Feeds:
Posts
Comments

Archive for November, 2009

.

الله اكبر الله اكبر الله اكبر

.

لا إله إلا الله والله أكبر الله أكبر ولله الحمد

.

Allaahu Akbar.. Allahu Akbar.. Allahu Akbar..

Laa ilaaha illallaah Allaahu Akbar Allahu Akbar wa lillaahil hamd..

.

Tulisan ini juga dipublished di detik.com. Silahkan klik DISINI

.

Sebentar lagi seluruh Umat Muslim di dunia akan kembali menggemakan Takbir dan merayakan Hari Raya yang kedua di tahun ini setelah ‘Idul Fitri, yaitu Hari Raya ‘Idul Adha 1430 Hijriah, yang menurut hitungan akan jatuh pada hari Jumat, 27 November 2009. Untuk itu, dengan sedikit ilmu yang dimiliki, saya ingin berbagi pengetahuan mengenai hal ini, tentunya dengan bahasa yang santai dan tidak berat agar semua paham semua senang dan kita semua dapat ilmunya. Amiiiiiiien :)

.

‘Idul Adha merupakan hari yang sangat istimewa dalam syariat Islam karena terdapat 2 hal utama yang dilaksanakan secara serentak.

.

Pertama, di Mekkah Al Mukarromah sekarang ini sedang dilaksanakan Ibadah Haji, yang terdapat dalam Rukun Islam ke 5. Pada 9 Zulhijah nanti (Kamis, 26 November 2009), jutaan Umat Muslim dari berbagai pelosok seluruh dunia tidak peduli dari bangsa mana atau berbahasa apa atau berkulit warna apa, semuanya berpakaian sama serba putih dan dengan tujuan yang sama, yaitu mengabdikan diri kepada Allah SWT.

.

.

Bagaimana kita melihat kedua gambar di atas? Luar biasa bukan? Dan memang, Ibadah Haji merupakan salah satu syiar Islam yang sangat luar biasa. Kita bisa melihat bagaimana ratusan juta orang berkumpul di tempat yang sama, menunjukkan kesatuan dan persatuan tanpa memperdulikan bangsa, bahasa, warna kulit, kaya-miskin, tua-muda, pria-wanita, tinggi-pendek, dll. dan itu semua disatukan oleh akidah yang SATU bernama ISLAM.

.

Bagi kita yang tidak melaksanakan ibadah Haji, sangat disunahkan untuk berpuasa. Ada dua pendapat disini yang sama-sama memiliki dasar yang kuat. Ada yang menganjurkan untuk berpuasa dari tanggal 1-9 Zulhijah (9 hari), dan berpuasa pada hari ‘Arafah, dimana akan jatuh pada Hari Kamis (26 November 2009). Puasa Hari ‘Arafah ini memiliki keutamaan yaitu dihapuskannya dosa-dosa kita setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, sesuai dengan Hadits Nabi Muhammad SAW:

.

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

“Puasa Hari ‘Arafah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang., dan puasa ‘Assyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim).

.

Hadits ini menunjukkan bahwa puasa ‘Arafah dan puasa ‘Assyura memiliki keutamaan yang sangat besar, namun terlihat puasa ‘Arafah memiliki keutamaan yang lebih dibanding puasa ‘Assyura. Keutamaannya yang dapat menghapus dosa-dosa selama 2 tahun, menurut pendapat jumhur ‘ulama, yang dimaksudkan di sini adalah dosa-dosa kecil, atau diringankannya dosa-dosa besar. Jadi jangan sampai berpikiran karena dosa-dosa setahun yang lalu sudah diampuni dan setahun ke depan juga akan diampuni, kita jadi brutal melakukan dosa.. :)

.

Puasa itu sendiri merupakan ibadah yang sangat utama karena langsung terkoneksi dengan Allah SWT dan nilai puasa tiap orang akan berbeda dalam penilaian-Nya. Sesuai di dalam Hadits Qudsi disebutkan: “Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku-lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan minumannya semata-mata karena Aku.”

.

Sementara bagi para jamaah Haji, mereka diperbolehkan untuk tidak berpuasa, karena pada hari itu mereka harus melaksanakan ibadah wukuf di Padang ‘Arafah. Mereka membutuhkan kekuatan dan stamina yang cukup karena berada di bawah panas matahari yang sangat terik, yang dimana semua itu dilakukan semata-mata untuk mendapatkan ampunan dan ridho dari Allah SWT. Kurang lebih seperti gambar di bawah inilah kondisi saat melakukan wukuf. Subhanallaah..

.

.

مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللهُ فِيْهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ

“Tidak ada hari yang Allah membebaskan hamba-hambaNya dari api neraka, lebih banyak daripada di hari ‘Arafah.” (HR. Muslim).

.

Selanjutnya yang kedua, pada Hari Raya ‘Idul Adha diselenggarakan ibadah Kurban. Secara arti, Kurban mungkin bisa dijelaskan seperti ini: menyembelih binatang ternak yang sudah cukup umur (unta, lembu, sapi, kambing, dll), setelah shalat ‘Ied pada Hari Raya ‘Idul Adha (10 Zulhijah) sampai tergelincir matahari pada hari terakhir Tasyrik (13 Zulhijah). Kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Isma’il yang terdapat di dalam Al-Qur’an (QS. Ash-Shaffat [37] : 99-113) menjadi dasar disyariatkannya Kurban bagi umat Muslim. Bagi yang agak-agak lupa ceritanya gimana, seperti inilah…

.

Cerita bermula dari Kisah Nabi Ibrahim dan Siti Hajar yang sudah lama menikah namun belum dikarunai seorang anak pun. Nabi Ibrahim terus berdoa kepada Allah SWT agar diberikan kepercayaan untuk menjadi seorang Ayah. Doa dan usahanya akhirnya membuahkan hasil, dan lahirlah seorang bayi laki-laki tampan bernama Isma’il. Menurut sejarah, Isma’il lahir ketika Nabi Ibrahim berumur 86 tahun.

.

Namun, kebahagiaan keluarga tersebut tidak berlangsung lama. Ibaratnya, lagi seneng-senengnya main dengan anak tercinta, datanglah suatu mimpi yang sangat mengagetkan. Dalam mimpinya, Nabi Ibrahim mendapatkan perintah untuk menyembelih anaknya. Pada awalnya, dia tidak yakin terhadap perintah ini. Namun, saat mengalami mimpi tersebut sampai 3 kali, dia baru betul-betul yakin bahwa ini adalah perintah dari Allah SWT. Kemudian Nabi Ibrahim menanyakan hal ini kepada Isma’il, yang diabadikan di dalam Al-Qu’ran (QS. Ash-Shaffat [37] : 102).

.

“Wahai anakku! Sesungguhnya aku bermimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu?”

Selanjutnya, di dalam ayat yang sama Ismail menjawab: “Wahai ayahku, lakukanlah apa yang diperintahkan Allah kepadamu. InsyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar.”

.

Sungguh luar biasa jawaban yang diberikan oleh Isma’il. Demikian juga dengan Nabi Ibrahim dalam menjalankan perintah Allah dan berhasil membunuh “berhala” rasa cinta kepada anak satu-satunya yang telah ditunggu berpuluh-puluh tahun. Tidak lupa juga credit point juga harus diberikan kepada siti Hajar, seorang ibu yang ikhlas terhadap keputusan ini. Saya sendiri mungkin kalo ayah saya nanya seperti itu mungkin akan balik nanya, “yang bener nih Pap? Salah orang kali…” atau mungkin, “jangan bercanda deh Pap, masa nyembelih anak sendiri..” hehehe…

.

Singkatnya, Bapak dan anak tersebut menuju suatu tempat yang ditentukan. Lalu tatkala Nabi Ibrahim sudah membaringkan Isma’il dan siap menyembelihnya, maka seketika itu pula Allah SWT langsung memanggil Nabi Ibrahim dan langsung mengganti Isma’il dengan seekor sembelihan yang besar. Hal ini dijelaskan dalam Al-Qu’ran (QS. Ash-Shaffat [37] : 104-109):

.

“Lalu Kami panggil dia, Wahai Ibrahim! Sungguh engkau telah membenarkan mimpi itu. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan Kami tebus anak itu (Isma’il) dengan seekor sembelihan yang besar. Dan Kami abadikan untuk Ibrahim (pujian yang baik) di kalangan orang-orang yang datang kemudian. Selamat sejahtera bagi Ibrahim.”

.

Dari peristiwa tersebut, sungguh nyata ujian keimanan yang berhasil dilalui oleh Nabi Ibrahim. Lalu bagaimana dengan kita? apa sanggup untuk menyembelih anak sendiri? Allah SWT pun sudah mengetahui bahwa kita tidak akan mampu. Tapi jangan khawatir, kita tetap bisa mengambil nilai ketaatan dan kepatuhan sebagai seorang hamba yang diajarkan oleh Nabi Ibrahim dengan menyisihkan sebagian harta kita untuk berkurban. Kalau kita mampu, jangan tanggung-tanggung, harus sapi! Tapi kalau belum mampu ya 1 kambing jg cukup.. :)

.

Kalo perlu nanti kita bawa sendiri kambing Kurban kita ke tempat penyembelihan agar lebih bermakna, seperti gambar di bawah ini.. Menurut saya ini adalah contoh yang sangat baik karena  memanusiakan binatang hehehe..

.

Lalu apa esensi dan hikmahnya bagi kita? Apa yang akan kita latih dengan ikut melaksanakan Kurban? Ada banyak hikmah yang terkandung, namun saya akan coba membahas 3 hikmah saja, yaitu tentang Keimanan, Pengorbanan, dan Keberkahan. Dan setelah saya lihat, ketiga hal ini bisa disingkat menjadi KPK, tapi bukan Komisi Pemberantasan Korupsi hehehe :)

.

1. Keimanan

Keimanan lahir dari sebuah keyakinan. Kisah Nabi Ibrahim dan Isma’il adalah suatu kisah yang pernah terjadi dan itulah yang mendasari terjadinya Ibadah Kurban. Meskipun kita tidak pernah menyaksikan secara langsung, namun sebagai hamba-Nya dan dengan keimanan yang dimiliki, kita harus yakin bahwa kisah itu betul-betul terjadi dan terkandung perintah dari Allah SWT kepada kita untuk melaksanakan ibadah Kurban. Keimanan yang didasarkan kepada keyakinan akan menimbulkan sikap kepatuhan seorang hamba, yang selanjutnya akan termanifestasi dalam bentuk ketaatan, keikhlasan dan ketulusan.

.

Di saat kecintaan kita kepada Allah SWT jauh lebih besar daripada kecintaan terhadap anak, isteri, harta, bahkan dunia dan seisinya, itulah yang menjadikan perintah yang terasa berat akan menjadi terasa ringan. Di sisi lain kita juga harus yakin bahwa Allah tidak akan menyia-nyiakan kita dan Dia-lah yang akan memberikan balasan yang terbaik untuk kita. Sehingga apapun bentuk yang diperintahkan Allah, kita HARUS melaksanakannya dengan penuh rasa patuh sebagai seorang hamba. Hal inilah yang akan berdampak positif terhadap peningkatan keimanan kita kepada Sang Pencipta.

.

2. Pengorbanan

Kisah Nabi Ibrahim tidak disangsikan lagi merupakan kisah pengorbanan yang sangat luar biasa dan hanya bisa dilakukan oleh orang-orang pilihan. Lalu bagaimana dengan kita? Dalam hati pasti sudah sadar bahwa kita tidak akan mungkin bisa berbuat hal yang sama dengan Nabi Ibrahim karena sangat berat untuk ukuran manusia biasa seperti kita. Tapi paling tidak kita juga bisa ikut melatih rasa pengorbanan kita untuk Allah SWT dengan cara menyisihkan sebagian harta yang kita miliki untuk membeli binatang ternak, dijadikan sebagai Kurban dan diberikan kepada yang lebih membutuhkan.

.

Harta kita, mungkin, adalah salah satu “berhala” dalam kehidupan kita yang terkadang kita terasa berat untuk mengeluarkannya. Kita tidak sadar bahwa semua harta yang kita miliki itu asalnya dari Allah SWT dan Dia dengan mudahnya dapat mengambil itu semua bahkan hanya dalam hitungan detik. Lihatlah kisah Karun, seorang multi-billioner pada zamannya yang Allah lenyapkan ke dalam muka bumi bersama harta-hartanya. Atau apakah kita sudah lupa dengan kejadian Tsunami tahun 2006 kemarin dimana Allah kembali menunjukkan kekuasan-Nya dan seluruh harta benda orang-orang Aceh lenyap seketika? Bahkan, ratusan ribu nyawa juga melayang hanya dalam hitungan jam.

.

Jadi, jangan ragu-ragu, bagi teman-teman yang sudah memiliki penghasilan atau merasa berkecukupan, mengapa tidak mencoba untuk mulai berkurban pada tahun ini? Jangan takut miskin karena mengeluarkan harta, karena tidak pernah ada ceritanya orang yang mengeluarkan hartanya di jalan Allah lalu Allah membiarkan orang tersebut jatuh miskin.

.

3. Keberkahan

Dengan menyisihkan harta kita, InsyaAllah keberkahan akan datang. Satu hal yang harus selalu diingat bahwa di dalam harta kita ada hak-hak orang lain yang membutuhkan (fakir miskin, anak yatim, anak jalanan, dsb). Seharusnya kita bersyukur bahwa Allah menjadikan kita sebagai perantara-Nya untuk membantu orang-orang yang kurang mampu tersebut. Kalaupun mereka bisa memilih, siapa sih yang mau jadi orang fakir miskin? Siapa yang mau jadi anak jalanan tanpa masa depan yang pasti? Apa kita mau? dijawab dalam hati aja.. :)

.

Keberkahan sendiri bisa datang dengan berbagai bentuk, baik itu yang terlihat (harta kita bertambah) ataupun yang tidak terlihat oleh kasat mata. Jadi kalau uang kita tidak bertambah, jangan langsung khawatir dan bilang tidak berkah. Karena mungkin saja Allah menggantinya di tempat lain yang terkadang kita tidak sadar, seperti diberikan kebahagiaan dan ketentraman dalam hidup, atau mungkin keluarga kita diberikan kesehatan dan panjang umur, atau mungkin kita diselamatkan oleh Allah dari bencana, atau mungkin usaha-usaha dan pekerjaan kita diberikan kelancaran, dan berbagai macam bentuk keberkahan lainnya.

.

Jadi, kepada teman-teman dan pembaca semua yang saya hormati, saya mengajak marilah kita semua menyambut Idul Adha ini dengan hati yang bersih dan suci, serta tidak lupa untuk melakukan 2 hal ini..

  1. Berpuasa di Hari ‘Arafah, yang akan jatuh pada hari Kamis, 26 November 2009.
  2. Bagi teman-teman yang sudah berkerja / memiliki penghasilan / merasa mampu, baik itu teman-teman yang masih pada kuliah, atau teman-teman yang sudah bekerja kantoran, atau teman-teman artis, atau teman-teman entrepreneur / pengusaha, atau teman-teman para pemain band.. Marilah kita menyisihkan sebagian harta kita untuk dibelikan hewan Kurban yang InsyaAllah, akan sangat bermanfaat bagi saudara-saudara kita yang jauh lebih membutuhkan dan menjadi syiar Islam bagi saudara-saudara kita yang lain. Wallaahu a’lam bish shawwab.

.

Akhirul kalam, saya ingin mengucapkan Selamat Hari Raya ‘Idul Adha bagi seluruh kaum muslim, semoga kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mohon maaf atas segala kesalahan, dan salam hangat dari Qatar.. :)

.

Wassalamu’alaikum wa rahmatullaah wa barakaatuh.

.

Muhammad Assad

-Wed, 25 November 2009-



Read Full Post »

Bismillaahirrahmaanirrahiim.. Mengawali postingan pertama di blog yang baru dibuat ini, saya ingin berbagi cerita yang semoga bermanfaat bagi teman-teman dan pembaca. Sekitar 5 hari yang lalu, saya baru saja mendapat 2 pelajaran yang cukup bermakna (lagi) dalam kehidupan ini, yaitu mengenai dahsyatnya sedekah dan jangan pernah berpikir buruk (su’udzan) thd Allah SWT. Khusus untuk sedekah, saya memang mulai tertarik untuk menggali lebih dalam dan mengamalkan setelah hal ini banyak diangkat oleh Ustadz Yusuf Mansyur (semoga Allah merahmatimu Ustadz). Dan setelah diamalkan memang subhanallah, sudah cukup banyak cerita dan kejadian luar biasa yang saya alami karena adanya saham dari sedekah.

.

Dimulai dari lancarnya rejeki saya belakangan ini, usaha-usaha bisnis yang berjalan baik hingga mendapatkan beasiswa penuh untuk jenjang kuliah s1 di Malaysia (dari Petronas) dan melanjutkan s2 bidang Islamic Finance di Qatar (dari Emir Qatar). Saya meyakini bahwa kejadian-kejadian tersebut karena adanya peran dari sedekah, selain tentunya mungkin dari ibadah-ibadah lain: Shalat Tahajud, Shalat Dhuha, Puasa Senin Kamis, baik kepada orang tua, dsb. Intinya, peran spiritual tidak akan pernah bisa dilepaskan dari kesuksesan seseorang, dan setiap orang harus mempunyai spiritual intelligence!

.

Kembali ke laptop, jadi judul dari tulisan ini adalah “Nonton Pertandingan Sepakbola Brazil vs England, duduk di kursi VVIP, makan buffet sewaktu break time, dan semuanya GRATIS!” enak kan? Hehehe…

.

Cerita awalnya adalah sekitar sebulan yang lalu, ada kabar bahwa pertandingan persahabatan sepakbola antara Brazil vs Inggris akan diadakan di Qatar pada tanggal 14 November 2009. Dalam hati saya “wow, mantap!! Gw harus nonton nih!” karena ya emang kapan lagi bisa nonton pertandingan sepakbola dunia seperti ini. Di Indonesia juga rasanya blom mungkin dalam waktu dekat ini karena berbagai faktor. Sebenarnya saya pribadi ga suka banget ama sepakbola, cuma karena yang main ini dua negara adidaya sepakbola, jadi ya hukumnya fardlu ‘ain untuk nonton! Bagi para pecinta sepakbola, nama-nama besar seperti Wayne Rooney, Frank Lampard, atau Beckham dari Inggris sudah pasti hafal diluar kepala. Atau siapa yang tidak mengenal Kaka dari Brazil yang menjadi pemain terbaik dunia tahun 2007 dan 2008. Atau tahun 2008 aja ya? Ya pokonya pernah jadi pemain terbaik dunia!

.

Singkat cerita, saya sudah menantapkan hati dan niat untuk nonton pertandingan dari spot yang paling bagus, antara kursi VIP dan VVIP. Mengapa? Karena ya jarang2 kejadian kaya gini!! Harga tiket pertandingan VIP dibanderol 500 QR dan VVIP 700 QR. Kurs 1 QR sekitar 3,000 Rupiah. Jadi VIP sekitar 1,5 juta dan VVIP sekitar 2,1 juta. Mahal kan? Ya iya pastinya hahahaa.. apalagi buat anak kosan seperti saya yang biasa makan indomie hehee.. :)

.

Tapi gada salahnya doonk untuk berpikiran positif kalo saya bisa menonton tanpa mengeluarkan duit sepeserpun?? Nothing is impossible! Karena awal dari semuanya adalah pikiran dan niat. Kita harus berpikiran positif karena pikiran yang positif akan memberikan aura yang positif ke diri kita dan sekitar, dan itu akan berdampak kepada tindakan-tindakan yang akan kita lakukan. It’s really true and I’ve done it many times before!

.

Akhirnya saya memantapkan hati dan niat, ditambah berpikiran positif terhadap Allah SWT bahwa saya PASTI bisa nonton gratis. Ini awal mulanya. Bukankan Allah ‘Azza wa Jalla telah berfirman dalam Hadits Qudsi: “Aku adalah apa yang hambaku sangkakan, dan Aku akan selalu bersamanya selama ia mengingatKu” (Muttafaq‘alaih). Jadi ya kita berprasangka baik (husnudzan) saja kepada Allah SWT. Tapi tentunya saat berharap menonton pertandingan gratis, bukan berarti saya hanya diam, tidur-tiduran di kamar, dan berharap tiket datang dari atas langit. Non sense! Tidak ada satupun di dunia ini yang bisa didapat dengan cuma-cuma. Istilah Jawa nya, No Free Lunch Man!!!

.

Dalam Al-Qur’an (QS. Ar-Ra’d [13] : 11), secara general dijelaskan bahwa Allah SWT tidak akan mengubah suatu kaum sampai kaum tersebut merubah dirinya sendiri. Disini berarti jelas ada peran usaha dalam setiap kejadian. Akhirnya saya pun memutar otak memikirkan bagaimana caranya biar bisa nonton gratis. Dimulai dari menghubungi orang-orang penting di Qatar, saya SMS mereka aja pura2 nanya kalo mau beli tiket dimana yaaaa.. (padahal si maksud dan tujuannya, semoga diantara mereka ada yang bales dan langsung bilang: “Assad, I have one extra ticket for you, let’s go watching with me!”)

.

Tapi ternyata yang diharapkan tidak kejadian hehehee.. memang ada beberapa yang bales ngasitau dimana beli tiketnya dan ada juga yang bales bilang minta maaf ga bisa nonton, ada juga yang bales bilang gamau nonton dsb. Well, satu usaha gagal, tapi jangan menyerah dan berpikiran buruk terhadap Allah SWT. Dan bukan berarti gagal sekali berarti harapan nonton bola gagal juga kan? Salah satu semangat saya untuk nonton karena ya emang belom pernah nonton Brazil dan Inggris bertanding live dan juga karena sebetulnya saya sudah beli baju Timnas Brazil beberapa minggu sebelumnya jd malu doonk kalo ga jadi nonton hahahahhahaa..

.

Salah satu kebiasaan saya disaat menginginkan sesuatu adalah memancingnya dengan sedekah. Apapun itu. Dari mulai bisnis, beasiswa, sampe mau dapetin tiket gratis ini. Kenapa? Karena Allah SWT telah menjelaskan bahwa sedekah mempunyai banyak kelebihan, diantaranya menambah rejeki, menghindarkan bala dan musibah, memanjangkan umur dan berbagai keutamaan lainnya. Jadi kita pakai saja janji-Nya tersebut, dan apakah salah kalau kita mengharapkan sesuatu hanya dari Allah SWT berdasarkan janji-janjiNya? Bukankah Dia yang Maha Berkuasa dan tidak pernah mengingkari janji?

.

Saya cukup heran saat mendengar banyak orang yang bilang bahwa sedekah dengan mengharapkan sesuatu dari Allah SWT adalah dilarang dan tidak diperbolehkan, karena ujungnya nanti ga ikhlas. Kalo kata saya, kenapa gitu? Bukankan Dia sendiri yang telah menjanjikan hal tersebut, dan dalam salah satu hadits Qudsi Dia berfirman, “Barangsiapa yang mendekat padaKu dalam jarak sejengkal, maka Aku mendekat padanya dalam jarak sehasta dan barangsiapa yang mendekat padaKu dalam jarak sehasta, maka Aku mendekat padanya dalam jarak sedepa. Jikalau hambaKu itu mendatangi Aku dengan berjalan, maka Aku mendatanginya dengan bergegas-gegas.” (Muttafaq’alaih). Ini berarti bahwa semakin kita mendekatkan diri kepada Allah SWT, maka Dia semakin mendekati kita. Ini yang pertama.

.

Lalu yang kedua, bukankah memang sudah janji Allah SWT bahwa orang-orang yang melakukan amalan-amalan baik (sedekah, menolong orang, dll), maka pahala baginya minimal 10 kali lipat. “Barangsiapa membawa amal yang baik, maka baginya (pahala) sepuluh kali lipat amalnya.” (QS. Al-An’am [6] : 60). Balasan 10 kali lipat adalah minimal. Maksimalnya berapa? 700 kali lipat bahkan mungkin lebih.

.

Allah SWT berfirman:

مَثَلُ الَّذِينَ يُنْفِقُونَ أَمْوَالَهُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنْبَتَتْ سَبْعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنْبُلَةٍ مِئَةُ حَبَّةٍ وَاللَّهُ يُضَاعِفُ لِمَنْ يَشَاءُ وَاللَّهُ وَاسِعٌ عَلِيمٌ

”Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran).” (Al-Baqarah [2] : 261)

.

Akhirnya singkat cerita, Alhamdulillah ada kesempatan lagi untuk mendapatkan tiket gratis. Selasa sore, ada account di Twitter yang bernama @qatar2022bid mem-follow account Twitter saya. Dari namanya udah jelas, ini sepertinya account punyanya pemerintah Qatar atau panitia pemilihan piala dunia 2022, karena Qatar sedang gembar gembornya utk melakukan bidding Piala Dunia 2022 agar diadakan di Qatar. Akhirnya ya saya follow balik, pikir2 siapa tau ada info yang bermanfaat.

.

Akhirnya benar, account @qatar2022bid nge-tweet pas Selasa malem yang isinya seperti ini: “Please give reason why Qatar deserves to host World Cup 2022? The winner will get free ticket for Brazil vs England match!” dalam hati saya, pas bener nih!! Tp sebenernya agak males juga ngejawabnya, karena di Twitter jawaban kan singkat, hanya 140 karakter. Mana followernya account @qatar2022bid ini cukup banyak sekitar 600 orang, jadi yang ikutan pasti cukup banyak juga dan peluangnya makin kecil! Tapi dalam hati saya, tidak ada salahnya untuk mencoba… akhirnya saya jawab aja apa yang ada di dalam otak secara spontan.

.

Jawaban saya seperti ini dan terbagi dalam 2 tweets. Tweet yang pertama: “I think Qatar deserves to host World Cup 2022 due to its rapid development in infrastructure, especially in Sport”. Selanjutnya Tweet yang kedua: “..and also due to the high commitment from the Honourable King and all the society towards the improvement of football in the country.” Jawab pertanyaan pun meskipun spontan, harus pake strategi karena kemungkinan menang pasti ada. Jadi dalam menjawab, kita sebut dikit nama Raja biar seneng hehehee…

.

Oke, usaha kedua di Twitter berarti sudah jalan. Pada hari Kamis pagi, sebelum berangkat kuliah, uang di dompet tinggal sekitar 56 QR, karena emang blom ngambil lagi di ATM. Akhirnya antara ikhlas dan ga ikhlas (maksudnya agak berat ngeluarinnya), uang 50 QR saya sedekahkan, jadi ya tinggal 6 QR di dompet. Inilah yang saya sebut benar-benar bersedekah, yaitu di saat kita berat untuk mengeluarkan uang. Saat mengeluarkan 50QR tersebut hati saya benar-benar ikhlas, tapi sempat juga terbersit harapan dan berdoa dalam hati ingin menonton di kursi VIP yang seharga 500QR. Logikanya ya 10% dari 500 kan 50, dan ini kan minimal, yang berarti bisa lebih alias nonton di kursi VVIP seharga 700 QR.

.

Usaha sudah, diperkuat dengan sedekah juga sudah, berarti sekarang waktunya tawakkal. Agak deg-degan juga si udah hari Kamis sore tapi blom ada kabar juga gmana caranya ya dapet tiket gratis. Sempat terbersit di dalam pikiran untuk beli tiket aja. Kebetulan ada teman yang menawarkan tiket VVIP 700 QR. Saya tawar setengahnya ga dikasih, yaudah dalam hati kalo sampe Jumat sore gada kabar, mugkin saya mau beli tiket aja deh karena pertandingannya sendiri diadakan pada hari Sabtu sore. Daripada ga jadi nonton dan baju bola Brazil yang udah dibeli kasian kalo ga dipake hehe.. tapi Alhamdulillah, Allah SWT memang tidak pernah mengecewakan hamba-hambaNya. Pada kamis malem atau jumat pagi saya lupa, di Twitter ada tweet yang ditujukan ke account saya: “Congratulation, you won the competition and get the free ticket! Please DM to know how to get your ticket”

.

Langsung saya sujud syukur saat mendapat kabar tersebut. Berarti harapan untuk nonton gratis InsyaAllah sudah pasti! Tapi sempet mikir juga dalam hati, ini menang dapet tiket gratisan, kira-kira dapet yang tiket harga berapa ya? jangan-jangan cuma yang kursi 50 QR atau 150 QR lagi, namanya juga gratisan hahahaa..yang duduknya agak jauh di bagian belakang stadion. Tapi langsung saya hilangkan prasangka buruk itu. Saya berpikiran positif InsyaAllah akan dapat kursi yang terbaik. Tiket gratisnya katanya bisa diambil di hari H jam 3 sore di area Fan Zone Festival Booth Qatar.

.

Pas hari H, saya langsung tiba di stadion sekitar jam 2 sore dan menuju tempat yang diminta untuk mengambil tiket. And I was really surprised! Tiket gratisan yang saya menangkan ternyata berharga 500 QR!!! Subhanallah.. langsung tersenyum dan dalam hati saya berpikir, Allah memang tidak pernah mengecewakan hamba-hambaNya dan mengingkari janji-janjiNya. Tidak sampe 3 hari langsung dibalas kontan, 10 kali lipat. Dari 50 QR yang saya sedekahkan, akhirnya kembali 10 kali lipat dan bernilai 500 QR. Masya Allah bukan? Bukannya bermaksud merendahkan, tapi dimana mana yang namanya tiket gratisan sangat sangat jarang dikasih yang VIP. Mungkin di Qatar aja kali yang ada cerita kaya gini hehehe..

.

Ok then, the time for the match is on!! Saya langsung masuk ke stadion melalui pintu VIP dan pertama kali menginjakkan kaki di  Khalifa Stadium, atmosfernya sangat luar biasa! warna kuning-hijau (Brazil) dan merah putih (Inggris) memenuhi seisi stadion. Yel yel yel sudah mulai dikeluarkan oleh para pendukung. Bunyi tabuhan drum juga terdengar. Saya langsung menuju tempat duduk saya di bagian depan baris ketiga dari kursi VIP yang paling depan. Jadi kurang lebih susunannya seperti ini, kursi VVIP yang ditempati oleh Emir (Raja) Qatar dan tamu-tamu undangan lain ada di 3-5 baris di depan dan selanjutnya kursi VIP sekitar 5-7 baris setelah itu. Seperti ini model kursinya, ya lumayan bisa buat ketiduran pas nonton..

.

.

Saya duduk di kursi saya di baris ketiga dari deretan VIP. Saat saya duduk, saya melihat kursi VVIP di baris ketiga masih ada beberapa yang kosong dan tidak terisi. Muncul ide segar.. “kira-kira kalo gw duduk disitu diusir ga ya?” agak takut juga sih nanti diusir lagi ama yang punya tiketnya. Akhirnya saya tunggu aja beberapa menit sbelum pertandingan dimulai. Niatnya kalo emang nanti masih kosong dan tidak ada yang menempati, saya mau maju aja ke kursi VVIP biar bisa nonton lebih dekat, separah2nya diusir kan bisa balik lagi ke kursi asal yang jaraknya ga jauh2 amat hehehe… sambil berharap bahwa ya jangan sampe diusir dan kursi itu memang tidak ada yang menempati.

.

Akhirnya sekitar 10 menit sebelum pertandingan kursi di baris ketiga masih ada yang kosong sekitar 3 seats. Saya Bismillah aja duduk dan langsung menyapa orang yang duduk di sebelah saya (jadi biar terkesan kenal gitu hehehe..), dan Alhamdulillah sampe pertandingan dimulai kursi itu tidak ada yang menempati dan saya bisa nonton pertandingan dengan jarak yang sangat-sangat dekat! Melihat pemain-pemain Brazil dan Inggris keluar dari ruang ganti dan bermain bola. Luar biasa!! Pertama kali melihat Rooney dan Kaka langsung, ada juga Dunga dan Don Fabio Capello, pelatih Brazil dan Inggris yang teriak-teriak dari pinggir lapangan, dsb. Dan pada saat break babak pertama, tamu-tamu VIP dan VVIP dipersilahkan menuju ruangan khusus utk mengisi perut alias disediakan makan buffet gratis!!! What a wow!! ;p

.

Rangkaian kisah ini memang seperti sandiwara, tapi ini real terjadi dan saya mengalaminya. Sungguh luar biasa memang hasil dari sebuah sedekah yang ikhlas. Bahkan sekarang bukan lagi hanya 10 kali lipat, tapi jauh lebih dari itu. Saya bisa nonton di kursi VVIP seharga 700QR, makan buffet gratis, dan bisa berkenalan dg beberapa orang sewaktu pertandingan, dsb. Semuanya Free of Charge! Pertandingan Brazil vs Inggris sendiri berkesudahan dengan skor 1-0 untuk kemenangan Brazil.

.

Inilah salah satu kisah yang kembali saya alami karena bersedekah. Selama ini, saya terkadang tidak suka untuk menceritakan dan hanya diri saya dan orang-orang dekat saja yang tahu. Tapi rasanya, ini merupakan kewajiban untuk mensyiarkan Islam dan semoga semakin banyak lagi orang yang bersedekah dengan ikhlas dan hanya mengharapkan keridhaan Allah SWT.  Mengenai balasannya, biar Allah SWT yang memberikan balasan yang setimpal.

.

Dan Demi Allah yang jiwaku berada dalam genggamanNya, apapun harta yang kita sedekahkan, tidak akan pernah berkurang sedikitpun, bahkan PASTI akan bertambah. Ini yang selalu saya rasakan. Harta menjadi semakin bertambah dan barokah. Ini yang terpenting. Dan hal ini pun sudah dijelaskan dalam hadits oleh Nabi Muhammad SAW yang bersabda: “Tidak berkurang harta karena bersedekah, dan tiada seorang yang memaafkan suatu kezaliman melainkan Allah SWT menambah kemuliaan, dan tiada seorang yang tawaddu’  (merendah) karena Allah SWT, melainkan Allah SWT akan menaikkan derajatnya.” (H.R. Abu Hurairah ra) 

.

Lastly, bagi yang ingin melihat seperti apa Rooney dan Kaka dari jarak yang sangat sangat dekat, berikut saya attach beberapa foto dari hasil pertandingan ini.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Muhammad Assad

19 November 2009

Read Full Post »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 1,190 other followers