Feeds:
Posts
Comments

Archive for October, 2010

Shabaahal khair! Kayfa haalukum? Semoga teman-teman selalu dalam kondisi sehat wal’afiat. Baru saja kemarin kita merayakan Hari Sumpah Pemuda. Bagi yang belum sempat membaca, silahkan dibaca gagasan saya tentang “Membangun Integritas Pemuda” di Koran Jakarta edisi kemarin atau bisa dibaca juga tulisannya di detik.com. Linknya bisa diklik DISINI. Model tulisan saya disitu versi serius, bukan versi santai seperti yang biasa ditulis di blog #NFQ ini. Silahkan dinikmati dan dibandingkan, mendingan versi serius atau versi santai? :)

.

#notesfromQatar edisi Jumat ini akan membahas tentang tiga kata sakti yang sering terlupakan oleh kita, yaitu “maaf”, “tolong” dan “terima kasih”. Ketiganya adalah kata-kata yang terlihat sederhana, namun sebenarnya memiliki arti yang sangat besar dan bermakna positif bagi siapa saja yang mendengarnya. Anehnya, meskipun tiga kata itu sangat bermakna positif, tapi mengapa sepertinya sangat sulit sekali ya keluar dari mulut kita?

.

Maaf

Manusia adalah tempatnya salah dan khilaf, seperti ungkapan terkenal “nobody’s perfect”. Dari mulai tukang becak sampai seorang presiden sekalipun pasti pernah berbuat kesalahan. Bahkan, Nabi Muhammad SAW, pemimpin terhebat dan terbesar sepanjang sejarah umat manusia, pernah melakukan kesalahan dan ditegur langsung oleh Allah SWT saat beliau memalingkan pandangan dari seorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum yang ingin belajar tentang Islam.

.

Digambarkan saat itu Rasulullah berwajah masam dan memalingkan pandangan dari si buta karena sedang menjamu para pembesar suku Quraisy. Atas sikapnya ini, Allah SWT menegur beliau yang kemudian diabadikan di dalam Al-Qur’an surat ke 80, ‘Abasa. Inilah yang membedakan antara manusia biasa dengan seorang Nabi. Di saat seorang Nabi melakukan kesalahan, Sang Maha Pencipta-lah yang langsung memberikan teguran dengan cara-Nya.

.

Kalau seorang Nabi saja yang sebenarnya terjaga dari dosa melakukan kesalahan, bagaimana kita ini? Tapi kenapa tetap susah sekali untuk mengucapkan kata ”maaf”? Jawabannya adalah karena “maaf” membutuhkan keikhlasan yang luar biasa bagi yang mengucapkannya. Selain itu, banyak yang tidak mau mengucapkan karena anggapan salah selama ini yang menyatakan bahwa meminta maaf itu berbanding lurus dengan kekalahan, kelemahan dan ketidakberdayaan.

.

Padahal tidak seperti itu. Meminta maaf justru akan membuat kita semakin mulia, bukan hanya di sisi manusia namun juga di sisi Allah SWT. Di sisi manusia, meminta maaf akan menumbuhkan rasa kasih sayang di antara sesama. Jika orang yang meminta maaf tulus dan ikhlas, maka itu bisa dirasakan oleh orang yang dimintakan maaf, dan hal tersebut akan menyambung kembali tali silaturahmi diantara keduanya. Suatu permusuhan yang sudah sangat lama pun bisa selesai hanya jika salah satu pihak berinisiatif untuk meminta maaf. Hilangkan perasaan gengsi. Kalo mau gengsi-gengsian mending kelaut aja hehe…

.

Di sisi Allah SWT, orang yang meminta maaf tulus kepada orang lain akan dilihat oleh-Nya sebagai orang yang rendah hati dan tidak sombong. Kesombongan sering menjadi alasan mengapa kita tidak mau meminta maaf. Dari mulai sombong karena status sosial, harta, jabatan, pangkat, hingga karena merasa tidak bersalah. Kesombongan adalah sifatnya syaitan karena itulah  sifat yang ditunjukkan pertama kalinya di saat dia tidak mau sujud kepada Nabi Adam.

.

Kesombongan dapat menghalangi seseorang untuk masuk ke dalam Surga, meskipun bentuk kesombongan itu teramat kecil. Rasulullah SAW bersabda, “Tidak masuk surga orang yang di dalam hati ada kesombongan meskipun hanya sebesar biji sawi.” (HR. Muslim)

.

Meminta maaf dapat menghilangkan rasa sombong yang ada dalam hati karena membuat kita bisa menerima keadaan diri sebagai makhluk yang tidak mungkin luput dari kesalahan. Mengucapkan “maaf “tidak berarti kita mengakui kekalahan, melainkan membawa kemenangan karena mampu menguasai emosi kesombongan yang ada di dalam hati kita. ”Maaf” mengajarkan bahwa semua manusia adalah sama dan kebenaran adalah hak bagi siapa saja, tanpa terkecuali. :)

.

Tolong

Manusia itu diciptakan sebagai makhluk sosial. Maksudnya, kita tidak akan bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Bahkan, sampai meninggal dunia pun kita masih membutuhkan bantuan, paling tidak 4 orang, untuk mengangkat jenazah kita dan dimasukkan ke dalam kubur. Setelah kita sadar dengan kenyataan tersebut, lalu mengapa kata “tolong” sangat sulit diucapkan ya? Apalagi, bagi orang-orang yang merasa memiliki kedudukan sosial yang tinggi.

.

Padahal, kedudukan sosial itu tidak berpengaruh apa-apa. Kedudukan sosial hanya dalam bidang pekerjaan, dan bukan dalam derajat manusia. Di antara sesama manusia itu tidak ada perbedaan status, kecuali tingkat ketakwaannya. Kata “tolong” membuat kita sadar akan keterbatasan dan kelemahan yang dimiliki. “Tolong” membuat kita lebih mampu untuk menerima diri sendiri secara apa adanya, dan melihat apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan.

.

Sebagian orang merasa tidak perlu meminta tolong karena menganggap orang yang kita perintahkan itu memang sedang mengerjakan kewajibannya. Saat seorang majikan meminta untuk memasak, mungkin sang majikan memang sudah menganggap bahwa tugas pembantu itu salah satunya ya memasak, jadi tidak perlu lagi menyuruhnya dengan embel-embel kata “tolong”.

.

Padahal hidup ini kan seperti roda. Kadang kita di atas, terkadang di bawah. Kadang kita meminta pertolongan orang lain, di saat lain orang lain akan meminta pertolongan kepada kita. Selain itu, cara meminta tolong pun menjadi penting. Coba posisikan diri kita di saat orang lain meminta pertolongan kepada kita tapi dengan cara yang tidak baik, atau bahkan mungkin menyuruh dengan kasar. Bagaimana perasaan kita? Pasti tidak suka kan? Kalo pun ada orang yang suka dikasarin berarti ada kelainan itu orang hehe

.

Sungguh indah jika kita terbiasa hidup dalam suasana saling tolong menolong, karena Islam sendiri telah mengajarkan budaya ini. Allah SWT berfirman, “…Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan…” (QS. Al-Maidah [5] : 2)

.

Ayah saya selalu mengajarkan jika ada seseorang meminta pertolongan dan saya dalam kapasitas mampu untuk menolongnya, maka wajib hukumnya untuk memberikan pertolongan. Beliau mengajarkan kepada saya untuk selalu memiliki sifat 3H’s: Honest, Humble dan Helpful. It is really true because “Honest is the best attitude, Humble is the best approach and Helpful is the best investment.”

.

Ya memang benar, menolong orang lain merupakan suatu investasi karena bisa saja suatu saat gantian kita yang akan membutuhkan pertolongan orang tersebut. Bukankah hidup ini seperti roda? Kadang kita berada di atas dan di lain waktu kita akan berada di bawah. Saat kita berada di atas, sebetulnya harus lebih sering lagi menolong orang lain karena ingat, bahwa sewaktu-waktu roda kehidupan bisa bergerak ke bawah. Tolong lah orang-orang yang membutuhkan bantuan dari kita. Apalagi, jika orang yang meminta pertolongan sedang dalam kondisi terzhalimi.

.

Seperti yang telah dijelaskan Rasulullah dalam haditsnya, “Tolonglah saudaramu yang menzhalimi dan yang terzhalimi.” Para sahabat pun bertanya, “Menolong yang terzhalimi memang kami lakukan, tapi bagaimana menolong orang yang berbuat zhalim?” Rasulullah menjawab, “Membantu mencegahnya dari terus menerus melakukan kezhaliman itu berarti engkau telah menolongnya”. (Bukhari dan Ahmad)

.

Terima Kasih

Ucapan “terima kasih” adalah salah satu bentuk rasa syukur kita kepada Allah SWT melalui perantara manusia. Syukur sendiri merupakan hal yang diperintahkan oleh Allah SWT dalam firman-Nya, “Dan ingatlah tatkala Tuhanmu memaklumkan: ‘Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih.”‘ (QS. Ibrahim [14] : 7)

.

Dalam ayat tersebut terdapat Allah SWT bahwa siapa saja yang bersyukur maka akan ditambahkan nikmat dan bagi siapa saja yang ingkar akan mendapat adzab. Sebenarnya, itu sama saja dengan hubungan kita kepada sesama manusia. Di saat kita mendapatkan bantuan / pertolongan dari orang lain, lalu kita menghargainya dengan mengucapkan “terima kasih” atas segala kebaikannya, maka bisa dipastikan orang itu akan merasa senang dan mau untuk menolong lagi di lain kesempatan.

.

Jangan pernah lupa untuk mengucapkan “terima kasih”, karena itu adalah penghargaan terhadap segala kebaikan yang telah diberikan oleh orang lain kepada kita. Namun sayangnya, kita sering sekali lupa untuk mengucap kata sakti ini. Bagi sebagian yang lain, “terima kasih” sangat sulit untuk diucapkan karena memang ucapan “terima kasih” membutuhkan ketulusan dari yang mengucapkannya.

.

Menurut sebuah riset, dalam menjalani hubungan dengan orang lain, ucapan “terima kasih” sekecil apapun dapat membuat suatu hubungan menjadi harmonis dan lebih baik. Baik itu dalam rumah tangga, pekerjaan, pernikahan, dan pacaran hehe.. Coba tanya dari pedagang gado-gado sampai pedagang berlian, pasti mereka senang jika dihargai, terlepas dari apapun profesinya. Hal ini bisa terjadi karena memang dasarnya manusia itu suka dihargai.

.

Saya pernah membaca buku bagus yang berjudul “The True Power of Water” karangan Dr. Masaru Emoto, seorang peneliti dari Jepang. Dalam buku itu dijelaskan bahwa air memiliki banyak keistimewaan. Salah satu yang fakta yang dipaparkan bahwa ternyata air bisa merekam pesan, seperti pita magnet atau compact disk. Air mampu untuk “mendengar” kata-kata, dapat “membaca” tulisan, dan bisa “mengerti” setiap pesan yang disampaikan.

.

Rasulullah pun ternyata sudah pernah menyampaikan hal tersebut dalam haditsnya, “Air zamzam akan melaksanakan pesan dan niat yang meminumnya. Barangsiapa minum supaya kenyang, dia akan kenyang. Barangsiapa minum untuk menyembuhkan sakit, dia akan sembuh.” Setiap kata-kata dan perilaku positif yang dilakukan terhadap air, maka air akan merespons secara positif dan berbentuk indah. Tapi jika kata-kata kasar yang diucapkan, maka air akan berubah bentuk menjadi sangat buruk.

.

Dr. Emoto melakukan penelitian terhadap air menggunakan mikroskop elektron dengan kamera kecepatan tinggi. Percobaan pertama saat air diucapkan kata “Arigato” yang artinya terima kasih, ternyata molekul air membentuk kristal segi enam yang sangat indah. Selanjutnya diucapkan kata “setan”, kristal berbentuk sangat buruk dan mengerikan. Kemudian air diputarkan musik Symphony Mozart, kristal muncul berbentuk bunga. Tapi ketika musik heavy metal yang diperdengarkan, kristal tersebut langsung hancur. Subahanallah bukan?

..

Lalu apa hubungannya sama manusia? Tentu ada! Sekitar 75% kandungan dari tubuh manusia berupa air. Dalam setiap tubuh makhluk hidup, komposisi air pastilah yang paling banyak, dan itulah yang menciptakan kehidupan. Hal ini pun sudah dijelaskan di dalam Al-Qur’an, “…Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup. Maka mengapakah mereka tiada juga beriman?” (Q.S. Al-Anbiya [21] : 30)

.

Karena komposisi air terbanyak, ini berarti bahwa sifat-sifat yang ada dalam air tentunya akan ada juga dalam tubuh manusia. Coba saja buktikan dan bandingkan, saat kita mengucapkan kepada teman kita, “Terima kasih ya, semoga Allah SWT membalas kebaikan kamu.” Apa reaksi teman kita? Pasti senang dan hatinya berseri-seri. Apalagi kalo yang ngucapin itu TTM-nya, bisa ga tidur semaleman. Tapi apa jadinya jika kita mengucapkan, “Hi monyet, ambilin buku di meja situ dong! Cepetan ga pake lama!”, kira-kira apa reaksi teman kita? hehe…

.

Ya itulah manusia, fitrahnya adalah suci. Allah SWT memiliki sifat Yang Maha Pengasih, Yang Maha Penyayang dan Yang Maha Lembut. Maka Dia suka dengan kasih sayang dan kelembutan. Manusia yang merupakan ciptaan-Nya pun sudah pasti memiliki fitrah yang sama dengan Sang Pencipta. Manusia senang dengan kasih sayang dan kelembutan, hatinya akan menjadi tentram dan nyaman.

.

Ingat Selalu 3 Kata Sakti

Jangan pernah lupa untuk selalu membiasakan diri mengucapkan kata “maaf”, “tolong” dan “terima kasih” kepada siapapun karena kekuatan kata-kata tersebut sangat luar biasa. Bukan saja bagi yang mendengar, tapi juga bagi yang mengucapkan. Ketiga kata tersebut akan melatih kita untuk belajar menghargai orang lain. Dengan mampu menghargai orang lain, paling tidak kita telah menghargai diri kita sendiri.

.

ketiga kata tersebut sangat sakti dan bisa membangun hubungan yang istimewa antara satu manusia dengan manusia lainnya. Dengan sering melatih mengucapkannya, maka hubungan silaturahmi akan terbangun lebih baik lagi di antara manusia. Jika hubungan silaturahmi sudah terbangun dan terjaga, maka kita tinggal menunggu saja bonus dari Allah SWT.

.

Beberapa bonus dari bersilaturahmi diantaranya adalah panjang umur, keberkahan hidup, dosa-dosa diampuni hingga memperlancar rezeki. Cukup banyak hadits yang menjelaskan tentang hal ini, salah satunya, “Barang siapa yang merasa senang bila dimudahkan rezekinya dan dipanjangkan usianya, maka hendaklah dia menyambung tali silaturahmi.” (HR. Muslim)

.

Akhirnya, saya mengucapkan “maaf” jika ada kesalahan dalam tulisan ini, “tolong” diamalkan apa yang saya sampaikan jika memang bermanfaat, dan “terima kasih” karena sudah berkenan membaca #notesfromQatar edisi Jumat ini hehehe :)

.

Wallahu a’lam bishshawwab

.

Warm Regards,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar adalah  kumpulan tulisan penyemangat yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai  suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai, mudah dimengerti dan tidak berusaha untuk menggurui. Dengan semangat berbagi, saya ingin mengajak semua yang membaca ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

Read Full Post »

Smoking is KILLING!

Guys sorry for the late posting of #notesfromQatar! Yesterday I was quite busy! Tulisan #NFQ hari ini akan saya dedikasikan untuk orang-orang yang masih senang merokok, terutama teman-teman dan sahabat-sahabat saya sendiri hehe.. Karena saya akan membahas tentang bahayanya merokok! Mungkin dari mereka akan ada yang tidak suka, tapi tetap saya harus memberitahukan. Bukankah suatu kebenaran harus disampaikan meskipun semua orang menentangnya?

.

Rasanya pada masa sekarang ini, baik pria maupun wanita, sudah kenal dengan benda bernama rokok. Mereka pun sebenarnya tahu betul bahwa merokok itu berbahaya, tapi toh masih banyak yang menjadikan rokok sebagai sahabat sejati dikala senang maupun susah. Dari mulai bangun tidur, nongkrong di kamar mandi, setelah makan sampe sebelum tidur pun pasti benda ini dibawa terus.

.

Alhamdulillah saya pribadi tidak merokok, belum pernah mencoba sekalipun, dan tidak ada keinginan untuk mencoba. Dalam tulisan ini saya akan mencoba membahasnya seobjektif mungkin dan menuliskan dengan cara yang berbeda sehingga pesan yang ingin saya sampaikan bisa mendarat dengan mulus di hati teman-teman sekalian. Amiiin…

.

Rokok dan Generasi Muda

Saya ingat zaman SMP dulu bersama teman-teman selalu nongkrong sehabis pulang sekolah di tempat tongkrongan favorit kami yang bernama “pangkalan”. Namanya mungkin terlihat keren, tapi sebenarnya itu maksudnya pangkalan becak hehe.. Biasanya yang kita lakukan waktu nongkrong ya ngobrol, main kartu, makan mie ayam dan juga nungguin anak-anak cewe lewat sehabis pulang sekolah hehe…

.

Tapi, ada satu hal yang pasti dilakukan, yaitu merokok! Yes, semuanya merokok, kecuali saya tentunya. Teman-teman pun sering membujuk saya untuk mencoba rokok, paling tidak sekali saja. Dari cara yang paling halus sampe agak memaksa, but I firmly said no! Karena memang saya merasa tidak ada manfaatnya sama sekali, jadi untuk apa? Hanya untuk gaya-gayaan? Atau untuk terlihat keren?

.

Bahkan sahabat kecil saya sering dengan sengaja meniupkan asap rokoknya ke baju dan rambut saya sambil mengatakan, “Nih gw buat bau rokok baju ama rambut lo biar nanti dimarahin bokap lo hahaha” Saya ketawa aja dengernya, aya aya wae hehe

.

Well, itu adalah sedikit gambaran bagaimana mudahnya generasi muda bangsa ini untuk merokok. Di jalan, restoran, cafe, mall dan tempat-tempat lainnya, begitu mudah melihat anak muda sedang menghisap putung rokok. Indonesia memang terlihat sangat akrab sekali dengan benda yang satu ini. Penjualan rokok dengan mudahnya dapat ditemui dimana-mana. Padahal seharusnya rokok tidak dijual di tempat yang bebas dan harus ada batasan umur jika ingin membelinya.

.

Keuntungan dan Kerugian Merokok

Tentunya dari setiap hal, pasti ada sisi baik dan sisi buruknya, karena memang seperti itu kodratnya. Hal yang membedakannya adalah hanya kadarnya, mana yang lebih banyak baiknya dan mana yang lebih banyak buruknya. Merokok pun demikian, ada baiknya dan ada juga buruknya. Mari kita cek bersama kira-kira lebih banyak mendekat ke sisi mana rokok ini, surga kah? atau malah neraka? :)

.

Keuntungan Merokok

1. Menghilangkan stress. For God’s Sake, this is the most and the only reason for people who smoke! Mungkin alasan ini akan ada rumusan turunannya seperti menghilangkan pusing karena banyak pikiran, menghilangkan lelah setelah bekerja, menghilangkan rasa bosan, menghilangkan kantuk, dsb. Intinya adalah menghilangkan segala beban dan permasalahan hidup. Diharapkan setelah merokok tidak akan ada masalah lagi dalam hidupnya. Pertanyaannya adalah, “Apa memang obat stress dan segala permasalahan hidup itu hanya rokok?”

.

Percayalah, semua masalah itu tidak akan selesai hanya dengan merokok. Malah yang ada bisa makin runyam. Kita pasti sering membaca kalimat yang tertera di luar bungkus rokok, “Merokok dapat menyebabkan penyakit jantung, impotensi, kejang-kejang, gangguan kehamilan dan janin.” Jadi bagaimana mungkin mau menghilangkan stress tapi yang dilakukan justru menumbuhkan benih-benih penyakit untuk datang ke tubuh kita?

.

Ada lagi teman yang merokok dengan alasan, “Gue ga enak Sad kalo ga ngerokok, temen-temen gue ngerokok semua kalo lagi pada ngumpul, ya buat bergaul aja, social smoker istilah kerennya” Saya ga ngerti, apa sebuah hubungan pertemanan hanya bisa terjalin dengan rokok? Saya yang tidak merokok pun masih tetap bisa berteman dengan siapa saja, bahkan para perokok sekalipun.

 

Faktor lingkungan dan teman memang terkadang bisa membawa pengaruh yang kurang baik bagi diri kita. Sebenarnya berteman dengan siapa aja itu ga masalah karena saya sendiri tidak pernah memilih-milih dalam berteman, asalkan dalam berteman kita punya prinsip mana yang boleh dilakukan dan mana yang tidak boleh. Jangan asal seruduk sana sini dan ikut-ikutan hal yang kita sendiri tidak tahu apa manfaatnya

.

Teman-teman saya juga banyak yang mulai merokok berawal dari perasaan ga enak sama temennya, dan akhirnya ikut-ikutan supaya bisa diterima di kelompok tersebut. Atau ada juga yang ikut-ikut mencoba karena berpikir kalau merokok itu keren dan mengikuti trend masa kini. Ada lagi yang karena ingin coba-coba karena lingkungan memungkinkan. Jadi seperti anak ayam yang lepas dari induknya, pengen terlihat bandel, tapi akhirnya jadi malah bandel tanggung.

.

2. That’s it. Tidak ada keuntungan lain dari merokok selain nomor 1.

.

Kerugian Merokok

1. Membunuh tubuh perlahan-lahan. Disadari atau tidak, setiap kali seseorang menghisap rokok, berarti ia menghisap lebih dari 4.000 macam racun yang dimasukkan ke dalam tubuh, terutama paru-paru. Zat kimia seperti tembakau, nikotin, tar, timah hitam, karbon, semuanya ada di rokok. All in one man!

.

2. Gangguan kehamilan dan risiko keguguran. Bagi para calon ibu, pastinya kalian menginginkan anak yang dilahirkan nanti akan lucu, sehat, montok dan sexy seperti ini kan?

Assad Jr.

Assad Jr.

Jika memang model bayi seperti ini yang diinginkan, maka silahkan berhenti merokok dari sekarang karena ibu dari anak botak ini tidak merokok hehe.. Pada penelitian yang dilakukan Dr. Sinead Jones, direktur The British Medical Assosiation’s Tobacco Control Resource Centre, disimpulkan bahwa wanita perokok memiliki kemungkinan relatif lebih kecil untuk mendapatkan keturunan. Tiap tahun terjadi 3.000-5.000 kasus keguguran di Inggris, dan sebagian besarnya terjadi akibat merokok.

.

3. Berlaku zalim terhadap diri sendiri dan orang lain. Pernah mendengar istilah perokok pasif? Yaitu orang yang tidak merokok tapi ikut menanggung dampaknya karena orang-orang di sekitar mereka merokok. Meskipun mereka tidak merokok, tapi bahayanya jauh lebih besar dibanding perokok itu sendiri, karena menghirup asap rokok yang sudah bercampur dengan karbondioksida, nikotin, tar, dll. Apa kita tega untuk menzalimi dan menjadikan keluarga kita sebagai korban untuk menghirup asap rokok yang kita keluarkan?

.

4. Gangguan kesehatan jiwa. Sebuah penelitian di Jerman yang melibatkan sekitar 5.000 responden menyimpulkan bahwa para merokok memiliki kualitas hidup yang buruk, dan lebih dari setengahnya (hampir 60%) memiliki setidaknya satu gangguan kejiwaan. Disimpulkan juga bahwa sebagian besar penderita depresi karena rokok. Jadi, sangat tidak masuk akal jika cara untuk menghilangkan stress adalah dengan cara merokok. Karena justru rokok itu yang akan menyebabkan seseorang menjadi stress, depresi, kecemasan dan mengalami gangguan kejiwaan.

.

5. Mati mendadak. It’s not a joke. Berdasarkan riset terbukti bahwa rokok merupakan faktor risiko terbesar untuk mati mendadak. Kematian mendadak paling utama disebabkan oleh penyakit jantung koroner, dan kebiasaan merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner 3-5 kali lipat dibandingkan dengan orang yang tidak merokok. FYI, penyakit jantung koroner adalah pembunuh nomor 1 di dunia!

.

6. Impotensi. Bagi para kaum Adam (termasuk saya tentunya), tolong perhatikan ya. Merokok dapat menyebabkan impotensi dan merusak sistem reproduksi dari mulai masa pubertas hingga dewasa. Menurut penelitian, pria perokok akan mengalami resiko tidak subur (infertile) dan resiko kerusakan DNA pada sel spermanya. Dilaporkan lebih dari 100.000 pria di Inggris mengalami impotensi akibat merokok. Jadi, untuk pria-pria yang punya selera, pastinya kita tidak mau mengalami impotensi kan? :D

.

7. Pintu gerbang narkoba. Every big thing starts from a small thing. Begitu juga dengan merokok yang merupakan tingkatan awal sebagai batu loncatan untuk masuk ke gerbang narkoba dan obat-obatan terlarang lainnya. Coba lihat saja orang-orang yang mengkonsumsi narkoba atau minum-minuman keras pasti mereka sepaket juga dengan hobi merokok. Kalau seseorang sudah masuk ke gerbang narkoba dan menjadi penghuni setianya, maka, sorry to say, “selamat jalan” mungkin kata yang paling pas disematkan kepada orang tersebut.

.

8. Gangguan fungsi paru-paru. Terdapat hubungan yang sangat erat antara kebiasaan merokok dengan timbulnya kanker paru-paru. Bahkan, ada sebuah penelitian yang secara tegas menyatakan bahwa rokok adalah penyebab utama terjadinya kanker paru-paru. Para perokok akan memiliki paru-paru berwarna hitam pekat seperti oli saat meninggal nanti. Lalu, jika memang itu yang terjadi, bagaimana kita akan mempertanggung jawabkannya kepada Allah SWT? Dia memberi kita paru-paru yang putih bersih, namun saat kembali kepada-Nya kita kembalikan dengan warna hitam pekat dan dalam kondisi rusak.

.

9. Wajah Keriput. Bagi wanita-wanita yang ingin wajah dan kulitnya halus mulus seperti kain sutra dari China, segeralah berhenti merokok. Kebiasaan merokok akan mengurangi aliran oksigen ke dalam tubuh dan di saat bersamaan memasukkan sel karbondioksida ke dalam tubuh. Kurangnya oksigen yang diperlukan oleh sel kulit akan menyempitkan pembuluh darah di seluruh kulit, terutama di wajah. Akibatnya, menyebabkan keriput. Jadi untuk para wanita, pastinya ga mau kan kalau mukanya terlihat seperti umur 70 tahun padahal umurnya masih 25 tahun? :)

.

10. Jatuh miskin. Ini memang terlihat ekstrem, tapi memang nyata. Para perokok tidak peduli betapa banyak uang yang keluar untuk membeli rokok karena dalam pikiran mereka yang penting rokok dulu, makan bisa belakangan. Coba cek data mencengangkan ini. Menurut data Susenas 2006 menunjukan bahwa pengeluaran untuk membeli rokok adalah 5 kali lebih besar dari pengeluaran untuk telur dan susu (2,3 persen), 2 kali lipat pengeluaran untuk ikan (6,8 persen), dan 17 kali lipat pengeluaran membeli daging (0,7 persen). (Sumber: Kompas)

.

Contohnya pun banyak di sekitar kita bagaimana orang-orang yang bahkan tingkat ekonominya rendah sekalipun tetap ingin memuaskan nafsunya untuk merokok. Saya sering melihat para tukang parkir atau pemulung sampah masih bisa-bisanya mereka merokok, padahal mungkin untuk mencukupi kebutuhan diri dan keluarganya saja tidak sanggup. Aneh bin ajaib.

.

Menurut data Susenas 2006 menunjukan bahwa pengeluaran untuk membeli rokok adalah 5 kali lebih besar dari pengeluaran untuk telur dan susu (2,3 persen), 2 kali lipat pengeluaran untuk ikan (6,8 persen), dan 17 kali lipat pengeluaran membeli daging (0,7 persen).

.

Kurang lebih di atas itu adalah beberapa daftar kerugian dari merokok. Believe me, the list can still go on, even up to one thousand. Daftar di atas hanyalah sebagian kecil saja dari daftar panjang segala macam penyakit yang bisa didapatkan secara gratis akibat merokok. Begitu banyak penelitian dan riset yang telah dilakukan oleh para ahli bahwa merokok sangat merugikan kesehatan. Kalau tidak percaya, tanya saja mbah google dan ketik misalkan “bahaya merokok”, maka bisa dipastikan akan keluar ratusan model penyakit akibat merokok.

.

Jadi setelah kita membandingkan antara keuntungan dan kerugian merokok. Apalagi yang bisa kita jadikan alasan untuk tidak berhenti merokok? Dampak dari merokok memang tidak akan terlihat dalam waktu yang cepat karena merokok ini seperti kita berinvestasi. Dalam investasi pun ada yang namanya asset baik (good asset) dan asset buruk (bad asset). Merokok adalah salah contoh asset buruk. :)

.

Islam dan Rokok

Sekarang kita coba lihat mengenai rokok ini dari sudut pandang Islam. Saya percaya bahwa Islam bukan hanya sekedar petunjuk untuk tata cara beribadah, tapi ia adalah “the way of life”, petunjuk paling komplit yang mencakup seluruh aspek kehidupan.

.

Di dalam Islam, dalil-dalil Al-Qur’an dan Al-Hadits terdiri dari dua macam:

1. Dalil yang bersifat khusus/spesifik. Perintah atau larangan yang ada ditujukan langsung kepada hal/permasalahan tertentu. Misalkan, Allah SWT berfirman, “Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah…” (QS. Al-Maidah [5]:3)

.

Ini berarti jelas bahwa Allah SWT mengharamkan kita untuk memakan bangkai, darah, daging babi dan daging hewan yang disembelih bukan dengan nama Allah SWT. Redaksi sudah jelas tertulis dan tidak diperdebatkan.

.

2. Dalil yang bersifat umum dan tidak langsung menyebutkan benda yang diperbolehkan atau yang dilarang.

.

Mengenai masalah rokok, memang tidak ada ayat Al-Qur’an yang spesifik menyebut rokok secara langsung seperti, “Diharamkan atas kamu merokok”, atau hadits Rasulullah SAW yang langsung mengatakan bahwa rokok itu haram. Namun, dari dalil-dalil yang bersifat umum dalam Al-Qur’an dan Hadits, beserta berbagai kenyataan tentang kemudharatan yang dihasilkan dari rokok, maka merokok bisa dikategorikan sebagai haram.

.

Allah SWT berfirman, “Dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam kebinasaan” (QS. Al-Baqarah [2] : 195)

.

Jika kita melihat dari daftar kerugian merokok di atas, dari mulai penyakit jantung, kejang-kejang, impotensi, kanker paru-paru, gangguan kehamilan dan kejiwaan, dll. Itu sudah sangat jelas bahwa hal yang kita lakukan adalah membinasakan diri kita sendiri perlahan-perlahan dan dalam jangka waktu yang lama. Bahkan terkadang, tidak dalam jangka waktu yang lama orang itu sudah akan binasa, dalam artian meninggal.

.

Selanjutnya, Allah SWT berfirman, “Janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya pemboros itu adalah saudara setan dan setan itu adalah sangat ingkar kepada Tuhannya.” (Al-Isra [17] : 26-27).

.

Nabi Muhammad saw pun dalam haditsnya melarang umatnya untuk menyia-nyiakan harta. Beliau bersabda, “Allah membenci kamu atas tiga perkara: menyebarkan berita yang tidak diketahui kebenarannya, banyak bertanya dan menghambur-hamburkan harta.” (HR. Muslim)

.

Rasulullah saw tidak melarang kita menjadi orang kaya, karena justru itu malah dianjurkan, seperti beliau sendiri yang pernah sukses menjadi saudagar kaya. Kita dianjurkan untuk menjadi kaya karena kemiskinan itu dekat kepada kekufuran, dan kekufuran mendekatkan kepada api neraka. Hal yang dilarang oleh beliau adalah menghambur-hamburkan harta untuk hal-hal yang tidak berguna.

.

Begitu banyak orang yang rela mengeluarkan uang demi merokok, meskipun mungkin mereka tidak makan. Mengeluarkan uang untuk merokok itu jelas sebagai penghamburan. Coba hitung berapa banyak uang yang kita keluarkan untuk rokok dalam sehari? Kalau dalam sehari masih terlihat kecil, coba akumulasikan dalam sebulan. Kalau masih kecil juga, akumulasikan dalam setahun. Maka kita akan kaget berapa banyak rupiah yang telah terbakar karena hobi merokok.

.

Menurut hasil penelitian, konsumsi rokok di Indonesia pada 2008 mencapai 240 miliar batang atau setara dengan 658 juta batang rokok per harinya, yang berarti uang senilai Rp 330 miliar “dibakar” oleh para perokok di Indonesia dalam satu harinya. (Sumber: Kompas). Coba bayangkan, andai saja uang senilai Rp 330 M tersebut bisa kita alokasikan untuk kegiatan-kegiatan sosial, maka akan jauh lebih bermanfaat.

.

Rasulullah juga pernah bersabda, “Tidak boleh (menimbulkan) bahaya dan juga tidak oleh membahayakan (orang lain).” (HR. Ibnu Majah)

 

Fungsi dari Islam yang tercakup dalam Maqasid Shariah adalah menjaga dan memberi perlindungan kepada 5 elemen, yaitu agama (ad-diin), jiwa (an-nafs), akal (al-’aql), harta (al-maal) dan keturunan (an-nasl). Dari daftar kerugian yang telah saya bahas, jelas sekali terlihat bahwa merokok sangat berbahaya bagi lima komponen tersebut. Bukan hanya untuk diri kita sendiri, namun juga orang lain, terutama keluarga kita. Smoking is really dangerous. Period.

.

Solusi

Kita memang tidak bisa mengubah yang telah terjadi, tapi selalu bisa memperbaiki apa yang telah terjadi. Bagi teman-teman yang sudah merokok, ada baiknya untuk mencoba mengurangi sedikit demi sedikit, sampai nanti akan benar-benar berhenti. Para perokok pun sadar betul bahwa merokok sangat merugikan kesehatan dan mungkin ada niat untuk mau berhenti.

.

Nah sekarang yang harus dilakukan adalah meyakinkan kepada diri sendiri dan dengan tekad yang bulat bahwa sekarang lah waktu yang tepat untuk berhenti! Maybe at first it’s hard, but gradually you’ll make it and totally stop smoking! Dan bagi teman-teman atau adik-adik yang belum pernah merokok. Saran saya 1 saja: “Simply NEVER TRY!”

.

Semoga tulisan #NFQ kali ini dapat bermanfaat bagi teman-teman semuanya. Tugas saya memberikan sedikit pencerahan mengenai rokok sudah dilakukan, dan sekarang… seperti kata salah satu iklan, “Selanjutnya terserah anda!” :)

.

Akhirul kalam, selamat menjalani hidup sehat tanpa asap rokok! Save your life, save your family’s life and save the environment by simply not smoking!!!

.

Salam sehat,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar adalah  kumpulan tulisan penyemangat yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat berbagi, #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai dan solusi yang mudah dimengerti.

Read Full Post »

Today I am so happy! Alhamdulillah, sejak sebulan yang lalu saat saya memutuskan untuk membuat buku #notesfromQatar atau yang biasa disingkat #NFQ, dukungan dari keluarga besar, sepupu-sepupu, para sahabat, dan teman-teman twitter semua sangat luarrrr biasa! Semakin hari, dukungan terus bertambah, terutama dari orang-orang dalam lingkaran terdekat saya. Well, the supports given to me it’s like I’m running for a presidential election hehehe…

.

Kemarin, satu dukungan lagi bertambah dari seorang professor di kampus saya yang bernama Prof. Basma Abdelgafar. Beliau adalah Head of Programme Public Policy, yang sebenarnya tidak langsung mengajar saya karena jurusan yang saya ambil adalah Islamic Finance. Meskipun begitu, hubungan saya cukup dekat dengan beliau karena sering berdiskusi dalam berbagai hal dan juga aktif dalam kegiatan Doha Debates yang biasa ditayangkan di BBC News.

.

Jadi cerita lengkapya seperti ini, kemarin siang saya mendatangi Prof. Basma ke ruangannya. Maksud kedatangan saya adalah ingin berdiskusi dan meminta pendapat tentang #notesfromQatar Meskipun semua isi buku nantinya akan dalam bahasa Indonesia, tapi saat bertemu beliau kemarin saya sudah menyiapkan sinopsisnya dalam bahasa inggris sehingga bisa dibaca. Dr. Basma pun mulai membaca sinopsisnya, dan sempat tersenyum kecil saat membaca beberapa bagian.

.

Setelah selesai membaca sinopsisnya, respon pertama beliau, “Assad, #notesfromQatar is amazing! Translate this book into English!” Alhamdulillahh.. senang sekali mendengar responsnya dan itu membuat saya semakin bersemangat untuk menjadikan buku ini sebagai kenyataan! Lalu kemudian kita lanjut berdiskusi tentang berbagai hal, termasuk kemungkinan untuk mentranslate ke bahasa inggris agar bisa dinikmati oleh banyak kalangan dan bisa dipasarkan di Doha.

.

Setelah sekitar 15 menit di ruangan beliau, saya pun izin pamit. Sewaktu akan bangun, Dr. Basma menahan, “Assad, wait a minute..” Saya pun duduk kembali. Lalu beliau terlihat sibuk mencari sesuatu, membuka laci, lalu mengeluarkan cek dan menuliskan di depan saya. Saya pikir nulis apaan yaudah saya tunggu sambil melihat-lihat sekitar. Setelah selesai menulis, dia kasihkan cek itu ke saya dan mengatakan, “Take this, go proceed #NFQ and Allah with you, Assad!”

.

Subhanallahhh… I was very shocked shocked shocked…!! Saat itu perasaan saya sulit digambarkan, antara senang, tidak percaya, terharu dan tentu saja masih syok! Cek yang dikasih bernilai QR 1,000 atau sekitar 3 juta rupiah. Sebenarnya saya tidak terlalu melihat nilai dari cek tersebut. Meskipun misalnya beliau hanya memberikan QR 100, saya pun akan sangat senang sekali. Karena yang terpenting sebenarnya adalah dukungan moril yang diberikan. It’s priceless!

.

Setelah keluar dari ruangan beliau, saya langsung sujud syukur di pojok kampus atas nikmat tak terduga yang baru didapat. Lalu saya segera menuju ke bank di kompleks kampus untuk segera mencairkan cek yang baru aja dikasih, takut ilang ceknya kan sayang juga hehee.. akhirnya saya cairkan cek ini :)

 

Jazakallah khair, Prof. Basma!

 

.

Saat berjalan ke bank saya berpikir, apakah kejadian ini merupakan kebetulan? Apa memang tidak ada yang menggerakkan hati Prof. Basma untuk mengambil cek di lacinya, menuliskan dan memberikannya kepada saya? Tidak ada satu hal pun di dunia ini yang terjadi karena sebuah kebetulan. Saya sangat yakin seyakin-yakinnya bahwa ada Sang Maha Pengatur yang telah mengatur ini semua. Dia-lah Allah SWT. Ada 2 pelajaran yang bisa diambil dari kisah ini.

.

1) Niat yang baik akan selalu dimudahkan dan diberkahi

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sesunggunya segala amalan itu tergantung pada niatnya. Dan sesungguhnya (hasil) bagi setiap orang adalah apa yang ia niatkan.” (HR. Bukhari Muslim)

.

Hadits ini sangat luar biasa karena menerangkan tentang keikhlasan seseorang dalam mengerjakan suatu perbuatan. Niat adalah hal yang sangat penting, seperti sebuah batu pertama dalam pembangunyan sebuah gedung yang berfungsi sebagai fondasi. Apabila niatnya benar dan hanya karena Allah SWT, maka perbuatannya pasti akan benar. Tapi apabila niat awalnya saja sudah salah, maka pekerjaan yang dihasilkan sudah dipastikan tidak akan baik pula.

.

Di dalam hadits tersebut terdapat dua kalimat yang isinya adalah saling memperkuat. Imam Nawawi menjelaskan, di kalimat pertama, “Sesungguhnya segala amalan itu tergantung pada niatnya”, menerangkan bahwa segala amalan baik atau buruk tergantung kepada niat awal yang dimaksudkan di dalam hati. Sedangkan kalimat kedua “dan sesungguhnya (hasil) bagi setiap orang apa yang diniatkan” adalah penegasan bagi kalimat pertama, yaitu hasil atau buah dari segala perbuatan bergantung kepada niat awal dilaksanakannya amalan itu.

.

Niat adalah suatu hal yang penting saat kita melakukan amalan. apakah kita berniat karena mencari keridhoan Allah SWT atau mencari hal lainnya. Percayalah, jika kita melakukan suatu amalan / pekerjaan dengan niat yang baik, maka hasilnya akan baik dan Allah SWT akan meridhoi serta memberkahi segala langkah kita. Tapi jika kita berniat selain karena Allah SWT, maka bersiaplah karena biasanya kekecewaan yang didapatkan.

.

Begitu juga dengan niat awal membukukan #notesfromQatar adalah cita-cita saya agar dapat memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada ummah, khususnya generasi muda. Rasulullah pun pernah mengatakan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang dapat memberikan manfaat bagi manusia lainnya. Inilah salah satu cara saya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi.

.

Ternyata memang benar, seperti yang sudah ceritakan di atas bahwa dukungan yang diberikan terus mengalir dan saya semakin yakin Insha Allah rencana baik ini akan terlaksana. Dukungan dari Prof. Basma pun semakin menguatkan hati saya untuk memberikan yang terbaik. Insha Allah I will make it!

.

2) Perbanyak sedekah!

“Siapakah yang mau memberi pinjaman kepada Allah, pinjaman yang baik (menafkahkan hartanya di jalan Allah), maka Allah akan meperlipat gandakan pembayaran kepadanya dengan lipat ganda yang banyak. Dan Allah menyempitkan dan melapangkan (rezeki) dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.” (QS. Al-Baqarah [2] : 245)

.

Saya berulang kali terus menerus menganjurkan teman-teman semua untuk bersedekah karena memang sudah sangat sering merasakan manfaatnya. Dalam #notesfromQatar juga, rasanya pembahasan mengenai sedekah bisa jadi yang terbanyak. Beberapa diantaranya adalah “3p’s Secrets for Scholarship Hunter”, “Dahsyatnya Sedekah” sampai “Business Class for Free!”

.

Sejak saya mulai mengamalkan untuk bersedekah beberapa tahun lalu dan kemudian membandingkan kehidupan saya yang sekarang dengan yang dulu, saya merasakan kehidupan terasa lebih baik dari hari ke hari dan semakin berkah. Allah SWT telah berjanji bahwa sedikitpun tidak akan berkurang harta orang yang bersedekah, bahkan sebaliknya, akan terus bertambah dan bertambah, plus barokah!

.

“Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah (bersedekah) adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir ada seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah [2] : 261)

.

Beberapa teman-teman pun sering bercerita ke saya tentang keajaiban yang diterima karena bersedekah. Baru saja kemarin, salah seorang teman baik saya bbm dan bilang kalo akhir-akhir ini dia sering bersedekah karena membaca #NFQ. Kemudian sewaktu bertemu client beberapa hari yang lalu, tiba-tiba saja sang client memasukkan amplop ke dalam tasnya! Isinya berapa? Ya lumayanlah bisa buat beli cendol hehe.. Ada lagi seorang teman beberapa waktu yang lalu cerita kalau dia sedekah 1 dolar tiba-tiba dapet 200 dolar! 200 kali lipat balasannya.. Amazing!

.

Ok, setelah kita yakin bahwa sedekah memiliki keutamaan yang sangat hebat, sekarang saya ingin membagi sedikit ilmu tambahan tentang bersedekah. Jika kita sudah terbiasa untuk bersedekah setiap saat itu sudah sangat baik. Namun cobalah mulai sekarang, bersedekahlah dan buat orang terkaget-kaget dengan sedekah kita itu. Lho, maksudnya gimana? Maksudnya seperti ini bapak-bapak dan ibu-ibu…

.

Kalau biasanya kita sedekah ke pemulung sampah mungkin sekitar 1000-5000 perak, maka mulai besok coba keluarin sedekah, jangan tanggung-tanggung, jebret 100 ribu! “Hahhh banyak amat??” Ya emang banyak! Kira-kira kaget ga tuh pemulung sampah dapet sedekah segitu banyak? Pasti kaget! “Seneng ga kita ngeliatnya?” Pasti seneng! Meskipun awal-awal mungkin agak berat, tapi coba dan latih trus..

.

Kenapa harus dibuat kaget tuh pemulung? Bagaimana kalo sampe meninggal karena kaget? Ya ga gitu juga lebaynya.. Kaget disini lebih berarti kepada kesenangan luar biasa yang dirasakan oleh si penerima sedekah. Mungkin seumur hidupnya baru pertama kali dia menerima sedekah sebesar 100 ribu. Saat dia senang dan doa keluar dari mulutnya, itu lah saat pintu langit terbuka dan doa-doanya didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT.

.

Selain itu, kita yakin kan bahwa Allah SWT Maha Melihat dan Maha Adil? Kalau kita membuat kaget seorang pemulung dengan sedekah yang diberikan, maka yakinlah bahwa suatu saat Allah SWT pasti akan membalasnya dan membuat kita terkaget-kaget dengan rezeki yang diberikannya dari arah yang tidak terduga! I’ve proven it many times! Saya sendiri baru mengalaminya kemaren saat menerima cek dari Dr. Basma, super kaget! :)

.

Sekian edisi #notesfromQatar hari ini. Semoga dapat memberikan sedikit inspirasi bagi teman-teman sekalian untuk selalu meluruskan niat sebelum melakukan sesuatu, karena titik start sangat mempengaruhi apakah kita bisa mencapai garis finish. Memiliki niat yang baik berarti kita sudah memulai start dengan baik, tinggal bagaimana kita berlari selama dalam perjalanan hingga bisa mencapai titik finish. Nah, selama di perjalanan berlari itulah, jangan lupa untuk selalu mensupport segala usaha kita dengan bersedekah! Jangan takut menjadi kekurangan, justru dengan bersedekah kita akan bertambah kaya dan Insha Allah segala usaha kita akan semakin berkah!

.

Wallahu a’lam bishshawwab

.

Regards from Doha,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar adalah  kumpulan tulisan penyemangat yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat berbagi, #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai dan solusi yang mudah dimengerti.

Read Full Post »

Pembelajar Seumur Hidup

Tak terasa sudah setahun lebih saya berada di Qatar. Suka dan duka pastinya ada. Duka-nya tidak perlu dibesar-besarkan, tapi suka-nya harus banyak disyukuri. Tak terasa juga sudah setahun saya menulis #notesfromQatar. Perkembangannya pun sangat menggembirakan. Berdasarkan data statistik wordpress, blog ini sudah dikunjungi lebih dari 40 ribu orang sejak pertama kali dibuat (Oktober 2009). Target saya akhir tahun ini bisa menembus angka 50 ribu.

.

Saya juga mohon doanya, jika Allah SWT ridho dan mengizinkan, #notesfromQatar akan segera dibukukan! Sekarang sedang proses dealing dengan penerbit.. Banyaknya permintaan, disertai dukungan dan semangat dari keluarga, sahabat-sahabat dan teman-teman semua membuat saya sangat bersemangat. Saya percaya niat yang baik akan mudah terealisasi dan diberkahi Allah SWT. Pesen saya cuma satu: Nanti kalau buku #NFQ sudah jadi, tolong dibeli ya! Borong kalo perlu! :D

.

#notesfromQatar Jumat ini saya akan sedikit melecut teman-teman semuanya untuk menjadi seorang pembelajar seumur hidup dan memahami arti pentingnya pendidikan bagi kehidupan.

 

Pendidikan Adalah Kunci

Pendidikan adalah modal yang sangat penting di dalam kehidupan. Bukankah lima ayat pertama Al-Qur’an yang turun ke muka bumi ini berhubungan dengan pendidikan, yaitu tentang perintah untuk membaca?

.

“Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmu lah Yang Maha Pemurah. Yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya.” (QS. Al-‘Alaq [96] : 1-5)

.

Membaca yang dimaksud dalam ayat di atas bukan hanya membaca Al-Qur’an saja sebagai pedoman hidup, namun lebih jauh dari itu. Kita berkewajiban untuk “membaca” dunia ini, “membaca” proses kehidupan, “membaca” apa yang terjadi di sekitar kita, “membaca” sebab akibat yang terjadi di bumi ini dan “membaca” berbagai kehebatan alam semesta dan seisinya.

.

Membaca adalah kunci pembuka segala ilmu pengetahuan Allah SWT. Itulah mengapa kita harus terus mengasah diri dengan belajar. Belajar bisa dari mana saja, kapan saja dan dari siapa saja, bahkan anak kecil sekalipun. Jangan merasa malu atau sombong untuk belajar dari orang-orang yang lebih muda usianya, karena mungkin saja ilmu yang mereka miliki jauh lebih banyak dibanding kita.

.

Kita bisa belajar keikhlasan dari seorang tukang sapu di jalan yang ikhlas bekerja untuk menghidupi keluarganya di rumah meskipun gajinya tak akan bisa mencukupi kebutuhannya. Kita bisa belajar bagaimana mengelola dan memutar uang dari seorang pengusaha sukses. Kita bisa belajar tentang kesederhanaan dari para milyuner yang tetap hidup bersahaja. Kita bisa belajar bagaimana membuat nasi goreng yang enak dari pembantu di rumah.

.

Bahkan, kita bisa belajar dari seorang bayi kecil bagaimana cara tersenyum, karena bayi selalu memberikan senyuman terindah dan tulus yang bisa membuat orang lain tersenyum balik kepadanya. Tidak seperti kita yang memiliki senyum seribu makna. Terkadang kita tersenyum kepada seseorang tapi dalam hati menyimpan perasaan iri hati, dengki, dongkol, kesal, dan berbagai macam penyakit hati lainnya hehehe..

.

Ada sebuah kisah menarik dari Qatar bahwa belajar bisa dimana saja, kapan saja dan dari siapa saja. Kisah ini tentang seorang gadis kecil, namakan saja Aisha, yang sedang berjalan-jalan di tengah kota bersama sang ayah. Saat berhenti di lampu merah, Aisha bertanya, “Ayah, kenapa kita berhenti saat lampu merah menyala?” Sang ayah menjawab, “Karena lampu itu merah dan merah berarti berhenti.” Aisha bertanya kembali, “Kenapa?” Kata sang ayah, “Kalau tidak berhenti, polisi akan menilang kita.”

.

“Kenapa polisi menilang kita?” Tanya Aisha. Sang ayah pun menjawab, “Karena melanggar lampu merah membahayakan bagi orang lain.” Aisha tidak puas dengan jawaban sang ayah, “Kenapa berbahaya?” Sang ayah menjawab dengan sedikit berpikir, “Karena jika melanggar lampu merah, ada kemungkinan kita akan menabrak orang dan itu berarti menyakiti orang lain. Apa kamu mau disakiti nak?” Aisha spontan menjawab, “Tidak mau!”

.

Sang ayah menambahkan, “Begitu juga dengan orang lain, mereka tidak ingin disakiti. Perlakukan orang lain sebagaimana kita ingin diperlakukan. Kita harus berlaku adil kepada sesama manusia karena Allah Maha Adil.” Aisha mengangguk dan perjalanan kembali diteruskan. Luar biasa bukan? dari sebuah pertanyaan sederhana Aisha, akhirnya bisa mengantarkan kita kepada ilmu yang sangat tinggi, tentang sifat Allah Yang Maha Adil.

.

Otak Seperti Otot

Manusia adalah makhluk ciptaan Allah SWT dalam bentuk paling sempurna. Pembeda manusia dengan makhluk lainnya adalah kita dikaruniakan akal untuk berfikir. Manusia memiliki kemampuan yang hampir tidak terbatas untuk belajar dan berkembang. Kita diberikan kemampuan berhitung jauh lebih hebat dibanding komputer. Masalah seberat apapun akan bisa kita selesaikan, tantangan sekeras apapun akan mampu kita lalui dan tujuan yang paling mustahil pun akan bisa kita capai dengan memaksimalkan dan selalu melatih kekuatan otak kita.

.

Otak kita seperti otot, akan semakin berkembang bila terus digunakan dan menciut kalau tidak dilatih. Otot bisa semakin membesar saat kita melatih otot fisik. Begitu juga jika melatih otak kita. Semakin kita banyak belajar, semakin banyak yang bisa dipelajari. Semakin banyak hal yang dipelajari, semakin sadar bahwa ilmu kita sangatlah sedikit. Jika kita mendedikasikan diri sebagai seorang pembelajar, semakin mudah untuk menyerap ilmu dan lebih banyak lagi.

.

Nabi Muhammad SAW mengatakan dalam haditsnya bahwa setiap manusia adalah pemimpin, dan akan ditanya tentang kepemimpinannya kelak di akhirat nanti. Itu berarti kita memiliki tanggung jawab untuk terus belajar karena seorang pemimpin adalah seorang pembelajar. Pembelajar seumur hidup adalah kunci bagi orang-orang untuk menghadapi kerasnya persaingan di era globalisasi seperti sekarang ini.

.

Dunia terus berubah dan satu-satunya yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Sangat mustahil kita mengharapkan suatu kemajuan jika cara-cara yang kita pakai adalah cara-cara yang sama dan usang, sementara para pesaing kita sudah semakin memperbaiki diri mereka. Seorang juara adalah mereka yang selalu dapat beradaptasi terhadap perubahan dengan selalu memperbaharuhi target yang ingin dicapainya. Tiada hari tanpa adanya kemajuan.

.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Barangsiapa yang hari ini lebih baik dari hari kemarin maka ia adalah orang yang beruntung. Barangsiapa yang hari ini sama dengan hari kemarin maka ia adalah orang yang merugi.  Barangsiapa yang hari ini lebih buruk dibanding hari kemarin maka ia adalah orang yang celaka.” (HR. Muslim)

.

Dalam salah satu buku favorit saya, “The Outliers” karya Malcolm Gladwell, disebutkan bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka yang melakukan latihan sedikit lebih banyak dibanding orang normal kebanyakan. The Outliers – orang yang pencapaian suksesnya di luar jangkauan normal – adalah mereka yang memulai kesuksesan dengan usaha sedikit lebih baik, dan terkadang perbedaannya sangat kecil.

 

Namun yang menarik adalah, perbedaan kecil tersebut dapat menghasilkan sebuah kesempatan yang membuat perbedaan itu sedikit lebih besar. Selanjutnya, kesempatan yang didapatkan tadi akan mengundang kesempatan lain untuk datang, dan begitu seterusnya, sehingga perbedaan yang tadinya kecil akan semakin besar dan semakin jauh melampaui orang-orang yang tidak melakukan apa-apa.

.

Gladwell memperkenalkan konsep 10.000 jam, yang menyatakan bahwa untuk menjadi ahli dalam suatu bidang, minimal mereka telah berlatih dan menekuni bidang tersebut dalam waktu kurang lebih 10.000 jam. Latihan bukanlah hal yang dilakukan setelah kita menjadi hebat, tapi latihan adalah hal yang membuat kita menjadi hebat. Mozart, Bill Gates dan The Beatles adalah contoh-contoh orang hebat yang telah meraih kesuksesannya dengan konsep tersebut.

.

The Beatles misalnya, selama bertahun-tahun mereka harus menghabiskan waktu delapan jam sehari tampil di bar-bar di kota Hamburg, Jerman. Gladwell menghitung, sebelum menjadi sangat sukses dan terkenal, The Beatles sudah menghabiskan 12.000 jam tampil diatas panggung. Begitu juga dengan Bill Gates yang bisa menghabiskan waktu 8-10 jam per hari di depan layar komputer hanya untuk mengotak-atik program di saat mudanya.

.

Kita semua pasti ingin meraih kesuksesan, namun anehnya hanya sedikit yang mau berusaha keras untuk kesuksesan tersebut. Kesuksesan tidak bisa didapatkan instan seperti kita membuat pop mie, tapi ia adalah proses yang panjang, berliku dan terjal. Kita sering terpesona dengan kesuksesan yang diraih seseorang, namun jarang mau mempelajari bagaimana asal usul dan proses dari kesuksesan yang diraih.

 

Membangun Generasi Pembelajar

Generasi muda memiliki tanggung jawab dan peran yang penting untuk menjadikan Indonesia sebagai bangsa yang sejahtera dan bermartabat karena jumlahnya yang besar dan signifikan. Menurut data Biro Pusat Statistik (BPS) tahun 2008, jumlah pemuda Indonesia adalah 80,9 juta jiwa atau sekitar 37 persen dari total jumlah penduduk Indonesia. Jumlah ini sangat potensial sebagai salah satu modal utama bagi penggerak pembangunan bangsa ini.

 

Generasi muda memiliki 3 peran utama pada masa sekarang. Pertama, sebagai generasi penerus bangsa yang secara konsisten melanjutkan perjuangan yang telah dirintis generasi sebelumnya. Kedua, sebagai generasi pengganti generasi tua yang belum mampu mengemban amanat mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. Ketiga, sebagai generasi pembaharu yang bertujuan untuk mentransformasi bangsa ini kearah yang lebih baik.

.

Generasi muda selalu diidentikkan sebagai kaum yang idealis, dinamis dan progresif, yang diharapkan dapat membawa perubahan bagi bangsa. Namun sekarang pertanyaannya adalah, bagaimana menciptakan generasi seperti ini? Mencetak generasi muda yang memiliki semangat berkobar, integritas tinggi, dan sanggup mengguncangkan dunia seperti yang dicita-citakan mantan Presiden Sukarno memang bukanlah pekerjaan mudah.

.

Kemajuan suatu bangsa sangat bergantung kepada generasi mudanya. Kalau ingin melihat maju atau mundurnya suatu bangsa di masa yang akan datang itu sebenarnya mudah, lihat saja apa yang dilakukan generasi mudanya saat ini. Kalau generasi mudanya saja sudah malas kuliah, senang bermabuk-mabukan dan hidup tanpa tujuan, apa kata dunia??? :D

.

Bagaimana mungkin kita akan menjadi bangsa yang besar, sementara generasi mudanya lebih suka bermalas-malasan? Bagaimana mungkin negara ini akan maju kalau perilaku rakyatnya justru adalah kemunduran? Analogi mudahnya, bagaimana mungkin kita mengharapkan seorang istri seperti Fatimah RA, kalau perilaku kita tidak seperti seorang Sayyidina Ali Bin Abi Thalib?

.

Saya sering melihat banyak anak-anak muda sekarang ini yang seperti sudah hilang semangat hidupnya seolah-olah dunia sudah kiamat dan hanya tidur-tiduran memikirkan nasib tanpa bertindak. Saya paling geregetan melihat orang-orang seperti ini hahaha.. C’mon guys.. We are the hope of this nation!

 

Pada akhirnya, janganlah pernah berhenti untuk menjadi generasi pembelajar, karena kita semua adalah pembelajar seumur hidup. Belajar adalah sebuah proses berkesinambungan yang tidak akan pernah berhenti dari saat kita melihat dunia ini hingga meninggalkannya. Happy long-life learning!

.

It’s very impossible to live by yesterday’s standards and expect extraordinary results today. Live life with passion!

.

Warm regards,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar (www.muhammadassad.wordpress.com) adalah  kumpulan tulisan penyemangat yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai  suatu permasalahan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai, mudah dimengerti dan tidak berusaha untuk menggurui. Dengan semangat berbagi, saya ingin mengajak semua yang membaca ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

Read Full Post »

Menembus Penjagaan VVIP

Shabaahal khair! Apa kabar teman-teman? Saya baru aja selesai liburan 3 bulan di tanah air tercinta dan sekarang sudah kembali ke Doha. Agak sedih juga karena harus meninggalkan orang-orang tercinta dan saya sudah merasa nyaman dengan kehidupan di Jakarta. Yet, the life must go on. There is no growth in comfort zone and there is no comfort in growth zone. We must leave comfort zone to grow.

.

Alright! #notesfromQatar edisi Jumat ini akan bercerita tentang pengalaman menarik saya sekitar 4 bulan yang lalu sebelum balik ke Indonesia. Sebenernya mau ditulis dari dulu, tapi ga sempet karena waktu itu menjelang final exam jadi agak terpecah konsentrasinya hehe. Cerita ini tentang pelajaran “Never quit!” atau semangat untuk tidak pernah menyerah.

.

Awal ceritanya, sekitar 4 bulan yang lalu, tempat dimana saya belajar S2, Qatar Foundation (QF), mengadakan acara kelulusan (convocation/graduation) bagi para mahasiswa/i mereka. QF merupakan organisasi non-profit yang dimiliki oleh Emir (Raja) Qatar, Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani, dan diketuai langsung oleh salah satu istrinya, Sheikha Mozah. Mau lihat seperti apa Sheikha Mozah?

.

Udah cukup jangan lama-lama ngeliatinnya.. :D

.

Karena QF ini punya Emir Qatar, jadi kalau soal masalah duit lancar sekali. Ibarat dalam matematika seperti rumus “angka berapun dibagi nol” alias tidak tak terbatas hehe. Melalui QF ini juga, saya mendapatkan full scholarship dari Emir Qatar. Thank you Sheikh Hamad bin Khalifa Al Thani!

.

Visi dan misi QF adalah meningkatkan daya saing dan keunggulan Sumber Daya Manusia di Qatar dengan membangun sektor pendidikan, riset, serta memberdayakan komunitas. Demi mewujudkannya, QF mempunyai mega proyek ambisius dengan membangun kawasan pendidikan terpadu 500 hektar yang megah bernama Education City Centre (ECC).

.

Di dalamnya ada kampus saya dan sekitar 10 universitas top internasional juga membuka cabang kawasan ECC, seperti Georgetown University, Carnegie Mellon University, Qatar Faculty of Islamic Studies, Texas A&M University, Northwestern University, dll. Ada juga Qatar National Convention Centre, Al Jazeera Studio, Al-Shaqab Horse Ranch, Recreation Centre, Olympic Stadium, Library & Art Centre, Sidra Hospital, dll. Jadi ECC ini seperti negara di dalam negara.

.

Kembali ke laptop, convocation yang diadakan QF layaknya acara kerajaan, sangat ketat dan tdak sembarang orang boleh masuk. Hanya mahasiswa/i yang akan diwisuda, keluarganya, para staff QF dan tamu-tamu undangan. Hal ini bisa dipahami karena banyak tamu penting yang akan datang, seperti anggota keluarga kerajaan Qatar, para Duta Besar, ulama-ulama, dan tokoh-tokoh masyarakat dari kalangan akademisi, bisnis, dll.

.

Dari awal saya pun sadar kemungkinan besar tidak akan bisa masuk ke acara convocation karena ga punya undangan, tapi karena penasaran ingin melihat bagaimana suasana kelulusan, akhirnya saya mantapkan untuk hadir. Yah, saya mikirnya biar ada sedikit gambaran bagaimana jalannya wisuda, karena nanti saya kan juga akan diwisuda. Jadi judulnya adalah: NEKAT!

.

Kebetulan juga, ada teman dari Egypt yang juga berniat masuk meskipun tanpa undangan. Namanya Tamer Salem, tapi saya biasa memanggilnya jaddii (dalam bahasa arab artinya kakekku). Saya manggil kakek karena umurnya di atas saya, 35 tahun, dan istrinya ada 3 hahahaa. Ini dia foto  dengan si kakek waktu kami adu tinju di kamar hotel pas umrah beberapa bulan yang lalu. :D

.

Singkatnya, kami berdua sudah memantapkan niat untuk masuk meskipun tahu penjagaan cukup ketat. Dengan bismillah kita berangkat menuju tempat berlangsungnya acara. Setelah sampai, saya langsung lihat kanan kiri, ceritanya menganalisa situasi dari celah mana kira-kira bisa masuk.

.

Kalau digambarkan, di gerbang acara convocation berlangsung ada 3 jalur. Jalur pertama (VVIP) khusus untuk keluarga kerajaan Qatar dan undangan-undangan khusus. Jalur kedua (VIP) untuk para undangan seperti Duta Besar negara sahabat dan tokoh-tokoh masyarakat di Qatar. Terakhir jalur ketiga untuk mahasiswa/i yang lulus beserta keluarga, dan para staff QF.

.

Untuk masuk jalur pertama dan kedua agak mustahil bin mustahal, karena ada beberapa bodyguard yang gede-gede udah pada nongkrong. Berarti satu-satunya jalur yang bisa dimasuki adalah jalur ketiga. Di jalur ketiga pun ada tiga lapis pemeriksaan. Lapis pertama mengecek undangan, lapis kedua mencocokkan nama di surat undangan, dan lapis ketiga melewati metal detector. Saya dan kakek pun ikut ngantri bersama mahasiswa lain, berharap penjaganya ga ngeliat.

.

Ternyata kenyataan berkata lain. Di pemeriksaan pos pertama, saya  dan kakek langsung dicegat penjaga keamanan dan ditanya mana undangannya. Pura-pura ga ngerti bahasa arab, saya coba tetap jalan menuju pintu masuk. Tapi langsung dicegat dan diberitahu tidak boleh masuk jika tanpa undangan. Akhirnya saya balik kanan grak hehehe… percobaan pertama gagal.

.

Selanjutnya percobaan kedua. Di saat antrian cukup panjang dan sedikit tidak terkontrol, saya kembali ikut antri dan mencari celah agar lolos. Saat petugas lengah, saya berhasil lolos dari lapis pertama dan menuju lapis kedua, tempat mencocokkan nama di undangan sebelum metal detector. Saya berdoa semoga ga keliatan, tapi apa mau dikata, ternyata ketauan lagi ga bawa tiket hehehe.. Akhirnya kembali memakai jurus yang sama, balik kanan grak.

.

Dua kali sudah gagal. Saya semakin tertantang dan memutar otak bagaimana caranya supaya bisa masuk, dan pastinya tidak mungkin melalui jalur pertama lagi karena sudah dua kali mencoba dan penjaganya sudah hafal betul dengan kepala botak saya ini. Akhirnya saya dan kakek berdiri di depan gerbang sambil melihat para tamu undangan yang semakin ramai berdatangan.

.

Di saat sedang mengamati setiap tamu yang datang, dari kejauhan datang mobil Mercedes Benz CLK hitam mengkilat. Setelah semakin mendekat dan pintu dibuka, terlihatlah yang turun adalah seorang ulama besar dunia,  Sheikh Dr. Yusuf Al Qaradhawi. Beliau turun dari mobil sendirian, tanpa ditemani pengawal seorang pun! Hanya dalam waktu sekitar 3-5 detik otak ini langsung bekerja dan, “Aha!” ide segar muncul.

.

Saya langsung mendatangi Sheikh Qaradhawi dan menyambutnya, seolah-olah sebagai panitia acara convocation. Kebetulan, tidak ada panitia yang menyambut beliau. Dengan bermodal bahasa arab  pas-pasan, saya menyambut beliau dan langsung menggandeng lengan kirinya. Si kakek tidak mau ketinggalan, dia langsung menggandeng lengan kanan Sheikh, sehingga seolah-olah kita termasuk rombongan beliau.

.

Setelah kami menggandeng beliau, barulah muncul itu para penjaga keamanan dan panitia yang menyambut Sheikh. Saya pun juga ikut disalami, mungkin dikira asistennya Sheikh Qaradhawi hehe. Setelah itu, kami langsung digiring menuju jalur VVIP! Saya deg-degan banget pas mau lewat sana.

.

Saya berkata dalam hati, “Kalo sampe Sheikh Qaradhawi melepas gandengan tangan gue bisa gawat!” Tapi alhamdulillah, beliau sangat baik hati dan tetap membiarkan saya dan kakek menggandeng lengannya. Saya pun percaya diri dengan senyum mengembang saat melewati jalur VVIP. :)

.

Setelah melewati jalur VVIP, kebetulan banget ada teman yang akan diwisuda sedang membawa kamera dan langsung menjepret momen indah saya bersama Sheikh Yusuf Al-Qaradhawi. One of the best moment in my life!

.

Akhirnya saya bisa masuk, mengantarkan Sheikh Yusuf Al Qaradhawi ke tempat duduknya di paling depan, dan kemudian saya ke barisan belakang mencari tempat duduk yang kosong, dan mulai menikmati acara convocation yang megah. Kurang lebih seperti ini suasananya.

.

Lesson Learnt: Never Quit!

Apa pelajaran yang bisa diambil dari pengalaman saya kali ini? Jawabannya never quit! Dua kali diusir security karena ketahuan tidak membawa undangan tidak membuat saya menjadi lemes, putus asa dan langsung pulang ke rumah. Namun terus berusaha mencari jalan lain agar tetap bisa masuk, tentunya dengan cara yang elegan. Jangan lupa juga harus berdoa kepada Allah SWT  memohon petunjuk.

.

Dalam setiap kondisi apapun, yang baik ataupun yang buruk, jangan langsung cepat mengambil kesimpulan, dan akhirnya menyerah dengan keadaan. Tetaplah berpikir positif, berdoa dan mencoba alternatif lain. Nabi Muhammad SAW pun pernah menyampaikan dalam haditsnya, “Sesungguhnya Allah SWT mencintai sikap optimis dan membenci sikap putus asa.”

.

Ternyata benar, setelah menunggu beberapa waktu dan berpikir keras mencari jalan, akhirnya Allah SWT bukakan jalan dengan munculnya ide segar saat melihat kedatangan Sheikh Yusuf Al-Qaradhawi. Pelajaran lain yang bisa diambil adalah terkadang kita harus bertindak cepat dalam menghadapi situasi genting. Andai saja saat itu saya terlalu banyak pertimbangan dan telat 5 detik saja, mungkin kesempatan itu akan hilang. Selain itu, hilangkan segala prasangka negatif!

.

Allah SWT berfirman dalam Al-Qur’an, “Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa…” (QS. Al Hujurat [49] : 12)

.

Coba bayangkan, jika saat itu misalkan saya berprasangka negatif, “Nanti kalo gue samperin dan ngajak ngobrol Sheikh Qaradhawi dan dia ga jawab kan malu!” Nah, hal-hal seperti ini yang harus dihilangkan. Karena pikiran negatif akan menghilangkan kesempatan-kesempatan baik yang ada di depan mata, selain tentunya sebagian berprasangka itu berdosa, seperti dalam ayat di atas. Terkadang, penghalang terbesar bagi kesuksesan kita justru berasal dari pikiran-pikiran negatif yang ada dalam diri kita sendiri.

.

Believe me that nothing is impossible. Syaratnya sederhana: never quit! Gagal sekali, bangun lagi, gagal yang kedua kali, bangun lagi, jatoh lagi, bangun lagi, dst. Saya sudah sangat sering sekali mengalami hal-hal yang terlihat mustahil dan hampir tidak ada harapan, namun akhirnya menjadi kenyataan. Termasuk pengalaman dalam cerita ini.

.

Sebagai penutup, tetaplah berjuang kawan dan jangan pernah berhenti hingga mimpi tercapai, no excuse until we reach our dreams! Sebagian besar hal penting di dunia ini diraih oleh orang-orang yang terus mencoba ketika tampak tidak ada harapan sama sekali. Fall seven times, stand up eight! C’mon man you can do it! :)

.

Quitter never win and winner never quit!

.

Warm Regards,

@MuhammadAssad

.

#notesfromQatar (www.muhammadassad.wordpress.com) adalah  kumpulan tulisan penyemangat yang biasa saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai masalah yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. #notesfromQatar ditulis dengan bahasa yang ringan, santai, mudah dimengerti dan tidak berusaha untuk menggurui. Dengan semangat berbagi, saya ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan mendiskusikan solusinya bersama.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,189 other followers