Feeds:
Posts
Comments

Archive for February, 2010

Dan Bersyukurlah… (Part 1)

Bersyukurlah bahwa kita tidak memiliki segala sesuatu yang kita inginkan,

karena jika sudah memiliki semuanya, apalagi yang kita inginkan?

.

Bersyukurlah jika kita tidak mengetahui banyak hal,

karena itu kesempatan untuk terus belajar dan menggali ilmu dan kebesaran-Nya..

.

Bersyukurlah untuk segala keterbatasan yang kita miliki,

karena itu memberikan peluang untuk terus mengembangkan diri..

.

Bersyukurlah untuk setiap tantangan yang kita hadapi,

karena itu memperkuat mental serta membangun karakter seorang juara sejati..

.

Dan bersyukurlah.. karena itulah kunci kebahagiaan sesungguhnya…

.

.

Dalam pemikiran sederhana saya, kehidupan yang kita jalani di dunia ini sesungguhya adalah pergantian antara saat untuk bersyukur dan saat untuk bersabar. Karena kehidupan manusia itu kan seperti roda yang berputar, terkadang berada di atas (kaya raya, terkenal, popular, banyak teman, juara lomba ini itu, jabatan tinggi, harta berlimpah, memiliki kekuasaan, dst) dan juga harus diingat bahwa suatu saat nanti roda itu akan berputar ke bawah dan kita harus siap untuk menerima apapun kemungkinan buruk yang akan terjadi (kemiskinan, kekalahan, fitnah, hilangnya jabatan dan kekuasaan, dst). Dan yang dimaksud dengan pergantian antara bersyukur dan bersabar itu ya saat kita mendapat nikmat dan kesenangan, disitulah waktunya kita bersyukur, dan di saat kita menerima ujian dan cobaan, di situlah waktunya untuk bersabar.

.

Tapi menariknya, kalau kata “bersabar” ini diturunkan dan diperlebar lagi pengertiannya, sebenarnya sabar saat menerima segala ujian dan cobaan itu kan ya nama lain dari bersyukur. Mengapa kita harus tetap bersyukur bahkan di saat diberikan ujian dan cobaan?

.

Pertama, karena ilmu manusia itu terbatas. Maksudnya, saat kita diberikan cobaan dan ujian, kita melihatnya sebagai hal yang buruk, padahal belum tentu seperti itu dan mungkin saja akan ada hikmah dan manfaat dari hal tersebut. Penglihatan manusia hanya sebatas ilmu yang mereka miliki, tidak lebih. Sementara yang namanya ilmu pengetahuan ini kan seluas langit dan bumi, bahkan lebih. Jadi mungkin saja dalam pandangan manusia cobaan yang diterimanya itu buruk, padahal menurut pandangan Allah SWT itulah yang terbaik, dan begitu juga sebaliknya. Dan Dia-lah yang paling mengetahui keadaan hamba-hambaNya. Hal ini bukan hanya pemikiran saya pribadi, tapi nyata telah dijelaskan oleh Allah SWT yang berfirman dalam Al-Qur’an:

.

“..Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.(QS. Al-Baqarah [2]: 216)

.

Jadi misalkan saat kita menerima cobaan tidak lulus ujian masuk di universitas yang kita inginkan, kita kesal dan dongkol setengah mati karena merasa sudah habis-habisan belajar dan mempersiapkan diri supaya diterima di Universitas tersebut. dan pada akhirnya gagal. Padahal kita tidak tahu bahwa mungkin saja Tuhan punya rencana lain. Dia tidak menempatkan kita di Universitas A tapi ditempatkan di Universitas B, dan pada akhirnya justru kita sangat bersinar dan cemerlang disana. Mutiara akan tetap menjadi mutiara dimanapun dia berada.

.

Hal ini pernah saya alami. Dulu sewaktu kelulusan dari SMA Insan Cendekia, target saya adalah kuliah di luar negeri dan dengan mendapat beasiswa penuh. Ini satu paket yang ga bisa ditawar-tawar lagi karena pertama, kuliah di luar negeri akan memberikan suatu wawasan yang berbeda dan mendapatkan lingkungan dan teman-teman yang baru. Yang kedua, beasiswa penuh karena tidak ingin menyusahkan orang tua lagi. Saya ingin hidup mandiri dan tidak minta uang lagi, meskipun mungkin orang tua saya akan memberikan jika saya memintanya. But, I just don’t want.

.

Waktu itu saya sangat ingin kuliah di Nanyang Technology University (NTU) di Singapore (Universitas ternama yang selalu masuk daftar 100 Universitas terbaik versi “QS World University Rangkings”). Tes masuk ke universitas itu memang tidak mudah dan saya mempersiapkan diri untuk menghadapi tes tersebut. Singkatnya, hasil dari tes seleksi NTU menyatakan saya tidak lolos (kata lainnya G-A-G-A-L). Perasaan kecewa, pasti. Seakan dunia runtuh! (www.lebay.com). Tapi kemudian saya berpikir bahwa mengalami kegagalan itu biasa, tapi meratapi kegagalan itu yang ga bener.

.

Akhirnya saya bangkit lagi karena masih ada satu kesempatan lagi untuk kuliah di luar negeri dengan beasiswa, yaitu di University of Technology Petronas (UTP), Malaysia. Masuk sini pun testnya tidak mudah, waktu tahun saya ada sekitar 1,200 applicants yang mendaftar. Persiapan yang lebih baik dilakukan untuk mengikuti test ini dan singkatnya Alhamdulillah saya diterima menjadi salah satu dari 7 orang yang mendapat beasiswa dari Petronas untuk kuliah disana. Meskipun UTP ini bukan pilihan pertama saya, tapi saya meyakini bahwa inilah tempat terbaik yang telah diberikan Tuhan untuk saya, dan tentu saja, saya menerimanya dengan ikhlas.

.

Poin yang ingin saya ceritakan di atas adalah, pada awalnya saya sangat kecewa dan sedih karena niat untuk kuliah di NTU kandas. Tapi pada akhirnya, sewaktu saya lulus dari UTP tahun lalu, saya sangat sangat sangat bersyukur dikasih kesempatan untuk kuliah disana dan banyak sekali manfaat yang saya dapatkan, dan saya berpikir, mungkin semua kesempatan dan kenikmatan yang saya dapatkan di UTP tidak akan saya peroleh kalau saja dulu saya kuliah di NTU. Saya betul-betul bersyukur dengan skenario yang telah ditentukan Allah SWT terhadap diri saya.

.

Cerita lengkapnya mengenai hal ini pernah saya tulis di blog saya sebelumnya. Silahkan untuk klik di sini.. http://muhammadassad.multiply.com/journal/item/14/Terharu.._Email_Balasan_Seorang_Guru.._

.

Ada cerita lain tentang seorang wanita yang akan pergi jalan-jalan ke Eropa. Pada hari H, dia bangun kesiangan dan saat sampai di airport, counter check in sudah ditutup dan pesawat sudah akan berangkat. Dia lalu mendatangi petugas imigrasi dan marah-marah, namun apa mau dikata, pesawat telah menjadi bubur, maksudnya sudah akan terbang mengudara. Wanita itu ya jelas marah karena dia merasa rugi sudah membayar tiket yang cukup mahal dan puluhan juta berarti hilang begitu saja. Dia pulang ke rumah dengan perasaan kesal setengah mati. Lalu, beberapa jam kemudian dia mendapati di berita bahwa pesawat yang seharusnya dia tumpangi tersebut jatuh di lautan! Seketika juga dia bersujud dan bersyukur karena telatnya dia bangun dari tidur dan tidak ikut dalam pesawat tersebut. Mungkin akan lain ceritanya kalo wanita ini tidak telat bangun dan akhirnya ikut ke dalam pesawat naas tersebut.

.

Selanjutnya, hal kedua tentang bersyukur saat menghadapi cobaan adalah karena dimana-mana yang namanya ujian itu kan adalah media untuk kenaikan tingkat. Di sekolah atau universitas, pasti tiap semester ada yang namanya ujian kenaikan kelas, ujian semester, try out, UAN, atau apapun lah namanya, yang pasti tujuannya sama: menjadi media  untuk naik kelas atau naik ke semester berikutnya. Kalau ga ada ujian ya jangan harap mau naik kelas! Nah sama, adanya cobaan dan ujian yang kita hadapi dalam hidup ini, itulah yang akan menaikkan tingkatan kita di dalam kehidupan. Jadi, sudah sepantasnya kita untuk selalu bersyukur baik di kala senang maupun susah.

.

Terkadang kita merasa bahwa kita-lah orang yang paling berat cobaannya di muka bumi ini. Tapi kita lupa, bahwa ternyata jauuuuhhh lebih banyak orang-orang yang memiliki kehidupan yang tidak seberuntung kita. Contoh mudahnya ya lihat sekeliling kita aja, masih sangat banyak sekali fakir miskin di negara kita ini, anak-anak jalanan yang tidak terurus, orang-orang tua yang tidak memiliki tempat tinggal, dan masih banyak contoh lainnya. Sebenarnya ya ga usah jauh-jauh, contoh paling mudahnya lihat diri kita saja yang alhamdulillah masih memiliki anggota badan lengkap tanpa cacat! full set body complete! :)

.

Dalam konteks ini Rasulullah bersabda: “Lihatlah orang yang berada di bawah kalian dan janganlah melihat orang yang berada di atas kalian, karena yang demikian itu lebih layak bagi kalian untuk tidak memandang rendah nikmat Allah SWT yang dilimpahkan kepada kalian” (HR. Muslim dan Tirmidzi).

.

Jadi, saat kita masih mampu berjalan secara normal dengan dua kaki, bersyukurlah karena banyak orang yang berjalan harus memakai bantuan tongkat.

Saat kita berjalan harus menggunakan tongkat, bersyukurlah karena ternyata cukup banyak orang yang tidak memiliki kaki untuk membuatnya berjalan

Saat kita tidak memiliki kaki, bersyukurlah karena banyak orang lain yang tidak memiliki kaki, tangan, dan beberapa anggota badan lainnya secara utuh.

Saat kita tidak memiliki kaki, tangan dan beberapa anggota badan lainnya secara utuh, tetap bersyukurlah karena masih ada orang lain yang lumpuh.

Bahkan di saat kita lumpuh dan sudah tidak bisa bergerak sedikitpun, bersyukurlah karena kita masih diizinkan hidup oleh Tuhan..

.

Dan saya pun sangat mensyukuri kehidupan yang dijalani sekarang ini karena memiliki orang-orang terbaik dalam hidup ini (keluarga, para guru dan mentor, sahabat, teman-teman, dst). Saya bersyukur atas semua karunia dan kenikmatan yang telah Allah SWT berikan dan membuat saya seperti sekarang ini, dan di sisi lain juga bersyukur atas semua cobaan dan ujian yang diberikan-Nya, meskipun terkadang terasa berat untuk menjalaninya. Tapi bukankah Dia Yang Maha Berkuasa telah menyampaikan dalam Al-Qur’an (QS. Al-Baqarah [2] : 286) bahwa Dia tidak akan memberikan cobaan dan ujian yang melebihi kemampuan kita? Laa yukallifullaahu nafsan illaa wus’ahaa.. So, nikmati saja segala warna warni perjalanan hidup kita ini dengan penuh syukur.. :)

.

Sekian tulisan singkat mengenai “Bersyukur part 1”. Nantikan part selanjutnya dalam beberapa hari (atau minggu) ini, Insya Allah..  :)

.

Selamat berakhir pekan semuanya!

.

@MuhammadAssad

Read Full Post »

.

Nobody’s Perfect! Sebuah ungkapan yang sudah sangat familiar di telinga kita semua. Ya, tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini. Dari mulai tukang becak sampai seorang Presiden sekalipun, pasti pernah membuat kesalahan. Bahkan, seorang Nabi Muhammad SAW, pemimpin terhebat umat manusia terbesar sepanjang sejarah – menjadi urutan nomor 1 dalam daftar 100 orang paling berpengaruh di dunia – pernah ditegur oleh Allah SWT sewaktu dia menghiraukan seseorang buta bernama Abdullah bin Ummi Maktum yang datang kepadanya ingin bertanya tentang agama Islam. Digambarkan saat itu Nabi Muhammad SAW bermuka masam dan memalingkan pandangan dari si buta karena sedang menjamu para pembesar suku Quraisy. Atas sikapnya ini, Allah SWT langsung menegurnya yang diabadikan dalam Al-Quran (Q.S. ‘Abasa).

.

Inilah yang membedakan antara manusia biasa dengan seorang Nabi. Di saat seorang Nabi melakukan kesalahan, Sang Maha Pencipta-lah yang langsung memberikan teguran dengan cara-Nya. Namun, bagi manusia biasa, manusia juga lah yang memberikan teguran, dan ini juga yang terjadi dengan Mario Teguh (MT), salah seorang motivator ulung dan ternama di negeri ini. Siapa yang tidak mengenal beliau? Dengan semangat “Salam Super” dan jargon “Golden Ways” nya, MT telah banyak menginspirasi banyak orang. Salah satu bukunya, “Becoming A Star”, sudah saya khatamkan dua kali. Tapi di balik itu semua, MT tetaplah seorang manusia biasa yang tidak luput dari khilaf dan kesalahan.

.

Pada hari Sabtu, 20 Februari 2010, dalam account twitternya, @MarioTeguhMTGW, dia menulis yang kurang lebih intinya adalah bahwa wanita yang suka clubbing, chatting bahasa kasar, mabuk2an dan suka merokok tidak direncanakan untuk dijadikan istri. Apa ada yang salah dengan kalimat ini? Menurut saya pribadi tidak ada yang salah. Ini adalah seperti seorang nasihat yang diberikan oleh orang tua kepada anaknya. MT yang sudah hidup berumah tangga mungkin lebih memahami bahwa mencari istri itu harus benar-benar dipikirkan, dan saya pikir itu wajar. Dan kalau kita mau jujur, dari cowo alim yang senang ke masjid sampe cowo brengsek dan sebejat apapun, pastinya dia akan memilih seorang istri yang baik, shalehah dan bukan yang suka merokok, mabuk2an, terus2an pergi clubbing dsb. Karena wanita itulah yang nantinya akan menjadi teman hidup selamanya dan ibu dari anak-anak. Tapi memang tidak semua orang berpikiran seperti saya kan? Dan tidak salah memang untuk memiliki pendapat yang berbeda. Ini negara demokrasi bung! :)

.

Kenapa pendapat setiap orang bisa berbeda? Wajar saja, secara alamiah orang akan menjadi sangat subjektif dan tidak lagi objektif saat ada hal-hal yang menyerang secara langsung atau tidak langsung kepada dirinya. Saat orang yang doyan makan duren diberitahu bahwa makan duren itu bisa menyebabkan kolesterol dan berbagai macam penyakit lainnya, mereka pasti beralibi bahwa makan duren itu tidak akan mengganggu kesehatan asalkan rajin berolahraga, hidup sehat, istirahat cukup, dst. Jadi sama kasusnya, bagi orang yang merokok atau sering minum-minum, mereka akan berusaha mencari alasan setepat mungkin untuk mengatakan bahwa hal tersebut adalah hal yang normal dan masalah baik atau tidaknya kepribadian seseorang untuk dijadikan suami/istri itu semua kembali kepada masing-masing individu. Dan MT bukanlah Tuhan yang pantas untuk menghakimi seseorang. Sounds make sense right?

.

Dua orang saja bisa punya pendapat yang berbeda, apalagi jika terdapat 23,000 orang yang membaca tweet tersebut pastinya responnya beraneka warna. Yup, followers MT ini di Twitter mencapai lebih dari 23,000 orang dan postingan yang cukup beresiko seperti itu pastinya akan “memicu” sumbu dari para follower untuk meledak (tergantung aja kadar meledaknya sedikit atau banyak). Apalagi, tweet ini diarahkan untuk para kaum hawa (baca:perempuan) yang memang sudah terkenal sangat garang kalau sudah berhubungan dengan perasaan.. :) Jadi mungkin inti tweetnya MT seperti ini yang ingin disampaikan, “hey para wanita, tolonglah kalian jadi wanita yang baik-baik, jangan suka pergi clubbing, minum-minum, mabok-mabokan, chit chat ga penting dll, atau kalian tidak akan mendapatkan suami!”

.

Tweet seperti itu memang cukup provokatif, karena wanita jaman sekarang kan paling enggak ya pernah lah ya ngerokok meskipun cuma sekali isep, dan berarti mereka semua itu yang pernah ngerokok sekali aja sudah dianggap tidak pantas menjadi seorang istri? OMG! Dan benar saja, dari beberapa orang twitter yang saya follow, terlihat langsung banyak yang menumpahkan kekesalan kepada MT karena terlalu judgmental, main tuduh, sok tahu, tidak mengerti wanita, sampai ada yang mengatakan kalo MT ini seperti ababil alias ABG Labil!! Hehehe.. Hashtag #GanyangMario pun menyebar dengan cepat yang isinya adalah kritik dan umpatan terhadap sang motivator ini. Bahkan lebih parah lagi, account-account palsu dengan nama mirip @MarioTeguhMTGW bermunculan. Nama-namanya ini lucu-lucu banget. Ada yang nama accountnya @MarioTeluh, @MarioTegapLGBT , @MariTegur, sampai @MarioTrenyuh. Isinya? Ya parodi semua, intinya menambahkan atau merubah apa yang disampaikan oleh MT jadi sesuatu hal yang konyol. Silahkan di cek sendiri.

.

Menyadari hal yang telah dilakukan salah, MT langsung menghapus tweet tersebut dan meminta maaf kepada semua “sahabat super” – panggilan MT untuk para followernya. Namun, ternyata tweet yang udah dihapus tadi tetap bisa dilihat karena ada yang sempat screenshot timeline MT ini. Seperti inilah Timeline MT yang membuat twitterholic heboh, yaitu di MTOF Nomer 6 dan 7.

.

Namun disayangkan, setelah menghapus tweet tadi, MT membuat satu blunder kembali. Bukannya mengatakan bahwa ini adalah tanggung jawab dia, tapi MT seolah ingin lepas dari tanggung jawab dan mengatakan bahwa yang nge-tweet di accountnya tadi adalah moderator dan bukan dirinya. Alasan ini pun terlihat cukup tidak masuk akal, karena MT ini selalu berbalas-balasan tweet dengan istrinya. Jadi, apa yang berbalasan pantun dengan istrinya ini juga Moderator?? Mengapa tidak dengan secara gentle saja langsung bilang bahwa ini adalah kesalahannya, dan itulah prinsip leadership #1, saat kita mengakui kesalahan yang dilakukan oleh bawahan kita dan mengatakan itu adalah tanggung jawab pimpinan karena anak buah merupakan 1 team.

.

Spontan saja, dua kesalahan dibuat MT dalam satu waktu, dan tanpa perlu dikoordinasi, umpatan kemarahan dan kekesalan seakan bertambah deras membanjiri account MT yang ditambahkan dengan hashtag #GanyangMario. Saya juga sempat membaca beberapa tweet-tweetnya dan memang luar biasa kekesalan orang-orang itu, seakan ingin memakan MT hidup-hidup. Menyadari lagi kesalahan dan blunder yang dibuatnya, akhirnya di saat tengah malam, MT membalas beberapa tweet yang masuk ke account dia (termasuk saya juga dibalas) yang intinya adalah dia meminta maaf atas kesalahan yang dibuat, bertanggung jawab sepenuhnya atas tweet yang ditulis dan tidak menyalahkan orang lain. Ditambahkan di belakangnya tetap, “Salam Super!”

.

@MarioTeguhMTGW: @MuhammadAssad Betul sekali Pak Muhammad. Itu sebabnya saya sndiri yg mnyampaikn prmhnn maaf. It is my personal responsibility. Salam super, MT

.

Tidak cukup sampai disini, menyadari bahwa kesalahan ini cukup fatal dan berakibat sangat luarrr biasaaa akibat respon-respon yang masuk, akhirnya secara resmi account twitter MT ditutup. Well, bagi saya, ini sudah cukup. What else do you expect guys? He already said sorry and everybody is exposed to mistakes.

.

Ada hikmah dalam setiap kejadian, dan begitu juga dengan kasus MT ini. Paling tidak ada 8 pelajaran yang bisa dipetik:

1. Nobody’s Perfect – tidak perlu dijelaskan detail saya rasa semuanya sudah pasti paham

.

2. Di saat bawahan kita (siapapun itu, baik moderator, asisten, anak buah, dll) melakukan kesalahan, sebagai seorang pemimpin yang baik – apalagi sering memotivasi orang lain – akan kurang bijak jika melempar kesalahan kepada orang lain dan bukan mengatakan, “ini salah saya”. Karena yang namanya bawahan itu kan pastinya bekerja untuk kita. Dia yang “mengabdikan” dirinya kepada kita. Jadi saat dia bersalah dan puluhan ribu orang ingin menghakiminya, sudah sepatutnya MT menjadi orang yang terdepan dalam membelanya, dan bukan malah seolah-olah “memberikan” moderatornya untuk dicaci maki oleh followernya.

.

3. Perilaku masyarakat Indonesia yang sangat reaktif. Saya melihat reaksinya luar biasa sekali dalam merespon kesalahan dari MT ini, dan yang saya heran adalah, kenapa ya kalau ada orang yang baik atau mungkin terlihat baik berbuat kesalahan, pasti reaksi dan respon untuk menghinanya lebih besar dibanding seorang penjahat yang melakukan kejahatan? Mungkin kalau yang nulis seperti itu adalah seorang kriminil, tidak akan seheboh ini.

.

4. Salah satu sikap MT yang saya kagumi adalah ketenangannya. Bahkan di saat banyak orang mengumpat kesal dan mencaci dia, dari tweet-tweet yang dibalas olehnya, tetap tenang dan seperti MT pada kondisi normal. Terkadang orang yang berada dalam kesulitan dan tekanan yang tinggi, akan berubah menjadi emosi dan tidak bisa mengontrol diri. Contoh terkini nya bisa dilihat dari kasus seorang artis ternama beberapa waktu yang lalu yang mengumpat para wartawan infotainment di account twitternya sebagai pelampiasan rasa marahnya. Dan dalam hal ini, kematangan MT memang patut diacungi jempol. Balasan-balasan yang diberikan olehnya sangat tenang dan tetap dengan gaya normal MT.

.

5. Peribahasa “Karena nila setitik rusak susu sebelanga” memang sangat pantas menggambarkan keadaan sang motivator. Nama baik yang telah dibangun selama ini sebagai motivator handal dan ulung seketika rusak karena kasus ini. Banyak orang, terutama kaum hawa, yang kecewa dengan apa yang disampaikan oleh MT ini karena alasan-alasan yang sama dengan yang diatas (terlalu judgemental, main cepat tuduh, tidak mengeri perasaan wanita dsb). jadi berhati-hatilah karena “mulutmu adalah harimaumu!”

.

6. Suatu saat kita pun pasti akan melakukan kesalahan, Cuma soal waktunya aja yang bergilir. Tungguin aja! Ingat bahwa saat kita menunjuk kesalahan kepada orang lain, sebenarnya 4 jari sedang mengarah kepada kita. Saat kita mengatakan MT ini terlalu judgemental dan main tuduh, please look back to ourselves, apa kita juga tidak pernah bersikap demikian? Apa kita juga tidak pernah main tuduh dan men-judge seseorang tanpa kita kenal lebih jauh terhadap orang tersebut?? Thing to think!

.

7. Saya pribadi sangat menyayangkan ditutupnya account Twitter MT ini. Orang buat salah itu normal, tapi dengan menutup accountnya itu kurang bijak. Karena mungkin saja dari 23,000 followernya banyak yang merasakan manfaat dari tweet2 yang disampaikan oleh MT. Jadi kan sayang kalo hanya karena hal seperti ini harus ditutup dan mungkin ribuan orang menjadi dirugikan. Selain itu, ditutupnya account MT ini juga terlihat bahwa MT seperti ingin lari dari tanggung jawab. Kalau kata salah seorang sahabat saya berinisial MA sih seperti ini dalam menyikapi ditutupnya account MT: “iya, gimana si motivator tapi ringkih dan sensitif tidak tahan banting.. Wikikik itu khan risiko dia ngluarin statement yg provokatif!“ dan yang ngomong ini lagi lagi, seorang wanita! hehehe

.

8. Dan pelajaran ke-8 yang bisa diambil adalah, wanita itu sensitif dan lebih banyak menggunakan perasaan, soooo please take good care of her.. :)

.

Okey, Sekian tulisan singkat ini, semoga bisa bermanfaat bagi kita semua. Dan untuk Pak MT, seorang sahabat yang saya hormati dan saya kasihi (meminjam bahasa MT), tetap semangat dan salam Zuperrrr!!! :)

.

Lastly, have a greeattttt and SUPERRRR SUNDAY everyoooonneee!!!

.

Regards,

Muhammad Assad

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,190 other followers