Feeds:
Posts
Comments

Archive for July, 2010

.

Greetings from Melbourne! :D Apa kabar semua teman-teman, sahabat dan para pembaca setia #notesfromQatar? I hope you are all fine! Edisi Jumat ini agak sedikit berbeda karena saya sekarang sedang berada di Melbourne, jadi mungkin seharusnya tulisannya menjadi #notesfromMelbourne hehe.. Well, meskipun sedang tidak berada di tanah air tercinta, tapi itu tidak menyurutkan komitmen aktivitas rutin mingguan untuk terus berbagi sedikit pengetahuan dalam menulis #notesfromQatar.

.

Salah satu aktivitas selama di Melbourne adalah menghadiri Konferensi Internasional Pelajar Indonesia (KIPI) di Victoria University. Saya sendiri sebagai perwakilan PPI (Persatuan Pelajar Indononesia) di Qatar, tempat saya belajar S2 (Master of Islamic Finance). Konferensi ini mengumpulkan PPI seluruh dunia, dari Asia, Eropa hingga Timur Tengah. Topik konferensinya adalah bagaimana kontribusi pemuda terhadap pembangunan bangsa. Saya pun jadi tertarik untuk menuliskan tentang hal ini dalam #notesfromQatar edisi Jumat ini. Setuju? :)

.

Tulisan kali ini akan menyoroti bagaimana cara untuk membentuk suatu generasi muda yang tangguh. Ini tidak lepas dari kenyataan bahwa kaum muda adalah sosok penentu keberhasilan bangsa di masa depan nanti. Maju atau tidaknya suatu bangsa di masa depan bisa dilihat dari maju atau tidaknya para pemuda di negara tersebut. Jadi sebetulnya mudah saja untuk melihat apakah Indonesia akan maju di masa yang akan datang, lihat saja kelakuan anak mudanya sekarang ini.

.

Generasi muda adalah generasi penerus yang akan memegang tongkat estafet untuk melanjutkan pembangunan. Untuk bisa mengemban tugas itu, tidak ada kata lain, kita harus mampu menjadi generasi yang tangguh. Bagaimana menciptakan suatu generasi yang tangguh? Yaitu dengan menciptakan generasi yang mampu untuk berfikir namun tidak lupa juga untuk berzikir. Generasi inilah yang terus menerus dibutuhkan bangsa untuk membangun suatu peradaban, karena mereka bukan hanya cerdas dalam bidang ilmu pengetahuan, tapi juga beriman dan bertakwa kepada Allah SWT.

.

Allah SWT berfirman, “Sesungguhnya dalam penciptaan langit, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal. Yaitu, orang-orang yang mengingat Allah SWT di saat berdiri, duduk atau berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata): “Ya Tuhan Kami, tiadalah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia. Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa neraka.” (QS. Ali Imran [3]: 190-191)

.

Di dalam ayat tersebut terdapat unsur manusia yang mampu untuk berfikir dan berzikir. Allah SWT memberikan pelajaran dan pengajaran kepada orang-orang yang memiliki akal (berfikir) bahwa sesungguhnya di dalam penciptaan langit dan bumi serta bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda kebesaran-Nya. Orang-orang yang berpikir inilah yang selalu memikirkan berbagai fenomena alam dimanapun dan kapanpun, dan selalu mengingat Allah SWT (berzikir) baik dikala sedang berdiri, duduk, dan berbaring. Zikir di sini bukan berarti hanya mengucap kalimat tasbih atau takbir, tapi secara general adalah beribadah dan bertakwa kepada Allah SWT.

.

Bagaimana menciptakan generasi ini? Pertama, adalah dengan ilmu pengetahuan, dan sumber dari ilmu pengetahuan adalah membaca. Makanya mengapa wahyu yang pertama turun ke Nabi Muhammad SAW adalah tentang perintah membaca atau Iqra’. “Bacalah atas nama Tuhanmu (Allah SWT) Yang menciptakan.” (QS. Al-Alaq:1)

.

Lalu apa yang harus dibaca? Jawabannya adalah ayat-ayat Allah SWT yang ada dua macam. Pertama adalah ayat yang tertulis dan kedua adalah ayat yang tercipta. Ayat yang tertulis atau Ayat Qauliyah” adalah ayat-ayat yang terdapat di dalam Al-Qur’an. Sementara ayat yang tercipta atau “Ayat Kauniyah” adalah berbentuk ciptaan-ciptaan Allah SWT di alam semesta seperti matahari, bumi, bulan, bintang, planet, tumbuh-tumbuhan, binatang, dsb.

.

Semua itulah yang harus dibaca dan dipelajari oleh generasi muda agar kita dapat semakin maju dan menguasai ilmu pengetahuan. Apapun yang akan kita lakukan, semuanya harus dengan ilmu. Segala sesuatu yang dikerjakan tanpa ilmu bagaikan tubuh tanpa nyawa. Tanpa ilmu, kita tidak dapat mengerti tentang arti, sehingga tidak dapat memberikan manfaat bagi diri kita sendiri, apalagi bagi sekeliling kita.

.

Beribadah membutuhkan ilmu, membangun gedung pun memerlukan ilmu, hingga pergi ke bulan pun harus ada ilmunya karena tanpa ilmu kita bisa hilang di bulan dan ga balik lagi ke bumi hehehe… Allah SWT berfirman, “Hai jemaah jin dan manusia, jika kamu sanggup menembus (melintasi) penjuru langit dan bumi, maka lintasilah, kamu tidak dapat menembusnya melainkan dengan kekuatan (ilmu).” (QS. Ar-Rahmaan [55]:33)

.

Ironisnya, dalam merealisasikan hal ini, ternyata kaum kafir lebih pandai dibanding kaum muslim itu sendiri. Sejarah mencatat pada tahun 1978 dua orang astronot Amerika Serikat, yakni Neil Amstrong dan Buzz Aldrin telah pergi ke bulan dengan menggunakan pesawat Apollo H.

.

Fakta di atas menunjukkan betapa ilmu pengetahuan memegang peranan sangat penting pada masa sekarang ini karena bangsa-bangsa yang maju adalah bangsa-bangsa yang menguasai ilmu pengetahuan. Kita bisa melihat bagaimana terbelakangnya kaum muslimin di dunia ini dalam bidang ilmu pengetahuan dibanding kaum kafir, terutama Yahudi. Menurut data terbaru tahun 2009, di dunia ini terdapat 14 juta orang Yahudi, dengan persebaran terbanyak di Amerika dengan total populasi sekitar 5 juta, lalu di benua Asia (5 juta), Erope (2 juta), dan Asia (sekitar 200 ribu).

.

Sedangkan, jumlah total populasi kaum muslim di dunia berjumlah 1.5 Miliar atau 1,500 juta orang, atau skitar hampir 110% lebih banyak dibanding kaum Yahudi. Persebarannya tersebar dari yang paling terbanyak berada di Benua Asia dan Timur Tengah (1 Miliar), lalu Benua Afrika (400 juta), kemudian di Benua Eropa (40 juta), dan sisanya menyebar di Benua Amerika (6 juta).

.

Dengan data seperti ini, berarti 1 dari 5 orang di dunia ini adalah seorang Muslim. Dan untuk setiap orang Yahudi di dunia ini terdapat 107 orang Muslim. Jadi perbandingan antara kaum muslimin dan kaum Yahudi adalah 1:107. Lalu mengapa dengan data sehebat ini, dengan perbandingan kaum muslimin yang lebih dari 100 kali lipat banyaknya dari Kaum Yahudi, kita masih sangat terbelakang? Jawabannya adalah ilmu pengetahuan.

.

Dalam 105 tahun belakangan ini, dari 14 juta Kaum Yahudi di dunia ini, 180 diantaranya sudah memenangkan hadiah Nobel. Sementara dari 1.5 milyar penduduk Muslim, baru 3 orang yang mendapatkan hadiah Nobel. Sungguh ironis.

.

Kita telah melihat sendiri bagaimana majunya kaum Yahudi di dalam ilmu pengetahuan. Tanpa kita sadari, selama ini hidup kita pun sedikit maupun banyak tergantung dari produk-produk Yahudi. Operating System di sebagian komputer kita adalah Microsoft. Jika kita ingin mencari data di internet, maka kita langsung akan tertuju ke Google atau Yahoo, atau mungkin kita lebih bangga saat makan di restoran-restoran seperti McDonalds, KFC, Burger King, dan nongkrong bareng temen-temen di Starbucks, dan berbagai macam lainnya.

.

Kita memang pernah mempunyai ilmuwan-ilmuwan dan para cerdik cendekia sekelas Ibnu Sina, Ibnu Rusydi, Al-Khawarizmi, dsb. Tapi sadarlah wahai kaum Muslimin, itu dahulu kala. Bangun bangun sahurrr jangan kelamaan tidurnya! hehehe.. Sekarang kita sudah sangat jauh tertinggal. Kita lebih mengenal dan mengagumi nama-nama besar seperti Albert Einstein, Sergei Brin (Google), Michael Dell (Dell Computer), Bill Gates (Microsoft), hingga Roman Abrahamovic, pemilik klub Chelsea yang juga seorang Yahudi.

.

Inilah kondisi kaum Muslim pada masa sekarang ini. Tapi kita tidak usah menjadi takut dan pesimis, karena memang beginilah cara Allah SWT memberikan pelajaran untuk memotivasi kita sebagai manusia untuk selalu berpikir dan menguasai ilmu pengetahuan yang nantinya pada suatu saat akan mengangkat kembali Islam seperti masa keemasannya dahulu. Namun, berpikir saja tidaklah cukup. Kita juga harus berzikir sebagai wujud rasa patuh dan taat kita kepada-Nya. Sebagaimana firman Allah SWT. “Hai orang-orang yang beriman, berzikirlah (dengan menyebut nama) Allah, zikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya di waktu pagi dan petang.” (QS. Al-Ahzab:41-42)

.

Dengan memiliki ilmu pengetahuan dan menjadi insan yang pandai berpikir dan berzikir, Allah SWT berjanji akan mengangkat derajat kita, “…niscaya Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat …” (QS. Al-Mujadilah:11)

.

Semoga Allah SWT senantiasa memberikan hidayah, khususnya dalam menjadikan kita sebagai insan yang berpikir dan berzikir di dunia ini, serta selalu memberikan petunjuk kepada kita semua dalam menapaki jalanNya yang lurus, jalan orang-orang yang Allah berikan nikmat, jalan para nabi, orang-orang yang jujur, para syuhada, serta orang-orang yang shalih, dan bukan jalan orang-orang yang tersesat.

.

Demikian #notesfromQatar hari ini, have a good day friends! How’s the weather in Indonesia? The weather here is really really freezing! brbrbbrrbbrrrrr :D

.

Greetings from Melb,

@muhammadassad

.

#notesfromQatar adalah catatan ringan dan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai hal-hal ringan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat berbagi, saya ingin memberikan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan berdiskusi bersama.

Read Full Post »

Salam Olahraga!! Tidak terasa juga Piala Dunia 2010 akan memasuki fase terakhir. Dua tim terbaik dari benua Eropa: Belanda dan Spanyol, telah mencatatkan diri mereka dalam sejarah untuk berada di Final. Siapapun pemenangnya, satu yang pasti: Juara dunia baru akan lahir! Ini bisa terjadi karena, baik Belanda ataupun Spanyol, belum pernah menjadi juara dunia. Berhubung momen piala dunia sudah akan mencapai puncaknya, agak kurang greget kalau #notesfromQatar tidak membahas hal-hal yang berhubungan dengan pesta akbar 4 tahunan ini.

.

Piala Dunia memang luar biasa! Kehadirannya bisa membawa euforia begitu hebat bagi semua orang. Piala dunia seperti sihir yang bisa menyatukan semua orang dari berbagai kalangan. Tidak perduli dari Presiden sampe abang tukang sayur, semua pasti ngomong tentang bola! Suka ga suka, ngerti ga ngerti, itu ga penting. Yang penting adalah kita semua punya tim jagoan masing-masing. Alasan pun bermacam-macam, dari alasan karena skill pemain di negara itu hebat-hebat sampai alasan bahwa pemainnya tampan-tampan. Semua boleh!

.

Selain itu, Piala Dunia rasanya tidak lengkap tanpa dua aktivitas yang selalu dilakukan bersama teman atau sahabat. Ibaratnya kalo ga ada aktivitas ini seperti sayur asem tanpa asemnya atau jagung bakar tanpa dibakar hahahaa.. Pertama adalah nonton bareng (nobar) dan yang kedua adalah TARUHAN! kalo nobar si ya boleh dan halal aja asalkan waktu nobar ga sambil minum-minuman keras ya hehehe.. tapi bagaimana dengan taruhan, bolehkah? Bagaimana kalau taruhan hanya sekedar “just for fun”? Ini dia masalah klise yang selalu berputar di otak kita tapi tidak pernah selesai.

.

Apalagi sekarang lagi heboh tentang ramalan dari sebuah gurita berumur 2 tahun di Jerman yang bernama Paul atau biasa disebut “Paul the Octopus”. Si gurita ga jelas ini yang katanya bisa meramal hasil pertandingan berdasarkan kotak dimana sang gurita nemplok. Kemarin sang gurita nemplok di kotak yang ada bendera spanyol, maka orang-orang beramai-ramai taruhan pegang spanyol. Memang benar prediksinya itu tepat, tapi ya itu emang kebetulan ajaaa.. Pertanyaan sederhananya, kok bisa2nya gurita dipercaya oleh manusia yang jelas-jelas memiliki akal??? Pusing kepala gue hehehe..

.

Judi Ooohh Judi…

Judi atau taruhan didefinisikan sebagai transaksi atau permainan yang mengandung unsur spekulasi untuk menentukan nasib yang akan menguntungkan salah satu pihak dan menimbulkan kerugian di pihak lain. Kalau di dalam bisnis, seperti permainan bernama zero-sum game, yaitu keuntungan yang didapat berasal dari kerugian yang diderita orang lain. Jadi dalam zero-sum game, tidak ada ceritanya dua-duanya untung (win-win), yang ada satu menang satu lagi terkapar alias K.O. Misalkan, A mempertaruhkan Rp 50.000 dan B Rp 50.000 juga. Kalau A yang menang maka uang B akan jadi milik A sehingga B rugi, dan begitu juga sebaliknya jika A yang kalah maka dia yang akan rugi dan B untung.

.

Di dalam Islam, judi atau taruhan diistilahkan dengan kata “maysir” dari akar kata al-yusru yang berarti mudah atau al-yasar yang berarti kaya. Hal ini karena orang beranggapan bahwa judi adalah cara cepat untuk membuat orang menjadi kaya dengan cara yang mudah. Padahal, semua itu hanya ilusi dan tidak pernah ada cerita dalam sejarah orang-orang terkaya di dunia karena hasil berjudi. Berjudi ini seperti narkoba, biarpun orang sudah rugi dan bangkrut bahkan sampai harus menjual aset, tetap saja orang yang gila judi tidak akan pernah berhenti.

.

Taruhan atau judi itu hukumnya H-A-R-A-M. Semua ulama sepakat mengenai hal ini karena aturan mainnya sudah jelas. Allah SWT berfirman, “Wahai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berpahala, mengundi nasib dengan anak panah adalah perbuatan keji yang termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan.” (QS. Al-Maidah [5]:90).

.

Saat Islam mengeluarkan perintah/larangan terhadap sesuatu, pasti ada hikmah yang terkandung di baliknya. Begitu juga dengan judi. Mudharat (keburukan) yang ditimbulkan jauh lebih banyak dibanding maslahat (kebaikan). “Mereka bertanya kepadamu tentang khamar dan judi. Katakanlah: “Pada keduanya terdapat dosa yang besar dan beberapa manfaat bagi manusia, tetapi dosa keduanya lebih besar dari manfaatnya.” Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu supaya kamu berfikir.” (QS. Al-Baqarah [2]:219)

.

Salah satu mudharat yang bisa diciptakan dari perjudian adalah permusuhan dan kebencian di antara orang yang melakukan judi, dan bukan tidak mungkin akan berakibat kepada dendam dan saling membunuh. Hal ini sudah diingatkan oleh Allah SWT, “Sesungguhnya syaitan itu bermaksud hendak menimbulkan permusuhan dan kebencian di antara kamu akibat (meminum) khamar dan berjudi itu, dan menghalangi kamu dari mengingat Allah SWT; maka berhentilah kamu (dari mengerjakan pekerjaan itu).” (QS. Al-Maidah [5]:91)

.

Taruhan Dalam Sepakbola?

Bagaimana dengan taruhan dalam sepakbola? Apakah termasuk perjudian? Jawabannya: YES! Karena taruhan dalam sepakbola tetap ada unsur judi di dalamnya. Pertama, menggantungkan nasib kepada sesuatu yang belum pasti, yaitu tim sepakbola yang kita jagokan menang / kalah. Kedua, ada unsur zero-sum game seperti yang saya jelaskan di atas. Jadi pihak yang menang berada di atas kerugian atau penderitaan orang lain. Meskipun orang yang kehilangan duitnya ikhlas, tapi pasti tetap ada rasa tidak terima.

.

Lalu bagaimana jika uang yang dipertaruhkan itu dalam jumlah yang sedikit? Tetap saja hukumnya judi, mau dikit atau banyak, tetap ada unsur judinya di situ. Logika mudahnya seperti ini: aktivitas yang dlakukan sama (berjudi), aturan mainnya juga sama (yang menang dapet, yang kalah keok alias boke), ya tentu saja hukumnya sama… Haram. Jika Allah SWT melarang kita melakukan sesuatu, itu berarti kita harus meninggalkannya secara keseluruhan, baik dalam bentuk besar maupun kecil.

.

Contohnya, kita dilarang untuk mencuri, itu berarti mau mencuri bebek tetangga atau mencuri dengan cara ngebobol ATM ratusan juta, tetap saja namanya mencuri. Contoh lain kita dilarang meminum khamar/arak/bir/whiski/teman2nya. Mau nenggak 7 botol atau nenggak setetes ya sama aja hukumnya haram, dan meskipun kita tidak mabok sewaktu meminumnya. Karena tingkat kemabokan seseorang itu berbeda, bagi yang sudah biasa meminum khamar, mungkin 19 gelas tidak akan menyebabkan mabuk. Tapi bagi orang yang belum pernah minum sekalipun, satu teguk udah teler keblinger terkapar hehehe.. (www.lebay.com)

.

Mengapa besar atau kecil tetap sama saja hukumnya haram? Itu sebagai latihan agar kita tidak terbiasa melakukan dosa kecil, karena semakin ringan dosa dilakukan maka akan berkembang terus seperti bola salju dan menjadi dosa yang besar. Coba liat, orang yang korupsi puluhan milyar itu kan karena sudah terbiasa latihan korupsi dalam jumlah yang kecil kan? Tidak akan ada cerita orang bisa langsung lihai korupsi 50 M tanpa melewati proses korupsi 50 juta, 500 juta, 5 M, dst.

.

Terus kalau taruhannya bukan dalam bentuk uang gimana? Tapi misalkan, dalam bentuk teman yang kalah mentraktir teman yang menang? ya sami mawon tetep aja itu judi, cuma dalam bentuk yang lebih halus hehehe…. Tapi kan niatnya baik? Supaya persahabatan semakin erat dan hubungan semakin baik? Ya memang itu niatnya bagus, cuma caranya yang salah.

.

Kalau kita mau mentraktir teman, ya dari awal ga perlu kita bertaruh dan mengucap kata-kata yang kurang lebihnya, “Gue pegang Belanda pasti menang lawan Spanyol nih! Taruhan yuk, kalo Belanda yang menang lo traktir gue, tapi kalo Spanyol yang menang, gue yang traktir lo!” Nah kata-kata seperti ini lah yang mengakibatkan hukum haram judi menjadi “ON”.

.

Berarti ucapan saja sangat berpengaruh dong? Oiya tentu saja. Makanya mengapa ada ungkapan “mulutmu harimaumu”. Hati-hati dengan ucapan. Bukankah begitu banyak hal bisa terjadi hanya dengan ucapan? Orang bisa bunuh-bunuhan hanya karena sakit hati diejek temannya. Pria dan wanita juga bisa sah menjadi suami istri juga hanya dengan ucapan (ijab qabul) bukan? Bahkan, orang yang ingin masuk Islam pun cukup hanya dengan mengucapkan dua kalimat syahadat, dan telah sah dia sebagai pemeluk agama Islam.

.

Jadi, selain niatnya baik, caranya pun juga harus tepat. Contohnya, A mau mentraktir teman-temannya, yaudah ga perlu diomongin dari awal. Tapi misalkan di pertandingan itu Belanda menang dan hatinya senang, trus keluar kata-kata, “Waaahhh hati gue lagi berbunga-bunga dan seneng nih tim jagoan gue menang, ayo kita ke warung Bu Inem, gue traktir makan bakso lo semua sampe kembung!” nahhh yang model begini baru boleh hehehe…

.

Demikianlah pembahasan #notesfromQatar mengenai taruhan dalam sepakbola. Intinya adalah, silahkan menikmati pertandingan sepakbola dengan nobar bersama teman, kerabat, sahabat dan keluarga tercinta, tapi gausa pake taruhan ya.. Semoga tulisan sederhana ini bermanfaat bagi teman-teman dan pembaca semua karena saya yakin hal-hal kecil seperti ini sering kita jumpai dalam kehidupan sehari-hari. Masalah yang klise, namun terkadang kita bingung untuk mencari jawabannya.

,

Ternyata, semua jawaban yang kita butuhkan sudah ada di dalam Islam. Hal ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama paling sempurna yang mengatur seluruh bentuk kehidupan umat manusia, dari mulai tata cara beribadah sampai dalam hal berolahraga. “Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku kepadamu, dan telah Kuridhai Islam menjadi agama bagimu.” (QS. Al-Maidah [5]:3)

.

Lastly, Siapakah yang anda dukung dalam Final Piala Dunia 2010: Belanda VS Spanyol? kalau gue jagoin Belanda! (Tanpa taruhan tentunya hehehe…). Nobar dimana yang kira-kira seru untuk Final Piala Dunia ya? Any suggestion??? :)

.

Have a good Friday all!

.

Warm Regards,

@muhammadassad

.

#notesfromQatar adalah catatan ringan dan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai hal-hal ringan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat memberi dan berbagi, saya ingin memberikan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

Read Full Post »

Menghargai Pembantu

“Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum menghina kaum yang lain karena boleh jadi mereka (yang dihina) lebih baik dari mereka (yang menghina), dan jangan pula wanita menghina wanita lain karena boleh jadi wanita (yang dihina) lebih baik dari wanita (yang menghina)..” (QS. Al Hujurat [49]:11)

.

“Mbak, ambilin bajuuuu!”, “Mbak, bukain pintuuuuu!”, “Mbak, bajunya bolong niiihhh kelamaan disetrikaaa!” hahahaa.. Disadari atau tidak, kurang lebih seperti itulah kalimat yang sering terlontar dari mulut kita yang ditujukan kepada seseorang di rumah. Seseorang yang sebetulnya banyak berjasa, mendukung segala operasional dan aktivitas kita dari belakang layar, namun perannya sering terlupakan. Seseorang itu ialah pembantu kita di rumah.

.

Peran Pembantu

Pembantu yang saya maksud di sini bukan hanya pembantu yang sehari-hari memasak, menyapu dan mencuci baju. Tapi termasuk juga supir, tukang kebun atau satpam yang ada di rumah kita. Selain itu, bisa juga karyawan atau bawahan di kantor. Peran mereka besar sekali. Bagaimana cara mengetahuinya? Coba saja bayangkan bagaimana akibatnya jika di rumah tidak ada pembantu yang membantu untuk membersihkan rumah atau mencuci baju-baju kita?

.

Saya sudah merasakan sendiri. Sejak 2 minggu lalu balik ke Indonesia, tidak ada pembantu di rumah. Akhirnya baju dikirim ke laundry, rumah menjadi tidak terurus, dan sering gada makanan hehehe.. sebenernya ya ga masalah juga utk melakukan apa-apa sendiri karena di Qatar pun juga seperti itu, namun rasanya akan lebih enak dan sangat terbantu apabila ada pembantu.

.

Alhamdulillah sekarang di rumah sudah ada pembantu dan begitu terasa sekali perannya. Segala aktivitas saya sangat terbantu dengan adanya pembantu di rumah. Kita sering melihat pembantu hanyalah sebagai seseorang yang (mungkin) derajatnya berada di tingkat bawah, yang bisa seenaknya disuruh ini itu karena kita merasa telah “membelinya” dalam bentuk pemberian gaji tiap bulan. Padahal di dalam Islam, tidak pernah ada pembedaan sedikitpun di antara manusia.

.

Perasaan sombong terkadang menjadi penyebab sikap dan tindakan kita terhadap pembantu, padahal Rasulullah SAW bersabda bahwa kesombongan sekecil apapun akan menyebabkan seseorang tidak bisa masuk ke dalam Surga-Nya, “Tidak masuk Surga orang yang ada dalam hatinya seberat biji sawi dari kesombongan..” Lalu beliau melanjutkan, “Sombong itu menolak kebenaran dan meremehkan manusia.” (HR. Muslim).

.

Penghargaan Islam Terhadap Hak Asasi Manusia (HAM)

Kita sering mendengar istilah Hak Asasi Manusia atau yang biasa disingkat HAM. HAM adalah hak-hak mendasar dan fundamental yang dimiliki setiap orang sesuai dengan kondisi yang manusiawi dan tanpa terkecuali.

.

Islam adalah agama yang sangat menghormati hak asasi bagi setiap manusia. Konsep HAM dalam Islam terpusat pada 5 hal pokok yang harus dijaga dan dihormati oleh setiap individu, yaitu hifdzu al-din (penghormatan atas kebebasan beragama), hifdzu al-mal (penghormatan atas harta benda), hifdzu al-nafs (penghormatan atas jiwa dan hak hidup) hifdzu al-‘aql (penghormatan atas kebebasan berpikir) dan hifdzu al- nasl (penghormatan untuk menjaga keturunan).

.

Pada tanggal 10 Desember 1948 di Paris, Majelis Umum PBB mendeklarasikan sebuah deklarasi universal tentang HAM atau lebih dikenal dengan nama Universal Declaration of Human Rights (UDHR). Deklarasi ini terdiri dari 7 ayat pembukaan dan 30 artikel yang mengatur tentang hak-hak asasi manusia dan kebebasan dasar yang dimiliki oleh setiap manusia tanpa diskriminasi.

.

Deklarasi tentang HAM ini seakan menjadi tonggak sejarah baru dalam penghargaan HAM meskipun banyak yang menilai bahwa sebelum UDHR ini, sejarah HAM dimulai oleh magna charta (piagam besar) di Inggris pada tahun 1215. Magna Charta adalah piagam yang membatasi kekuasaan Monarki Inggris dari kekuasaan absolut.

.

Namun ternyata magna charta bukanlah yang pertama kali. Kurang lebih 15 abad yang lalu, sebuah agama yang bernama Islam telah mengajarkan manusia bagaimana mengargai HAM. Nabi Muhammad SAW adalah seorang pejuang HAM terhebat sepanjang masa. Sebuah “deklarasi” tentang HAM dibacakan oleh Rasulullah ketika Haji Wada’ (Perpisahan) pada hari ke-8 Dzulhijah. Bacalah pesan beliau di bawah ini yang begitu menghargai hak asasi setiap manusia.

.

”Wahai manusia! Sesungguhnya kamu semua berasal dari Adam dan Adam berasal dari tanah. Tidak ada kelebihan seorang Arab atas non-Arab dan sebaliknya, tidak ada kelebihan non-Arab atas Arab; dan juga orang putih tidak memiliki kelebihan dari orang hitam dan sebaliknya, tidak ada kelebihan orang hitam atas orang putih. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa.”

.

Kemudian beliau melanjutkan, ”Wahai umatku! Kamu berhak atas diri kamu dan isteri-isteri kamu dengan penuh kasih atas diri kamu. Perlakukanlah isteri-isteri kamu dengan penuh kasih sayang. Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka atas hak Allah dan halal bagi kamu atas nama Allah.

.

Di situ terlihat jelas bagaimana Islam sangat menghargai HAM. Isi dari khutbah tersebut adalah bertujuan untuk menghormati harkat dan martabat manusia tanpa terkecuali, menghapuskan eksploitasi, penindasan dan ketidakadilan diantara manusia. Islam memandang HAM sebagai konsep yang bersumber dari Allah SWT dan berlaku untuk semua orang tanpa mengenal batasan agama, ras, jenis kelamin, suku, dll.

.

Pembantu Emang Punya HAM Juga?

Punya doog! :) Prinsip dasar HAM dalam Islam adalah tentang persamaan, kebebasan dan penghormatan terhadap sesama manusia. Persamaan memiliki arti bahwa setiap manusia itu adalah sama, mau dia hitam/putih, cantik/jelek, asia/afrika, tinggi/pendek, laki-laki/perempuan. Termasuk di dalamnya pembantu kita. Mau dia hitam atau kurang cantik, dia tetaplah manusia yang harus dihargai dan dihormati.

.

Lalu, kalau semua manusia sama, apa bedanya? Pembedanya dari tingkat ketaqwaan. Hal ini sesuai dengan firman Allah SWT, “…Sesungguhnya orang yang paling mulia di sisi Allah SWT ialah orang yang paling bertaqwa diantara kamu sekalian” (QS. Al-Hujurat : 13)

.

Selanjutnya mengenai kebebasan, maknanya adalah bahwa setiap manusia memiliki jaminan kebebasan untuk hidup secara manusiawi dalam bidang apapun, baik beragama, berpolitik, bermasyarakat, dsb. Tapi tentunya, kebebasan disini bukan kebebasan mutlak, namun kebebasan yang tetap harus menghormati hak-hak orang lain. Pembantu kita pun juga memiliki kebebasan hidup, misalkan dalam beribadah sesuai keyakinannya. Jangan kita menzholiminya dengan misalkan, tidak memberikan waktu untuk shalat.

.

Selanjutnya adalah penghormatan terhadap manusia. Ini sudah jelas bahwa setiap manusia memiliki hak yang sama untuk dihormati. Seperti yang sudah disampaikan Rasulullah SAW dalm khutbah terakhirnya bahwa kita semua adalah anak Adam, dan Adam tercipta dari tanah. Penghormatan ini adalah hak bagi setiap manusia, tak terkecuali bagi pembantu kita.

.

Ini berarti bahwa HAM adalah hak paling mendasar yang dimiliki manusia dan melekat padanya dalam kondisi apapun. Bukan berarti karena mereka pembantu, lalu hilanglah hak-hak asasi mereka. Hak disini bisa dalam bentuk hak hidup layak seperti diberikan gaji yang sesuai dan tidak zhalim, waktu tidur yang cukup dan tidak bekerja terus selama 24 jam, diberikan makan minimal 3 kali sehari, menyuruh dengan cara yang santun, tidak menyiksa secara fisik jika melakukan kesalahan, dsb.

.

Pada akhirnya, seperti lirik lagunya Serieus Band yang dinyanyikan oleh Candil dengan suara melengkingnya, “Roockeeeeeer juga manusia, punya rasa punya hati…” Begitu pula dengan pembantu kita di rumah, mereka pun juga manusia hehehe. Sudah sepatutnya mulai sekarang kita menghargai, menghormati, dan memperlakukan para pembantu kita di rumah sebagaimana kita ingin dihormati dan dihargai oleh orang lain.

.

Mungkin memang status sosial mereka lebih rendah dari kita, namun siapa yang mengetahui kalo ternyata mereka lebih shaleh dibanding kita, dan bukan tidak mungkin, pembantu kita itu bisa mengantarkan kita ke dalam Surga Allah SWT. Makanya mulai dari sekarang, bersikap baik lah kepada pembantu, atau sebetulnya bukan hanya kepada pembantu, tapi ke semua orang.. Supaya berkah turun dari langit dan bumi.. :)

.

Wallahu’alam bishshawwab....

.

Tidak lupa.. Selamat menyaksikan pertandingan hidup dan mati malam ini antara Brazil dan Belanda! Team mana jagoan anda? kalo saya pilih Brazil! Samba will rule the game! hahaha.. Well.. have a good Friday and Waka Waka! :)

.

Best Regards,

@muhammadassad

.

#notesfromQatar adalah catatan ringan dan sederhana yang saya tulis setiap hari Jumat tentang pengalaman pribadi selama berada di Qatar atau mengenai hal-hal ringan yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Dengan semangat memberi dan berbagi, saya ingin memberikan pandangan terhadap suatu masalah, tentunya dengan keterbatasan ilmu yang dimiliki. #notesfromQatar tidak berusaha untuk menggurui, namun ingin mengajak semua yang membacanya ikut berpikir dan mendiskusikannya bersama.

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,190 other followers