kepada-Ku (berpikir positif), maka ia akan mendapatkan dari apa yang disangkakan. Dan jika ia berburuk sangka kepada-Ku (berpikir negatif), maka ia akan mendapatkan apa yang disangkakannya tersebut.”

.

Ini adalah cara berpikir positif yang diajarkan oleh Islam, yaitu husnudzan atau berbaik sangka kepada Allah, lawannya adalah su’udzan atau berburuk sangka. Konsep yang diajarkan oleh Islam ini kemudian ditiru dan diajarkan kembali oleh Barat dengan konsep Positive Thinking mereka, dan kita terkadang lebih percaya dengan apa yang diajarkan oleh kaum Barat. Padahal sebenarnya, semua itu sudah diajarkan oleh Islam ribuan tahun yang lalu.

.

2. Tidak mempunyai tujuan yang jelas dalam hidup. Tujuan atau goal adalah hal terpenting yang harus dimiliki setiap orang dalam menjalani kehidupan ini. Seperti sebuah perusahaan yang harus memiliki visi dan misi yang jelas untuk tetap bertahan dan terus berkembang, begitu juga dengan manusia. Jika kita tidak tahu apa tujuan kita hidup di dunia ini, lalu apa yang akan menjadi pembakar semangat kita untuk meraih cita-cita?

.

Ibaratnya seperti sebuah team sepakbola yang akan bertanding. Tentunya mereka harus mengetahui dimana letak posisi gawang sehingga tahu kemana bola akan dimasukkan. Jadi, bagaimana mungkin mereka bisa memasukkan bola kalo mereka sendiri ga tau dimana letak gawangnya? Lebih parah lagi, kalau ternyata bukan gawang lawan yang dibobol, tapi gawang kita sendiri yang kebobolan hahaha…

.

Orang-orang yang tidak mempunyai tujuan hidup mungkin dalam pikiran mereka adalah hanya menghabiskan jatah umur yang diberikan, tanpa melakukan hal-hal yang bermanfaat. Dalam pikiran mereka mungkin, “yahh.. kalo bisa sukses ya sukur, ga juga yaudah terima aja..” hehehe

.

3. Tidak bisa mengatur waktu dan mendahulukan prioritas. Orang-orang ini banyak menghabiskan waktu hanya untuk bersenang-senang dan hal-hal yang tidak berguna. Waktunya tiap hari habis tanpa punya target jelas apa yang sudah dilakukan dan belum. Ada juga orang yang sebenarnya sudah punya rencana apa saja yang ingin dikerjakan, tapi tidak pernah sempat dikerjakan karena ternyata godaan untuk bersenang-senang lebih menggiurkan dibanding mengerjakan prioritas yang sudah direncanakan itu.

.

Dalam buku First Things First karya Stephen Covey, dijelaskan mengenai pendekatan manajemen waktu (time management), dimana orang-orang yang memiliki manajemen waktu yang tepat akan menjadikannya sebagai kebiasaan, dan selanjutnya akan menciptakan efektivitas dan efisiensi dalam mengerjakan aktivitas. Covey menegaskan untuk memprioritaskan pekerjaan yang memiliki tujuan jangka panjang dan mengorbankan pekerjaan yang tidak memberikan hasil signifikan untuk masa depan.

.

Waktu memang merupakan elemen yang sangat penting karena tidak akan pernah kembali. Makanya mengapa Allah memperingatkan kita untuk bisa dengan benar memanfaatkan waktu jika tidak ingin menjadi orang yang merugi. “Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shalih, dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya mentaati kesabaran.” (QS. Al-‘Ashr [103]: 1-3)

.

4. Berteman dengan teman-teman yang salah. Teman, tidak dipungkiri memiliki peran yang besar dalam kehidupan seseorang. Jika kita bergaul dengan orang-orang yang benar, berada di lingkungan yang memancarkan aura positif, dan sama-sama mendukung untuk kebaikan, maka bersyukurlah karena kemungkinan untuk sukses bersama-sama besar. Teman yang baik akan saling mendukung dalam hal kebaikan untuk meraih kesuksesan.

 

Tapi jika kita bergaul dengan orang-orang yang salah, berada di lingkungan yang selalu berpikir negatif, dan tidak ada keinginan untuk maju, maka berhati-hati lah, karena kemungkinan untuk sukses mendekati NOL. Jadi sebaiknya segera keluar dari lingkungan itu dan bergaullah dengan orang-orang sukses yang selalu bisa memberikan aura positif dan semangat.

.

Jangan takut untuk kehilangan teman di saat mengejar cita-cita, karena di saat kita sukses nanti, maka teman-teman, baik yang lama ataupun baru, akan datang dengan sendirinya. Friends are important, but our future is much more important!

.

5. Mudah putus asa saat menemui hambatan. Ini adalah tipe orang-orang yang langsung menyerah saat menghadapi masalah dan keok saat terhadang tembok. Orang-orang ini tidak ada komitmen untuk sukses. Masalah itu satu paket dengan solusi, dengan catatan: tidak mudah menyerah! Di dalam Al-Qur’an pun sudah dijelaskan, “Maka sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan. Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah [94]: 5-6)

.

Orang-orang yang tidak mudah putus asa adalah mereka yang memiliki kecerdasan yang bernama Adversity Quotient. Kecerdasan ini diperoleh setelah seseorang melewati tantangan dan kesusahan dalam hidupnya, dan mereka berhasil bertahan dan mampu mengatasi segala tantangan dan kesusahan hidup tersebut. Setiap orang yang sukses di dunia ini PASTI mereka pernah mengalami jatuh bangun dalam hidupnya.

.

Hal yang membedakan orang-orang yang sukses dengan yang gagal adalah, orang-orang sukses menjadikan tantangan dan kesulitan yang dialami sebagai batu pijakan untuk dapat meloncat lebih tinggi lagi. Orang-orang yang sukses adalah mereka yang dapat merubah segala rintangan, tantangan dan hambatan dalam hidupnya menjadi sebuah kesempatan besar untuk meraih kesuksesan.

 

Allah berfirman, “..Dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir.” (QS. Yusuf [12]: 87). Di dalam ayat yang lain Allah berfirman, “Jangan Bersedih sesungguhnya Allah bersama kita.” (QS. At-Taubah [9]: 40)” Jadi, kenapa kita harus sedih dan putus asa dari rahmat-Nya, jika Allah selalu ada bersama kita? Jangan menyerah, ayo bangkit dan coba lagi!

.

6. Malas, tidak mau kerja keras dan ingin jalan pintas. Kalau orang-orang model ini sih ya udah pastiakan sulit untuk berhasil. Tidak ada yang gratis di dunia ini, bahkan ke WC umum pun udah bayar bro! hehe.. Orang-orang seperti ini tidak ingin berkutat dengan proses karena langsung mau hasil yang cepat. Short-cut minded. Padahal, mengalami proses adalah syarat mutlak untuk meraih kesuksesan.

.

Dengan mengalami proses langsung kita jadi belajar mana yang sudah baik dan mana yang belum baik. Tapi sayangnya, kita sering tidak sabar dan terkadang ingin hasil yang instan dalam meraih kesuksesan. Berbagai bentuk penyimpangan sosial yang kerap terjadi di negara kita akhir-akhir ini, seperti korupsi yang merajalela, sudah cukup jelas menandakan bahwa sebagian besar masyarakat sudah mulai jenuh terhadap proses dan ingin hasil yang instan dalam meraih kesuksesan.

.

Ingat, tidak ada yang instan kecuali pop mie! :)

.

7. Tidak ada tindakan untuk mencapai tujuan. Pernah denger istilah NATO? ini bukan North Atlantic Treaty Organization ya, tapi NATO disini adalah No Action Talk Only, hehe.. Orang-orang ini punya beribu macam rencana di otaknya, tapi tidak ada satupun yang dikerjakan. Ya gimana bisa berhasil? Only full of plan but zero action.

.

Tidak mungkin ada hasil tanpa usaha, dan tidak mungkin ada perubahan yang lebih baik tanpa suatu tindakan awal untuk memulai. Allah pun sudah mengatakannya dalam Al-Qur’an, “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum sampai mereka sendiri yang mau untuk merubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.” (QS. Ar-Ra’du [13]: 11)

.

8. Senang mencari alasan / excuse atas kegagalan yang didapat. Ini juga udah jelas nih, gausa dibahas panjang-panjang. Orang-orang yang hanya senang mencari alasan atau excuse atas kegagalannya sudah pasti akan menjadi orang yang terus gagal. Mengapa? Ya karena mereka akan merasa tidak pernah salah, dan kegagalan mereka itu bukan karena dirinya, tapi karena faktor A, B, C, D, dst.. Fail!

.

9. Kurang up-to-date dengan perkembangan zaman. Dunia berputar begitu cepat, perubahan terjadi dengan sangat cepat. Orang-orang yang tidak bisa mengikuti perkembangan zaman akan dikalahkan oleh para pesaing. Jarang membaca berita terbaru baik di Koran ataupun majalah akan menyebabkan kita kalah dan tidak mampu bersaing dengan kompetitor. Apapun pekerjaan kita, baik sebagai seorang dokter, insinyur, pengusaha, artis, dll, kita harus tanggap terhadap perkembangan zaman jika ingin meraih kesuksesan.

.

10. Berhenti belajar karena menganggap sudah paling hebat dan berada di posisi puncak. Manusia sejatinya adalah seorang pembelajar, makanya mengapa Rasulullah saw pernah bersabda, “Tuntutlah ilmu sejak dari buaian (rahim Ibu) hingga ke liang lahat”.

.

Sebagai manusia, kita bukanlah sosok yang sempurna, maka dari itu tugas kita untuk menggali lebih dalam ilmu-ilmu Allah yang betebaran di muka bumi ini. Makanya mengapa, ayat pertama dari Al-Qur’an yang turun kepada Nabi Muhammad adalah perintah membaca atau Iqra’. Menuntut ilmu menjadi prioritas dalam Islam dan tidak ada klarifikasi gender, tua-muda, cantik-jelek, imut-ga imut, dll.. Pokonya semua bisa menuntut ilmu!

.

Orang yang berhenti belajar maka pada saat itu dia harus siap menerima kegagalan, karena hidup manusia kan seperti roda, ada saatnya kita di bawah dan ada saatnya kita di atas. Saat kita di bawah, maka belajar dan berusahalah sekuat mungkin agar bisa naik ke atas, dan pada saat kita di atas, maka teruslah belajar agar terus meningkatkan apa yang telah kita raih. Bukankah mempertahankan lebih sulit dibanding mendapatkan?

.

Bagaimana, sudah dibaca 10 list tentang mengapa orang-orang gagal? Apa kita masih ada di dalam list? Saya pun rasanya masih ada di daftar itu hehehe.. Satu yang perlu diketahui bahwa kegagalan adalah hal yang normal dan setiap orang pasti pernah mengalami kegagalan. Hidup saya pun kalau dipikir-pikir juga sudah banyak gagalnya hehe..

.

Cuma ibarat mau berperang, kita harus tahu dulu hal-hal apa yang akan buat kita kalah. Jadi kalau kita sudah mempersiapkan diri sebaik mungkin untuk menghindari kemungkinan-kemungkinan kekalahan, maka kalau kita tetap kalah (gagal) ya itu memang sudah hasil terbaik yang diberikan Allah. Selanjutnya ya bangun dari kekalahan dan mencoba lebih baik lagi. Gagal sekali, bangun lagi. Jatoh yang ke-dua kali, bangun lagi. Jatoh lagi, bangun lagi, dst. Fall seven times, stand up eight!

 

Sekian #notesfromQatar hari ini. Semoga kita semua sukses di dunia dan akhirat amiiiiiinnn :)

 

Warm regards,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar adalah  tulisan yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari beserta solusinya. #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai dan mudah dimengerti. Dengan semangat berbagi, saya ingin mengajak semua yang membaca ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

Read Full Post »

Success With Values

Good morning #NFQ-ers! Semoga selalu sehat dan dalam lindungan Allah SWT ya! Saya mengetik ini masih agak ngantuk karena di Qatar sekarang udah mau masuk winter, jadi udah dingin-dingin empuk hehe.. Okey, topic #notesfromQatar kali ini adalah tentang makna kesuksesan! Pastinya kita semua mau sukses kan? Tentu! Saya pun demikian :)

.

Sebelum berbicara tentang kesuksesan, kita harus memahami betul apa tujuan hidup kita dan bagaimana kita memaknai hidup itu sendiri. Apa tujuan kita hidup di dunia ini? Saya membaginya menjadi dua pilihan. Pilihan pertama, kita ya hidup ala kadarnya saja, menjalani kehidupan tanpa tau arah dan tujuannya, dan meninggalkan dunia tanpa jejak sedikitpun bagi orang-orang di sekitar.

.

Pilihan kedua, hidup yang sekali ini digunakan sebaik mungkin, kita tinggalkan banyak jejak kebaikan bagi sekitar, dan pada saat meninggal nanti kita akan tersenyum sedangkan orang-orang di sekitar menangis karena kehilangan. Jika pilihan pertama yang diinginkan maka mudah saja, hidup secara apa adanya aja, ga repot. Namun jika pilihan kedua yang diinginkan, maka kita harus mengetahui caranya, karena ini tidak semudah pilihan pertama.

.

Caranya adalah dengan mengetahui dengan persis apa tujuan kita hidup di dunia. Tujuan utama (the ultimate goal) manusia dalam hidup ini adalah mendapatkan kemenangan atau kebaikan di dunia dan akhirat. Makanya kenapa kita sering berdoa dari Surat Al-Baqarah ayat ke 201, “Rabbanaa aatinaa fiddunyaa hasanah wa fil aakhirati hasanah wa qinaa ‘adzaa bannaar.”

.

Artinya, “Ya Tuhan kami, berilah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat dan peliharalah kami dari siksa neraka.” Inilah makna kesuksesan yang sesungguhnya bagi manusia, yaitu selamat di dunia, selamat di akhirat, dan terbebas dari api neraka.

.

Setelah itu, kita harus tahu apa arti kehidupan ini. Ternyata, arti kehidupan ini sesungguhnya ialah beribadah kepada Sang Maha Pencipta. Keberadaan kita di dunia ini tiada lain adalah sebagai khalifah untuk mengabdi dan beribadah kepada-Nya. Hal ini berdasarkan firman Allah SWT, “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (QS. Adz-Dzariyat (51) : 56).

.

Ibadah di sini bermakna luas dan bukan hanya untuk shalat, puasa, zakat, dan haji saja. Namun, mencakup seluruh aspek kehidupan kita seperti dalam hal pekerjaan, pernikahan, perdagangan, dll. Jadi, sekarang kita sudah paham kan? Bahwa arti dan tujuan kita hidup di dunia ini adalah untuk beribadah kepada Allah SWT dengan tujuan mencapai kesuksesan di dunia dan akhirat. These are what human beings aim to reach.

.

Makna Kesuksesan

Kita pasti sering mendengar kalimat seperti “Si A sangat sukses dalam hidupnya” atau “Si B ini sukses banget lho sekarang!” Lalu apa sesungguhnya definisi mengenai kesuksesan? Masyarakat Indonesia umumnya mendefinisikan kesuksesan berbanding lurus dengan hal-hal yang berhubungan dengan materi: gaji yang besar, mobil yang banyak, rumah yang mewah, jabatan yang tinggi, dst. Ketika ada orang-orang yang mencapai hal ini, maka langsung dikalungi label “SUKSES”!

.

Hal ini tentu ada benarnya, namun tidak 100% tepat. Menurut saya pribadi bagaimana orang-orang meraih kesuksesan itu yang lebih utama. Apakah mereka benar-benar sukses karena hasil kerja kerasnya secara jujur, atau dengan cara mencuri uang rakyat, menzolimi orang lain, dan berkorupsi? Tapi sekarang sepertinya kita sudah tidak peduli lagi dengan hal-hal seperti itu, yang penting bagi masyarakat kita adalah yang terlihat kasat masa aja seperti rumah besar, mobil banyak dan harta berlimpah.

.

Jika memang ini yang terjadi, maka akan gawat sekali karena manusia dengan keserakahannya akan berlomba-lomba untuk sukses dengan menghalalkan segala cara, sikat sana sikat sini, hantam sana hantam sini. Ini bukanlah tujuan kesuksesan yang utama, karena mungkin saja kita bisa hidup di dunia ini “sukses” dengan penghalalan berbagai cara tersebut, namun ingat, di akhirat nanti kita jelas tidak akan sukses. Segala pebuatan kita, sekecil apapun, baik maupun buruk, akan ada balasannya.

.

Kita juga harus sadar bahwa kehidupan di dunia ini hanya sementara dan kehidupan di akhirat-lah yang kekal selamanya. Allah SWT telah mengingatkan, “..Dan tiadalah kehidupan ini selain dari main-main dan senda gurau belaka. Dan sungguh kampung akhirat itu lebih baik bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-An’am (6) : 32)

.

Man of Value

Sekarang kita sudah paham bahwa kehidupan bukan hanya di dunia, namun akan ada kehidupan lain yang lebih kekal setelahnya, yaitu kampung akhirat. Kehidupan kita yang sangat singkat di dunia ini sangat mempengaruhi kehidupan kekal kita di akhirat nanti. Sehingga, menjadi sukses dalam jangka pendek saja tidak cukup, melainkan harus dalam jangka yang panjang. Untuk itu, menjadi hal yang sangat penting bagaimana cara kita meraih kesuksesan tersebut.

 

Saya percaya bahwa ada hal-hal penting yang harus kita pegang dalam meraih kesuksesan, yaitu “value” atau nilai-nilai kehidupan. Ini yang saya sebut seperti judul tulisan ini, success with values. Makanya kenapa om saya si Albert Einstein pernah mengatakan, “Try not to become a man of success, but rather try to become a man of value.”

 

Yes, that’s it! V-A-L-U-E. “Nilai” adalah hal yang sangat penting namun sering kita lupakan. Value yang kita pegang ini menentukan bagaimana kesuksesan kita di dunia dan akhirat nanti. Saya melihat “value” yang harus kita miliki dalam meraih kesuksesan ada dalam dua bentuk.

 

Pertama, “value” yang berarti memegang nilai-nilai prinsip dalam membangun kesuksesan. Setiap orang pastinya mempunyai prinsip hidup, dan saya sangat yakin segala prinsip itu adalah hal-hal yang baik, seperti prinsip kejujuran, keikhlasan, pantang menyerah, tolong menolong, dsb. Kalau dalam perusahaan, pastinya ada yang namanya core values atau nilai-nilai dasar yang harus ada dalam setiap karyawan di perusahaan tersebut. These are the values that I mean.

.

Cara meraih kesuksesan itu sama pentingnya dengan kesuksesan itu sendiri. Jangan sampai kita menghalalkan segala cara untuk meraih kesuksesan. Untuk itu, makna sukses harus lebih jauh dari itu, yaitu apabila kita mampu sukses dengan nilai-nilai yang kita pegang. Karena kalau sukses hanya diukur berdasarkan materi, maka itu tidak akan pernah habis. Apalagi, manusia seperti kita ini memang diciptakan sebagai makhluk yang tidak pernah puasssss hehe…

.

Ya contoh mudahnya seperti ini aja. Sekarang kita ga punya mobil, pasti dalam hati pikirannya, “pengen banget punya mobil nih, mau second hand atau third hand jg gpp deh!” Setelah sudah punya mobil 1, pikirannya beda lagi, “kalau punya 2 mobil enak kali ya, bisa gonta-ganti tiap hari” Terus udah punya 2 mobil, beda lagi pikirannya, “Enak juga nih kalo punya mobil 3!” Dst.

 

Jika memang kita bisa terus menerus menambah mobil sesuai keinginan, maka mungkin saja kita akan dicap sebagai orang yang sukses. Namun, mau sampai kapan? Jika kesuksesan diukur hanya dari materi maka kita akan berada di bawah tekanan yang sangat besar karena harus terus menerus mencapainya. Pasti akan ada satu titik dimana kemampuan kita terbatas dan tidak mampu lagi menambah mobil. Pada titik inilah, maka kita akan menganggap diri sendiri sebagai orang yang tidak sukses, gagal, menjadi pecundang, stress berat, lalu minum baygon, tambahin oli dikit, dan akhirnya wassalam! hehehe…

 

Makanya saya memberikan arti kesuksesan yang pertama adalah saat kita bisa berhasil meraih kesuksesan dengan berdasarkan kepada nilai-nilai yang kita pegang teguh. Jika kita mendefinisikan sukses dengan cara ini, itu membuat hidup jauh lebih mudah, atau bahasa kerennya “membuat hidup menjadi lebih hidup!”, Karena dalam setiap saat, kita dapat bertindak berdasarkan nilai-nilai kita, meskipun tujuan kita tidak tercapai.

.

Misalkan seorang pengusaha yang memegang teguh nilai-nilai kejujuran dalam menjalankan usahanya. Prinsipnya adalah, kesuksesan yang diraih harus dengan semangat kerja keras, kejujuran, dan tidak boleh menzolimi kompetitor. Karena memegang prinsip ini, akhirnya pengusaha ini kalah dalam proses tender. Kalau kita melihat secara kasat mata memang kalah, tapi sebenarnya dia sudah sukses karena menggunakan nilai-nilai yang dia yakini dalam berbisnis. Proses menuju kesuksesan sama penting dengan hasil yang diraih.

.

Contoh nyatanya adalah Martin Luther King, seorang warga negara Amerika kulit hitam yang berjuang tanpa lelah dengan nilai-nilai yang dia pegang teguh untuk mendapatkan persamaan hak yang sama bagi warga kulit hitam di Amerika. Dia terus berjuang dan di saat kematiannya, bisa dibilang dia belum berhasil mencapai tujuannya. Tapi namanya tetap harum hingga sekarang dan kita masih mengingat, mengagumi serta menghormatinya. Mengapa itu bisa terjadi? Karena dia berjuang dengan nilai-nilai prinsipnya yang tetap dikenang.

.

Kedua, makna dari “value” adalah nilai yang ada dalam diri kita sendiri, dan itu tidak bisa digantikan oleh siapapun. Setiap orang mempunyai nilai masing-masing, yang dengan “nilai” itu dia bisa memberikan manfaat bagi orang lain. Rasulullah pernah bersabda, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain.” Inilah “value” yang harus dimiliki oleh setiap orang.

.

Untuk lebih mudahnya memahami tentang ini, saya ada cerita menarik. Alkisah, ada seorang profesor di salah satu universitas di Timur Tengah. Saat memasuki kelas, sang profesor memegang dua pecahan mata uang, 50 QR di tangan kanan dan 100 QR di tangan kiri. Kemudian dia bertanya kepada murid-muridnya, “Berapa nilai uang di tangan kanan saya?” Murid-murid menjawab, “100 QR Pak Professooorr.” Lalu dia bertanya: “Berapa nilai dari uang di tangan kiri saya?” Kembali para murid menjawab: “50 QR Pak Professoor!”

.

Kemudian profesor meremas kedua uang kertas tersebut hingga lecek, lalu ditanyakan kembali kepada murid-muridnya. “Berapa nilai uang di tangan kanan saya?” Murid-murid pun kembali menjawab dengan jawaban yang sama: “50 QR Profff!” Sang professor melanjutkan: “Dan nilai mata uang di tangan kiri saya?” Tidak cukup hanya meremas, sang professor sekarang membuang uang tadi ke lantai dan diinjak-injak sampai kotor hingga uang tersebut kusut dan terlihat cetakan sepatu sang professor di pecahan mata uang tersebut.

.

Lalu, diangkat kembali uang tersebut dan ditanyakan kembali ke murid-muridnya, “Berapa nilai dari kedua mata uang ini?” Dijawab kembali oleh para muridnya: “Tetap Prooff, 50 QR di tangan kiri dan 100 QR di tangan kanan. Murid-murid makin bingung, ini profesor lagi sakit apa gimana ya kok nanyanya aneh bener. Salah satu mahasiswa yang bingung bertanya apa maksud dari semua ini.

.

Sang profesor lalu kemudian menjelaskan bahwa maksud dari semua ini adalah setiap mata uang memiliki nilainya tersendiri. Uang pecahan 100 QR tidak akan mungkin berubah menjadi 50 QR atau 10 QR meskipun uang tersebut kusut, lecek dan kotor.

.

Begitupun juga dengan manusia, “nilai” setiap orang berbeda dan kita lah yang bertanggung jawab untuk menentukan nilai kita sendiri, bukan orang tua ataupun guru kita. Bagaimana cara kita memberikan “nilai” kepada diri sendiri? Ya tentunya dengan cara belajar lebih giat, bekerja lebih keras, dan berdoa lebih kencang! Walk the talk! Do action! Setelah nanti kita memiliki “nilai”, maka tunggu saja reward yang akan kita dapatkan.

 

Contoh mudahnya, misalkan berjejer 3 pengacara nih, si Poltak, Poltek dan Poltok. Profesi sama namun yang pasti nilai dari tiap pengacara itu akan berbeda. Poltak bertarif konsultasi 1 juta per jam, Poltek B bertarif 10 juta per jam, dan Poltok bertarif 100 juta per jam! Mengapa bisa berbeda seperti itu? Ya karena nilai dari tiap pengacara itu berbeda dan si Poltok lebih memiliki banyak pengalaman dan ilmu pengetahuan, dan penghargaan dalam bentuk bayaran mahal itu akan datang dengan sendirinya.

.

Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT bahwa Dia akan mengangkat orang-orang yang beriman dan berilmu di antara kita, “Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. dan Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Mujaadalah [58] : 11).

.

Sekian tulisan #notesfromQatar hari ini. Semoga kita menjadi orang-orang yang sukses dengan nilai-nilai yang dipegang teguh dan kita bisa memberikan manfaat bagi orang banyak. Dan akhirnya, tujuan utama kita semua agar menjadi orang yang sukses di dunia dan akhirat, serta selamat dari siksa api neraaka akan terwujud. Amiiiin

.

Value yourself and the world will value you with its own way! :)

.

Best Regards,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar adalah  kumpulan tulisan penyemangat yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai  suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai, mudah dimengerti dantidak berusaha untuk menggurui. Dengan semangat berbagi, saya ingin mengajak semua yang membaca ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,189 other followers