Feeds:
Posts
Comments

Archive for March, 2010

Masih ingat mengenai cerita saya tentang Sedekah dalam postingan “Dahsyatnya Sedekah”? Dimana di situ diceritakan saya mendapat tiket pertandingan sepakbola VIP Brazil-Inggris gratis seharga 1.5 juta, duduk di kursi VIP baris ke 3  dan bisa makan buffet kelas 1 sewaktu jeda. Saya mendapatkan hikmah yang sangat besar dari sedekah dan berpikir positif (husnudzan) kepada Allah SWT. Bagi yang belum sempat baca, silahkan di klik di sini: http://muhammadassad.wordpress.com/2009/11/20/dahsyatnya-sedekah/

.

Kali ini saya ada cerita lagi yang sangat menarik dan agak tidak masuk akal, sampai saya sendiri sempat bertanya dalam hati, “kok bisa ya?” Lagi lagi ini mengenai dahsyatnya sedekah dan berpikiran positif kepada Sang Maha Pencipta. Saya semakin yakin bahwa ada korelasi yang kuat diantara keduanya. Seperti apa ceritanya?

.

OK kita mulai! Kurang lebih sekitar sebulan yang lalu saya balik ke tanah air tercinta, tepatnya pada tanggal 10 Februari. Saya balik karena kakak akan menikah, jadi ya wajar donk sebagai seorang adik harus balik. Sebetulnya pada bulan Januari lalu saya baru aja liburan 2 minggu di Indonesia, jadi ya bolak balik lagi dan agak males. Tapi, karena momennya ini menikah, yang mana sekali seumur hidup (InsyaAllah), akhirnya saya memutuskan untuk balik.

.

Pada hari H, tanggal 10 Februari, setelah selesai kuliah, sekitar jam 8 malam saya berangkat menuju Doha International Airport. Di sana ya seperti normalnya orang mau naik pesawat, check-in di counter, ngasi passport dan e-number flight ticket, lalu masukin koper ke bagasi, dan dapet boarding pass. Setelah saya lihat, kursinya nomer 32F. Well, it is not good place. Karena posisi tempat duduknya bukan di aisle. Ya, saya emang suka posisi aisle atau di pinggir, karena lebih leluasa untuk keluar masuk dan pergi ke toilet hehe.. Saya baru sadar nomor kursi bukan di aisle setelah meninggalkan counter, jadi yaudah lah dan saya lanjut jalan langsung menuju imigrasi, liat-liat dan sempet beli-beli di duty free, terus duduk manis di ruang tunggu menunggu kedatangan pesawat Qatar Airways. There is nothing special up to this point.

.

Kemudian pengumuman terdengar bahwa penumpang Qatar Airways jurusan Jakarta diharapkan segera memasuki pesawat. Saya pun langsung menuju boarding pass counter. Kemudian saya kasih boarding pass ke petugasnya, dia ngetik2 dan ga ngerti ngetik apaan. Karena saya orangnya selalu berusaha menciptakan suasana jadi enak, ya saya ajak ngobrol lah itu mbak2nya. (sebenernya dalam hati takut juga kenapa tiket gue diceknya lama banget, takut ga bisa pulang ke jakarta). Kurang lebih terjadilah percakapan seperti ini:

.

Saya: “Hi, how are you doing? Is the flight full?” – basa basi dulu nanya kabar

Mbak: “I am good, yes it is full.”

S: “Hmmm ok.. well, can I change my seat, please?” – maksudnya mau pindah posisi dari tengah ke aisle

M: “Yess, I move your place from Economy Class to Business Class”

S: “Are you kidding?” No, I mean I want to change my seat into aisle”

M: “Well, I have moved you to Business Class. You don’t want?”

S: “Of course I want! keep it like that” – agak ga percaya tapi seneng juga hehehe

M: “Yess! Now your seat is 5E” – sambil ganti nomer di boarding pass

S: “Thanks so much! JazakAllah khair (semoga Allah membalas kebaikanmu)”

.

Barang bukti tiket yang dicoret

.

Seneng abiss, ya saya cuma bayar kelas ekonomi biasa, tapi dapet business class, dan langsung terbayang gimana enaknya nanti di pesawat, kursi besarnya yang bisa tiduran persis lurus 180 derajat, makanan dan minumannya (i love eating!) dan yang pasti kenyamanannya. Perjalanan Doha-Jakarta yang sekitar 8 jam pun pasti akan terasa cepat. Tapi sambil berjalan menuju ke pesawat, saya berpikir, kok bisa ini terjadi kepada saya ya? Ada lebih dari 300 penumpang di pesawat, tapi kenapa saya yang dipindah ke business class, yang cuma berkapasitas untuk 15 orang??? Mungkin beberapa orang menyebut ini suatu kebetulan, ya namanya juga pesawat lagi penuh, jadi wajar lah beberapa orang dipindahin aja ke business class. Iya benar. Tapi kenapa saya yang ada di kursi nomor 32? Kenapa bukan orang yang ada di urutan nomor 6, 7,8 dst yang notabene-nya adalah nomor urut langsung setelah business class?

.

Saya selalu yakin bahwa setiap kejadian yang terjadi di dunia ini adalah bukanlah sebuah kebetulan, tapi ada Sang Maha Pengatur yang mengatur ini semua. kalau memang apa yang terjadi di dunia ini semuanya hanyalah kebetulan semata, lalu kenapa sudah ribuan tahun matahari tidak pernah secara kebetulan terbit di barat dan terbenam di timur? Atau kenapa tidak pernah secara kebetulan bulan muncul di siang hari dan matahari bersinar di malam hari? Saya yakin semua sudah ada yang mengatur, dari hal yang paling kecil dan sederhana hingga yang terumit dan terbesar sekalipun. Allah telah berfirman dalam Al-Qur’an (QS. Al-An’am [6]:59).

.

وَعِندَهُ مَفَاتِحُ الْغَيْبِ لَا يَعْلَمُهَا إِلَّا هُوَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ وَمَا تَسْقُطُ مِن وَرَقَةٍ إِلَّا يَعْلَمُهَا وَلَا حَبَّةٍ فِي ظُلُمَاتِ الْأَرْضِ وَلَا رَطْبٍ وَلَا يَابِسٍ إِلَّا فِي كِتَابٍ مُّبِينٍ

.

”Dan kunci-kunci semua yang ghaib ada pada-nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada di darat dan di laut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauhul Mahfuz)”

.

Jelas sekali dalam ayat tersebut bahwa semua yang terjadi di dunia ini tidak ada yang serba kebetulan. Bahkan, sehelai daun yang akan jatuh ke tanah pun atas izin dari-Nya. Setelah itu saya merenung dan berpikir, what have I done today so that I can get business class? Tidak lama kemudian saya teringat, bahwa sorenya, di saat masih di kampus sebelum berangkat ke Airport, saya bertemu dengan salah seorang janitor yang shaleh di masjid. Janitor ini bernama Abdul Shamad dari Sri Langka. Kalo menurut saya, dia ini shaleh ya karena saya ketemu dengan dia sering di masjid. Akhirnya setelah shalat Isya, saya menyempatkan ngobrol dengan beliau, menanyakan kabar keluarga, anak ada berapa, sebulan penghasilan dapet berapa, cukup atau enggak untuk membiayai keluarga, dsb. lalu saya berikan dia sedekah 60 QR, atau kalo di kurs rupiahkan itu sekitar 180,000 (QR 1 = Rp 3,000). Saya kemudian berpikir, mungkin karena ini skr saya bisa mendapatkan kursi business class.

.

Kalau dihitung secara nominal, mungkin akan membuat kita terkaget-kaget. Jadi harga tiket normal PP Qatar-Indonesia itu sekitar 8 jutaan, dan harga tiket business class itu sekitar 18 jutaan. Jadi kalau dihitung secara kasar, berarti 180 ribu yang saya sedekahkan itu berbuah menjadi 18 juta! Atau 100 kali lipat! Tapi okelah, 18 juta itu kan PP, dan ini hanya one-way Doha-Jakarta saja, berarti kalo dipotong setengahnya, tetap balasan yang diberikan 50 kali lipat. Luar biasa bukan? Dan ini  membuktikan kebenaran firman Allah SWT dalam Al-Qur’an (QS. Al-An’am [6]:160) bahwa segala amal perbuatan baik (termasuk sedekah) akan diganjar minimal 10 kali lipat.

.

مَن جَاءَ بِالْحَسَنَةِ فَلَهُ عَشْرُ أَمْثَالِهَا وَمَن جَاءَ بِالسَّيِّئَةِ فَلَا يُجْزَىٰ إِلَّا مِثْلَهَا وَهُمْ لَا يُظْلَمُونَ

.

Barangsiapa berbuat kebaikan mendapat balasan sepuluh kali lipat amalnya. Dan barangsiapa berbuat kejahatan dibalas seimbang dengan kejahatannya. Mereka sedikitpun tidak dirugikan (dizalimi)”

.

Ya  kurang lebih seperti inilah suasana di kelas business class Qatar Airways yang kursinya bisa lurus 180 derajat seperti kita tidur di kasur…

.

Life is Good :)

.

nah ini appetizernya, main course dan dessert udah abiss duluan sebelum dijepret :p

.

Wait! Cerita belum selesaiii….

.

Singkatnya sudah seminggu di Jakarta, pernikahan kakak saya alhamdulillah lancar, dan tepat pada tanggal 18 Februari harus balik lagi ke Qatar. Waktu di Airport pas check in, sempet juga si kepikiran, “enak juga kali ya kalo bisa dapet business class lagi.” Akhirnya ya langsung aja pura-pura nanya ke mbak2 nya, “mbak, pesawatnya full ga penumpangnya? Bisa pindah ke business class gaa??” berharap pesawat full dan saya bisa minta pindah ke business class. Kali ini emang agak frontal mintanya terang-terangan hahahaa.. dan mbak2nya jawab, “Ga full mas, masih ada sisa 77 kursi kosong! Jadi ga bisa pindah tuhh.. ” dalam hati saya, yahhhh yaudah deh emang bukan rejekinya kali ini, tapi tetep positive thinking aja InsyaAllah dapet business class lagi, gatau kenapa bisa yakin gitu. Setelah itu yaudah saya duduk-duduk nunggu pesawat sambil makan pempek plus tekwan, mantap!. Waktu makan, mama sempet bilang gini, “gmana udah dapet tiketnya? Dapet business class lagi ga?” saya jawab, “ga mom.. dapet tiket normal kali ini hehe..” kemudian mama membalas, “tenang aja, mama doain nanti pas di dalem dituker lagi ke business class ya..” langsung saya jawab, “Amiiiiiiiiiennnn Yaaa Rabbal ‘Aaalamiiinnn..”

.

Oke, boarding call sudah memanggil, pesawat QR 671 sudah akan lepas landas dan itu artinya saya harus menuju imigrasi segera. Setelah melewati imigrasi, langsung menuju check in yang kedua sebelum masuk pesawat. Yaudah saya kasih boarding pass, dan tidak ada yang spesial. Tiket cuma diliat, dirobek, dibalikin lagi yang kecilnya ke saya. Nothing change! Hahahahaa… Kemudian saya duduk di ruang tunggu sambil baca-baca. Pesawat menurut jadwal akan take off jam 00.05, tapi sudah sampai jam 00.00 para penumpang belum dipanggil masuk pesawat.

.

Kemudian tepat jam 00.10 ada beberapa nama yang dipanggil ke counter dan nama saya termasuk salah satunya. Yaudah saya datengin aja counternya. Mas-mas petugasnya minta boarding pass, dia cuma bilang ada sedikit penyesuaian dengan posisi kargo, agar berat pesawat seimbang. Yaudah saya kasihin aja, lalu mas2nya ngetik ngetik. Kemudian ga lama tiket saya dituker, yaudah.. pikir saya cuma palingan ya ganti nomer aja ke samping atau kemana. Saya ambil tiketnya tanpa dilihat dan masukin ke kantong jas, lalu duduk lagi. Pas duduk iseng-iseng aja saya liat lagi karena penasaran ke kursi nomer berapa saya pindah.

.

Saya kemudian terkaget-kaget, tidak percaya dan bahkan hampir pingsan (www.lebay.com), ternyata nomor kursi boarding pass saya yang baru adalah 3F!!! C’mon its business class again!!! I know that seat number 1-5 is business class! Dan setelah saya teliti lagi memang benar di bagian atas tiket itu memang tulisannya “Business Class”, jadi sudah betul lah memang saya dapet tiket business class. Langsung saya ketawa sambil mengucap Alhamdulillaaaahhh.. saya juga gatau kenapa bisa ketawa ya, mungkin sangking speechless dengan kejadian yang baru saya alami. Orang-orang di sekitar seketika itu juga pada ngeliatin dan beberapa melihat dengan pandangan aneh kenapa ni orang tiba-tiba ketawa sendiri.

.

I am totally speechless! Coba bayangkan bagaimana bisa tiket perjalanan PP Doha-Jakarta saya dapat full business class di dua penerbangan? Padahal saya hanya membei tiket ekonomi. Ini jelas bukan lah suatu kebetulan seperti yang saya utarakan di atas. Kalau di awal (Doha-Jakarta) mungkin bisa dibilang “agak” sedikit kebetulan karena memang kursi penumpangnya penuh jadi beberapa orang harus dipindah ke business class, dan alhamdulillahnya saya termasuk dalam golongan “beberapa” orang yang dipindahkan itu.

.

Tapi di penerbangan yang kedua, dari Jakarta ke Doha, bagaimana mungkin ceritanya saya diberikan “kesempatan kedua” untuk menikmati kembali kursi business class di saat masih tersisa 77 kursi kosong??? Ada yang masih bilang ini suatu kebetulan? I doubt it.

.

Barang bukti tiket Business Class

.

Akhirnya, ya sudah saya kembali mendapatkan kenyamanan yang sama seperti di saat saya berangkat. Luar biasa!  berarti saya benar-benar mendapatkan balasan kontan 100 kali lipat dari sedekah yang dilakukan! Alhamdulillah semoga kisah yang cukup menarik ini bisa memberikan manfaat bagi teman-teman dan pembaca sekalian. Tidak ada sedikitpun maksud dari saya untuk riya dengan sedekah yang dilakukan. Apalah arti duit QR 80 jika dibandingkan kekayaan Allah SWT yang ada di seluruh langit dan bumi? Cerita ini hanya semangat berbagi yang ingin saya ceritakan kepada teman-teman semua agar selalu bersedekah dan berpikiran positif kepada Allah.

.

Demi Allah, yang jiwaku ada di genggaman-Nya, tidak akan berkurang sedikitpun harta yang kita sedekahkan, tapi yang ada malah terus bertambah dan bertambah dan semakin berkah! :)

.

Wallahu ‘alam bishshawwab.

.

Regards,

@muhammadassad

Read Full Post »

Tulisan di bagian kedua ini dibuka dengan pertanyaan yang sangat sederhana, “apa itu syukur”?

.

Secara sederhana, bersyukur memiliki pengertian pengakuan terhadap segala anugerah dan kenikmatan yang diberikan oleh Allah SWT dan memanfaatkan segala anugerah dan kenikmatan tersebut untuk kebaikan yang dapat memberikan manfaat bagi orang lain. Inilah hakikat bersyukur yang implementasinya bisa dalam berbagai bentuk.

.

Sebagai contoh, orang yang diberikan nikmat berupa kekayaan harta yang berlebih, tanda syukur yang harus dilakukannya adalah dengan mempergunakan kekayaannya untuk membantu fakir miskin, anak-anak jalanan, kakek dan nenek yang terlantar di panti jompo, dst. Lain lagi hal nya dengan orang yang diberikan kenikmatan berupa jabatan dan memiliki power untuk melakukan suatu kebijakan, misalkan seorang gubernur, menteri atau presiden. Tanda syukur yang harus dilakukan ya dengan cara melaksanakan amanat yang diemban sebaik-baiknya dan membuat keputusan-keputusan yang bermaslahat bagi masyarakat banyak dan bisa mengangkat kesejahteraan rakyatnya.

.

Contoh lain, seorang dokter yang memiliki ilmu pengetahuan dalam bidang kesehatan juga harus bersyukur dengan cara memaksimalkan ilmu yang dimiliki untuk menyembuhkan orang lain yang sakit. Atau mungkin mahasiswa/i pintar yang diberikan otak yang encer, cara bersyukur yang bisa dilakukan dengan cara membantu teman-temannya yang agak susah nangkep pelajaran. Tapi ya asal jangan keterusan membantu kapanpun, dimanapun dan dalam situasi apapun. Dari mulai ngerjain PR sampe ngerjain ujian dibantu terusssss! Ya meskipun saya jujur pernah nyontek juga si hehehe..

.

Di luar itu semua, sebetulnya contoh yang paling sederhana dalam bersyukur ada di diri kita.  Allah memberikan kita jiwa dan raga yang sangat sempurna dan serba teratur. Anggota tubuh kita yang terlihat dari mulai kepala sampe kaki, semuanya sangat luar biasa, baik secara bentuk maupun susunannya. Tunggu dulu, itu belum termasuk organ tubuh yang berada di dalam tubuh yang kita sendiri mungkin tidak akan tahu bagaimana cara kerjanya, seperti hati, pankreas, paru-paru, liver, sampai jantung yang terus berdetak 24 HOURS NON-STOP! Subhanallaah bukan?

.

Lalu bagaimana cara bersyukurnya? Simple saja, jaga baik-baik tubuh ini dan jangan merusaknya dengan hal-hal yang tidak bermanfaat. Misalkan apa? Ya kita kan diberikan akal dan kemampuan untuk berpikir, jadi sebetulnya kita juga tahu mana hal yang bermanfaat dan mana hal yang merusak. Hal yang bermanfaat bagi tubuh misalkan: olahraga, makan tahu dan tempe, minum jus, baca buku, dll. Kemudian, hal yang dapat merusak tubuh misalkan: merokok, makan berlebihan, sering begadang, banyak menghabiskan waktu untuk sesuatu yang tidak jelas, dll.

.

Bersyukur itu sangat powerful karena ia adalah kunci dari kebahagiaan sejati. Karena tanpa rasa syukur, sebanyak dan semewah apapun harta dan segala kenikmatan yang kita miliki tidak akan pernah memberikan kepuasan dan kita akan terus berusaha mencari hal-hal duniawi untuk membahagiakan kita yang sebenarnya itu tidak ada ujungnya. Tapi dengan rasa syukur, kehidupan kita akan selalu dikelilingi oleh rasa aman, damai, tentram, bahagia, sejahtera, sentosa, gemah ripah lohjinawi dan teman-temannya.

.

Sebagai manusia, kita sering merasa tidak mensyukuri apa yang sudah kita punya karena dua hal: Pertama, kita cenderung sering membandingkan diri kita dengan orang lain. Pernah dengar istilah “rumput tetangga lebih hijau”? Ya, inilah salah satu sifat alamiah manusia, yaitu suka membandingkan. Dalam kadar tertentu, membandingkan diri dengan orang lain adalah baik jika niatnya untuk pengembangan diri, dalam artian orang yang kita bandingkan adalah sebagai benchmark kita dalam berusaha dan menuju kesuksesan. Tapi, kalau membandingkan sudah dalam tahap cukup akut yang membuat kita menjadi kufur nikmat, itu yang BAHAYA.

.

Tiap manusia itu punya pembanding yang beda-beda. Kalau untuk artis misalkan, pembandingannya ya pasti dengan sesama teman artis, ga akan pernah ada cerita artis ngebandingin dirinya sama tukang cendol, kecuali si artis punya pekerjaan part-time juga sebagai tukang cendol. Atau dokter ya pasti akan membandingkan dengan sesama dokter, pengusaha dengan sesama pengusaha, penyanyi dengan sesama penyanyi, polisi dengan sesama polisi, dan begitu terusssss sampai anak sekolahan juga pasti ngebandinginnya ya dengan sesama temen sesekolahannya.

.

Kita pun demikian, suka membandingkan diri kita dengan orang lain. Kita membandingkan dengan teman kita tinggal di rumah yang mewah, kemana mana naik mobil, uang mudah, bisa jalan-jalan ke luar negeri setiap liburan, dsb. Kalau saya bilang, sudahlah, pembandingan-pembandingan seperti itu tidak akan ada gunanya karena yang ada hanya akan membuat kita jadi cape batin dan pikiran, belum lagi bisa mempengaruhi kesehatan dan kejiwaan kita. Kan ga lucu donk kalo masih muda tapi udah tinggal di RSJ Grogol? :)

.

Dalam hal ini ada kiat yang efektif agar kita menjadi hamba-hambaNya yang bersyukur, yaitu selalu melihat ke bawah untuk hal-hal yang bersifat fisik dan material, namun selalu melihat ke atas untuk hal-hal yang bersifat ukhrawi atau perkara-perkara ibadah. Jadi kalau kita sekarang punya rumah megah yang layak untuk ditempati, bersyukurlah karena ternyata masih ada orang yang punya rumah di gang-gang sempit. Bagi orang yang tinggal di gang sempit pun bersyukurlah karena ternyata ada orang yang punya rumah di pinggiran kali dengan beratapkan kayu dan bambu. Orang yang seperti ini pun harus tetap bersyukur karena ternyata masih banyak sekali orang-orang yang bahkan untuk tempat berteduh pun mereka tidak punya.

.

Tapi sebaliknya, dalam hal ibadah, nah itu baru boleh liat ke atas, agar kita tidak sombong dan takabur. Kalau kita merasa sudah banyak mengerjakan ibadah, lihatlah ke atas bahwa ternyata sangat banyak orang-orang yang lebih shaleh dan alim dari kita. Kalau kita merasa paling pintar di kelas atau seantero kampus, sadarlah bahwa masih banyak orang-orang jenius yang bertebaran diluar sana. Atau kalau kita merasa paling berkuasa dengan kekayaan yang kita miliki, lihatlah kembali ke atas bahwa sebetulnya masih banyak sekali orang-orang dengan kekuasaan yang lebih besar dari kita, dst. Jadi dengan cara seperti ini Insya Allah akan terus memotivasi diri kita untuk terus menjadi yang terbaik dan tidak lupa bersyukur.

.

Dalam konteks ini pun Rasulullah bersabda, “Lihatah orang yang di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang rendah nikmat Allah yang dilimpahkan kepada kalian.” (HR Muslim dan Tirmidzi)

.

Poin yang kedua, kita tidak sadar dengan apa yang kita miliki, tapi lebih sering mengikuti ego kita untuk mendapatkan apa yang kita mau. Jadi fokusnya disini adalah kepada apa yang diinginkan dan bukan apa yang dimiliki. Ya, namanya juga manusia kan, ga pernah puasss! Ibaratnya kalo belum punya mobil, dalam hatinya berpikir yang penting punya mobil deh, mau yang butut atau yang second, third bahkan fourth juga ga masalah, yang penting punya mobil! Setelah sudah punya mobil 1, muncul keinginan pengen 2. Setelah 2 ya 3, abis itu 4, kemudian 5, terus mau jadi 6, dst.

.

Mengenai hal ini, saya punya cerita yang pas dengan pembahasan ini. Kejadiannya juga baru-baru aja, masih fresh from the oven! Jadi gini, sekitar minggu yang lalu salah satu teman dekat saya waktu lagi chatting tiba-tiba bilang yang kurang lebihnya seperti ini, “Enak ya Ssad jadi anak orang kaya bisa jalan-jalan kemana aja. Aku juga pengennn bangett!! Ya pengen aja kaya mereka dan bukan kaya hidup aku yang sekarang ini.” Reaksi pertama saya: kaget! Kalo kata judul lagu bang Rhoma Irama, TERLALU! Keterlauan maksudnya omongannya hehee..

.

Kenapa terlalu? Karena menurut pendapat saya, sebenarnya dia tidak perlu ngomong seperti itu. Dia itu orang yang sangat kreatif, punya butik online shop yang cukup menjanjikan, jago jeprat jepret dan tidak jarang dapet job untuk foto, entah kawinan atau pre-wedding atau post-wedding, dll. Jadi sebetulnya dia itu sudah punya “modal” yang sangat hebat untuk jadi orang kaya, seperti keinginannya. Modal itu kan ga harus berbentuk uang, tapi otak yang kreatif dan insting business yang cerdas juga akan bisa membuat orang jadi kaya.

.

Terus saya tanya ke dia, “Enak mana, jadi anak orang kaya atau jadi orang kaya?” Dia jawab, “Jadi orang kaya.” Saya bales lagi, “Nah yaudah, kamu seharusnya bersyukur karena sudah punya bakat dan dikasi modal otak yang kreatif untuk jadi orang kaya. Ibaratnya nih, bahan mentah udah ada, tinggal ngolahnya aja yang butuh usaha! Jadi anak orang kaya juga ya emang enak, tapi kalau nanti orang tuanya udah ga ada dan anaknya tidak mempersiapkan dengan baik dirinya untuk mengelola kekayaan orang tuanya, kan bisa habis juga. Dan sudah banyak contoh yang seperti itu kan?” abis itu dia manggut-manggut paham dan segera mengucap istighfar.

.

Terkadang memang kita tidak menyadari betapa hebatnya kita. Seperti cerita teman saya yang di atas barusan. Dia tidak sadar kalau sebetulnya dia mempunyai bakat dan “modal” yang sangat baik yang kalau diasah dan ditekuni secara maksimal pasti akan memberikan hasil yang maksimal (nulisnya maksimal apa maksimum si yang bener?)

.

Cerita tentang bersyukur ini saya tutup dengan kisah seorang hamba yang memiliki rasa syukur paling besar di muka bumi ini. Dia adalah Muhammad bin Abdullah atau Nabi Muhammad SAW. Dikisahkan oleh istri beliau Siti Aisyah bahwa di suatu malam saat mereka sedang tidur, Rasulullah terbangun dan berkata, “Wahai Aisyah putri Abu Bakar, izinkanlah aku untuk bangun beribadah kepada Tuhanku.” Aisyah menjawab, “Silahkan baginda.”

.

Kemudian Nabi Muhammad bangun dari tidurnya dan segera berwudhu lalu shalat. Sewaktu shalat, beliau sangat khusyuk hingga menetes air matanya membasahi pipi hingga dada. Kemudian ruku beliau kembali menangis, lalu di saat sujud semakin terus menangis, dan seterusnya demikian hingga selesai. Bahkan dikisahkan bahwa mata kaki Rasulullah SAW menjadi bengkak akibat terlalu lama bersujud kepada Allah SWT.

.

Setelah selesai shalat, Siti Aisyah yang terheran-heran pun bertanya, “Yaa Rasulullah, apa yang menyebabkan baginda menangis dan shalat begitu khusyu, padahal Allah SWT telah mengampuni semua dosa baginda, baik yang dulu maupun yang akan datang, dan baginda sudah dijamin akan masuk ke dalam Surga-Nya?” Dan Rasulullah menjawab, “Tidakkah engkau suka aku menjadi seorang hamba yang bersyukur?” Luar biasa bukan, Nabi Muhammad telah dijamin oleh Allah masuk ke dalam syurga, namun beliau tidak mengendorkan sedikitpun ibadahnya dan inilah bentuk rasa syukur terhadap Sang Pencipta.

.

Sekian tulisan mengenai “Bersyukur Part 2”. Semoga dengan ilmu saya yang masih cetek ini dapat memberikan manfaat bagi teman-teman semua yang membacanya.  Insya Allah akan ada bagian terakhir di “Bersyukur Part 3”, karena memang pembahasan mengenai syukur ini sangat luas dan paanjaaaaaang seperti choki-choki.

.

Have a great Friday everyone! Bagi teman-teman yang akan berangkat nonton Java Jazz 2010, enjoy your weekend guys! Sampaikan salam hangat dari Qatar untuk John Legend dari saya, semoga dia masih inget kalo dulu kita sempet main kelereng bareng di warung Bu Inem. (www.ngayal.com) :)

.

Salam,

@MuhammadAssad

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,190 other followers